《cinta di dalam perjodohan》 Chapter 1 Bab 1. Pernikahan Namaku alira anastasya, aku baru lulus dari salah satu SMA negri di bandung, dan akan di nikahkan dengan anak teman papa ku seorang pengusaha sukses di jakarta.... "lir,,,,,,besok keluarga om indra dan tante rita sudah datang dari jakarta,,,! kata ibu ku.. om indra dan tante rita itu, sahabat ayah dan ibu dari smp,.. mereka itu pengusaha sukses di jakarta, dan punya satu orang anak namanya Fahry permana,... hari pernikahanpun tiba, aku sangat gugup di saat itu, apalagi aku mengetahui sifat fahri yg seperti es balok,, ya,,, Fahry permana, calon suamiku.... "lir,,, kamu ngga usah gugup sayang, kamu tu sangat cantik seperti bidadari hari ini,,, kata ibu ku... "klw gitu, selama ini aku ngga cantik bu? protesku dengan muka cemberut,,.... "ngga syang,,, pokoknya anak gadis ibu ini, cwaaaaaantik setiap saat,,, kata ibuku dan membuatku langsung memeluk ibuku dan menangis haru.... "Bu,,,, aku pasti akan kangen sama ibu, ayah dan alfin, rengeku yg di sambut pelukan hangat ibu... alfin adalah adiku yg baru kls 1 smp,, aku juga punya satu kk laki2, namanya mas Firman, dia sudah menikah dan punya satu anak,, kita tiga bersaudara... dan hari itu pun tiba,, dadaku bergemuruh nafasku seakan akan mau putus di saat ayah menggadeng lenganku menuju altar pernikahan yg di saksikan ribuan pasang mata,, apalagi di sana sudah ada pria tampan seperti opa2 korea yg telah menantiku dengan seorang penghulu dan beberapa orang yg akan jadi saksi pernikahan,, diam2 mataku berkaca kaca melihan wanita yg sunggu ku sayangi metapku dengan berlinang air mata.... pernikahanpun selesai,, sekarang aku sudah menjadi istri pria tampan yg seperti es balok itu, aku tidak pernah melihat pria setampan dirinya,,, tpi kalau di tatapnya,, aku seperti beku karna dia terlalu dingin seperti es balok... setelah mnggati baju pngantin,, aku lngsung tidur dengan hanya mnggunakan dres pendek tanpa lengan,, aku memang suka menggunakan pakaian seksi apalagi di waktu tidur,, karna aku nyaman dengan pakaiyan2 terbuka,.... tapi aku lupa kalau aku tidak tidur sendiri lagi sekarang... suara ayam tetangga menydarkanku dari mimpiku,, gulingku ko aneh ya, gumamku. dan betapa kagegetnya aku,, yg ku peluk ternyata bukn guling, tapi pria tampan yg sedang tidur dengan bertelanjang dada di sampingku,,... aku mau berteriak karna aku belum sadar sepenuhnya dengan apa yg ku lihat, tapi belum sempat aku berteriak dia sudah menutup mulutku dengan telapak tangannya yg besar itu,, telapak tangannya keras seperti sebuah balok. "he,,, kamu gila? katanya aku yg belum sepenuhnya sadar berusaha melepaskan tangannya dengan susah payah dan menatapnya tajam kemudian berkata setelah tangannya sudah terlepas...... "kenapa kamu di sini ha? apa yg kamu lakukan padaku? kataku.. "trus aku harus di mana? apakah aku harus tidur dengan orang tuamu? jawapnya dengan suara serak dan mata yg sayu karna menahan kantuknya... tanpa menjawabnya aku langsung membuka selimut, dan menatap tubuhku juga tubuhnya dengan perasaan takutku... "tenang saja, aku belum lakukan kewajibanku sebagai seorang suami,, belum ku lakukan saja, kamu suda mau membangunkan seisi rumah, apalagi kalau aku lakukan, mungkin se RT bisa bangun... ngerutunya. "ihh dasar mesum.... ketusku setelah itu aku langsung berlari ke kamar mandi,, wajahku seperti udang goreng, di saat dia katakan kewajibannya sebagai seorang suami... "ya tuhan,,, jangan kau biarkan keperawananku hilang di umurku yg masi 18 tahun ini tuhan... lindungi keperawananku dan daerah terlarangku ini ya tuhan,, gumamku dalam hati sambil memeluk dadaku... setelah itu aku langsung memilih untuk mandi dan selesai mandi aku langsung memakaikan pakaian yg sempat aku bawa tadi ke dalam kamar mandi,, setelah berpakaian aku langsung melangkah keluar kamar tanpa menatapnya yg sudah kembali terlelap di atas tempat tidurku itu... aku melangkah menuju dapur dan di sana sudah ada ibu dan tante rita yg lagi sibuk menyiapkan sarapan,, aku langsung mendekati mereka dan berkata,,... "slamat pagi bu,,, slamat pagi tante... sapaku.... "eh ko tante sih,,, protes tante rita,, skarang kamu anak perempuan mama, jadi pagggil mama sama papa,,, sama kaya fahri... ok? "iya ta,,,,eeee... ma...mama... jawabku terbata bata... "gitu dong cantik,,, kata mama Rita sambil tersenyum kepadaku... aku memang cantik dan bodiku bak model kata teman2ku, tinggiku 160 kulit putih bersih, rambut hitam lurus dan panjangnya melewati pundaku, aku tidak gemuk juga tidak kurus, tapi aku sangat montok... aku suka di marahin ibu kalau pake celana ketat dan baju pendek,, katanya depan celanaku nampak bukit kecil,, tapi aku ma pd aja... memang si daerah terlarangku sangat nampak kalau pakai celana ketat sampai2 aku risih sendiri... semua sudah berkumpul di meja makan, dan selesai makan kita langsung bersiap siap untuk berangkat ke jakarta,, setelah sudah siap aku langsung melangkah dan berdiri di samping ibuku dan langsung meneteskan air mata, aku sangat sedih berpisah dengan keluargaku,, aku harus tinggal di jakarta selain kuliah di jakarta, aku juga harus ikut suamiku yg kaku dan cuek itu.... "jaga diri baik2 ya sayang kata ibu,, "iya bu,, ibu ayah harus jaga kesehatan ya!!! ngga bole sakit... kataku sambil memeluk ayah dan ibuku bergantian sambil meneteskan air mata.... "mba,,,, sering2 telfon aku ya! kata adiku setelah aku memeluknya... aku yg mendengar perkataan adiku jadi tambah sedih,, aku memeluk dan mencium adiku yg gendut itu,,, ya alfin adiku itu gendut karna dia sangat doyan makan.... hampir dua jam perjalanan akhirnya kita sampai juga di jakarta,, tapi kita tidak langsung ke rumah mertuaku,, tapi kita malah keliling ke rumah kerabat mereka sampai jam 3 sore baru kita sampai ke rumah mertuaku,, aku sangat kaget di saat melihat rumah mertuaku yg begitu mewah,, dengan langkah berat aku mengikuti suamiku masuk ke dalam rumah mewah itu dan kemudian menuju kamarnya.. "masukin pakaianmu di lemari itu, kata mas Fahri sambil menunjuk lemari besar yg ada di sampingnya setelah kita sudah berada di dalam kamarnya... "tanpa menjawab aku langsung masukin semua pakaiyanku ke lemari yg terdapat banyak pakaiannya itu dan kemudian aku berbalik menatapnya dan berkata... "mas,,,, "hmmm... jawabnya.. "kapan aku daftar kuliah...? tanyaku... "kamu tinggal kuliah aja,,, aku suda mendaftarkannya,,! katnya sambil terus memainkan ponsel di tangannya... "ko bisa,,,? tanyaku sedikit kaget... "ya bisa lah,, aku kan kuliah di sana juga... ketusnya... "apa sih yg ngga bisa buat aku?... tambah mas Fahri... "dasar sombong,,,, ketusku.. "kamu bilang apa barusan? dia bertanya debgan tatapan yg tajam ke arahku... "ngga aku ngga bilang apa2... jawabku berbohong... kemudian dia langsung pergi ke kamar mandi tanpa memperdulikanku,, selesai mandi,, dia keluar hanya memakai handuk putih sebatas pinggangnya dan kemudian dia langsung menyuruhku mengambilkan pakaiannya,,,.. "tolong ambilkan pakainku.. katanya.. "mas kan bisa ambil sendiri,, jawabku tanpa menatapnya... "kamu jadi istri buat apa? ketusnya... akhirnya tanpa menjawab dan mengalah aku segera berdiri dan langsung mangambil baju kaos putih dan celana pendek hitam,, dan memberikan padanya tanpa menatapnya... "ganti baju ini sama baju singlet itam saja,,, katanya lagi...dan akupun nurutin permintaannya,,... "ambilkan cd ku juga,,, katanya di saat aku masih berada di hadapan lemari besar itu... aku kaget dan wajahku langsung merah seperti udang goreng setelah mendengar perkataannya itu.... "tapi mas,,,, a..a..aku malu,,, jawapku gugup... "kamu harus terbiasa karna kamu itu sudah menjadi istriku,, katanya yg membuatku tambah salah tingkah saking tegangnya.. akhirnya akupun menurutinya,, aku mengambilkannya dan menyerahkan singlet dan cd tanpa menatapnya,,, kemudian aku langsung buru2 keluar dari kamar... aku melangkah menuju dapur dan di sana ada 2 wanita yg kira2 umur 40an yg sedang sibuk masak buat makan malam karna sudah sore, mereka asisten rumah tangga di situ,, namanya bi ina dan bi ira... "sore bi,,, sapaku setelah berada dekat mereka.. "sore non,,, jawap mereka berdua,,, "aku bisa bantu ngga bi? tanyaku... "ngga usah non,,, non istrahat aja,,, pasti cape abis perjalanan jauh... kata mereka... "kalau gitu aku lihat2 aja,,, biar aku bisa masak kaya bibi... jawabku.. "terserah non aja kalau gitu.... kata mereka.. ya skarang kan aku seorang istri,, jadi harus bisa masak,, takutnya nanti di bilang guna apa jadi isti... setelah makanannya sudah masak,, aku langsung bantu bi ina dan bi ira siapin di meja makan,,, "ya ampun,, anak perempuan mama rajin bangat, ya kan pa,,? kata mama rita buat papa indra... yg baru saja datang... "iya ma jawap papa indra... dan aku yg sudah tersipu malu hanya hanya tersenyum sambil berkata.. "ayo ma,, pa,,... makanannya sudah siap.... "di mana fahri? tanya mama Rita.. "nanti aku pagilin ma... jawabku dan langsung pergi menuju lantai atas... aku ke kamar dan melihat mas fahri sedang tertidur di atas tempat tidurnya dengan ke dua tangannya di atas,, aku mendekat dan aku merasa jijik karna melihat bulu kteknya yg hitam, dan lebat... "iiiiihhh.... dia ngga risih apa dengan bulu ketek sebanyak itu? gumamku.. "aku aja risih biar baru satu dua yg tumbuh langsung aku cabut,, ngerutuku pelan2 biar ngga di dengarin sama dia dan kemudian aku langsung membangunkannya.. "mas....mas,,,, mas fahri bangun... "maaaas.. teriaku.. "hmmm... jawabnya dan langsung membuka mata menatapku.. "bangun mas mau makan,,, ini sudah malam lo mas,,, di tunggu mama sama papa di bawa... kataku... akhirnya dia bangun dan langsung turun dari tempat tidur,, kemudian kita langsung melangkah bersama sama ke bawa dan langsung makan bersama nertuaku,,, selesai makan, aku langsung naik ke kamar dan masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan membasuh mukaku,,... dan selesai membersihkan wajahku aku langsung keluar dan giliran mas Fahri yg masuk ke kamar mandi,, dan tidak berapa lama dia keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjang,, dia menatapku yg lagi sibuk memoles wajah dan tubuhku dengan segala alat perawatanku dan kembali memainkan ponselnya sambil berkata... "besok kamu sudah kulia,,, katanya... "benar mas? tanyaku dan dia cuma mengagukan kepala dan langsung berbaring ke ranjang,,.. "ngga boleh ada yg tau kita suami isti di kampus,,, katanya,,,... "iya aku tau,, aku juga ngga mau ada yg tau kalau aku sudah menika di usiaku yg masih 18 tahun ini... jawabku.. "ya udah ayo tidur biar besok ngga telat,,, tambahnya... pagi harinya aku terbangun,, nafasku sesak,, karna kaki mas fahri berada di atas pahaku, dan tangannya melingkar di perutku membuatku ngga bisa bergerak akhirnya aku membangunkannya... "mas...mas fahri...maaaasss... teriaku karna sudah kesal... "apa sih pagi2 berterik kaya orang gila saja,, gerutunya... "tu lihat,,! kataku sambil nunjuk ke bawa,,.. dan diapun menengok ke bawah kemudian berkata,,,.. "kamu kan bisa bilang baik2,, ngga usah teriak2 segala... gerutunya dan langsung turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi... selesai mandi,, aku langsung bersiap siap dan melangkah turun ke dapur dan di sana sudah ada mas Fahri dan ke dua mertuaku yg sedang menungguku di meja makan,, dan selesai sarapan kita langsung jalan menuju kampus... "mas... turunin aku dekat kampus aja ya! kataku,, dan tidak di jawab olehnya.. dan setelah sudah dekat jampus,, dia langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian berkata,,... "turun... katanya. dan setelah aku turun dia langsung melajukan mobilnya dan masuk ke gerbang kampus dengan mobil mewahnya itu.. aku berjalan menuju gedung kampus,, dan sampainya di depan kampus,, aku melihat dia sudah masuk ke dalam gedung kampus sama beberapa cewek dan cowo dan aku ngga terlalu memperdulikannya... setelah beberapa minggu kulia,, aku sudah punya banyak teman,,, karna aku orangnya cepat dekat sama orang, aku yg baru selesai berdandan langsung melangkah mebemui nas Fahri yg sedang menungguku di ruang tamu sambil berkata... "ayo mas,, berangkat ajaku... "kamu kalu dandan selama ini,,, bangunnya dari jam 3,,, biar aku ngga nunggu kaya gini,, gerutunya... "ih mas,,, namanya juga cewek,, jawabku.. "cewek ganjen,,, ketusnya lagi.. "ko ganjen sih,,,? gerutuku.. "emang aku salah,,, kamu kan memang ganjen,,, di kantin aja pecicilan sama cowok2 tengik ingusan itu... ketusnya... "itu kan teman teman satu ruangan aku,,, jawapku membela diri... "teman sih teman,, tapi ngga usah pecicilan gitu,,, tu lihat penampilan kamu,,, kaya wanita malam yg mau ke bar... katanya dan membuatku langsung kaget.. ""deeeeek.... hatiku sakit,,, aku langsung keluar dan melangkah pergi ninggalin mas fahri dan langsung jalan menuju jalan raya,, dan di saat aku sedang melangkah sambil menahan amarahku,, tiba tiba ada bunyi klakson di belakangku. piiiip...piiiiiip... bunyi klakson mobil tapi aku ngga menghiraukannya.. "kamu ngga mau naik,? katanya dari dalam mobil dan aku ngga menjawabnya aku malah membuang muka darinya,,, "terserah,, katanya dan dia langsung melajukan mobilnya ninggalin aku, air mataku banjir di wajahku,, aku menangis karna sakit hati atas perkataannya juga tindakannya yg langsung ninggalin aku begitu saja. "brengsek,,, brengsek... brengsek.... teriakku,, dan setelah itu aku terpaksa memilih untuk naik taksi ke kampus... Chapter 2 Bab 2. kekecewaan di dalam perjalanan Alira berfikir, bagaimana caranya besok dia ke kampus,, karna uangnya sudah tidak ada lagi setelah membayar ongkos taksi yg sedang dia naiki itu,, dan dia pun tidak mau berbicara apalagi memita uang sama Fahri yg sudah mengatainya dan membuatnya merasa sangat kesal... "aku ngga akan berbicara sama dia,, aku juga punya harga diri, enak aja katain penampilanku macam cewek bar.. gerutu Alira dalam hati... "haah,, aku minta kirim sama ayah aja,, jangankan ongkos taksi,, beli mobilpun pasti ayah kirim,, gumam Alira... "non udah nyampe,, suara supir taksi mengagetkan Alira... "ooooo iya bang, maaf ya? jawab Alira sambil tersenyum dan langsung turun dari taksi.. "ngga apa2 non,, tapi saran saya cewek cantik tu jangan terlalu malamun non, nanti di sandar roh halus loh... "iiii si abang,, bikin bulu roma ngerinding aja... jawab Alira.. "hahahaha maaf ya non cuma kasih saran... kata supir taksi itu.. "iya bang,, ngga apa2,, makasih atas sarannya,, jawab Alira sambil melangkah pergi... Alira berjalan memasuki halaman kampus,, dan dia melihat Fahri dan kawan kawannya sedang mengobrol di parkiran,, Alira sempat melirik Fahri tapi Fahri malah cuekin dia,,,.. "hiiih,, dasar es balok,, emang lo aja yg bisa nyuekin gue,,? gue juga bisa kali.... gumam Alira dalam hati... Alira cuek bebek, dan berlalu di depan mereka dengan penampilannya yg seksi dan gayanya yg sangat percaya diri... "waaao.... bodinya muuuantap bangat tu,, kata anton salah satu temannya fahri dan mereka semua langsung melongo liatin alira termasuk fahri... "hiiiis.... desahan fahri setelah melihat Alira.. "kenapa lo bro,,,? ngga tahan ya lo liatin tu gitar spanyol... kata Rian salah satu temannya Fahri tapi tidak di jawab sama Fahri... "keras kepala bngat tu cewek,, di bilangin tetap aja mau pakai pakaian gitu,, ngga sadar apa? kalau pakainnya itu memperlihatkan bentuk tubuhnya yg padat itu,, gerutu Fahri dalam hati... "he bro,,, kesambat ya lo? di tanya malah bengong... awas jangan fikir mesum... kata Rian yg dari tadi memperhatikan Fahri... "ahhhh ngga tau ahhh... ayo cabut ajak Fahri dengan tampang kesalnya... jam istrahat,, Alira dan teman temannya yg baru keluar dari ruangan langsung melangkah menuju kantin,, dan di sana sudah ada fahri dan kawan kawannya... "eh..eh...eh.. tu lihat! opa ganteng ngelirik kita lo... kata sifa teman alira... "mana mana? tanya amel... "astaga amel,, itu,,! ko lo ngga lihat makhluk tuhan yg paling sempurna itu... mata tu di gunakan untuk melihat yg indah2 seperti itu... Sifa berkata sambil menunjuk ke arah fahri yg sedang fokus sama teman2 nya. "apasih kalian ini? buat apa lo bangga di lirik sama es balok itu? ketus Alira... "adu alira,, es balok itu sejuk sayang,, kata sifa ngga mau kalah... karna mereka ngga tau hubungan alira dan fahri... "udah udah ayo pesan maka,,, ! kata baim salah satu cowok sok ganteng di ruangan alira... "iya ayo,,,! aku juga udah lapar ni,, kata ara salah satu temannya alira.. "tapi aku uda ngga punya uang,, kata alira sedikit keras dan di dengar oleh Fahri karna tempat duduk mereka lumayan dekat... serentak tatapan mematikan fahri tertuju ke alira dan Alirapun menyadari tatapan Fahri tapi dia tidak memperdulikannya... "ya udah biar aku yg traktir,, jawap agus anak satu ruangan alira yg selalu cari perhatian alira... "nanti uangmu berkurang lo,,,... jawap alira dengan genitnya... "aku ngga masalah biar jatuh miskin karna lo sayang,, sambut agus... "hiiii lebay lo.... serentak sifa,,amel dan ara serang agus... "aku ngga masalah jadi lebay karna alira,, tambah Agus... "sudah2,,, ayo pesan makan dong... rengek ara yg dari tadi hanya cemberut karna lapar.. "lira,, mau makan apa kamu? tanya agus,, yg sudah berdiri... "bakso aja gua,,,, jawap alira... dan setelah itu mereka langsung makan sambil bercanda dan tertawa,, sedangkan Fahri yg dari tadi suda ngga tahan dengan tingkah Alira segera mengajak teman temannya untuk pergi dari kantin... selesai makan Alira dan teman temannya langsung pergi dari kantin menuju ruangan mereka, tapi di saat mereka sedang melangkah tiba tiba Alira merasa buang air kecil dan dia langsung menyuruh teman temannya untuk pergi duluan... "kalian duluan ya,,! aku mau ke toilet bentar, kata alira... "mau di temanin? tawar agus... ""petak... jitakan sifa mendarat di kepala agus.. " jangan gila lo gus,,, kata Sifa... "aduh sifa,,, aku kan cuma bercanda,, gerutu Agus sambil mengusap ngusap kepalanya.. "bercanda tu yg wajar,,, jangan kurang ajar,, sambung Amel... sedangkan Alira,, dia langsung berlalu meninggalkan teman2 nya yg lagi asik bertengkar karna dia sudah kebelet,, dan di saat dia masuk toilet tanpa dia sadaru,, sudah ada yg menungguinya di luar,,, dan di saat dia kelur,,, tangannya langsung di tarik oleh Fahri yg sudah memperhatikannya dan mengikutinya sampai ke depan toilet,, Fahri menarik tangan Alira dan membawanya ke lorong blakang yg selalu sepi... "apa apaan sih kamu mas,,, lepasin tangan aku,,! sakit tau,,,! kata Alira sambil berusaha melepaskan tangan Fahri.. fahri tidak mengubris sama skali,, dia malah mempercepat langkahnya sambil mencengkram dan menarik tangan Alira kasar menuju lorong... "lepas mas,,,! sakit...! Alira berkata dengan mata yg sudah bekaca kaca... dan Fahri pun langsung melepaskan tangannya karna mereka sudah berada di lorong yg sepi,, Fahri menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan dan kemudian berkata... "kamu pulang jam brapa? tanya Fahri tapi tidak di respon sama Alira... "Alira,, aku tanyaaa,,,! teriak Fahri dan membuat Alira takut.. "jam 12,,, jawap alira dengan suara bergetar karna suda menangis... "tunggu aku di mobil nanti,,,! ini kunci mobilnya,, buka pintu dan masuk tunggu aku di dalam mobil.. kata Fahri dengan tatapannya yg tajam... dan alira sudah berlinang air mata hanya menerima kunci mibil dari tangan Fahri tanpa menjawab apa apa,,, karna dia tidak mau berlama lama di tempat itu dan di lihat orang... setelah itu fahri pergi dan tak lama di susul alira,,, Alira mencuci mukanya terlebih dulu di dalam toilet biar ngga kelihatan sembab oleh teman temannya,, dan setelah itu dia langsung melangkah menghampiri teman temannya... "kamu ke toilet ko lama bangat si lir,,, tanya ara,,,.. "iya soalnya perutku tiba2 sakit,,, kata alira berbohong... "haaaa itu kan gus,, karna kamu kasih makan anak orang ngga ikhlas,, jadinya begitu...kata baim... "apa sih lo baim,, aku tu jangankan kasih makan bakso,, minta di lamar alira juga guae ikhlas,, jawab Agus.. "najis lo.. sambut sifa... hahahaha... dan mereka serempak tertawakan agus yg sok ganteng itu... setelah jam pulang,, alira lari buru2 meninggalkan ruangan dan masuk ke dalam mobil fahri,, biar ngga di lihat teman2nya dan yg lain,, dan ngga lama fahripun nyusul,,, "fahri... panggil Tania cewek yg kejar kejar fahri dari SMA,, kebetulan mereka satu ruangan,,,... "ada apa Tan? tanya Fahri.. "aku nebeng ya,, kata Tania sambil meluk lengan fahri,,, dan Alira ngga sengaja lihat mereka dari dalam mobil... "ooo maaf ya Tan,, ngga bisa,, aku ada urusan penting,, kata Fahri sambil melepaskan tangan Tania dari lengannya... akhirnya Tania mencoba memasang senyum manis di depan fahri dan mengangguk,, tapi di dalam hatinya sangat sakit karna di tolak oleh orang yg dia cinta sejak lama itu.. setelah itu Fahri langsung nelangkah masuk ke dalam mibilnya,, sedangjan Alira yg berada di sampingnya memilih menatap ke jendela,, karna dia ngga sudi melihat es balok yg ada di sampingnya itu,, Fahri melajukan mobilnya menuju kantornya,, dan setelah sampai depan kantor,, Fahri langsung turun dan memutar membukakan pintu untuk Alira sambil berkata... "turun,,,,! perintah fahri,,,... "ko kita ke kantor si mas,,, bukannya pulang? protes Alira... tanpa menjawab perkataan Alira, fahri langsung menarik tangan alira dengan kasar dan membawanya menuju lift,, dan setelah sampai di lantai paling atas,, tepat di lantai yg terdapat ruangan kerja fahri,, mereka keluar dari lif dengan tampang fahri yg seperti bom waktu yg mau meledak karna menahan emosi dan Alira dengan tampang cemberutnya karna sangat kesal... Fahri menarik tangan alira dengan kasar sehinga membuat pegawai2 yg ada di situ jadi bingun dan takut... "mas sakit,,, lepasin sakit maaaas,,,! rengek Alira yg sudah mulai menangis... tapi fahri tidak perduli dia tetap menarik tangan alira dan masuk ruangan kerjanya dan menghempaskan alira sampai alira tersungkur di samping meja kerjanya... "aaaoooo,,, kepala alira terbentur meja kerja fahri,, dan air matanya langsung tumpah dengan deras dari matanya... hati Alira sangat sakit dan kecewa sama fahri yg kasar memperlakukannya,, karna orang tunya ngga perna kasari dia,, mereka sangat menyayangi dan memanjakannya sejak kecil karna dia anak perempuan mereka satu satunya... Alira bangkit dengan menahan emosi dan air mata yg bercucuran dan berkata... "apa salah aku mas,,? kenapa kamu tega sama aku,,, haaaa....? suara alira sampai terdengar ke luar dan membuat pegawai dan secretaris yg ada di luar kaget karna pintu ruang kerja Fahri sedikit terbuka.. tapi mereka yg ada di luar hanya diam,, karna mereka tau itu istri fahri bos mereka itu.... Fahri yg tambah kesal dengan teriakan Alira melangkah mendekat dan menarik alira kemudian membawanya ke ruangan tempat Fahri beristirahat atau bisa di bilang kamar Fahri di kantor yg terdapat di dalam ruang kerjanya yg luas itu... ya itu tempar istirahat Fahri,, di dalam kamar itu ada kamar mandi,, lemari pakaian yg di penuhi pakain Fahri,, ada kulkas,, tempat tidur,, tv dan perlengkapan yg lainnya... Fahri dengan amarahnya melempar alira ke atas tempat tidur dengan kerasnya sampai membuat Alira terlentang di atas tempat tidur dan nembuat cd nya terlihat,, dan itu membuat fahri tambah emosi dengan rok yg alira pakai karna rok itu terlalu ketat dan pendek... dengan emosi yg makin membara,,, Fahri langsung mendekati alira dan langsung menarik rok yg Alira pakai sampai robek.. "maaaasss... hiks...hiks...hiks... teriakan Alira sambil menangis.. "hiks...hiks...hiks.. alira cuma bisa menangis dan mencoba menutupi pahanya dengan selimut yg ada di situ... "kenapa di tutup haaa....? kamu malu sama aku,, haaaaa,,,? teriak Fahri... "kamu tu semustinya malu mengenakan pakaiyan kaya gini di depan umum,, kenapa di depan aku sendiri baru kamu malu,, haaa...? dengan kesal fahri berteriak... "aku tu suami kamu yg berhak atas semua yg kamu miliki,, kamu harus tau ituuu! Fahri tambah berteriak... "trus satu lagi,,, jangan coba2 kamu meminta uang di orang tua kamu dan menerima traktiran bocah2 ingusan itu di depan aku,, berani kamu melakukannya lagi,, kamu akan tau akibatnya,,! ancam Fahri... "tapi jangan kamu berfikir aku kaya gini karna aku cemburu,, aku ngga ada rasa apapun sama kamu,, karna pernikahan kita hanya atas dasar perjodohan orang tua... tambah Fahri.... "trus aku harus gimana,, ? tantang alira... "apa aku harus nahan lapar karna ngga ada uang? "atau aku harus jual diri biar bisa hidup haaa,,,? "plaaak... "kamu mau jual diri,, coba aja kalau kamu berani...! kata Fahri setelah pipi Alira... alira menahan pipinya dan menatap fahri dengan air mata bercucuran,, dan kemudian dia bangkit dan memegang kerah fahri dengan amarahnya,, dia menarik kerah Fahri sampai kancing baju kemeja fahri berserakah di atas lantai,,, brengsek kamu,,,! alira mau mencakar wajah fahri,, tapi karna fahri menghindar,, akhirnya dia mencakar leher dan dada bidang bahri sampai terluka,, dan Fahri yg sudah merasa perih langsung meraih kedua tangan Alira dan menatap Alira dengan tatapan yg penuh amarah... kemudian Fahri keluar dari ruang kerjanya,,, semua mata pegawai termasuk sinta secretarisnya dan refan asistenya sekaligus sepupunya itu menatapnya dengan heran... karna nafasnya yg ngos ngosan seperti orang yg barusan lomba lari dan bajunya yg tanpa kancing satupun,, leher dan dadanya yg luka,,, membuat mereka semua menatap tanpa berani bertanya... Chapter 3 Bab 3.fahri yg kejam Fahri masuk kembali ke ruangannya dengan tampang yg masih kesal,,, dia bersandar di dinding ruang kerjanya,,, dengan emosi yg masih membara,, dia berbalik dan menonjok dinding berualang ulang kali sampai tangannya yg puti menjadi merah karna suda lecet... apa yg terjadi? mengapa aku sangat murka di saat melihat laki2 lain menatapnya dan membri penilaian terhadap tubuhbya,,,, dan mengapa aku begitu kesal melihat dia menerima pemberian laki2 lain walaupun hanya se mangkuk bakso....? dasar wanita ganjen,, pecicilan,,, kalau ngga ada uang kenapa dia ngga minta sama aku? dia anggap apa aku ini? malahan dia mau minta sama orang tuanya,,, mungkin dia berniat membuat aku terlihat buruk di hadapan orang tuanya... kalau aku ngga mikir orang tuaku,,, aku ngga mungkin mau di jodohin sama wanita ganjen kaya dia.... pa,,,pa,,,....bapak.... fahri kaget dan berbalik,,, dia tidak sadar dengan keberadaan sinta di belakangnya... mengapa ngga ketuk dulu sebelum masuk? tanya fahri dengan nada yg masih kesal... aku suda ketuk ulang ulang,, tapi bapa ngga dengar,,, jadi aku langsung masuk... jawap sinta secretarisnya.... ada apa? tanya fahri dengan nada yg sedikit pelan... mitingnya 3 menit lagi akan di mulai pa,,, klaen yg dari amerika dan parancis suda ada di ruangan miting... ok,,, mana refan,,, tanya fahri... pa refan suda duluan ke ruang miting pa... ya suda,,, aku ganti baju dulu baru ke sana... baik pa,,, jawap sinta dan langsung berbalik dan keluar... "Fahri membuka pintu ruang gantinya,,, dan dia melirik ke ranjang,,, di sana terdapat alira yg suda tertidur dengan wajah yg di penuhi air mata dan masi ada isakan walaupun dia sudah terlelap... fahri mendekati alira,, sebenarnya dia ngga tega,, tapi fahri memang laki2 yg ngga dapat mengontrol emosinya di saat marah... dia mau menutupi tubuh alira dengan selimut,,, tapi dia urungkan niatnya setela berada di tepi ranjang,,, entah karna masih kesal atau gengsi... dia berjalan ke kamar mandi,, mencuci mukanya dan dia keluar menuju lemari untuk mengambil baju ganti.... setelah rapi,, dia keluar dan kembali mengunci pintunya dari luar... sedangkan alira masih tetap terlelap... selesai miting waktu sudah menunjukan pukul 4 sore,,, karna suda tidak ada kerjaan,, dia berniat langsung pulang.... sebelum ke ruangannya,,, dia menemui sinta secretarisnya terlebih dulu,,, sinta,,,..... iya pa,,,, ada yg bisa saya bantu,,,? ucap sinta dengan penuh hormat kepada bosnya itu... sinta dan seluruh kariawan di situ sangat menghormati fahri,,, selain dia bos,,, mereka juga tau kalau fahri adalah orang yg tidak bisa mengontrol emosi di saat marah... dia bos yg sangat cerdas,, tegas,, dingin,, teliti,, tidak banyak ngomong tapi hatinya sebenarnya baik... ya dia sangat baik,,, karna dia sering memberi bonus yg lebih kapada kariawannya,,, apalagi yg sudah berumah tangga,,,.... tapi kalau ada yg tidak mematuhi aturan,,, dia tidak segan2 untuk memecat mereka.... ada yg bisa saya bantu pa,,,? tanya sinta kembali,,,,.... kamu ada celana ganti yg tidak di pakai,,,,,? nisa bingung,,, dan dia metap celana fahri... hee,,, tok...tok...tok... fahri menegur sambil mengetuk meja dengan keras,,, untuk menyadarkan sinta dari kebingungannya.... aku tanya celana kamu bukan buat aku,,, tapi buat istriku,,, fahri berkata begitu karna dia tau apa yg di fikirkan sinta... dengan rasa malu atas fikirannya yg di sadari bosnya... sinta menjawap sambil menggaruk kapalanya yg tidak gatal,,, ada pa,,, tunggu saya ambilin... setelah menerima kresek yg di berikan sinta,,, fahri langsung pergi menuju ruangannya,,, dia masuk dan membuka pintu ruang ganti yg dia kunci dari luar.... setelah membuka pintu,,, dia melihat alira yg sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan mata yg masih berair... pake itu,,, "fahri melemparkan kresek yg di pegangnya kepada alira,,,, "Alira mengambilnya dan membukanya,,, aku ngga mau,,,, jawap alira sambil membuang muka dari fahri,,, trus kamu mau pulang bagaimana? tanya fahri dengan nada tinggi.... ya begini,,, yg seperti kamu lihat,,, alira menjawap dengan nada tidak kalah tinggi... karna masi emosi dia menjawap "fahri" dengan kata kamu,, tidak ada sebutan mas seperti biasanya....... "fahri makin geram dengan mendengar jawaban alira... pake ngga,,,? kalau kamu tidak mau pake,, aku akan robek rok kamu sampai putus dari badan kamu,,, ancam fahri dengan harapan alira akan takut... robek aja,,, biar aku keluar dengan baju dan celana dalam... biar kamu malu semua kariawanmu melihat istri dari bos mereka yg angkuh berjalan setengah telanjang... dan supaya kamu tau,,, aku ngga bisa pakai pakaian orang yg belum aku kenal.... alira berkata dengan suara bergetar,, karna tangisannya yg ngga bisa berhenti... dan tanpa menatap fahri.... fahri hanya bisa menatap alira dengan murka,,, "karna kekesalannya terhadap alira yg memakai pakaian minim belum reda,,, sekarang Alira mengancam mau berjalan setengah telanjang... dasar murahan,,, tidak tau malu,,,... fahri meremas kedua tangannya dengan keras karna menahan emosi... dia mendekati alira,,, belum sempat alira berbalik ke arahnya,,, dia sudah menarik alira untuk turun dari ranjang,,, Alira hanya diam,,, dia sudah sangat cape karna aksinya yg mengamuk dan mencakar Fahri tadi siang... Fahri membuka jasnya,,, dan di ikatnya di pinggang Alira,,, setelah itu dia langsung menggendong Alira,,, "Alira yg kaget langsuk memukul mukul dadah bidang Fahri,,, turununi aku.... turunin akuuuuuu.. turuniiiiin.. diam ngga,,,,,,? kalau kamu masi gerak dan mukul2 aku,,, aku banting kamu ke lantai... dengan segera Alira diam... karna takut dengan ancaman Fahri... setelah keluar dari ruang kerja menuju lif,,, sinta dan bebera kariawan yg masih ada di situ menatap heran dengan apa yg mereka lihat,,, karna selama ini,,, mereka tak perna melihat Fahri memperlalukukan wanita seperti itu,,, yg mereka tau,,, selama ini Fahri tidak perna membawa wanita satupun,,, jangankan membawa wanita,,, kariayawan dan tamu penting yg merjinis kelamin wanita tidak pernah di izinkan masuk ruangannya selain mamanya dan sinta secretarisnya.... karna malu dengan tatapan para kariawan yg ada di situ,,, akhirnya Alira memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang fahri sambil mengalungkan tangannya di leher Fahri.... sebenarnya dia masih kesal bangat sama Fahri,,, tapi karna takut jatuh akhirnya dia mengalungkan tangannya di leher Fahri... sampainya di lif,, Fahri menurunkan Alira... ting,,,, lif terbuka,,, di parkiran sangat ramai,,, karna memang sudah waktunya pulang kantor,,, Fahri kembali menggendong Alira,,, membuat semua mata tertuju kepada mereka,, termasuk Refan asisten sekaligus sepupunya... Alira kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fahri,,, tanpa berkata apa2 dia menggigit dada Fahri dan membuat Fahri berteriak,,,, aaaaaa..... Fahri menatap Alira,,, Tapi Alira tetap menyembunyikan wajahnya... tanpa mereapon teriakan Fahri karna kesakitan... Refan yg melihat Fahri yg kesakitan dan menatap Alira dengan murkanya... akhirnya tertawa pelan,, karna dia tau apa yg terjadi dari siang tadi sampai sore ini,,, karna di saat mereka bertengkar di dalam ruang ganti fahri atau bisa di bilang kamar fahri di kantor,,, di saat itu tanpa sengaja Refan mendengarnya karna dia masuk untuk menemui Fahri di ruang kerjanya tapi Fahri ngga ada,,, dan dia dengar suara pertengkaran Fahri dan Alira,,,.... dia ngga pernah melihat sepupunya itu,,, begitu kesalnya hanya karna wanita,,, memang Fahri orangnya emosian,,,... tapi selama ini dia emosi hanya dalam masalah di tempat kerja... sampai di mobil,,, Fahri langsung membuka pintu dan melempar Alira ke dalam mobil... segera dia menutup pintu dan berjalan memutar dan duduk di blakang kemudi... dia menatap Alira dengan begitu kesalnya,,, tanpa bicara apa2,, dia melajukan mobilnya... dengan tatapan ke depan,,, Fahri betkata,,, pakai tu tali pengaman,,, kalau kamu mau mati,, jangan mati di mobil gue,,, nanti di luar sana baru mau mati juga ngga apa2... apa,,,? mati,,,,,? jadi kamu nyumpahin gue,,,? orang tua gue yg lahirin gue,, besarin gue aja ngga perna nyumpahin gue.... siapa lo,,,, berani nyumpahin gue,,,? gue suami lo.... suami....? ya suami,,,, suami yg buat istrinya lapar dan di kasih makan laki2 lain... jawap alira dengan murkanya..... dengan serentak Fahri ngerem.... "turun",,, gue bilang turun,,,, turun.. Alira dengan air mata yg suda mulai menetes langsung membuka pintu,,, dia turun,,, sebelum dia menutup pintu kembali,,, dengan amarahnya dia membuka jas Fahri yg berada di pinggangnya dan melemparnya ke Fahri... kemudian dia membanting pintu mobil Fahri dengan kerasnya... Fahri terbelalak deng menyadari jas yg terikat di pinggang Alira suda ada di sampingnya,,,,.... dengan mata yg sudah merah karna menahan amarahnya,, dia keluar dan menarik tubuh Alira dan mendorong Alira ke dalam mobil,,, dan dia menindih alira dari atas,,, untung Fahri melalui jalan yg jarang di lalui orang jadi sepi,,, tidak ada yg melihat mereka... kamu mau jadi jalang..... haaa...? kalau kamu mau jadi jalang,,, ayo aku akan melakukanmu seperti seorang jalang,,,, Alira tidak dapat berbuat apa2,,, karna ke dua tangannya sudah di atas kepala,, dalam cengkraman Fahri.... lepasin aku,,,,, lepasin... Fahri membukam mulut Alira dengan bibirnya yg seksi,,, dia melumat habis bibir alira,,, dia menggigit bibir Alira sehengga bibir Alira yg tipis jadi bengkak,,, dia turun ke leher alira dan mencium sambil menggigit dan meninggalkan jejak yg sangat banyak,,, kemudian dia mengangkat baju dan bra alira dengan sebelah tangannya,,, setelah baju dan bra terangkat,,, muncul dua gunung yg besar dan padat,,, Fahri melumat Alira yg kemera merahan itu dengan ganasnya,,, entah karna emosi atau bernafsu... alira tanpa sadar menikmati permainan Fahri,,, aahh...ahhh desahan Alira membuat Fahri gila akhirnya dengan nafsunya dia menggigit gunung kembar alira tanpa ampun,,, sakit.... sakit...hiks...hiks... Alira menangis menahan sakit dan membut Fahri sadar atas perbuatannya yg seperti binatang... dia beranjak dari tubuh alira,, dan membanting pintu mobilnya dengan kasar,,, ,,, Fahri masuk dan duduk di belakang kemudi,, dia mengambil sebatang rokok sempurna dan korek,,,, dia mengisap rokok tanpa perdulikan Alira yg masi menangis sambil merapikan bra dan bajunya... setela dia membuang pontong rokok,,, dia melajukan mobil pulang ke rumah... Chapter 4 Bab 4. Alira minta cerai... mobil fahri melaju sampai ke rumah mewah orang tuanya, tanpa ada pembicaran di antara mereka berdu.... alira tidak berhenti menangis,,, setelah mobil berhenti di halaman rumah,, alira langsung membuka pintu dan turun,,, dan di ikuti fahri,,, belum sempat alira melangkah sudah di hadang oleh fahri.... fahri memberikan jasnya untuk alira.... pake ini di pinggangmu.... kata fahri... alira cuek dan membuang muka dari fahri dan tetap menangis,,,, mau kamu sebenarnya apa alira,,,,? tanya fahri..... aku mau cerai,, ceraikan.... aku....hiks...hiks... fahri menatapnya datar dan berkata,,,,.... okeeee..... kalau itu yg kamu minta,,, aku dengan senang hati,,,, karna itu yg terbaik untuk kita berdua... alira kecewa dan semakin menangis di saat mendengar jawaban fahri.... karna alira meminta cerai itu hanya gertakan semata,,,,, bukan sungguh sungguh... tapi ternyata fahri menerima itu dengan senang hati,,,, biarpun menahan amarah yg mau meledak,,, fahri tetap bersikap santai,,, dia mengikatkan jasnya di pinggang alira... selesai fahri mengikatnya, alira langsung berlari memasuki pintu rumah... sambil menangis... hiks...hiks...hiks.. rita yg melihat alira memasuki pintu sambil menangis segera melepaskan apel yg sedang di kupasnya berlari menghampiri alira dan memeluknya,,, "alira yg di peluk rita tambah menangis dengan kencang.... indra yg sedang menonton tv langsuk beranjak dari sofa karna kaget dengan suara tangisan alira... ada apa sayang,,,,? mengapa kamu menangis,,,? tanya rita.... indra menghampiri mereka dan membawa alira dan rita ke sofa... apa yg terjadi nak? tanya indra,,,, rita melepaskan pelukan alira dan menatap alira dari kepala sampai kaki.... rita kaget sampai membuka mulutnya karna melihat banyak di leher dan dada alira,,, karna baju yg alira pake sedikit terbuka di bagian dada... dan rita mebuka sedikit jas yg ada di pinggang alira,,, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karna kaget melihat rok alira yg hampir putus... siapa yg lakuin ini? alira hanya menangis,,,, tanpa menjawap pertanyaan mertuanya,,, apa fahri yg lakuin ini?.... alira masih tetap menangis,,,, lakuin apa ma? tanya indra ke rita,,, ya karna di saat melepaskan pelukan menantunya dan melihat semuanya,,, di saat itu suaminya sedang berjalan ke dapur untuk mengambilkan air minum buat alira... pa,,,, lihat apa yg di lakukan fahri terhadap istrinya pa,,,,! dia merobek rok alira hampir putus,,, dan coba papa lihat leher dan dada alira pa... benar fahri yg lakuin ini sama kamu? tanya indra ayahnya fahri.... alira mengangguk dan terus menangis.... ini,,, minum dulu sayang,,,, nanti papa urusin anak brengsek itu... alira mengambil air yg si berikan papa mertuanya dan langsung meminumnya... fahri memasukan mobilnya ke garasi dan berjalan memasuki rumah,,,..... dia berjalan masuk dan berhenti di saat melihat alira yg masih menangis... dan di sana juga ada papa mamanya yg menatapnya dengan penuh kemarahan... papa indra berdiri dan melangkah ke arah fahri,,, plak...plak... wajah fahri di tampar kiri kanan,,, fahri menahan ujung bibirnya yg berdarah karna tamparan papanya.... siapa yg mengajirimu untuk jadi brengsek seperti ini... haaah....? jawap papa fahri,,,,,,! dengan amarah indra kembali menampar dan memukul fahri sampai tersungkur ke lantai.... mama rita berdiri dan menahan suaminya... suda pa... jangan terlalu emosi... fahri,,, alira ini istri kamu,,, kamu berhak atas tubuhnya,,,, tapi bukan kayak gini caranya.... mama rita berkata dengan suara tinggi... tanpa jawap apa2,,, fahri langsung berdiri dan keluar dari rumah,,, anak brengsek,,, teriak papanya.... fahri tidak perduli,,, dia berjalan ke garasi dan mengambil motor besarnya yg berwarna merah dan langsung pergi.... mama rita mengangkat alira yg masih menangis dan membawanya ke kamar... sudah jangan menangis lagi sayang,,, sekarang kamu mandi ya,,, alira hanya mengangguk,,, setelah mama rita keluar, alira masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya,, dia kembali menangis karna melihat dirinya di kaca,,,,, di leher dan dadanya penuh dengan banyak noda merah,,, dan gunung kembarnya terdapat luka di bagian kanan karna ulah fahri... dia melangkahkan kakinya masuk ke bathroom yg suda di isi air hangat.... dia merendamkan dirinya,,, mungkin karna kelelahan,,, akhirnya dia tertidur di dalam bathroom.... dia terbangun karna ada ketok2 pintu kamar mandi... tok...tok....tok... non,,,, non lira.... dia segera bangkit dari bathroom dan mengambil baju mandinya,,,,.... iya bi,,, sebentar,,,,, setelah memakai baju mandi,, dia kelur dan ada bi ina di depan pintu.... non,,, ibu menyuru saya,,, memanggil non buat makan malam..... haaaa..... makan malam...? gumamku dalam hati... bibi duluan aja,,, nanti aku nyusul.... baik non... ya ampun aku tertidur.. gumam alira.. selesai berpakaian aku turun menuju meja makan.... dan di sana sudah ada papa sama mama... dan mas fahrinya ngga ada.... mungkin dia marah dan ngga pulang malam ini,,, tapi dia ke mana,,,,? apa jangan2 dia ke tempat cewek yg memeluk lengannya waktu di kampus itu... alira,,,, aku kaget dari lamunanku,,,,.... kenapa melamun sayang.....? kamu mikir apa? ayo makan,,,, i..i..iiiiya ma.... selesai makan aku kembali kekamar,,, sikat gigi dan naik ke ranjng,,,, aduuuuuhh,,,, ada apa si denganku? kenapa aku jadi mikirin laki2 brengsek itu... tok...tok.. aku kaget dan menengok ke arah pintu... sayang,, mama bole masuk ngga,,,,,,? ooo boleh ma,,, jawapku... mama duduk di samping aku dan mengelus ngelus rambutku.... sebenarnya ada apa sayang,,, tanya mama dan membuatku mulai berkaca kaca... ayo cerita sama mama,,, mama sudah anggap kamu seperti anak mama sendiri,,, jadi ngga bole tutupi apapun dari mama... dan kalau ada masalah itu,,, lebih baiknya kita bercerita dan berbagi ke orang yg lebih tua,,, biar di kasih jalan keluar yg baik,,,,... karna orang tua lebih berpengalaman dan lebih dewasa sayang... ayo cerita sama mama sebenarnya ada apa? tadi pagi,,,, mas fahri nunggu aku lama... aku keluar dia udah marah2 ma,,, dia bilang aku ganjen sering pecicilan sama cowok2... padahal cowo2 itu teman satu ruangan aku ma,,, mereka teman2 aku,, kita selalu bareng ke kantin,,, sama teman2 cewe yg lain ma.... trus,,, tanya mama... ya trus dia bilang,,, gaya aku seperti cewe2 yg mau ke bar... aku marah dan pergi naik taksi ma... dan dia juga marah karna teman aku agus beliin aku bakso,,, aku terima pemberian agus, karna aku uda ngga ada uang sama skali ma... mama rita yg mendengar penjelasn alira langsung senyum2 sendiri.... mama percaya kan ma,,,? iya sayang mama percaya sama kamu... skarang kamu tidur ya,,, ngga usah terlalu mikirin.... iya ma jawapku,,, setelah mama pergi aku langsung tidur... "Fahri" fahri berada di apartemen refan sepupu sekaligus asistennya,,,, kamu kenapa fa? tanya refan... aku di pukul papa,,,, haaaaa... kenapa emang,,,? ya karna itu,,,, jawap fahri malas,,,... karna istri kamu,,,,? hhmmm.... jawap fahri... trus gimana tanya refan kembali,,, ngga tau aaahhh,,,,, aku pulang uda larut... fahri bukan ngga mau duduk lama2 di apartemen sepupunya,,,,, tapi dia menghindar dari pertanyaan2 refan... karna fahri orangnya sangat tertutup,,, dia ngga bisa menceritakan masalah pribadinya sama orang lain... """jam 2 dini hari fahri baru sampe rumah,,, malam tuan,,, sekuriti yg ada di pos jaga di depan pagar menyapanya sambil membuka pagar....... fahri masuk ke kamar dan melihat alira sudah terlelap,,,, dia langsung mandi dan berganti pakayan... setelah dia duduk di tepi ranjang,,, dia mendengar nafas alira yg tidak beraturan... tapi dia belum melihat wajah alira,, karna alira membelakanginya.... dia memasang kupingnya lebih dekat,,,. untuk memastikan,,, tiba2 alira berbalik dan wajahnya menghadap fahri,,, fahri melihat banyak keringat di muka alira,,, dan dia kaget... dia meraba pipi alira deng tangannya... astaga dia demam tinggi bangat.... tiba2 alira meramas lengan fahri seperti orang yg sedang menahan sakit... entah sadar atau tidak,,, alira berkata dengan mata yg masi tertutup,, dan tangan yg masi meremas lengan fahri... mas,,, kenapa kamu nyakitin aku,,,,? Chapter 5 Bab 5. alira sakit karna fahri maaaas,,, mengapa kamu jahat sama aku,,,,? sakiiit,,, sakiiiit... ibuuuuu.... alira terus merengek dengan mata yg masi tetap terpejam.... "fahri melepaskan tangan alira dari lengannya, dia ke dapur mengambil baskom dan mengisinya dengan air dingin,,, kemudian dia ke kamar dan mengompres alira.... rasa kesal dan gengsi yg ada pada fahri hilang sekejap,,, yg ada hanya rasa khawatir.. dan bersalah.... merasa ada yg dingin di wajahnya,,, akhirnya alira membuka matanya dengan perlahan... di saat dia melihat fahri berada di sampingnya,,, dia langsung mundur dan membuang muka.... ayo berbaring biar aku mengompresmu... fahri berbicara dengan nada yg begitu rendah.... ngga perlu,,, ketus alira,,,, aku ngga mau tangan kotor kamu itu menyentuhku,,, lebih baik aku sakit dari pada di obati kamu,,, aku jijik sama kamu... maksud kamu apa,,,? kamu kira, aku ini jorok,,,... heee,,, biar kamu tau, aku tu pencinta bersih.. aku jijik dan anti yg jorok2... setiap dari luar aku selalu bersihkan diri terlebih dulu... hiiiim,,.... desah alira.... pantasan kamu mandi biar sudah larut,,, karna kamu dari luar sana main jorok2 sampai jam segini... alira kembali berkaca kaca,,, entah apa yg membuatnya sedih... maksud kamu apa,,? tanya fahri dengan tampang kebingungan,,,,... kamu yg lebih tau,,, kenapa tanya aku,,,? ketus alira dan membuat fahri makin bingung.... aku ngga ngerti sama kamu alira,,, dia langsung berdiri dan mengambil obat,,,. minum obat ini,,, fahri memberikan obat untuk alira.... tanpa menoleh alira langsung mingibaskan tangan fahri,, dan membuat obat yg ada di tangan fahri berceceran di atas lantai.... plak,,,,,,,... tamparan mendarat di pipi alira,,,... tanpa menoleh ke arah fahri alira turun dari ranjang dan berlari menuju pintu... belum sempat alira meraih gagang pintu, tangan fahri sudah melingkar di perut alira dari arah belakang,, dia mengangkat alira dan melemparnya di atas ranjang,,, aku benci kamuuuu.... teriak alira dengan kencang,,, tapi tidak bisa di dengar dari luar,,, karna setiap kamar yg ada di rumah itu semua kedap suara... aku benci kamu,,, alira berteriak sambil memukul mukul dada bidang fahri... aku benci kamuuuu.... kenapa kamu selalu kasarin aku,,,,,,haaa?? fahri cuma diam dan menerima pukulan alira di dadanya... . dengan terisak alira mengeluarkan unek uneknya,,,,,.... tadi siang kamu siksa aku sampai aku jadi sakit seperti ini,,, setelah itu kamu pergi bersenang senang sama wanita lain dan pulang sampai selarut ini... hiks...hiks... fahri bingung mendengar kata kata alira.... apa,,,? tanya fahri dengan tampang kebingungan,,,.... besrsenang senang sama wanita mana,,,? tanya fahri kembali,,,,.... sama wanita itu,,, kutilang,, kening botak,, muka pucat yg meluk lengan kamu di parkiran kampus itu... aku jijik sama kamu... fahri tidak menjawap apa2 karna dia masih bingung dengan tuduhan alira... dia hanya diam... karna fahri hanya diam saja,,, membuat alira berfikir apa yg dia tuduhkan itu benar... buk buk buk,,, alira memukul dada fahri tambah kencang,,,,? fahri merasa sakit dan langsung memegang ke dua tangan alira,,,... kamu gila,,,....? sejak kapan aku bersenang senang sama tania,,,?... mendengar nama itu alira seperti kesetanan... dia menapar wajah fahri dengan seluruh kekuatannya,,, plaak.... "fahri terbelalak,, dia tidak menyangka alira akan semarah ini hanya karna mendengar nama tania,,, alira berdiri di atas ranjang dan mau mencakar fahri,,, dengan gerakan cepat fahri menangkap tangan alira dan membuang diri mereka berdu ke atas ranjang.... "fahri menindih tubuh alira,,, alira meronta sampai dia lemas tapi dia tidak bisa melawan tubuh yg besar itu... aaaaaahhh...alira berteriak dengan kerasnya.... mereka berdua diam serentk karna sama2 merasa lemas... hanya hembusan nafas yg ngos ngosan yg terdengar di antara mereka berdua... fahri masi tetap di atas tubuh alira,,, fahri merasakan uap panas yg keluar dari tubuh alira.... setelah mengambil nafas,,, fahri mencoba untuk membuka suara,,, aku dari apartemen refan,,, aku menenangkan diri di sana... kamu sama siapa di sana,,,? tanya alira.... ya sama refan,,, mau sama siapa lagi....? siapa kuntilanak itu,,? tanya alira menyelidiki... fahri tertawa mendengar perkataan alira yg menyebutkan tania sebagai kuntilanak... kamu cemburu,,,? tanya fahri kembali,,,.. kalau iya memangnya kenapa,,,? tanya balik alira,,,,.... aku salah,,, tidak ada orang yg berhak atas dirimu melebihi aku,,,,... jawap alira... dan membuat fahri kaget dan kemudian tersenyum... begitupun dengan dirimu,,, tak ada yg lebih berhak atas dirimu dari pada aku.... jadi jangan perna kamu terima pemberian siapapun,,, yg berhak menafkahimu lahir dan batin hanyalah aku... muka alira langsung merah seperti kepiting goreng setelah mendengar ucapan fahri barusan... bangun sana aku cape,,, ucap alira.... fahri bergegas untuk bangun dari tubuh alira,, dan tanpa sengaja dia menyentuh buah dada alira yg terluka... aduuuh....aaaaah....hiks....hiks....hiks... fahri kaget dan langsung duduk di samping alira,,, ada apa,,,? kamu kenapa,,,? apa yg sakit..? alira,,, alira jawaaap.... sakit,,,hika...hiks...hiks... alira menangis sambil memeluk dadanya... apa yg sakit,,,,? mana yg sakit,,, jawap dong alira,,, jangan diam saja.... aku sakit,,,,hiks...hiks... haaa ,,;? fahri bingung,,,. apa itu ,,,... tanya fahri cari tau... payudara bodoh.... fahri kesal di sebut bodoh,,, karna selama ini tidak ada orang yg berani bilang begitu,,, dan kenyataanya fahri memang cerdas dalam segala hal... cuma hanya kata yg dia ngga ngerti... dia mencoba bersabar,,, karna dia melihat alira yg sedang menangis karna menahan sakit... fahri berdiri mengambil obat dan segelas air.. ni minum obatnya biar panas kamu turun... fahri membantu alira untuk duduk,, setelah minum obat alira kembali berbaring dan masi tetap menangis,,, .. diam dong alira,,, mau sampai kapan kamu menangis haaaa,,,? fahri berkata dengan nada yg sedikit naik karna dia sudah risih dengan tangisan alira... mau sampai pagi,,,? atau sampai air matamu habis... kata fahri... fahri memang orangnya tidak lembut dan tidak lebai seperti pria2 di luar sana... sakit tau,,, ini ni lukanya cukup besar karna kerakusan kamu... jawap alira tidak kalah kesal.... sini aku lihat biar bisa di obati... ngga mau ketus alira... kenapa,,? tanya fahri bingung,,,. aku malu,,,,..... jawap alira dengan menunduk menyembunyikan wajahnya yg suda memerah... kenapa harus malu,,,? kamu lupa, kalau aku sudah perna melihatnya dengan nyata,, memegangnya bahkan menggigitnya... alira mengambil bantal dan mumukul fahri,,, dasar mesum... hahaha,,, fahri tertawa,,, alira,,, aku mesum sama istri sendiri itu ngga ada salahnya.... bukankah kamu menikmatinya,,,? aaaaa ngga..ngga..ngga... alira berteriak karna dia tidak sanggup mendengar kata2 fahri yg fulgar.. apanya yg ngga,,? bukannya kamu mendesah di saat itu.... mas fah..ri diaaaaaam... teriak alira... sudah sini aku lihat biar bisa di obati,,, kamu ngga takut lukanya infeksi,,,? akhirnya alira takut dengan kata infeksi... "fahri mendekat dan melepaskan tangan alira yg memeluk dadanya,,, kemudian dia membuka baju alira,,, kebetulan tadi setelah mandi alira tidak memakai bra karna dia merasakan nyeri di teteknya.... setelah baju alira terlepas,,, fahri menatap dada alira dan menelan liurnya,,, alira hanya memejamkan matanya,, dia malu menatap fahri.... " fahri melihat luka di alira,,, turunkan bajumu,,, aku akan menelpon rani untuk mengobatimu,,,, alira segera menurunkan bajunya,,, siapa rani,,,,? alira bertanya,,,,.... dia kaka kelas aku waktu SMP sampai SMA,,, dan skarang dia menjadi dokter di rumah sakit pusat... tidurlah,,, besok kamu ngga usah kulia,,, tlfon teman kamu buat izin kamu,,, bilang kamu sakit,,, alira hanya mengangguk,,, dengan wajah yg asam karna teteknya makin sakit karna gigitan fahri tadi siang,,,.... sebelum tidur,, fahri mengirim pesan kepada sahabatnya rani,,, ""ran,,, maaf uda ganggu,, aku mau tanya dikit... ngga ada balasan dari rani,,, ah mungkin dia lagi terlelap,,,... fahri meletakan hp di meja di samping ranjang dan mengambil guling,,,,. di saat fahri mau menutup matanya... tiba2 hp nya berbunyi,, fahri mengambil hp dan membukanya,,, ternya rani... iya fa,,, mau nanya apa,,,? gini ran,,, susu istri aku luka,,, gimana ngobatinya,,,? ya rani adalah sala satu sahabat fahri yg tau kalau fahri udah menikah.... ada sih obatnya fa,, tapi aku lagi di luar kota,,, besok jam 10 mungkin aku nyampe jakarta.. trus istrimu gimana,,,? dia nangis ngga henti2... iya fa,, karna luka di kalau kering sakitnya tu luar biasa,,, kalau bisa kasih basah terus biar ngga nyeri... ok ran,,, makasih.... iya fa sama2... fahri kembali tidur,,, pukul 4 subuh fahri terbangun karna mendengar suara tangis alira... fahri membuka matanya perlahan dan melihat alira yg membelakinya sambil terisak... lira,,,, fahri memanggil dengan suara seraknya... kamu ngga tidur,,,? ngga ngantuk,,,? aku ngantuk pengen tidur,, tapi sakit teteku... tanpa bicara fahri membalikan tubuh alira dan membuka bajunya,,, alira kaget dengan apa yg fahri lakukan,,, rani masih di luar kota,,,, besok jam 10 dia nyampe jakarta,,, besok aku antar kamu ke sana,,, dan dia bilang biar ngga sakit untuk sementara harus di buat basah kamu itu,,, karna kalau lukanya ngga basah nanti timbul nyeri... tidurlah,,, pinta fahri.... ngga bisa sakit... ak..u. kalimat alira terhenti karna dia kaget dengan fahri yg suda melumat putingnya yg luka dengan lembutnya... Chapter 6 Bab 6. pindah ke apartemen ""mas,,, apa yg kamu lakukan,,,? lepaskan,,, alira mendorong fahri untuk menjauh... ya uda,,, asalkan kamu tidak boleh menangis lagi,, aku mau tidur... besok ujian skripsi aku.. setelah itu fahri ter tidur,,, dan alira mengenakan bajunya kembali... baru beberapa menit,,, alira kembali merasakan nyeri... dia kembali menangis karna rasa nyeri yg semakin bertambah... karna suda tidak sanggup menahannya,, alira akhirnya membangunkan fahri.... maaaas...hiks...hiks... maaas,,, bangun dong maaaas.... fahri terbangun dan langsung duduk,,, dia mengacak acak rambutnya dan kembali menatap alira yg sedang merengek... aliraaaa.... apa lagi sih,,,? aku tu mau tidur besok mau ujian... tapi aku sakit maaas... dan semua ini gara2 mas,, aku juga ngantuk pengen tidur... alira,,, bisa ngga kamu ngga ngelawan aku,,,? alira hanya mengangguk dan masih tetap menangis... buka baju kamu,,, tegas fahri... karna gerakan alira yg lama,,, akhirnya fahri mengambil alih untuk membuka bajunya... setelah baju terlepas,,, mata fahri melotot,,dan tanpa dia sadari kejantannya sudah mulai bangun,, fahri memegang pundak alira dan membaringkannya,,, sini hadap aku,,, kata fahri,,,, mereka tidur berhadapan,,, tapi posisi wajah fahri di depan dada alira,,,.. alira yg sudah mengerti situasinya hanya diam dan menurut,,, fahri membuka mulutnya dan meraih alira yg terluka,,, hisapan fahri awalnya terasa nyeri,, tapi lama2 akhirnya nikmat,,, lira,,, panggil fahri,, hmm... jawap alira,,, aku ngantuk mau tidur,, kamu lagi tidur kalau bisa,,, klw aku terlelap dan ini terlepas dari mulut aku,,, dan kamu rasa nyeri lagi,, masukun aja ke mulut aku,,, alira hanya mengangguk malu malu... akhir nya mereka sama2 tertidur dengan punting intan tetap berada di mulut fahri... fahri seperti anak bai yg kehausan di dalam tidur tapi mulutnya tetap aktif menghisap.... pagi harinya fahri terbangun karna kaget dengan alaran di sampingnya... fahri membuka matanya dan dia terpana oleh benda yg ada di depannya,,, kejantannya mulai bangun,,, siapa si ngga bernapsu lehat payudara yg besar seperti ini gumam fahri dalam hati.. dengan hati2,, dia membuka mulutnya dan mengeluarkan intan,,, tapi sebelum dia melepaskannya dia masi sempat melumat dan membuat intan sedikit bergerak tapi tidak ada tanda tanda untuk bangun.... fahri mandi dan berpakaian,,, setelah rapi dia keluar kamar,, mama dan papa yg melihatnya tidak berasuara sama skali,,,, den,,, sarapan dulu,,, kata bi ira,,,, fahri duduk di meja makan dan ngga lama papa mamanya pun menyusul,,, di mana alira,,,,? tanya mamanya,,, dia lagi tidur,,....jawap fahri... bi ina,,, tolong bangunkan lira,,, baik nyonya jawap bi ina,,, ngga usah bi,,, sambung fahri,,, lo,,,, kenapa,,? tanya mama rita,,, ngga usah bangunin dia ma,,, semalam dia ngga tidur,, soalnya dia sakit... papa mamanya saling melirik dan kembali makan... hari ini kamu ujian kan,,, tanya papanya memulai percakapan,, soalnya dari tadi tidak ada percakapan di antara papa sama anak ini.... hmmmm jawap fahri.... fahri memang orang yg ngga suka dendam,,.apalagi dia tau semua itu kesalahannya,,, akhirnya dia mengangguk... aku brangkat dulu,, jam 11 aku pulang buat jemput alira,, kita mau ke dokter... setelah itu dia brangkat dengan mencium tangan ke dua orang tua yg sangat menyayanginya... setelah selesai makan papa sama mamanya fahri menuju ruang nonton dan menonton,,, pa,, aku nengok alira sebentar ya,,,? iya ma,, jawap papa indra... mama rita mendekat ke kamar fahri dan alira,, dia mau mengetuk pintu tapi tidak dia lakukan,, karna dia tidak mau membangunkan alira seperti pesan fahri tadi pagi.... akhirnya mama rita memilih masuk tanpa mengetuk,,, dan betapa kagetnya mama rita melihat menantunya yg tidur tanpa baju dan juga bra,,,,... akhirnya dia mendekat dan melihat wajah alira yg lesu dan mata yg bengkak seperti orang yg habis menangis semalaman,,, di sana dia juga melihat intan yg terluka dan dia hanya menggelengkan kepalanya... mama rita menaikan selimut alira dan pergi... jam 10 tepat Dr rani sampai ke jakarta,,, dia mengirim pesan buat fahri... hai fa,,, aku uda di jakarta ni... fahri belum melihat pesan yg masuk karna dia memang sengaja mematikan ponselnya karna dia lagi ujian skripsi... setelah jam 10:05 fahri selesai ujian dan langsung mengaktifkan hpnya,,, dia membaca pesan rani dan langsung membalasnya,,, " ok ran, aku pulang dulu dan menjemput istri aku dan pergi ke tempat kamu... soalnya aku skarang di kampus baru selesai ujian skripsi... okee.... jawap rani... fahri pun melajukan mobilnya menuju rumah,,, sampainya di rumah dia langsung ke kamar,, di sana tidak ada alira,,, dia ke kamar mandi dan mengetuk pintu,,, lira... lira... panggil fahri.... iya mas,,, jawap alira dari dalam kamar mandi... tak lama alira pun keluar,,, dengan matanya yg masih sangat bengkak,,,,.... kamu nangis lagi,,,? tanya fahri... alira hanya mnganggukan kepala,,, sakit lagi,,,? tanya fahri lagi,,, iya,, sakit dan karna sakit aku memilih berendam di dalam... jawap alira... ya sudah ganti baju kamu kita ke tempat rina ... aku tunggu di luar... setelah itu fahri keluar dan alira bersiap siap,,, tapi di saat dia mau memakai bra,,, dia merasa sangat sakit,,, tapi dia tetap memaksa untuk pakai bra... dan karna terjepit akhirnya luka yg ada di putingnya mengeluarkan darah... nyeri yg terasa semakin bertambah dan membuat alira tidak bisa menahannya,,,,... dia mau membuka pengait bra tapi tidak bisa,, akhirnya dia memanggil fahri... dia membuka pintu kamar dan memanggil... maaas...mas fahri... fahri yg lagi asik nonton tv sama papa mamanya langsung berdiri dan berlari kecil menaiki tangga,,, fahri kaget melihat wajah alira yg penuh keringat dan mata yg berair.. kamu kenapa haaa,,,? fahri masuk ke kamar mengikuti ali,, alira berbalik dan fahri melihat ada noda darah di handuk bagian dada alira.. dengan segera fahri menurunkan handuk alira sampai ke pinggang,,,, kemudian fahri membuka pengait bra alira dan membuat alira menangis karna kesakitan .... ngga usah pakai ini lagi,,, kata fahri... tapi bagaimana bisa mas,,, aku ini besar kalau ngga pakai bra aku ngga pd... alira berbicara sambil menunduk karna malu.. skarang dia setengah telanjang dan ada fahri di hadapannya..... pakai baju yg longgar dan switer,,, lagian kita cuma ke rumah rina habis pulang... alira menggangguk,,, tanda menyetujui... alira membersihkan dara yg ada di putingnya,,, tapi darah itu tak berhenti keluar,,,... fahri yg melihat itu langsung meraih tangan alira dan berjongkok,,,, mama rita yg khawatr karna teriakan alira tadi langsung menyusul fahri... pintu kamar fahri tidak tertutup rapat,,, mama rita sedikit mengintip,,, dan dia terbelalak saat melihat mata sembap alira dan melihat fahri yg sedang mengisap susu alira sambil memegang ke dua tangan alira... Fahri,,,, teriak mama rita yg membuat keduanya keget dan menghentikan aksi mereka.... apa si maaa... ketus fahri dengan kesal... apa2,,, kamu ini,,, belum puas juga kamu semalam melakukan itu sampai membuat alira terluka,,,? dan skarang kamu melakukannya lagi biarpun alira menangis seperti ini,,,? pertanyaan mama rita panjang kali lebar.... adu ma,,, ini ngga seperti yg mama lihat,,.. jawap fahri... alllah mama ngga percaya sama kamu,,, awas sana,,, mama rita mendorong fahri ke samping dan mendekati alira... tenang sayang ada mama kata mama rita... ma,,, ini ngga seperti yg mama lihat,,, tadi tu mas fahri cuma menolong aku...jelas lira... haa menolong,,,? iya ma,,, aku terluka dari kemarin,,, dan semalam aku ngga bisa tidur dan terus menangis,,, sampai subuh tadi mas fahri membuka baju aku dan mengisapnya ma,,, karna itu yg di saranin dokter rina teman mas fahri... trus ini kalian mau ke mana,,,? tanya mama rita... kita mau ke rumah rina ma,,, jawap fahri,,, trus kenapa ngga pernggi malahan asik menyusu,,, ketus mama rita,,,. ya karna tadi alira pakai bra dan membuat lukanya keluarkan darah,,, jadi dia manggil aku buat ngebantunya,,, tapi darahnya ngga mau berhenti biar uda di lepaskan branya... jadi aku menyetopkan darahnya dengan mengisap darahnya.. jawap fahri dengan kesal... kalau mama selalu intilin seperti ini,,, kami mau pindah aja ke apartemen.. tegas fahri,,, dan membuat mama rita syok... karna fahri adalah anak satu satunya... mama rita ngga mau hidup tanpa putra semata wayangnya di sampingnya... Chapter 7 Bab 7. alira cemburu ""Fahri"" cepat siap siap aku tunggu di luar,,, fahri berkata sambil melangkah keluar dari kamar. setelah fahri pergi,, mama rita mendekati alira dan mengusap rambutnya sambil tersenyum, kemudian keluar meninggalkan alira.... fahri duduk di ruang keluarga bersama papanya,,, kemudian di susul mamanya,,,. ujiannya tadi gimana,,,,? tanya papanya,,.. semua berjalan dengan lancar pa... trus kapan papa ke korea,,,? tanya fahri... mungkin lusa papa sama mama berangkat.. dan mungkin dua minggu di sana,,, selesai urusan bisnis, papa harus berkunjung ke makam kakek dan nenek kamu,,, sekalian mengunjungi tante kamu,,, papanya fahri itu berdarah campuran,,, papanya indonesia dan mamanya kore,, jadi ngga salah kalau fahri punya tampang seperti opa2 kore... karna neneknya fahri orang korea asli. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1576686893854.jpg-original600webp?sign=58bb77cddb454593d4b4bbbfa3debd27&t=5e72b600) kalau papa sama mama pergi,,, kamu ngga boleh nyakitin alira... awas kalau sampai kamu nyakitin dia... ketus mama rita... ayo mas,,, suara alira yg suda ada di samping fahri... kemudian mereka berpamitan dan pergi... sampai di dalam mobil,, fahri menatap wajah alira yg masam... alira memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya di kursi... masih sakit,,,? tanya fahri,,,.. alira hanya mengangguk,,, tanpa membuka matanya.... tanpa basa basi fahri langsung melajukan mobilnya sampai ke rumah rani... sudah sampai mas,,,? tanya alira... fahri turun dan membukakan pintu buat alira... dia berjalan dan di ikuti alira... suami macam apa dia,,,? istri sakit, apalagi mau di gendong, di gandeng aja ngga... gumam alira dalam hati... tok...tok...tok... fahri mengetuk pintu rumah rani,,, ngga berapa lama pintu terbuka dan muncul seorang wanita dewasa yg putih dan cantik,, tapi sedikit kurus... hellooooo,,, rani memeluk fahri dan cipika cipiki,,, ini istri kamu,,,? tanya rani setelah melepas pelukan dari fahri... iya,,, jawap fahri,,,, heloooo,,, aku rani,,, dokter sekaligus temannya fahri dari SMP... aku alira,,, jawap alira... kamu cantik bangat,,,... ayo masuk dulu... ajak rani... mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu,,,... mau minum apa tanya rani,,, ngga usah sibuk2 ran,,, aku ngga bisa lama,,, mau buru2 ke kantor ada miting... oooooo ya uda,,, nanti kapan2 kita bisa berbincang2 kalau ada waktu.. jawap rani... coba aku lihat lukanya lir,,, tolong angkat baju kamu... kata rani... ngga bisa di kamar dok,,,? tanya alira,,,... suami kamu kan buru2,, jadi di sini aja deh,, lagian di sini hanya ada aku sama suami kamu... ya udah kalau gitu,,, alira berkata sambil mengangkat bajunya,,,. rani senyum2 di saat melihat payudara alira,,,. kenapa ran,,,? ko kamu senyum2 gitu,,,? tanya fahri bingung... aku hanya berfikir,, laki2 mana yg ngga gemas kalau melihat payudara yg menarik seperti ini... kamu aja sampai gigit kaya gini... kata rani sambil tertawa,,, serentak wajah fahri memerah seperti kepiting goreng,,, dia malu dengan kata2 rani barusan,,, dia berdiri dan berjalan ke depan,, fahri ngga mau kalau alira dan rani melihat wajahnya... mas mau kemana,,,? tanya alira,,, aku tunggu di depan,,, jangan ninggalin akuuuu,,, rengek alira tapi ngga di respon fahri... dia orangnya gitu,,, sambung rani,,, dia tu dinginnya kulkas bangat,,, waktu masi skola,,, banyak cewek2 yg tergila gila sama dia,,, tapi ngga di respon sama dia... cuma ada tiga cewek yg dekat sama dia sampai skarang... aku,, bela dan tania... kalau aku tu anggap dia teman aja,,, tapi tania sama bela itu,,, cinta mati sama tu kulkas,, kalau tania satu kampus tu sama dia,, satu jurusan bahkan satu angkatan,,, kalau bela,, dia kuliah di luar negri... kalau ngga salah di amerika... si bela itu sampai pura2 pingsan di dalam kolam biar dapat nafas buatan dari fahri,,, konyol kan hahahahaha.. rani tertawa setelah mebjelaskan semuanya... sedangkan alira yg hanya mendengar,,, dia terpaksa ikut tersenyum tapi senyumnya kelihatan terpaksa... selesai periksa,,,rani memberikan obat dan salap buat di oleskan pada luka..... mending kamu olesin dulu salapnya sebelum pergi biar ngga terasa nyeri lagi... alira mengangguk dan mengoles lukanya dengan salap yg di berikan rani... makasi ya mba,,, iya sama2 jawap rani... alira ke depan menyusul fahri dengan wajahnya yg datar,,, suda mas,,, di bayar dulu harga obatnya... kata alira.. kamu tunggu si sini,,, fahri berkata sambil melangkah menemui rani... ran,,,brapa harga obatnya,,,? tanya fahri... ngga usah,,, jawap rani... nanti lain kali aja... kalau gitu makasi ya,,, aku cabut dulu mau ke kantor... iya sama2,, hati hati di jalan ya,,,? awas jaga tu gitar spanyol kamu,,, dari mata2 jelalatan di luar sana... kata rani menggoda fahri yg berlalu darinya... fahri hanya tersenyum dan mengangkat jempol buat rani tanpa menengok rani... rani keluar dan melambaikan tangan buat alira dan fahri yg akan melaju... tidak ada percakapan di antara alira dan fahri di dalam mobil,,, alira memasang muka cemberut,,, dan fahri tetap dengan muka datarnya kaya jalan tol... alira merasa takut oleh perkataan rani bahwa fahri ini di gilai banyak wanita,,, dan salah satunya kutilang tania itu... setiap hari tania lengket sama dia di kampus,,, trus bagaimana perasaannya sama tania ya...? alira bertanya tanya dalam hati... sesampainya di kantor,, alira langsung ke kamar ganti fahri dan berbaring di ranjang,,, fahripun tidak terlalu memperhatikan alira,,, dia langsung bersiap siap dan langsung ke ruang miting yg di sana sudah ada sinta,, refan dan para kalaen penting... setelah selesai miting,,, fahri masuk ke ruangannya dan di ikuti sinta dan refan... fan,,, minggu depan kita ke jerman dan setelah itu ke amerika... siap.... jawap refan dengan semangat,, dan sinta,,, kamu tolong melihat berkas2 yg harus kami bawa,,, siap pa jawap nisa.... ok,,, kalian boleh pergi,,, aku mau istirahat sebentar di sini... baik pa,,, jawap refan dan sinta.... setelah itu fahri masuk dan berbaring di samping alira yg sudah terlelap... tiba2,, alira membuka mata karna merasa ada orang di sampingnya,,, sudah selesai,,,? tanya alira dengan suara seraknya,,, fahri hanya mengangguk... trus kita ngga pulang mas,,,? kita istrahat sebentar di sini,,, aku sangat cape hari ini,, tamba semalam kurang tidur... jadi aku sangat ngantuk.. jawap fahri... fahri baru memejamkan matanya.. alira kembali memanggilnya... maaas,,, maas,,, ada apa lagi ,,,? tanya fahri kesal.. mas suka ya sama tania,,,? ngga,,,! jawap fahri singkat kalau bela,,,? tanya alira tamba penasaran... ngngga juga alira,,,, kamu kenapa sih,,,? kamu cemburu,,, tanya fahri penasaran... memangnya salah kalau aku cemburu sama suami sendiri,,,? balas alira... kenapa sih aku harus mencintai laki2 beku kaya gini,,,? ngga ada lembut lembutnya,,, gumam alira dalam hati... kata dokter rani mas perna mencium bibirnya bela,,, itu bukan cium tapi kasih nafas buatan,,, lagian itu masalalu.. aliraaaa.... kamu juga pasti punya masalalu,,, ketus fahri... ya aku memang punya masalalu,, tapi dalam masalalu aku ngga ada laki2 lain... apalagi ciuman... jawap alira dengan nada yg sedikit tinggi... seketika fahri membuka mata dan menatap alira yg sudah berkaca kaca... alira kesal dan membelakangi fahri... berarti aku laki2 pertamanya,,,? gumam fahri dalam hati... alira sudah mulai menangis... hiks...hiks...hiks... alira,,, suda dooong,,, itu cuma masa lalu,,, aku mau tidur,,, kamu nangis siang malam kapan aku tidurnya,,, kamu mau aku sakit,,? tanya fahri dengan nada kesalnya... kalau kamu terus nangis aku keluar tidur di ruang kerja aku aja,,, fahri bergegas mengambil baju yg dia lepas,, karna fahri setiap tidur malam atau siang selalu bertelanjang dada... ya suda,,, kalau mas mau keluar,,, aku mau pulang minta di antar refan... fahri yg sudah melangkah akhirnya berbalik dan berbaring kembali di samping alira... tidurlah ngga usah mikir macam2... Chapter 8 Bab 8. Alira menabrak seseorang fahri sudah terlelap,,, sedangkan alira tidak bisa tidur karna memikirkan perkataan dokter rani tadi siang... dia gelisah dan membuat fahri terganggu,,, ayo alira kita pulang,,, alira kaget dan moleh ke belakang,, dia melihat fahri yg sudah duduk di tepi ranjang sambil mengenakan bajunya... mas udah bangun,,,? tanya alira bingung... bagaimana aku ngga bangun kalau kamu seperti orang cacingan di atas tempat tidur... alira hanya menurut,,, sesampainya di rumah,, fahri langsung mandi,, selelesai mandi dia langsung pergi ke ruang kerjanya.. dia memilih untuk tidur di sana biar tidak di ganggu alira... alira melihat fahri keluar dari kamar hanya diam,,, dia berjalan ke kamar mandi untuk memberaihkan dirinya,,, selesai mandi dia ke dapur untuk melihat ina yg sedang masak,,,. sudah lapar non,,? tanya bi ina,,, iya ni bi,,, jawap alira,,, bi,,, panggil alira,,, iya non,, ada yg bisa bibi bantu,,? ngga bi,,, saya cuma mau tanya,,, fahri perna membawa perempuan ke sini bi,,,? oooo itu non,,, pernah si,,, beberapa kali tapi ngga di bawa,, perempuan itu yg datang ke sini jenguk den fahri,,, karna waktu itu den fahrinya sakit.. sedangkan tuan dan nyonya waktu itu ada di korea non... dia sering main ke sini kalau ngga ada tuan dan nyonya,,, soalnya nyonya ngga suka kalau ada wanita yg datang ke sini non... trus apa yg mereka lakukan bi,,,? ngga tau non,, soalnya mereka di dalam kamar non.. cuman bibi pernah liat non bela nyuapin den fahri,,, dan setelah itu dia pulang,,, tapi non jangan bilang kalau bibi yg kasih tau... pinta bi ina... iya bi tenang saja,,,,, jawap alira... waktupun sudah menunjukan pukul 7,,, alira ke kamar untuk melihat fahri tapi tidak ada,,, dia kemana ya,,,? gumam alira... alira,,........ mama rita memanggil alira,,,... iya ma,,, alira keluar kamar dan melihat mama rita yg mau menuju ke arahnya... mama dari mana,,? tanya alira,,,,? mama sama papa dari mol sayang,,, belanja ole2,,, soalnya keberangkatan mama sama papa di percepat besok... ooo gitu ma,,, iya sayang,,, ni mama belikan kamu stelan cd sama bra 5 pasang,,, ini bagus di kenakan buat pengantin baru lo,,, dan ini baju tidur sexi ada berapa pasang... alira tersenyum karna dia memang suka dengan pakaian2 tidur seperti itu... makasi mama,,, alira memeluk mama rita dan di balas pelukan hangat dari mama rita,,,... alira,, kalau mama papa pergi,,, kamu ngga boleh bandel ya,,, biar ngga di kasarin fahri... iya ma,,, cepat2 pulang ya ma... rengek alira ke ibu mertuanya... iya sayang,,, kalau urusan papa suda beres mama langsung minta pulang... mama rita berkata sambil mencium kening alira... sudah jam 9,,, papa,, mama dan alira sudah duduk di meja makan,,,... mana fahri tanya papa indra,,, ngga tau pa,,, dia ngga ada si kamar,,, tadi aku lihat mas fahri keluar kamar entah kemana,,, jawap alira,,,. dia pasti di ruang kerjanya tertidur,,, dia kalau sedang memikirkan sesuatu pasti ke sana dan tidur... jelas mama rita... bi,,,, tolong bangunin fahri di ruang kerjanya... baik nyonya jawap bi ina,,, tidak beberapa lama fahri muncul dan duduk di samping alira,,, alira hanya diam... lira,,, tolong ambilkan aku makanan... pinta fahri ke istrinya... alira mengambikan makanan fahri tanpa berucap apapun,,, selesai makan,,, alira langsung ke kamar... alira ke kamar mandi untuk sikat gigi,,, sedangkan fahri duduk di ruang keluarga bersama mama papanya untuk membahas pekerjaan dan kuliah fahri yg bulan depan akan selesai dan wisuda. selesai alira menyikat gigi,,, dia mengganti baju tidur yg selalu seksi,,, dia memakai segala perawatan malamnya dan beranjak ke ranjang,, tapi bukan untuk tidur melainkan main hp... alira adalah wanita yg sangat perduli terhadap kecantikannya... jadi dia tidak pernah lalai dalam perawatan wajah dan tubuhnya luar dalam... selesai berbincang bincang dengan papa mamanya,,, fahri kembali ke kamar... di terpana melihat alira yg sedang berdiri di depan balkon dengan baju tidur yg minim dan transparan... tiba2 kejantanan fahri mulai bangkit... fahri cepat2 menuju ranjang,,, dia melepaskan bajunya dan berbaring... dia berusaha menyembunyikan kejantanannya yg sudah marah... lira,,, kamu ngapain di situ,,,? teriak fahri,,, tapi alira ngga menghiraukan pertanyaan fahri,,, karna di cuekin, akhirnya fahri menarik selimut dan tidur,,, alira melirik ke ranjang,, dia melihat fahri yg sepertinya sudah tidur,,, akhirnya dia melangkah menuju ranjang,,, dia melihat fahri yg sudah terlelap...... hiiiim,, desahan alira... ni laki2,, apa kulkas ya,,,? dinginnya kelewatan bangat sih,,,? aku kan lagi nggambek,, tapi dia ngga mau tau sama skali,,, dia anggap apa aku ini,,? gumam alira dalam hati,,, akhirnya alira memilih untuk tidur.... sang surya memancarkan sinarnya di pagi hari,,, menggantikan gelap dengan terang,,, ayam ayam berkokok dan burung burung bersiul,,, alira membuka matanya,, dia melihat fahri yg masih terlelap,,, dengan melingkarkan tangan di perut alira tiba2 dia teringat semua tentang bela dan suaminya... karna emosi dia langsung membuang tangan fahri dan turun dari ranjang... fahri kaget dengan apa yg di lakukan alira padanya,,,, tapi dia tidak berkata apa2... alira memberaishkan diri di kamar mandi sedangkan fahri sudah bangun dan turun menemui mamanya yg lagi beres2 untuk berangkat jam 10 nanti,,, ma,,, udah siap,,, tanya fahri,,,... dikit lagi sayang,,, papa mana,,,? lagi mandi sayang,,, karna papa mama brangkat dengan pesawat jam 10.... alira mana,,,? tanya mama rita,,, di kamar ma,, ooo iya ma,,, minggu depan aku juga mau ke amerika perjalanan bisnis,,,. trus alira gi mana,,,? tanya mama rita,,,. ya,,, dia di rumah aja,,, jawap fahri,,, tapi kamu udah bilang sama dia,,,? belum ma,,, nanati aja... aku ke atas dulu ma,,,... fahri masuk ke kamar dan melihat alira yg sudah sangat cantik dengan baju putihnya,,, rok levis selutut dan sepatu kets putih... kamu mau ke mana,,,? tanya fahri... ke kampus la,,, jawap alira jutek... apa luka kamu sudah sembuh,,, sudah,, alira menjawap sambil tunduk untuk mengikat tali sepatunya,,, fahri tidak sengaja menoleh dan melihat payudara alira yg kelihatan,,, hiiiiim... desah fahri,,, ngga ada baju lain selain baju itu,,,? tanya fahri dengan nada sedikit kesal,,, alira tidak menjawap dan memilih pergi... fahri sangat kesal tapi tidak bisa berbuat apa2... alira turun ke bawa dan melihat papa indra dan mama rita sudah rapi dan lagi duduk di meja makan untuk sarapan,,, sini sayang sarapan sama mama papa.. ajak mama rati.... alira tersenyum dan duduk di depan mama mertuanya,,,, kamu udah mau kulia,,,? tanya papa indra... iya pa,, alira uda rasa enakan dan karna izinnya juga cuma satu hari... maaf ya ma, pa,,, alira ngga bisa antar ke bandara... ya udah ngga apa2,,, jawap mama dan papa bersamaan,, ngga lama fahri turun dan bergabung,,, selesai sarapan,,, fahri dan alira menciaum tangan mama dan papanya fahri,, berpelukan.. sambil alira dan mama rita mengeluarkan air mata... ma,,, aku pasti akan rindu sama mama,,,. iya sayang mama juga,,, ko rindunya sama mama doang,,? protes papa indra... iya papa juga hehehehe... jawap alira... setelah itu mereka brabgkat,,,, sampainya di kampus alira turun di tempat biasa... dia berjalan menuju gedung kampus,,, sedangkan fahri sudah tancap gas masuk ke parkiran kampus.. sampai di depan kampus,,, alira di sambut dengan pelukan dari ke 3 temannya... haiii sexi,,, teriak sifa ke alira... kamu makin hot aja deh tambah ara... setelah itu mereka berjalan masuk,,, dan tanpa sengaja alira menabrak seseorang... Chapter 9 Bab 9. kedatangan bella uuk.... alira menabrak seseorang, dan mereka sama2 terjatuh,,, heee,,,, kalau jalan itu pake mata,,, ketus wanita yg di tabrak alira,,, alira bangun dan menatap perempuan yg ada di hadapannya itu,,,.... trus kamu jalannya pake apa,,,? tanya alira sinis... siapa kamu brani ngelawan aku,,, tanya wanita itu dengan nada yg semakin tinggi.... aku,,,, tanya alira balik.... dengan tatapan sinis alira menjawap.... perkenalkan,,, namaku Alira anastasya,,, wanita tercantik dan terseksi di kampus ini... puass....? wanita itu geram mendengar perkataan alira barusan,,, tapi dia tidak dapat berbuat apa2,,, karna kenyataannya dia memang cantik,,, tapi alira lebih cantik dan mempesona... kemudian alira dan teman temannya melangkah meninggalkan wanita itu,,, baru beberapa langkah berjalan,, langkah alira terhenti mendengar sebuah nama yg di sebut wanita itu... Fahri..... teriak wanita itu,,,... hei bela,,,,,,,, jawap fahri. alira menoleh ke belakang dan dia melihat wanita itu berlari dan memeluk suaminya... deeegg... jantung alira serasa mau loncat dari dalam rongga dadanya... teman2 alira dan lainnya yg ada di situ langsung heboh melihat si tampan yg di gialai semua wanita di kampus itu di peluk wanita itu... siapa si wanita itu,,,? main peluk2 aja dasar ganjen,,,, kata siska salah satu mahasiswi yg tergila2 sama fahri... apakah itu pacarnya ka fahri,,,? tanya amel yg berada di samping alira.... mungkin2,,, jawap sifa dan ara,, sedangkan alira hanya berdiam tanpa suara,,,,... ayo kita pergi,,,! ajak alira,,,,.... alira dan teman temannya berbalik dan melangkah pergi,,, tapi seketika langkah mereka tertahan oleh teriakan bella,,,... heey alira anastasya,,,, teriak bella... tapi alira tidak berbalik walaupun dia tetap di tempatnya... fahri,,, kamu kenal sama wanita itu,,,? tanya bela ke fahri.... tidak,,, jawap fahri yg membuat alira tambah hancur tapi dia tetap berusaha tegar di depan taman temannya... hei alira anastasya,,, kamu bilang kamu wanita tercantik dan terseksy di kampus ini,,, tapi pria tertampan dan terkenal di kampus ini sama skali tidak mengenalmu... dengan sekuat hati alira berbalik dan melankah mendekati bela dan beberapa teman fahri,,,, semua yg ada si situ hanya diam dan menyaksikan... oh ya,,,? tanya alira santai... berarti pria tertampan dan terkenal di kampus ini tidak bisa menilai sesuatu yg indah si hadapannya,,, dan seleranya sangat rendah,,, selerahnya hanya untuk perempuan yg tipis dan rata seperti jalan tol,,, alira berkata sambil manatap bella,,, karna bodi bella memang rata tak berbentuk... dan aku tidak butuh di kenal oleh pria yg berselerah rendah seperti itu,,, alira mengatakan semua itu dengan lantang walaupun hatinya hancur berkeping keping... kemudian alira berlalu meninggalkan mereka dan di ikuti ke tiga temannya.... semua yg ada di situ kaget dengan keberanian alira, yg menjatuhkan bella juga fahri di depan banyak orang.... sombong bangat wanita itu,,, akan aku kasih pelajaran nanti... ketus bella... sedangkan fahri hanya diam menatap kepergian alira tanpa berkata apa2,,,.... kamu hebat sexy,,, kata sifa memuji alira... iya benar2, kamu sangat hebat, sambung ara dan amel... kalian duluan ya,,, aku mau ke toilet kata alira... alira menangis di dalam toilet,,, ngga... ngga...ngga.... aku harus kuat,,, aku tidak boleh mencintainya terlalu dalam,,, karna hubungan kita hanya sebatas perjodohan,, mulai skarang aku tidak boleh terlalu memberi hatiku padanya,,, karna dia tidak mencintaiku,,, alira berkata sambil menghapus air matanya... setelah itu dia mencuci mukanya biar tidak nampak wajah sembapnya... dia ke ruangan menemui teman temannya yg suda heboh membahasnya dari tadi... kamu hebat alira,,, iya alira,,, buat apa tampan kalau selerahnya rendah, sambung temannya yg lain.... sudah2,,, ngga usah di bahas lagi sambung alira... di lain sisi,,, fahri masih memikirkan perkataan alira... bella kembali memeluk fahri,,, aku kangen bangat sama kamu... kata bella.. serentak fahri melepaskan pelukan bella... ini tempat umum bel,,, kenapa kamu ke sini,,, aku ke sini karna ada perlu sama om aku,, dan untuk menemuimu,,, aku kangen sama kamu dan lainnya,,, aku tiba ke marin dari amerika,,, om bella adalah rektor di kampus ini... selesai jam kulia,,, alira dan kawan2nya pergi ke kantin,,, dan di sana suda ada bella,, fahri dan teman2 fahri termasuk tania... hei...hei... lihat di sana ada opa ganteng dan wanita itu,,, kata amel... buat apa dengan mereka... ketus alira... iya kita ke sini buat makan bukan untuk melihat mereka,,, sambung ara... alira dan teman2 nya makan sambil bercanda dan tertawa seperti biasanya... fahri makan dan sesekali melirik alira,,, dan alira menyadari itu,,, tapi alira cuek... setelah makan mereka melangkah untuk kembali ke ruangan.. langkah alira tertahan oleh seseorang,,, alira,,, teriak pa anto seorang dosen muda yg tampan,,, iya pa,,, jawap alira rama... sudah makan,,, tanya pa anto,,,. sudah pa,,,... oooo saya kira belum makan biar saya traktir,,, makasih pa,,, lain kali aja..... jawap alira.. sambil memasang senyuman menisnya... ok,,, jawap pa anto sambil membalas senyum alira,,, alir berbalik... sebelum dia melangkah,, pa anto kembali memanggilnya... alira,,, alira kembali berbalik... ada apa pa,,, kamu cantik jawap pa anto.. dan di dengar oleh semua orang yg ada di situ termasuk fahri yg memasang muka kesalnya... ooooo ya,,,? makasih banyak pa,,, bapak juga sangat ganteng... jawap alira sedikit genit... dan membuat wajah fahri seketika memerah... alira berlalu bersama teman2 nya... ada apa bro,,,? tanya anton sahabat fahri,,,... ngga... ngga apa2... tapi muka kamu ko lain,,,? tanya tania... ngga aku hanya kebelet,,, aku ke toilet dulu ya,,, ya uda,,, jangan lama,,, kata bella... dalam toilet fahri meninju dinding saking emosinya,,, kenapa sih dia semakin ganjen aja,,, istri tidak tau diri,,, di depan suaminya dia tetap ganjen... waktu pulang pun tiba,,, lira kamu pulang naik apa,,,? tanya agus,,, naik bis aja gus,,, jawap alira,,, aku antar ya,,, tawar agus,,,. ngga usah,,, aku naik bis aja sama ara.... alira tidak mau teman2 nya tau tempat tinggalnya,,, karna tidak ada satupun temannya yg tau kalau dia sudah menika dengan manusia kulkas itu... di saat keluar gedung kampus,, alira melihat mobil fahri melaju dan ada bela di dalamnya. fahri mengantarkan bella pulang,,, setelah mengantarkan bela,,, dia menelpon alira tapi tidak di jawap... dia mengirim pesan tapi tidak di balas,,,... lira kamu tinggal di mana,,,? tanya ara di dalam bis,,, di sana,,, alira menunjuk asal ke arah berlawanan,,, ko kamu tinggal di arah sana tapi naik bis ini si lir,,,? aku boleh main ke rumah kamu ngga ra,,, tanya alira.. soalnya aku malas pulang,,, di rumah ngga ada orang,,, om dan tanteku lagi keluar... jawap alira bohong... boleh ko,,, malahan aku senang... jawap ara... akhirnya alira ke rumah ara,,, fahri pulang dan mencari alira,,,, dia tanya orang rumah tapi mereka menjawap kalau alira belum pulang,,, akhirnya fahri memutuakan ke kantor karna ada miting jam 2... dengan kesal fahri melaju ke kantor... kemana sih dia,,,? dia ngga ingat apa kalau dia punya suami...? gerutu fahri dalam mobil. Chapter 10 Bab 10. bella mencium fahri selesai miting fahri langsung pulang,,, sesampainya di rumah,, dia menanyakan alira ke pembantunya,,, bi,,, aliranya sudah pulang,,? belum den,,, non alira belum pulang,,, jawap bi ira salah satu pembantunya,,, kemana wanita ini,,, apa dia sudah pulang ke bandung,,,? fahri bertanya tanya.... tring...tring... ponsel fahri berbunyi,,, halo,,, nak fahri,, ini ibu,,, suara ibu alira di sebrang sana,,,... iya bu,,, jawap fahri,,,, alira ngga apa2 kan nak,,,? soalnya ibu tlfon dari tadi tapi tidak di angkat,, ibu jadi hawatir... oooo iya bu,,, dia lagi tidur,,, mungkin kecapean,,, jawap fahri berbohong,,, karna dia tidak mau membuat mertuanya hawatir... ooo sukurlah kalau gitu,,, ibu matikan dulu,, soalnya ibu lagi masak ... iya bu,,, jawap fahri singkat.... aliraaaaa,,, kamu kemana sih....? fahri berkata sambil mengusap wajahnya kasar... fahri keluar kamar dan suduk di ruang keluarga,,,... tiba2 pintu rumah terbuka dan alira pun masuk,,,,... dari mana saja kamu,,,?... tanya fahri kesal... bukan urusan kamu,,, jawap alira tanpa menoleh dan terus melangkah naik ke kamarnya... fahri makin kesal dan berdiri mengikuti alira,,,.. apa kamu bilang,,,? bukan urusan aku,,,? fahri sudah berada di belakang alira di dalam kamar,,,. kamu anggap apa aku ini haaaa,,,? tanya fahri sedikit berteriak... kamu itu adalah orang yg tidak mengenalku dan akupun akan berusaha untuk melupakanmu dan melupakan rasa cinta yg sudah terlanjur tumbuh di dalam hatiku... jawap alira dengan mata yg sudah berkaca kaca... deeeg,,, jantung fahri berdetak tak menentu mengetahui kenyataan kalau alira mencintainya... aku tidak mau sakit hati,,, jadi aku memutuskan untuk bicara sama orang tua kita untuk mengakhiri semua ini,,, tamba alira,,,... maksud kamu apa,,,? tanya fahri kaget.... kamu kira mengakhiri sebuah pernikahan itu bagus,,,? kamu mau jadi janda di umur segini... tantang fahri... bagus buat kamu,,, biar bisa bebas dengan wanita2 jalang di luar sana,,, peluk sana sini,,, dasar laki2 murahan.... jawap alira dengan suara bergetar karna sudah menangis... kamu kalau bicara jangan sembarangan,,, bella itu bukan jalang sepertimu yg genit sama semua laki2.... kata fahri dengan nada tinggi... hati alira hancur,,, mendengar perkataan fahri yg menyebutnya jalang,,, dan lebih membela wanita lain,,, alira pergi meninggalkan fahri di kamar mereka,,, sambil menangis dia keluar berlari ke kamar tamu, dan mengunci diri di sana... dia duduk di lantai samping ranjang sambil menangis... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1576929990419.jpg-original600webp?sign=0981a0dbb4166850348ca9529f3d1f7b&t=5e72b600) fahri menyadari kata katanya yg membuat alira menangis,,,dia berlari mengikuti alira tapi alira sudah mengunci pintu... alira mengunci diri di kamar tamu sampai siang,,, dia bangun dan membersihkan dirinya,,, dia ke dapur membantu bi ina dan bi ira,,, ngga usah non biar kita aja kata bi ina... ngga apa2 bi,, kebetulan hari saptu libur ngga ada aktifitas pagi jadi aku ingin belajar masak sama bibi... kata alira... setelah sarapan selesai,,, fahri masuk dengan badan yg berkeringat karna dia baru abis olahraga.... fahri langsung duduk di depan alira untuk sarapan... fahri melihat mata alira yg bengkak karna dia terlalu banyak menangis... mereka sarapan tanpa ada suara,,, hanya ada suara sendok dan piring beradu... selesai sarapan alira berdiri dan naik ke kamar tamu,,,.... fahripun masuk ke kamar mereka untuk mandi... selesai mandi fahri berpakaian santai karna hari libur jadi tidak ada aktifitas... tring...tring...tring... halo,,, fahri mengangkat telfon dari bella,,,... fa,, kita jalan yuk,,,! ajak bela... aku lagi malas bel,,, jawap fahri... ayolah fa,,,! aku kan baru datang,,, ko kamu ngga mau nemanin aku sih.... bujuk bella.. ya udah,,, jawap fahri,,,,... kamu jemput aku ya di apartemen aku.... ya udah jawap fahri,,, fahri keluar dan melihat kamar tamu yg masih tertup,,,,... dia turun dan keluar menaiki mobilnya kemudian melaju ke tempat bella... bella sudah berdandan secantik mungkin,,, dan menunggu fahri di di depan jalan... fahri berhenti di depan bella dan menyuruh bella masuk... mau ke mana,,,? tanya fahri,,, ke bioskop aja...kata bella... di rumah alira hanya duduk termenung di dalam kamar tamu,,, tring...tring.. sifa menelpon alira,,, halo fa,,, ada apa,,, kata alira... kita nonton yuk,,;! ada film romantis lo,,, kata sifa,,,... ya uda aku ganti baju dulu ya... jawap alira.. oke nanti aku,,, amel,, agus,, bima sama ara jemput kamu ya,,,? iya,,, aku tunggu di depan jalan.. alira memilih tunggu di depan jalan karna dia tidak mau teman2nya tau tempat tinggalnya.. mereka ke bioskop,,, mereka nonton film romantis,,, di bioskop fari dan bela suda duduk di dalam bioskop menunggu film yg akan mereka nonton,, bela bersandar di lengan fahri dan fahri membiarkannya,,, tiba2 ada seseorang yg tidak sengaja mnnjatuhkan popkron di depan fahri,,, fehri menoleh dan ternyata itu sifa teman alira,,, ah maaf ka ngga sengaja,,, sifa meminta maaf sambil memungut popkronnya yg ngga sengaha jatuh,,, iya ngga apa2,, fahri menjawap sambil menoleh ke belakang sifa dan dia kaget melihat ada alira di situ,,,, alira bersikap tenang tanpa expresi,, walaupu kenyataannya hatinya hancur berkeping keping melihat bella yg bersandar di lengan fahri seperti pasangan kekasih... fahri melepaskan tangan sifa dari lengannya dan mendorong kepala sifa yg dari tadi bersandar di lengan fahri.... alira dan teman temannya berlalu dan duduk di pojok,,, fari mencuri curi pandang ke arah alira,,, dia melihat alira yg di suapi popkron oleh agus,,, fahri kesal melihat itu,, mukanya merah karna marah tapi dia tidak bisa melakukan apa2... setelah film selesai mereka beranjak keluar dari bioskop,,, fahri mengantarkan bella pulang,,, sampainya di apartemen bella mengajak fahri masuk,,, kamu mau minum apa fa,,,? tanya bella,,,. ngga perlu bel,, aku pulang aja,, sudah malam... jawap fahri... setelah itu fahri berdiri dan hendak keluar,,,.. tapi bella dengan cepat memeluk fahri dan melumat bibir fahri,,, fahri yg kaget dan ingin mendorong bella,, tapi belum sempat fahri mendorong bella,, bela dengan rakusnya menggigit bibir fahri sampai berdarah,,,... fahri mendorong tubuh bella sampai tersungkur ke sofa yg ada dalam ruangan itu... bel,,, apa yg kamu lakukan,,,? teriak fahri sambil memegang bibirnya yg berdarah... fa,,, aku cinta kamu,,, kenapa kamu selalu menolaku,,, teriak bella karna sakit hati di tolak fahri... fahri tidak menghiraukan bella,,, dia langsung keluar dan melaju pulang ke rumah.... di dalam mobil fahri berfikir dalam diam,,, mengapa aku sangat marah melihat alira sama laki2 lain,,? dan mengapa aku sangat mersa bersalah saat di cium bella.. apakah aku sudah mencintai alira...,,,? sampai di rumah fahri masuk ke kamar tamu menemui alira yg sudah berbaring di ranjang,,,... kebetulan alira belum mengunci pintunya.. fahri masuk dan menarik alira... apa apaan sih kamu,,,? tanya alira kesal,,,. alira melihat bibir fahri yg terluka dan membuang muka sambil berkata... keluar sana aku mau tidur,, alira berkata dengan mata yg sudah berkaca kaca karna melihat bibir fahri... mengapa kamu ke bioskap dan mau di suapi popkron oleh agus,,,? tanya fahri dengan suara yg sedikit kesal... terserah aku mau ke mana dan di suapi oleh siapapun,,, asalkan aku pulang masih utuh luar dalam,,, tidak seperti kamu yg pulang dengan bibir yg sudah di gigit sampai luka... aku tau diri sebagai istri orang,,, dan jalang yg kamu bilang ini,,, tidak pernah serendah itu sampai mau menggigit bibir seorang pria,,, perempuan jalang dan ganjen ini selalu menjaga diri sebelum dan setelah bertemu kamu... alira berkata dengan nada suara yg bergetar karna menangis... keluar dari kamarku dan mengobati bibirmu,,,! atau kamu mau membiarkannya biar kamu bisa melihatnya setiap kali menatap cermin... tanpa kata2 fahri beranjak dari kamar tamu dan menuju kamar mereka... Chapter 11 Bab 11. fahri dan alira saling mengagumi setelah masuk kamar,,fahri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.. setelah selesai mandi,, dia mngobati bibirnya,,, dan merasa kesal mengingat perbuatan bella... alira yg berada di kamar tamu,, menangis karna tidak sanggup membayangkan apa yg terjadi tadi dengan fahri dan bella sampai bibir fahri terluka seperti itu... alira menangis sampai tertidur,,, pagi harinya dia bangun dan melihat jam pukul 7 pagi,,, merasa masih ngantuk akhirnya dia memilih untuk tidur kembali karna hari itu hari minggu... pukul 8 pagi fahri terbangun dan beranjak ke kamar mandi,, setelah membersihkan dirinya dia menatap wajahnya di cermin dan melihat bibirnya yg sudah membaik... dia keluar dan berpakaiyan santai,,,... setelah rapi dengan pakaian santai fahri keluar dan melihat kamar tamu yg masih tertutup,,.... "sampai kapan dia mau tidur di kamar tamu,,,? suami istri apa yg tidur di kamar terpisah,,,? gumam fahri dalam hati sambil menatap pintu kamar tamu... fahri berlalu duduk di meja makan,,, dia sarapan tanpa alira,,, dia tidak mau membangunkan alira karna dia tau alira sangat marah kepadanya... pukul 9:30 alira baru bangun dan langsung mandi,, setelah mandi dia mengenakan celana pendek hitam dan baju kaos putih lengan pendek yg transparan... dia menuju dapur dan melewati fahri yg lagi nonton acara tv... fahri mendengar suara langkah kaki dan dia terpana dengan kecantikan wajah alira yg natural tanpa mek,,ap... bibirnya yg ping alami,, kening hitam dan bulu mata yg lentik,,, menyempurnakan wajah alira yg mulus itu... di tambah dengan pakaian yg sangat seksi memperlihatkan bra hitam dan bentuk payudara yg besar dan padat,, paha yg mulus dan bopong yg padat berisi... membuat kejantanan fahri tegang seketika... alira cuek dan berjalan ke dapur untuk sarapan,, semua pembantu yg ada di rumah itu terpana dengan alira yg cantik dan sexi... setelah sarapan alira kembali ke kamar dan memainkan hp nya... kemudian fahri menyusul alira ke kamar tamu... "sampai kapan kamu mau tidur di kamar ini,,,? tanya fahri... "selamanya sebelum aku menjadi janda... "apa maksud kamu,,,? tanya fahri dengan nada yg sudah mulai kesal... "maksudku,, aku di kamar ini sampai mas menceraikan aku,,,... fahri geram,,, wajahnya memerah karna perkataan alira,,, "aku tidak mau tau,,, sebentar malam kamu ke kamar kita atau aku yg kemari,,, ancam fahri... alira cuek dan membung muka dari fahri... "alira,,, aku lagi ngomong,,, teriak fahri... "ya ngomong aja,,, lagian telinga aku yg dengar bukan mata aku... jawap alira sinis... "alira,,,, kamu sudah kelewatan,,, kamu ngga pernah menghargai aku sebagai suami kamu... alira berbalik dan menatap fahri tajam,,,. "apaaaaa? manghargai,,,? alira kembali bertanya... apa mas pernah menganggap aku istri mas,,? mas cuma menganggap aku orang asing yg ngga mas kenal,,, "dan satu lagi,,, suami macam apa yg malam minggu meninggalkan istrinya dan pergi menonton film romantis sama wanita lain,,,? suami apa yg mengatai istrinya jalang demi membela wanita lain,,,? dan suami apa yg bercinta dengan wanita lain sampai bibirnya berdarah dan datang menemui istrinya tanpa ada rasa bersalah,,? "suami apaaaa,,,? jawap akuuuu,,,! suami macam apa ituuuuu,,,? apa suami itu patut di hargai haaaaa,,,? dengan berlinang air mata alira mengeluarkan segala unek uneknya denga suara yg keras... fahri tidak dapat menjawap apa2,,, dia hanya diam sambil menatap alira yg menangis... "alira,,, fahri memanggil alira yg sedang menangis... alira..... "di,,,aaam... alira berteriak... "pergi dari sini,,,! dan fikirkan cara untuk menceraikan aku.. alira berkata sambil menangis... "pergiiii....! aku bilang pergiii...! alira berteriak dengan kerasnya... fahri berbalik dan meninggalkan alira yg menangis,,, fahri tak dapat melakukan apa2... dia kembali ke kamarnya dan memikirkan segala perkataan alira,,,. fahri stres memikirkan apa yg harus dia lakukan,,,... dia menutup matanya dan tertunduk,, sebelah tangannya di dalam saku celananya dan sebelah lagi di belakang kepalanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1576947184459.jpg-original600webp?sign=1795ee190cd3c216dc6b171d5a9768df&t=5e72b600) alira menangis sampai tertidur kembali,,,.... sedangkan fahri stres memikirkan alira yg meminta cerai darinya.... mengapa dia ingin bercerai tanpa mendengar penjelasanku...? dia bilang aku bercinta dan meninggalkannya di rumah,,,,, kapan aku bercinta,,,? dia bilang aku menganggapnya orang asing yg tidak ku kenal,,, ya itu kan kesepakatan kita berdua... agar tidak ada orang yg mengetahui hubungan kita... fahri berbicara sendiri di dalam kamarnya... aku tidak akan menceraikanmu alira,,, aku tidak mau papa sama mama kecewa... dan aku tidak mau melihat ataupun mendengar laki2 lain memilikimu... fahri berkata tanpa dia sadari apa yg telah dia katakan... apaaaa,,,? fahri kaget karna baru menyadari apa yg barusan dia katakan,,,. ada apa denganku,,,? apa yg aku katakan,,? apa aku sudah mencintainya,,,? aaaah,,, bodoh,,, aku memang laki2 yg bodoh,, aku sudah mencintainya dan aku selalu menyakitinya sampai dia ingin pusah... fahri mengerutui dirinya sendiri... malam pun tiba,,, fahri yg sudah membersihkan diri,, langsung turun ke dapur dan di sana dia melihat alira yg lagi masak sama bi ina untuk makan malam.. fahri memperhatikan alira dan bi ina tapi mereka tidak menyadari itu... dan kelihatanya bi ina kurang enak badan... "bibi istrahat aja,,, biar aku yg masak bi,,, bibi kan kurang sehat... kata alira yg membuat fahri kagum dengan sosok yg sempurna di depannya ini... "ngga usah non,,, biar bibi aja,,, ini kan tugas bibi,,, jawap bi ina,,,. karna tugas bi ina di rumah itu sebagai tukang masak saja... "iya,, ini memang tugas bibi,, tapi kalau bibi sakit ngga usah di paksa,,, kan ada aku,,, aku tu anggap bibi sudah seperti keluarga bi... kata alira yg buat bi ina terharu sampai menangis... alira memeluk bi ina dan membawa bi ina ke meja makan untuk duduk di sana,,, bibi duduk di sini dulu,,, alira mengambil sup yg sudah dia masak dan memberikan semangkuk untuk bi ina,,, bibi makan ini dan minum obat trus istirahat.. bi ina hanya mengangguk,,, tapi bibi belum beli obat non,,. kata bi ina... "ya ampun,, aku juga ngga ada persefiaan obat bi,,,... fahri yg mendengar itu langsung beranjak pergi ke kamar dan mengambil kotak obat buat bi ina,,,... fahri kembali dan menghampiri bi ina.. bi ina yg kaget dengan kedatangan fahri langsung berdiri dan meminta maaf... "maaf den,, tadi bi ina masak tapi non lira memaksa bibi istrahat karna bibi kurang sehat,,,... kata bi ina sambil menunduk... alira yg sedang menggoreng ayam hanya diam dan menatap bi ina dan fahri... ngga apa2 bi,,, bibi duduk aja dan makan makanan bibi,,, saya ke sini untuk membawakan obat buat bibi... fahri berkata sambil memegang pundak bi ina dan mengarahkan bi ina untuk duduk,,, bi ina akhirnya duduk dan kembali makan,,, fahri duduk di depan bi ina dan bertanya... bibi sakit apa,,,? bibi cuma rasa demam dan sedikit sakit kepala den... jawap bi ina... alira yg melihat keramahan fahri ke pembantunya membuat alira kembali tertarik... tapi dia masih terlalu kesal sama fahri jadi dia kembali membuang muka tidak perduli.. fahri membuka kotak obat dan mengambil beberapa macam obat,,, bibi minum ini biar demam dan sakit kepalanya sembuh,,, dan ini fitamin,,, di minum setiap malam sebelum tidur... kata fahri menjelaskan... bi ina mengambil obat dan meminumnya,,, setelah itu bi ina mengangkat piring kotornya dan hendak mencucinya tapi di cegah alira,,, ngga usah bi,,, biar aku aja yg cuci,,, bibi kan barusan minum obat jadi ngga bole kena dingin lagi... bibi langsung istrahat aja ya bi,,,? kata alira yg tamba membuat fahri kagum... Chapter 12 Bab 12. Rencana licik bella "setelah bi ina pergi, tinggal alira dan fahri yg ada di dapur,,,,.... alira menggoreng ayam tanpa perdulikan fahri.... fahripun hanya terdiam dan sekali kali mencuri pandang ke alira... "ngga,,, aku ngga bisa menceraikan dia,, aku ngga bisa kehilangan dia,,, mau brapa kali aku harus menikah,,,? aku ngga mau menikah lebih dari satu..... gerutu fahri dalam hati,,, dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar..... alira menyajikan makanan di atas meja,,, fahri yg sudah duduk sedari tadi hanya menatap makanan yg ada di meja tanpa suara... "mereka pun makan dalam diam,,,, " tiba2 hp fahri berdering,,,....... ( tring....tring.....tring....) fahri melihatnya dan di sana ada nama anton teman dekatnya... ada apa ton,,,? tanya fahri.... fa,,, jam 9 kita tunggu di tempat biasa ya,,,? jawap anton.... ok,,, jawap fahri sambil mengakhiri obrolan... "tempat biasa yg di maksud anton itu bar besar dan terkenal yg ada di jakarta,,, mereke sering ke sana bersama.... selesai makan,, fahri ke kamar untuk bersiap siap,, sedangkan alira selesai membereskan meja makan,, dia memilih untuk jalan2 ke luar rumah mencari udara segar. karna merasa dingin,,, alira menutup kepalanya dengan topi switer yg dia kenakan,,... mau kemana dia,,? siapa sih yg nelpon dia,,,? alira bertanya tanya dalam batinnya.... selesai bersiap siap,,, fahri turun dari kamarnya dan melihat alira yg baru masuk rumah,,,,.... dari mana kamu,,,? tanya fahri ke alira... alira cuek dan berjalan melewati fahri,,,,... alira,,,, aku nanya,,, kamu dengar ngga sih,,,? alira tetap pada prinsipnya untuk tetap diam... fahri merasa kesal dan dia menarik lengan alira sedikit kasar dan membuat alira berbalik dan tersandar di dada bidang fahri... mau sampai kapan kita kaya gini alira,,,,? aku ni suami kamu lo,, bukan musuh kamu yg kamu cuekin kaya gini... kata fahri... trus aku ni apanya kamu,,,? tanya alira balik... aku ini istri kamu apa bukan si mas,,,? kamu pergi dan pulang sesuka hati kamu,,, kamu ngga perna ngertiin perasaan aku... kamu pergi dan pulang dengan bibir terluka,,, perna ngga kamu berfikir bagaimana perasaan aku melihat semua itu,,, aku terluka mas,,, aku menangis semalaman, karna ngga sanggup membayangkan apa yg terjadi antara kamu sama wanita itu sampai bibir kamu terluka seperti itu... kamu egoiiiis... alira menangis dan memukul mukul dada kekar fahri... ngga ada apa2 yg terjadi antara aku dan dia alira,,, aku menganggap dia cuma sebatas teman,,, dia memaksa mencium aku,,, aku menolaknya dan dia menggigit bibir aku... alira menatap mata fahri dengan air mata yg sudah membasahi wajahnya,,, dia mencari kejujuran dari mata yg dia tatap.... dan benar mata itu menunjukan kejujuran... alira sudah luluh dengan penjelasan fahri,,, amarahnya sudah menghilang seketika... trus mas mau ke mana,,,? kenapa ngga ajak aku,,,? tanya alira.... aku mau ke bar sama anton dan yg lain,,, kamu mau ikut ke sana,,,? alira menggelengkan kepalanya sambil menghapus air mata di wajahnya... kalu gitu kamu istrahat aja,,, tunggu aku pulang,,, aku ngga akan lama... kata fahri sambil mengangkat wajah alira dengan kedua tangannya... alira pun memejamkan mata dan fahri mencium bibir alira ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577085177312.jpg-original600webp?sign=317060f48353f8c0f4d4174b11806a45&t=5e72b600) alira tidak dapat menolak,,, karna diapun sudah sangat merindukan ciumab itu... setelah mereka beradu bibir sampai ngos ngosan,,, fahri melepaskan alira dan dan menatap alir... aku minta maaf atas semuanya,,,,, fahri sadar bahwa dia sudah jatuh cinta terhadap istrinya,,, dan dia ngga tahan di cuekin seperti itu,,, tapi dia tidak mengungkapkan cintanya dengan kata2,,, karna kenyataannya dia pria yg tidak pandai dan tidak bisa mengumbar kata2. aku pergi dulu,,, alira hanya mengangguk... tapi sebelum melangkah fahri kembali menatap alira yg hendak menuju kamar tamu.... tidur di kamar kita,,, kembalikan semua barang2 kamu dari dalam kamar tamu... setelah mengatakan itu fahri langsung berlalu meninggalkan alira.... sesampainya di bar sudah ada anton dan teman2nya yg lain... mereka memesan minuman dan mulai minum,,, tiba2 hp anton berdering,,,... "tring...tring...tring..." anton menjawap tlfon dari bella,,, bella menghubungi anton karna dia ingin menanyakan keberadaan fahri,,, karna fahri tidak pernah menjawap telfon dari bella setelah kejadian malam itu... anton adalah sepupu bella,,, dan antonlah yg selalu comblangin bella dan fahri tapi tidak perna di respon fahri.. ton,,, lagi di mana,,,? tanya bella... lagi di tempat biasa,,, jawap anton... bella sudah tau tempat biasa yg di makaud anton... ada fahri juga,,,? tanya bela bersemangat... iya ada,,, jawap anton... aku ke sana ya,,, kebetulan ada dua teman cewek aku dari amerika tadi siang,,, biar ku ajak,,, syapa tau kamu bisa dekati... ok...ok... jawap anton bersemangat... bella mengakhiri abrolannya dengan anton dia tersenyum licik karna dia merencanakan sesuatu yg gila.... hay girls,,, kita ke bar yuk,, ajak bella kepada kedua temannya yg baru datang dari amerika... ayo...ayo... tapi ada yg bisa di makan ngga,,,? tanya kedua wanita itu dengan senyum mesum,,, adaaaaa kalian tenang aja,,, tapi kalian bawa itu ngga,,,? karna aku ingin memiliki pria yg amat aku cintai malam ini... bawa dong,,, salah satu dari teman bella mengambil botol kecil dan berikan kepada bella... ini yg baruh lo,,, eveknya jangka panjang,,, seperti candu gitu... jelas teman bella yg nama alexa... maksud lo,,, tanya bella karna kurang faham... gini sayang,,, kalau yg biasa,,, setelah tumpah,,, reaksinya sudah habis,,, tapi yg ini,,, apabila laki2 itu meminumnya dan kalian melakukannya,,, berarti dia akan candu dengan tubuhmu selamanya,,,... dia ngga akan tertarik sama wanita lain,,, asalkan kamu pastikan setelah dia meminumnya,,, dia melakukannya denganmu,,, karna kalu sampai dia melakukannya sama orang lain,,, berati dia akan candu kepa orang itu dan tidak akan berselerah denganmu walaupun kamu bugil di depannya sekalipun.... kata monika salah satu teman bella... ok,,, itu yg aku mau... jawap bella dengan senyum liciknya... setelah itu,, bella berdandan secantik dan memakai pakaian yg se sexi mungkin... mereka bertiga melaju ke bar dengan penuh senyum bahagia terutama bella... sesampainya di bar,,, mereka langsung menemui fahri dan teman2 nya... heloooo gaaaais,,, sapa bella.. helooo,,, balas anton dan teman2nya yg sudah menatap ke dua teman bella... syapa ni bel,,,? tanya rian salah satu teman fahri... ini monika dan ini alexa,, kata bella memperkenalkan.... haaaay,,, sapa ke dua perempuan itu kepada fahri dan yg lain... hay fa,,, sapa bella manja kepada fahri dan tidak mendapat respon fahri... alexa dan monika senyum2 melihat fahri yg cuekin bella,,, karna buat mereka yg cuek2 itu yg menantang... mereka mengobrol dan tertawa,,, tiba2 fahri berdiri dan hendak malangka... mau ke mana bro,,,? tanya anton,,, ke toilet bentar,,, jawap fahri,,, tapi abisin ini dulu,,, kata anton sambil menyodorkan segelas minuman yg telah dia tuang kepa fahri... nanti aku balik jawap fahri sambil melangkah... "wah kesempatan gue ni" gumam alira... setelah fahri pergi,,, bella mendekati gelas minuman fahri,,, dia melirik ke yg lain yg asik mengobrol dan tertawa,,, dengan segera dia memasukan obat yg sudah dia siapkan,, dan kembali duduk di tempat awalnya... fahri kembali dari toilet dan duduk d tempat duduknya,,, dia mengambil gelas dan langsung meneguknya... bella yg melihatnya langsung mengembangkan senyum liciknya,, dan dia menatap monika kemudian mereka berdua sama2 memberi jempol... tanpa mereka sadari fahri melirik dan melihat tingkah mereka,,,... fahri mulai curiga,,, karna dia merasa badannya yg mulai panas dan menegang... dengan segera dia mengambil henponnya dan mencari tau gejala yg dia rasa melalui internet,,, fahri terbelalak di saan mengetahui ini reaksi perangsang... kurang ajar,,, dasar jalang... gerutu fahri dalam hati,,, dia bersikap santai seakan akan dia tidak merasakan apa2,,,.. aku harus pergi dari sini,, sebelum wanita jalang ini memanfaatka keadaanku ini... gumam fahri dalam hati.... fahri beranjak dari tempat duduknya.... kenapa fa,,,? tanya bella pura2 tidak tau... aku mau ke toilet legi,,, jawap fahri... ooo ya uda,,, jawap bella sambil mendekati fahri dan memeluk lengan fahri,,,... dia menatap wajah fahri dengan tatapan mesum dan berkata,,, cepat kembali ya.... fahri hanya mengangguk dan berlalu ke kamar mandi,,, sampai di kamar mandi dia segera menelfon refan asistennya untuk menjemputnya di depan bar... fahri keluar dan menunggu refan di dalam mobilnya,,, beberapa menit kemudian refan sampai menggunakan taksi,,, refan tidak membawa mobil karna di suruh fahri... agar refan bisa membawa pulang mobil fahri... Chapter 13 Bab 13. malam pertama yg tertunda efan berjalan menghampiri mobil fahri,, dia melihat fahri yg duduk bersandar di kursi mobil bagian belakang dengan tampang yg aneh... "kamu kenapa fa,,,? tanya refan hawatir,,,,... "aku ngga apa2,,, ayo cepat kita pergi... kata fahri... refan melajukan mobil menuju rumah fahri... sedangkan di bar,, bella dan teman temannya sibuk mencari keberadaan fahri ke sana ke mari,,,.... mereka tidak menemukan fahri akhirnya mereka memilih pulang... bella sangat hawatir,,, dia tidak bisa tenang karna takut fahri akan melakukan hal yg tidak dia inginkan dengan wanita lain selain dirinya.... besok aku harus menemuinya di kampus... kata bella pada ke dua temannya... "alira" waktu sudah menunjukan pukul 11 malam,,, alira mengerjakan tugas makalanya dan sudah selesai,,, dia merapikan semua buku dan leptop yg dia pakai untuk menyelesaikan makalanya... dia merasa haus dan beranjak menuju dapur... "fahri" sesampainya di depan rumah,, refan turun dan membukakan pintu untuk fahri,,,,. "kamu pulang aja bawa mobilku,,, aku bisa sendiri,, kata fahri kepada refan yg hendak membantunya menuju pintu rumah... "ya suda,,, aku pergi dulu,,, jawap refan... fahri mendekati pintu dan menekan bel yg ada di samping pintu.... "(ting,,,, tong.....ting,,,, tong)" alira yg hendak menuangkan air ke gelas mendengar suara bel,,, dia kembali meletakan ceret yg dia pegang dan bergegas menuju pintu.... sebelum membuka pintu,, alira mengintip dari lubang kecil yg ada di pintu.... dia melihat fahri yg berdiri di depan pintu dengan wajah yg aneh... "mas kamu kenapa,,,? pasti kamu minum sangat banyak kan,,,,,?... alira berkata setelah membuka pintu.. kemudian alira melangkah masuk dan di ikuti fahri,,,.... alira menuju dapur untuk minum,,, karna dia belum sempat minum.... setelah minum dia berbalik dan kaget dengan keberadaan fahri di belakangnya,,,... "mas,,, kamu mau apa,,,? tanya alira.... fahri tidak menjawap,, dia sedang fokus menatap tubuh alira dengan baju tidur putih yg pendek sebatas paha,, dada alira yg menantang tanpa bra di balik baju tidurnya,,, karna setiap malam alira selalu melepaskan bra.... mas,,,, kamu mau apa,,,? tanya alira dengan sedikit berteriak... aku mau kamu,,, jawap fahri dengan tatapan mesumnya.... maksud kamu apa,,,? kamu.... perkataan alira terpotong karna bibirnya sudah di bungkam oleh bibir fahri.... alira mencoba mendorong fahri tapi tenaga fahri terlalu besar.... selama beberapa menit,,, fahri melepaskan lumatannya untuk mengambil nafas... "mas,,, jangan kaya gini,,,, ini di dapur,, nanti di lihat orang... alira berkata dengan suara terbata bata... fahri tidak menjawap apapun,,, dia mendekati alira dan mengangkat tubuh alira ,,, alira yg takut jatuh,, akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang fahri dan merangkul ke dua tangannya di leher fahri... fahri menyandarkan alira ke dinding dan kembali melumatnya,,,... selama beberapa menit alira hampir kehabisan nafas,,, dia memalingkan wajahnya dan berkata... mas,,, nafasku hampir habis,,, kamu kenapa sih...? aku di jebak sayang,,, jawap fahri sambil kembali mencium leher jenjang alira dan meninggalkan beberapa di sana... maksud kamu apa mas,,,? alira kembali bertanya dan membuat fahri mengangkat kepalanya dari leher alira yg putih dan mulus... "bella memasukan perangsang di dalam minumanku di saat aku ke toilet,,, "untung aku cepat mengetahuinya dan memilih pulang.... fahri mencoba menjelaskan dengan suara seraknya karna menahan hasratnya yg sudah memuncak... "berarti yg nelfon mas tadi bella,,,,? alira kembali bertanya dengan wajah cemberutnya.... alira,,, nanti aku jelaskan,,, tapi tolong,,,tolong layani aku,,, kalau ngga aku bisa gila dan mungkin bisa mati karna menahan hasrat ini... kata fahri dengan wajah yg semakin merah seperti kepiting goreng.... mendengar perkataan fahri membuat alira teringat dengan kasus kematian karna perangsang yg dia nonton kemarin sore di tv... alira merinding dan takut itu terjadi kepada fahri.... tiba tiba alira di kejutkan dengan serangan fahri di bibir,, leher dan dadanya... akhirnya alira membalas cumbuan fahri... karna selain takut terjadi apa2 kepada fahri,, dia juga mendambakan belaian fahri karna dia sangat mencintai fahri.... "bi ina" bi ina tidak bisa tidur dan dia memilih ke dapur untuk mencuci piring kotor,, biar tidak repot besok paginya.... di saat mendekati dapur dia mendengar suara desahan seorang wanita.... haaa,,, siapa itu,,,? apa jangan2 setan,,,? bi ina bertanya tanya dalam hatinya,,, bulu kuduknya berdiri,,, karna takut bi ina ngga berani melangkah maju,,, dia berbalik dan hendak lari,,,.... sebelum dia melangkahkan kakinya,, dia mendengar desahan alira sambil menyebut nama fahri.... mas,,,aaah,,, mas fahri,,,, aaaah...aaaah.... bi ina penasaran,,, perlahan lahan dia melangkah maju dan mengintip dari balik diding... dia terkejut sambil menutu mulutnya dengan tangan,,, dia melihat majikannya yg sedang asik melumat istrinya... astaga,,, aku harus pergi sebelum ketahuan,,, bisa di pecat ni aku kalau sampai ketahuan,,, gumam bi ina sambil berbalik menuju kamarnya... di dalam kamar bi ina tidak habis fikir dengan kelakuan majikannya itu... hmmm anak muda,,, aksi mereka seperti di film BF aja... kata bi ina dan kembali berbaring di ranjangnya.... di dapur alira semakin mendesah dan membuat fahri makin gila.... setelah puas bercumbu,,, fahri membawa tubuh alira ke kamar mereka dan membaringkannya di atas ranjang... fahri melucuti semua pakaiannya sendiri sampai bugil,,, alira yg menatap fahri langsung terbelalak melihat fahri yg besar dan panjang... fahri beranjak ke atas ranjang dan menarik gaun tidur alira sampa robek dan melemparnya ke lantai,,, kemudian dia melumat bibir alira sambil tangannya melucuti cd alira... lumatan fahri semakin tak terkendali,,,,, setelah puas di bibir,, dia turun ke leher kemudian dada membuat leher dan dada putih alira berubah merah seperti gigitan drakula... fahri melumat alira bergantian dengan gemasnya... fahri mencumbui semua inci tubuh alira tanpa ada yg terlewat... cumbuannya sudah berada di pusar alira,,, kemudian turun dan fahri terpana dengan pemandangan indah yg ada di salangkangan istrinya... aaah....huuuuu.... fahri mendesah di saat melihat pemandangan indah di hadapannya,,,.. cantik sayang... kata fahri dengan suara seraknya....... kemudian fahri menenggelamkan wajahnya di alira... fahri memejamkan matanya kemudian dia menghirup aroma dari alira berulang ulang... dan setelah itu dia menjulurkan lidahnya dan menjilati alira yg sudah sangat basah... alira mendesah dengan kasarnya.... aaah....aaaah....mas...mas...aaaaaah... maaas aku... maaaaaaaas... sumburan cairan kental dari lubang surga alira... fahri menyedotnya dan meneguknya... beberapa kali fahri membuat alira mengeluarkan cairan nikmat itu sampai alira benar benar lemas,,,,. kemudian fahri bangun dan mengarahkan nya ke lubang surga alira... pelan2 mas,,, aku takut,,,kata alira.... sakitnya akan berubah menjadi nikmat,,, kamu tenang saja... jawap fahri.... fahri melakukannya dengan perlahan,,, tapi sulit untuk menerobosnya karna terlalu sempit... fahri jadi kesal,,, kemudian fahri menutup mulut alira dengan tangannya... setelah itu dengan sekali hentakan akhirnya fahri berhasil memasuki liang surga alira... alira berteriak dan menangis,,,, " mas.... sakit mas.... sakit... hiks... hiks... hasrat fahri sudah memuncak dan membuatnya tidak menghiraukan tangisan alira,,, dia maju mundurkan pinggulnya perlahan,,, tangisan alira berubah menjadi desahan... "aaaah....aaaaah....aaaaaaah... desahan alira membuat fahri tidak terkendali,,, goyangan maju mundur fahri yg tadinya perlahan sekarang suda cepat dan semakin cepat,,,.... aaaah....aaaah.....aaaah.....aaaah.. dalam kamar itu penuh dengan desahan ke dua insan yg di bakar asmara... fahri semakin bergetar seperti orang kesetrum.... aliraaaa.....aliraaa,,, maaaas....aaaaah...maaaas... mereka sama sama saling memanggil satu sama lain... dan akhirnya fahri tumbang di atas tubuh alira,,, alira memeluk tubuh suaminya dengan erat.... mereka berdua melakukannya berulang kali sampai mereka sama sama merasa lelah dan tertidur,,, alira tidur dalam dekapan fahri,,, mereka berdua tertidur tanpa sehelai benangpun... Chapter 14 Bab 14. alira yg kesakitan pagi harinya alira terbangun, dia melihat fahri yg masih terlelap di sampingnya,,,.... kemudian dia mengambil henponnya untuk melihat jam,,, jam menunjukan pukul 6... alira mencoba untuk bangun tapi seluruh tubuhnya terasa sakit terutama di pangkal pahanya.... walaupun sakit,, dia berusaha untuk bangun karna ada mata kulia jurusan pukul 9 nanti.... "mas,, mas bangun mas..." alira membangunkan fahri,,, karna fahri juga harus ke kampus menyelesaikan nilai nilainya untuk persiapan wisuda bulan depan.... fahri membuka matanya perlahan dan melihat alira yg sudah terduduk di sampingnya.... "kamu mau ke kampus juga,,,,? tanya fahri... alira hanya mengnggukan kepalanya.... "kamu ngga ngerasa sakit,,,? fahri kembali bertanya,,,,... "sakit sih,, malahan sakit bangat,, tapi hari ini ada mata kulia jurusan dan aku harus kumpulin makala... jawap alira... "jam brapa kuliahnya,,,? tanya fahri lagi.... "jam 9... jawap alira.... "kalu mas jam brapa,,,? tanya alira balik... "jam 9 juga,,, mending tidur dulu,,! "ini masi terlalu pagi,,,... kata fahri... "aku mau pipis,,,,.... jawap alira... alira menurunkan kakinya perlahan lahan,,, tapi baru sebelah kaki yg terturun,, dia sudah memejamkan matanya karna menahan sakit pada selangkangannya.... fahri yg melihat itu langsung bergegas memakai celana pendeknya dan turun dari ranjang... fahri berjalan dan berdiri di hadapan alira... dia menarik selimut yg alira gunakan untuk menutupi tubuhnya sampai bagian dada... "mas,,, kamu mau apa,,,? tanya alira ketakutan... " mau membantumu ke kamar mandi,,,... jawap fahri... "ngga usah,, aku bisa sendiri... jawap alira... "alira,,,, kamu tu kesakitan jadi ngga usah ngelawan.... ketus fahri... fahri berkata sambil menarik selimut dari tubuh alira tapi alira tetap menahannya dengan kencang.... "kamu kenapa sih,,,? tanya fahri... "aku malu mas,,, jawap alira yg membuat fahri terkekeh... kenapa harus malu,,,? aku tu udah lihat setiap lekuk tubuh kamu,,, jadi kamu ngga perlu malu... seketika alira menundukan wajahnya yg sudah memerah karna malu... fahri tersenyum melihat tingkah alira.... kemudian fahri manarik selimut alira dan dia kaget melihat bercak bercak dara yg ada di seprei dan selimut putih yg mereka gunakan. karna ini kali pertama untuk fahri melakukannya dengan seorang perawan.... fahri menggendong alira dan hendak membawa alira ke dalam bethroom.... "mas,,, turunin aku di sini,,,..kata alira... kenapa di sini,,,? kamu kan mau mandi,,? aku mau pipis mas.... jawap alira... fahri menurunkan alira di dekat bethroom.... alira pun duduk perlahan lahan sambil memegang tangan fahri... fahri hanya terdiam menatap alira yg menahan sakit.... alirapun pipis dan,,, aaaaaa,,,, maaaas,,, sakit... alira berteriak dan menangis sambil mencengkram tangan fahri... fahri melepaskan tangan alira,,,... tapi alira kembali menarik tangan fahri dan mendongak menatap wajah fahri sambil merengek... ini perih bangat maaas.... rengek alira... iyaaaa,,,,,, makannya itu mas mau ambilin air hangan untuk kamu membasuhnya... alira melepaskan tangan fahri dan fahripun segera mengambil air hangat dan bemberikannya kepada alira... alira mengambil air dari tangan fahri dan membasuh selangkangannya... dan dia kembali berteriak karna kaget di saat menyentuh selangkangannya... aaaaa,,,,ha,,,haaa,,, hiks....hiks....hiks... alira berteriak dan menangis... ada apa,,,? tanya fahri panik.... mas,,, aku takut mas,,, aku ngga mau menyentuhnya,,, aku takut... rengek alira.... memangnya kenapa,,,? tanya fahri bingung... alira hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis,,,,... ya uda skarang kamu mandi,,, mas mau mebereskan tempat tidur,,, karna di sana ada darah... alira hanya mengangguk sambil melangkah ke dalam bethroom yg sudah terisi air hangat... setelah fahri membantu alira masuk ke dalam bethroom,,, dia segera keluar kamar dan membereskan seprei dan selimut yg terkena darah perawan alira... dia mengambil plastik dan memasukan seprei dan selimut ke dalam palastik... setelah itu,, dia menaruh plastik itu ke dalam lemari bagian bawa... kemudian dia mengambil henponnya,,,... dia membuka internet dan mencari nama obat yg bisa dia beli untuk mengurangi rasa sakit pada alira... dia menemukan nama obat penghilang nyeri dan juga salep... dengan segera dia memesan obat dan salep itu melalui gojek.. setelah beberapa menit alira keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai haduk sambil terisak,,,... alira menangis bukan hanya karna rasa sakit,, tapi dia merasa takut di saat menyentu selangkangannya yg sudah sangat bengkak... fahri menghampiri alira yg ada di depan pintu kamar mandi,,, dia menggendong alira dan meletakan alira di atas ranjang... setelah meletakan alira,,, fahri bergegas untuk mandi... alira yg sedang bengong memikirkan selangkangannya yg bengkak,, di kejutkan dengan ketukan dan suara bi ira di depan pintu kamar... "tok tok tok,, non,,, non lira... suara bi ira memanggil... alira tidak bisa turun dan berjalan untuk membuka pintu,,,... "maaas,,,,maaas...alira memanggil fahri yg masih berada di dalam kamar mandi... fahri segera keluar dengan hanya memakai handuk juga,,,... rambut dan wajah yg basah menambah ketampanan fahri... dan alira pun terpana melihat ketampanan wajah suaminya... "ada apa,,,? kenapa kamu menatapku seperti itu...? alira yg kaget dengan pertanyaan fahri langsung membuang muka dan salah tingkah... fahri tersenyum melihat tingkah alira yg lucu... "tu ada bi ira di depan pintu,,,... kata alira tanpa menatap fahri... fahri melankah menuju pintu dan membukanya,,,... "ada apa bi,,,? tanya fahri... "ini den,,, katanya pesanan aden... kata bi ira... sambil menyodorkan kresek kecil ke arah fahri... "ooo iya,,, makasih bi... jawap fahri... walaupun sifatnya yg dingin,, tapi fahri sangat ramah dengan parah pembantu yg ada di rumahnya itu... dia kembali menutup pintu dan berjalan menghampiri alira... "sini mas lihat,,,,... kata fahri... "lihat apa mas,,,? tanya alira gugup... "itu,,, kamu... jawap fahri santai... "buat apa mas,,,? tanya alira kembali dengan wajah yg panik... "ya buat di obati,,, fahri berkata sambil memperlihatkan kresek yg berisi obat... "dari mana mas dapat obat itu,,? alira bertanya dengan nada yg sedikit hawatir,, karna dia takut kalau sampai fahri meminta obat itu dari dokter rani... dia malu kalau ada orang yg mengetahui apa yg terjadi pada dirinya... "mas buka internet tadi,, dan memesannya melalui gojek... jawap fahri menjelaskan... alira menghela nafas lega... "memangnya kenapa,,,? tanya fahri... "ngga apa apa,,, aku cuma takut kalau mas meminta obat dari dokter rani,,,,... "aku malu kalau ada yg tau... jawap alira... kemudian fahri membaringkan alira dan membuka ke dua pahanya,,, fahri terbelalak dengan apa yg dia lihat... "kok bisa sampai kayak gini sih,,,,? gumam fahri dalam hati... fahri membuka penutup salap dan mengolesnya pada area sensitif alira yg bengkak... alira hanya memejamkan matanya menahan sakit karna di sentuh oleh fahri... setelah mengoles salap,,, fahri membangunkan alira dan mengambil segelas air... fahri memberikan obat dan segelas air buat alira... "minum obat ini,,, biar rasa sakitnya menghilang,,, alira hanya menurut,,,.... jam menunjukan pukul 8,,, fahri dan alira sudah selesai bersiap siap... rasa sakit pada alira suda berkurang jadi alira sudah bisa berjalan seperti biasa walaupun masih sedikit terasa perih... mereka berdua turun ke dapur dan sarapan,,,... bi ina yg melihat ke dua majikan mudanya jadi salah tingkah... fahri yg merasa aneh dangan tingkah bi ina langsung bertanya... "ada apa bi,,,? tanya fahri,,,. "ngga... ngga.. apa apa den,,,... jawap bi ina gugup... fahripun mengangguk karna tidak sadar kalau bi ina melihat semua yg terjadi di dapur semalam... Chapter 15 Bab 15. bella mendatangi fahri ke kampus fahri dan alira duduk dan menyantap sarapan yg sudah di siapkan bi ina.... sekali kali bi ina melirik fahri dan juga alira.... "gimana den fahri ngga serakus itu kalau bodi istrinya seperti gitar spanyol gitu.... gumam bi ina sambil melirik alira..... selesai sarapan,,, fahri dan alira berangkat ke kampus,,,..... fahri menurunkan alira di tempat biasa,, karna itu permintaan alira.... "kamu bisa sendiri,,,,? tanya fahri... ya bisa,,,, kalau ngga bisa memangnya mas mau ngapain,,,? ketus alira.... "ya udah kalau gitu,,, fahri berkata sambil melaju memasuki area kampus... sampai di parkiran,, fahri memilih tetap duduk di dalam mobil,, dia menunggu alira karna dia lupa memberika sesuatu kepada alira... dia melihat lihat ke arah gerbang kampus.... ko lama bangat sih,,,,? apa jangan jangan dia kenapa napa,,,,? tanya fahri dalam hati.... fahri hendak keluar dari mobil untuk melihat alira,,, tapi belum sempat dia melangkah,,, alira sudah muncul di depan gerbang kampus.... fahri cepat cepat mengambil hp dalam sakunya dan mengirim pesan kepada alira... "ke sini bentar,, aku mau kasih sesuatu... "aku takut mas di lihat yg lain... balas alira... alira berjalan ke dalam gedung kampus tanpa melirik fahri.... "ni salepnya,,, di olesin terua biar cepat sembuh... bisik fahri dari arah blakang sambil memasukan salep ke dalam tas alira yg membuat jantung alira hampir lompat dari dalam rongga dadanya.... setelah itu fahri berlalu meninggalkan alira..... untung saja ngga ada yg liat,,, gumam alira... tanpa alira sadari,,, ternyata sifa melihatnya dari arah belakang.... "ada apa dengan alira sama ka fahri,,,? "aku harus nanya ngga ya,,,? "sudah ah,,, nanti aja aku nanyanya.. "gumam sifa dalam hati.... sifa melangkah menuju alira yg masih berdiri di tempatnya.... "hay sexy,,, ngapain lo bengong di situ,,,? di sambar kolor ijo baru tau rasa lo.... kata sifa sambil tertawa...hehehehe.... "apaan si lo,,,? jawap alira.... sifa memilih untuk tidak menanyakan apa yg dia lihat barusan... "ayo kita pergi,,,! ajak sifa sambil menarik lengan alira.... "lira,,,, panggil sifa sambil memandang alira dari atas sampai bawah.... "hmmmm... jawap alira.... "lo cantik bangat hari ini,,,? kata sifa... karna hari itu alira mengenakan baju lengan panjang yg pas pas di badannya, berwarna biru dongker di atas lutut "memangnya kemarin kemarin aku ngga cantik...? tanya alira dengan tampang cemberut... "bukan gitu,,, kamu tu sudah terlahir cantik,, tapi hari ini kecantikanmu sempurna bangat lo,,,? jawap sifa sambil tetap menatap alira... "iya aku tau aku cantik,,, tapi jangan di tatap gitu kali,,,, alira berkata sambil menjitak kepala sifa.... "ih kamu,,, di puji malah main kekerasan... protes sifah... "aku tu ngga perlu di puji,,,, walaupun ngga di puji aku tau ko aku cantik dan mempesona... alira berkata sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah sifa... "ih najis lo.... kata sifa dan mereka berdua tertawa... mereka berjalan dan melihat teman teman mereka yg lagi asik duduk di kursi taman,,,,.. "ngapain mereka di situ,,,,? tanya alira.... "ngga tau,,, kita sususl aja yuk...! ajak sifa... kemudian mereka melangkah menuju taman dan di sana juga ada fahri dan teman temannya yg duduk ngga jauh dari teman teman alira... hey,,, sifa berteriak sambil melambaikan tangan ke arah teman temannya.... "sini sini,,,! balas amel dan ara...... fahri dan teman temannya menatap alira dan sifa... "cantik bangat tu cewek,,, apalagi bodinya,,? huhh,,, sexy bangat,,, kata anton sambil menatap alira dengan tatapan mesumnya... "iya iya benar,,, semua cowo cowo di kampus ini sangat mengagumi tu cewe... sambung rian dan yg lainnya... fahri hanya terdiam tanpa expresi... "aduh sexy,,, kita di tatap sama opa apa korea dan sekutunya,,,, kata alira kegirangan... "najis lo,,,, balas alira.... agus yg melihat alira langsung berdiri dan mendekati alira.... "waaaao,,, kamu cwaaaaantik bangat,,, kata agus sambil menatap alira dari atas sampai bawa.... kotok,,, jitakan alira mendarat di kepala agus... "aduuuuh lira,,, cantik cantik ko galak... protes agus sambil mengusap ngusap kepalanya... "aku tau aku cantik,,, tapi kamu ngga usah natap gitu,,, ketus alira... "kenapa emang,,,? jawab agus... "aku ngga suka tatapan mesum kamu tau.... "beb,,, aku yakin,, hari ini siapapun yg menatapmu pasti mesum... kata amel dan serempak mereka tertawa... hahahahahaha... "tunggu tunggu,,, ngomong ngomong,, kenapa kalian di sini,,,? tanya sifa... "semua dosen lagi rapat,,, jadi kita bersantai aja di sini.... jawap ara... "oooooh gitu,,, sambung sifa.... tiba2,, mereka semua di kagetkan dengan suara yg memanggil fahri.... fa,,,, fahri..... teriakan bella dari arah sana... mereka semua berbalik dan menatap ke arah bella.... bella melangkah menuju fahri dan teman temannnya dan duduk di sebelah fahri.... bella menggandeng lengan fahri manja,,, "semalam kamu kemana fa,,,? tanya bella... "iya fa,,, kamu kemana semalam,,,? dari tadi kita lupa nanyain.... sambung anton dan yg lain... "kita cari lo kemana mana tapi ngga ada lo... tambah bella... "aku merasa pusing dan memilih pulang.. "oooo gitu,,,,? sambung bela.... "sukurlah dia langsung pulang,,, di rumahnya kan cuma ada orang tuanya,,, ngga mungkin dia macam macam... aku pikir dia kelayapan mencari mangsa.... gumam bella sambil mengembangkan senyum liciknya... alira yg melihat bella menggelayut manja di lengan fahri dari tadi, merasa ngga tahan dan beranjak dari tempat duduknya... "mau ke mana lir,,,? tanya sifa yg dari tadi memperhatikan alira... "aku mau ke toilet bentar... jawap alira sambil berlalu meninggalkan teman temannya... setelah kepergian alira,,, fahripun pamit ke toilet dan membuat sifa makin penasaran... setelah fahri melangkah pergi,, sifa memutuskan untuk menyusul... kalian di sini dulu ya,,,? aku mau nyusul alira,,,... kata sifa ke teman temannya... setelah itu dia melaju ke arah toilet,, dia mencari cari tapi tidak menemukan alira... "fahri dan alira" fahri menyusul alira karna dia tau alira marah melihat bella yg menggandeng lengannya... dia menunggu alira di luar toilet cewek yg bersebelahan dengan toilet cowok... kebetulan suasana di situ lagi sepi... sifa melangkah mendekati toilet,,, dan dia keget melihat fahri yg berdiri di pertengahan toilet cewek dan cowok... dia mengintip dari balik dinding... diam2 dia melihat satu pintu dari toilet cewek tebuka,,,... dan yg keluar dari sana adalah alira... sifa kaget karna melihat fahri mendorong alira kembali ke dalam toilet... kemudian pintunya tertutup,,,... sifa kaget sampai mulutnya terbuka dan dia menutupinya dengan kedua tangannya... whaaat,,,? apa yg terjadi ini,,,? tanya sifa kaget... "fahri dan alira" "alira,, kamu kenapa,,? kamu marah,,,,? tanya fahri yg sudah memepet alira ke didinding.. "mas,,,, apa paan kamu ini,,,? kalau di liat yg lain gimana,,,? kata alira.. "ngga ada orang di luar,,, jawap fahri santai... "ya aku marah,,,aku ngga suka melihat bella menggandeng mas kaya gitu,,, tapi aku lihat kayanya mas senang senang aja tu... ketus alira sambil melirik fahri yg sudah terkekeh... "kenapa tertawa,,,? tanya alira kesal,,,... "kamu cemburu ya,,,? kata fahri mengejek alira,,,... "ah tau ah,,, aku mau pergi,,, alira berkata sambil menarik pintu dan keluar,,,... alira melangka baru beberapa langkah,,, fahri sudah menyusulnya... karna fahri melihat suasananya sepi,, dia segera membalikan tubuh alira dan melumat bibirnya,,, alirapun membalas lumatan fahri tanpa mereka sadari sifa hampir pingsan melihat apa yg mereka lakukan... hampir kehabisan nafas,,, alira mendorong dada bidang fahri sampai fahri tersandar di dinding,,, kemudian alira berbalik dan berlari meninggalkan fahri.... sifa yg ada di balik dinding terkejut bukan kepalang,,,, "apa mereka pacaran,,,? tanya sifa sambil mengelua ngelus dadanya dan mengatur nafasnya yg ngos ngosan seperti orang yg baru selasai lari memutar lapangan 20 kali.. setelah dia merasa sudah bisa mengontrol pernapasannya,,, dia kembali ke taman menyusul alira dan yg lainnya... fahri yg tersandar di diding merasakan fahri kecil sudah mulai bangun... dia cepat cepat masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya... siaaaaal,,,, kenapa bisa bangun hanya karna melumat bibirnya sih.... gerutu fahri... Chapter 16 Bab 16. sifa memergoki fahri dan alira alira berlari menghampiri teman temannya,,, setelah sampai di sana dia tidak melihat keberadaan sifa.... "di mana sifa,,, tanya alira kepada teman temannya,,,..... "dia kan lagi nyusul lo,, tadi,,,,! jawap ara.... "apa,,,? nyusul gue,,,? alira kaget,,, dia takut kalau sifa melihat semuanya... "aku harua nemuin dia segera,,, sebelum dia mengatakannya pada yg lain... gumam alira.. alira berbalik dan pergi mencari sifa,,, taman temannya yg lagi asik mengobrol tidak menyadari kepergian alira kembali... dia mempercepat langkahnya,,,.... di kamar mandi fahri yg merasa sudah lebih rilex melangkah keluar dan berlalu menuju ruang dosen yg mau dia temui... alira yg melangka tergesa gesa berpapasan dengan sifa di lorong yg mau balik ke taman... "sif,,, "alira,,, mereka sama sama memanggil satu sama lain dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... alira segera menarik tangan sifa dan membawanya ke tempat yg lebih sepi... "sifa,,, panggil alira.... alira menatap sifa dengan wajah yg tegang begitupun sebaliknya... "sif aku,,, aku,,, kata alira terbata bata... "aku lihat semuanya lir,,, sambung sifa yg sudah mengerti maksud alira... "sif,,, aku mohon jangan bilang bilang ke siapapun... kata alira sambil menggenggam ke dua tangan sifa... "ok,,, tapi kamu harus jelasin semuanya... kata sifa... "apa kalian pacaran,,,,? tanya sifa karna alira hanya terdiam... alira menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan... "sif,,, aku sama mas fahri sudah menikah,, kata alira sambil menunduk... "apaaaaa,,,,? teriak sifa kaget... dengan cepat alira menutup mulut sifa dengan tangannya... "jangan keras keras nanti di dengar orang,,,... "kapan,,,? tanya sifa karna tangan alira sudah terlepas dari mulutnya.. "11 bulan yg lalu di saat aku baru lulus sma... "apaaaa,,,,? teriak sifa kembali... "adu sifaaaaa,,, ngga usah teriak teriak dong... kata alira... " sumpah aku kaget bangat lir,,, laki laki tertampan yg kamu bilang kulkas itu ternyata suami kamu dan itu sudah hampir setahun,,,,? "bagaimana ceritanya lir,,,? tanya sifa penasaran.... " kita di jodohkan sama orang tua kita dari mas fahri umur 3 tahun dan aku belum lahir,,, karna orang tua kami itu sahabatan gitu... "astaga sexy,,, ternyata kamu istri dari laki laki tampan dan kaya raya yg di gilai semua wanita termasuk aku loh,,,... jawap sifa jujur... " tapi kamu tenang saja,,, mulai saat ini,,, akan aku relakan dia untukmu,, karna kamu itu sudah sah menjadi istrinya,,dan aku,, jangankan mau jadi istrinya pembantunya aja, mungkin dia ngga mau... hehehehe... alira yg mendengar penjelasan temannya jadi ikut ngakak.... "tapi tunggu dulu,,, kata sifa... "kamu kan istrinya,,,? "tapi ko kamu diam aja,,,? melihat suami kamu di tempelin sama kutilang itu... "kalu aku jadi kamu,,, sudah ku patain tubuhnya yg kurus tingngi langsing alias kutilang itu... kata sifa dengan nada kesalnya... "aku juga ingin patahin lehernya yg tinggal tulang itu,,, tapi aku sama mas fahri sudah sepakat merahasiakan hubungan kita... kata alira dengan wajah yg cemberut... "ya udah ngga papa,,, yg penting ka fahri cintnya sama lo.... kata sifa sambil menepuk nepuk pundak alira... "aku si,,, sebenarnya bingun sif,,, kata alira dengan tampang yg lesu... "bingun kenapa,,,? tanya sifa kurang ngerti... "aku ngga tau apa mas fahri sudah mencintaiku atau belum,, sif... "karnaaa,,, pernikahan kita kan lantaran perjodohan bukan cinta... "ya ela liraaaaa,,,, laki laki mana yg ngga akan jatuh cinta sama wanita cantik,,, bohai,, montok,, padat,,, berisi,,,, immmm apa lagi ya,,? kata sifa yg membuat alira terkekeh... "aku ngga tau mau nyebutin apa lagi untuk sahabatku yg paling cantik in,,, tapi intinya,, aku yakin,, ka fahri akan jatuh cinta padamu,,,... "tapi dia ngga perna bilang cinta sif,,, kata alira sambil memajukan bibirnya... "ya dia kan kulkas,, dingin,, beku,, jadi bagaimana mungkin dia bisa obral kata kata cinta lir,,,? kata sifa meyakinkan sahabatnya... "tapi aku kan cewek,,, ingin pernyataan cinta dari laki laki,, pengen di manja dan di sayang... kata alira sambil menatap ke atas seperti sedang membayangkan sesuatu... "ya uda,,, nanti kamu bilang aja sama dia apa yg kamu mau... kata sifa... "tapi lir,, apa kamu sudah jatuh cinta padanya... tanya sifa penasaran.. "udah sif,,, siapa sih yg ngga jatuh cinta sama dia,,,? kata alira jujur... "iya benar,,, maka dari itu,, kamu harus waspada sama pelakor pelakor yg mengincar suami kamu,,, karna selain dia sangat tampan,,, dia juga kaya raya kan,,,? kata sifa memperingati temannya itu... "iya,, aku harus extra hati hati... kata alira sambil menggem tangan sifa... "kamu harus janji ya sif,,, jangan kasih tau ke siapupun... pinta alira... "iya aku janji,,, tapi ara sama amel gimana,,? tanya sifa... "nanti aku yg kasih tau kalau suda waktunya.. jawap alira... kemudian mereka berpelukan dan melangkah menemui yg lain di taman. sampainya di taman,, alira sudah tidak melihat keberadaan fahri maupun bella.. cuman ada anton dan yg lainnya... karna bela sudah pulang,,, dia memilih pulang lantaran fahri entah kemana... "kita ke kantin yu,,, ajak amel... "ayo,, aku juga udah lapar ni,,, sambung agus.. "ya udah kita makan dulu sebelum masuk ruangan... tambah sifa... merekapun baranjak menuju kantin... di sisi lain alira mulai berfikir yg macam macam sama fahri,, karna fahri maupun bella tidak terlihat sama skali... alira mengambil henponnya dan mengirim pesan ke fahri melalui watsap... "mas,,, kamu di mana,,,? fahri tidak membalas,,,karna dia lagi berurusan sama dosennya... alira mulai kesal,,, dan dia mengirim kembali pesan ke fahri berulang ulang dengan segala tuduhan yg ada dalam fikirannya... selesai makan mereka ke ruangan karna dosen yg akan memberi mata kulia sudah selesai rapat... "fahri" fahri sudah selesai berurusan dengan dosen yg di temuinya sejak tadi... dia membuka hp dan membaca pesan dari alira satu per satu... dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar... memangnya aku sebajingan itu,,,? gumam fahri setelah membaca pesan dari alira... kemudian fahri ke parkiran dan menjalankan mobilnya ke tempat yg biasa dia menurunkan dan menunggu alira... di dalam mobil fahri kembali membaca pesan yg di kirim alira dan dia senyum senyum sendiri... "isi pesan alira" "mas,, kamu di mana,,? "kamu sama kutilang itu ya,,,? "kamu ini manusia apa hewan sih,,,? ngga ada puas puasnya... "masih kurang ya semalam,,,? "semalam kamu menyiksaku dengan gaya berdiri,, duduk,, setenah duduk,, jungkok,, nungging,, terlentang,, kaki ke atas,, kaki ke samping,, sampai aku hampir mati tau ngga,,,? "sekarang masi saja pergi sama kutilang itu,,, "apa lebihnya dia,,,? "kurus tinggal tulang begitu,, apanya yg enak,,? selesai membaca pesan alira,,, fahri menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil sambil tersenyum mengingat kejadian semalam,,, dia merasa seperti kesetanan di saat itu... Chapter 17 Bab 17. alira yg cemburu buta hampir setengah jam fahri menunggu namun alira belum juga nongol.... akhirnya fahri mengirim pesan kepada alira.. "kamu di mana,,,? aku lagi nungguin ni.... ting.... hp alira berbunyi tanda ada pesan.... alira membaca pesan fahri dan segera membalasnya.... "ngga usah nungguin aku,,, karna aku masi ada mata kulia dari pa bambang.... balas alira berbohong.... fahri membaca pesan alira dan mengerutkan keningnya.... "ngga usah kamu bohongin aku,,, aku melihat pa bambang sudah pulang... balas fahri... "aku mau pulang sendiri,,, tambah alira... "kamu mau ke sini atau aku yg ke sana,,,? ancam fahri yg membuat alira kikuk... "ya udah aku ke situ,,, balas alira pasrah... karna dia tau fahri orangnya tidak pernah main main dengan perkataannya... "aku duluan ya,,, pamit alira kepada teman temannya..... "kenapa buru buru lir,,,? tanya amel... "ada urusan penting,,,, jawap alira sambil berlalu meninggalkan teman temannya... fahri melihat alira berjalan dengan wajah datarnya mendekati mobil fahri.... alira membuka pintu mobil dan langsung duduk di samping fahri tanpa melirik fahri sama skali.... fahri melajukan mobilnya menuju kantor,,,,... "kita ke kantor dulu,,, ada jadwal miting jam 2 nanti,,,,....kata fahri.. sedangkan waktu sudah menunjukan pukul 12 tepat.... alira tidak menjawap sama skali... dia sangat kesal sama fahri karna tidak menanyakan kenapa dia ngambek atau apapun itu.... laki laki macam apa dia,,,? apa semuanya harus aku yg memulainya,,,? gumam alira sambil memandang fahri lewat spion yg ada tepat di bagian atas depan mereka.... dan alira melihat ada tanda merah di dada fahri, karna kancing kemeja hitam yg fahri gunakan sudah terbuka sebagian... alira semakin kesal dan berfikir macam macam.... "aku mau turun,, kata alira dengan suara bergetar karna menahan tangis... fahri cuek dan tetap fokus menyetir.... "aku bilang,,, aku mau turuuuuun.... teriak alira dengan mata yg sudah berkaca kaca... fahri menepi dan menatap alira yg hendak membuka pintu mobil.... "apa apaan kamu,,, bentak fahri sambil memegang pintu yg mau di buka alira... "aku mau turuuuuun,,, aku ngga sudi pergi bareng kamu... teriak alira dengan air mata yg sudah mengalir membasahi wajah cantiknya... "kamu kenapa haaa,,,? kamu sudah gila,,,? teriak fahri tak mau kalah... "ya,,, aku sudah gila karna kamu,, karna perbuatan kamuuuu..... ketus alira... fahri menghela nafas panjang dan kembali menghidupkan mesin mobilnya... tapi belum sempat fahri melaju,, alira sudah memutar kunci untuk mamatikan mobil itu... "mau kamu apa aliraaaa,,,? tanya fahri sedikit kesal atas tindakan alira.... "mau aku,,,,, kamu jelasin apa ini,,,,? kenapa sampai bisa kaya gini,,,? alira berkata sambil menarik kemeja fahri bagian dada.... "dan tadi kamu sama bella ke mana,,,? tambah alira... fahri menatap wajah alira yg sudah basah dengan air mata,, dan dia menggelengkan kepalanya.... "maksud kamu apa menggelengkan kepala,,,? jawaaaap,,,! jawap aku maaaas,,,? alira berteriak sambil memukul mukul fahri dengan kedua tangannya... "ya udah aku jelasin,,, tapi kamu tenang dulu dong.... jawap fahri sambil memegang ke dua tangan alira.... "alira terdiam sambil menatap fahri dengan wajah yg sudah sangat basah dengan air mata... setelah alira tenang,,, fahri mengambil hp nya dan dia memutar sebua rekaman kemudian dia berikan kepada alira... "itu kegiatanku setelah pergi dari taman,,,,, fahri memang sengaja merekam kegiatannya bersama dosen pembimbingnya,,, karna di saat dia melangkah menuju ruang dosen,,,, dia melihat bella beranjak dari taman entah ke mana,,,dan pada saat itu alira tidak ada di taman... fahri sudah menduga kalau situasinya akan seperti ini,,, jadi dia harus punya bukti,,, karna alira orangnya tidak mudah untuk percaya kalau hanya dengan kata kata... "dan kalau untuk tanda merah yg ada di dada dan punggungku ini,,, aku rasa tanpa aku jelaskan kamu sudah ngerti.... tamba fahri... alira bingung,, dia tidak mengerti maksud fahri.... "maksud kamu apa,,,? tanya alira dengan tampang bingungnya... "kamu ini amnesia atau apa sih aliraaa,,,,? tanya fahri sambil menjalankan mobilnya... "kamu lupa,,,? kalau tadi malam itu kamu berubah menjadi srigala dan mencakar semua tubuh aku,,,,? dan tanda cakaran ini,,, bukan hanya di dada sama punggung,,, tapi di belakang dan perut aku juga ada.... jelas fahri panjang kali lebar... "wajah alira serentak memerah karna malu... dia menundukan wajahnya karna malu dengan segala tingkahnya... "kenapa,,,? kamu malu,,,? ini perbuatan kamu dan kamu melemparnya kepada orang lain... dan satu lagi alira,,,, tolong kamu potong kuku kamu,,, kalau ngga lama lama badan aku ini bisa cacat semua karna kamu... tambah fahri yg membuat alira langsung memukul pundak fahri dengan tasnya... "apaan si kamu,,,? ketus alira... "kamu tu yg apa apaan,,, kerjanya hanya cemburu buta saja... jawap fahri... "biarin,,, mending kerjaan aku cemburu dari pada kerjaan aku selingkuh... dan kamu itu harus bersukur,,,, kalau cewek yg cantik, montok dan bohai ini cemburu sama kamu,,,? jawap alira dengan pd nya... tau ngga kamu,,,,,,? banyak laki laki di luar sana pengen di cemburui sama aku,,, karna cemburu itu tanda cinta... tambah alira.... jadi kamu bangga dengan semua itu,,,? tanya fahri dengan nada kesalnya... ngga,,,, aku biasa aja,,,,.... "kamu ngga boleh cemburu sama siapapun selain aku.... ketus fahri.... "apa,,,,? jadi maksud kamu,,, kamu masih tetap membuatku cemburu,,,,? jawap alira... "siapa yg buat kamu cemburu,,,? kamu aja yg cemburu buta... jawap fahri... setelah sampai di kantor,, fahri dan alira langsung menggunakan lif khusus, ke lantai paling atas yg terdapa ruangan fahri... sebelum memasuki ruangan,,, fahri menghampiri meja sinta,, "sin,,, klaennya udah datang,,,? tanya fahri... "sudah dalam perjalanan ke sini pa,,, jawap sinta... sedangkan alira berada di samping fahri sambil memeluk lengan fahri dan fahri membiarkannya... semua mata tertuju kepada alira yg sangat lengket dengan fahri... ada yg menatap dengan tatapan mengagumi,, dan ada juga yg menatap dengan tatapan sinis,,, karna hampir semua kariawan perempuan yg ada di kantor itu sangat memuja fahri dan mengidam ngidamkan fahri,,,, sampai ada yg menggunakan segala cara untuk mendapat simpati dari fahri,, tapi ngga ada yg berhasil.. Chapter 18 Bab 18. fahri yg tergoda setelah berbincang dengan sinta,, fahri dan alira menuju ruang kerja fahri dengan tangan alira yg masih tetap memeluk lengan fahri,,,.. fahri berdiri di dapan meja kerjanya sambil menatap alira,,,.... "mangapa kamu menatapku seperti itu,,,? tanya alira... "sampai kapan kamu kaya gini,,,? dan bagaimana aku mau kerja kalau kamu ngga lepasin lengan aku,,,? tanya fahri sambil menatap ke arah lengannya yg di peluk erat oleh alira,,,... sontak alira kaget dan melepaskan lengan fahri,,,,.... "hehehehehe,,,, jadi lupa aku... jawap alira sambil terkekeh... "lupa apa nyaman,,,? sambung fahri... "yaaaa,,, dua duanya,,, karna nyaman jadinya lupa.... jawap alira sambil berjalan ke arah sofa dan membaringkan tubuhnya di sofa yg berada di depan meja kerja fahri.... alira berbaring dan mengangkat ke dua kakinya di atas sandaran sofa sambil memainkan henponnya... fahri yg duduk di meja kerjanya, menatap alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577551044187.jpg-original600webp?sign=0ee5a45cce42ad8016842baa04684f05&t=5e72b600) alira yg menyadari tatapan fahri,, hanya cuek pura pura ngga tau... "alira,, gitu ya gayanya wanita cantik,,,? tanya fahri dan membuat alira berbalik dan menatapnya... "maksud kamu apa,,,? tanya alira balik.... "tu lihat gaya kamu,,,! atau jangan jangan kamu sedang menggodaku ya,,,? tanya fahri sambil menatap paha alira yg sudah kelihatan... "apaaaaan,,,? aku ini,, biar ngga bermaksud menggoda, tapi setiap laki laki yg ada di sampingku semuanya pasti tergoda... kaya tadi di luar,, semua kariawan laki laki menatapku sampai mangap... jelas alira yg membuat fahri menarik nafas... fahri kembali membuka berkas berkas yg ada di depannya untuk di tandatangani,, sambil sekali kali melirik alira... setelah semuanya selesai,,, fahri beranjak dan hendak mandi untuk bersiap siap menyambut klaen pentingnya... tapi di saat mendekati sofa,,, dia melihat alira yg sudah terlelap,,, akhirnya dia mengangkat alira dan membaringkannya di ranjang... setelah itu dia mandi,,, selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi menuju lemari... tapi langkah kakinya tertahan karna dia melihat pemandangan yg menggoda di depannya .. fahri melihat alira yg tidur dengan gaya yg sangt menantang,,, bajunya sudah terangkat sampai ke pinggulnya,,, pahanya yg mulus sudah terekspos,,, katna baju yg di kenakannya sudah naik ke atas... jantung fahri berdegup kencang,, nafasnya memburu karna hasrat yg tidak bisa di tahan lagi... fahri tiba tiba naik ke ranjang menindih tubuh alira,, dan akhirnya pertempuran pun di mulai... setelah beberapa menit merekah bertempur dengan gairah dan desahan yg memenuhi ruangan itu... tiba tiba henpon fahri yg berada di samping alira berdering dan fahri segera mengangkatnya tanpa menghentikan aksinya.. "halo pa,,, klaennya 5 menit lagi sudah sampai,,, kata sinta di balik talfon.... "ok,, aku lagi siap siap,,, jawap fahri berbohong dengan suara terbata bata dan nafas yg ngos ngosan seperti orang yg sedang berlari,,,, kemudian fahri meletakan henponnya di samping alira,, dan fahri lupa mematikan telfonnya dengan sinta... sinta yg hendak meletakan telfon genggam ke atas meja kerjanya, tidak sengaja mendengar suara desahan alira yg membuatnya kaget dan kembali mendekantkan telfon genggamnya ke arah telinganya.... mata sinta terbelalak mendengar alira mendesah memanggil manggil nama fahri keringat dingin sinta keluar karna terlalu tegang.... "sin,,, ada apa,,,? tanya salah satu kariawan yg tidak sengaja melihat tingkah sinta... sinta kaget dan segera menutup telfonnya sambil menggelengkan kepanya... setelah beberapa menit fahri keluar dan menemui sinta,,,,.... "mana berkas berkasnya,,,? tanya fahri dan membuat jantung sinta hampir stop detakannya... "i,,,i,,,ni pa,,, jawap sinta gugup sambil menyerahkan beberapa map kepada fahri... fahri tidak terlalu fokus dengan tingkah sinta yg gugup dan tegang,, karna dia memang orangnya sangat cuek... fahri melihat berkas yg di berikan sinta sejenak... "pegang ini dan ikut aku,,,! kata fahri... " setelah fahri pergi,, sinta mengelus ngelus dadanya sambil menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan,, dan kemudian beranjak menyusul fahri... Chapter 19 Bab 19. jantung sinta hampir berhenti berdetak... fahri dan sinta berjalan menuju lif untuk menyambut kedatangan klaen penting yg sudah bersama refan.... masih beberapa langkah untuk mereka sampai di depan lif,, pintu lif sudah terbuka dan munculah refan dan beberapa lelaki berkaian rapi dengan jas,,,,.... fahri segera mempercepat langkahnya sambil menjulurkan tangannya untuk besalaman dan berkenalan... mereka menyambut uluran tangan fahri dengan senyum yg ramah.... "hallo,,,, saya fahri permana,,,,, kata fahri sambil berjabat tangan dengan semuanya... "ooooo ini putranya bapak indra permana yg terkenal sangat cerdas,,, sukses dan juga tampan.... kata salah seorang dari mereka,,, dan fahri hanya tersenyun mendengar pujian mereka.... "iya benar,,, dan ternyata anda masih sangat muda pa fahri,,, sambung yg lainnya... "makasih atas pujiannya,,, dan mungkin kita bisa segerah ke ruangan miting saya saja,,, biar lebih nyaman dan santai,,, ucap fahri.... merekapun melangkah ke ruang miting dan mulai membahas kerja sama mereka yg akan di mulai dua minggu ke depannya... fahri berbicara dengan gagahnya,,, dia mengeluarkan ide idenya untuk kerjasama yg dapat menguntungkan semua pihak... yg lain hanya mendengar dan menatap fahri kagum sambil sesekali menepuk tangan... "bagaimana bapa bapa,,,? tanya fahri setelah selesai berbicara panjang kali lebar,,, "mereka saling menatap satu sama lain dan kemudian bertepuk tangan,,,,... "kami setuju,,,, kata mereka sambil menjabat tangan fahri.... "baiklah kalu begitu,,, dua minggu ke depan kerja sama kami sudah mulai berjalan,,, karna minggu ini saya harus ke amerika untuk mengurus proyek ku yg di sana,,, kata fahri sambil tersenyum ke arah tamu tamunya.... "pa fahri,,, kalau anda masih lajang,,, maukah anda berkenalan dengan anak saya,,,,?,,, dia seorang model yg sangat cantik dan sukses... kata pa alex sala satu klaen fahri... "makasih pa alex atas tawaran bapak,,, saya bisa berkenalan mungkin sebagai teman atau partner bisnis,,, tapi kalau lebih dari itu saya minta maaf pa,,, karna saya sudah menikah.... ucap fahri dengan tenangnya... "oooo ternyata anda sudah menikah ya,,,,? tanya pa alex dan yg lainnya.... "iya,,,, jawap fahri singkat..... "ya sudah,,, kalau gitu maafkan atas kelancabgan saya pa fahri.... kata pa alex meminta maaf... "ngga apa apa pa,,, itu niat baik bapak,,, dan saya berterimah kasih karna bapak begitu yakin dengan saya.... selesai berbincang bincang,, fahri,, refan,,dan sintah mengantar tamu tamu mereka ke parkiran mobil... setelah tamu tamu mereka pergi,,, merekapun kembali masuk ke dalam kantor dan menuju ruang kerja mereka masing masing.... fahri melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya,,, tanpa dia sadari sinta menatap kepergiannya dengan tatapan mengagumkan.... "pa fahri itu sangat cerdas dan tampan,,, tapi dia tidak pernah memanfaatkan itu untuk menjerat para kaum hawa yg siap sedia menjadi istri ataupun hanya menjadi pemuas nafau sesaat.... gumam sinta dalam hatinya.... fahri masuk langsung ke dalam kamar gantinya,,, dia menatap alira yg masih tertidur.... fahri mendekat dan membuka sedikit selimut,,,... ternyata dia sudah mandi,,, gumam fahri,,,... setelah kepergian fahri tadi,,, alira langsung bergegas mandi dan mengenakan pakaiannya yg ada di lemari ganti fahri... karna fahri memang sengaja menyuruh alira untuk membawa beberapa pakaiannya untuk di taruh di situ,,, mungkin maksud fahri agar bisa di gunakan di saat saat seperti ini.... di balik sikapnya yg super cuek,, fahri memang orangnya selalu memperhitungkan segala hal.. kemudian fahri mulai merasa ngantuk mungkin karna kecapean,,, dia melepaskan kemejanya dan berbaring di samping alira.... alira bangun,,,dia membuka matanya dan melihat fahri di sampingnya yg tidur dengan posisi terlentang dan tangannya yg di samping alira dia naikan ke atas kepalanya... pandangan alira tertuju ke ketek fahri yg terdapat bulu bulu yg hitam dan lebat... "mengapa dia membiarkan bulu keteknya sampai serimbun ini,,,? gumam alira... alira merasa sedikit penasaran dengan aroma ketek fahri yg di tumbuhi banyak bulu... perlahan lahan dia mendekati hidungnya ke arah ketek fahri,,, tapi tiba tiba,,, kepalanya sudah di tarik fahri dan wajahnya seketika terbenam di ketek fahri,,, fahri menahan kepala alira cukup lama,,,,.... "lepaskan mas,,,kata alira setelah berhasil mengangkat wajahnya dari ketek fahri... "kamu pura pura tidur ya,,,? tambah alira... "aku tu tadinya tidur,,, tapi karna merasa geli dengan hembusan nafasmu yg mengenai ketekku,,,akhirnya aku bangun tapi tidak membuka mata... "gi mana,,,? harum kan,,,? tanya fahri... "harum si harum,,, tapi ngga usah sampai se lebat itu juga,,,! ketus alira... "biar kamu tau,,, laki laki yg ngga punya bulu ketek itu ngga gagah,,, biarpun tubuhnya kekar sekalipun... jawap fahri menjelaskan... "dan aku ngga bisa kalau ngga ada bulu ketek,,, kalau bulu lain ngga ada yg ngga masalah,,, kata fahri sambil mengedipkan sebelah matanya kepada alira... "apanya yg ngga ada,,,? bukannya bulu lain lebih rimbun lagi,,,? kata alira mengejek fahri... "tapi kamu suka kan,,,? buktinya kamu selalu merabahnya di saat kita melakukannya... "hiii dasar muka mesum,,, ketus alira sambil beranjak dari tempat tidur... Chapter 20 Bab 20. tubuh alira yg seperti gitar spanyol jam menunjukan pukul 5 sore,,, alira dan fahri dalam perjalanan pulang.... "mas,,, bisa singgah sebentar ngga,,,? tanya alira di saat dia melihat ada minimarkat di samping jalan.... " buat apa,,,? tanya fahri yg hendak menepi... " aku mau beli cemilan,,, kata alira... "ya udah jangan lama lama.... jawap fahri... alirapun turun dan berjalan memasuki minimarket,, sedangkan fahri memilih tunggu di dalam mobil... tiba tiba ponsel fahri berdering dan dia melihat ada nama mama di layar ponselnya.... "halo ma,,,, kata fahri... "kamu lagi di mana sayang,,,? ko berisik sekali,,, jawap mamanya di sebrang sana... "aku lagi di pinggir jalan,, nungguin alira membeli cemilannya di minimarket... jawap fahri... "memangnya kalian dari mana,,,? tanya mamanya kembali... "dari kantor ma,,, tadi ada miting,,, dan ini dalam perjalanan pulang... "kamu ngga jahatin alira kan sayang,,,? tanya mamanya khawatir... "memangnya dia musuh aku,,,? yg harus aku jahatin,,,? ketus fahri... "ya nnga sayang,,, mama cuma hawatir aja... "trus kapan mama sama papa kembali,,,? soalnya lusa aku akan berangkat ke amerika ma,, perjalanan bisnis... kata fahri... "mama mau kasih tau,,, kalau mama sama papa mungkin bulan depan baru pulang sayang,,, soalnya grenma kamu lagi sakit... "trus gimana keadaan grenma,,,? tanya fahri... "udah sedikit membaik,, tapi ya gitulah grenma kamu,,, dia belum mau papa kamu pergi,, dan mungkin bulan depan,, mama sama papa akan membawa grenma kamu ke indonesia... "ya uda kalau gitu ma,,, ngga apa2,, salam buat semua di situ. kata fahri.. sambil mengakhiri obrolan dengan mamanya... beberapa menit kemudian alirapun keluar dari minimarket sambil menenteng plastik yg berisi barang belanjaannya... dia menuju mobil dan masuk kemudian duduk di tampatnya ... fahri pun kembali menjalankan mobilnya,,, dia fokus menyetir sambil menceritakan,, tentang percakapannya bersama mamanya tadi... "jadi bulan depan baru mama papa pulang,,,? tanya alira sambil mengerutkan keningnya... "iya,, jawap fahri singkat... "trus gimana dengan aku mas,,,? lusa kan mas mau brangkat juga,,,, kata alira sambil memasang muka cemberut.. "kan ada bi ina dan yg lainnya... jawap fahri... "tapi kan aku takut tidur sendiri mas,,,... rengek alira... "kemarin kamu tidur di kamar tamu ngga takut... katus fahri,,, "ya karna di temanin bi ina.. jawap alira.. "ooo ternyata waktu itu dia tidur sama bi ina,,,? gumam fahri... "maaaas,,, gimana,,,? teriak alira sambil tetap mengemil... "aku ikut aja ya mas,,,,? rengek alira... "ngga bisa,, kamu tu lagi persiapan ujian minggu depan... tegas fahri... "kamu minta di temanin sama bi ina aja selama aku ngga ada,,, paling lambat cuma empat hari aku di sana.... kata fahri... "ya uda kalau gitu... jawap alira pasrah... alaran berbunyi membangunkan tidur nyennyak alira,,, dia mengucek ngucek matanya sambil menatap jam di layar ponselnya... waktu menunjukan jam 6 pagi... "maas,,mas bangun sudah jam 6, kamu harus siap siap,,,, kata alira sambil menggoyangkan lengan fahri... fahri membuka matanya dan terpana melihat alira dengan baju tidur seksinya... kemudian tanpa aba aba dan tanpa kata kata,,, fahri langsung menarik alira yg sedang terduduk di sampingnya... alira terlentang di samping fahri,, tidak pakai lama fahri langsung menindih alira dan melumat bibir seksi alira,,, alira tidak menolak sama skali,, dia malah membalas lumatan fahri,,, akhirnya mereka kembali bertempur di pagi hari itu... dalam kamar itu penuh dengan suara desahan ke dua insan yg di bakar hasrat yg memuncak,,,,... mereka melakukannya sampai dua ronde di pagi hari itu,,, padahal semalam mereka juga melakukannya sebanyak dua ronde sebelum tidur,, fahri seperti orang yg candu akan hal itu setelah dia di beri perangsang waktu itu,,, buktinya hampir setiap malam mereka melakukannya sebelum tidur,,, dan alirapun tidak pernah menolak,, malahan dia yg sangat agresif... selesai bertempur alira langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri... sedangkan fahri masih terlentang di atas ranjang tanpa sehelai benangpun,, tubuhnya hanya tertutup selimut sampai batas perut... setelah alira selesai membersihkan diri,, dia keluar dan mengeringkan rambutnya,,,... "ayo mandi,, kata alira karna fahri masih tetap berbaring... fahri akhirnya beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi... setelah fahri masuk kamar mandi,, alira segerah mengambil baju yg membuatnya tambah menarik,, dan memakainya... beberapa menit kemudian fahri keluar dan bersiap siap,,, sedangkan alira sudah tidak ada di kamar... setelah bersiap siap fahri turun dan menuju ke ruang kerjanya yg terdapat di sampin ruang keluarga... dia tidak mencari ataupun menanyakan keberadaan alira,,, ya begitulah sifatnya yg kelebihan cuek... dia membuka leptop dan mengecek imel imel yg masuk... sedangkan alira,, lagi sibuk menyiapkan sarapan fahri di meja,, dan setelah itu dia hendak melangkah ke arah kamar mereka untuk memanggil fahri... karna waktu fahri turun,, alira tidak melihatnya karna arah dapur dan poris lumayan jauh... "non,,, kata den fahri,,, sarapannya di bawah ke ruang kerjanya saja... ucap bi ira yg membuat alira berbalik lagi ke arah dapur.... tanpa bertanya dia langsung mengambil sarapan fahri,, dan membawanya ke ruang kerja fahri... karda pintu sedikit terbuka,, jadi alira langsung masuk tanpa mengetok pintu,, karna tangannya penuh,,, fahri yg mendengar suara pintu terbuka segerah menoleh ke arah alira,,, dengan tatapan yg tak bisa di artikan... "oh my god,,, gumam fahri,, dengan tangannya di letakan di bibirbya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577603385339.jpg-original600webp?sign=fedf428bf6488dd11c4cb69d50e6a6df&t=5e72b600) fahri terpana dengan penampilan istrinya yg memakai pakaiyan yg ketat membuat lekuk tubuhnya semakin terbentuk... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577603385335.jpg-original600webp?sign=096acb8a2737edce558b83ea64735457&t=5e72b600) alira melihat tatapan fahri,, dia segera meletakan sarapan fahri ke atas meja,, dan dia tambah membuat fahri tidak bisa berkedip,, dia berdiri di samping meja dengan gaya seperti model yg mau berpose.... fahri dengan segera mengabadikan gaya alira itu dengan ponselnya... setelah mengambil foto alira,, dia kembali menatap alira tanpa berkedip... "hayoooo,,,,, mau sarapan atau hanya mau menatap aku dengan tatapn mesummu itu,,,? "fahri menarik nafas panjang dan membuangnya kasar sambil mengusap mukanya kasar,,, "pergi kamu dari sini,,,! kalau ngga aku akan makan kamu untuk sarapan,,, tegas fahri dan kembali menunduk menatap sarapan yg di buat alira... alirapun keluar sambil senyum senyum karna tidak habis fikir dengan tingkah suaminya... "ya ampun,,, tubuhnya seperti gitar spanyol,,, gumam fahri sambil menggeleng gelengkan kepalanya... kemudian dia melanjutkan sarapannya... Chapter 21 Bab 21. kepergian fahri untuk pertama kali... alira mengantarkan fahri ke bandara,, di dalam perjalanan,, alira memalingkan mukanya ke jendela menatap ke luar dengan memasang wajah cemberutnya.... fahri seperti biasa tetap cuek dengan ekspreai alira,, dia malah sibuk dengan leptop yg ada di pangkuannya... "maaas,,, aku ikut ya,,,,? rengek alira... "ngga bisa,,,! tegas fahri... "mas takut ya,,? klaen mas pada tau status mas yg sudah menikah,,,,? alira berkata dengan mata yg sudah berkaca kaca... "hhimmmm,,, fahri menghembuakan nafas sambil menutup leptopnya dan menaruhnya ke dalam tas... "kamu tu mau ujian,,, dan perjalanan aku ini,,, semata mata hanya urusan pekerjaan,,, aku kerja juga untuk siapa,,,? kata fahri sambil menatap alira yg sudah mulai menangis.... "kalau kamu udah selesai ujian,, ya oke oke aja.... tambah fahri... alira tidak berkata apapun,,, dia menghapus air matanya kasar dengan telapak tangannya... "hhhuhhh,,, fahri kembali mendengus... "pa,,, minggir di depan dan tolong tunggu di luar sebentar.... kata fahri kepada supirnya... "baik den,,, jawap pa supir sambil menepikan mobil dan keluar.... fahri adalah tipe orang yg tidak suka orang lain mengetahui masalah pribadinya,, sekalipun itu orang terdekatnya,,, terkecuali,, masalahnya itu sangat membutuhkan bantuan orang lain.... setelah pa supir keluar,,, fahri menatap alira yg masih ngambek dan menangis... "alira,,, kamu jangan kaya gini dong,,,! aku tu mau brangkat untuk urusan kerjaan,, naik pesawat,,,,! semustinya kamu doaain aku,,, bukan nangis kaya anak kecil gini... kata fahri... "aku janji,, ngga akan macam macam di sana,,, tambah fahri... dan segera alira berbalik menatap fahri... "kamu janji,,,? alira berkata sambil mendekatkan jari kelingkingnya ke arah fahri... "aku janji.... jawap fahri singkat sambil melingkarkan jari kelingkingnya ke jari kelingking alira,,... serentak alira memeluk tubuh fahri dan menyandarkan kepalanya di dada bidang fahri... karna merasa suasana sudah lebih baik,,, fahri kembali memanggil sopirnya untuk melanjutkan perjalanan... setelah sopir masuk dan menjalankan mobilnya,,, alira mengangkat kepalanya dari dada bidang fahri dan menatapnya... "mas,, aku mau duduk di sini,, rengek alira sambil meletakan tangannya di atas paha fahri... fahri menatap wajah alira dan kemudian mengangkatnya ke atas pangkuannya... "sudah puas,,,? tanya fahri... alira menggelengkan kepalanya... fahri menatap alira sambil mengerutkan alisnya... alira mendekatkan bibirnya ke telinga fahri dan berbisik,,,,, "aku mau ciuman di bibir,,, bisik alira... fahri menatap mata alira yg ada di depannya dan kembali menatap ke arah sopir,,.... fahri memberikan kode ke alira, kalau di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua tapi juga ada sopir... alira menggelengkan kepalanya dengan tampang yg cemberut sambil merangkul leher fahri.... fahri memutarkan bola matanya dan kembali menatap alira,,, dia tau kalau wanita yg berada di pangkuannya ini tidak akan menyerah... kemudian fahri menatap supirnya dari arah blakang,,, dan setelah dia merasa aman,,, dengan segera dia langsung melumat bibir alira dan menggigitnya,,, sesaat dia melepaskan lumatannya dan kembali menatap ke arah supir,,, karna merasa masih tetap aman,,, dia kembali mencium leher alira dan meninggalkan beberapa di sana... kemudian fahri menghentikan aksinya dan kembali menatap alira... "sudah puas,,,,? bisik fahri ke telinga alira,,,.. "alira mengangguk dan memeluk fahri sambil tersenyum puas... sesampainya di bandara,,, fahri sudah di jemput refan yg sudah duluan sampai... refan hendak bertanya ke fahri,, mengapa baru sampai,,? karna fahri yg berangkat duluan darinya... tapi tanpa sengaja dia melihat leher alira yg putih dan mulus ada beberapa tanda ,, jadi dia mengurungkan niatnya karna dia sudah faham atas keterlambatan fahri.... refan menggaruk garuk kepalanya yg tidak gatal dan senyum senyum sendiri... fahri yg melihat tingkah refan, segera mendekat dan bertanya,,, "kenapa lo senyum senyum,,,? ketus fahri... "gue ngga nyangka bro,, ternyata lo sadis juga,,,,,,! "maksud lo apa,,,? tanya fahri bingung.. "tu lihat leher istri lo,,, seperti baru di gigit drakula yg kelaparan... kata refan sambil terkekeh... karna merasa kesal dengan perkataan refan,, akhirnya fahri pergi meninggalkannya,,, dia melangkah menemui alira yg sedang berdiri agak jauh dari mereka... fahri membuka jaket yg dia kenakan dan memberikannya kepada alira... "pakai ini buat tutup leher kemu,,,... alira mengerti maksud suaminya,, dia menerima jaket itu dan melakukan apa yg di perintahkan fahri... setelah pesawat yg di naiki fahri berangkat,,, alira langsung pulang di antar supir,,,.... di dalam perjalanan pulang,,, alira merasa sangat sedih,,, karna ini kali pertama fahri meninggalkan dia berhari hari selama mereka menikah... walaupun mereka sering bertengkar,,, tapi fahri maupun alira tidak perna meninggalkan satu sama lain selama berhari hari,,, palingan cuma pisah kamar... sesampainya di rumah,, alira beranjak ke kamar dan tidur,,, karna dia bangun pagi pagi skali,,, jadi dia sangat merasa ngantuk. alira tidur sangat nyenyak, sampai dia terbangun sudah pukul 5 sore... alira segera bergegas ke kamar mandi untuk mbersihkan diri,, selesai mandi dia mengenakan pakaian santainya,,,... alira berjalan menuju meja riasnya dan mengambil ponselnya untuk mengecek panggilan atau pesan dari fahri,,, dan ternyata tidak ada sama skali... alira kesal,, dia sangat rindu dan ingin mendengar suara fahri,,, tapi yg di tunggu tunggu tak kunjung menelfon sampai sudah pukul 8 malam... alira meletakan ponselnya,, dan berjalan ke arah dapur,,,... sampainya di dapur ada bi ina yg sudah mempersiapkan makan malam di meja... "bi,,, mulai besok, ngga usah repot repot,, biar aku ambil sendiri aja... kata alira... "tapi kan non,,,, jawap bi ini yg langsung di potong alira.. nnga apa apa bi,, aku bisa ambil sendiri ko,,, yg penting udah masak,, kan ngga ada orang,, jadi bibi ngga usah terlalu repot... kata alira... "baik non,,, jawap bi ina... "bi,,, mana bi ira,,,? tanya alira ke bi ina... "iya non,, ini saya,, jawap bi ira yg hendak masuk ke dapur... "bibi bisa nemanin aku tidur ngga,, selama ngga ada mas fahri... "oooo bisa non,, tapi bibi tidurnya di lantai ya non,,,? soalnya udah biasa... jawap bi ira... "tapi kan dingin bi,,, tambah alira... "udah biasa non,, malahan kalau di lantai,, bibi rasa sangat nyaman... "ooo ya uda kalau gitu... jawap alira... alira tidak mengajak bi ina seperti yg di suruh fahri,,, karna bi ina ada suami,, dan suaminya sebagai tukang kebun di rumah itu,, kalau bi ira, dia seorang janda,, jadi ngga masalah... waktu marahan sama fahri,, alira tidur di kamar tamu dan minta di temanin bi ina,, karna waktu itu,, suaminya lagi pulang kampung,, tapi kali ini suaminya ada,, jadi ngga bisa,,,... dan bagi alira,,, bi ina sama bi ira sama saja,, sama sama baik,, sopan,, jujur dan ramah sama majikan,, dan juga alira sudah sangat akrap sama mereka,, karna alira tidak pernah menganggap mereka sebagai pembantu, tapi dia menganggap mereka seperti keluarga sendiri.. Chapter 22 Bab 22. sandiwara bella dan ayahnya... malamnya alira tidak bisa tidur,, dia melihat layar ponselnya,, dia menunggu kabar dari fahri yg tak kunjung mengabarinya... walaupun dia sangat merindukan laki laki pujaannya itu,, tapi dia tidak mau untuk menghubunginya duluan... dia membuka galeri dan memandang foto fahri waktu dia baru masuk kuliah,, di foto itu fahri sangat tampan dan mempesona,, kebetulan alira menyimpan beberapa foto fahri di ponselnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577889079865.jpg-original600webp?sign=f2515a37fbf3b681a7fa74cb6fb72640&t=5e72b600) kenapa sih,, kamu ngga kabarin aku,,? apa sesibuk itu sehingga untuk mengirim pesan aja ngga bisa,,,? alira berbicara dalam hatinya sambil menyentuh foto fahri dengan jarinya.... alira menghembuskan nafasnya dan membuangnya kasar tanda kesal... sedangkan bi ira yg berada di lantai beralaskan karpet sudah terlelap... alira meletakan ponselnya dan memilih untuk tidur.... jam menunjukan pukul 2 tengah malam,, ponsel alira berdering,, tapi alira sudah terlelap,,,,.... berulang ulang fahri menghubungi alira tapi tetap tak ada jawaban,,, "pasti dia sudah tidur,,, gumam fahri... akhirnya fahri kembali bekerja bersama refan asistennya sampai jam 3 dini hari ,, setelah selesai,, fahri dan refan memilih untuk beristirahat.... pagi harinya alira terbangun,, dia melihat ke lantai dan di sana sudah tidak ada bi ira,, dia mengambil ponselnya untuk melihat jam,, jam menunjukan pukul 7 pagi... kemudian dia terbelalak melihat panggilan dari fahri 9 kali pagilan tak terjawap pada jam 2 tengah malan.... "astaga dia menghubungiku sudah selarut itu,,,? apa dia kerja sampai selarut itu,,,? atau dia,,, tidak...tidak....tidak,,, dia sudah berjanji kalau dia ngga bakalan macam macam... alira berbicara sambil menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran buruk dari kepalanya... kemudian alira memilih menghubungi fahri,,, tapi tidak ada jawaban dari fahri... mungkin dia masih tidur,,, ya sudahlah,,, alira berkata sambil beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya... jam 8 alira sudah berangkat ke kampus di antar pa tono seorang perjaka tua yg tak kawin kawin,, beliau adalah supir keluarga fahri yg sudah bekerja sedari fahri masih kecil,, entah apa yg membuatnya tak mau kawin,,.... setelah sampai ke kampus alira sudah di sambut oleh teman temannya,,,... "aduh,, tiga hari lagi kita udah ujian lo,,,! kata amel... "bagus dong,, biar cepat liburan,,, sambung sifa... "kalian mau liburan ke mana,,,? tanya ara... "aku mau ke sulawesi sama orang tua aku,, mau jenguk keluarga mama aku di sana,, kata amel... "kalau aku,,, mau ke bali gitu,,, kan ada kaka aku yg kerja di sana,, jadi dia suruh aku buat ke sana... kata sifa.. "kalau kamu sendiri,,,? tanya amel ke ara,,... "aku mungkin di rumah aja,, karna aku harus temanin mama aku,, soalnya papaku mau ke luar kota... jawap ara... "kalau kamu lir,,,? tanya sifa ke alira,,,... "aku mungkin pulang ke bandung,, soalnya aku sudah sangat rindu sama keluargaku... jawap alira.... mereka mebgobrol sambil melangkah ke ruangan,, sampai di depan pintu mereka di kagetkan oleh agus dan bima laki laki sok ganteng di ruangan mereka... "huaaaaa,,, teriak agus dan bima bersamaan... "he tua bangka,,,, kalian pikir, kalian itu anak SD,,? jangan asal huaaa huaaa,, belajar sana,, biar ujian yg tinggal tiga hari ini,, kalian bisa isi jawap dengan kemampuan kalian sendiri ngga minta minta kaya pengemis,,, ketus alira,,,... ya alira orangnya memang cerewet tapi dia sangat baik sama teman temannya.... "iya ibu,,, jawap baim,,, dan serentak mereka tertawa... hahahahaha... "ayo kita masuk,, sebentar lagi dosennya mau datang,,,... sampai di dalam ruangan,, mereka memilih untuk duduk di bangku mereka masing masing... "lira,, liburan nanti kamu kemana,,,? tanya agus... "aku mau pulang ke bandung,, jawap alira tanpa menatap agus yg sudah berada di depan mejanya... "aku ikut ya,,,,,! pinta agus dengan tampang memohon... "buat apa,,? tanya alira singkat,,... "ya buat jalan jalan,, sekalian silaturahmi sama calon mertua dan calon ipar... jawap agus dengan pd nya... petaaak,,, jitakan sifa mendarat di kepala agus,,... "apaan lo sif,,, aku mau bertemu sama keluarga alira,, ko lo yg seot sih,,,? kata agus sambil mengelus ngelus kepalanya yg di jitak sifa... "atau jangan jangan lo cemburu ya,,,? tambah agus sambil menunjuk wajah sifa yg mulai memerah karna malu.... "apa apaan lo,,,? cemburu kepala lo,,,? andaikan cuma ada lo dan cicak jantan di dunia ini,,, aku lebih memilih cicak tau ngga lo,,,? kerus sifa... "apaa,, cicak,,,? lo uda gila ya,,? gimana cicak mau bikin anak,,,? kalau gua,, setiap tahun gua bikin lo ngelahirin anak gua... hahahaha,,, kata agus dan membuat semua yg ada di situ tertawa.... sedangkan alira hanya menatap sifa yg salah tingkah karna ulah agus,, alira mengerti apa yg sebenarnya di rasakan sifa ,.... "fahri" fahri bangun pukul jam 9 tepat,,, dia langsung buru buru membersihkan badannya dan bersiap siap,, karna ada pertemuan penting,, dan hari ini mereka akan meninjau beberapa hotel,, perusahan,, butik dan ada beberapa yg menjadi objek kerja sama mereka... fahri berangkat bersama refan,, dan dia tidak sempat untuk melihat ponselnya,, dia hanya mengambilnya dan memasukannya ke dalam saku celananya... sesampainya di sana,, dia bertemu dengan beberapa klaen dan salah satunya ayahnya bela,, tapi fahri tidak mengenali ayah bela,,, karna selama berteman dengan bella,, fahri tidak pernah tau dan tidak ingin tau dengan keluarga bella,, begitupun dengan teman temannya yg lain,, yg fahri tau cuma anton sepupunya bella dan yg fahri tau,, keluarga bella berada di Amerika,, dan waktu di indonesia bella tinggal bersama om dan tantenya itu yg fahti tau.... setelah berbincang bincang,, akhirnya mereka memutuakan mengunjungi beberapa perusahan dan terakhir hotel... mereka tiba di hotel tersebut pukul 5 sore,, nama bella terukir indah di depan hotel itu,,,.. "ini salah satu hotel aku yg di kelolah oleh putri semata wayangku,,, kata pa frengki ayahnya bella... "ayo masuk,, biar ku perkenalkan dengan putriku,,,.. tambah pa frengki... mereka masuk dan langsung menuju ruangan bella,, tapi fahri tidak tau kalau bella yg di maksut adalah bella temannya yg sangat tergila gila padanya... karna di dunia ini,, masih ada banyak nama bella, menurut fahri... tapi di sisi lain,, kerja sama ini sudah di rencanakan oleh bella dan ayahnya... pa frengki selalu menuruti kemauan putri semata wayangnya,, walaupun kemauan putrinya itu sangat tidak masuk akal,,,... karna selain bella tergila gila sama fahri,, pa frengki juga ingin menjadi besan keluarga permana yg kekayaan dan kesuksesannya terkenal di mana mana... setelah mereka masuk ke dalam ruangan,, mata fahri terbelalak melihat wanita yg berada di depannya,,... "bella,,,! kata fahri.... "halo fahri,, selamat bekerja sama,,,,, kata bella sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan fahri... tanpa berkata apapun fahri menerima uluran tangan bella,,,... "ooooo,, ternyata kalian sudah saling kenal ya,,,? kata ayahnya bella pura pura tidak tau... "iya ayah,,, dia teman aku dari skolah sampai kulia di indonesia, dia laki laki hebat ayah,,, kata bella memuji fahri sambil mengembangkan senyum liciknya... "cari laki laki itu yg kaya gini,, tambah pa frengki memberi kode... Chapter 23 Bab 23. bella kembali menjabak fahri... alira pulang dari kampus di jemput oleh pak tono... sesampainya di rumah pukul jam 5 sore,,... memang akhir akhir ini,, alira sering pulang terlambat karna ada mata kuliah tambahan untuk persiapan ujian yg tinggal 3 hari... di dalam perjalanan pulang,, alira mengambil ponselnya untuk melihat pesan yg di kirim ke fahri waktu masih di kampus.. "hmmmm,, jangankan di balas,, di baca aja ngga,,, gumam alira... sesampainya di rumah,, alira bergegas untuk segerah mandi karna dia merasa badannya sudah sangat lengkit... selesai mandi dan berpakaian,, alira memilih untuk belajar biar tidak kepikiran fahri,,... "buat apa aku selalu memikirkan dia,,,? toh dia saja tidak memikirkan aku,,, alira berkata sambil mebuka leptopnya... alira memang tidak pintar,, tapi dia selalu belajar,,, walaupun terkadang dia sendiri merasa kesal dengan otaknya yg di bawa rata rata,, kadang kadang tugas kampusnya yg sedikit sulit dia meminta bantuan fahri..... dia tidak perna merasa malu untuk meminta bantuan suaminya yg memang sangat cerdas dalam segala mata pelajaran... selesai belajar,, dia menutup leptopnya dan meluruskan badannya di atas ranjang,, dia merasa pegal, karna terlalu lama duduk,,, walaupun dia berusaha untuk tidak mengingat laki laki pujaannya itu,, tapi tetap wajah fahri terbayang bayang dalam ingatannya,,... kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka galeri untuk melihat foto fahri,, karna hanya itu yg bisa dia lakukan untuk mengurangi rasa rindunya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577901339300.jpg-original600webp?sign=1d62d7f23c7552ad6a7069c8026c14c9&t=5e72b600) alira menyentuh wajah fahri yg berada di layar ponselnya,,,.... "kamu lagi dimana,, sama siapa,, lagi buat apa,,,? "apa aku tidak penting bagimu,sampai kamu seperti ini sama aku,,,? "aku sangat merindukanmu,, aku tersiksa dengan rasa rindu ini,,,! alira berkata dengan berlinang air mata... tiba tiba ponselnya berdering,, dan itu panggilan vidio dari fahri, alira segera menghapus air matanya dengan telapak tangannya kemudian mengangkat panggilan vidio fahri.... alira menatap ponselnya,, dan di sana ada lelaki yg sangat dia rindukan sedang menatapnya sambil bersandar di sandaran sofa dalam sebuah ruangan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577901339296.jpg-original600webp?sign=8319acee87c2a674141b50013c2565f3&t=5e72b600) "hey,, kamu kenapa,,,? kamu nangis ya,,? tanya fahri dari sebrang sana... alira tidak menjawap,, dia hanya menatap fahri dengan mata yg sudah berkaca kaca... "alira,, kamu kenapa,,,? kenapa kamu ngga jawap aku,,,? tambah fahri... dan akhirnya air mata alira tertumpah membasahi pipinya yg mulus dan putih itu... "kamu kenapa sih alira,,,? kenapa kamu secengeng ini,,,? kata fahri sambil mengurut alisnya dengan sebelah tangannya... alira tetap tak menjawap, dia hanya menangis dan air matanya semakin deras... "kalau kamu ngga mau ngomong,, aku akan matikan saja ponselku,, ancam fahri... fahri memang laki laki yg sangat dingin dan cuek melebihi batas normal,, dia tidak berusaha merayu istrinya malah dia mengancam... "ya udah matikan saja,, kalau itu yg mas mau, tapi ingat, setelah mas sampai di rumah ini,, jangan harap mas bisa melihatku di dalam rumah ini lagi,,, ancam balik alira yg membuat fahri kikuk... fahri terdiam sambil tetap memandang istrinya yg suka merajuk dan sangat cengeng itu... "kamu anggap apa aku ini,,? jangankan kasih kabar,, baca pesanku aja ngga,, kamu tau ngga,,, aku di sini siang malam memikirkan kamu, kamu di mana,, sama siapa,, lagi apa,,? pertanyaan pertanyaan itu sangat menggangguku.... hiks...hiks...hiks... alira mengeluarkan unek uneknya sambil menangis.... "ya udah aku minta maaf,, tapi aku benar benar sangat sibuk, dan semua ini aku lakukan juga buat kamu,,... "hiks...hiks...hiks... alira masih tetap menangis... "sudah dong alira,, aku tu cape,, aku menelfonmu untuk menghiburku bukan membuatku tambah pusing gini... "kamu harus bisa ngerti dong alira,, suami kamu ini seorang ceo dari sebuah perusahan besar,, tanggung jawap aku sangat besar,, pekerjaan aku ini sangat berat dan melelahkan,, aku juga mau hanya duduk di rumah dan bersantai,, tapi bagaimana mungkin,, ngga ada yg bisa menggantikan aku,, aku ini anak sendiri,, dan skarang aku sudah punya kamu yg harus aku nafkahi lahir batin,, orang tua kamu sudah melepas tanggung jawap untuk aku,,.... tolonglah belajar untuk dewasa dong alira... fahri berkata panjang kali lebar,,, dan membuat alira tidak bisa berkata kata... "sudah jangan nangis lagi,,,.... tambah fahri... alira menghapus air matanya dan kembali menatap fahri... "kamu sudah makan,,,? tanya fahri... alira menjawap dengan hanya menggelengkan kepala... "ayo makan,, nanti selesai makan,, kita ngobrol lagi.... kata fahri... "ngga mau,, aku mau makan di temanin kamu.. balas alira... "ya sudah,, jawap fahri singkat... alira kemudian bergegas ke arah dapur,, sampai di dapur,, dia meletakan ponselnya di atas kursi kemudian dia berjalan ke arah lemari piring untuk mengambil piring... serentak fahri terpana sambil menelan ludahnya karna melihat penampilan alira yg mengenakan baju singlet ketat dan celana pendek ketat di atas pangkal pahanya... fahri kecil mulai menegang, tapi fahri berusaha mengontrol dirinya... alira makan sambil di tatap fahri sampai selesai dan kemudian kembali ke kamar.. tapi tiba tiba refan datang menggangu,, dia mengetok ngetok pintu kamar fahri,,... tok...tok...tok.. " siapa,,,? teriak fahri dari dalam kamar,,, "gue,, ayo,, ayahnya bela ngajak kita ke lantai bawah,,... deeeg,, jantung alira berdegup kencang mendengar nama bella... "iya duluan,, nanti aku nyusul,, jawap fahri tanpa membuka pintu... fahri kembali menatap alira dan berkata,,, "kamu ngga usah fikir yg macam macam,, ini cuma urusan pekerjaan ngga lebih,, dan aku juga ngga tau kalau kerja sama ini dengan ayahnya bella dan juga bella,,,,.... aku baru tau setelah sampai sini,,,kata fahri menjelaskan... "ya udah,, tapi mas harus hati hati,, jangan sampai dia menjebakmu lagi... kata alira mengingatkan.. "ok,, udah dulu ya,,.. kata fahri... alira menganggukan kepalanya... setelah mengakhiri obrolannya bersama alira,, fahri langsung bergegas untuk menyusul refan dan yg lain yg sudah ada di lantai bawah... fahri,,refan dan yg lain semuanya menginap di hotel bella,, karna itu permintaan ayahnya bella,, dan karna yg lain menyetujui,, akhirnya tidak ada alasan untuk fahri menolak.. fahri berjalan melalui lorong hotel,, tapi tiba tiba,, dia tidak sengaja melihat bella dan salah satu kariawan hotel itu sedang berbicara... dengan perlahan fahri melangkah mendekati mereka dan bersembunyi di balik guci besar yg ada di situ... "kamu harus memasukan obat ini ke dalam gelas yg berwarna biru,,! setelah itu kamu mengantarkannya,, bella berkata sambil memberikan botol obat dan beberapa gelas yg berwarna warni kepada pelayan itu... "baik bu,, jawap pelayan itu... fahri mendengar semua pembicaraan antara bella dan pelayan itu,,, dan setelah bella pergi,, fahri langsung mendekati pelayan itu dan menarik tangannya,,,... "ada apa pa,,,? ada yg bisa saya bantu,,? tanya pelayan itu... " aku mendengar semua pembicaraan antara kamu dan bos kamu tadi,, dan obat yg di berikan sama bos kamu itu,, tujuannya untuk menjebaku.... "kalau aku mau,, aku bisa melaporkan kamu bersama bos kamu ke polisi,, ancam fahri... "jangan pa,,, saya mohon,,, saya punya istri dan anak yg harus saya kasih makan... jawap pelayan itu... "ok,, tapi kamu harus melakukan apa yg aku suruh... "baik pa,, saya akan melakukan apapun,, asalkan jangan melaporkan saya ke polisi.. "kamu harus memasukan obat ini ke dalam gelas yg berwarna merah,, dan antarkan sesuai perintah bos kamu tadi... kata fahri... "baik pa,, jawap pelayan itu... Chapter 24 Bab 24. senjata makan tuan mereka semua sudah berkumpul di ruangan khusus untuk para tamu penting,,,. mereka berbincang bincang sambil menunggu jamuan yg sudah di pesan bella. di sisi lain, fahri sudah mempersiapkan rencana yg akan membuat bella menyesal karna sudah bermain main dengannya... fahri mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya dan mengirim pesan singkat buat alira, karna dia tau, alira pasti sedang memikirkannya setelah mendengar nama bella tadi.... "kalau bisa,, jangan tidur dulu,,! karna aku akan menelfonmu setelah ini... alira sangat gelisa sehingga dia tidak bisa fokus untuk belajar,, dia hawatir dengan fahri yg berada di tempat wanita ular itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577982486026.jpg-original600webp?sign=ab738acde2dfc1cd5003cb80bc2ade8b&t=5e72b600) tapi setelah menerima pesan dari fahri,, akhirnya dia bisa sedikit tenang karna suaminya masih tetap sadar sampai bisa mengirim pesan untuknya, akhirnya dia mencoba untuk kembali melanjutkan belajarnya.... beberapa menit kemudian, bella datang dan duduk bersebelahan dengan fahri,, dia sangat percaya diri dengan pakaiannya yg sangat minim dan sedikit tebuka... tidak berapa lama mereka menunggu, akhirnya pelayan yg telah di perintahkan bella datang membawakan beberapa cemilan dan minuman yg sudah tertuang di dalam gelas berwarna warni dan dua botol minuman yg belum di buka,,... bella melirik pelayan itu sambil mengembangkan senyumnya,, karna semua berjalan sesuai rencananya... pelayan memberikan gelas berwarna biru kepada fahri seperti yg di perintahkan bella,, dan yg merah, fahri langsung yg mengambilnya dan memberikannya kepada fernando salah satu klaen fahri yg dari jerman,, kebetulan fernando berada di samping fahri,, kemudian yg lainnya di berikan kepada refan dan beberapa yg ada di situ termasuk bella dan ayahnya... mereka berbincang bincang sambil menyantap jamuan yg sudah di siapkan... fahri dan refan sudah biasa mengkonsumsi alkohol untuk menghilangkan cape dan stres,, jadi kalau hanya dua botol minuman, buat mereka belum apa apa, tapi fahri tetap bersandiwara untuk menjalankan rencananya,,... dia pura pura merasa pusing agar tidak di curigai bella,, sedangkan fernando juga sudah mulai pusing karna dia yg meminum minuman yg terdapat obat yg di taruh oleh pelayan itu... fahri memilih fernando,, karna siang tadi fernando sempat mengutarakan rasa ketertarikannya kepada bella di depan fahri... bella yg melihat fahri sudah mulai pusing, langsung berdiri dan berpamitan untuk ke kamarnya duluan... sesampainya di kamar,, dia mengirim pesan singkat kepada fahri... "sayang,, aku menunggumu di kamarku... dia mengetik kata sayang dengan percaya diri, karna dia fikir, fahri sekarang sudah hilang kontrol... "ok,, tapi aku mau,, kamu matikan lampu kamar dan lampu di depan kamarmu,, biar tidak ada yg melihatku masuk ke sana,, balas fahri... bela mengikuti kemauan fahri dengan senyum bahagia yg terpancar dari wajahnya. dia mematikan lampu di depan kamarnya terlebih dahulu,, setelah itu, dia melepaskan semua pakaiannya baru mematikan lampu kamarnya dan menunggu fahri di atas ranjangnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1577982486033.jpg-original600webp?sign=20c5187eb80a66f1fd7e37284f3e3037&t=5e72b600) fahri melihat fernando yg sudah beranjak dari tempat duduknya langsung segera berdiri dan berpamitan pada yg lain.. "aku duluan,, kata fernando,,.. "aku juga,,,, sambung fahri,,.... "ok,, istrahatlah duluan,, sebentar lagi kita juga mau istrahat,,, jawap yg lainnya... fahri berjalan bersama fernando di lorong lorong hotel... "badan aku panas bangat bro,, aku membutuhkan seorang wanita,,, kata fernando dengan suara seraknya karna menahan sesuatu yg di akibatkan oleh obat yg di berikan bella,,, dia berkata sambil berbalik menatap fahri... "ada wanita yg juga membutuhkan seorang pria malam ini,,, jawab fahri santai... "siapa,,,? tanya fernando... "bella,, jawab fahri,,,.. "kamu suka kan sama bella,,,? tanya fahri... "iya,, aku suka bangat sama dia,, jawab fernando... "kamu bisa memilikinya kalau kamu mau ikut permainanku,, tambah fahri.. "permainan apa,,? jawab fernando tidak sabaran... "kamu ke kamarnya dan langsung masuk,, tidak usah bersuara sampai semuanya selesai,, yg penting kamu tidak memaksanya,, ikuti saja permainannya.. jelas fahri... "ok,, jawap fernado yg memang sejatinya playboy yg hanya menginginkan wanita di saat butuh saja. setelah itu fernando mengikuti saran fahri dia langsung masuk ke kamar bella tanpa suara,, dan bella pun menerimanya dengan suka cita di dalam kamarnya... bella membawa fernando ke atas ranjangnya dan memperkosa fernando di dalam kegelapan,, bella sangat agresif,, dia sangat bahagia,, karna yg dia tau,, lelaki yg berada di dalam pelukannya tanpa sehelai benangpun itu adalah fahri laki laki pujaannya sejak dulu. fahri melangkah ke arah kamarnya,, dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan segera melakukan panggilan vidio kepada alira,,,,... alira yg sedang menunggu telfon dari fahri sangat bahagia, karna fahri menepati janjinya untuk menelfonnya... alira mengangkat panggilan vidio dari fahri,, dia menatap fahri dengan tampang penasarannya... "kenapa kamu menatapku seperti itu,,,? tanya fahri... "aku hanya ingin tau, apa kamu masih tetap utuh atau tidak... jawab alira.. "memangnya kenapa ngga utuh,, tanya fahri.. "yaaa,,, karna kamu kan berada di tempat ular berbisa,, siapa tau sudah di patok.. jawab alira.. fahri tidak menjawab, dia hanya menatap alira dengan tatapan dinginnya,, yaaa namanya juga kulkas... "mas,, coba buka bajumu,,,! perintah alira.. "buat apa,,? tanya fahri,,.. "aku ingin lihat badan kamu ada tanda tanda yg mencurigakan ngga,,? jawab alira... "fahri menurut, dia tidak hanya membuka bajunya tapi dia membuka seluruh pakaiannya tanpa ada yg tersisa dan membuat alira terbelalak... "apa lagi,,? tanya fahri setelah terlanjang bulat... "aku,,,aku,,, alira terbata bata dan langsung di potong oleh fahri... "kamu apa,,,? kamu ingin ya,,,? sabar dulu sampai aku pulang,,,,. sambung fahri santai... wajah alira seketika memerah karna malu,,.. dia menatap fahri malu malu sambil berkata,, "udah dulu ya mas,,! aku mau tidur sudah ngantuk... alira berkata dan langaung mematikan sambungan telfonnya... "hahahahaha,,dia malu,, kata fahri sambil terkekeh,,,.. kemudian fahri meletakan ponselnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yg sudah tak mengenakan apapun... mungki karna pengaruh alkohol,, jadi tidak butuh waktu lama untuk fahri masuk ke dunia mimpinya... Chapter 25 Bab 25. bella seperti tersambar petir di pagi buta. pagi harinya bella sudah terbangun tapi dia tidak mau membuka matanya,, karna dia takut yg terjadi semalam itu hanyalah mimpi. dia merasa ada seseorang di sampingnya yg sedang memeluknya erat,,, perlahan dia meraba dada bidang yg berada di depannya,, dia tersenyum dan mengecup dada laki laki yg terlanjang itu tanpa membuka matanya... karna sentuhan bella,, akhirnya laki laki itu bergerak dan tiba tiba tangan lelaki itu naik dan meremas dada bella,,.... bella mendesah karna mulai bergairah,, dia mencoba membuka matanya untuk melihat laki laki yg dia cintai selama ini,,,... "aaaaaaaaa,,, ngapain kamu di sini,,,? apa yg kamu lakukan padaku,,,? teriak bella dambil mendorong tubuh fernando sampai terjatuh dari ranjang... bella segera menarik selimut untuk menutupi dirinya sambil menatap fernando dengan tatapan membunuh... fernado bangkit dari lantai dan segera memakai pakaiannya,, kemudian dia menatap bella dan berkata... "tidak perlu kamu berteriak dan bertanya apa yg aku lakukan padamu,, bukankah semalam kamu memperkosaku,,,? ucap fernando dengan santainya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578044403163.jpg-original600webp?sign=1385a51ea7848277e6a0158eb3f7909c&t=5e72b600) "dan satu lagi,, aku tidak menyangkah,, anak seorang pengusaha sukses seperti kamu, ternyata punya gaya bercinta yg gila, tapi aku sangat menyukainya,,,... tambah fernando yg membuat bella seperti di sambar petir di pagi hari buta... "brengsek kamu,, bajingaaaan,, teriak bella... fernando mendekati bella dan berkata,,, "hey nona,, kalau kamu ngga mau ada yg tau tentang kita berdua di kamar ini,, mending kamu berhenti untuk berteriak,, apalagi kamu sangat menikmatinya semalam,, dan kamu tidak perlu menangis,, karna kamu bukan seorang prawan yg harus menangisi kesucianmu yg ku renggut ... setelah mengatakan itu, fernando langsung keluar dengan senyum yg terukir di bibir tipisnya,, dia berjalan ke kamarnya tanpa ada satupun orang yg melihatnya,, karna baru jam 5 subuh jadi semua orang masih tertidur... bella menangis sendiri di kamarnya,, dia sangat murkah dengan fernando yg sudah menikmati tubuhnya dan mengometari dirinya yg memang sudah tidak prawan sejak masih duduk di bangku SMA. tapi bella tidak bisa berbuat apa apa,, karna dia tidak mau ada yg tau tentang kejadian itu terutama fahri dan ayahnya... matahari pagi bersinar menembus kamar fahri,, dia bangun dan duduk di tepi ranjang,, kemudian dia mengambil ponselnya,, dia membuka galerinya dan menatap gambar wanita yg selalu membuatnya hampir gila,, dia mengambil foto alira di saat alira sedang ngambek dan menyimpannya tanpa sepengetahuan alira... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578048638835.jpg-original600webp?sign=50e0a60b6308a2048ebfc2bea96b6dca&t=5e72b600) fahri tersenyum sambil memandang foto alira,, dia merasa lucu dengan sifat alira yg cengeng,, centil, dan selalu berfikiran buruk padanya,,,... tiba tiba dia teringat dengan fernando,, dia meletakan ponselnya dan segera beranjak untuk madi,, selesai mandi dan sudah rapi,, dia melihat jam tangannya baru pukul 6:30.. "aku harus menemuinya,, gumam fahri.. fahri mengambil ponselnya dan melangkah ke arah kamar fernando yg berada di bagian hotel paling blakang... tok tok tok tok... fahri mengetuk pintu kamar fernando,, tidak berapa lama pintu terbuka, fahri menatap fernando yg juga sudah rapi... "masuk bro,, ajak fernando,,. mereka berdua duduk di sofa yg ada di dalam kamar itu,,... "gimana semalam,,? tanya fahri membuka percakapan,,,.. "seru bangat,, aku ngga terlalu menguras tenaga karna dia sangat agresif,, tapi kurang nikmat bro,,! udah bolong,, jawab fernando sambil tersenyum,,,... fernando sebenarnya orangnya sangat ramah, tapi kalau berbicara, dia orangnya transparan,,.... fahri hanya tersenyum mendengar penjelasan fernando, karna dia juga sudah tau kalau bella bukan wanita suci lagi,, sebab pacar bella yg sering meniduri bella waktu SMA adalah sahabat fahri namanya aldo,,... aldo adalah sahabat fahri dari SD,, dan waktu SMP dan SMA mereka pisah skola,, tapi waktu SMA mereka kembali bertemu di tempat fitnes,, jadi aldo menceritakan semua tentang dirinya termasuk hubungannya sama bella,, namun aldo tidak tau kalau bella teman sekolah fahri,, dan bella pun tidak tau kalau aldo itu sahabatnya fahri... "apa yg terjadi sebenarnya bro,,,? tanya fernando ke fahri... " maksud kamu,,,? tanya balik fahri... "semalam dia mendesah memanggil manggil nama kamu bro,, jadi aku bingung... "sebenarnya,, bella itu tergila gila sama aku sejak dulu,, dia perna menjebaku dengan perangsang waktu di jakarta, tapi tidak berhasil,, dan semalam itu,, dia juga berniat menjebaku,, untungnya aku mengetahui semuanya,, jadi aku merubah rencananya... "maksudnya,,,? tanya fernando kurang faham.. "semalam dia berniat memasukan perangsang lagi ke dalam minumanku,, tapi aku mengetahuinya,, jadi aku memberikan minuman itu sama kamu,, dan aku harap kamu tidak marah sama aku... "hahahaha,, kenapa aku harus marah,, semustinya aku berterimah kasih sama kamu yg mau memberiku makanan walaupun makanan itu kurang nikmat... jawab fernando... "berarti lampu mati di luar dan di dalam,,, itu juga rencana kamu,,,? tambah fernando,,,. "iya,, kalau ngga, mana mungkin kamu bisa masuk dan menyantapnya... jawab fahri... "iya juga ya,,,? hehehehe,, ucap fernando sambil terkekeh... "tapi aku penasaran bro,, mengapa kamu tidak mau aja sama dia,, untuk bersenang senang aja,,? kata fernando.. "aku sudah di jodohkan sama orang tuaku dengan anak dari sahabat papa mamaku sejak aku umur 3 tahun dan istriku belum lahir waktu itu.. jelas fahri... "apa,,,? istri,,? jadi kamu udah nikah karna perjodohan, tapi kamu kan masih mudah,,,? tanya fernando kaget... " iya, kita nikah setahun yg lalu pas istriku baru lulus SMA.. jelas fahri... "ikan segar dong bro,,? tanya fernando penasaran... "iya,, tapi sebenarnya aku kasihan sama dia,, waktu itu, bella menjebaku dengan memasukan perangsang ke dalam minumanku di bar,, kita kumpul kumpul di sana sama teman teman aku,, dan aku menyadari itu,, akhirnya aku memilih pulang dan melampiaskan hasratku pada istriku yg masih prawan,,, jelas fahri... "ngga apa apa bro,,, kamu mengambil pilihan yg tepat.. kata fernando... mungkin karna fernando orangnya tulus,, jadi fahri sangat rilex sampai curhat kepadanya walaupun baru dua kali bertemu dalam urusan bisnis... "smoga kita bisa menjadi sahabat bukan hanya partner bisnis... tambah fernando.. "iya bro,, jawab fahri dan mereka berpelukan.. "ngomong ngomong,, aku bisa lihat foto istrimu ngga,,,? tanya fernando.. "buat apa,,,? tanya fahri... "ya kali aja bertemu di jalan,, kalau aku tau dia istrimu kan, ngga mungkin aku incar, hehehehe.. jawal fernando sambil terkekeh. fahri berfikir, benar juga yg di katakan fernando,, alira kan mempesona dan fernando jelalatan.. fahri mengeluarkan ponselnya dan mencari foto alira,,... "ini foto istriku,, kata fahri sambil memperlihatkan foto alira di saat dia mengikuti acara di kampus,, yg ada di ponselnya kepada fernando.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578048848966.jpg-original600webp?sign=4622b030f1bcb6cdcf6ec9ebd5e45ba9&t=5e72b600) "waaaoo,,, sempurnah bangat bro,, patasan aja kamu mau di jodohin,, ini namanya bidadari,, aku juga mau kalau di jodohin kaya macam gini,, cantik,, montok, perawan lagi.. kata fernando sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi... "eh awas aja lo kalu sampai hayalan istri gue.. ketus fahri.. "tenang aja bro,, aku ngga lagi hayalan,, tapi aku lagi berdoa biar bisa ketemu dengan bidadari juga suatu hari nanti,, karna aku sudah cape dalam pencarianku,, aku udah cape jadi penjahat kelamin.. hahahahahaha,, serempak mereka berdua tertawa terbahak bahak.. Chapter 26 Bab 26. parnikahan Fahri di ketahui Bella Di saat Fahri dan Fernando lagi asik mengobrol,, tiba tiba ponsel Fahri berdering,, Fahri mengambil dan melihatnya ternyata itu panggilan suara dari papanya... "halo pa,, jawab Fahri... "kamu ke Amerika ngga ngajak Alira ya,,,? tanya papanya. "iya pa,, dia kan mau ujian,, jawab Fahri. "ooo gitu,,? gini Fa, papa mau bilang,, kalau papa sama mama akan pulang pas kamu mau wisuda,; soalnya grenma kamu lagi kurang sehat,, jadi blom bisa bepergian jauh. "ya udah, ngga apa apa pa. jawab fahri. "trus kapan kamu balik ke Jakarta,,? tanya papanya. "mungkin lusa pa,, jawab Fahri. "ya udah kalau gitu, jangan lama lama ninggalin istri kamu,, tadi mama nelfonin dia,, dan dia bilang kalau dia ngga ikut kamu karna mau ujian katanya. kata papa Indra menjelaskan.. "dan satu lagi Fa, kamu kan dua minggu lagi udah wisuda, kapan kamu mau berikan papa sama mama cucu,,,? tambah papa indra. "ngga tau pa,, aku belum kepikiran.. jawab fahri. "Fa, papa sama mama ngga punya yg lain selain kamu, jadi kepada siapa lagi kami meminta seorang cucu,, kamu mau papa sama mama selalu kesepian,,,? dan papa ini, selalu malu sama rekan bisnis papa yg sudah pada ada cucu. kata papa Indra.. "iya pa,, nanti aku usahakan secepatnya.. jawab Fahri yg membuat papanya bersemangat. "itu baru nama jagoan papa... kata pa Indra. sedangkan Fernando hanya diam sambil memainkan ponselnya.. selesai mengobrol dengan papanya, Fahri menerima pesan dari Refan dan langsung mengajak Fernando untuk sarapan, karna mereka sudah di tunggu yg lain.. mereka berjalan ke tempat yg di beri tahu Refan lewat sms tadi. di sana sudah ada semuanya termasuk Bella. di samping Bela dan Refan ada kursi kosong, Bella tersenyum ke arah Fahri dengan tidak tau malunya, sambil meletakan telapak tangannya ke bangku kosong di sebelahnya, dia memberi kode agar Fahri duduk di sebelahnya. tapi Fahri cuek dan berjalan ke arah bangku kosong di sebelah Refan, sedangkan Fernando duduk di sebelah Bella,, wajah Bella yg tadinya senyum, sekarang datar seperti tembok.. sambil makan mereka mengobrol tentang kerja sama mereka. "setelah ini,, kita ada sesi pemotretan di hotel ini,, setelah itu, kita ke lokasih apartemen yg mau kita bangun minggu depan, kata ayahnya Bella. "dan kalau mau, setelah meninjau lokasih apartemen, kalian bermalam di rumahku atau di hotel ini juga bisa, besok paginya baru pulang ke tempat masing masing, bagaimana,,? kata papanya Bella. sebenarnya mereka di Amerika cuma dua hari dua malam, tapi Fahri sengaja membohongi Alira tiga atau empat hari,, begitupun dengan papanya tadi, Fahri ngga mau papanya kasih tau Alira... seketika senyum langsung mengembang dari wajah Bella... "ini kesempatanku,, dan kamu ngga akan lolos Fahri,,, gumam Bella. "kayaanya aku langsung pulang aja,, kata Fahri. "ko buru buru sih pa Fahri,,? tanya pa brian salah satu klaen fahri yg dari singapur. "gi mana ngga buru buru, kalau ada bidadari yg menanti kepulangannya,,,! sambung Fernando. seketika mata bella terbelalak,,.. "ya..ya...ya biasa anak muda, ngga bisa di tinggal pacar walau cuma sebentar... kata klaennya yg lain.. "bukan pacar, tapi istrinya,,,! tegas Refan.. Bella langsung tersedak mendengar perkataan Refan,,,... "uhuk...uhuk....uhuk... "Fernando mengambil air dan berikan kepada Bella,, sambil berkata,,... "ngga usah kaget gitu kali,, dia tu di jodohkan dari berumur 3 tahun dan istrinya belum lahir saat itu, dan menikah udah satu tahun yg lalu,, jadi ngga perlu kaget kaya gitu,,, ucap Fernando yg berhasil membuat Bella malu.... ayahnya Bella menatap Bella penuh simpatik,, karna dia tau, bagaimana perasaan anak satu satunya saat ini.. Bella berdiri dari duduknya dan berpamitan ke kamar mandi,, sampainya di kamar mandi, dia berdiri di depan cermin sambil berbicara sendiri dengan bayangannya.. "aku ngga perduli,, walaupun kamu sudah menikah,, karna aku yakin,, aku yg lebih cantik dan mempesona dari wanita yg kau nikahi itu,, kamu di jodohkan, otomatis pernikahan kalian ngga ada cinta di dalamnya, karna kalau kamu mencintainya,, kamu ngga akan pergi malam minggu denganku waktu itu. Bella sangat percaya diri karna dia tidak tau bahwa istri Fahri itu adalah Alira primadona di kampus Fahri.. selesai dari kamar mandi, Bella menyusul rombongan dan mereka mengadakan sesi pemotretan, dan setelah itu, mereka berangkat ke lokasi yg mau mereka tinjau. di sisi lain,, Alira yg sedang menerima matakuliah sangat fokus dengan apa yg di terangka oleh dosen,, karna dia ingin mendapatkan nilai yg memuaskan,, agar tidak di ejek sama teman temannya yg lain. setelah selesai menerima mata kuliah, alira bersama teman temannya memilih pulang, karna tidak ada mata kuliah tambahan lagi,, "kita pulang aja dan beristirahat,, besok kan ujian,, biar kita fit menghadapi ujian besok. kata Alira ke yg lain. "iya aku setuju,, ayo kita pulang,,,! ajak sifa. sesampainya di rumah,, alira langsung berbaring di atas ranjan tanpa menggati pakaian.. dia mengambil ponselnya untuk menonton drama korea kesukaannya,, dia memilih drama korea romantis,, dan di drama itu, ada adegan ciuman yg sangat memaksa dan adegan ranjang yg panas,,... tiba tiba dia teringat Fahri yg melakukannya seperti itu di saat mereka pertama kali melakukannya... seketika dia merasa tegang dan gerah, akhirnya dia memilih untuk melepaskan pakainnya karna dia ingin mandi... di sisi lain,, Fahri sedang meninjau lokasi apartemen,, dia berjalan jalan sendiri, pisah dari rombongan, dan di samping lokasi, ada beberapa pepohonan yg rindang, Fahri memilih untuk duduk di bawah pepohonan itu sambil menyandarkan badannya di salah satu pohon ... kemudian dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Alira,,,. "kamu lagi apa dan di mana,,,? isi pesan Fahri. Alira yg hendak melepaskan bajunya, terhenti karna ada pesan masuk di ponselnya, dia membaca pesan dari Fahri, tiba tiba senyum licik terpancar dari wajahnya. dia memotret dirinya yg hendak melepaskan bajunya,, bagian dadanya sudah terbuka tapi masi di lapisi bra hitam,,, Alira sangat kelihatan menggoda di foto itu. selesai memotret dia mengirimnya kepada Fahri... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578126330166.jpg-original600webp?sign=f925d43c7cd589f39a309bae3c710853&t=5e72b600) Fahri terpesona melihat penampilan Alira di foto itu,, seketika Fahri kecil menegang,, dia berusaha untuk mengontrol dirinya tapi tetap tidak bisa,,.... "aaoooo, aaaah,, fahri mengerang saking tegangnya di bagian bawahnya... akhirnya dia memilih pergi ke hotel yg berada di dekat situ,, sesampainya di hotel, dia mengirim pesan singkat ke Refan untuk tidak mencarinya karna dia berada di hotel dekat situ,, ingin istrahat sebentar, dan Refan pun mengiyakannya... sesampainya di hotel itu,, dia memesan kamar untuk satu jam, dan pelayan hotel mengantarkan dia ke kamar no satu di hotel itu.... sampainya di dalam kamar,, dia kembali mamandang foto Alira yg membuat Fahri kecil makin menegang tak terkendali,,. karna tak mampu untuk menahan hasratnya,, dia memutuskan untuk melakukan hal konyol dan gila... Fahri melakukan panggilan vidio kepada Alira, tanpa ragu ragu dia menyuruh Alira untuk melepaskan semua pakainnya.... "buka semua pakainmu,,!perintah Fahri. "buat apa,,,? tanya Alira bingung... "kamu harus bertanggung jawab karna sudah buat Fahri kecil marah,, kata fahri dengan wajah yg sudah tegang. "kamu mau menuruti perkataanku, atau aku akan mencari pelampiasan ke yg lain yg ada di sini. Alira berfikir sejenak,, dan dia mengerti dengan maksud pembicaraan Fahri, dia mengerti kalau Fahri kecil marah karna foto yg dia kirim tadi,, tiba tiba Alira ingat kalau ada wanita ular itu di sana,, seketika dia merinding menghayalkan wanita ular itu akan dengan senang hati menyerahkan semuanya kepada Fahri kalau Fahri memintanya... tanpa berfikir lagi, Alira langsung membuka pakainnya kemudian naik ke atas ranjang dan terlentang,, Fahri di sebrang sana seketika terbelalak dan makin tegang melihat layar ponselnya... Fahri memandang tubuh Alira di layar ponselnya dari atas sampai bawah sambil memain kan Fahri kecil... setelah beberapa menit akhirnya Fahri mengejang dan mendesah keras dan panjang.... "aaaaah....aaaaaah...aaaliraaa,,, aaaaaaaaaah... akhirnya sumburan lahar hangat yg di muntahkan Fahri kecil keluar ke telapak tangan Fahri... Fahri menatap Alira, karna malu dengan semuanya,, akhirnya Alira memilih mematikan sambungan telfonnya.. Chapter 27 Bab 27. Alira yg manja setelah mematikan sambungan telfon dengan Fahri,, Alira segera berlari ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya,,,... dalam kedinginan di bawah shower,, Alira berfikir,, mengapa suaminya seperti itu,,? di balik sifatnya yg dingin dia adalah seorang penggila sex dengan cara cara yg sangat gila dan tidak masuk akal... "apakah dia perna bercinta dengan wanita lain sebelum aku,,,? dan apakah dia pernah melakukan hal hal gila seperti itu,,,? tanya Alira dalam hatinya... "tapi mengapa aku ngga bisa nolak keinginannya,, walaupun keinginannya itu sangat gila,,? gumam alira sambil menarik nafas panjang dan membuangnya kasar... setelah keluar dari kamar mandi,, Alira memilih untuk tidur siang,,... Fahri keluar dari hotel dan menemui rombongannya,,.... "dari mana aja kamu,, kamu ko kelihatannya seperti baru habis mandi,,,? tanya Fernando.. "iya,, tadi aku merasa gerah,, dan memilih untuk memakai hotel di dekat sini untuk mandi... jawab Fahri berbohong... "semua udah selesai kan,,,? tanya Fahri.. "iya sudah,, tapi kita ke hotel dulu untuk melihat hasil pemotretan kita tadi,,,! sambung ayahnya Bella.. akhirnya mereka semua menuju ke hotel Bella,, mereka masuk ke dalam sebuah ruangan dan menyalakan infokus untuk melihat hasil pemotretan mereka tadi.. di saat pemotretan tadi,, satu persatu dari mereka semua memegang sepenggal papan nama Bella,, sambil tersenyum ke arah kamera,, karna mereka akan mempromosikan hotel Bella dengan hasil pemotretan itu... setelah melihat hasil pemotretan mereka,, Fahri dan Refan berpamitan untuk ke bandara,, karna Refan sudah memesan tiket untuk jam 3 sore nanti... karna Fahri dan Refan akan segera berangkat,, akhirnya klien yg lainpun memutuskan untuk berangkat ke negara mereka masing masing termasuk Fernando. pukul 3 sore tepat, pesawat yg di tumpangi Fahri dan Refan lepas landas dari Amerika menuju Indonesia... Alira tidak mengetahui keberangkatan Fahri dari Amerika, karna Fahri tidak memberitahuinya,, yg Alira tau,, suaminya akan tiba di Indonesia dua atau tiga hari lagi. malam itu Alira menghubungi Fahri ber ulang ulang namun tidak bisa tersambung... Alira mulai berfikir yg macam macam,,..... "apakah dia ke bar lagi,,,? kalau dia di jebak lagi gimana,,? gumam Alira.. "ngga ngga ngga,, aku ngga boleh terlalu berfikir macam macam,, lagian besok aku mau ujian,, aku ngga boleh banyak fikiran,, Alira berkata untuk menenangkan dirinya sendiri,, dan setelah itu dia memilih untuk tidur... jam 6:30 alira terbangun karna suara alaran yg terdapat di atas meja samping ranjangnya,, dia segera mandi kemudian sarapan dan langsung berangkat ke kampus di antar oleh pak Tono supirnya.. sesampainya di kampus,, alira fokus dengan soal soal yg ada di lembaran soalnya... dia sangat bingung dengan soal soal yg ada,, karna yg dia pelajari dari kemarin sampai tadi malam,, semua ngga ada di dalam lembaran soal itu... "aduuuuh,,, bagaimana ini,,,? tanya Alira dalam hati sambil menggaruk garuk kepalanya... tiba tiba dia teringat kepada dewa penolongnya yaitu Fahri suaminya sendiri,, karna dosen yg mengawas lagi keluar,, dengan segera Alira mengambil ponselnya dan mengetik beberapa soal yg dia tidak mengerti dan di kirimnya ke Fahri.. "ya Tuhan,, semoga saja dia sudah aktif dan membaca pesanku,, Alira berkata kata dalam hati,, tiba tiba mata Alira terbelalak karna pesannya sudah terkirim.. Alira sangat tegang dan hawatir karna belum ada balasan dari Fahri,, dia takut kalau dosennya keburu datang... Fahri yg baru tiba di bandara langsung menuju mobil pak tono yg sudah menjemput dia dan juga Refan,, karna sepulang mengantarkan Alira,, pak tono di telfon Fahri untuk mebjemput mereka di bandara.. sesampainya di dalam mobil,, fahri mengambil ponselnya,, tiba tiba dia terkejut dengan pesan yg masuk dari Alira 10 menit yg lalu,, dengan segera Fahri mengetik apa yg harus dia ketik dan mengirimnya kepada Alira.. Alira yg sedang menunggu,, langsung kegirangan tanpa mengeluarkan suara,, dia segera menulis semua yg di kirim oleh Fahri,, selesai menulis,, dia menghela nafas legah,,.. beberapa menit kemudian,, dosen yg mengawas pun masuk,, namun Alira sudah tenang, tidak seperti cacing kepanasan lagi,,... "tinggal 10 menit lagi,, kata dosen pengawas.. dan setelah 10 menit,, akhirnya dosen pengawas menyuruh mereka untuk mengumpulkan lembar ujian mereka.. setelah itu mereka keluar dan nenuju kantin,,... "aduh,, parah bangat tadi,, untung aja ada si Rena, kalau ngga bisa mati aku.. kata Agus.. "beruntung bangat lo duduk bersebelahan dengan si kutu buku itu,, sambung baim... "itulah rezeki anak baik,, kata agus yg langsung dapat sorakan dari teman temannya... setelah makan,, mereka kembali masuk ruangan untuk menerima ujian selanjutnya,,... selesai ujian,, Alira memilih untuk langsung pulang,, di parkiran sudah ada mobil pak Tono,, Alira langsung melangkah ke arah mobil,, pak tono segera membuka pintu mobil untuk Alira, baru pak tono masuk dan melajukan mobil. pak Tono tidak memberitahukan kedatangn Fahri kepada Alira,, karna Fahri menyuruh pak Tono untuk tidak memberitahukannya... sesampainya di rumah,, Alira langsung masuk ke dalam rumah,, dan tiba tiba langkah kakinya terhenti karna melihat laki laki yg dia rindukan berdiri di dekat tangga tanpa memakai baju,, hanya memakai celana pendek karna Fahri baru selesai barbelan,,.. itulah kebiasaan Fahri,, setiap kali habis berolah raga langsung melepaskan bajunya karna dia ngga bisa pakai baju yg sudah basah dengan keringat... Alira menatap Fahri dengan tatapan yg bercampur antara senang,, kaget,, terharu dan rindu,,sedangkan Fahri biasa saja dengan ekspresi dinginnya.. tiba tiba Alira berlari ke arah Fahri dan kemudian dia melompat dan memeluk Fahri dengan kedua kakinya dia lingkarkan di pinggang Fahri dan kedua tangannya di kalungkan di leher Fahri,,,... Fahri terkejut dengan tingkah Alira,, tapi karna fisiknya yg kuat membuat dia hanya sedikit terdorong ke belakang,,... Alira memeluk tubuh berkeringat Fahri dengan kencangnya,, sedangkan Fahri hanya berdiri tegak... "mas,, pegangin aku,,! nanti aku jatuh,,, rengek Alira... "ya turun kalau takut jatuh,,, jawab Fahri dingin... "ngga mauuu,, aku mau gendong,, kata Alira manja... para pembantu yg melihat tingkah Alira hanya senyum senyum... "kamu ngga malu,,? di lihatin para bibi tu,, kata Fahri sambil melinkarkan tangannya di bopong Alira.. "kenapa harus malu,, memangnya aku gendong di suami orang,,,? jawab Alira sambil menatap wajah Fahri yg penuh keringat... "kenapa menatapku seperti itu,,,? jangan bilang kamu mau minta di cium... kata Fahri.. "kalau iya emang kenapa,,,? tanya Alira... "jangan gila kamu,, jawab Fahri sambil melepaskan Alira dan melangkah ke arah kulkas untuk mengambil air minum.. Alira tak tinggal diam,, dia mengikuti fahri sambil melingkarkan tangannya di lengan Fahri... "lepaskan tanganmu,, aku mau minum,,, kata Fahri setelah sampai di depan kulkas... "Alira menurut,, dia melepaskan lengan Fahri dan tetap menatap Fahri yg sedang minum... Alira terpesona dengan tubuh suaminya yg kekar dan tinggi,, dia menatap Fahri dari atas sampai bawah... setelah Fahri selesai minum,, Alira kembali melingkarkan tangannya ke lengan Fahri sambil berkata,,,.. "mas,, aku mau di gendong.. sedangkan para bibi yg lagi sibuk di dapur hanya tersenyum senyum melihat kelakuan Alira yg sangat manja kepada suaminya,,... "lepasin aku,,! aku mau mandi... kata Fahri dingin.. setelah melepaskan tangan Alira,, Fahri melangkah ke arah tangga dan hendak naik ke kamar mereka yg terdapat di lantai dua... sebelum dia melangkah naik ke tangga,, dia melirik Alira yg tetap berdiri di tempatnya dengan mata yg sudah berkaca kaca... Fahri menghela nafas panjang dan membuangnya kasar sambil melangkah balik ke arah Alira,, kemudian menggendongnya dan kembali naik ke tangga menuju kamar mereka... Chapter 28 Bab 28. Fahri mengancam Alira sampai di dalam kamar,, Fahri menurunkan Alira di samping ranjang,, tanpa berkata apa apa kemudian dia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya... Alira pun tidak bersuara,, dia hanya diam sambil menatp Fahri dari arah belakang... di saat Fahri sedang mandi,, ponsel Fahri yg berada di atas ranjang berbunyi tanda ada pesan,, Alira yg mendengarnya langsung mengambilnya dan melihat ada pesan watsap dari Bella,, seketika jantung Alira berdegup kencang,, dengan tangan yg gemetar Alira membuka pesan itu... dan betapa kagetnya dia melihat gambar yg di kirim Bella untuk Fahri... mata Alira kembali berkaca kaca melihat foto fahri yg tersenyum sambil memegang sepenggal papan nama Bella... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578340647419.jpg-original600webp?sign=d9ec9baacfe57c3672664c95091614cc&t=5e72b600) "apa apaan ini,,,? tanya Alira dalam hati,,.. belum sempat Alira berfikir,, pesan kembali masuk,, dan pesan yg baru masuk ini membuat Alira seperti di sambar gledek.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578340647417.jpg-original600webp?sign=c8d6c2a9088994a36bee224076b2ccf5&t=5e72b600) Bella mengirim fotonya yg cukup seksi dan mengatakan kalau dia sangat merindukan Fahri... Fahri yg keluar dari kamar mandi,, melihat Alira sedang memegang ponselnya,, Fahri tidak menyadari apa yg terjadi,, dia berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya,, setelah mengenakan pakaian,, dia berbalik ke arah Alira namun Alira sudah tak ada di tempatnya... Fahri hendak melangkah ke luar untuk mencari keberadaan Alira,, belum sempat melangkah keluar,, dia mendengar suara air di dalam kamar mandi,,,... "ternyata dia lagi mandi,, gumam Fahri sambil berjalan ke arah ranjang dan meraih ponselnya... "apa sebenarnya yg dia cari di dalam ponselku,,,? tanya Fahri dalam hati setelah meraih ponselnya... dan betapa kagetnya Fahri melihat foto yg di kirim Bella... "pasti dia sudah salah faham lagi,, gumam Fahri sambil mencakar cakar rambutnya sendiri,,,... setelah beberapa menit Alira keluar dari kamar mandi,,.. Fahri menatap Alira yg tidak menatapnya sama skali,, Fahri sadar kalau Alira baru habis menangis,, karna matanya merah dan wajahnya terlihat sembab walaupun baru habis mandi... Allira melangkah ke arah lemari,, setelah selesai mengenakan pakaian,, Alira berbalik dan melangkah menuju pintu hendak keluar.. namun Fahri segera mencegahnya,, Fahri menyandarkan badannya ke pintu dan menatap Alira yg berdiri di depannya hendak meraih pegangan pintu... "apa lagi yg kamu fikirkan,,,? tanya Fahri... Alira tidak menjawab,, dia memilih membuang muka dari Fahri... "dalam suatu hubungan,, yg di butuhkan itu bukan hanya sentuhan, bukan hanya belayan,, namun juga rasa saling percaya Alira,,! tambah Fahri... "rasa percaya itu ada karna adanya kejujuran dan keterbukaan,, tapi mas mana,,? mas ngga pernah jujur atau terbuka denganku,,.. "ini aja untung aku lihat sendiri,, kalau ngga,, ngga mungkin mas mau bicara... ketus Alira.. "memangnya apa yg harus aku bicarakan,,? apa yg harus aku jujur,,? tanya Fahri sedikit kesal... "apa saja,,, jawab Alira sedikit berteriak.. "Alira,, aku tu sangat malas untuk membahas masalah masalah yg menurutku ngga penting sama skali.. kata Fahri.. "kamu marah karna foto foto itu,,? tanya Fahri kesal.... "fotoku yg sedang memegang nama Bella itu hanya tuntutan bisnis,, Alira,,! dan itu bukan hanya aku yg berfoto seperti itu,, tapi juga Refan dan yg lainnya... "dan kalau foto mengenai pelacur itu,, aku ngga tau apa apa2.. kata Fahri dengan emosi sehingga menyebut Bella sebagai pelacur.. tiba tiba Alira kaget dan pastinya merasa senang mendengar Fahri menyebut Bella pelacur... "jadi buat mas,, Bella itu ngga penting,,? tanya Alira sambil menatap wajah laki laki yg sangat dia cintai itu... "iya,, jawab Fahri singkat.. "jawab yg jelas dong mas,,,! rengek Alira.. "tadi kan aku sudah bilang iya,,, kata Fahri.. "tapi aku kurang puas,, kata Alira.. "ya trus aku harus jawab gimana dong,,,? tanya Fahri mulai kesal.. "kenapa dia ngga penting,,? tanya Alira menuntut.. "yaaa,,, karna dia bukan siapa siapanya aku... jawab Fahri datar... "kalau gitu yg penting buat mas sekarang apa,,,? tanya Alira sambil melingkarkan tangannya di pinggang Fahri.. " yg penting skarang buat aku,, bagaimana caranya membuat kamu agar cepat hamil,, karna papa sama mama sudah sangat menginginkan cucu... kata Fahri dengan santainya... "apa,,,? teriak Alira... "aku ngga mau hamil,, aku kan baru mau semester tiga... jawab Alira... "memangnya ada laranga buat mahasiswi ngga boleh hamil di semester bawah,,? tanya Fahri.. " intinya kamu harus hamil,, kalau kamu ngga mau,, aku akan cari anak di wanita lain,, ancam Fahri yg membuat Alira kikuk... Chapter 29 Bqb 29. Alira pergi dari rumah serentak Alira terdiam,, dia menatap Fahri sambil berfikir,,... "pasti dia ingin aku hamil,, biar aku ngga bisa ikut dia kemana mana,, dia fikir aku ngga tau rencana busuknya... kata Alira dalam hati... "hahahahaha,,, aku ngga mungkin hamil,, aku kan selalu mengkonsumsi pil Kb yg aku minta sama dokter Rani waktu itu... gumam Alira... di saat Fahri mengantar Alira untuk periksa di dokter Rani waktu itu,, Alira sempat meminta pil kb di dokter Rani,, alasannya karna Alira belum mau hamil,, tapi Fahri tidak mengetahuinya,, karna di saat Alira meminta pil kb itu,, Alira dan dokter Rani berada di dalam kamar dan Fahri menunggu di luar... "ngapain kamu menatapku seperti itu,,? apa yg kamu rencanakan,,? tanya Fahri curiga.. "ngga ada,, jawab Alira berbohong... setelah itu Fahri berbalik dan membuka pintu,, kemudian melangkah ke arah dapur untuk makan malam karna sudah waktunya makan malam.. Alira mengikuti Fahri dari belakang dan makan bersama Fahri... mereka makan tanpa suara,,, sesekali Alira melirik Fahri yg sangat fokus dengan makanannya... sejenak Alira kembali berfikir,,.... " kalau aku hamil dan memiliki anak,, pasti aku hanya di rumah,, dan dia kesana kemari sesukanya,,, kata Alira dalam hati... selesai makan,, Alira membersihkan meja makan,, itulah kebiasan Alira,, walaupun sudah di larang bi ina,, namun dia tetap melakukannya... sedangkan Fahri,, sudah bersantai di ruang nonton dengan bertelanjang dada,, itulah kebiasaan Fahri setiap malam tanpa baju.. dia membakar sebatang rokok dan menghisapnya sambil menyalakan TV,,... selesai Alira menyikat gigi dan memakai segala perawatan malamnya,, dia turun ke ruang nonton menemui Fahri... setiap malam Alira memang selalu memakai pakaian tidur yg seksi,, dan Alira adalah wanita yg selalu menjaga kecantikan wajah dan tubuhnya,, dia tidak perna lalai dalam merawat wajah dan tubuh indahnya itu... setelah berada di ruang tv,, Alira duduk di samping Fahri,, tiba tiba datang bi ina membawakan buah yg di minta Fahri... "non,,, farfum non harum bangat,,,! kata bi ina... "ini bukan farfum bi,, ini lotion kusus malam,, jawab Alira... "ooooo gitu ya,,,? sudah cantik,, seksi,, harum lagi,, tambah bi ina... "makasih bi atas pujiannya,, jawab Alira sambil tersenyum ke pada bi ina yg sudah berlalu ke dapur... setelah bi ina pergi,, Alira berdiri dari duduknya dan mematikan lampu di ruanganan itu... Fahri yg asik mencari siaran yg mau dia nonton, tidak perduli dengan apa yg di lakukan Alira... setelah lampu mati,, Alira kembali duduk,, dan sekarang dia tidak duduk di samping Fahri melainkan di pangkuan Fahri.. Fahri tetap cuek,, tapi dia tidak menolak Alira yg sudah duduk di atas pangkuannya... setelah duduk di atas pangkuan Fahri,, dia segera mengambil remot dari tangan Fahri dan mencari drama korea romantis kesukaannya... setelah mendapatkan drama yg dia cari,, dia langsung menyandarkan tubuhnya ke tubuh kekar suaminya,, sedangkan Fahri yg dingin seperti es balok hanya membeku sambil menikmati rokonya... "mas,,, kamu kangen ngga sama aku selama beberapa hari di sana,,,? tanya Alira sambil memutar mutar ujung rambutnya sendiri... "ngga,, jawab Fahri yg sedang mematikan sisa roko yg dia isap... "ko ngga sih,,,? rengek Alira... "ya kan cuma dua hari di sana,,? jawab Fahri dingin... "tapi kan aku istri kamu,,! masa ngga kangen sih,,,? aku aja kangen setengah mati,, kata Alira dengan suara manjanya... "kalau gitu aku mau tanya satu hal yg selama ini mengganggu fikiran aku,,! kata Alira... "tanya apa,,,? sambung Fahri... "mas cinta ngga sama aku selama ini,,,? tanya Alira sambil berbalik menatap Fahri... "pertanyaan macam apa itu,,,? ketus Fahri.. "ko gitu sih,,? aku tu mau tau,, kamu tu cinta ngga sama aku seperti aku mencintaimu.. kata Alira.. "ayooo jawab akuuuu,,,! jawab mas,,,! rengek Alira memaksa.. "aku ngga tau,, jawab Fahri yg membuat Alira kaget dan tak percaya... "apaaaa,,,? ngga tau,,,? "maksud kamu apa,,,? arti apa aku buat kamu,,? "kamu melakukan semuanya kepadaku selama ini dengan dasar apa,,? "aku istri kamu,, semua telah aku berikan padamu,, dan kamu bilang,, kamu bilang ngga tauuuu,,,? Alira berkata panjang kali lebar sambil berlinang air mata.. "aku kecewa bangat sama kamu mas,,,.. dia berkata dan langsung pergi meninggalkan Fahri yg diam seribu bahasa... Alira berlari ke kamar sambil menangis,, dia tidak menyangka bahwa selama ini,, dia sudah mengharapkan cinta yg tiada pasti... sesampainya di kamar,, dia segera mengambil ponselnya dan menelfon Sifa... "halo Lir,,, suara Sifa dari balik telfon... "hiks...hiks....hika... Alira nenangis. "kamu kenapa Lir,,? tanya Sifa hawatir.. "Sif,, aku bisa nginap di rumah kamu ngga,,? tanya Alira sambil menangis.. "boleh dong Lir,, jangankan nginap,, tinggal pun boleh ko,, lagian papa mamaku ngga ada,, mereka lagi mengunjungi neneku di kampung yg sedang sakit,, jadi cuma aku sama kakak aku doang.... jawab Sifa... "makasih ya Sif,, aku ke sana skarang ya,,? kata Alira dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.. setelah itu Alira mengambil tasnya,, dia mengisi perlengkapan yg di butuhkan,,,.. sedangkan Fahri yg syok dengan apa yg terjadi,,memilih pergi ke ruang kerjanya untuk menenangkan diri dan berfikir... setelah semuanya beres,, Alira turun ke bawah dan keluar rumah tanpa ada satu orangpun yg melihatnya,, karna semua orang sudah pada tidur dan Fahri masih berada di ruang kerjanya... sesampainya di jalan,, Alira menyetopkan sebuah taksi yg kebetulan lewat situ,,, dia menaiki taksi itu dan berlalu menuju rumah Sifa,, selama beberapa menit akhirnya Alira sampai di rumah Sifa tepat pukul 10:30 malam,, dia turun dan langsung menghampiri Sifa yg sedang nenunggunya... Alira memeluk Sifa dan menangis,, Sifa membawa Alira ke kamarnya dan men coba menenangkan Alira... setelah merasa sudah tenang,, Alira kemudian menceritakan semua yg terjadi kepada Sifa.... "sudah Lir,, mending kamu ngga usah terlalu nemikirkannya,, kita lagi ujian lo,,! butuh konsentrasi dan ketenangan,, kalau kamu kaya gini,, gimna mau menghadapi ujian besok,, kata Sifa menenangkan Alira... "iya Sif,, aku ngga mau terlalu memikirkan dia,, buat apa aku memikirkan orang yg aku ngga tau dia mencintaiku atau tidak... kata Alira sambil menghapus air matanya.. dan setelah itu,, mereka berdua memilih untuk tidur karna waktu sudah menunjukan pukul 11:30 malam. di sisi lain,, Fahri sedang memikirkan Alira yg sedang menangis karnanya,, tapi dia tidak tau kalu Alira sudah pergi meninggalkan rumah... "mengapa dia harus menuntutku untuk menjawab pertanyaannya yg konyol itu,,? "kalau aku ngga mencintainya,, kenapa aku harus meminta anak padanya,,? "dasar wanita bodoh... "apa dia fikir,,, aku ini binatang yg menginginkan anak tanpa cinta,,,? gerutu Fahri dalam ruang kerjanya. "hiiimmmm, desah Fahri... "apa semua wanita menginginkan kata cinta dari lelaki,,? apa mereka tidak bisa menjalaninya tanpa harus ada kata itu,,,? "dia menginginkan kata cinta dariku,, tapi dia tidak mau hamil anaku,, maksudnya apa coba..? gerutu Fahri lagi... Fahri memang sudah sangat mencintai Alira,, tapi dia laki laki yg sangat gengsi untuk menjunjung wanita dengan kata cinta,, selama ini,, dia tidak pernah merasakan dan menyatakan cinta kepada wanita manapun... Chapter 30 Bab 30. prnikahan Fahri dan Alira yg di ketahui teman temannya. Alira tidak bisa tidur,, dia terus memikirkan Fahri,, walaupun dia memutuskan untuk tidak memikirkannya,, namun wajah Fahri selalu terbayang bayang dalam ingatannya... air matanya terus meluncur membasahi wajah cantiknya,, sedangkan Sifa yg berada di sampingnya sudah terlelap,,,... di rumahnya,, Fahri yg masih berada di ruang kerjanyapun sedang memikirkan istrinya yg membuatnya hampir gila... Fahri menatap jam yg melingkar di pergelangan tangannya,, jam menunjukan pukuk 12 malam tepat,, segera dia berdiri dan keluar dari ruang kerjanya,,... dia melangkah menuju kamar,, sesampainya di kamar,, betapa terkejutnya dia melihat ranjang yg kosong,, dia menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan Alira di sana namu tidak ada,,,.... "di mana dia,,,? tanya Fahri dalam hati.. segera dia berlari menuju kamar tamu,, namun di sana pun tidak ada keberadaan Alira,, dia tambah hawatir memikirkan Alira yg entah ke mana di tengah malam seperti ini,, setelah dari kamar tamu,, dia ke kamar para pembantu untuk menanyakan Alira,, namun jawaban semuanya sama,, kalau mereka tidak tau.. jantung Fahri berdetak tak menentu,, sejenak dia terdiam dan berfikir kemudian dia berlari kembali ke kamar dan membuka lemari pakaian,, matanya terbelalak setelah melihat separuh dari rak pakaian Alira yg kosong... "ya Tuhan,, kemana dia pergi selarut ini,,? tanya Fahri sambil mencakar cakar rambutnya sendiri... "mengapa dia senekat ini,,,? Fahri sangat hawatir,, karna Alira tidak pernah minggat dari rumah seperti ini... Fahri mangambil ponselnya dan segera menelfon nomor Alira namun nomor Alira sudah tidak aktif,, Fahri kembali mencakar cakar rambutnya dengan kesal... "dimana kamu Alira,, kemana aku harus mencarimu,,,? aaaaahhh,, Fahri berteriak karna kesal... kemudian dia teringat kepada teman teman Alira,, tapi dia tidak tau rumah teman teman Alira,, seketika fikirannya tertuju kapada Rian salah satu temannya yg katanya sekompleks dengan Ara sahabat Alira... Fahri segera meraih jaket dan kunci mobilnya dan melaju ke rumah rian,, dia sampai di rumah Rian tepat pukul 12:30.. ting tong...ting tong... Fahri membunyikan bel rumah Rian,, karna sejak tadi dia menghubungi Rian tidak ada jawaban,, dia menekan bel berulang ulang dan keluarlah ayah Rian sambil mengucek ngucek mata.. "om,, ada Rian,,,? tanya Fahri tanpa menunggu lama,,,... "eh,,,, nak Fahri,, ada,, masuk dulu biar om bangunin,, kata ayahnya Rian rama,, karna orang tua Rian sudah mengenal baik Fahri... tapi mereka semua belum tau kalau Fahri sudah menikah... Fahri segera masuk dan menunggu di ruang tamu,, sedangkan ayahnya Rian berjalan menuju kamar Rian untuk membangunkan Rian,, beberapa menit kemudian Rian keluar dan menuju ruang tamu... "ngapain lo malam malam ke sini,,? tanya Rian dengan wajah yg masih mengantuk.. "ikut gua sebentar,, kata Fahri sambil menarik tangan Rian,, Rian yg masih mengantuk hanya nurut,,... "om,, aku pinjam Rian sebentar,, kata Fahri sambil menarik Rian ke luar.. "iya,, jawab ayahnya Rian.. "sebenarnya lo mau bawa gue kemana sih,,? tanya Rian setelah berada di luar,,,. "gini,, gua mau cari Alira,,, jawab Fahri.. "haaa,, maksud lo,, Alira anak semester dua yg jadi primadona kampus itu,,? tanya Rian kaget.. "iya,, jadi aku mau,, kamu temanin aku ke rumah teman temannya,, karna aku ngga tau ruamah teman temannya,, kata Fahri... "tunggu tunggu tunggu,, aku mau tanya,, kenapa kamu mencari bidadari itu di tengah malam ini,, apa urusan lo sama dia,,? tanya Rian mencari tau.. Fahri menarik nafas panjang dan menghembuanya kasar,, kemudian dia menjawab.. "sebebarnya dia itu istriku,, kita sudah nikah setahun yg lalu,, dan malam ini,, ada masalah sedikit yg membuat dia pergi dari rumah tanpa aku tau,,... "aaapaaa,,? istriiii,,? nikaaaah,,,? setahuun,,? "udalah,, kagetnya nanti saja... kata Fahri.. "aku tu mau cari istri aku,, bukan nemanin kamu di sini,,,! ketus Fahri sambil menarik tangan Rian,,. "skarang kita mau ke mana,,? tanya Rian.. "kita ke rumah teman Alira yg satu kompleks sama kamu itu,,,... kata Fahri... "ooo Ara,,, sambung Rian.. "ya itu,, jawab Fahri... kemudian mereka ke ruamh Ara dan mengetok ngetok pintu rumah ara.. Ara terbangun mendengar pintu rumah di ketok,, dia keluar dari kamar dan di luar sudah ada orang tuanya bersama Fahri dan Rian... "ada apa ini,,? tanya Ara bingung... "ini,, temannya nak Rian ini,, mau mencari istrinya,, dan katanya istrinya itu teman lo,, kata mamanya Ara.. "haaa,, istri,,? teman gue,,? teman gua yg mana,,? kayaanya kaka salah orang deh,,! kata Ara.. "Alira,, dia istri gue,, dan tadi dia pergi dari rumah karna marah sama gue,, kata Fahri tanpa ragu.. "apaaaa,, Alira istri kaka,,? dan kaka suami Alira,,,? sejak kapan ka,,,? tanya Ara kaget.. setahun yg lalu kita nikah,, nanti kamu tanya dia aja,, skarang tolong antar aku ke rumah teman kamu yg menurut kamu Alira ada di sana... Ara menatap kedua orang tuanya,, dan orang tuanya mengangguk,, karna sebelum Ara datang,, Fahri sudah menjelaskan semuanya dan meminta izin kepada papa mamanya Ara untuk membawa Ara sebentar... kemudian mereka pergi menuju rumah Sifa,, karna Ara yakin Alira ada di sana,, selama beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Sifa,, dan mereka bertiga turun menuju pintu rumah Sifa... "tok...... tok....tok....tok... Alira yg tidak bisa tidur mendengar ketukan di pintu,, dia segera membangunkan Sifa,,... "Sif,, Sifa bangun,, ada yg ketuk ketuk pintu... "haaa,, Sifa bersuara dan bangun sambil mengucek ngucek mata,, "ada yg ketuk ketuk pintu,, kata Alira,,,... "tunggu di sini ya aku cek dulu,, kata Sifa sambil berjalan ke luar menuju ruang tamu.. sampainya di ruang tamu,, mata Sifa terbelalak melihat kakaknya sedang berbicara dengan Ara... "ada apa kamu datang malam malam ra,,? tanya Sifa,,,... "aku,, aku sedang,,, suara Ara terpotong oleh Fahri... "dia mengantarkan aku mencari Alira ke sini,, kata Fahri yg muncul dari luar dengan Rian di belakangnya.. sifa terbelalak melihat Fahri yg sudah berada di depannya,,.. "memangnya ada temanmu di sini sif,,? tanya kakak perempuan Sifa.. "iya kak,, semalam dia datang waktu kakak sudah tidur,, jawab Sifa jujur,, karna Sifa orangnya memang tidak pandai berbohong... "skarang dia di mana,,? tanya Fahri ngga sabaran,,.. "di kamarku kak,, dari tadi dia ngga tidur,, dan dia ngga berhenti menangis... jawab Sifa... "aku bisa masuk,,? tanya Fahri ke Sifa... "bisa kak,, silahkan,, kata Sifa mempersilahkan Fahri... tidak pakai menunggu lama,,, Fahri langsung melangkah ke arah kamar Sifa,, sampai di depan pintu,, dia melihat Alira dengan wajah yg sangat sembab dan mata sudah bengkak sedang memandang layar ponselnya... Fahri mengetuk pintu,, Alira menoleh ke arah pintu dan betapa terkejutnya dia melihat Fahri yg sudah menatapnya dari depan pintu.. Fahri melangkah masuk dan menghampiri Alira,, karna melihat Fahri melangkah maju,, Alira segera bediri dan memalingkan muka dari Fahri... Fahri berdiri di dapan Alira,, tanpa berucap satu kata pun,, dia meraih wajah Alira dan memutar wajah Alira untuk menghadapnya... Alira hanya terdiam dengan air mata yg terus mengalir... setelah wajah Alira sudah menghadapnya,, dengan segera Fahri langsung memeluk tubuh Alira dan menyandarkan bibirnya ke telinga Alira sambil berbisik... "aku sangat mencintaimu,,,... mendengar bisikan Fahri,, membuat suara tangis Alira keluar,, dia menangis sambil memukul mukul dada bidang Fahri,, hiks...hiks...hiks....hiks... sambil menangis,, Alira terus memukul mukul dada Fahri tak mau berhenti,, kemudian Fahri meraih ke dua tangan Alira dan segera melumat bibir seksi Alira,,,... dan sentuhan Fahri adalah kelemahan Alira,, mereka saling nelumat tanpa sadar ada empat pasang mata yg melihat mereka tanpa bersuara dari depan pintu... karna hampir kehabisan nafas,, akhirnya Alira memalingkan wajahnya dan segera memeluk Fahri,, dan betapa malunya dia di saat melihat Sifa, kakaknya Sifa, Ara dan Rian yg sedang menyaksikan mereka dari depan pintu,, segera dia melepaskan pelukannnya dan bersembunyi di balik tubuh kekar Fahri... Chapter 31 Bab 31. Ara dan Rian Fahri sedikit bingung dengan tingkah Alira yg telah menundukan mukanya ke dada bidangnya,, karna Fahri tidak menyadari ada beberapa orang yg lagi mematung di depan pintu sambil senyum senyum... "ada apa lagi,,? apa kamu masih marah,,? tanya Fahri... Alira tidak menjawab,, dia hanya mencubit perut Fahri dengan kepala yg tetap tertunduk di dada Fahri.. "eheem,, Rian pura pura batuk dan membuat Fahri mengerti tingkah aneh istrinya... Fahri yg memang dasarnya cuek,, berbalik ke arah pintu dengan sikap yg biasa saja,,,.. sedangkan Ara yg baru tau tentang kenyataan bahwa sahabatnya adalah istri laki laki tertampan dan ter cull di kampusnya,, menggenggam tangan Sifa kencang... "iiih,, kamu kenapa si Ra,,,? tanya Sifa risih... "ko kamu ngga kaget sih,,,? balas Ara... "aku udah tau sebelumnya kale,,,! jawab Sifa. "apaaa,,,? kamu ko jahat bangat sih, ngga bilang bilang.. kata Ara protes... "ya itu karna permintaan Alira,, aku juga ngga di kasih tau,, cuman aku pergoki mereka lagi ciuman di depan toilet kampus.. jawab Sifa yg membuat Ara dan Rian sama sama berteriak... "apaaaaa,,,,? kakak Sifa yg melihat tingkah mereka hanya tersenyum dan berjalan kembali ke kamarnya... dan tiba tiba,, Sifa, Ara dan Rian di kegetkan dengan suara Fahri yg sudah berdiri di depan mereka sambil menggandeng tangan Alira yg masih menundukan kepalanya karna malu.. "mari ku antar pulang,, kata Fahri sambil menatap Ara dan Rian bergantian... "udah pulang sana,,! ngga usah bengong,, kata Sifa sambil menatap Ara yg masi berdiri dengan mulut yg terbuka... "Sif,, aku pulang dulu ya,, makasih atas semuanya,, kata Alira sambil menatap Sifa.. "iya sama sama,, kalian hati hati di jalan ya,,,! balas Sifa... kemudian Sifa mengantarkan mereka ke depan pintu,, setelah mereka pergi,, Sifa kembali menutup pintu dan kembali ke kamarnya untuk tidur,, karna waktu masih menunjukan pukul 1:30 dini hari... sesampainya di depan rumah Rian,, fahri memberhentikan mobilnya,, Rian keluar dan di ikuti Ara,,... "ko kamu turun di sini,,,? tanya Fahri ke Ara karna rumah ara masih beberapa meter lagi.. "ngga apa apa kak,, di sini aja,, lagian udah dekat biar aku jalan aja... jawab Ara.. "jangan dong Ra,, biar kita antar ke rumah kamu aja,, kata Alira... "udah biar aku yg antarin dia ke rumahnya,, sambung Rian.. "ya udah kalau gitu,, dan makasih karna udah mau antarin aku malam malam gini. kata Fahri... "iya sama sama,, jawab Ara dan Rian bersamaan... "Lir hati hati ya,, kata Ara setelah Fahri menjalankan mobilnya... Alira hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah sahabatnya... setelah mobil Fahri menghilang,, Ara berjalan menuju rumahnya di temani Rian... mereka berjalan tanpa ada yg bersuara.. sambil berjalan,, Rian mencuri curi pandang ke arah Ara,,,... "ternyata dia cantik juga,, kata rian dalam hati.... Ara yg menyadari kalau Rian meliriknya sangat tegang dan salah tingkah,, dia mempercepat langkahnya,, Rian yg melihat tingkah Ara jadi senyum senyum sendiri... "kamu kenapa,,? tanya Rian sambil berbalik menatap Ara... "ngga,,, ngga apa apa ko kak,, jawab Ara gugup... "kamu punya pacar ngga,,,? tambah Rian yg seketika membuat wajah Ara memerah... "ngga,,, ngga punya,, jawab Ara tanpa menatap Rian... "mau ngga jadi pacar aku,,,? tanya Rian dan membuat Ara hampir putus nafas,,,... Ara tambah mempercepat langkahnya,, karna dia ingin segera cepat cepat sampai rumah,, dia merasa sesak di dada karna saking tegangnya,,... "gi mana,, mau ngga,,,? tanya Rian kembali yg juga mempercepat langkahnya mengikuti Ara... seketika Ara langsung berlari menuju rumahnya yg sudah dekat dan tiba tiba dia terjatuh,,,... bruug,,,, "aduuuuh,,, teriak Ara... Rian yg berada tepat di belakang Ara langsung berlutut di hadapan Ara sambil melihat lutut ara yg berdarah,,,.. "makanya ngga usah lari,, ketus Rian... "abis gara gara kaka sih,,! kalau bercanda itu yg membuat orang santai,, bukan bikin tegang... kata Ara dengan wajah cemberutnya... "Ara berdiri dan dia langsung melangkah pergi,, tapi langkahnya udah ngga stabil karna rasa nyeri di lututnya akibat terjatuh... Rian yg melihat Ara melangkah sambil menahan sakit,, dengan segera mendekat ke arah Ara dan langsung menggendongnya... "ka,, turunin aku,, aku bisa jalan sendiri,,! kata Ara sambil berusaha turun dari gendongan Rian tapi tidak berhasil,, karna Rian memiliki postur yg hampir sama kaya Fahri,, sedangkan Ara,, dia memiliki tubuh yg sedikit berisi tapi tidak gemuk,, dia tidak terlalu tinggi,, pantatnya yg montok tapi tidak terlalu lebar seperti punya Alira,, dan dia memiliki payudara yg lumayan besar.. "kamu mau cepat sampai rumah ngga,,? kalau mau,, ya diam... kata Rian.. akhirnya Ara memilih diam karna tidak bisa berbuat apa apa,,? sesampainya di depan pintu rumah,, Rian menurunkan Ara dan Ara langsung mengetuk pintu rumahnya,,,... di saat Ara sedang mengetuk pintu rumah,, Rian dengan segara mngambil ponsel Ara yg berada di ganggaman Ara,, dan mengetik nomornya sendiri dan menelfonnya,, kemudian dia tersenyum sambil memandang layar ponselnya yg ada panggilan masuk.... Ara hanya terdiam menatap tingkah Rian,, karna dia tidak mau kalau dia bersuara,, nanti di fikir yg ngga ngga sama orang tuanya yg sudah bersuara dari dalam rumah... "siapa,,, teriak mama Ara dari dalam rumah,,. "aku ma,, jawab Ara... "tunggu sebentar,, mama ambil kunci dulu,, tambah mamanya Ara... Ara yg kesal dengan kelakuan Rian yg mencuri nomor telfonnya,, menatap Rian dengan mukanya yg datar.. Rianpun balas menatap Ara dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, dan tiba tiba,, mata Ara terbelalak karna Rian sudah melumat bibirnya tanpa aba aba... Rian melumat bibir Ara dengan rakusnya sampai Ara tersandar ke pintu rumahnya... Ara mendorong tubuh Rian tapi Rian bukannya mundur,, malah tamba menjepit Ara ke pintu sambil melumat dan menggigit bibir Ara sampai Ara mengeluarkan suara karna kesakitan... "mmmmm,, Rian melepaskan lumatannya dari bibir Ara yg sudah bengkak dan menyerang leher Ara yg putih,, dia meninggalkan satu tanda yg besar di sana,,,,,... kemudian tangan Rian makin nakal,, tangannya yg berada di belakang kepala Ara,, kini sudah meremas Ara dari balik baju Ara,, Ara mancoba melepaskan tangan Rian,, namun Rian makin meremasnya dengan kencang sampai Ara menggigit bibirnya sendiri entah karna sakit atau nikmat.... dan tiba tiba ada suara putaran kunci di pintu bagian dalam,, dengan serentak Rian menghentikan aksinya dan mundur menjauh dari Ara.. kemudian pintu terbuka dan munculah mama Ara dari balik pintu.. "mama ara menatap Ara dan Rian bergantian kemudian bertanya.. "kenapa kalian berdua ngos ngosan,,,? "aaaa,,, akuuu,, tadii,, suara Ara terbata bata... "tadi kita berlari menuju ke sini setelah teman aku menurunkan kita di depan rumahku tan,,,, Ara mau buru buru sampai rumah ingin tidur katanya tan,,! sambung Rian dengan santainya dan membuat mama Ara mengangguk dan tarsenyum... "kalau gitu aku pulang dulu ya tan,, kata Rian sambil menatap mamanya Ara kemudian Ara... "iya,, kamu hati hati ya,,! trima kasih sudah mau antarin Ara,,.. kata mamanya Ara... "ko trima kasih sih,,? mama tu harusnya marahin dia,, karna dia hampir memperkosa anak gadis mama,, gerutu Ara dalam hati sambil menatap Rian sinis... Sedangkan Rian hanya tersenyum dan melangkah menuju rumahnya... Chapter 32 Bab 32. Bertempur di pagi hari dalam perjalanan pulang,, sesekali Alira melirik Fahri yg sedang fokus menyetir... dalam diam Alira mulai berfikir,,.. "apa benar yg dia katakan tadi,, bahwa dia mencintaiku,,,? "ataukah dia hanya terpaksa mengatakan itu biar aku ngga marah lagi dan mau pulang... fikir Alira... sedangkan Fahri hanya menyetir tanpa ada suara,,... sesampainya di rumah,, Alira dan Fahri langsung menuju kamar mereka... "ayo tidur,, besok kamu ujian,,,. kata Fahri sambil melepaskan bajunya dan berbaring di atas ranjang... "tapi aku ngga ngantuk,, jawab Alira,,. "jadi kamu mau bergadang sampai pagi,,? tanya Fahri tanpa membuka matanya.. "suami macam apa dia,,,? ngga ada romantis romantisnya,, karna dia,, aku menangis sampai mataku sebengkak ini,, skarang dia malah cuek tanpa memperdulikan aku,, gerutu Alira dalam hati... Alira yg merasa kesal,, memilih nonton drama korea romantis yg dia donlod di yutub... Alira menonton sambil tertawa cekikikan,, karna dia merasa lucu dengan adegan di dalam drama yg dia nonton itu... tapi tiba tiba,, dia di kagetkan oleh Fahri yg sudah merampas ponselnya dan mematikannya,,,,,... "apa apaan si kamu,,,? ketus Alira... "kamu yg apa apaan,, ini jam brapa,,? dan besok kamu harus apa,,,? ngga tidur,, malah cekikikan kaya kuntilanak... kata Fahri kesal.. "aku ngga mau tiduur,, jawab Alira... "kenapa ngga mau tidur,,? tanya Fahri.. "abis mas cuekin aku,,, ketus Alira... "trus maunya kamu aku gimana,,? aku ni ngantuk,, mau tidur,, dan kamu juga harus tidur Aliraaa,,, "pokoknya aku ngga mau tidur,, tambah Alira.. "hhhuuuuhh,, dengus Fahri kasar sambil menjambak rambutnya sendiri.. Fahri bangun dan terduduk di samping Alira,, dia menatap Alira yg juga menatapnya... "aku mohon kamu jangan kaya gini dong Alira,,.. "mau kamu apa sih sebenarnya,,? tanya Fahri dengan suara lemasnya... "aku mau mas jujur,, apa mas benar benar mencintaiku,,? atau berpura pura mencintaiku,,,? "astaga Aliraaaa,,, kenapa itu terus sih yg jadi masalah,,,? "jawab dong maaaaas,, rengek Alira.. Fahri menarik nafas panjang dan menghembusnya perlahan,,, setelah itu dia berkata,,... "tatap aku dan dengarkan perkataanku dengan sebaik baiknya... Alirapun dengan smangat langsung berbalik dan menatap Fahri.. "kamu ngga usah tanyakan itu,, kalau aku ngga mencintaimu,, aku ngga akan bertahan selama ini menjadi suamimu... "dan kalau aku ngga mencintaimu,, aku ngga akan melakukan kewajibanku sebagai seorang suami,, dan meminta anak darimu.. "supaya kamu tau,, demi kamu,, selama ini aku selalu menutupi pintu hatiku untuk semua wanita,, dan aku selalu menjaga diriku,, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain kamu,,,.. jelas Fahri panjang lebar... "hehehehe,,, berarti mas perjaka tua dong,,, kata Alira sambil terkekeh,,.. "ya itu karna kamu,, dan kalau bukan karna kamu,, aku sudah menikah muda karna menghamili anak orang... kata Fahri yg membuat wajah Alira seketika cemberut... "ya itu kan kalau aku ngga di jodohkan sama kamu,,,! tambah Fahri karna melihat Alira yg sudah mulai cemberut... "kalau gitu jawabannya apa,,? tanya Alira yg masih dengan wajah cemberutnya... "ya jawabannya,, akuuuu... mencintaimuuuu... Aliraaaa... jawab Fahri.. "skarang kita tidur ya,,,? ucap Fahri.. Alira mengangguk sambil tarsenyum dan langsung mengecup bibir Fahri... setelah itu mereka tidur dengan nyenyak,,, pukul 5:30 pagi alaran berbunyi dan membuat Alira terbangun,, dia membuka matanya dan menoleh ke sampinya,, tapi tak ada siapapun di sana... "di mana dia,,,? tanya Alira dalam hatinya... segera Alira beranjak untuk mencari keberadaan suaminya,, tapi sebelum dia keluar kamar,, dia melangkah ke arah jendela kamarnya untuk membukakan horden.. setelah dia menarik horden ke samping,, dia terpana dengan sosok yg dia cintai sedang berjalan bertelanjang dada di bawah sana... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578499547582.jpg-original600webp?sign=35a4516d1119aea0eaf340a5d4baf496&t=5e72b600) "aduh,, suamiku masih pagi pagi sudah menggoda bangat,,,kata Alira sambil menggigit gigit kukunya... karna Fahri sudah tidak kelihatan,, Alira memilih untuk merapikan tempat tidur,, karna Fahri tidak suka ada orang lain masuk ke kamar mereka,, jadi masalah kebersihan di dalam kamar itu menjadi tanggung jawab Alira... selesai merapikan tempat tidur,, Alira kemudian menyiapkan pakaian yg akan di pakai Fahri ke kantor,,... tiba tiba pintu kamar terbuka dan munculah Fahri dengan badan yg berkeringat tanpa baju,,,... Alira kemudian berbalik dan menatap Fahri dengan tatapan centilnya,,.. dia berlari ke arah Fahri dan merengek minta gendong,,.. "mas,,, aku mau gendong,,, rengek Alira.. "Fahri tidak menjawab,, dia langsung mengangkat tubuh Alira dan menggendongnya,, Alira yg bahagia,, dengan segera melingkarkan kakinya di pinggang Fahri dan merangkul leher Fahri dengan kedua tangannya... tanpa aba aba,, Fahri membawa Alira menuju ranjang dan membaringkan Alira di sana,,.. kemudian Fahri melepaskan semua pakaian yg dia maupun Alira kenakan,, sekarang mereka saling bertatapan tanpa mengenakan sehelai benangpun... Alira terkejut melihat tingkah Fahri,, tapi dia tidak melarang ataupun menolak,, karna diapun menginginkannya... Fahri naik ke ranjang dan segera bibir Alira dengan rakusnya,, setelah puas di bibir,, dia turun ke leher tapi tidak meninggalkan jejak di sana,, karna dia ngga mau teman teman Alira melihatnya,, karna mereka sudah tau semuanya.. kemudian ciuman Fahri pindah ke dada Alira,, dia mencium,, menjilati dan menggigitnya bergantian sehingga membuat Alira mendesah.. setelah puas di sana,, Fahri turun ke bawah,, turun,,turun dan bersemayam di Alira yg sudah sangat basah.. Fahri mengecupnya,,,, dan menjilatinya,, membuat Alira mendesah semakin gila,, Alira menjambak rambut Fahri dan menekan kepala Fahri semakin dalam ke nya.. Fahri menurut,, dia mejulurkan lidahnya ke dalam Alira yg sudah sangat basah,,, dia memainkan lidahnya di sana... Alira mendesah makin kencang membuat Fahri makin gila... tiba tiba Alira gemetar dan berteriak memanggil nama Fahri... aaaah...aaaah...maaaas...maas Fahri,,, aku,,,akuuuu,, aaaaah.. sumburan cairan nikmat dari Alira,, dengan segera Fahri menyapu bersih dengan lidahnya dan meneguknya.. kemudian Fahri bangkit dan mengarahkan senjatanya ke Alira,,, dia melakukannya dengan kekuatan penuh mungkin karna dia baru habis berolah raga jadi tenaganya sangat kuat... mereka bertempur hampir satu jam dan akhirnya Fahri tumbang di samping Alira.. setelah itu Fahri mengecup kening Alira dan segara mengangkat tubuh Alira,, Fahri membawa Alira ke kamar mandi dan menurunkan Alira ke dalam bhetroom,, sedangkan Fahri sendiri memilih mandi di bawah shower,, mereka berdua membersihkan badan mereka yg sudah mandi keringat itu... Chapter 33 Bab 33. Fahri yg nurut selesai mandi,, Alira langsung mengenakan juba mandinya dan Fahri hanya mengenakan handuk,, Alira buru buru berpakaian sedangkan Fahri sedang menerima telfon dari Refan,, Alira yg berada di depan meja rias melirik Fahri,, karna merasa Fahri tidak melihatnya,, dia segera mengambil pil kb yg dia simpan di laci meja riasnya dan memasukannya ke dalam tasnya... selesai menerima telfon dari Refan,, Fahri langsung bergegas untuk berpakaian,, sedangkan Alira sudah selesai berdandan,, dia berdiri dari depan meja rias dan melangkah menuju pintu... "mas,, aku tunggu di bawah ya,,,,! kata Alira sambil melangkah keluar kamar... Fahri yg lagi sibuk berpakain tidak menjawab apa apa,, ya namanya juga Fahri si kutub utara yg cueknya minta ampun... sesampainya di meja makan,, Alira dengan segera mengambil pil kb dari dalam tas dan meminumnya,, Alira memang belum mau hamil,, bukan karna dia tidak menginginkan anak dari Fahri,, tapi dia tidak mau kalau Fahri akan menjadikan kehamilannya sebagai alasan untuk meninggalkannya apabila Fahri mau berangkat ke mana mana.. setelah beberapa menit Fahri turun dan langsung duduk di meja makan untuk sarapan bersama Alira... Alira sesekali melirik Fahri,, dia merasa kagum dengan suaminya yg sangat tampan dan mempesona,, tapi tiba tiba dia merinding sambil mengangkat bahunya,, dia merasa ngeri mengingat keganasan suaminya saat bercinta... "katanya dia ngga pernah menyentuh wanita manapun sebelumnya,, tapi mengapa dia sangat berpengalaman,,,? Alira bertanya tanya dalam hatinya... "kamu melamun apa,,,? tanya Fahri yg membuat Alira terkejut dari lamunannya... Alira hanya menggelengkan kepalanya tanpa menatap Fahri dan segera melahap sarapannya yg tertunda karna asik melamun... Fahri yg sudah selesai sarapan,, memandang Alira sambil menikmati sebatang rokok... "pantasan saja Rian menyebutnya bidadari,, dia memang sangat cantik dan manis.. kata Fahri dalam hati... "kenapa mas menatapku seperti itu,,,? tanya Alira karna merasa risih dengan tatapan Fahri... "memangnya kenapa,,,? salah kalau aku menatap istriku sendiri,,,? ucap Fahri dengan santainya,,.. "aku risih dengan tatapan mas itu,,, ketus Alira... "kenapa risih,,,? perasaan tadi pagi juga aku menatapmu,, bahkan menatap seluruh tubuhmu yg terbuka,, tapi kamu tidak risih,, malahan kamu suka kan,,,? tanya Fahri yg membuat wajah Alira seketika memerah seperti kepiting goreng... "apa apaan sih kamu mas,, kata Alira sambil berdiri dan membereska meja makan... sedangka Fahri hanya tersenyum senyum melihat wajah Alira yg memerah karna malu. "ayo mas,,! nanti aku terlambat.. kata Alira setelah selesai membereskan semuanya... kemudian mereka berdua bergegas untuk berangkat,, Fahri akan ke kantor,, karna ada rapat penting pagi ini,, tapi sebelumnya dia menyempatkan untuk mengantar Alira ke kampus terlebih dulu... dalam perjalanan,, Alira teringat kalau lotion dan perawatan kecantikannya sudah hampir habis,, dan dia segera meminta uang pada Fahri... "mas,, aku mau minta uang,, aku mau beli lotion dan krim aku,, soalnya sudah hampir habis... "Fahri yg sedang fokus menyetir tidak menjawab apa apa,, dia mengambil dompet dari dalam saku celananya yg di bagian blakang dan menyerahkannya pada Alira... "ambil atm yg berwarna biru untuk kamu,, belikan apa yg mau kamu beli,, kata Fahri tanpa melirik Alira.. "tapi aku mau uang,, aku ngga mau atm,, tolak Alira... "kamu ini bodoh atau apa sih,,,? sekarang ini,, hampir semua orang menggunakan atm,, dan satu lagi,, aku bukan ibu kamu yg setiap hari harus memberikanmu uang jajan.. Alira tidak menjawab apa apa,, dia hanya memajukan bibirnya dengan wajah cemberutnya dan segera mengambil atm warna biru seperti yg di katakan Fahri... setelah itu,, Alira mengembalikan dompet Fahri,, Fahri mengambil dompetnya tanpa menatap Alira,, dan langsung memasukannya kembali ke dalam sakunya... setelah beberapa menit,, mereka sampai di depan kampus,, Fahri memberhentikan mobilnya untuk Alira turun,, tapi Alira tidak turun malah dia berbalik dan menatap Fahri... "mas,, antarin aku dooong,,,! rengek Alira... "tapi aku buru buru ke kantor,,, tolak Fahri.. "sebentar ajaaaa,,, di depan situ aja koo,,,! rengek Alira lagi sambil menunjuk ke arah kampus dan di sana ada Rian yg baru keluar dari mobil dan sedang berdiri menatap ke arah mobil Fahri... akhirnya Fahri menurut,, tapi sebelum dia keluar,, dia melirik ke sampingnya yg ada tas Alira,, sedangkan Alira sudah keluar tanpa mengambil tasnya... Fahri segera mengambil tas Alira kemudian keluar dari mobil melangkah ke arah kampus dan di ikuti Alira dari belakang,,.. setelah melihat Fahri,, Rian tersenyum sambil melambaikan tangannya,, Fahripun balas senyum sambil melangkah ke arah Rian dengan membawa tas Alira di tangannya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578576339656.jpg-original600webp?sign=372af39ff079cd7b25cd087fea439a36&t=5e72b600) "hay bro,,, teriak Rian... "ngapain kamu ke kampus pagi pagi,,? bukannya semuanya sudah beres,,,? tanya Fahri setelah sampai di depan Rian... "aku ada urusan penting,, jawab Rian.. Rian ke kampus pagi pagi karna ingin menemui Ara untuk meminta maaf atas perbuatannya,, dan ingin mengatakan kepada Ara kalau dia sungguh sungguh bukan bercanda,, karna dari tadi pagi dia menghubungi nomor Ara tapi tidak ada jawaban,, dan sms pun tak di balas... "eeeeh,, ko tumben nurut sama wanita sampai mau bawain tasnya... kata rian mengejek sambil menatap tas yg di bawa Fahri... "ya dia kan istriku,, jadi wajar wajar saja kalau aku nurut dan mau bawa tasnya.. "iyaaaa,,, aku tau bro,,, kamu nurut karna sudah di kasih jata kan,,,? kata Rian menggoda Fahri,,,.. sedangkan Fahri langsung tersenyum sambil memukul lengan Rian dan berkata... "kamu kaya tau aja sih,,,? kata Fahri... "ya aku kan pawangnya kalau soal soal yg gituan... kata Rian sambil terkekeh.. "tapi tunggu bro,, aku jadi ragu ni sama kamu,, kamu kan ngga ada pengalaman soal bercinta,, jadi bagaimana kamu kasih nafka batin istrimu yg mempesona itu,,,? tambah Rian... "soal itu kamu ngga usah ragu sama aku,, aku kasih nafkah batin istri aku sampai dia lemas,, tu lihat,, biar untuk membawa tasnya aja dia ngga sanggup.... dan serentak mereka berdua tertawa... "hahahahaha.... Alira tidak terlalu memperdulikan Fahri dan Rian yg lagi asik mengobrol,, karna diapun lagi asik sama Ara dan Amel yg baru sampai,,. setelah menyapa dan mengobrol sebentar,, kemudia Amel berpamitan untuk duluan ke dalam,, karna ada urusan yg harus dia selesaikan bersama salah seorang dosen. setelah Amel pergi,, Alira dan Ara berjalan menuju Fahri dan Rian,, namun Ara tidak melirik Rian sama skali,, karna Alira dan Ara sudah berada di samping mereka,, dengan segera Rian menarik tangan Ara sambil berkata,,.. "aku pinjam Ara sebentar,, kata Rian sambil menarik tangan Ara menuju lorong kampus yg sepi... Fahri dan Alira hanya bingung menatap kepergian Rian dan Ara tanpa berkata kata.. Chapter 34 Bab 34. Alira membuat Fahri hawatir.. Alira sangat bingung dan terkejut melihat Rian yg membawa Ara pergi,, sedangkan Fahri hanya senyum senyum sambil menggelengkan kepalanya setelah tadi bingung dengan tingkah Rian... "mas,, ada apa sama mereka,,,? tanya Alira.. "mana aku tau,,,? itu urusan mereka,, kamu ngga usah memikirkannya,, yg harus kamu fikir,, bagaima agar kamu bisa menyelesaikan soal soal ujian sebentar nanti... jawab Fahri datar.. "ini tas kamu,, masuk sana,,,! aku mau ke kantor,, ada rapan jam 9 nanti,, kata Fahri sambil menatap jam tangannya yg menunjukan pukul 8 tepat... "trus mas mau menjemputku atau tidak,,,? tanya Alira sambil menatap Fahri... "kayanya ngga bisa,, karna aku hari ini sibuk,, dan mungkin aku pulang malam,, nanti aku hubungi pak Tono untuk menjemputmu jawab Fahri... "ya udah kalau gitu,, aku masuk ya,,,! jawab Alira.. tapi sebelum Alira berbalik,, Fahri segera meraih kepala Alira dan mengecup kening Alira,,, Alira sangat kaget dengan perlakuan suaminya yg tidak perna melakukan ini sebelumnya,, apalagi di tempat umum kaya gini,, beberapa orang yg ada di sana terkejut sampai membuka mulut mereka karna melihat kakak tingkat sekaligus laki laki tertampan di kampus mereka mengecup kening primadona di kampus mereka itu.... ada yg kaget sambil senyum senyum,, ada juga beberapa wanita yg kaget dengan tampang yg tidak suka,, atau irih sama Alira... setelah itu Fahri pergi memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan kampus... Alira tersenyum menatap kepergian suaminya sambil memegang keningnya... tiba tiba datanglah satu geng yg di ketuai Tantri yg sangat kesal sama Alira dan berkata... "heee penggoda,, kamu ko ganjen bangat sih,, sampai bisa membuat kak Fahri mengecup keningmu,,? sihir apa yg kamu kasih sama kak Fahri,, kata salah seorang wanita yg terkenal judes dengan gayanya yg berlebihan dan paksa cantik namun nyatanya kecantikannya di bawah Alira dan juga bodinya yg kurus dengan pantatnya yg rata. segera Alira menatapnya sinis dan berkata,,,. "apa urusannya sama kamu,,? kalau suamiku mengecup keningku...? jawab Alira yg membuat semua di situ tambah kaget... "alaaaa bohong kamu,,, sejak kapan kak Fahri menikah,,? kalau berhayal ngga usah terlalu tinggi,, nanti jatuhnya sakit... tambah wanita yg bernama tantri itu.. "terserah kamu aja,, mau percaya atau tidak aku ngga perduli dan ngga penting,, ketus Alira yg aslinya memang cerewet... setelah itu Alira melangkah melenggak lenggok body indahnya bak model,, dari hadapan wanita wanita sirik yg sedang menatapnya dengan tatapan kesal.. di sisi lain,, Ara yg di tarik Rian sedang berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Rian... "lepasin aku kak,, aku tu mau masuk ruangan,, kata Ara sambil berusaha menarik narik tangannya... karna sudah berada di tempat yg sepi akhirnya Rian menghentikan langkahnya dan menyandarkan Ara ke dinding dengan kedua tangannya memegang punggung Ara.. " aku datang pagi pagi ke kampus hanya untuk menemuimu,, karna kamu ngga mengangkan telfonku dan ngga membalas pesanku,, kata Rian sambil menatap Ara... "tapi untuk apa kak,,? kaka tu sudah menggangguku tau ngga,,,? ketus Ara... "aku mau minta maaf atas kejadian semalam,, dan aku mau bilang,, kalau aku tu sudah jatuh hati padamu dan sungguh sungguh untuk menjadikanmu pacarku,, kata Rian yg membuat Ara terkejut dan tidak percaya... "aku ngga percaya sama kaka,, kaka kan playboy,, mana mungkin sungguh sungguh sama gadis seperti aku... "maksud kamu apa berkata seperti itu,,,? tanya Rian dengan tatapan heran.. "aku tu ngga cocok sama kaka, kaka tu dari keluarga kaya dan terpandang,, sedangkan aku hanya gadis biasa yg sederhana,, kata Ara sambil menatap Rian... ya keluarga Ara memang sederhana,, sedangkan Rian,, anak orang kaya yg mempunyai bisnis di mana mana... "tapi aku ngga perdulikan itu,, intinya aku mencintaimu,, dan ingin jadikan kamu pacarku,, tegas Rian.. "ok,, kalau memang kaka benar benar mencintaiku,, aku mau kaka membuktikannya,,, tantang Ara... "membuktikan apa,,? jawab Rian... "aku akan percaya sama kaka,, kalau kaka berherhenti menjadi seorang playboy,, dan aku akan terima kaka kalau kaka melamarku untuk di jadikan istri bukan menembaku untuk jadi pacar.. "baiklah,, aku akan berhenti menjadi playboy,, dan akan melamarmu setelah aku selesai wisuda dan bekerja.. hawab Rian santai... "kalau gitu,, aku boleh menciumu ngga,,,? kata Rian yg sudah melepaskan Ara... "ngga boleh,, kaka buktikan dulu ucapan kaka baru boleh,, dan satu lagi, kaka tu sangat keterlaluan karna sudah mencuri ciuman pertamaku tau ngga,,? jawab Ara kesal sambil berlari meninggalkan Rian yg mematung karna merasa kaget mengetahui kalau Ara berarti masih perawan... setelah Ara pergi,, Rianpun melangkah pergi sambil senyum senyum sendiri... selesai ujian,, Alira langsung pulang,, sampainya di rumah,, dia langsung mandi setelah mandi,, dia memilih untuk tidur siang karna dia merasa sangat kecapean dan mengantuk... karna Alira tidur sudah sore,, jadi dia terbangun sudah malam,, dia mengambil ponselnya dan terkejut melihat jam yg sudah menunjukan pukul 8:30 malam,,,,.. Alira bangun dan segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya,, dia memilih mandi dan keramas,, karna dia merasa gerah... selesai mandi,, Alira berpakain,, dia mengenakan baju santainya,, tapi tiba tiba dia teringat kalau dia lupa membeli lotion dan krim nya,, sedangkan lotion khusus siang sudah habis,, dan untuk malam pun tinggal sedikit,, sedangkan krimnya juga akan habis setelah dia pakai malam ini... segera dia melepaskan baju santai yg dia pakai dan menggantikannya dengan kemeja putih dan celana jens,, karna dia mau pergi ke supermarker untuk membeli perlengkapannya... sedangakn di kantor,, Fahri yg baru selesai bekerja,, memutuakan untuk mandi,, selesai mandi,, dia berpakaian dan duduk bersantai sebentar di sofa yg terdapat dalam ruang kerjanya,,,,, dia mengambil remot dan menyalakan tv sambil menikmati sebatang rokok,, tiba tiba dia terfokus sama berita wanita di perkosa dan di bunuh oleh beberapa orang perampok kemarin malam, dan pelaku melarikan diri, serentak dia teringat Alira dan merasa hawatir... tidak pakai lama,, Fahri meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Alira,,.... ("kamu lagi apa,,,? tanya Fahri...) sedangkan Alira yg sudah sampai di depan supermarket,, merasa ada getaran dalam saku celananya,, dia meraih ponsel dalam saku celananya dan membaca pesan dari Fahri,, kemudian dia membalasnya.. ("aku lagi di super market,, mau membeli lotion dan krim aku,, karna tadi siang aku lupa membelinya,,, balas Alira... ("sama siapa,,? balas Fahri...") ("sendiri saja,, lagian jalanan masih rame ko,,,! balas Alira... serentak mata Fahri terbelalak mambaca pesan dari Alira,, dia segera meraih tas dan kunci mobilnya dan berlari menuju lif untuk turun ke parkiran... di dalam lif,, fahri kembali mengirim pesan kepada Alira,,,... ("tunggu aku di situ,,, aku sudah dalam perjalanan...") Alira yg sudah melangkah masuk supermarket tersenyum setelah membaca pesan dari Fahri... sedangkan Fahri yg sudah melaju dengan mobilnya,, merasa kesal dengan Alira karna pergi tanpa di temanin sopir... sesampainya di depan super market,, Fahri memarkirkan mobilnya dan turun menyusul Alira,, dia berdiri menunggu Alira di samping pintu super market dengan tatapan yg dingin dan datar,, sambil kedua tangannya di masukan dalam saku celananya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578588400445.jpg-original600webp?sign=684da2007175b2a779f3aef7b6159f81&t=5e72b600) semua orang yg berada dalam super market menatap Fahri dengan tatapan penuh kekaguman sampai ada yg melongo seperti orang bodoh... Alira yg melihat laki laki tampannya hanya tersenyum sambil menatap Fahri dari arah sana,, sambil tangan sebelahnya dia masukan ke dalam saku celana bagian belakang untuk mengambil atm.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578588400443.jpg-original600webp?sign=eea199b7e3a3a79b839a57d43baa7e18&t=5e72b600) selesai membayar barang belanjaannya,, Alira langsung menghampiri Fahri sambil tersenyum,, sedangkan Fahri hanya menatap Alira dingin karna dia merasa kesal,, dengan segera dia menarik tangan Alira dan membawanya ke mobil tanpa ada satu kata pun,,, begitulah sifat Fahri kalau lagi kesal... Chapter 35 Bab 35. Fahri menampar Alira sampainya di mobil Fahri langsung membuka pintu dan menyuruh Alira masuk,, Alira merasa heran dengan tingkah Fahri,, tapi dia hanya menurut dan masuk ke dalam mobil... setelah Alira masuk,, Fahri berjalan memutar dan masuk ke mobilnya,, di dalam mobil Fahri melirik kantong yg Alira pegang,, karna kesal,, dia langsung menarik kantong itu dari tangan Alira dan melemparnya ke tempat duduk bagian belakang,, akhirnya barang barang belanjaan Alira terhambur dari dalam kantong... "kamu kenapa sih mas,,,? tanya Alira sedikit berteriak karna kesal dengan tingkah Fahri yg membingungkan... "kamu mau mati,,,? udah ngga ingin hidup,,? bentak Fahri... "maksud kamu apa sih,,,? kata Alira sambil menatap Fahri dengan mata yg sudah berkaca kaca,, ya karna Alira memang sangat cengeng,, di bentak sedikit langsung nangis. "kenapa kamu keluar malam malam hanya membeli barang barang sialan itu,, haaaa,? tanya Fahri dengan suara kerasnya,, dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,, saking kesalnya... Alira yg merasa takut,, hanya berpegang pada pintu mobil sambil menangis... tidak berapa lama mereka sampai rumah,, karna Fahri menancapkan gas full sampai rumahnya... Alira tidak berhenti menangis,, dia keluar dan di susul Fahri,, Fahri melangkah ke arah Alira yg sudah berdiri dan mau membuka pintu bagian belakang untuk mengambil barang belanjaannya yg sudah terhambur dari dalam kantong... segera Fahri menarik tangan Alira kasar dan membuat Alira langsung berbalik menghadapnya... "jangan pernah kamu ulangi hal ini lagi,, kata Fahri sambil menatap Alira yg masih menangis... Alira tidak menjawab ataupun menatap Fahri,, dia memalingkan mukanya dari Fahri... "Alira,, kamu dengar ngga apa yg aku bilang,,? tanya Fahri sedikit berteriak... "aku ngga mau dengar,, ketus Alira tanpa menatap Fahri... "kamu ingin buat aku marah,,,? atau kamu mau mati di bunuh perampok yg sedang berkeliaran di luar sana,, haaaa,,? Fahri semakin berteriak dengan keras... "aku mau matiiiii,,,! puas kamu,,! jawab Alira tidak kalah keras,, karna emosi yg memuncak,, Fahri langsung menampar Alira dengan kerasnya... "plaaak,,, suara tamparan Fahri... Alira merasa pipi sebelah kirinya keram dan sangat sakit,, dia segera berlari memasuki rumah sambil menangis,, dia sudah tidak memperdulikan barang belanjaannya lagi... dia langsung masuk ke kamar dan terduduk di samping ranjang dengan kepala di tundukan kelututnya beralas kedua tangan yg dia taruh di atas lututnya... dia menangis sejadi jadinya,, dia kecewa dengan Fahri yg sudah kasar padanya... Fahri yg masih berada di luar,, sedang menatap tangannya yg sudah dia gunakan untuk menampar Alira... dia merasa kesal pada dirinya sendiri yg tidak bisa mengontrol emosi,, karna kesal dia memukul mukul bagian atas mobilnya berulang ulang... "aaaaaah,, bodoooh... teriak Fahri... setelah itu,, Fahri membuka pintu mobil bagian belakang,, dan memunguti barang belanjaan Alira yg sudah terhambur di dalam mobil bagian belakang... kemudian dia melangkah masuk menyusul Alira,, sampainya di kamar,, hatinya terasa sangat sakit di saat melihat Alira yg terduduk di lantai dengan kepala yg tertunduk sambil menangis,,.... "hika....hiks.....hiks.....hiks.... Fahri melangkah mendekati Alira,, dia menaruh barang belanjaan Alira di atas sofa yg ada dalam kamar mereka dan berlutut di depan Alira,, dia meraih wajah Alira dengan kedua tangannya tapi di kebas oleh Alira... "aku minta maaf,, aku kaya gitu karna aku sangat hawatir dan takut terjadi apa apa padamu,,, kata Fahri sambil mengusam ngusap kepala Alira... Alira tidak menjawab sama skali,, dia kembali mengebas tangan Fahri dari kepalanya... kemudian Alira berdiri dan hendak keluar kamar,, namun segera Fahri berdiri dan memeluknya dari arah belakang dengan erat,, sambil berkata... "tolong maafkan aku Alira,, aku sangat menyayangimu dan takut terjadi apa apa padamu,,,... ucap Fahri sambil memeluk Alira dan menempelkan wajahnya pada leher Alira bagian samping... hidung dan mulut Fahri melekat di leher Alira,, dia mengecup leher Alira berulang ulang hingga membuat Alira lemah... Alira berusaha melepaskan tangan Fahri namun tidak berhasil,, karna Fahri semakin mengencangkan pelukannya dan terus mengecup leher Alira... "aku menyayangimu Alira,, dan sangat mencintaimu,, aku takut kehilanganmu,, karna itu aku tidak bisa mengontrol emosiku,,, akhirnya Alira pun luluh dengan kata kata Fahri yg berbisik di telinganya... karna merasa Alira sudah tidak melawan,, Fahri dengan perlahan membalikan tubuh Alira,, setelah Alira menghadapnya,, Fahri langsung merapikan rambut Alira yg menutupi wajahnya dan menghapus air mata Alira dengan ibu jarinya... Fahri mengangkat wajah Alira untuk menatapnya,, setelah Alira menatapnya,, dengan segera Fahri langsung melumat bibir Alira yg seksi itu,,dan Alira tidak menolaknya,, karna Alira seperti kecanduan dengan sentuhan Fahri.... Alira membalas lumatan Fahri,, mereka saling melumat sampai hampir kehabisan nafas baru Fahri melepaskan lumatannya dan segera memeluk Alira... Fahri menyandarkan bibirnya di telinga Alira dan berbisik,,,... "aku ingin,,, Alira,,, Fahri berbisik dengan suara seraknya sambil tangan sebelahnya menyentuh bagian bawah Alira dari balik celana Alira... "aku lagi cape,, jawab Alira... "ya udah,, kalau gitu kita tidur aja,, jawab Fahri sambil melepaskan pelukannya.. Fahri melepaskan baju dan celananya,, tinggal celana pendek yg tersisa,, kemudian dia berbaring di atas ranjang,,,... sedangkan Alira sedang menggatikan pakaian yg dia kenakan dengan baju tidur seksinya,, kemudian dia naik ke atas ranjang,, Fahri yg menatapnya,, langsung meraih tubuh Alira dan membawanya ke dalam pelukan Fahri... Alira tidur dengan nyenyak dalam pelukan Fahri,, begitupun dengan Fahri,,,... di pagi hari Alira terbangun dan langsung mandi,, selesai mandi,, dia hanya mengenakan handuk dan berjalan keluar.. Alira berjalan menghampiri sofa dan meraih barang belanjaannya semalam yg di taruh Fahri di atas sofa... setelah mengambil kantong berisi perlengkapan kecantikannya itu,, Alira segera menuju meja riasnya dan menatanya di sana,, setelah itu,, dia duduk di depan meja rias dan mengoleskan krim yg baru dia beli ke wajahnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578594145079.jpg-original600webp?sign=9d4a255a423627e3c3d644e3382d0894&t=5e72b600) karna sedang asik memakai segala peralatan kecantikannya,, dia tidak sadar kalau Fahri sudah bangun dan sedang menatapnya sambil senyum senyum... selesai menggunakan semuanya,, dia berbalik dan kaget dengan Fahri yg sudah terduduk di samping ranjang dan sedang menatapnya sambil tersenyum...... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578594145067.jpg-original600webp?sign=cfa4b6724cb0673f0a58a7087a532143&t=5e72b600) Alira menatap suaminya dan merasa kagum,, karna biar baru bangun tidur,, dia tetap tampan dan mempesona... Fahri berdiri dari duduknya dan mendekati Alira,, dia memutar wajah Alira dan melihat pipi Alira yg dia tampar semalam,, dia menekan jari telunjuknya dengan perlahan sambil berkata... "apa masih sakit,,,? Fahri bertanya sambil menatap Alira... Alira hanya menggelengkan kepalanya,, kemudian Fahri menatap mata Alira dalam dalam dan berkata... "aku minta maaf,,.. ucap Fahri dengan tatapan memohon.. Alira tersenyum dan menganggukan kepalanya,, dia tidak lagi marah setelah tau kalu suaminya melakukan itu karna takut terjadi apa apa padanya... Chapter 36 Bab 36. Fahri yg perhatian setelah selesai bersiap siap,, Alira merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian Fahri untuk dia pakai ke kantor... tiba tiba ponselnya berdering,, dia melihat layar ponselnya,, dan ternyata Amel yg memanggilnya,,,.... "ngapain dia menelfonku sepagi ini,,,? kata Alira sambil menjawab telfon Amel,,, namun Alira belum sempat besuara,, Amel sudah nyosor duluan dengan segala pertanyaan yg membuat Alira pusing sendiri.... "hey seksi,, kamu ko keterlaluan bangat sih sama aku,,,! " kenapa kamu ngga kasih tau aku kalau kamu sama kak Fahri itu sudah nikah,,,, " kenapa hanya Ara dan Sifa yg tau,,haaaa,,,? "padahal kalau aku tau kaaan,,, aku orang yg paaaaaling bahagia,,,, kata Amel bersemangat... "Mel,, aku tu ngga kasih tau siapa siapa,, karna aku sama mas Fahri memang udah memutuskan untuk merahasiakan pernikahan kita,,,... "kalau masalah Ara dan Sifa,, itu mereka tau sendiri... jawab Alira tenang... "iya,, aku juga udah tau ko,, mereka berdua udah ku introgasi,,, tambah Amel... "kalau uda tau,, ngapain kamu gangguin aku pagi pagi gini,,? aku tu lagi sibuk tau ngga,,,? jawab Alira... "iya iya,, aku tau kamu udah nikah,, jadi siang malam,, sibuk dengan suami kamu yg tampannya selangit itu... usil Amel... "ya udah tau kan,,,? jadi jangan gangguin lagi ya,,,? aku mau urus suami aku dulu,, baaaay... "iya,, di urus baik baik,, kalau ngga nanti di ambil orang lo,,, hehehehe,, kata Amel sambil terkekeh,,.... selesai berbicara dengan Amel,, kemudian Alira beranjak keluar,,,... setelah Alira keluar kamar,, tidak lama Fahripun keluar dari kamar mandi dan bergegas untuk berpakaian,, hari ini,, Fahri ke kantor hanya untuk mengecek laporan laporan dari Sinta,, dan ingin membahas perjalanan bisnisnya kembali bersama Refan,, jadi dia mengenakan pakaian yg sedikit santai... selesai bersiap siap,, Fahri keluar dari kamar,, setelah dia menuruni tangga terakhir,, matanya tertuju ke Alira yg sangat cantik dengan polesan mekap yg tidak berlebihan,, dia sedang memperbaiki bunga yg berada di pot di ruang keluarga.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578747802698.jpg-original600webp?sign=884a668a48b5e434fa348d06388712d4&t=5e72b600) Fahri menatap istrinya dengan tatapan yg tak bisa di artikan,, dia menatap Alira tanpa bersuara sampai Alira selesai memperbaiki bunga di pot itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578747802705.jpg-original600webp?sign=978afe0b895d89fa2e468b6a925fe32c&t=5e72b600) Alira yg sedang asik,, tidak menyadari kalau suaminya sedang menatapnya,, dan setelah dia selesai memperbaiki bunga di pot itu,, dia berbalik dan hendak melangkah menuju dapur,, namun tatapannya terpana oleh sosok laki laki yg selalu membuatnya menangis berada tidak jauh darinya dan sedang menatapnya tanpa berkedip... "mas,,, aku tau aku cantik,, tapi ngga usah di tatap gitu kale,,! sampai sampai ngga berkedip,,,, emang matanya ngga perih,,.. kata Alira yg membuat Fahri melebarkan senyumnya... "ngga usah GR,, aku tu natap kamu karna aku heran sama kamu,, tu ada pembantu yg aku sewa buat lakuin itu smua,, kenapa kamu mesti repot repot sih,,,? jawab Fahri dan langsung berlalu ke dapur... "hhhhm,, dasar es balok,, bilang aja kamu kagum sama istri kamu yg cantik dan bohay ini,, pake cari cari alasan segala.... Alira berkata sambil menyusul Fahri ke dapur... sesampainya di dapur,, Alira langsung duduk ke meja makan,, sedangkan Fahri sudah duduk duluan dan sedang menikmati teh tawarnya... "non,, ini susunya,, kata bi ina sambil memberikan segelas susu buat Alira,, karna Alira sangat menyukai susu,, jadi setiap pagi dan malam dia selalu minum susu... "ngga usah bi,, bawa balik aja,,! dan ganti sama teh tawar aja... kata Fahri yg membuat Alira seketika melototnya... "ko bawa balik sih mas,,, dan aku tu ngga suka teh tawar,,.. sambung Alira dengan wajah cemberut... "jangan ngelawan,, ini demi kebaikan kamu,, minum susunya malam saja,, paginya teh tawar saja... "tapi susu kan baik buat kulit mas,,, rengek Alira... "jadi kamu mau,, kulit kamu cantik tapi tubuh kamu ngga sehat,, dan lagian,, kulit manusia itu,, lebih banyak menerima nutrisi di malam hari,, trus nanti lama lama kamu tambah lebar kalau terus terus minum susu... "jadi mas ngga suka yg lebar lebar,,,? sukanya sama yg tipis tipis,, dan rata kaya jalan tol gitu,,,? tanya Alira dengan tatapan yg sudah tidak bisa di tebak... "kamu kenapa sih,,? aku tu lagi ngomongin kamu,, jangan kamu cari cari masalah dengan mengungkit ngungkit orang lain,, ujung ujungnya nanti nangis lagi,,,... kata Fahri dengan wajah datarnya... "aku suka kamu lebar,, aku suka kamu montok,, aku suka semua yg ada pada tubuh kamu,,,! jawab Fahri,, karna dia melihat wajah Alira yg sudah berubah... "ayo cepat makan,, aku tunggu di depan... tambah Fahri.. Alira tidak menjawab sama skali,, dia hanya menatap Fahri tajam sambil mengunyah makanannya kasar... Fahri berdiri dari meja makan,, namun dia ngga langsung melangkah ke luar,, tapi dia melangkah mendekati Alira,, Fahri mengecup pucuk kepala Alira dan berkata,,... "hanya kamu yg aku mau dan aku suka,, ngga usah fikir macam macam lagi... setelah berbisik seperti itu,, Fahri langsung melangkah keluar meninggalkan Alira yg senyum senyum sendiri sambil meminum teh tawar yg di berikan bi ina... Alira sangat bahagia dengan sikap suaminya yg makin hari makin perhatian dan makin hangat,, walaupun terkesan dingin... selesai sarapan,, Alira menyusul Fahri ke luar,, dan kemudian mereka berlalu menuju kampus,,... dalam perjalanan,, ponsel Fahri yg berada di dalam saku celananya berdering,, tapi Fahri belum sempat merai ponselnya,, Alira yg sudah duluan meraihnya,, Alira memasukan tangannya di dalam saku celana Fahri bagian depan dan mengambil ponsel Fahri... Fahri hanya terdiam dan pasrah... "halo ma,,, mama dan papa kapan pulangnya,,,? kata Alira setelah mengangkat panggilan di ponsel Fahri... sedangkan Fahri seperti biasa,, cuek bebek,, apalagi dia sudah tau kalau yg menelfon itu mamanya... "besok mama sama papa sudah balik sayang,, mungkin lusa baru nyampe.. jawap mana Rita dari sebrang sana... "mama bawa grenma,,,? tanya Alira... "iya sayang,, bukan cuma grenma saja,, tapi juga ponaan dari tantenya Fahri,, biar dia bisa bantu bantu ngurus grenma... "oooo ya uda ma,, siapa nama ponaan tante yg mau datang itu ma,,,? apa dia masih kuliah,,,? tanya Alira penasaran... "iya sayang,, namanya meymey,, dia masih kuliah,, tapi dia suda semester empat naik lima,,... jawab mama Rita... "oooo gitu ya ma,,, ya uda kalau gitu ma... "ok sayang,, mama sangat rindu sama kamu... "aku juga ma,, bay bay mama,,, mmmuua.. setelah Alira menutup telfonnya,, dia berbalik ke Fahri dan menceritakan semua yg mama mertuanya bilang tadi... dan tiba tiba Fahri mendengus sambil menggaruk garukan kepalanya setelah mendengar nama mey mey... Chapter 37 4Bab 37. kedatangan Meymey sesampainya di kampus Alira langsung turun dan berjalan masuk gedung kampus sambil melambaikan tangannya ke Fahri,, sedangkan Fahri hanya membalas senyum dan berlalu meninggalkan kampus... dalam perjalanan,, Fahri berfikir,, mengapa wanita gila itu mau ke sini dan tinggal di rumahnya,, dia sangat hawatir,, tapi bukan hawatir terhadap dirinya maupun Meymey,, tapi dia hawatir sama Alira,, karna sifat Alira yg sangat sensitif itu,, dia tidak mau Alira terluka lagi,,, kalau dia tau bahwa tante Fahri di korea perna ingin menjodohkan Fahri dan Meymey,, walaupun mereka tau kalau Fahri sudah di jodohkan sejak kecil oleh papa dan mamanya... meymey sangat bahagia karna dia mau ke indonesia dan tinggal serumah dengan Fahri,, dan dia belum tau kalau Fahri sudah menikah,, yg dia tau Fahri sudah di jodohkan,, namun dia tidak pernah berhenti berharap.. meymey sangat tergila gila sama Fahri,, sampai dia perna menembak Fahri,, dan dia pernah meminta tante Fahri yg juga tantenya,, untuk menjodohkan dia dengan Fahri,, tapi Fahri menolaknya,, karna Fahri menganggapnya hanya sebagai saudara... selesai ujian,, Alira mengirim pesan ke Fahri dan Fahri yg sudah di dalam perjalanan menuju kampus,, menyuruh Alira untuk tunggu di depan,,... Fahri berhentikan mobilnya dan Alira pun masuk,, dalam perjalanan,, Alira menatap wajah Fahri yg sepertinya sedang memikirkan sesuatu,,,... "mas,, apa yg sedang kamu fikirkan,,,? tanya Alira.. "Alira,, lusa kan mama sama papa sudah tiba di sini,, kamu mau sama mereka apa mau ikut aku ke Italia,,,? soalnya aku ada perjalanan bianis ke sana,, dan mungkin aku berangkatnya jam 5 subuh,, jadi aku ngga bisa jemput mereka... "aku di sini aja mas,, ngga enak kalau aku ngga jemput grenma,, nanti aku di bilang apa lagi... jawab Alira... "ya uda,, kalau itu mau kamu... kemudian Fahri berhenti di sebuah mol besar,, di situ ada restoran juga bioskop,, mereka berdua memilih makan terlebih dulu,, karna mereka belum sempat makan dari siang tadi,,,.... selesai makan,, mereka berjalan meninggalkan restoran dan menuju tempat melihat film yg mau mereka nonton,, setelah memilih film romantis,, mereka membeli karcis dan langsung masuk ke dalam bioskop,, karna film akan segera di putar... dalam bioskop sudah ada banyak orang,, karna banyak yg menantikan film romantis ini,, dari kalangan remaja sampai dewasa,, mengidolakan pemain yg berperan dalam film tersebut... Alira dan Fahri duduk di bangku pojok bagian belakang,, karna di depan dan tengah sudah penuh... setelah film di mulai,, semua orang fokus menonton,, Alira menonton sambil memakan popkron yg di belinya tadi,, tapi dia hanya membeli satu popkron dan satu minum,, saking banyaknya orang,, sampai sampai popkron dan minuman yg di jual di luar bioskop pun habis,, jadi hanya itu yg tersisah,,..... Fahri menonton sambil di suapi popkron dan minuman oleh Alira,, di saat adengan ranjang di mulai dalam film tersebut,, seketika Alira berhenti mengunyah,, dia hanya menatap ke layar besar di depan sambil senyum senyum,, begitupun dengan yg lainnya yg ada dalam bioskop itu,,, hanya Fahri yg bersikap biasa saja... tiba tiba,, Alira meremas lengan Fahri kencang saking tegangnya,, Fahri hanya diam sambil tersenyum senyum... Fahri mendekatkan wajahnya ke Alira dan berbisik,,... "kamu kenapa,,,? Alira semakin tegang dengan bisikan Fahri itu,,tiba tiba,, dia berbalik dan langsung menarik kerah Fahri dan kemudian mengecup bibir tipis Fahri,,... Fahri si es balok hanya diam tanpa menolak,, karna merasa tidak di balas,, Alira melepaskan ciumannya dan kembali menatap layar besar yg ada di depan dengan wajah cemberutnya,,, Fahri yg tau kalau Alira sudah ngambek,, segera merangkul pundak Alira sehingga membuat Alira merapat dengannya,, Alira terbelalak dan menatap Fahri,, tanpa aba aba,, Fahri langsung melumat bibir Alira yg seksi itu,,, Alira yg memang menginginkan itu,, segera membalas lumatan Fahri... Fahri melumat bibir Alira dengan mesranya,, dia menjulurkan lidahnya ke dalam rongga mulut Alira,, Alira menyambutnya dengan penuh bahagia,, setelah beberapa menit,, akhirnya Fahri menghentikan aksi mereaka dan kembali menatap layar sambil mendekap Alira ke dada bidangnya... Alira yg merasa bahagia memeluk pinggang Fahri dan sebelah tangannya di taruh ke dada bidang Fahri,, mereka menonton dengan posisi seperti itu sampai film yg mereka nonton selesai... setelah itu,, mereka keluar dari bioskop dan langsung menuju mobil,, mereka memilih untuk pulang karna sudah jam 9 malam... sesampainya di rumah,, mereka membersihkan diri dan memilih untuk langsung tidur... Hari keberangkatan Fahri ke Italia,, jam 4 subuh,, Alira dan Fahri sudah bangun,, Fahri segera mandi,, dan Alira sibuk menyiapkan semua kebutuhan Fahri yg mau di bawah,, selesai mandi,, Fahri berpakaian sambil menatap Alira yg juga sedang menatapnya dengan tatapan sedih... "kenapa kamu menatapku seperti itu,,,? aku kan udah suruh kamu ikut,, tapi kamu kan yg ngga mau,, kata Fahri... "mas,, brapa hari si kamu di sana,,,? tanya Alira... "hanya 3 hari,, jawab Fahri... "cepat pulang ya,,,! aku ngga sanggup lama lama tanpa kamu... balas Alira sambil memeluk tubuh kekar suaminya itu... "iya,, aku akan pulang secepatnya,, jawab Fahri sambil mengecup pucuk kepala Alira. Fahri pergi di antar pak tono ke bandara,, Alira yg mau antar di larang Fahri,, karna di luar memang masih gelap... "kamu di rumah saja,, ngga usah ngantarin aku,, tidur dulu kamu,, nanti jam 9 pagi baru kamu ke bandara jemput mereka,, kata Fahri yg hendak masuk mobil... Alira hanya mengangguk,, setelah Fahri memasuki mobil dan menutup pintu mobil,, dia kembali mengeluarkan kepalanya dan menatap Alira yg masih berdiri di tempatnya. Fahri menarik tangan Alira untuk menunduk dan segera mengecup bibir Alira,, Alira tidak hanya diam,, dia segera melumat bibir suaminya tanpa memikirkan pak Tono yg berada di samping Fahri... pak tono yg mengerti,, memilih untuk membalikan mukanya ke pintu mobil... setelah melepaskan lumatannya,, Alira berlari masuk ke dalam rumah dan di tatap Fahri sambil tersenyum,, Fahri sangat gemas dengan tingkah istrinya yg begitu manja,, dia tetap nenatap ke arah rumah meskipun mobil sudah berlalu... jam 8 pagi Alira terbangun dan bersiap siap untuk menjemput kedatangan mertuanya,, dia beranjak mandi dan bersiap siap,, setelah sudah siap,, dia di antar pak tono ke bandara,, sapainya di bandara,, dia sudah terlambat beberapa menit,, dia berlari menuju ruang tunggu,, dan di sana sudah ada mertuanya dan juga grenma dan seorang wanita mudah yg lumayan cantik,, namun lebih canti Alira... "hay sayangku,,,,, teriak mama Rita sambil melambaikan tangan ke arah Alira... "halo ma,, pa,, halo grenma,,, sapa Alira setelah mendekati keluarganya itu... "siapa dia tan,, tanya Meymey yg memang belum tau apa apa... "oooo iya,, tante lupa ceritain sama kamu,, ini Alira istrinya Fahri,, mereka menikah setahun yg lalu,, dia skarang baru mau semester 3,,, dan dia wanita yg tante sama om kamu jodohkan dengan Fahri dari Fahri berumur 3 tahun dan dia belum lahir waktu itu,, jelas mama Rita panjang lebar... Meymey hampir kehabisan nafas karna kagetnya,, dia tidak menyangka kalau Fahri sudah menikah,, dan Istrinya secantik ini,, Meymey menatap Aliara dari unjung rambut sampai kaki,, dia sangat kagum dengan kesempurnaan Alira dari wajah sampai tubuhnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1578900169303.jpg-original600webp?sign=5593a0ff7dcc5a87f0e20609baa25c0a&t=5e72b600) "halo,, aku Meymey,, kata Meymey sambil menjulurkan tangannya kepada Alira,, dan Alirapun menyambutnya ramah... dalam perjalanan pulang,, Meymey terus menatap Alira dan berfikir... "sepertinya aku harus urungkan niatku,, karna tidak mungkin Fahri akan memilihku,, sedangkan di sampingnya sudah ada bidadari sesempurnah ini,,, walaupun mereka menikah karna di jodohkan,, tapi Fahri pasti sangat mencintainya,, laki laki mana yg ngga mau dengan makhluk tuhan yg indah ini,, kata Meymey dalam hati... Chapter 38 Bab 38. Fahri kembali ke Jakarta sesampainya di rumah,, merka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah,, Alira yg memang ramah,, cepat sekali beradaptasi dengan orang baru,, dia memegang tangan grenma untuk membantunya berjalan ke dalam rumah... neneknya Fahri adalah seorang wanita penyayang,, beliau sangat suka dengan Alira yg baik hati dan juga ramah,, beliau memegang lengan Alira dan terus menatap Alira ke samping... "grenma ada apa,,? ko menatap aku seperti itu,,? tanya Alira setelah mendudukan grenma di sofa... "kamu cantik bangat nak,, grenma suka memadang wajah kamu,, jawab grenma sambil tersenyum ke Alira... sedangkan Meymey yg masuk duluan,, langsung ke kamar tamu untuk membawa barang barangnya,, sedangkan barang barang grenma di bawa pak Tono ke kamar sebelah mama Rita dan papa Indra... selesai menaruh barang barangnya,, Meymey keluar dan duduk bersama Alira dan grenma,, dan tiba tiba mama Rita dan papa Indra yg baru keluar dari kamar mereka ikut bergabung... "Fahri perginya brapa hari sayang,,,? tanya mama Rita... "katanya tiga hari ma,, jawab Alira... "kenapa kamu ngga ikut,,? kan sudah selesai ujian,,, sambung papa Indra... "dia nggajak aku pa,, tapi aku ngga mau,, soalnya aku mau jemput grenma... jawab Alira... "aduuuuuh,, anak manis,, sambung grenma sambil mencubit pipi Alira... sedangkan Meymey hanya menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. "aku ke kamar dulu ya,,,! kata Meymey sambil berdiri dan melangkah ke arah kamar tamu... sesampainya di kamar,, dia mengambil ponselnya dan menghubungi istri om nya yaitu tante Fahri yg di korea... ("halo tan,,,.... ("iya sayang,, gimana di jakarta,,,? tanya tentenya.. karna tante Fahri memang sangat menyayangi keponakan suaminya itu,, karna mereka memang ngga punya anak,, jadi mereka menganggap Meymey sudah seperti putri mereka sendiri... ("ada enaknya,, ada juga ngga enaknya... jawab Meymey... ("maksud kamu,,? tanya tantenya... ("ternyata Fahri udah nikah ya tan,,,? aku ngga ada harapan lagi dong,, dan kenapa ngga bilang aku sih tan,,,? ("memangnya kenapa kalau dia udah nikah,, kan pernikahannya karna perjodohan,, bisa saja dia ngga cinta sama isyrinya,, kamu coba aja dulu,,,! kata tantenya dari sebrang sana... ("benar juga tu tan,,, apa salahnya coba dulu... kata Meymey penuh semangat... setelah mematikan ponselnya,, Meymey keluar dan menuju dapur,, karna sudah di panggil mama Rita untuk makan siang... selasai makan siang,, Alira langsung ke kamar grenma,, dia mendengar cerita grenma tentang Fahri waktu kecil... mereka mengobrol sambil tertawa karna merasa lucu... tiba tiba ponsel Alira berdering dan ada panggilan vidio dari Fahri,,, dia segera mengangkatnya karna di suruh gerenma.. "halo,, kamu lagi apa,,,? udah makan blum,,? tanya Fahri dari balik telfon.. "udah,, aku sudah makan tadi sama mama,, papa,, grenma dan Meymey... jawab Alira.. "makan yg banyak,, aku ngga mau kamu kurus,, aku suka kamu montok,, goda Fahri dan membuat Alira tersipu malu.. Fahri tidak tau kalau di depan Alira ada grenma yg sedang menguping pembicaraan mereka... segera grenma menarik ponsel dari tangan Alira dan menghadakan layar ponsel ke wajah beliau,, kemudian grenma berkata.. "dasar anak nakal,, suka yg montok montok ya kamu,,,? tanya grenma sambil tertawa terbahak bahak... "eeeh ada grenma ya,,,? halooo grenma ku sayang... kata Fahri sambil senyum senyum karna malu... "kamu ini udah nakal ya,,,? sambung grenma.. "ya nakal sama istri sendiri kan ngga apa apa.. jawab Fahri.. "iya sayang ngga apa apa ko,,jangan lupa bawa oleh oleh dari Italia ya,,,! kata grenma dan kemudian memberikan ponsel ke Alira.. "hahahahaha,, Alira menertawakan Fahri yg sedang senyum senyum sambil garuk garuk kepalanya... "mas malu ya,,,? kata Alira... "ngga,,, balas Fahri... "ya udah,, kalau gitu,, udah dulu ya mas,, aku mau ke kamar aku soalnya... "ya udah,, kata Fahri dan segera mematikan sambungan telfonnya... kemudian Alira berpamitan ke grenma dan kembali ke kamarnya,, sesampainya di kamar,, tidak berapa lama,, Meymey datang dan mengetuk pintu,, Alira membuka pintu dan mempersilahkan Meymey untuk masuk.. Meymey memperhatikan seluruh sudut kamar Alira dan Fahri,, kemudian dia duduk di sofa,, sedangkan Alira lagi sibuk menggantikan seprey di tempat tidurnya... "kamu pasti udah tau Fahri kan,,,? tanya Alira yg sudah selesai merapikan tempat tidurnya... "udah ko,, malahan kita sempat mau di jodohkan,, kata Meymey sambil menatap foto Fahri ya tergantung di dinding kamar itu... "deeeeg,, jatuk Alira seakan akan mau loncat saking kagetnya,, matanya terasa panas namun dia mencoba mengontrol dirinya di depan Memey... "oh yaaaa,,,? Alira bertanya setelah menarik nafas panjang,,,... "iya,, dan ini foto kita waktu dulu,, Meymey berkata sambil menjulurkan ponselnya ke Alira untuk memperlihatkan foto yg ada di ponselnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/38bc1f11/1578921722086.jpg-original600webp?sign=79c1beb55ae49c4c82a6e961c97cc478&t=5e72b600) air mata Alira serasa mau tumpah melihat gambar Fahri yg sedang memeluk Meymey sambil tersenyum,, tapi Alira mencoba mengontrol dirinya lagi... "cantik bangat foto ini,, kata Alira... "iya,, waktu itu Fahri ke korea untuk nemuin aku,, kata Meymey berbohong,,,... "trus kenapa kalian ngga jadi di jodohkan,, tanya Alira... "bukan ngga jadi,, cuma kita tunda,, eeeh dan tau taunya Fahri udah nikah duluan,, kata Meymey sambil melirik foto seksi Alira yg ada di dinding sebelah... "padahal sampai saat ini aku masih tetap mencintai dia,, kata Meymey dengan tidak tau malunya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/38bc1f11/1578921722105.jpg-original600webp?sign=afbd808b7a31feca41c90b527573cd7e&t=5e72b600) "udah dulu ya,,,! aku pergi dulu,, nanti baru kita ngobrol lagi,, kan masih ada banyak waktu,, apalagi kita sekampus nanti,, kata Meymey sambil melangkah ke luar... hati Alira sangat sakit,, dia mengunci pintu kamar dan menangis sampai dia tertidur,, kemudian dia terbangun tepat pukul 8 malam,, dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya,, selesai mandi dan berpakaian,, dia ke dapur untuk membantu para bibi menyiapkan makan malam,, itulah kebiasaan Alira sehingga dia sangat di sayangi dan di sukai para pembantu di rumah itu,, sedangkan Meymey seperti putri tg hanya di kamar menunggu panggilan baru keluar... selesai makan malam,, Alira memilih ke kamar grenma,, di saat dia melangkah menuju kamar grenma,, dia melihat bi ina sedang menuju kamar grenma sambil membawa obat dan air minum buat grenma,,... "biar aku yg bawa aja bi,, kata Alira sambil berjalan mendekati bi ina... "baik non,, jawab bi ina sambil menyerahkan gelas dan obat kepada Alira... mama Rita yg melihatnya dari arah sana,, tersenyum lebar dengan tingkah menantunya yg baik hati itu... kemudian Alira masuk dan memberikan obat itu ke grenma,, selesai meminum obat,, Alira dan grenma kembali mengobrol... "kamu tidur sama grenma aja ya,, sampai suamimu kembali,, kata grenma dan di sethujui Alira... dua malam Alira tidur dengan grenma,, dia sedikit melupakan masalah Meymey dan suaminya karna sifat humoris grenma yg membuatnya tertawa setiap saat... sedangkan Fahri yg lagi sibuk di sana tidak mengabari istrinya sama sekali,, dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam waktu dua hari,, karna dia hawatir dan selalu memikirkan istrinya di rumah... setelah pekerjaannya selesai,, Fahri dan Refan langsung memilih pulang pagi hari itu juga,, dan dia tidak sempat mengabari orang rumah,, sedangkan orang rumah tau,, kalau Fahri akan pulang dua hari lagi... sampainya di bandara,, Refan langsung mengantarkan Fahri ke rumahnya,, sedangkan di rumahnya,, mama,, papa,, grenma dan Meymey sedang asik mengobrol di ruang tamu,, sedangkan Alira lagi duduk termenung di dalam kamar dengan berlinang air mata... tiba tiba,, ada suara pintu di ketok,,,... "tok....tok....tok.... "bi tolong bukain pintunya,,, perintah mama Rita... dan bi ina segera berlari membuka pintu... "ehhh den Fahri,,, kata bi ina... Meymey yg mendengar nama Fahri langsung berlari ke arah pintu dan langsung memeluk Fahri,, Fahri kaget dengan tingkah Meymey,, segera dia melepaskan peluka Meymey dan berjalan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan dan Meymey yg sedang tersenyum bahagia,, karna Fahri sudah kembali,,, sedangkan Refan sudah kembali ke apartemenya setelah mengantarkan Fahri... Chapter 39 Bab 39. Rencana gila Fahri sesampainya di ruang keluarga,, Fahri di sambut oleh grenma dan mama papanya,, dia menatap kesana ke mari mencari keberadaan Alira,,, tapi Alira tidak ada... "kamu ko ngga kasih kabar kalau mau pulang,, tanya mama Rita... "iya ma ngga sempat,,, jawab Fahri... "trus pekerjaan kamu gimana di sana,,,? tanya papanya... "semuanya lancar pa,, jawab Fahri... kemudian Fahri meletakan tasnya dan menghampiri grenma,, dia menunduk dan memeluk neneknya itu,, grenma sangat bahagia,, dia memeluk Fahri erat sambil meneteskan air mata,, karna dia sangat merindukan cucu satu satunya itu... setelah itu,, Fahri melepaskan pelukannya dan menatap wajah neneknya yg berlinang air mata itu,, segera dia meraih wajah neneknya dan menghapus air matanya menggunakan telapak tangannya,, dan tak lupa dia mengecup kening neneknya... kemudian Fahri berdiri dan hendak melangkah ke arah tangga,, namun belum sempat dia melangkah,, Meymey yg tidak tau malu,, dengan cepatnya memeluk tubuh Fahri sekencang kencangnya di hadapan grenma, mama Rita dan papa Indra... ke tiga orang tua yg ada di situ tersenyum melihat tingkah Meymey,, karna mereka tidak tau kalau Meymey sebenarnya sangat tergila gila sama Fahri dan perna meminta tantenya untuk memaksa Fahri agar mau di jodohkan dengannya,, dan Fahri juga tidak menceritakan hal itu ke orang tuanya maupun grenma nya,, karna menurut dia itu ngga penting... tiba tiba,, Fahri kaget setelah matanya tertuju ke Alira yg sedang memandang mereka dari atas sana dengan tatapan yg sudah tidak bisa di tebak... ? Meymey yg masih memeluk Fahri tersenyum setelah melihat Alira yg sedang berdiri di atas sana... Fahri dengan segera melepaskan pelukan Meymey dan langsung melangkah menaiki tangga,, sedangkan Alira sudah berlari masuk ke kamar sebelum di lihat yg lain... Fahri menyusul Alira ke kamar,, dia melihat Alira sedang duduk di atas ranjang sambil memeluk bantal yg dari tadi dia pegang... tanpa suara Fahri mendekati Alira dan duduk di sampingnya,, dia sudah mengerti sifat istrinya,, dan ini yg membuat dia hawatir... "Alira,, apa yg kamu lihat tadi,, ngga sama dengan apa yg kamu fikirkan,, kata Fahri sambil memeluk Alira dari belakang... "apanya yg ngga sama mas,,,? dia masih mencintaimu sampai saat ini,, dan dulu kalian hampir di jodohkan,, tadi aku juga melihat foto kalian,, kamu memeluknya dari belakang sambil tersenyum bahagia,,, kata Alira panjang lebar dengan air mata yg sudah mengalir di pipinya... "Alira,, ini sifat kamu yg aku ngga suka,, kamu mudah percaya kata kata orang tanpa bertanya terlebih dulu kepadaku,, kata Fahri sambil membalikan tubuh Alira untuk menghadapnya... "mengapa sehinga aku ngga ngabarin kamu selama dua hari ini,, karna selama dua hari ini,, aku siang malam berusaha menyelesaikan pekerjaanku samapi aku ngga tidur,, aku ingin cepat pulang,, karna aku takut,, wanita iblis itu mengarang cerita yg akan membuatmu seperti ini,, kata Fahri sambil ke dua tangannya di taruh di pipi Alira.. "aku mungkin kasar,, dingin,, cuek,, tapi aku ngga pernah menghianatimu dari sebelum kita bertemu sampai kamu sudah menjadi istriku saat ini,, buat apa aku harus terpikat dengan yg lain,,? kalau sudah ada istriku yg canti dan menggoda ini... kata Fahri yg membuat Alira segera menatapnya... "benar apa yg mas katakan itu,,,? tanya Alira sambil menatap wajah Fahri yg terlihat sangat kecapean... "kalau aku bohong,, aku keluar rumah aku akan,,, kata kata Fahri terhenti karna Alira sudah menutup mulutnya dengan telapak tangan Alira... "ngga usah ngomong macam macam,, aku ngga mau dengar... kata Alira... "tapi aku mau mas jelasin sama aku tentang foto itu dan tentang mas dengan Meymey yg hampir di jodohkan,, kemudian tentang mas ke korea menyusulnya... tambah Alira sambil melepaskan tangannya dari mulut Fahri... "Meymey yg bilang,, kalau aku dan dia hampir di jodohkan,,,? tanya Fahri... Alira hanya menganggukan kepalanya,,,.. "dan kamu menangis setelah mendengar itu,,? tanya Fahri lagi sambil menatap Alira.. "iya,, abisnya aku sakit hati bangat... jawab Alira sambil memajukan bibirnya dan membuat Fahri langsung mengecupnya... "itu foto waktu kita liburan keluarga,, dan aku foto seperti itu,, ngga ada perasaan atau maksud apa apa,, aku hanya mengikuti kemaunnya,, karna aku menganggapnya hanya sebagai sodara,, dan aku berfikir,, dia juga menganggapku seperti itu... " kalau soal perjodohan,, itu rencana dia dan tante aku,, mama,, papa,,dan grenma pun ngga tau sampai saat ini,, tante aku itu,, istri dari omnya Meymey,, dan mereka sangat menyayangi meymey seperti anak mereka sendiri,, karna mereka ngga punya anak,,jadi apa yg Meymey minta,,pasti di turutin,, dan pada waktu itu,, Meymey meminta tanteku,, untuk memaksa aku biar mau di jodohkan sama Meymey,, tapi aku ngga mau,, karna aku menganggapnya hanya sebagai saudara doang,, ngga lebih.. dan kalau untuk aku ke korea,, bukan untuk menyusulnya,, tapi menyusul ibu karna aku di suruh ayah waktu itu... penjelasan Fahri panjang kali lebar yg membuat Alira puas dan tenang.. Alira tersenyum dan memeluk tubuh kekar suaminya,, dia mengecup dada Fahri berulang ulang,,.... "tapi dia bilang,, dia masih mencintai mas sampai saat ini,,, kata Alira dalam pelukan Fahri... "terserah dia mau sampai kapanpun menyukai aku,, Fahri berkata sambil tersenyum memikirkan ide gilanya... "kamu mau ngga,, buat Meymey agar ngga menyukaiku lagi,, tanya Fahri sambil melepas pelukan Alira... "bagaimana caranya,,,? tanya Alira sambil menatap laki laki tampannya yg berada di depannya itu.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/38bc1f11/1578931518407.jpg-original600webp?sign=6cb3c3152b996899cad041cd1dd1b350&t=5e72b600) "pasti dia fikir,, aku ngga mencintaimu,, karna kita menikah hanya lantaran perjodohan,, jadi aku mau,, dia melihat kita bercinta... kata Fahri yg membuat mata Alira trbelalak... "maksud mas,, kita melakukannya di hadapan dia,,? apa mas udah ngga waras,,? tanya Alira panik... "ngga gitu juga,, kita ngelakuinnya di sini skarang,, pasti dia akan naik dan mengintip,, yg penting pintunya ngga usah di kunci... kata Fahri.. "tapi kalau orang lain yg mengintip gimana,,? tanya Alira lagi... "ngga mungkin ada yg ngintip,, dia aja yg akan ngintip,, karna cuma dia yg penasaran sama kita.. jawab Fahri penuh keyakinan.. Alira berfikir sejenak,, tapi di saat Alira masih berfikir,, Fahri dengan segera sudah menarik dres Alira ke atas untuk membukanya,, Alira kaget tapi dia tidak menolak,, karna dia hanya mempercayakan semuanya kepada Fahri... setelah Alira sudah tanpa busana,, Fahripun segera membuka semua pakainnya sendiri... akhirnya mereka melakukannya dengan penuh gairah,, tapi Fahri menutupi setengah badan mereka dengan selimut,, karna dia ngga sudi kalau nanti Meymey mengintip dan melihat tubuh bagian bawahnya... mereka melakukannya dengan posisi Alira di bawah dan Fahri di atasnya,, Alira dan Fahri mendesah penuh gairah dan suara desahan mereka menggemah dalam ruanagn itu,,... dan apa yg di katakan Fahri benar,, karna penasaran,, Meymey berjalan naik ke arah kamar mereka,,, karna grenma,, mama Rita dan papa Indra suda pergi ke taman,, dan tanpa ada rasa malu,, dia membuka pintu kamar Fahri dan Alira pelan pelan,, dia berharap,, Alira dan Fahri sedang berantam karna dia... tapi betapa terkejutnya dia,, yg dia lihat tidak seperti apa yg dia harapkan,, dia melihat laki laki yg dia cintai sedang menikmati tubuh Alira dari unjung rambut sampai ujung kaki,, jatungnya bedegup kencang,, matanya dengan serentak mengeluarkan cairan bening yg deras,, sambil menangis dia tetap berdiri di tempatnya melihat semuanya sampai Fahri kejang kejang dan kemudian ambruk di atas tubuh Alira,, Fahri mencium setiap sudut wajah Alira dan berkata,,,... "aku hanya mencintaimu,, dan selamanya akan mencintaimu,, kamu ngga akan tergantikan oleh siapapun sayang... kata Fahri sedikit keras yg membuat Meymey tambah hancur,, Meymey berlari ke kamar tamu yg dia tempati sambil menangis,,, tapi tidak ada yg melihatnya,, karna pada saat itu,, semuanya sedang bersantai di taman,, sedangkan para bibi,, sedang sibuk menyiapkan makan siang di dapur... Chapter 40 Bab 40. Fahri mengetahui Alira yg selalu mengkonsumsi pil kb Fahri sangat merasa kelelahan,, karna blom tidur dari semalam di tambah bertempur dengan Alira,, jadi dia memilih untuk tidur tanpa mandi dan tampa memakai pakaian,, sedangkan Alira yg mau beranjak bangun di cegah oleh Fahri,, dia mendekap Alira ke dalam pelukannya,,,..... "mas,, aku mau mandi,, kata Alira.. "sebentar aja baru kita mandi bareng,, aku ingin tidur sama kamu,,, jawab Fahri... "tapi aku ngga enak sama orang rumah mas,, balas Alira... "ya udah,, kalau gitu,, kamu nemanin aku sampai aku tidur baru kamu pergi,, kata Fahri sambil mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya... Alira menurut,, dia temanin Fahri sampai tidur,, baru beberapa menit Fahri sudah terlelap,, mungkin karna dia terlalu kecapean,, Alira menatap wajah suaminya yg sangat pulas,, dia mengusap wajah tanpan itu dengan tangannya,,...... "mas,, kamu sangat tampan,, sampai semua wanita menginginkanmu,, apakah kamu akan selalu setia padaku selamanya,,,? aku ngga sanggup kalau harus kehilanganmu,,, Alira berkata dalam hati sambil terus mengusap wajah Fahri.... kemudian dia beranjak dari tempat tidur dan mandi,, selesai mandi,, Alira turun ke dapur,, dan di sana,, dia melihat bi Ina dan bi Ira lagi sibuk menyiapkan makan siang,, segera Alira membantu bi ina dan bi ira... ke dua bibi itu hanya tersenyum melihat Alira yg sibuk mengambil piring dan menatanya di atas meja makan,,,.... selesai menyiapkan makanan di meja,, Alira ke taman untuk memanggil mama Rita,, papa Indra dan grenma untuk makan siang,,,... "ma,, makanannya udah siap,, kata Alira setelah berada di dekat mertuanya... "oooo ya udah,, kalau gitu kita langsung ke dapur aja,, jawab mama Rita... "di mana Fahri,,,? tanya papa Indra setelah sampai di dapur... "dia lagi tidur pa,, katanya dari semalam dia belum tidur,,, jawab Alira... "ya udah,, biarin aja dia tidur dulu,,, sambung grenma... dan tiba tiba muncul Meymey dengan wajah sembabnya,,,... "kamu nangis ya Mey,,,? tanya mama Rita yg membuat semuanya langsung menatap ke arah Meymey... "iya tan,, soalnya tadi aku telfonan sama mama jadi aku nangis.. jawab Meymey berbohong... serentak semuanya tersenyum,, mama Rita berdiri mengusap pundak Meymey dan berkata,,,,,,..... "udah,, jangan sedih lagi,, anggap saja tante ini mama kamu,,, ya,,,? kata mama Rita... Meymey hanya mengangguk dan kemudian duduk di kursi sebelah mama Rita,, sedangkan Alira sedang berfikir sambil sesekali melirik Meymey,,,,.. "apa dia menangis karna melihat aku sama mas Fahri tadi di kamar ya,,,? gumam Alira dalam hati... "Lira,, ayo duduk sayang,, kita makan sama sama,,, kata grenma yg membuat Alira kaget... " aaaa aku,, tunggu mas Fahri bangun aja grenma,, biar aku makan sama dia,, jawab Alira... "ya udah kalau gitu sayang,, tapi kalau dia bangunnya lama,, kamu bangunin aja,, jangan menahan lapar ya,,,! kata mama Rita... "iya ma,, kalau gitu aku ke atas dulu,, kata Alira sambil melangkah ke arah tangga menuju kamarnya... sampainya di kamar,, dia melihat Fahri masih terlelap,, karna tidak ada yg bisa untuk dia lakukan,, akhirnya dia memilih berbaring di saping Fahri,, tidak berapa lama diapun terlelapa,, mereka tidur sampai sore,,,... jam menunjukan pukul 4 sore,, Fahri terbangun sambil mengucek ngucek matanya,, kemudian dia memalingkan muka ke samping dan serentak dia terbelalak melihat seprei dan celana Alira bagian belakang yg ada banyak darah,,,.... "kenapa dia selalu datang bulan,,,? kita menikah sudah satu tahun,, dan selama ini aku selalu melakukannya dan selalu tumpah dalam,,, apa kita harus ke dokter aja ya,,,? Fari berkata kata dalam hati sambil menatap darah di bagian celana Alira... "Lir,,, lira,,, bangun,,! Fahri membangunkan Alira... karna merasa ada yg menggoyang goyangkan bopongnya,, akhirnya Alira bangun dan langsung terduduk,,, dia menatap Fahri dan merasa bingung dengan tatapan Fahri... "ada apa mas,,,? ko liatin aku gitu sih,,? tanya Alira... "tu lihat pantat kamu dan seprei,, kata Fahri sambil menunjuk ke bagian yg ada darah... Alira melirik ke arah yg di tunjuk Fahri dan dia terkejut,,,... "astaga,, aku datang bulan,,, Alira berkata dan langsung bergegas ke kamar mandi,,... setelah Alira ke kamar mandi,, Fahri yg merasa tidak tenang,, memilih untuk menelfon Rani temannya... "halo Ran,,, aku ganggu ngga,,,? tanya Fahri... "ngga ko,, memangnya ada apa Fa,,,? tanya Rani.. "gini Ran,, aku bingung ni,, aku kan udah nikah satu tahun ni,, tapi ko istriku ngga hamil hamil ya,,,? blum papa mamaku menuntut cucu terus lagi,, aku jadi pusing Ran,, kata Fahri panjang lebar... "hahahaha,,, Fahri,,, Fahri,, istrimu ngga mungkin hamil Fa,, kata Rani yg membuat Fahri makin bingung dan merasa takut,, dia takut kalau Rani tau kalau istrinya mandul,, karna kan Rani perna memeriksa Alira waktu itu... "maksud kamu apa Ran,,,? tanya Fahri dengan nada cemas... "gimana bisa hamil istrimu,, kalau dia terus mengkonsumsi obat kb,,, kata Rani yg membuat Fahri terbelalak... "apaaaa,,,, dari mana kamu tau Ran,,? tanya Fahri lagi... "ya aku tau lah,,, dia kan yg minta sama aku,, kata Rani yg membuat dada Fahri berdegup kencang,, dia sangat kesal... "ya uda,, gitu dulu ya Ran,, kata Fahri dan langsung mengakhiri obrolan mereka... sedangkan Rani hanya senyum senyum dengan tingkah sahabatnya yg menurutnya lucu,,... setela mematikan telfonnya dengan Rani,, Fahri tidak pakai menunggu,, dia langsung masuk menyusul Alira ke kamar mandi dengan wajah yg sudah memerah karna menahan emosi,, dia membuka pintu kamar mandi dan membantingnya kasar... Alira yg sudah selesai mandi sedang memakai pembalut,, tapi karna terkejut karna bunyi pintu di banting,, akhirnya Alira menghentikan kegiatannya dan bernalik ke belakang,, dia melihat Fahri yg sudah berdiri di belakangnya dengan wajah datarnya... "ada apa mas,,,? tanya Alira bingung,,,.. "kamu ngga perlu tanya kenapa,,,? semustinya aku yg nanya,, kenapa kamu ngga mau hamil,,,, haaaa,,,? Fahri berteriak dengan kerasnya... "tadi aku telfon Rani untuk mengeluh karna kamu ngga hamil hamil,, tapi Rani bilang,, kamu ngga akan hamil karna kamu mengkonsumsi pil kb yg kamu ambil dari dia.. "apa maksud kamu Alira,,? jawab aku,, jangan buat aku tambah marah... kata Fahri kesal.. "aku hanya takut mas,, kalau aku hamil,, aku hanya di rumah,, dan kamu ke sana ke mari sesukamu,, kata Alira sabil menundukan kepalanya,, karna matanya sudah mengeluarkan cairan bening.. "berhenti memakai pil itu Alira,, ini hait kamu yg terakhir,, mulai besok aku akan cari beli rumah,, kita harus tinggal sendiri,, aku mau menghabiskan banyak waktu di kamar,, karna aku mau kamu segera hamil,, kata Fahri sambil menatap Alira yg juga sudah menatapnya... Alira kaget dengan keputusan Fahri untuk pindah,, tapi segera dia berfikir tentang tadi siang,, waktu dia bilang ke Fahri kalau dia ngga enak sama orang rumah kalau lama lama di kamar,, dia juga berfikir ada baiknya juga kalau pindah,, biar pelakor itu ngga serumah dengan mereka... Chapter 41 Bab 41. Meymey merasa kesal Alira tidak berkata apa apa,, dia hanya mengangguk menyetujui ucapan suaminya yg sedang menatapnya itu,,,... setelah Alira mengangguk,, Fahri merasa lega karna istrinya mau untuk hamil,, Fahri mengusap kepala Alira dan berkata,, "jangan nangis lagi,, kamu tu harusnya bahagia karna aku menginginkan anak darimu,, kalau aku ngga menginginkan anak darimu berarti aku ngga sungguh sungguh menjadikanmu istriku,, kata Fahri dan langsung beranjak ke bawa shower untuk membersihkan badannya... Alira yg masih berdiri di tempatnya sejenak berfikir tentang perkataan Fahri baruasan,, dan seketika senyum mengembang di wajah cantiknya itu... kemudian,, Alira melanjutkan memakai pembalutnya dan langsung keluar dari kamar mandi,,... Alira bergegas memakai pakain dan tak lupa menyiapkan pakain ganti Fahri,, selesai menyiapkan pakaian Fahri Alira segerah menggantikan seprei yg terkena darah dengan yg baru,,, tidak berapa lama Fahripun keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakain yg sudah di siapkan Alira... "ayo kita ke bawa,, aku udah sangat lapar,, kata Fahri sambil melangkah ke arah Alira,, kemudian Fahri mengambil deodoran dan farfum dan kemudian memakainya,, Alira sangat suka dengan aroma farfum suaminya itu,, begitupun dengan Fahri yg sangat suka dengan bau farfum dan lotion yg di gunakan istrinya... setelah itu mereka bergegas meninggalkan kamar,, sebelum mereka melangkah menuruni tangga,, Alira menatap ke bawah,, dan di sana ada Meymey dan yg lainnya sedang mengobrol,,, dia langsung merangkul lengan suaminya dengan manjanya,,,... Fahri yg menyadari tingkah istrinya itu hanya diam tanpa menolak,, sedangkan orang orang yg ada di bawah hanya tersenyum menatap tingkah Alira yg sangat manja sama Fahri,, kecuali Meymey,, dia menatap Alira dengan tatapan tidak suka,, tapi Alira hanya cuek bebek sambil melangkah turun dengan tetap memeluk lengan laki laki tampannya itu... sapainya di dapur,, mereka langsung makan,, selesai makan,, Fahri dan Alira memilih untuk bergabung dengan yg lainnya di ruang keluarga,, Fahri dan Alira duduk di samping grenma,, mereka berhadapan dengan Meymey... "lira,, libur kuliah kalian sampai kapan sayang,,,? tanya mama Rita... "dua minggu lagi kita udah kulia ma,, jawab Alira... "memangnya ada apa ma,,,? tanya Alira lagi.. "ngga,, mama cuman nanya,, soalnya Meymey kan mau kuliah juga di kampus kamu sayang... jawab mama Rita... "oooo iya ma,, sambung Alira... sedangkan Fahri yg berada di samping Alira sedang asik membalas pesan dari Refan... "besok kamu mau kemana sayang,,,? tanya mama Rita lagi,,,... "ngga kemana mana ko ma,, jawab Alira... "kalu gitu kita jalan jalan sama grenma dan Meymey ya,,,? ajak mama Rita... "ngga bisa ma,, sambung Fahri... "kenapa emang,,? tanya mama Rita.. "besok Alira harus ikut aku ke kantor,, karna selesai miiting besok,, kita mau cari rumah buat aku beli ma,,, jawab Fahri... "apa,,, beli rumah,,,? kata mama dan papanya bersamaan,,... "iya,, aku sama Alira mau tinggal sendiri,, jawab Fahri... "buat apa beli rumah sayang,,,? ini kan rumah kamu,,, kata mama Rita... "aku sama Alira mau mandiri ma,, jawab Fahri sambil terus membalas pesan Refan,,.. "uda ma,, biarin aja,, mereka tu udah menikah dan berumah tangga,, jadi bagus kalau mereka mau mandiri,, sambung papa Indra... "tapi nanti mama kangen sama mereka pa,, rengek mama Rita... "nanti kita sering sering ke sini ko ma,,, sambung Alira.. "ya udah kalau gitu,, tapi ingat,,kalau udah tinggal sendiri,, kalian sering sering ke sini,, atau mama yg setiap hari ke sana aja,, kata mama Rita... "terserah mama aja,, sambung Fahri... sedangkan Meymey hanya terdiam dengan wajah yg kesal,, karna Fahri akan pindah,, dia kesal karna ngga bisa tinggal serumah dengan Fahri... mereka mengobrol sampai jam 8 malam,, karna merasa sudah ngantuk,, grenma meminta Meymey untuk mengantarkannya ke kamar,, sedangkan papa Indra dan mama Rita pun sudah beranjak ke kamar mereka,, setelah mengantar grenma ke kamar,, Meymey keluar dan pergi ke kamarnya,, dia menggantikan bajunya dengan gaun tidur yg sangat seksi dan hendak ke ruang tamu menemui Fahri dan Alira,, tapi belum sampai di ruang tamu,, dia mendengar suara tawa Alira,, dia mempercepat langkahnya,, tapi tiba tiba langkahnya tertahan dan raut wajahnya seketika berubah memerah karna kesal dengan apa yg dia lihat... dia melihat Fahri sedang menggelitik Alira dan melumat bibir Alira,, kemudian Fahri menggendong Alira dan berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka... "sialan,, kenapa sih,, mereka selalu bermesraan,,,? gerutu Meymey dalam hati dan langsung berbalik dan melangkah kembali ke kamarnya dengan wajah penuh kekesalan... Fahri membawa Alira ke ranjang dan membaringkannya di sana,, kemudian Fahripun berbaring di samping Alira,, dia memeluk tubuh Alira dan Alirapun memeluknya,, kemudian mereka tidur sambil berpelukan,,,.. mata hari pagi bersinar sangat cerah,, Fahri dan Alira yg sudah bersiap siap langsung turun ke dapur untuk sarapan bersama,, di sana sudah ada yg lain yg juga sudah berdandan rapi,, papa Indara mau ke kantornya,, papa Indra punya beberapa perusahan besar,, jadi beliau mengelolah yg lain,, dan Fahri mengelolah yg lain... sedangkan,, mama Rita,, grenma dan Meymey pun sudah rapi,, mereka mau pergi jalan jalan,, sekalian membawa grenma untuk cek di dokter khusus... Fahri melangkah duluan ke dapur,, karna Alira melupakan dompetnya di kamar,, jadi dia kembali untuk mengambilnya,, Meymey yg melihat Fahri turun tanpa Alira,, tersenyum sambil menatap Fahri,, yg memang sangat tampan dengan jas hitamnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579273941721.jpg-original600webp?sign=fe216b3f004c3296394bec4a1a25f36b&t=5e72b600) sedangkan Fahri tidak memperdulikannya,, Fahri hanya menatap papa nya yg sedang mengobrol dengannya.. "di mana Alira sayang,,,? tanya mama Rita.. "sebentar lagi dia turu ma,, dia lagi mengambil dompetnya... tiba tiba,, semua mata tertuju melihat Alira yg datang dengan penampilannya yg sangat cantik dan menarik... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579341728102.jpg-original600webp?sign=7e7f692c930293db7bc399ea5a1a115e&t=5e72b600) "kalian berdua memang pasangan yg sangat serasi,, yg satu tampan,, dan yg satunya cantik,,, kata grenma sambil tersenyum menatap Alira dan Fahri bergantian.. sedangkan Alira hanya tersenyum sambil berjalan dan duduk di samping Fahri,, mereka makan tanpa ada yg bersuara,, selesai sarapan,, Fahri dan Alira langsung berpamitan untuk berangkat duluan,, sedangkan Meymey hanya terdiam sambil sesekali menatap Alira dengan tatapan tidak suka,,, setelah mobil Fahri melaju,, papa Indra pun berpamitan,, dan setelah itu mama Rita,, grenma dan Meymey pun melaju dengan mobil putih yg di kendarai mama Rita,,,, keluarga Fahri mempunya banyak kolekai mobil,, jadi mereka bawa mobil masing masing... dalam perjalanan,, Fahri sesekali melirik Alira,, sedangkan Alira hanya cuek sambil memainkan ponselnya,, karna merasa Fahri berkali kali meliriknya,, akhirnya Alirapun berbalik dan menatap Fahri,,,... "mas,, kenapa kamu terus melirik aku sih,,? kamu tu lagi mengemudi,, ngga usah lirik lirik aku,, aku tau aku cantik,, kata Alira yg membuat Fahri langsung tertawa tanpa menjawab apapun... "mas,, aku mau hamil tapi ada syaratnya,,,tambah Alira... "apa syaratnya,,,? tanya Fahri... "kamu harus bawa aku kemanapun kamu pergi biarpun aku udah hamil,,,.. "terserah kamu saja,, kemarin kan aku ngajak kamu,, tapi kamunya yg ngga mau... kata Fahri tanpa menatap Alira... "besok lusa aku mau berangkat ke jerman,, kamu mau ikut ngga,,? tanya Fahri... "mau mau mau,, aku mau ikut mas... jawab Alira bersemangat,,,.. "tapi kita pindah rumah dulu baru berangkat... kata Fahri.. "tapi kita mau cari rumah di mana mas,,, tanya Alira... "sudah ada ko rumahnya,, sebentar kita tinggal lihat aja,, Refan sudah dapat rumah untuk kita,, soalnya sudah seminggu yg lalu aku suruh dia cari,,, jelas Fahri... "ooo berarti,, mas udah rencanain pindah dari sebelumnya ya,,? tanya Alira lagi.. "iya,, aku rencana pindah,, di saat aku dengar kalau Meymey mau datang dan tinggal di rumah kita,, jawab Fahri... "oooo gitu ya,,? kata Alira sambil tersenyum... setelah mereka sampai di kantor,, semua mata tertuju kepada Fahri dan Alira yg terlihat sangat serasi,, Alira memeluk lengan Fahri seperti biasanya,, sedangkan Fahri hanya cuek dan tak menolak... sampinya di dalam ruang kerja Fahri,, Alira memilih untuk duduk di sofa yg terdapat dalam ruangan itu,, sedangkan Fahri sedang menelfon Refan,, dia menyuruh Refan untuk mengirim gambar gambar rumah yg mau mereka beli itu,, selesai mengobrol dengan Refan,, Fahri langsung segera memeriksa,, dan menandatangani berkas berkas yg sudah tersusun di atas meja kerjanya,,,.... Chapter 42 Bab 42. Fahri si es balok yg merasa lemas dan kecewa... Fahri sedang fokus memeriksa dan menandatangani berkas berkas yg tersusun di atas mejanya,, sedangkan Alira hanya duduk diam di sofa yg ada dalam ruang kerja Fahri,, dia terus melirik Fahri yg tidak menghiraukannya sama sekali.... tanpa Alira sadari,, pembalutnya sudah tembus saking banyaknya darah hait yg keluar,, karna merasa haus,, Alirapun berdiri dan melangkah ke arah kulkas kecil yg ada du ruangan itu untuk mengambil minum,, sejenak Fahri melirik ke arah Alira yg sedang menuju kulkas,, dan dia melihat darah hait Alira yg sudah tembus ke dres yg Alira kenakan,,..... "ganti pakaian kamu itu,, hait kamu udah tembus,,,! Fahri berkata sambil menatap ke arah Alira... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579331321846.jpg-original600webp?sign=c785776b645980fa27ddfc5e9db11a1d&t=5e72b600) Alira terkejut dan segera melihat belakang bajunya,, kemudian Alira berlari masuk ke ruang istrahat Fahri dan menuju kamar mandi,, selesai membersihkan dirinya,, Alira keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian ganti di dalam lemari yg ada di situ kemudian mengenakannya... setelah sudah rapi dan wangi,, Alira memilih untuk beristirahat sejenak di tempat tidur sambil memainkan ponselnya,, sedangkan di luar sana,, Fahri sudah selesai memeriksa dan menandatangani berkas berkas yg ada di atas meja kerjanya,, tidak berapa lama,, Refan datang dengan membawa leptop di tangannya,, dia menyerahkan leptop itu ke Fahri kemudian dia pergi lagi,, karna masih ada pekerjaan yg harus dia kerjakan... "aku ngga bisa mengirim gambar ke kamu,, karna leptopku lagi eror,, jadi aku bawakan saja ke sini biar kamu bisa lihat... kata Refan sambil melangkah pergi... Fahri membuka leptop Refan dan melihat lihat gambar rumah yg mau dia beli,, akhirnya dia memutuskan membeli sebuah rumah yg ada banyak bunga di tamannya dan juga terdapat kolam ikan di taman itu... setelah selesai melihat lihat gambar rumah yg ada di dalam leptop Refan,, Fahri bermaksud ingin kelur dari file yg ada beberapa gambar rumah dan banyak foto foto Refan itu,, tapi karna leptop Refan sudah eror,, jadi,, bukannya keluar dari file itu tapi muncul file yg terdapat banyak vidio porno koleksi Refan,,.... "apa apaan ni leptop,, ko ngga bisa keluar,, malah ke vidio,, gerutu Fahri.. tapi tiba tiba Fahri merasa penasaran,, akhirnya dia memilih menonton satu vidio,, karna melihat adegan panas yg ada di vidio yg dia nonton itu,, akhirnya bagian bawa Fahri mulai menegang,, keringat dingin mulai keluar,, dan nafasnya mulai tidak teratur... karna tidak tahan,, dia segera mematikan leptop kemudian berdiri dan melangkah ke arah kamar menyusul Alira yg sejak tadi tidak keluar keluar... sampainya di kamar,, dia menatap Alira yg sedang terduduk di atas ranjang dengan tatapan yg sangat menuntut,, Alira pun menatap Fahri yg sudah berdiri di depan pitu,, Alira bingung dengan tatapan suaminya itu,, tanpa berkata kata,, Fahri segera mengunci pintu kamar dan melangkah maju mendekati Alira... Alira bingung dengan tingkah suaminya itu,, karna tidak biasanya Fahri seperti itu,,... setelah berada di samping Alira,, Fahri langsung meraih wajah Alira yg sedang menatapnya bingung,, Fahri melumat habis bibir Alira dengan rakusnya,, Alira yg tadinya kaget sudah mulai bereaksi karna sentuhan dari suaminya,, Alira yg msih terduduk di atas ranjang,, perlahan lahan mulai membaringkan tubuhnya ke ranjang tanpa melepaskan lumatan Fahri,, Alira terbaring ke atas ranjang dengan Fahri di atasnya,, hampir kehabisan nafas,, Fahri melepaskan lumatan dari bibir alira dan sekarang berpindah ke leher,, setelah puas bermain main di leher Alira yg sekarang sudah ada beberapa tanda merah itu,, kemudian dia kembali melumat bibir seksi istrinya dengan nafsunya... Alira sudah terhanyut oleh permainan suaminya,, dia membalas ciuman suaminya dengan penuh gairah,, setiap kali mereka bercinta,, Alira memang sangat agresif,, dia sangat menikmati permainan suaminya,,, tapi tiba tiba Alira sadar kalau dia lagi datang bulan di saat tangan Fahri sedang berusaha membuka penggait celananya,, dia menahan tangan Fahri dan berkata... "mas,, aku lagi datang bulan,,.... kata Alira... yg langsung membuat Fahri lemas dan kecewa,, dia melepaskan tubuh Alira dengan perlahan dan langsung terduduk menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang,, Fahri menarik nafas dalam dalam dan membuangnya kasar,, Alira yg juga sudah terduduk di sapingnya,, menatap Fahri sambil senyum senyum,, dan segera memeluk tubuh Fahri sambil kepalanya di sandarkan di dada bidang suaminya... sedangkan Fahri hanya terdiam tanpa menolak istrinya,, karna merasa Fahri tidak ada reaksi,, akhirnya Alira bersuara.. "mas,, kamu ini suami aku apa es balok sih,,? tanya Alira sambil melepaskan pelukannya dari Fahri dengan wajah kesal... "ya kamu mau akunya gimana,,? tanya Fahri sambil menatap Alira yg sudah ngambek.. "ya kalau di peluk itu,, balas ke,, apa ke,,? bukan cuma membeku aja,, ketus Alira.. dan tiba tiba ada suara ketukan pintu yg membuat mereka segera menatap ke arah pintu,,,.... "tok tok tok tok,,, suara ketukan pintu.. "siapa,,,? teriak Fahri... "pa,, rapatnya 10 menit lagi akan di mulai,, suara sinta dari luar... "iya,,,, nanti aku ke sana,, jawab Fahri sambil beranjak turun dari tempat tidur,,... tapi sebelum dia melangkah,, dia kembali menatap Alira yg sedang memasang muka datarnya karna kesal,, akhirnya Fahri berjongkok dan mengecup kening Alira,, setelah itu Fahri pergi meninggalkan Alira yg masih terdiam di atas tempat tidur... Alira seorang wanita yg sangat manja,, dari kecil dia sudah di manjakan sama ke dua orang tuanya,, jadi dia ingin di manja,, dan di perhatiin sama Fahri,, tapi yg dia harapkan hanyala harapan yg semu,, karna tidak mungkin es balok itu terasa hangat biar apapun yg di lakukan,,... Alira makin hari makin jatuh cinta dan tergila gila sama suaminya itu,, dia selalu menantikan sentuhan dan belaian dari suaminya,, tapi kadang kadang dia merasa malu sendiri,, kalau teringat dirinya yg sangat agresif di atas ranjang,, untung saja,,suaminya orang yg ngga terlalu banyak ngomong masalah pribadinya ke orang,, jadi Alira tidak terlalu hawatir di ketahui orang lain.... setelah kepergian Fahri,,Alira memilih untuk berbaring di atas tempat tidur,, karna dia merasa nyeri di bagian pinggul dan perut bagian bawahnya,, setiap datang bulan pasti Alira merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhnya deperti sekarang ini.... Chapter 43 Bab 43. Alira sangat bahagia melihat keindahan rumah baru mereka selasai rapat,, Fahri kembali ke ruangannya dan menghampiri Alira yg ternyata sudah terlelap di atas ranjang,, dia duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah istrinya yg cantik jelita itu,, Alira tertidur sangat pulas,, jadi Fahri tidak tega membangunkannya,, Fahri naik ke atas ranjang dan duduk bersandarkan tubuhnya ke kepala ranjang di samping Alira,, Alira yg sangat nyenyak dalam tidurnya itu,, tiba tiba berbalik dan memeluk paha Fahri yg sedang duduk di sampingnya,, karna mencium aroma yg sudah sangat dia hafal,,akhirnya Alira terbangun,, dia menatap laki laki tampannya itu sedang terduduk sambil menikmati sebatang rokok,, kemudian dia bangun dan duduk di samping Fahri sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.. sedangkan Fahri hanya terdiam sambil menikmati rokoknya,, kemudian Alira mengambil ponsel suaminya yg berada di samping dan menyalakannya sabil berkata.. "mas,, ini udah jam dua,, jam berapa kita mau pergi melihat rumah yg mas bilang itu,,? "kita pergi sekarang aja,, jawab Fahri sambil mematikan sisa rokok nya... kemudian mereka segera bergegas pergi,, di dalam perjalanan,, Alira memikirkan tentang segala hal,, akhirnya dia balik menatap Fahri dan menanyakan tentang apa yg sedang dia fikirkan dari tadi... "mas,, nanti kita hanya berdua di rumah itu,,? tanya Alira.. "ngga,, nanti kalau kita pindah,, bi Ina sama saudaranya dari kampung tinggal sama kita,, jawab Fahri... "iya mas aku setuju kalau bi Ina ikut kita,, kata Alira bersemangat... "tapi saudara bi Ina yg dari kampung masih cewe atau udah nikah,,? tanya Alira lagi.. "udah nikah,, dan yg kerja sama kita nanti suami dan juga istrinya,, biar suaminya jadi supir dan sekalian bantu bantu bi Ina dan juga strinya,, jawab Fahri... "ooooo aku kirain,,, kata Alira terhenti karna langsung di potong Fahri... "kamu kira apa,,? kamu fikir masih cewe dan nanti kamu akan berfikiran yg aneh aneh kan,,,,? sambung Fahri... "itu bukan fikiran aneh aneh,, tapi waspada sebagai istri,, ketus Alira... " besok pagi sodara bi Ina sudah ada,, jadi kita langsung pindah aja,, karna dua hari lagi kita berangkat ke luar negri untuk perjalanan bisnis,, kamu mau ikut ngga,,? "ya mau dong,, jawab Alira,,... "tapi mas,, minggu depan kan kamu wisuda,, tambah Alira... "iya,, perjalanann bisnis palingan tiga hari aja.. jawab Fahri yg tetap fokus menyetir.. dan Alira hanya mengangguk menanggapi perkataan suaminya,, tidak berapa lama mereka sampai di sebuah rumah yg sangat mewah,, sama mewahnya dengan rumah orang tua Fahri,, ada seorang laki laki paru baya yg menyambut mereka dan membukakan gerbang rumah itu dengan senyum yg sangat ramah di wajahnya.. setelah Fahri memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil,, orang tua itu mendekati mereka dan berkata,,.. "silahkan masuk tuan,, kata orang tua itu... Fahri memang orang yg sangat dingin dan cuek,, tapi di lain sisi,, dia sangat menghargai orang yg lebih tua,,, sebelum melangkah,, Fahri menjulurkan tangannya kepada orang tua itu untuk memperkenalkan dirinya..... "aku Fahri pa,,, dan ini istriku Alira,, kata Fahri sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman... "iya tuan,, aku udah tau dari pa Refan,, namaku Amin tuan,, aku yg jaga rumah ini,, rumahku ada di belakang rumah ini tuan,, dulu aku kerja sama pemilik rumah ini,, tapi setelah mereka pindah ke luar negri,, mereka memintaku untuk menjaganya samapai ada yg membelinya tuan,, jelas pa Amin.. "trus skarang pa Amin mau kerja di mana,,? tanya Fahri lagi.. "nanti biar aku cari kerja yg baru tuan,, jawab pa Amin lagi... "bapa punya istri dan anak,,,? tanya Fahri... "istriku udah ngga ada tuan,, sudah lama dia meninggal,, dari anak anaku masih kecil,, aku punya dua orang anak laki laki yg masih sekolah,, yg satu sma,, dan yg satunya smp tuan... "bapa mau ngga kerja sama aku,,,? jadi tukang kebun... kata Fahri... "mau tuan,, aku mau,, aku sangat berterimah kasih kalau tuan mau mempekerjakan aku yg sudah tua ini,, karna di tempat lain mungkin ngga ada yg mau terima aku.. kata pa Amin sambil meneteskan air mata... Fahri yg melihat pa Amin meneteskan air mata,, langsung memegang pundak pak Amin sambil berkata,,.... "udah pa,, ngga usah nangis,, kalau mau,, anak anak bapa juga bisa bantu bantu nyuciin mobil mobil dan motor motor aku,, biar uang sekolah mereka aku yg bayarin,, tambah Fahri... Alira yg menyaksikan ketulusan suaminya kepada orang tua itu langsung meneteskan air matanya,, tapi segera dia menghapusnya dan melangkah menyusul Fahri dan pak Amin yg sudah duluan melangkah menuju rumah besar dan mewah itu... Alira merasa takjub melihat taman yg indah,, banyak bunga bunga yg indah,, dan terdapat kolam ikan yg di dalamnya ada banyak ikan ikan hias yg cantik,, dan di samping rumah itu,, ada semacam kebun buah,, ada pohon jeruk,, apel,, mangga,, anggur dan masih banyak yg lainnya,,, sedangkan di belakang rumah itu,, ada kebun sayur yg terdapat banyak macam sayur,, belum lagi dalam rumahnya yg megah seperti hotel berbintang,, Alira sangat bahagia bisa memiliki rumah seperti itu,, dia bahagia bukan karna kemewahan rumah itu,, tapi karna keindahan di luar rumah itu.. di rumah itu juga terdapat kolam renang yg sangat besar dan juga ada kolam,, tapi di dalamnya air hangat untuk tempan berendam diri kalau ingin berendam,, pokoknya rumah itu lebih lengkap dari rumah orang tua Fahri,, harganya sangat dan sangat mahal,, tapi bagi Fahri,, uang segitu belum bisa di katakan banyak,, Fahri memang masih muda,, tapi sudah punya usaha dan sudah menjadi bos di perusahan ternama dan terkenal,, ayah Fahri adalah pebisnis yg terkenal di berbagai negara,, dia punya banyak usaha dan bisnis besar,, dan yg mengelolahnya hanya dia dan Fahri,, Fahri mengelolah yg lain dan papanya mengelola yg lain,, jadi yg di kelola Fahri,, hasilnya semua untuk Fahri,, dan semua yg di kelolah dia maupun papanya,, itu semua milik dia,, karna kan dia anak tunggal,, dan Alira adalah wanita yg sangat beruntung bisa mendapatkan Fahri... Alirapun terlahir dari keluarga yg sangat kaya,, tapi tidak sekaya Fahri,, di perusahan Fahri maupun papanya ada saham papa Alira juga di sana,, tapi yg lebih besar otomatis saham Fahri dan juga papanya... selesai melihat lihat rumah,, Fahri dan Alira langsung pulang ke rumah,, mereka sampai rumah pukul jam 8 malam,, karna mereka tadi singgah di sebuah restoran mewah milik Fahri untuk makan malam,, jadi mereka sampai rumah sudah malam... sesampainya di rumah,, mereka langsung melangkah menuju kamar,, mama Rita yg melihat mereka segera menghampiri mereka dan berkata... "ko baru pulang si sayang,, kata mama Rita sambil menatap Fahri dan Alira bergantian.. "iya ma,, soalnya tadi aku ketiduran di kantornya mas Fahri,, jadi kita pergi melihat rumah sudah hampir sore ma,,, jawab Alira... "ya uda,, kalau gitu,, kalian mandi dulu baru kita makan sama sama,, balas mama Rita... "kita uda makan di luar ma,, sekalian tadi memeriksa laporan keuangan restoran,, jawab Fahri sambil melangkah naik ke kamarnya dan di susul Alira,, sedangkan mamanya hanya mengangguk dan tersenyum melihat anak dan menantunya yg sudah samgat melekat seperti prangko... selesai mandi dan berpakaian,, Fahri dan juga Alira turun ke ruang keluarga menemui keluarganya yg lagi mengobrol di sana karana sudah selesai makan... mereka bergabung dengan mama Rita,, papa Indra,, grenma dan juga Meymey yg selalu menatap Alira dengan tatapan tidak suka.. "bagaimana lir rumah yg di belikan suami kamu,, kamu suka ngga sayang? tanya mama Rita.. "aku suka bangat ma,, pekarangannya sangat indah,, karna ada kebun bunga,, kebun buah dan juga kebun sayur ma,,.. "ooo ya,,,, kalau gitu mama sering sering ke sana deh,, kata mama Rita sambil tersenyum.... "grenma juga mau main main ke sana,, sambung grenma yg memang sangat menyukai perkebunan... "trus kapan rencana kalian untuk pindah,,? tanya papa Indra... "besok pa,, karna dua hari lagi aku ada perjalanan bisnis ke Jerman,, dan minggu depan aku kan wisuda,, jadi aku ngga punya banyak waktu,, kata Fahri... "ya udah kalau gitu,, tapi kalau kamu ke Jerman,, bagaimana dengan Alira,,? tanya grenma,,.. "kan ada bi Ina dan lainnya ma,, jawab papa Indra... "aku bawa Alira ke Jerman pa,, biar dia ngga mikir aku macam macam di sana,, jawab Fahri dan membuat semuanya tertawa terkecuali Meymey yg hanya menatap Alira dengan wajah datarnya... sedangkan Alira hanya tersenyum malu sambil mencubit perut Fahri... Chapter 44 Bab 44. Alira yg kelelahan selasai mengobrol dan bercanda di ruang keluarga,, satu per satu dari mereka memilih untuk beranjak ke kamar masing masing karna sudah larut malam,, sampainya di kamar,, Alira dan Fahri langsung naik ke ranjang untuk tidur tanpa ada aktifitas apapun,, karana Alira masih datang bulan,, jadi Fahri langsung segera berbaring dan memejamkan matanya,, karna melihat Fahri tidak memperdulikannya,, Alira segera mendekat ke arah Fahri dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Fahri dan memeluk tubuh kekar suaminya itu,, sedangkan Fahri hanya diam dalam posisinya,, dan membiarkan Alira tidur sambil memeluknya sampai pagi hari... pukul 5:30 pagi,, Alira sudah terbangun karna pintu kamar mereka di ketuk ketuk sama bi Ina yg sudah selesai menyiapkan semua barang barangnya... "tok tok tok,, suara pintu di ketuk... Alira terbangun dan langsung berjalan membuka pintu,, di sana sudah ada bi Ina yg berdiri di depan pintu kamarnya... "non,,aku sudah selesai berkemas semua barang barang yg mau di bawa,, jadi aku bangunin non untuk mengemasi pakain non dan den Fahri,, karna aku di suruh sama nyonya besar,,.... kata bi Ina... "ya udah bi,, aku berkemas dulu,, trus jam brapa saudara bibi datang,,? tanya Alira.. "mereka sudah naik taksi dari terminal non,, sebentar lagi mereka nyampe sini,, kata bi Ina... dan kemudian melangkah ke dapur untuk menyiapkan sarapan... setelah bi Ina pergi,, Alira langsung bergegas mengemas barang barangnya dan Fahri yg mau di bawa,, selesai berkemas,, Alira langsung beranjak mandi,, selesai mandi,, dia berpakaian dan berdandan seperti biasanya,, selesai itu,, dia membangunkan suaminya yg masih tertidur pulas di atas ranjang,,,.... "mas,, mas Fahri,, bangun,,! kita harus pindah rumah pagi pagi,, biar kamu ke kantornya ngga telat,, kata Alira sambil menatap suaminya yg sudah membuka mata dan menatapnya,,,... karna Fahri sudah bangun dan beranjak mandi,, Alira segera menyiapkan pakaian kantor Fahri dan langsung beranjak menuju dapur,, di sana sudah ada bi Ina,, dan juga mertuanya yg lagi mengobrol dengan saudara bi Ina yg baru sampai... "hay ma,, sapa Alira ke mana Rita... "iya sayang,, semua udah siap,,? trus Fahri,,,? tanya mama Rita... "sudah siap ma,, mas Fahrinya lagi mandi,, jawab Alira... "oooo iya sayang,, ini saudara bi Ina,, ini bi sumi,, dan suaminya pa madi,, kata mama Rita memperkenalkan saudara bi Ina yg akan kerja di rumah baru Alira dan Fahri... "halo,, bi sumi,, pa madi,, saya Alira suaminya mas Fahri,, kata Alira memperkenalkan diri... "iya non,, nonnya cantik bangat,, aku ngga perna lihat orang secantik ini,, palingan di tv tv aku lihatnya,,, kata bi Sumi mengagumi kecantikan Alira... "makasih bi atas pujiannya,, jawab Alira sambil tersenyum ramah,,... sedangka yg lainnyapun hanya tersenyum mendengar pujian bi Sumi,, tidak berapa lama,, Fahri turun dari kamarnya dan segera berkenalan dengan bi Sumi dan pa Madi,, dan bi sumipun memuji ketampanan Fahri,, yg memang sangat tampan... sedangkan Fahri hanya tersenyum tanpa berkata apapun menanggapi pujian bi Sumi. selesai sarapan,, semuanya langsung bergegas mengantarkan Fahri dan Alira ke rumah baru mereka,, sesampainya di sana,, mereka sudah di sambut oleh pa Amin dan ke dua anaknya yg sudah berseragam rapi karna mau berangkat sekolah,, mereka semua melangkah menuju rumah baru Fahri dan Alira tanpa menanyakan siapa orang tua dan kedua anak berseragam sekolah itu,, karna Alira sudah menjelaskannya terlebih dulu di rumah sebelum mereka berangkat tadi,, semua orang yg ada di situ sangat takjub dengan keindahan pekararangan rumah itu,, dan kemewahan rumah tersebut,, Rumah baru Fahri tedapat empat lantai,, dan ada lif di dalam rumah itu,, kamar Alira dan Fahri berada di lantai tiga,, lantai empat mereka gunakan untuk ruang kerja Fahri,, sedangkan lantai dua,, ruang kumpul kumpul yg terdapat tempat karoke dan mini bar,, sedangkan lantai satu,, ada ruang keluarga,, kemudian dapur dan kamar kamar para pembatu di bagian belakang... setelah selesai melihat lihat rumah baru Fahri dan Alira yg super mewah itu,, kemudian mama Rita,, grenma dan juga Meymey segera pamit pulang,, karna sudah pukul jam 12 siang,, sedangkan Fahri dan papanya sudah berangkat kantor dari pagi tadi,, setelah kepergian mama Rita,, grenma dan Meymey,, Alira langsung beranjak mandi,, karna dia merasa gerah,, sedangakan para pembantu lagi sibuk merapikan barang barang yg belum selesai di rapikan.... pukul jam 5 sore Fahri pulang dari kantor,, dia masuk rumah tapi tidak melihat keberadaan Alira,, akhirnya dia segera menaiki lif menuju kamar mereka di lantai tiga,, sampainya di kamar,, Alirapun tidak ada di sana,, kemudian dia mengganti bajunya dengan baju santai dan turun ke dapur,, tapi di dapur juga tidak ada Alira,, akhirnya dia menanyakan Alira ke bi Ina yg lagi sibuk memasak makan malam bersama bi sumi... "bi,, non Aliranya di mana,,,? tanya Fahri.. "oooo,,, non sedang berada di kebun sayur den,, katanya mau taruh pupuk untuk sayur sayur di sana,, jawab bi Ina... tanpa berkata apa apa,, Fahri langsung berlalu menuju kebun sayur yg berada di belakang rumah besar itu,, sampainya di sana,, matanya terbelalak melihat Alira yg sedang terduduk di atas tanah dengan wajah kelelahan,, Fahri segera melangkah ke arah Alira,, sedangkan Alira tidak menyadari kedatangan Fahri,, dia terduduk di atas tanah dengan wajahnya yg seperti bocah tidak dapat jajan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579618406457.jpg-original600webp?sign=b97a0df4385bd730eaab0fb035747477&t=5e72b600) "Alira,, apa yg kamu lakukan,,,? teriak Fahri.. Alira yg kaget segera menoleh ke arah suaminya dan berkata... "aku cape mas,, tadi aku barusan taruh pupuk ke sayur sayur ini... Fahri yg melihat wajah istrinya yg seperti orang kelaparan itu langsung mendekat dan menggendong tubuh Alira,, baju,, celana dan tangan Alira yg memakai kaos tangan hitam itu sudah kotor terkena tanah,, Fahri menggendongnya dan berjalan masuk tanpa berkata apapun,, dia membawa istrinya ke lantai tiga,, tapi tidak masuk ke kamar mereka,, Fahri membawanya menuju kolam air hangat yg ada di lantai tiga itu... "lepaskan pakaianmu dan rendamkan tubuhmu ke dalam air hangat itu,, biar cape kamu hilang,, dan juga,, biar kuman kuman yg menempel di tubuh kamu mati... kata Fahti setelah menurunkan Alira di tepi kolam air hangat,,,... "trus mas mau ngapain,,,? tanya Alira... "aku juga mau merendam tubuhku,, karna aku takut ada kuman yg menempel karna aku sudah mengendongmu tadi,, lihat tu pakaian kamu,, penuh dengan tanah.... kata Fahri sambil menunjuk pakaian Alira... kemudian mereka berdua berendam,, Alira berendam tanpa memakai sehelai benangpun,, begitupun dengan Fahri,, untung saja darah haidnya sudah tinggal sedikit yg keluar,, mereka berendam bersama tanpa malu karna tidak ada sehelai benangpun yg menutupi tubuh mereka,, sebap mereka sudah terbiasa seperti itu... Alira tidak melepaskan pandangan dari suaminya yg tambah mempesona dengan tubuh yg basah,, Fahri memang sangat tampan,, dan tubuhnya yg sispek membuatnya tambah sempurna,,... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579618406461.jpg-original600webp?sign=3b4993b97caca563282f7fa403e54e56&t=5e72b600) tiba tiba Fahri menatap Alira dan berkata,,... "ngapain kamu menatapku seperti itu,,,? tanya Fahri... "aku nafsu melihat tubuh kamu yg seksi itu,, jawab Alira sambil mengedipkan sebelah matanya... "dasar ganjen,, ketus Fahri,, dan di sambut senyum centil dari Alira... "satu yg mau aku tegaskan sama kamu,, aku ngga mau lagi lihat kamu main jorok kaya tadi,, semua pekarangan dan tumbuhan yg ada,, itu sudah jadi tanggung jawab pa Amin.. tegas Fahri... "tapi aku kan suka ngelakuin semua itu mas,, jawab Alira... "ya uda,, kalau kamu ngelawan,, berarti mulai besok aku akan memecat pa Amin,, karna kamu mau kerjakan apa yg menjadi tugas pa Amin,, gertak Fahri yg membuat Alira langsung terbelalak... "jangan mas,, jangan,,! aku janji,, aku ngga akan mengusik pekerjaan pa Amin,, asal mas ngga pecat pa Amin,, kasian mas pa Amin,, kalau mas pecat,, di mana lagi dia mau kerja.. "aku ngga akan pecat pa Amin,, asal kamu ngga ulangi hal kaya tadi lagi,, kata Fahri.. "aku janji,, jawab Alira sambil menaikan kedua jarinya... sedangkan Fahri segera berbalik dan tersenyum,, karna gertakannya berhasil membuat si kepala batu itu menyerah,, Fahri ngga mungkin memecat pa Amin,, dia hanya menggertak Alira,, karna dia ngga mau Alira kotor kotoran seperti tadi,,... Chapter 45 Bab 45. Alira bahagia bisa ke luar negri... selasai membersihkan diri dan berpakaian,, Fahri lagsung melaksanakan solat magrib,, sedangkan Alira belum bisa solat,, karna dia sedang berhalangan,, walaupun darah haidnya sudah hampir bersih,, tapi tetap saja dia belum bersih sepenuhnya... keluarga Fahri maupun Alira sangat tekun dalam beribadah,, mereka dari kecil sudah di tanamkan ilmu agama,, Fahri selalu melaksanakan solat,, waktu waktu ini,, dan dia juga sudah tidak minum minum dan juga sudah ngga perna ke bar lagi,, sedangkan Alira juga sering solat,, walaupun masih bolong bolong... selesai solat,, Fahri dan Alira berjalan menuju dapur,, mereka turun melalui tangga,, karna Alira tidak mau selalu menggunakan lif,, katanya dia takut ngga sehat karna aktifitas kakinya yg tidak aktif untuk melangkah,,... sampinya di dapur,, mereka segera makan,, karna sudah di siapkan para bibi,, dan selesai makan,, mereka berdua langsung naik ke lantai empat,, karna di lantai 4,, selain terdapat ruang kerja Fahri,, juga terdapat ruang olahraga,, Fahri memilih untuk barbelan,, sedangkan Alira,, dengan genitnya,, dia menari nari ngga jelas di depan Fahri... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579717749839.jpg-original600webp?sign=e73bbb02744ebae2c13b337c9685c5f3&t=5e72b600) sedangkat Fahri yg melihat tingkah istrinya yg centil itu hanya cuek dan tetap pada aktifitasnya,, karna merasa tidak di perdulikan oleh suaminya,,akhirnya Alira berhenti dan duduk di samping Fahri sambil mengemil cemilan yg di bawanya tadi dari dapur,, dia mengemil sambil mengajak ngobrol suaminya yg super cuek itu... "mas,, aku tu lihat sepatu Sifa cantik bangat lo,, dia di belikan sama papanya,, katanya papanya beli di Singapur,,, kata Alira... sedangkan Fahri yg lagi fokus barbelan tidak sama skali menanggapi omongan istrinya,, Alira sangat merasa kesal sama suaminya yg tidak menanggapainya sama skali,, dia menatap Fahri dengan tatapan kesal sambil berbicara dalam hatinya... "ini suami apa penjaga goa sih,,,,? di ajak ngomong ngga di respon,, bagusnya dia ini di beri gelar,, si buta dari goa hantu,,,, gumam Alira... "hahahahahahahaha,,, serentak Alira tertawa dengan kerasnya,, karna dia merasa lucu dengan apa yg dia fikirkan barusan.. "kamu gila ya,,,? tanya Fahri yg melihat istrinya tertawa tiba tiba tanpa ada sebab... sedangkan Alira tidak bisa menjawab apa apa,, karna dia tertawa tidak mau berhenti membuatnya sulit untuk berkata kata... karna merasa kesal dengan tingkah istrinya yg tertawa sampai guling guling di atas lantai,, Fahri segera berdiri meninggalkannya dan berjalan menuju tangga,, dan Alira yg melihat Fahri sudah hampir menuruni tangga,, dia segera bangun dan berlari menyusul suaminya dengan masih tetap tertawa,, tapi dia menahannya karna takut di marahi oleh si es balok itu... sampainya di lantai 3,, Fahri ngga langsung ke kamar,, dia melangkah ke ruang santainya dan menyalakan ps untuk dia bermain,, di saat Fahri lagi main ps,, Alira datang menemuinya sambil membawa jus jeruk kesukaan Fahri,, dia mengambil jus jeruk yg ada di dalam kulkas di samping ruangan itu.. setelah duduk di samping Fahri,, Alira langsung merampas stik ps dari tangan suaminya dan menggantikan permainan bola yg di mainkan Fahri dengan permainan zuma,, kemudian dia memainkan permainan zuma dengan penuh semangat... Fahri hanya pasrah dengan apa yg di lakukan istrinya yg sangat pecicilan itu,, dia memilih meminum jus jeruk yg di bawakan Alira sambil menyalakan sebatang rokok,, Alira yg sedang asik memainkan zuma kembali membuka suara tanpa menatap Fahri... "mas,, kamu dengar apa yg aku bicarakan tadi ngga,,? tanya Alira lagi... "yg mana,,,? tanya balik Fahri... "yg tadi,, yg aku bilang Sifa di belikan sepatu oleh ayahnya di singapur... jawab Alira.. "ya udah,, biarin mereka,,, balas Fahri... dan Alira hanya memanyunkan bibirnya setelah mendengar jawaban dari suaminya itu,, sebenarnya Alira sangat menginginkan sepatu seperti punya Sifa,, tapi dia ngga mau minta,, dan sebenarnya dia punya atm yg di berikan Fahri untuk dia pake sesukanya,, tapi dia ingin di belikan Fahri,, karna dari mereka menikah sampai sekarang,, Fahri ngga perna kasih dia hadia,, boro boro kasih hadiah,, ulang tahun Alira aja,, Fahrinya ngga tau... setelah merasa bosan,, mereka berdua bergegas ke kamar mereka untuk tidur,, karna waktu sudah menunjukan pukul 10:30,, tidak memakan waktu lama,, mereka berdua sudah sama sama terlelap,, mungkin karna pengaruh kecapean... pukul 6 pagi Alira terbangun dan langsung bergegas mandi,, selesai mandi,, Alira berpakaian dan berdandan,,kemudian dia mengemas seluruh peralatan kecantikan dan segala perawatannya ke dalam tas untuk mau di bawa,, setelah selesai semuanya,, baru dia membangunkan Fahri,, karna Fahri orangnya ngga sabaran menunggu,, jadi Alira memilih bersiap siap terlebih dulu baru membangunkan Fahri,, karna Fahri juga mandi dan bersiap siap ngga terlalu lama,, jadi Alira lebih memilih menunggu dari pada di tunggu,, biar ngga ribet urusannya... setelah mereka selesai sarapan dan sudah siap berangkat,, ponsel Fahri berbunyi,, dan yg menelfonnya adalah Refan asistennya,, Refan tidak ikut dalam perjalanan bisnis kali ini,, karna masih banyak urusan yg harus di tangani Refan selama Fahri ngga ada... ("halo Fa,, kalian udah ke bandara,,? tanya Refan... ("ini mau brangkat,, memangnya kenapa,,? tanya balik Fahri... ("ngga,, aku mau memakai leptop kamu,, soalnya punya aku udah ngga bisa di gunakan,, dan nanti kalau balik dari sana,, jangan lupa belikan yg baru buatku ya,,,! kata Refan... ("iya,, nanti kamu ke sini aja ambil sendiri di ruang kerja aku,,... jawab Fahri dan langsung mematikan telfonnya... mereka berangkat dengan jet pribadi Fahri,, sampainya di Jerman,, Alira sangat bersemangat dan gembira,, karna baru kali ini dia ke luar negri,, mereka di jemput oleh sahabat Fahri dan juga istrinya,, kebetulan sahabat Fahri itu tinggal di jerman bersama istri dan ke dua anaknya,, karna dia bekerja di Jerman,, jadi mau dan tidak mau mereka harus masuk menjadi warga negara Jerman.. Fahri dan sahabatnya Delon jalan duluan,, sedangkan Alira dan istri Delon jalan belakangan,, ya biasa perempuan,, banyak yg harus di bahas,, jadi memperlambat langkah mereka,, Fahri dan sahabatnya itu melangkah tanpa menengok istri istri mereka yg lagi sibuk mengobrol dan tertawa di belakang mereka.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579717749837.jpg-original600webp?sign=add7c89377e4033596d382856d80c247&t=5e72b600) sedangkan barang barang mereka sudah di bawa supir yg di sewa Fahri selama di Jerman,, Fahri dan Alira di jemput sama Delon,, tapi mereka ngga tinggal di rumah Delon,, mereka memilih menyewa apartemen yg tidak jauh dari tempat tinggal Delon dan istrinya,, sebenarnya Delon dan istrinya ingin sekali Fahri dan Alira tinggal di rumah mereka,, tapi Fahri menolaknya,, begitulah sifat Fahri,, dia tidak mau merepotkan orang lain,, biarpun itu sahabatnya sendiri... sampainya di Apartemen,, Fahri langsung mandi,, karna Delon dan istrinya sudah pulang,, selesai mandi dan berpakain,, dia keluar menemui Alira yg sedang asik memandang pemandangan kota dari atas gedung apartemen yg mereka tempati itu... "aku ke luar sebentar dulu,,, kata Fahri... "mas mau ke mana,,,? tanya Alira... "aku sama Delon mau pergi ke suatu tempat untuk menemui klien aku,, jawab Fahri.. "ya udah,, tapi pulangnya jangan malam ya,,,! aku takut sendirian di sini,, kata Alira... "iya,, kunci pintunya,, kalau ada yg ketuk,, kamu ngintip dulu baru buka... kata Fahri dan langsung melangkah pergi... Chapter 46 Bab 46. Fahri seperti orang yg kelaparan setelah Fahri pergi,, Alira segera mengunci pintu dan beranjak ke kamar,, sampainya di kamar,, dia teringat sama teman temannya,, dia segera mengambil ponselnya di atas lemari dan mengirim pesan ke teman temannya melewati grup wa,,... ("halo gays,,, pesan Alira... ("hay seksi,, kamu ke mana aja,,,? ko baru ada kabar,,,? balas Ara... ("iya benar kamu ke mana aja,,,? sambung Sifa... ("jangan jangan kamu udah berisi ya,, sampai malas,, biarpun hanya untuk mengetik pesan ke kita kita,, kata Amel... ("belum berisi gays,, tapi udah dekat dekat ni,, hehehehe... balas Alira yg langsung di tanggapi hebo oleh teman temannya... ("cie cie,, orang yg punya suami nieeeee,,,,... balas Sifa... ("iya,, apalagi suami setampan itu,, adu gusti,,, aku ngga bisa ngebayangin de,, sambung Amel.... ("semoga lancar ya say,,, tambah Ara... ("iya sayang,,, dan kalian tau ngga aku skarang di mana,,,? balas Alira... ("di mana emang,,,? balas Amel,, Sifa dan Ara bersamaan,,,.. ("aku lagi di Jerman gaaaaays,,temanin laki laki tampan aku dalam perjalanan bisnis sekalian berlibur,,, balas Alira bersemangat,,.. ("haaaa,, Jerman,,, sialan kamu ya,, berlibur sampai ke luar negri,,, balas Sifa.. ("iya,, aku aja ngga perna ke luar negri,, walau hanya di dalam mimpi,,, sambung Ara.. ("ya wajar lah,, suaminya kan pengusaha sukses yg kaya raya,, jadi wajar wajar aja,, sambung Amel... ("makannya Ra,, cepat nikah sama si Rian,, biar di ajak ke luar negri,,, hehehehe,, balas Alira... ("iya iya,,benar itu,, sambung Sifa dan juga Amel.. sedangkan Ara sudah ngga balas sama skali,, mungkin karna dia malu,, karna Ara baru jadian sama si Rian playboy itu,,... ("udah dulu ya,, aku mau mandi dulu,, pamit Alira ke teman temannya.. ("iya say,, hati hati ya di sana,,semoga sukses,, dan cepat berisi gitu,,, balas teman temannya... setelah itu,, Alira memilih untuk mandi,, karna waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,, selesai mandi,, dia langsung berpakaian dan segera turun ke dapur,, karna dia sudah sangat lapar,, sesampainya di dapur,, Alira membuka kulkas dan semua lemari yg ada di dapur,, namun dia ngga menemukan apapun,, dan akhirnya dia memilih untuk menghubungi suaminya,, dia menelfon sampai 3 kali tapi tidak di angkat sama Fahri,,, karna Fahri belum selesai rapat dengan kliennya,,,, Fahri ada rapat dengan beberapa klien pentingnya,, termasuk Bela,, papanya dan juga Fernando dan yg lainnya,,.. di sana,, Bela ngga henti hentinya mencari perhatian Fahri,, Fahri menyadari itu,, dan dia tambah ilfil sama wanita yg tidak tau malu itu,,, selesai rapat,, mereka saling berjabat tangan,, dan terakhir Fahri berjabat tangan dengan Fernando,,... "kenapa kamu ngga ngabari aku,,? biar aku jemput,, kata Fernando,, ya karna memang Fernando adalah klien Fahri yg berasal dari Jerman dan dia yg perna bekerja sama dengan Fahri untuk menjebak Bela waktu di Amerika... "aku ngga kepikiran bro,, aku kemarin di jemput sama sahabatku ini,, kebetulan dia tinggal di sini,, jawab Fahri sambil memperkenalkan Delon ke Fernando... "trus kamu sama siapa ke sini,,,? tanya Fernando... "dia sama istrinya,, jawab Delon sebelum Fahri sempat menjawab... mata Bela seketika terbelalak mendengar kata yg baru di ucapkan Delon,, dia sangat kesal,, karna dia sudah tau siapa istri Fahri,,.. "hhhhm,,, ngapain pakai ajak ajak wanita centil itu,,,? berlebihan bangat,,, gumam Bela.. "apaaaa,,, istri,,,? kamu harus kenalin aku sama istri kamu yg cantik jelita itu,, kata Fernando,,,.. "iya,, nanti aku kenalin,, tapi kamu juga harus kenalin aku sama calon kamu,, balas Fahri.. "aku pusing bro,, mau kenalin yg mana,,,? soalnya terlalu banyak... jawab Fernando dan serempak mereka tertawa bersamaan... setelah itu,, mereka saling berpamitan,, karna waktu sudah menunjukan pukul 6 tepat,, Fahri di antar pulang sama Delon,, dalam perjalanan,, Fahri membuka ponselnya dan melihat ada 3 kali panggilan tak terjawab dari Istriku,, ya nama kontak Alira di ponsel Fahri tertulis istriku,, dan itu Alira yg buat sendiri,, segera Fahri memanggil nomor Alira,, tak berapa lama Alira pun menjawab... "mas,, aku udah hampir mati ni,, aku belum makan dari siang tadi,, belum lagi,, di dapur ngga ada apa apa,, rengek Alira... "astaga,, kenapa kamu ngga beli makan di dekat dekat situ,,,? tanya Fahri... "kan mas bilang ngga boleh ke mana mana,, jawab Alira... "ya udah,, aku udah dalam perjalanan pulang ni,, nanti aku belikan makanan buat kamu,, kata Fahri... "tapi jangan lama,,,,! aku lapar skali ni... kata Alira dan langsung mematikan telfonnya... setelah pembicaraan mereka beraakhir,, Fahri segera menyuruh Delon untuk berhenti di sebuah Restoran yg di sampingnya ada sualayan juga,,, dan Delon pun segera menepi,, ngga pake lama,, Fahri dan juga Delon melangkah menuju restoran,, Fahri minta tolong Delon membelikan beberapa menu makanan buat Alira lengkap dengan minumanya,, sedangkan Fahri berlalu ke sualayan untuk membeli persediaan makanan buat mereka berdua selama 3 hari.. selesai membeli semua yg di butuhkan,, Fahri dan Delon segera melaju menuju apartemen yg di tempati Fahri dan Alira,, sesampainya di depan apartemen,, Fahri turun dari mobil sambil membawa semua barang barang belanjaannya,,... "aku bantu ya,,,? kata Delon ke Fahri.. "ngga usah,, kamu langsung pulang aja,, aku bisa sendiri ko,,, jawab Fahri... "ya udah kalau gitu,, aku cabut ya,,,? dan kalau besok besok kamu mau keluar,, bawa saja istrimu ke rumahku,, biar sama sama istriku... kata Delon dan di anggukin oleh Fahri... setelah Delon pergi,, Fahri langsung melangkah naik ke atas,, dia mebuka pintu apartemen dan kemudian melangkah masuk,, di ruang tamu dia melihat Alira sedang duduk menghadap tv dengan wajah kesalnya,,, karna tau Alira sudah ngambek,, Fahri segera berlalu ke dapur,, dia meletakan buah buah,, sayur sayuran,, daging,, susu,, dan segala perlengkapan makan mereka ke dalam kulkas,, kemudian dia berjalan nendekati Alira dan berkata... "itu makanan kamu di atas meja,, sana makan,,,! kata Fahri... "aku ngga mau makan,,! jawab Alira dan langsung melangkah menuju kamar,,,... "Alira,,, apa apaa kamu,, kata Fahri yg sudah menyusul Alira dan meraih lengan Alira... "memangnya ini jam makan siang aku,,,? kamu enak enakan di sana,, cengengesan sama wanita gatal itu,, sedangkan aku kelaparan di rumah,,, kata Alira tanpa menatap Fahri... "cengengesan bagaimana,,,? aku tu di sana rapat,, memang di sana itu ada Bela,, tapi aku ngga cengengesan,,... bantah Fahri... "tapi aku lihat di tv tadi,,kamu senyum senyum ke sana kemari,,, ngapain kamu senyum senyum,,,? cari perhatian kan kamu,,,? tuduh Alira... "sejak kapan aku cari perhatian sama wanita,,,? coba kamu fikir,,! aku pernah ngga cari perhatian sama kamu,,,? tanya Fahri... "ngga,,, jawab Alira... "ha itu kan,, jadi aku senyum itu,, karna harus seperti itu di depan kamera,, masa aku seorang pengusaha yg di kenal orang harus memasang muka datar di depan kamera,,? kan ngga mungkin,,, jawab Fahri... "sudah sana makan,, kalau kamu ngga percaya sama aku,, mulai besok kamu ikut aku ke mana saja aku pergi,, tambah Fahri dan membuat Alira langsung kegirangan... "betul ya,,,! janjai,,! kata Alira ke Fahri... "hhhhm janji,,, jawab Fahri,, dan Alira langsung berlari menuju dapur dan menyantap makanan yg di belikan Fahri... sedangkan Fahri sudah melangkah ke kamar untuk mandi,, selesai mandi,, Fahri langsung berpakaian dan bersiap siap untuk solat magrib,, tiba tiba Alira muncul dan segera meraih mukenanya,, Fahri hanya menatap Alira,, dan kemudian dia membuka suara... "kamu udah ngga halangan,,,? tanya Fahri,, dan Alira hanya mengangguk sambil mengenakan mukenanya... selesai solat magrib,, mereka memilih untuk menonton tv sambil menunggu waktu solat isha,, Alira nonton sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu,, sedangkan Fahri seperti biasanya,, hanya diam tanpa menolak pelukan istrinya... setelah itu mereka melaksanakan solat isha,, selesai solat,, Fahri segera melepaskan bajunya,, dia hanya mengenakan celana pendek,, sedangkan Alira,, dia sedang sibuk di depan meja rias,, dia sedang memakai lotion dan krim malamnya,, selesai semuanya,, dia menghampiri Fahri yg sudah berbaring di atas ranjang sambil menatap Alira yg sangat seksi dengan baju tidur minimnya itu... Alira naik ke ranjang dan segera memeluk tubuh suaminya yg sudah bertelanjang dada,, Fahri yg di peluk kali ini,, tidak tinggal diam seperti biasanya,, dia segera membalikan tubuh istrinya dan menindihnya,, mereka menghabiskan malam panas itu dengan sentuhan dan desahan yg menggelegar di kamar itu,, Fahri seperti orang yg kelaparan dan mendapat makanan yg nikmat,, dia melakukannya berulang ulang sampai Alira benar benar tidak berdaya,,,.. karna melihat Alira sudah tidak mampu untuk melayaninya lagi,, akhirnya Fahri menyudahi aksinya dan membawa Alira ke dalam pelukannya tanpa sehelai benangpun yg menempel di tubuh mereka berdua,, mereka tidur dengan nyenyaknya sampai pagi,, pukul 6:30,, Alira terbangun dan langsung mandi,, selesai mandi dan berpakaian,, dia turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan,, selesai menghidangkan sarapan di atas meja makan,, Alira hendak mekangkah ke arah tangga untuk membangunkan Fahri... tapi belum sempat dia menaiki tangga,, Fahri sudah duluan turun dari atas,, dan Alira hanya menatapnya dari bawa,,... selesai sarapan,,,, Fahri dan Alira langsung menuju tempat proyek kerja sama Fahri dan yg lainnya,,, mereka di antar oleh supir yg di sewa Fahri selama mereka di Jerman... Chapter 47 Bab 47. Emosi Alira yg meledak melihat Bela mencari perhatian Fahri.. sesampainya di tempat proyek,, Fahri dan Alira langsung turun dari mobil dan melangkah menuju rombongan yg sudah ada di sana,, Bela yg melihat kedatangan Alira dan Fahri sangat merasa kesal,, dia menatap Alira dengan tatapan tidak suka,, sedangkan Alira hanya cuek dan memasang wajah cantiknya dan melenggak lenggok tubuh indahnya sambil memeluk lengan suaminya,, Fernando dan yg lainnya menatap Alira dengan tatapan mengagumi sambil berbisik bisik,, setelah Fahri dan Alira menghampiri mereka,, Fernando langsung mendekat dan berkata... "waao,, istrimu cantik bangat bro,, pantas saja kamu setia,,, kata Fernando.. "halooo cantik,,, aku Fernando,, teman sekaligus partner kerja suami anda... kata Fernando sambil menjulurkan tangannya ke Alira... "iyaaa,, aku Alira,, kata Alira sambil menjabat tangan Farnando... kemudian yg lainnyapun ikut berkenalan,, terkecuali Bela,, dia memilih melangkah duluan ke tempat proyek yg mau mereka tinjau,,,, hari itu Bela datang tanpa papanya,, karna papanya sudah kembali ke Amerika karna ada urusan penting... selesai berkenalan,, nereka semua melangkah menyusul Bela yg sudah duluan di lokasi,, mereka semua memakai helem proyek,, termasuk Alira,, kemudian Fahri dan yg lainnya neninjau proyek yg sedang di kerjakan,, sedangkan Alira,, dia memilih menunggu di tempat istrahat yg ada di dekat situ,, dia hanya memandang suaminya dan yg lain dari arah sana,, karna dia ngga mau terkena sinar mata hari yg memang sangat panas hari itu.. dan Bela yg mungkin sudah putus urat malunya itu,, tidak henti hentinya mencari perhatian Fahri,, dia berpura pura jatuh dan pura pura kesakitan,, di saat salah seorang pekerja mau membantunya berdiri,, dia tidak mau,, dia malah memanggil Fahri dan meminta tolong,, Fahri yg tidak menyadari sandiwara Bela,, segera melangkah ke arah Bela dan membantunya untuk berdiri,, dan Bela tidak tinggal diam,,, dia langsung merangkul pundak Fahri dengan eratnya sambil tersenyum,, tanpa mereka sadari,, Alira melihat semuanya dan sangat kesal,, karna Alira tau,, kalu wanita licik itu hanya bersandiwara,, dengan emosi yg tidak bisa di tahan lagi,, Alira berdiri dan melangkah menghampiri kerumunan orang yg sedang hawatir dengan keadaan Bela... setelah berada di dekat Bela,, Alira langsung mendorong tubuh Bela yg masih merangkul pundak Fahri,, Alira mendorong dengan kerasnya sehingga Bela langsung terpelanting ke belakang,, dan semuanya langsung kaget termasuk Fahri,, di saat Alira mau menyerang Bela yg masih terduduk di tanah,, langsung di cegah oleh yg lainnya,, akhirnya Alira kembali menatap orang yg menghalanginya itu dan berkata,,... "kalian tau ngga,,? dia itu hanya bersandiwara,, biar dapat perhatian dari Fahri,, mungkin kalian semua ngga sadar tapi aku sadar itu,, karna aku melihatnya dari sana.. kata Alira dengan penuh emosi... sedangkan Fahri hanya berdiri di samping Alira sambil menenanangkan istrinya yg sudah seperti orang kesurupan itu,,... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579797180120.jpg-original600webp?sign=4a85ebd351535f2ea37e1fecba17b8f6&t=5e72b600) Fahri tidak menyangka,, wanita secengeng Alira bisa berubah menjadi singa betina seperti itu,,, karna Alira sangat beda dari Alira yg Fahri kenal... karna emosinya masih menggemuru di dalam dadanya,, akhirnya Alira menatap Bela yg sudah berdiri di samping salah satu klien Fahri yg lainnya dan berkata... "kamu memang wanita yg sangat tidak tau malu,,, dan aku sangat kagum,, dengan semangat kamu yg ngga perna luntur sedikitpun,, kamu fikir aku ngga tau niat licik kamu haaa,,,? "kamu purah purah jatuh sambil melirik suamiku,, di saat dia mau menolongmu,, Alira menunjuk pekerja yg tadi hendak menolong Bela tapi di tolak Bela.. " kamu ngga mau,,, dan kamu memanggil suamiku untuk menolongmu,, kamu fikir aku ngga lihat,,,? aku lihat lo dari sana... "woooe,,, jadi wanita itu,, punya harga diri dikit dong,, kamu ngga berhasil ngejebak suami aku berulang ulang kali,, malah skarang kamu cari cari perhatiannya di depan aku,, aku kalau jadi kamu,, aku ngga akan menunjukan tampang tidak tau maluku di depan Fahri apalagi Fernando,,, kata Alira panjang lebar dan berhasil membuat mata Bela terbelalak dan langsung melangkah pergi dari situ... setelah Bela pergi,, akhirnya semuanya tersadar kalau Bela memang hanya berpura pura kesakitan,, karna dia melangkah seperti biasa,, dan tidak ada tanda tanda kesakitan,,.. kemudian,, Fahri menarik tangan Alira dan membawanya ke tempat istrahat mereka,, dan yg lainnya melanjutkan kegiatan mereka,, setelah sampai di tempat beristirahat,, Fahri mendudukan Alira ke kursi dan berkata... "kamu ngga boleh kaya gitu,, kata Fahri,,.. "kenapa ngga boleh,,,? jadi aku harus diam saja melihat semuanya,,,? ketus Alira... "bukan gitu,, tapi kamu tu ngga boleh bawa bawa nama Fernando.. kata Fahri.. "biarin aja,, biar dia tau malu,, itupun kalau dia masih punya malu,, tapi kayanya dia udah ngga punya malu tu,, jawab Alira... "dan satu lagi mas,, kalau kamu ngga mau aku kaya gitu lagi,, kamu harus jauh jauh dari jalang itu,, kalau ngga,, aku akan ganjen sama laki laki lain,,, biar mas tau apa yg aku rasa saat ini,, kata Alira yg langsung membuat Fahri menatapnya datar sambil berkata.. "jaga omongan kamu,, aku ngga suka kamu ngomong kaya gitu,, ketus Fahri... "itu kan marah,, padahal baru berkata kata,, mas takut kan kehilangan aku,,,? goda Alira... "kamu juga kan takut kehilangan aku,,??? sampai sampai kamu kaya singa betina tadi,, tanya Fahri balik... "mas dulu yg jawab,, rengek Alira... "kamu dulu,, balas Fahri... "ngga mauuuuu,,, mas dulu dong... rengek Alira lagi... "iya,, jawab Fahri malu malu,, dan langsung membuat Alira tersenyum dan mengecup bibir suaminya itu,,... tanpa mereka sadari,, Bela sedang menatap mereka dari balik dinding dengan tatapan membunuh,,,, dia sangat kesal dengan Alira,,,... setelah Alira sudah tenang,, Fahri kembali bergabung dengan yg lain,, begitupun Bela,, dia bersikap biasa saja,, tanpa ada rasa malunya,, benar kata Alira,, kalau urat malunya mungkin sudah putus.. Fahri berjalan mendekati Fernando dan meminta maaf atas apa yg di ucapkan istrinya tadi,, tapi malah di tanggapi dengan senyum senyum oleh Fernando,, Fernado tersenyum karna merasa lucu dengan tampang bingung Fahri tadi di saat Alira ngamuk... "ko kamu malah senyum senyum sih,,,? tanya Fahri.. "iya,, abisnya tampang bingung kamu tadi tu lucu bangat bro,, hehehehe... "gimana ngga bingung bro,, baru kali ini aku lihat istriku kaya gitu,, dia itu,, wanita yg manja dan cengeng,, jadi bagaimana aku ngga bingung,,,? jawab Fahri.. "begitulah,, wanita bisa berubah jadi singa betina kalau cemburu bro,,, kata Fernando sambil terus tersenyum... "iya memang benar,, tapi skali lagi,, aku minta maaf ya,,,? kata Fahri.. "santai aja bro,, itu hal biasa buat aku,, aku laki laki,, aku ngga terlalu pusing,, jadi santai aja,, balas Fernando... "makasih kalau gitu ya,,,? aku jadi rasa bersalah sama kamu,, karna udah ceritain semuanya sama istriku, tentang kamu dan Bela,, soalnya aku ngga bisa bohongin dia,, dia tu kaya detektif lo,, pasti dia akan tau semuanya,, biar aku sembunyi,,.. "ya wajar kan suami istri harus jujur,, ngga usah kaya gitu de,, aku aja pernah di kroyok tiga cewek sampai mereka merobek baju aku dari badan,, di kantor aku lagi,, coba kamu bayangin,, seorang bos di permalukan di depan kariawannya yg begitu banyak,, tapi aku cuek aja,, mereka kan cuma kariawan,, memangnya mereka mau apa,,? macam macam ngga di gaji,,,... kata Fernando dan serempak mereka tertawa... hahahahahaha,,, sialan bangat lo bro,, kata Fahri sambil tertawa... Chapter 48 Bab 48. Fahri yg cuek namun juga sangat perhatian... Alira menatap suaminya dari tempatnya beristirahat,, sesekali dia juga sempat melirik ke arah Bela yg sedang mondar mandir di sekitar suaminya seperti setrika rusak,, Alira sangat merasa ilfil melihat wanita yg tidak tau malu seperti Bela,,..... pukul 11:30,, Fahri dan yg lainnya memutuskan untuk menyudahi tinjauan proyek pembangunan pabrik yg 90 persen sudah selesai itu,, setelah berpamitan ke yg lainnya,, Fahri segerah melangkah menghampiri Alira yg sejak tadi tidak henti henti menatapnya dari sana... "ayo kita pergi,,,,! kata Fahri... tanpa menjawab,, Alira langsung berdiri dan memeluk lengan Fahri seperti biasa,, mereka melanglah menaiki mobil yg barusan datang untuk menjemput mereka,, dan mereka memutuska untuk segera kembali ke apartemen,, karna Alira sudah mengeluh lapar dan juga ngantuk,,...... sesampainya di apartemen,, Fahri dan Alira melangkah menuju dapur untuk makan siang,, karna mereka sampai di apartemen tepat pukul 12:30,, waktunya makan siang,, selesai makan,, mereka memilih menonton siaran tv sebentar di ruang tamu,,,, karna Fahri ngga bisa langsung tidur kalau baru selesai makan,, walau ngantuk seperti apapun,, dan hal itu juga yg dia terapkan kepada Alira,,..... mereka nonton dengan posisi Alira bersandar di dada bidang Fahri,, sedangkan Fahri seperti biasanya,, cuek dan tidak menolak,, tanpa Fahri sadari,, Alira sudah tertidur sambil bersandar di Fahri seperti anak kecil,, di saat Fahri mengajak ngobrol,, Alira tidak menjawab sama skali,, baru Fahri sadar,, kalau orang yg menemaninya nonton ini sudah terlelap.... segera Fahri menggendong Alira dan membawanya ke kamar,, setelah meletakan Alira di atas ranjang,, tiba tiba Fahri teringat kalau sebentar malam nanti dia dan Alira harus menghadiri acara fesyen show... akhirnya dia mengambil jaketnya,, dan turun ke bawa,, dia memilih untuk naik taksi,, karna supir yg dia sewa sudah dia suruh pulang,, dan dia merasa ngga enak kalau suruh balik lagi,, mungkin saja dia sedang makan,, atau beristirahat,, fikir Fahti.... Fahri pergi ke sebuah mol besar,, dia masuk ke sebuah pusat perbelanjaan barang barang khusus wanita,, dia membeli gaun Alira lengkap dengan sepatu dan tas yg harganya sangat mahal,, sebenarnya dia sangat malu,, karna banyak mata yg menatapnya,, terutama kaum hawa yg ada di situ,, tapi mau gimana lagi... akhinya Fahri cuek saja,, dengan tatapan wanita wanita yg ada di situ,, selesai memyar,, dia berfikir untuk membeli perhiasan untuk Alira pakai nanti malam dengan gaunnya,, karna Alira tidak membawa gaun ataupun perhiasan dari Jakarta,,, tapi sebelum dia melangkah pergi,, dia teringat dengan sepatu yg Alira ceritakan ke dia waktu itu,, sepatu yg di belikan papanya Sifa di singapur buat Sifa... akhirnya Fahri kembali memesan sepatu seperti yg di ceritakan Alira kepadanya waktu itu,, kebetulan Alira sudah memberitahukan mereknya hari itu padanya,, tapi tidak dia tanggapi,, kemudian Fahri meminta bantuan salah satu pegawai di situ untu mencari sepatu yg mereknya sama seperti miliki Sifa,, tapi Fahri meminta untuk cari yg lebih bagus dan lebih mahal... selesai membayar dan menerima barang yg dia beli,, kemudia dia kembali melangkah ke toko perhiasan untuk membeli beberapa perhiasan Alira yg harganya juga sangat fantastis,, setelah itu,, Fahri segera pulang ke apartemen,, sampainya di apartemen,, dia melangkah ke kamar dan melihat Alira yg masih terlelap di sana,, karna merasa ngantuk,, akhirnya Fahri meletakan barang belanjaannya di dalam lemari dan berbaring di samping Alira,, hanya dalam beberapa menit akhirnya Fahri pun terlelap mungkin karna kecapean... pukul 5 sore Alira terbangun,, dia melihat suaminya sedang terlelap di sampingnya dengan bertelanjang dada,, karna melihat jam sudah menunjukan pukul 5,, Alira segera turun dari tempat tidur dan berlalu ke dapur,, sampainya di dapur,, Alira segera memanaskan makanan buat makan malam... selesai memanaskan makanan,, Alira langsung mencuci peralatan masaknya dan piring bekas makan siang tadi,, dan tanpa dia sadari,, Fahri sudah berada di belakangnya dengan wajah bantalnya... "ayo kita makan,,, kata Fahri yg membuat Alira kaget dan berbalik menghadapnya... "tapi ini baru jam 6 mas,,, jawab Alira... "ya ngga papa,, kita kan mau ke acara fesyen show jam setengah 8 nanti,, kata Fahri... "apa,, fesyen show,,,? kenapa mas ngga bilang dari tadi,, aku kan ngga ada persiapan apaun untuk ke sana mas,, dan ini udah jam 6,, ngga ada waktu lagi kalau mau membelinya... "udah aku beli,,, jawab Fahri,,,,... "yg benar mas,,,? tanya Alira ngga percaya... "udah ada di kamar,, oyo kita makan,, setelah itu kita mandi dan solat,,... tambah Fahri... akhirnya Alira tidak membantah lagi,,, dia hanya senyum senyum sambil menghidangkan makanan di atas meja,, dia bahagia dengan perhatian suaminya itu,, karna ngga biasanya Fahri melakukan hal semacam itu,, Alira ngga nyangka suaminya yg begitu pemalu bisa pergi membeli perlengkapan wanita.... selesai makan,, mereka langsung buru buru mandi,, karna mereka harus solat magrib dulu baru bersiap siap untuk berangkat,, selesai mandi,, Alira hanya mengenakan daster,, karna suaminya pun hanya memakai sarung dan baju kaos tangan pendek dan sudah bersiap siap untuk melaksanakan solat magrib,, kemudian mereka solat bersama... selesai solat,,, Fahri mengambil barang belanjaannya di dalam lemari dan berikan kepada Alira,, dan setelah itu,, dia bergegas memakai pakaian yg sudah di siapkan Alira di atas ranjang,, sedangkan Alira sangat bahagia di saat melihat apa yg di belikan suaminya untuknya,, dia tidak menyangka,, Fahri yg sangat cuek,, ternyata sangat perhatian,, sampai sampai,, di membelikan sepatu yg Alira inginkan,, malahan dia belikan yg lebih bagus dari yg di miliki Sifa... Alira sangat cantik dengan memakai gaun hitam dan sepatu yg di belikan Fahri,, di tambah dengan anting,, gelang dan juga cincin yg di belikan Fahri tadi,, membuat kecantikannya tambah sempurnah... sedangkan Fahripun memakai celana hitam,, kemeja putih dan di balut dengan jas hitam,, jadi mereka sangat serasi dengan pakaian yg serbah hitam,,, setelah selesai bersiap siap,, mereka langsung turun ke bawah karna supir yg di sewa Fahri sudah menunggu,,, kemudian mereka segera berlalu ke acara fesyen show yg juga di hadiri klien Fahri yg lain termasuk Bela,, dan juga tamu tamu penting lainnya... sesampainya di sana,, Fahri segera membuka pintu mobil dan keluar,, penampilan Fahri malam itu mencuri perhatian wanita wanita yg ada di situ,, dia sangat tampan dan menarik dengan kemeja putih dan jas hitamnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579970446453.jpg-original600webp?sign=4326adcdade634f2aef2dd334b4092ee&t=5e72b600) sedangkan Alira di bukakan pintu oleh supir,, Alira melangkah dengan anggunnya menyusul Fahri yg sedang bersalaman dengan tamu tamu penting yg memang mengenal Fahri,, semua pasang mata yg ada di situ memandang Alira dengan penuh kekaguman,, sedangkan Alira sudah tidak kaget dengan tatapan tatapan seperti itu,,,.... Alira sudah terbiasa dengan tatapan tatapan seperti itu,, jadi dia hanya cuek dan terus melangkah menghampiri suaminya,,, sedangkan Fahri dan tamu tamu yg ada di samping Fahri pun,, menatap Alira sama seperti dengan yg lain,, tapi tiba tiba ada suara yg memanggil nama Alira dan membuat Alira segera berbalik untuk melihat orang yg memanggilnya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1579970446455.jpg-original600webp?sign=ec7d919719eb4795789eedb676ebdecd&t=5e72b600) dan ternyata orang yg memanggilnya itu,, istrinya Delon teman Fahri,, istri Delon sangat ramah,, biarpun baru kenal tapi mereka terlihat sudah akrab,, Delon dan istrinya melangkah mendekati Alira... "kamu cantik bangat Lira,, kata sarah istrinya Delon,, setelah berada di hadapan Alira... "kamu juga sangat cantik sar,, jawab Alira,,.. sedangka Delon sudah melangkah meninggalkan mereka berdua untuk menyusul Fahri dan yg lainnya... Chapter 49 Bab 49. Fahri yg perkasa.... Alira sangat merasa bahagia di acara fesyen shou itu,, tapi di lain sisih,, dia juga sangat merasa risih dengan tatapan tatapan anak anak pengusaha yg tidak pernah lepas dari Fahri termasuk Bela,, wanita yg sangat tidak tau malu itu,, akhirnya dia selalu menempel dengan suaminya kemanapun suaminya melangkah,, dan Fahripun tidak menolak atau melarang istrinya yg menempel padanya,, dia malah memperkenalkan Alira ke semua klien bisnis dan keluarga mereka yg hadir di acara itu... pukul jam12 malam tepat acara sudah berakhir,,... Fahri,, Alira dan para tamu tamu yg lain,, melangkah ke arah parkiran dan segera melaju ke tempat masing masing,,... sampainya di apartemen,, Alira langsung membersihkan diri dengan air hangat,, setelah itu dia memakai segalah perawatan malamnya,, dan mengenakan gaun tidur seksinya,, tiba tiba Fahri yg baru selesai membersihkan diri,, keluar dari kamar mandi,,.. sambil melangkah,, tatapan Fahri tertuju kepada istrinya yg sedang berdiri di depan meja rias,, Fahri terpana oleh penampilan isyrinya yg cantik dan begitu seksi,, dan dia tergoda dengan bau harum yg berasal dari tubuh istrinya,, karna dia sudah sangat hafal dengan bau lotion dan farfum Alira... tanpa aba aba,, Fahri yg sudah berada di belakang Alira,, langsung mengangkat tubuh Alira dan membawanya ke atas ranjang,, setelah meletakan Alira ke atas ranjang,, Fahri segera melepaskan pakaian Alira satu per satu sampai seluruh tubuh Alira terpampang nyata tanpa sehelai benangpun,, melihat tubuh Alira yg indah,, membuat Fahti menelan selipannya... kemudian Fahri melepaskan handuk putihnya dan segera bermain di atas tubuh Alira dengan buasnya,, setiap kali mereka bercinta,, Fahri tidak pernah melakukannya dengan perlahan lahan atau pelan pelan,, dia selalu melakukannya dengan gerakan cepat dan sangat bertenaga,, sampai sampai Alira yg selalu agresif duluan,, menjadi kewalahan malayani suaminya yg sangat perkasa itu,,... tapi sebenarnya Alira sangat menyukai cara bercinta Fahri,, dia sangat merasa puas dengan permainan suaminya,, dan Fahripun menyadari,, kalau istrinya menyukai dan menikmati cara bermainnya di atas ranjang... hampir satu jam mereka bertempur,, namun Fahri belum ada tanda tanda untuk jebol,, mungkin karna dia mencoba menahannya biar lebih lama,, sedangkan Alira sudah menjerit jerit kesakitan,, di dalam kamar itu,, penuh dengan desahan dan jeritan Alira,, sedangkan Fahri,,sambil berlutut,, dia semakin melancarkan serangannya sembil menatap tubuh indah istrinya ke bawah dan sekali kali mendesah,,, karna merasa sudah ngga sanggup,, akhirnya Alira mengeluarkan suara,,, dia memintah suaminya untuk menyudahi permainannya segera... "mas,,,, aku sudah ngga kuat,,, sakit punyaku mas,, periiih,,, Alira berkata dengan suara yg bergetar karna Fahri masih tetap melancarkan serangannya... karna merasa kasiahan dengan istrinya yg sudah terlihat lemah,, akhirnya Fahri menyudahi permainannya,, dia memuntahkan lahar hangatnya ke dalam rahim Alira,, dan kemudian dia tumbang di samping Alira sambil menatap Alira yg juga sedang menatapnya dengan senyum manisnya,, tapi tiba tiba Alira menjerit di saat dia bergerak mau mendekat ke arah Fahri... "aaaaah,,, aduh maaaas... "kamu kenapa,,,? tanya Fahri sedikit panik... "perih mas,, bagian bawah aku perih,,, rengek Alira... "tuh kan,, bengkak,, kata Alira di saat dia merabah bagian bawahnya... "coba aku lihat,,, kata Fahri sambil bergegas bangun... Fahri membuka sedikit lebar paha Alira dan seketika matanya terbelalak melihat bagian bawah istrinya yg sudah sangat bengkak dan memerah,,, karna baru kali ini dia saksikan secara langsung,, jadi dia sedikit kaget,, sedangkan Alira sudah tidak kaget lagi,, karna sudah biasa kaya gitu,, tapi karna dia ingin bermanja manja,, jadi dia merengek dan menjerit biar Fahrinya panik dan perhatian kepadanya... kemudian,, tanpa berkata apa apa,, Fahri segera turun dari tempat tidur dan melangkah ke arah kamar mandi,, dia mengisih bethroom dengan air hangat,, setelah itu dia kembali menghampiri Alira,, dia menggendong Alira kemudian melangkah ke kamar mandi,, sampai di dalam kamar mandi,, dia meletakan Alira ke dalam bethroom yg sudah dia isih dengan air hangat... di saat Alira sedang berendam sambil membersihkan dirinya,, Fahri juga membersihka dirinya di bawah shower,, selesai membersihkan tubuhnya yg mandi keringat,, Fahri berbalik dan menatap Alira,, tapi betapa kagetnya dia di saat melihat Alira yg sudah terlelap di dalam bethroom,, akhirnya dia buru buru memakai handuk,, kemudian berbalik dan segera mengangkat tubuh Alira dari dalam bethroom... Fahri menggendong Alira cuma dengan satu tangan,, di menyandarkan tubuh Alira ke tubuhnya,, sedangkan wajah Alira di pundaknya,, kemudian dia mengambil handuk dan mengelap tubuh Alira yg basah,, karna tidak mungkin kalau dia harus membaringkan Alira ke tempat tidur dengan keadaan basah kaya gitu... karna merasa tubuh Alira sudah ngga basah lagi,, akhirnya Fahri membaringkan Alira ke tempat tidur dan diapun berbaring di samping Alira kemudian menarik selimut untuk menutup tubuh mereka berdua... pukul 8:30,, Alira terbangun,, dia membuka matanya dan hendak bangun,, namun dia tidak bisa untuk bergerak,, karna Fahri sedang memeluknya,, tangan dan juga kaki Fahri berada di atas tubuhnya sehingga membuat dia susah untuk bergerak,, apalagi dia sangat merasa lemas di pagi hari itu,, mungkin karna stamina yg terkuras tadi malam,, jadinya dia merasa lemas... "mas,, maaas,,, mas bangun dooong,, aku ngga bisa gerak ni,, kaki dan tangan kamu aja berat minta ampun,, kata Alira ke Fahri yg sudah terbangun sambil mengucek ngucek matanya... karna masih ngantuk,, Fahri ngga langsung bangun,, malahan kembali memeluk guling dan membelakangi Alira,, tapi sebelum memejamkan matanya,, Fahri sempat berkata kata dan membuat Alira kegirangan.. "kamu duluan aja,, bikin sarapan dan juga bekal buat kita ke pantai sebentar,, kata Fahri kemudian kembali memejamkan matanya... Alira sangat bahagia,, karna dia akan merasakan berlibur juga di luar negri,, sebab dua hari kemarin,, mereka hanya di sibukan dengan urusan kerjaan Fahri,, Alira sangat kegirangan,, dia melangkah ke arah dapur sambil tersenyum,, rasa lemas sejak bangun tidur tadi langsung hilang seketika,,.... Alira menyiapkan sarapan dan bekal di rantang untuk mereka bawa ke pantai,, kebetulan masakan Alira cukup enak,, biar belum terlalu sempurna,, tapi Fahri lebih suka makan masakannya di bandingkan makanan di luar,,.... selesai menyiapkan semuanya,, Alira segera berlari ke kamar membangunkan suaminya untuk mereka sarapan,, Fahri bangun dan masuk kamar mandi untuk sekedar membasahi muka bantalnya dan berkumur kumur,, setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan menyusul Alira yg sudah kembali ke dapur,, setela membangunkan Fahri tadi... setelah selesai sarapan,, Alira dan Fahri sama sama bergegas untuk mandi,, selesai mandi,, mereka berpakaian santai,, Alira mengenakan baju putih dan celana jens pendek dan sepatu putih,, sedangkan,, Fahri mengenakan baju kaos putih lengan panjang garis garis biru,, dan juga celana pendek selutut dan sepatu putih juga,, mereka sangat kelihatan serasi... mereka berangkat tidak di antar supir,, Fahri menyuruh supir yg di sewanya itu,, untuk pulang saja,, biar dia yg menyetir sendiri,, kebetulan supir yg di sewa Fahri itu,, kenalan Delon,, jadi ngga terlalu ribet... dalam perjalnan ke pantai,, Alira sangat bahagia dan bersemangat,, apalagi Fahri membuka atam mobil itu,, Alira berdiri sambil berteriak teriak,, sesekali Fahri melarangnya karna merasa risih dengan tingkahnya yg pecicilan dan berlebihan itu,, tapi Alira tidak menghiraukan kata kata Fahri,, dia tetap bersemangat dan bersorak sorak seperti orang yg sedang pawai,,.... Chapter 50 Bab 50. suasana romantis di pantai... pukul 9:30 pagi,, Alira dan Fahri tiba di pantai yg mereka tuju,, pemandangan pantai itu sangat indah dan bersih,, tapi karna hari itu bukan hari libur,, jadi pantai itu terlihat sangat sepi,, hanya ada Fahri ,, Alira dan ada beberapa pasangan yg berada lumayan jauh dari mereka berdua,,.... Fahri mengajak Alira ke pantai,, karna dia tau,, kalau istrinya itu sangat menyukai pemandangan pantai,, apalagi besok pagi mereka sudah kembali ke jakarta,, jadi Fahri mengajaknya jalan jalan ke pantai,, biar nanti dia bisa ceritakan pengalaman pertanya ke luar negri kepada teman tannya.. Fahri memarkirkan mobil mereka di bawah pohon yg letaknya tidak jauh dari pantai,, setelah mobil terpadkir,, Alira segera turun tanpa menunggu Fahri dan langsung berlari ke arah pantai sambil berteriak teriak seperti orang gila,, dia sangat bersemangat sampai membuatnya begitu heboh,, sedangka Fahri hanya menggeleng gelengkan kepalanya karna melihat kehebohan istrinya itu,,,.. Fahri melangkah ke arah patai,, dia berdiri menghadap laut yg luas sambil memasukan ke dua tangannya di dalam saku celana bagian depan,, dia berdiri dan memejamkan matanya sambil menghirup udara pantai yg sangat sejuk itu... tapi tiba tiba mata Fahri terbuka,, karna Alira memanggilnya sambil berlari ke arahnya dengan senyum yg terpancar dari wajah cantiknya sambil membuka ke dua tangannya lebar lebar,, Fahri yg melihat tingkah istrinya yg seperti bocah,, hanya menatapnya sambil tersenyum dan membuka lebar kedua tangannya juga menyambut istrinya yg berlari dari arah sana,, dengan penuh semangatnya... setela mendekati Fahri,, Alira langsung melompat ke tubuh Fahri sambil melingkarkan ke dua tangannya di leher Fahri,, dan Fahri pun segera menangkap tubuh indah istrinya sambil dan melingkarkan ke dua tangannya di pinggang istrinya kemudian berputar putar,, dengan Alira di dalam dekapannya... Alira tertawa lepas karna di putar putar sama Fahri,, dia sangat bahagian,, karna Fahri itu,, romantisnya datang jarang jarang,, jadi kalau sifat romantisnya datang,, itu seperti anugrah terindah buat Alira.... Alira menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum bahagia,, dan Fahri pun menatapnya dengan senyumnya yg sangat jarang itu,, mereka saling menatap dan memancarkan senyum dari wajah masing masing.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580128314726.jpg-original600webp?sign=8a073e7cbe6677cd886297aa64777cf9&t=5e72b600) kemudian Fahri menurunkan Alira dan langsung menggelitiknya,, Alira yg merasa geli karna di gelitikin,, segera berlari sambil tertawa,, Fahri mengejarnya dan terus menggelitiknya,, pemandangan di pantai itu makin sejuk sesejuk hati Alira yg sangat bahagia di perlakukan romantis oleh suaminya yg aslinya kaku,, beku dan dingin itu.... karna merasa lelah,, akhirnya Alira berhenti berlari dan berdiri menghadap suaminya sambil meraih ke dua tangannya,, Fahripun sudah menghentikan kejailannya terhadap istrinya yg terlihat sudah kelelahan itu,, mereka saling menggenggam tangan dan saling menatap sambil tersenyum.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580128314717.jpg-original600webp?sign=6d98c29834d8e8b6acb231e24d5e2432&t=5e72b600) tak ada kata kata yg bisa Alira ucapkan saking bahagianya,, hanya senyuman yg selalu terpancar dari wajah cantiknya itu,, dia sangat bahagia sampai tidak henti hentinya tersenyum... pukul 1:30,, Alira dan Fahri sudah lelah dan merasa lapar,, akhirnya mereka melangkah menuju mobil dan mengeluarkan makanan mereka ke atas tikar kecil yg mereka buka di bawah pohon samping mobil mereka,, kemudian mereka makan dengan lahapnya.. selesai makan,, karna di pantai mata harinya sangat panas,, akhirnya mereka memilih untuk menonton film di dalam mobil,, kebetulan koleksi film film pa sopir tersimpan bersamaan dengan lagu lagu di plesdis yg ada di dalam mobil itu... Fahri mencari cari koleksi film yg ada satu per satu,,tapi tiba tiba mereka saling bertatapan dengan wajah yg bingung,, karna koleksi film pa sopir itu,, semua bergambar toom and jery,, mereka ngga nyangka,, orang seumur itu masih hobi film karton.... karna tidak ada pilihan,, terpaksa mereka menonton film toom and jery aja,, mungkin bisa terhibur dan menghilangka cape,,, tapi di saat film di mulai,, mata Fahri dan juga Alira terbelalak,, karna film yg mereka nonton itu,, bukan toom and jery,, melainkan film panas,, Alira yg terkejut sampai menutup mulutnya yg sudah terbuka saking kagetnya dengan telapak tangannya,, sedangkan Fahri memilih menyalakan sebatang rokok untuk di nikmatinya sambil menonton film yg sudah terlanjur mereka putar itu... Fahri adalah laki laki yg normal,, jadi dia ngga mungkin biasa biasa saja setelah melihat adegan di dalam film itu,, tapi dia mencoba untuk menyembunyikannya,, dia memasang wajah tanpa ekspresi,, sedangkan Fahri kecil di bawah sana berekspresi berbeda,, Fahri kecil sudah menegang di balik celana Fahri,,... sedangkan Alira,, dia gelisah dan salah tingkah setelah melihat adegan jorok yg ada dalam film tersebut,, karna dia pun selalu di perlakukan oleh suaminya seperti itu,,, Alira sudah sangat terangsang,, dan bagian bawahnya sudah sangat basah,, raut wajahnya sudah berubah memerah,, Fahri yg menyadari ekspresi yg berbeda dari wajah istrinya,, hanya tersenyum dalam hati,, sebenarnya,, Fahri sudah sangat tidak tahan,, tapi dia ingin melihat Alira bisa bertahan sampai sejauh mana.... karna di antara mereka berdua,, Alira yg paling agresif,, kadang kadang dia meminta duluan dan membuka baju Fahri duluan,, tapi setelah selesai,, dia juga yg malu sendiri,, dan dia juga yg selalu menyerah duluan,,..... karna sudah tidak tahan,, tiba tiba Alira berbalik menghadap Fahri dan segera menarik kerahnya sehingga membuat bibir mereka saling menempel,, tanpa menunggu lama,, Fahri pun segera melumat habis bibir seksi Alira,, sampai mereka sama sama hampir kehabisan nafas baru Fahri melepaskan lumatannya.... Alira memang sangat agresif terhadap Fahri,, tapi Fahri tidak pernah membiarkan Alira memulai hal hal yg lebih intim duluan,, karna dia ngga mau Alira merasa kalau hanya Alira yg menginginkannya,, dan dia ngga mau istrinya merasa seperti wanita yg ngga ada harga diri,, ya walaupun wajar wajar aja kalau istri yg duluan memulai,, tapi Fahri tidak mau istrinya melakukan hal yg lebih intim duluan... palingan Alira memulai itu,, sebatas melepaskan baju Fahri,, dan yg sedikit intim mengecup bibir Fahri,, tapi kalau untuk lebihnya,, Fahri ngga perna nemberikannya kesempatan,, Fahri yg selalu langsung menyerang kalau sudah ada kode dari Alira... mereka melakukannya dengan penuh gairah dan desahan di dalam mobil itu,, tadinya atap mobil terbuka,, tapi di saat Fahri memainkan lidahnya di atas gunung kembar Alira da menggigitnya kecil,, membuat Alira mendesah dengan kerasnya,, akhirnya tangan Fahri menutup atap mobil sambil terus menyusu di Alira seperti bay yg kehausan... Fahri melakukan dengan gaya gaya seperti di film yg mereka nonton itu,, Fahri orang yg sangat anti jorok,, dia sangat menjaga kebersihan,, dan memilih milih makanan,, tapi untuk makanan yg satu ini,, rasa joroknya hilang seketika,, dia menyapu bersih tubuh istrinya dengan dari atas sampai bawah,, membuat cairan nikmat Alira tumpah berulang ulang,, sehingga Alira cepat merasa kalah,,.... lidah Fahri yg nakal,, bermain main di atas gunung kembar Alira,, turun ke perut,, dan bersemayam di Alira yg sudah sangat basah,, Fahri menyapu bersih dan menyedot cairan nikmat yg membuat becek itu dengan nikmatnya,, berulang ulang dia membuat cairan itu keluar,, tapi Fahri tidak membiarkannya tumpah begitu saja dia menyedot dan meneguknya sampai bersih.. itu yg membuat Alira sangat dan tambah mencintai suaminya yg sangat pakar dan bertenaga dalam bercinta,, padahal Alira adalah wanita pertama yg Fahri sentuh,, tapi karna koleksi film panas yg sangat banyak Fahri nonton,, membuatnya sangat pandai dan ganas sehingga membuat Alira sampai sampai tak betdaya.. kadang kadang Alira sampai merengek rengek untuk menyudahi permainan Fahri,, karna hampir setiap mereka melakukannya,, pasti bagian bawah Alira bengkak dan memerah,, akibat senjata Fahri yg sangat sempurnah dalam ukurannya,, dan juga tenaganya yg sangat luar bisa sekali,,... fisik Fahri luar dalam sangat sempurna,, dia mempunyai semuanya yg bisa membuat wanita bahagia dan merasa puas,, fisik Alira pun sangat sangat sempurna luar dalam untuk seorang wanita,, itulah yg membuat Fahri gemas dan kehilangan kendali di saat menatap dan menikmatinya... Chapter 51 Bab 51. Alira membuat Fahri marah.. karna merasa takut di lihat orang,, akhirnya Fahri tidak seperti biasanya berlama lama dalam bertempur,, hanya memakan waktu setengah jam,, akhirnya Fahri jebol,, dia menyemburkan lahar hangatnya ke dalam rahim Alira,,, kemudian tidak pakai berlama lama,, dia langsung bangun dan memakai pakaiannya,, setelah selesai memakai pakainnya,, Fahri segera membantu Alira untuk memakaikan branya,,...... selesai memakai pakaian,, Alira langsung meminta Fahri untuk pulang,, karna dia ingin mandi,, dia merasa ngga nyaman dengan keringat dia dan juga Fahri yg bercampur di badannya,, akhirnya Fahri pun menyetujuinya,, karna dia pun merasa badannya lengket karna berkeringat.... dalam perjalanan menuju apartemen,, Fahri sudah menghubungi sopir yg di sewa Fahri agar menunggu di depan gedung apartemen,, sesampainya di apartemen,, Fahri langsung menyerahkan kunci mobil ke pa supir yg di sewanya itu,, dan memberitahunya datang pagi pagi besok,, untuk mengantarkan mereka ke bandara... setelah supir itu pergi,, Fahri dan Alira segera beranjak naik kelantai tiga menggunakan lif,, karna ruangan yg mereka tempati berada di lantai tiga,, sesampainya di atas,, mereka langsung bergegas mandi,,,... mereka mandi seperti biasanya,, Alira di bethroom,, sedangkan Fahri di bawah shower,, Fahri tidak seperti laki laki lain,, yg sering mandi berdua bersama pasangannya di dalam bethroom,, karna menurut dia itu terlalu lebai.... jangankan,, mandi berdua di dalam bethroom ,, memanggil Alira dengan kata sayang saja ngga perna,, mengatakan kata cinta kepada Alira saja jarang jarang,, dia laki laki yg sangat super cuak dan tidak peka,, tapi sifatnya itu,, malah membuat banyak wanita tergila gila padanya... selesai mandi dan berpakaian santai,, Fahri dan Alira memilih untuk tidur,, karna mereka sangat kecapean,, mereka tidur dengan saling membelakangi,, seperti orang yg sedang marahan,,,.... pukul jam 5 sore,, Fahri terbangun karna ponselnya yg berada di samping bantalnya berdering,, dia segera merai ponselnya dan melihatnya,, di layar ponselnya terlihat nama kontak mamaku,,, kemudian Fahri menjawab telfon dari mamanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.... ("halo ma,,, kata Fahri sambil kembali memejamkan matanya... ("besok kalian jadi pulang kan sayang,,,? tanya mamanya... ("jadi ma,,, jawab Fahri.. ("iya,, soalnya dua hari lagi kan kamu wisuda sayang,, kata mamanya... ("iya ma,, kita brangkat dengan pesawat pagi besok.... sambung Fahri... ("iya sayang,, kamu baru bangun tidur ya,,,? trus Aliranya mana,,,? tanya mamanya... ("iya ma,, aku baru bangun,, Alira masih tidur ni di samping aku,,, jawab Fahri... ("di sana kan udah mau malam,, ko masih tidur sih kalian... kata mamanya... ("cape kita ma,, tadi kita dari pantai soalnya,, jawab Fahri... ("oooo,,, mama kira kalian kecapean karna baru selesai bikinin cucu buat mama,, ternyata kalian dari pantai,,,? ("apa apaa sih ma,, udah dulu ya ma,, aku masih ngantuk ni soalnya... kata Fahri dan langsung memutuskan sambungan telfon dengan mama Rita... setelah selesai mengobrol dengan mamanya,, Fahri langsung memesan tiket pesawat buat besok pagi lewat ponselnya,, dan juga memesan makanan buat mereka makan malam,, karna dia ngga tega ngebangunin Alira yg sangat nyenyak tidurnya untuk masak makan malam,,,... selesai memboking tiket pesawat buat dia dan Alira,, dan juga memesan makan malam mereka,, Fahri kembali tidur sambil mendekap tubuh Alira ke dalam dekapannya,, Alira yg merasa di peluk,, hanya bergerak sedikit namun tidang bangun sama sekali,, mungkin karna terlalu cape... pukul 7:30,, Alira terbangun,, dia kaget bukan main,, matanya terbelalak di saat melihat jam di ponselnya,, dengan terburu buru di melepaskan pelukan Fahri sehingga membuat Fahri ikut terbangun,,,..... "ada apa,,,? tanya Fahri setelah membuka matanya... "ini udah jam setengah delapan malam mas,, dan aku belum masak buat makan malam,,,jawab Alira panik... "udah aku pesan,, jam 8 baru mereka antar,, kata Fahri dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk menyegarka tubuhnya,, Alira merasa bingung tapi juga legah,, karna dia ngga perlu buru buru masak di jam segini... selesai Fahri mandi,, Alira yg giliran mandi,, dia memilih mandi di bawah shower biar cepat,, tidak berapa lama dia keluar dengan hanya menggunakan handuk putih pendeknya,, sedangkan Fahri sudah mengenakan pakaian yg tadi Alira siapkan di atas ranjang sebelum dia masuk kamar mandi... di saat Alira mau berpakaian,,tiba tiba suara bel di pintu apartemen berbunyi,, dengan ceroboh,, Alira langsung melangkah hendak keluar kamar dengan hanya memakai handuk minimnya yg berwarna putih itu,, tapi tiba tiba Fahri memanggilnya dan membuat langkah kakinya terhenti di depan pintu kamar... "Alira,, kamu mau kemana,,,? tanya Fahri... "mau liat siapa yg datang,,, jawab Alira polos... "kamu uda ngga waras,,? mau buka pintu dengan hanya memakai handuk sependek gitu,,,? tanya Fahri sambil menatap Alira... "lain kali,, kalau mau lakuin apapun,, perhatikan dirimu terlebih dulu,, apalagi mau terima tamu,, kalau orang jahat yg ada di luar gimana,,? dan kalau ngga ada aku gimana,,? tanya Fahri dengan nada yg sedikit kesal.... "iya maaf,,, jawab Alira sambil memasang wajah cemberutnya... "jangan hanya bisanya minta maaf doang,, tapi perhatikan apa yg orang bilang,,, ketus Fahri dan langsung berlalu meninggalkan Alira di depan pintu... Fahri sangat marah dengan sikap ceroboh Alira,, dan kata katanya yg terakhir tadi membuat Alira terpukul dan langsung meneteskan air mata,, Alira memang tidak bisa di marahi,, karna mungkin dari kecil dia terlalu di sayang sama orang tuanya... dia mengenakan pakaiannya sambil berlinang air mata,, selesai memakai pakain dan lotion,, dia langsung beranjak naik ke ranjang tanpa memakai krim malamnya seperti biasa,, karna wajahnya sangat basah dengan air matanya,, jadi dia memilih untuk tidak menggunakan apa apa di wajahnya... Alira duduk dan bersandar di kepala ranjang,, dia menundukan kepalanya sambil menangis,, dan tangannya menarik narik ujung bajunya sendiri berulang ulang... sedangkan Fahri yg sudah mengambil makanan pesanannya,, langsung melangkah ke dapur dan meletakannya di atas meja makan,, dia tau,, kalau Alira marah dengan kata katanya tadi,,... kemudian Fahri melangkah ke arah kamar,, sampai di sana,, dia melihat Alira yg sedang ngambek dan menangis sambil menarik narik bajunya seperti anak kecil... Fahri melangkah mendekati Alira dan duduk di tepi ranjang samping Alira tepatnya,,, setelah Fahri berada di sampingnya,, Alira segera membuang mukanya dari Fahri,, dan Fahri hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya kasar sambil berkata... "ayo kita makan,,, kata Fahri... "makan aja sendiri,, aku ngga lapar,,, ketus Alira... "ngga lapar atau ngambek,,, haa,,? tanya Fahri... "ya terserah aku,, mau ngga lapar ke,, mau ngambek ke,, apa urusannya sama kamu,,? ketus Alira lagi sambil menghapus air matanya kasar dengan telapak tangannya.. "ya udah kalau kamu ngga mau,, aku mau makan sendiri aja,, Fahri berkata sambil melangkah menuju pintu kamar untuk keluar.. tapi belum sempat Fahri keluar pintu,, Alira sudah melemparnya dengan semua bantal yg ada di atas tempat tidur,, Fahri yg tertimpuk bantal,, langsung berbalik dan menatap Alira yg masih terus melemparnya.. akhirnya Fahri ngga jadi keluar,, dia memungut semua bantal yg berserakan di atas lantai,, dan membawanya kembali ke atas tempat tidur,, setelah itu,, dia duduk di samping Alira dan memeluknya sambil berkata... "aku kaya gitu,, karna aku perduli sama kamu,, kalau aku ngga perduli sama kamu,, aku ngga akan melarangmu biarpun kamu mau keluar menggunakan handuk pendek ke,, celana dalam dan bra ke,, aku ngga peduli,, tapi karna aku peduli,,, jadi aku marah,,, dan kamu harusnya mengerti itu,, kata Fahri sambil mengecup pucuk kepala Alira,, dan membuat Alir langsung luluh... Chapter 52 Bab 52. Fahri di goda mama dan grenma... Alira sangat teramat mencintai Fahri,, sampai sampai dia tidak bisa berlama lama marah atau diamin Fahri,,,,,,... setelah Alira sudah luluh dan tidak menangis lagi,, Fahri segera mengajak dia ke dapur untuk makan malam,, karna waktu sudah menunjukan jam 9 malam,,,,... selesai makan,, Fahri dan Alira beranjak ke kamar,, tapi mereka tidak langsung tidur,, melainkan duduk di sofa yg ada di dalam kamar,, dengan posisi Fahri yg bertelanjanh dada,, hanya mengenakan celana pendek,, dan Alira dengan gaun tidur seksinya,, duduk di pangkuan Fahri sambil mereka ngobrol... "mas,, kamu benar benar mencintai aku ngga,,? tanya Alira... "aku kan udah perna bilang,,, jawab Fahri... "bilang apa,,,? tanya Alira pura pura bodoh... "ya pernah bilang kalau aku cinta sama kamu,,... jawab Fahri... "ya itu kan cuma perkataan mas,, buktinya mas ngga memperlakukan aku seperti seseorang yg istimewa dalam hidup mas,,.. kata Alira... "kalau hanya kata kata,, buat kebanyakan laki laki itu hanya jurus buat meluluhkan hati wanita,,, tambah Alira... "iya betul,, kata kata itu hanyalah jurus,, tapi buat laki laki kaya gimana dulu,,,? aku bukan laki laki yg suka gobalin wanita,, aku bukan laki laki yg suka merangkai kata kata cinta untuk meluluhkan hati wanita... kata Fahri... "dan satu lagi,, laki laki sebajingan apapun,, kalau dia benar benar mencintai seorang wanita,, dia tidak hanya menikahi wanita itu,, tapi selalu setia kepada wanita itu... "pernikahan bukanlah jaminan untuk membuktikan cinta seorang laki laki,, tapi kesetiaan yg dapat membuktikan cinta... awal aku menikahimu,, aku belum jatuh cinta padamu,, tapi setelah aku benar benar jatuh cinta padamu,, aku selalu setia padamu Alira,, dan aku harap,, hal ini tidak jadi masalah lagi untuk kita berdua... jelas Fahri panjang kali lebar,, dan membuat Alira tidak dapat berkata kata,,,..... "sudahlah,, ayo kita tidur,, besok pagi kita berangkat dengan pesawat jam 7 pagi,, jadi jam 6 kita sudah harus ke bandara... kata Fahri sambil menggendong Alira menuju Ranjang,, sedangkan Alira hanya terdiam sambil menatap wajah tampan suaminya itu. Pukul jam 5 subuh Alira dan Fahri terbangun karna bunyi suara alaran yg berada di atas meja samping ranjang,, dengan buru buru,, Alira segera ke dapur menyiapkan sarapan,, sedangkan Fahri membereskan barang barang mereka dan menurunkannya ke ruang tamu,, biar pa supirnya tidak ribet bolak balik tangga ke kamar untuk mengambil barang barang mereka... selesai membereskan barang barang,, Fahri langsung ke dapur dan melihat Alira sudah menyiapkan sarapan di atas meja makan,, mereka memilih untuk makan terlebih dulu.. selesai makan,, Fahri segera beranjak ke kamar untuk mandi,, sedangkan Alira mencuci semua barang barang kotor dan membersihkan dapur,, setelah semuanya beres,, Alira segera buru buru ke kamar,, sampainya di kamar,, dia langsung bergegas mandi,, karna Fahri sudah selesai mandi dan sedang berpakaian,,..... selesai mandi,, Alira berapakain dan berdandan,, sedangkan Fahri yg sudah rapi dengan pakainnya yg santai,, sedang duduk di tepi ranjanh sambil mengecek pesan masuk di ponselnya... pukul 6:10,, mereka sudah menuju bandar,, mereka di antar sama supir dan juga Delon,, sahabat Fahri,, sampainya di bandara pukul 6:55,, karna tinggal 5 menit lagi mereka sudah berangkat,, akhirnya Fahri menyuruh Delon dan supir yg di sewanya itu untuk pulang,, karna mereka akan segera masuk ke dalam pesawat,,,,,.. sambil melambaikan tangan,, Delon dan juga supir itu berlalu meninggalkan Fahri dan Alira yg juga sudah bersiap siap masuk ke pesawat... sampainya di jakarta,, Alira dan juga Fahri langsung pulang ke rumah mereka,, tidak ada orang yg menjeput kedatangan mereka,, karna Fahri tidak memberitahukan jam keberangkatan mereka kepada siapapun... setelah sampai rumah,, baru Alira menghubungi mertuanya,, memberitahukan kalau mereka sudah di rumah,, mertuanya dan yg lain sangat bahagia mengetahui kalau mereka sudah sampai dengan selamat,, apalagi besok hari yg paling penting buat Fahri.... Alira dan Fahri berniat untuk berkunjung ke rumah orang tua Fahri,, tapi sebelum ke sana,, Fahri dan Alira singgah di kantor Fahri terlebih dulu,, karna Fahri harus menandatangani beberapa berkas berkas penting,, dan mngecek laporan selama dia ngga ada di kantor... selesai dari kantor,, mereka langsung ke rumah orang tua Fahri,, sampai sana,, mereka di sambut dengan bermacam macam makanan yg sudah tertata di atas meja makan,, Meymey yg melihat Alira yg selalu nempel sama Fahri sangat merasa kesal... di meja makan,, mereka mengobrol macam macam,,, termasuk tentang kehamilan Alira yg sudah sangat mereka tunggu tunggu... "sayang,, kamu belum hamil juga,,,? tanya mama Rita... "ngga tau ma,, nanti lihat aja bulan depan,, jawab Alira polos... "kalu udah jawab kaya gitu,, berarti udah ada tanda tanda ni,, tambah mama Rita... "kayanya cucu grenma yg tampan ini,, sudah sangat bekerja keras ni waktu di luar negri,, sambung grenma.... "iya ma,,, pantasan aja dia ajak Alira ke luar negri,, biar bisa bekerja sambil bikin anak,, tambah mama Rita dan membuat Fahri langsung tersedak... "uhu,,, uhu,,,uhu,,,.... "minum dulu,, kata Meymey dan Alira bersamaan sambil sama sama menyodorkan segelas air ke Fahri,,.... Fahri langsung mengambil air dari tangan Alira dan meminumnya tanpa menghiraukan Meymey,, Meymey makin kesal kepada Alira,, karna dalam keadaan darurat kaya gini aja,, Fahri masih tetap memilihnya... sedangkan mama Rita,, papa Indra dan grenma masih senyum senyum sambil menatap wajah Alira yg sudah memerah karna malu,, dan tingkah Fahri yg menurut mereka sangat lucu itu... selesai makan Fahri langsung mengajak Alira untuk pulang,, karna waktu sudah sangat sore,, sampainya di rumah,, mereka langsung mandi,, dan setelah itu,, mereka memilih untuk bersantai sejenak di balkon kamar mereka sambil mengobrol... "besok mas udah wisuda,, dan aku masi lama,,, kata Alira dengan wajah sedihnya... "ya sabar aja,, asalkan ngga jadi beban,, pasti ngga terasa lama ko,,, jawab Fahri.. "gimana ngga beban,, kalau aku hamil,, aku ke kampusnya dengan perut besar,, nanti orang orang yg belum tau tentang hubungan kita pada kaget,, bisa bisa aku di tuduh hamil di luar nikah lagi... "ngga usah pikirin itu,, karna besok,, aku akan memberitahukan pernikahan kita di depan semuanya,, biar apa yg kamu takutkan itu ngga akan terjadi... jawab Fahri santai... "benar mas,,,? tanya Alira kurang yakin... "sejak kapan aku pernah bohongi kamu,,,? tanya Fahri... "makasih ya mas,,, kata Alira sambil memeluk tubuh kekar suaminya itu... Fahri dan Alira bersantai di balkon kamar mereka sampai jam 9 malam,, setelah itu,, mereka memutuskan untuk tidur,, karna jam 8 pagi mereka sudah harus ada di kampus.. tapi sebelum memejamkan mata,, Alira yg berada di dalam dekapan suaminya itu kembali bertanya,,.... "besok aku brangkat sama siapa mas,,,? tanya Alira... "ya sama aku,, kita sama sama ke sana,, mama papa juga,, langsung brangkat ke kampus... jawab Fahri,, yg membuat Alira tambah senang dan mengencangkan pelukannya semakin erat di tubuh suaminya yg sudah bertelanjang dada itu... dan Fahri pun berbalik dan membalas pelukan Alira,, mereka tertidur sambil berpelukan,, memang itu kebiasaan Fahri,, setiap malam nenjadikan tubuh indah istrinya itu sebagai guling... dan Alira pun sangat nyaman di jadikan guling sama suaminya,, malahan kalau ngga di peluk Fahri,, dia sangat gelisah dan ngga bisa tidur nyenyak... Chapter 53 Bab 53. Alira merasa di bohongi dan di permainkan... pukul 6 tepat,, Alira terbangun,, dia segera membangunkan Fahri yg masih terus memeluknya erat,, Fahri itu laki laki yg cuek dan dinginya minta ampun,, tapi kalau di atas ranjang,, dia laki laki yg dapat membuat wanita merasa panas yg luar biasa... setelah Fahri bangun,, mereka langsung bergegas mandi,, selesai mandi mereka berpakaian,, Fahri yg sudah rapi,, memilih untuk duduk di sofa,, sambil menghubungi mamanya dan kemudian teman temannya yg sama sama wisuda dengannya,, termasuk Rian sahabat Fahri,, dan Tania,, wanita yg juga sangat tergila gila sama Fahri... sebenarnya Alira juga,, banyak yg tergila gila sama dia,, sampai sampai ada beberapa orang yg mengutarakan perasaan kepadanya,, termasuk Agus,, teman satu ruangannya,, tapi Alira selalu menolak dengan berbagai macam alasan.... Agus... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580292061212.jpg-original600webp?sign=106e33a3c0ab00568854750c5506836c&t=5e72b600) Agus tidak pernah menyerah,,, walaupun Alira selalu menolaknya,, apalagi dia belum tau kalau Alira sudah menikah,, kalaupun dia tau,, mungkin dia akan sangat hancur,, karna dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan Alira... Fahri dan Alira sudah berangkat menuju kampus,, begitupun dengan mama Rita dan papa Indra,, sampainya di dekat gedung kampus,, Fahri menghentika mobilnya dan menyuruh Alira untuk turun,, Alira berfikir,, Fahri mau melakukan sesuatu di situ sebelum mereka masuk kampus,, tapi betapa terkejutnya Alira,, setelah dia turun,, Fahri langsung melajuka mobil masuk ke dalam pekarangan kampus,, dan meninggalkan dia di pinggir jalan tanpa berkata apa apa... Alira sangat kecewa dengan suaminya yg tega meninggalkannya di pinggir jalan sendirian,, padahal dia sudah berdandan secantik mungkin demi suaminya itu,, dengan berlinang air mata,, Alira melangkahkan kakinya menuju kampus,, sebelu memasuki gerbang kampus,, Alira melihat teman temannya sedang mengobrol di parkiran,, entah apa yg mereka bahas... sedangkan Fahri sudah tidak ada,, hanya mobilnya yg terparkir di sana,, dan juga mobil orang tuanya.... Alira segera menghapus air matanya dan melangkah menuju teman temannya,, dia sangat kecewa dan sedih,, tapi dia tidak mau teman temannya mengetahui apa yg terjadi padanya,, apalagi hari ini,, hari yg sangat penting di kampus.... "hay seksi,, teriak Amel yg sudah melihat kedatangan Alira... "lir,, kamu nangis ya,,,? ko mata kamu merah,,,? tanya Agus sambil mendekati Alira,, dan serentak semua teman teman Alira yg lainnya menatap Alira dengan tatapan cari tau,,,.... "iya,, aku nangis,, karna aku terharu aja,, ngebayangin kalau hari ini hari wisuda kita,, jawab Alira berbohong... "udah,,, ngga usah nangis kali,, karna walaupun kita sudah ngga kulia di sini lagi,, kita semua selamanya akan menjadi sahabat,, iya kan,,,? kata Sifa... "iya,, benar benar,,, jawab yg lainnya... setelah itu,, mereka semua melanglah menuju gedung tempat acara wisuda di selanggarakan,, sampai di dalam gedung,, Alira melihat suaminya sedang asik berfoto dengan para pengusaha pengusaha yg menhadiri acara wisuda itu,, termasuk Tania yg sangat tergila gila sama Fahri,,..... Alira dan teman temannya duduk di bagian samping kiri,, sedangkan para wisudawan dan wisudawati,, duduk di samping kanan,, sedangkan para tamu dan orang tua mereka yg mau wisuda,, duduk di bagian tengah.... di saat Alira dan teman temannya sedang asik mengobrol,, tiba tiba mata Alira tertuju kepada wanita yg sedang berfoto sambil di peluk Fahri,, dan ada satu laki laki yg sudah berumur di sampingnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580292061205.jpg-original600webp?sign=fda19947b22cf5e1daf8657af84c54c2&t=5e72b600) hati Alira hancur berkeping keping melihat senyum lebar di wajah suaminya sambil memeluk wanita lain,, sedangkan Alira tidak pernah di peluk dengan senyuman semanis itu di wajahnya,, rasa rasanya Alira ingin segera pergi dari gedung itu,, tapi sejenak dia berfikir,, kalau di sini juga ada mama Rita dan papa Indra,, dia tidak mau membuat kecewa mama dan papa mertuanya yg sudah sangat menyayanginya itu... tapi yg membuat Alira heran juga,, papa dan mama mertuanya pun tidak memperdulikannya sama skali,, jangankan bersuara,, menatapnya saja ngga pernah,, dari mereka datang sampai sekarang... tapi Alira mencoba menenangkan hatinya sendiri yg dari tadi sudah meronta ronta di dalam rongga dadanya,, dia mencoba untuk tenang,, karna dia tidak mau,, membuat yg lainnya mengetahui suasana hatinya saat ini... sedangkan Fahri lagi asik sama teman temannya,, mereka mengobrol,, berselfi tanpa menghiraukan Alira sedikitpun,, Alira makin merasa tidak di anggap dan tidak di butuhkan,, dia sangat kecewa denga Fahri... tiba tiba,, Alira merasa bingung dan penasaran,, karna dia melihat wanita dan laki laki berambut putih yg sedang berfoto dengan Fahri tadi,, sudah duduk di samping orang tua Fahri dan mengobrol sambil sesekali tertawa,,,,.... "siapa mereka sebenarnya,,,? tanya Alira dalam hati... Alira berfikir sambil terus melihat ke arah mereka,, Alira sangat bingung,, karna dia tidak tau,, siapa mereka sebenarnya,,? Alira pun tidak pernah melihat mereka sebelumnya,, Alira jadi pusing memikirkan semuanya,, sedangkan Fahri,, dia bersikap seperti orang yg tanpa dosa,, dia tidak menghiraukan Alira sama skali,, Alira jadi merasa seperti orang lain yg tidak ada sangkut pautnya dengan Fahri... kemudian,, acara yg mereka tunggu tunggu sejak tadi pun akhirnya di mulai,, sambutan demi sambutan sudah berlangsung satu per satu,, dan tiba tiba,, semua yg ada di situ berubah menjadi tegang,, di saat mendengar salah satu dosen mengatakan kalau dia akan memanggil lulusan terbaik dari kampus mereka untuk maju ke depan... "kami persilahkan,, wisudawan terbaik kita untuk maju ke depan bersama orang tuanya,,, dia adalah mahasiswa faforit kampus ini,, dia telah berhasil,, mengharumkan nama kampus ini,, dan mengangkat derajat kampus ini semakin ke puncak,, inilah dia....... "Fahri permana,,, wisudawan terbaik,, sekaligus pengusaha muda yg sukses,, anak dari,, bapak Indra permana,, dan ibu Rita permana,, pangusaha sukses yg terkenal... serentak Fahri langsung di peluk kedua orang tuanya,, mereka melangkah maju ke depan dengan senyum yg mengembang di wajah mereka,, papa mamanya sangat bangga dengan anak semata wayang mereka itu,, semua bertepuk tangan,, Alira sampai meneteskan air mata,, saking bahagia dan bangga dengan keberhasilan suaminya dalam berbagai hal.. walaupun Alira masih sangat kecewa dengan Fahri,, namun dia turut bahagia,, melihat laki laki yg dia cintai itu berhasil,,, Sifa,, Amel dan Ara hanya menatap Alir yg sudah meneteskan air matanya,, mereka pun ikut terharu,, akhirnya mereka saling berpelukan,,,..... Fahri menyampaikan sambutan,, rasa sukur dan rasa trimakasihnya kepada semuanya,, tapi dalam sambutannya itu,, nama Alira tidak di sebutkan sama skali,, padahal dia sudah berjanji untuk memberitahukan hubungan mereka ke semuanya hari ini,, Alira tambah kecewa,, matanya berkaca kaca,, dia merasa di bohongi dan di permainkan oleh suaminya... teman teman Alira maupun Fahri yg sudah mengetahui hubungan merekapun ikut terkejut,, karna Fahri tidak menyebutkan nama Alira sama skali,, sedangkan nama teman temannya saja dia sebutkan... karna sudah tidak bisa menahan kesedihannya lagi,, akhirnya Alira beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlalu ke toilet,, ke tiga temannya yg tau kesedihan Alira,, langsung berdiri dan menyusul Alira... Alira menangis di dalam toilet,, dia tidak menyangka,, suaminya setega ini padanya,, padahal dia sangat mencintai Fahri lebih dari dirinya sendiri,, ada banyak laki laki yg ingin memilikinya,, tapi dia hanya ingin di miliki Fahri seorang,, di saat dia sedang memikirkan semuanya,, tiba tiba ada suara ketokan pintu dari luar... "tok,,,,tok,,,,tok,,,, "lir,,, lira,, buka dong,,,,! teriak Sifa,, dari luar... mendengar suara Sifa,, Alira pun langsung membuka pintu toilet yg sempat di kuncinya tadi,, dan di depan pintu sudah berdiri ke tiga sahabatnya itu,, Alira segera memeluk Sifa yg berada tepat di hadapannya sambil terus menangis,, sedangkan Ara dan Amel mengusap ngusap lengannya,, mereka mencoba untuk menenangkan Alira... Chapter 54 Bab 54. Agus yg kecewa dan putus asa... Alira menangis dalam pelukan Sifa sambil mengeluarkan segala keluh kesahnya,, dia sudah ngga tahan lagi untuk menyembunyikan masalahnya dari sahabat sahabatnya itu,, setelah beberapa menit berlalu,, akhirnya Alira sudah sedikit lebih tenang,, karna merasa sudah lebih baik,, akhirnya mereka ber 4 kembali ke gedung karna acara masih berlangsung... sampainya di sana,, mereka kembali duduk di tempat mereka semula,, sedangkan orang orang yg sudah resmi menjadi sarjana itu,, sedang sibuk berfoto dengan teman teman dan keluarga mereka,, Alira melirik Fahri yg sedang berfoto dengan mama Rita dan papa Indra,, mereka sangat bahagia,, Alira menatap mereka dengan wajah sedihnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580310124970.jpg-original600webp?sign=174b055d7ff8970e88023e2997591d97&t=5e72b600) tanpa Alira sadari,, air matanya kembali menetes,, untung saja yg lainnya pada sibuk berfoto,, jadi tidak ada yg melihatnya,, tiba tiba salah satu dosen yg menjadi emsi di acara itu,, meminta semuanya untuk tenang dan kembali ke tempat duduk masing masing,, karna ada satu lagi acara yg sangat spesial,, yg akan segera di mulai... semuanya kembali ke tempat duduk masing masing sambil menunggu dan berbisik bisik,, karna mereka tidak tau acara apa yg akan di mulai ini,, karna mereka berfikir semuanya sudah selesai.... sedangkan Alira,, dia sudah tidak fokus dengan acara yg akan di mulai itu,, karna dia sedang sibuk membalas pesan dari salah seorang sahabatnya di bandung,, yg juga sudah menikah dan punya satu anak... tapi tiba tiba dia terkejut,, karna semua orang yg ada di situ histeris sambil memanggil manggil nama Fahri... dengan segera Alira mengangkat mukanya dan mengarahkan pandangannya ke atas panggung,,.... Alira sangat terkejut,, karna dia melihat ada suaminya yg sudah menggatikan pakainnya lagi,, karna baru beberapa jam saja,, Fahri sudah 3 kali menggantikan pakaiannya,, Alira terus memandang Fahri yg sedang berdiri di atas panggung dan memegang mik sambil tersenyum... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580310124975.jpg-original600webp?sign=36d9ca8f0340ce520154c98f435b9ec7&t=5e72b600) tiba tiba musik berbunyi dan membuat Alira tamba kaget dan bingung,, memang suara Fahri sangat merdu,, tapi Alira ngga yakin kalau dia akan menyanyi di depan banyak orang kaya gini... "apa yg mau dia lakukan,, tanya Alira dalam hati,,,... sedangkan yg lain semakin histeris mendengar musik dari lagu faforit mereka,, yg berjudul: mama papa larang.. dan yg membuat semuanya tambah kaget,, di saat musik sudah berbunyi,, Fahri malah turun dari panggung,, ternyata dia melangkah menghampiri Alira,, sedangakan Alira hanya menatap Fahri yg melangkah ke arahnya dengan tatapan bingungnya,,,.. sampainya di depan Alira,, Fahri menunduk sampai wajahnya berada tepat di depan wajah Alira dan dia berkata,,,,, "suprise,,,... dan kemudian,, Fahri menjulurkan tangannya ke Alira,, Alira yg baru sadar,, kalau suaminya cuekin dia dari tadi,, karna mau berikan dia kejutan langsung meneteska air matanya lagi..... Fahri menggenggam tangan Alira dan membawanya naik ke atas panggung... orang orang yg sudah mengetahui hubungan mereka,, serentak bertepuk tangan dan bersiul siul,, sedangkan yg belum tau,, hanya bingung sambil memandang ke arah Alira dan Fahri,, tanpa berkata kata... sampainya di atas panggung,, Fahri berdiri menghadap Alira sambil tangan sebelahnya menggegam tangan Alira dan dia mulai membawakan lagu Judika penyanyi yg sangat terkenal di indonesia itu... "separuh nafasku,, ku hembuskan untuk cintaku,, biar rinduku,,, sampai kepada bidadariku,,, hu hu hu... "kamu sgalanya,,, tak terpisah oleh waktu,, biarkan bumi menolak,, ku tetap cinta kamu... "biar mama mu tak suka,,, papa mu juga melarang,,, walau dunia menolak,,, ku tak takut,, tetap ku katakan ku cinta dirimu,,, hu hu hu... "karena kamu,,, bintang di hatiku,,, takan ada yg lain,, mampuh goyahkan rasa citaku padamu... "kamu sgalanya,,, tak terpisah oleh waktu,,, biarkan bumi menolak,,, ku tetap cinta kamu... "biar mama mu tak suka,,, papa mu juga melarang,,, walau dunia menolak,,, ku tak takut tetap ku katan ku cinta dirimu.. ho ho ho,, ha ha ha... "sudah jangan kau usik lagi,,, cinta yg tertanam di hati,,, akan ku bawa sampai mati,,,, hye hye hye hye... "kamu sgalanya,,, tak terpisah oleh waktu,,, biarkan bumi menolak,,, ku tetap cinta kamu... "biar mama mu tak suka,,, papa mu juga melarang,,, walau dunia menolak,,, ku tak takut,,,, tetap ku katakan ku cinta diiiriiimuuuu.... setalah selesai bernyanyi,, Fahri langsung mencium tangan Alira dan kemudian kening Alira,, sedangkan Alira hanya tersenyum namun air matanya tidak berhenti mengalir saking terharunya,, begitupun dengan mama Rita dan ke tiga sahabatnya yg juga meneteskan air mata haru.. semua orang bertepuk tangan,, karna suara Fahri memang sangat merdu,, dan ada yg histeris dan bersiul siul,, mereka adalah teman taman Alira dan Fahri yg sudah mengetahui semuanya,, dan ada juga yg merasa kesal dan irih sama Alira... Fahri menghapus air mata Alira dengan jarinya,, kemudian mereka berdua berbalik dan menghadap ke arah hadirin yg ada sambil tangan Fahri yg satu memegang mik,, dan yg satunya memeluk Alira dari arah belakang... "asalamu alaikum dan selamat siang semuanya,, salam Fahri... "aku ingin memperkenalkan bidadari ku kepada kalian semua,, ini dia,, Alira anastasya,, wanita yg aku nikahi kurang lebih sudah satu tahun,,,,,... "aku tau,, untuk semua mahasiswa dan mahasiswi di sini,, pasti sudah mengenalinya,, tapi mungkin ada yg belum tau,, kalau dia adalah nyonya Fahri permana,, "kita menikah,, lantaran perjodohan dari orang tua kita berdua,, karna mereka sahabat,, jadi mereka menjodohkan kita sejak aku berusia 3 tahun,, dan istriku masih ada di dalam kandungan ibunya... serentak semua orang yg ada di situ bertepuk tangan sambil tertawa mendengar penjelasan Fahri... "pernikahan kita memang karna adanya janji dan perjodohan dari orang tua kita,, tapi cinta kita datang dan tumbuh tanpa ada paksaan,,,,,,..... mungkin itu saja yg ingin aku sampaikan,, trima kasih banyak kepada dosen dosen yg sangat aku hormati,, dan ke dua orang tuaku yg sangat aku sayangi,, dan juga teman temanku yg selalu menyemangatiku, dan kepada semuanya yg telah hadir di sini,... Fehri berterima kasih kepada dosen dosennya,, karna mereka dengan senang hati mengizinkan Fahri untuk memberi kejutan kepada Alira,, karna sebelum itu,, Fahri sudah menjelaskan kepada mereka terlebih dulu.... dan dia berterimah kasih kepada orang tuanya,, karna sudah mau membantunya menjalankan rencana yg sudah dia atur itu,, sebenarnya mamanya ngga tega sama menantunya yg sudah dia anggap seperti putri kandungnya sendiri itu,, tapi karna Fahri memaksa,, akhirnya mama Rita terpaksa mengikuti rencana Fahri untuk tidak memperdulika Alira sama skali... Alira sangat bahagia,, apalagi dia tidak menyangka,, kalau suaminya akan melakukan semua ini untuknya,, saking bahagianya,, sampai air matanya tidak henti hentinya menetes... sedangkan di sisi lain,, Tania dan beberapa orang yg sangat tergila gila sama Fahri yg sedang berada di situ sangat merasa irih dan kesal terhadap Alira,, begitupun dengan Bela dan juga Meymey yg nenyaksikan semuanya dari siaran langsung di tv... bukan hanya para wanita wanita itu yg merasa kesal,, tapi juga para lelaki yg sangat tergila gila sama Alira,, mereka sangat kecewa,, tapi mereka tidak merasa kesal sama Fahri,, karna menurut mereka,, Fahri memang pantas menjadi suami Alira... tapi yg sangat menyedihkan itu Agus,, di saat mengetahui hubungab Alira dan Fahri,, dia langsung beranjak pergi dari situ dan melajukan mobilnya sambil berlinang air mata saking kecewanya,, dia melaju menuju pantai,, sampai di sana,, dia turun dari mobil,, kemudian dia menghadap ke arah laut dan berteriak memanggil nama Alira sekencang kencangnya sambil menangis sekeras kerasnya.... dia sangat kecewa dan putus asa,, karna dia sudah terlanjur jatuh cinta sama Alira,, walaupun Alira selalu menolak setiap kali dia mengutarakan perasaannya.... Chapter 55 Bab 55. keromantisan Fahri... selesai bernyanyi untuk istrinya,, dan menjelaskan semua tentang mereka berdua,, Fahri segera melangkah menuruni panggung sambil menggandeng tangan Alira,, Alira menatap ke arah teman temannya sambil mengembangkan senyum bahagia di wajahnya,, teman temannya pun tersenyum sambil mengangkat jari jempok kepadanya... setelah itu,, Alira dan Fahri bergabung dengan mama Rita,, papa Indra dan wanita yg tadi berfoto dengan Fahri juga orang tua yg berambut putih yg ternyata om Fahri,, sepupu mama Rita yg juga menjadi donatur di kampus tempat Fahri dan Alira kuliah itu,, dan wanita itu adalah anaknya,, yakni sepupu Fahri yg tidak Alira ketahui... mama Rita memeluk Alira sambil berkata,,.. "maafkan mama ya sayang,,, mama dan papa lakuin semua itu karna permintaan Fahri,,.. "iya ma,,, ngga papa,,, jawab Alira sambil membalas pelukan mama mertuanya... kemudia mereka semua meninggalkan kampus,, karna acara sudah selesai,, sampainya di rumah,, Fahri dan Alira langsung menuju lantai tiga menggunakan lif,, sampainya di atas,, Alira segera ke kamar dan bergegas mandi karna dia merasa sudah sangat lengket,, begitupun dengan Fahri,,,.... selesai mandi dan berpakaian,, Alira dan Fahri kembali ke lantai satu,, mereka melangkah menuju dapur untuk makan siang,, selesai makan,, mereka memilih untuk bersantai dan mengobrol di ruang tamu,, tapi tiba tiba ada bunyikan bel rumah mereka... bi Ina yg sedang mengelap guci guci di dala rumah,, segera berlari membuka pintu,, setelah itu,, bi Ina kembali menghadap Fahri dan Alira sambil berkata.... "non,, itu ada kirima bunga,, katanya buat non Lira,, kata bi Ina sambil menunjuk se ikat bunga besar yg sudah berada di atas meja... Alira dengan segera langsung menatap Fahri,, sedangkan Fahri hanya mengngkat bahu,, pertanda dia ngga tau,, dan segera berlalu ke lif menuju lantai tiga... setelah Fahri pergi,, Alira tambah bingung dan penasaran,, dia melangkah menghampiri meja dan melihat ada kertas kecil bertulis yg terdapat di samping bunga... Alira duduk di samping meja sambil membaca tulisan yg ada di kertas itu,, dan ternyata itu bunga dari Fahri,, seketika senyum langsung mengembang di wajah cantiknya,, dia merasa sangat bahagia hari ini,, karna ini kali pertama baginya mendapatkan perlakuan yg sangat romantia dari suaminya yg super cuek dan beku itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580369365419.jpg-original600webp?sign=325872bb1131ff8eb43b930b36a69b78&t=5e72b600) Alira segera mengangkat seikat bunga raksasa itu dan melangkah menuju lif,, sampainya di kamar,, Alira melihat Fahri yg sudah terlentang di atas ranjang sambil menatapnya,,...... Alira meletakan bunga itu di samping meja riasnya dan beranjak naik ke atas ranjang,, Alira menindih tubuh kekar Fahri dan memeluk tubuh kekar suaminya itu,, sambil berkata dengan suara bergetarnya karna dia sudah menangis,,,.... "mas,,, makasih,,,,, kata Alira... "ngapain harus berterima kasih,, itu sudah menjadi tanggung jawab aku untuk membahagiakanmu,, semustinya aku yg minta maaf,, karna ngga perna membuatmu bahagia melainkan membuatmu selalu menangis,,, jawab Fahri... "maafkan aku,, karna selalu membuatmu menangis,, tambah Fahri.. "Alira tidak menjawab apa apa,, dia hanya terdiam sambil mengecup leher Fahri dan membuat Fahri jadi tegang... Alira terus mengecup leher Fahri,, dan sekarang sudah berubah menjadi jilatan yg membuat Fahri benar benar tidak tahan,,.. Fahri dengan segera langsung bereaksi,, dia mengecup,, menjilat dan menggigit leher Alira sehingga Alira mengeluarkan suara desahan yg hebat... "aaaaaaaah,,,, desahan Alira yg membuat Fahri semakin panas... tidak pakai lama,,Fahri segera bangun dan langsung melepaskan pakain Alira,, tinggal tersisa bra dan cd putih yg masih melekat di tubuh Alira,, kemudian dia melepaskan celana pendeknya sendiri,, karna Fahri memang sudah tidak memakai baju sejak tadi,,... kemudian Fahri kembali terlentang sambil memeluk bantal putih di atas perutnya,, dia menatap Alira yg sedang berdiri di atasnya sambil melepaskan bra dan cd nya,,.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580369365424.jpg-original600webp?sign=20b4c6ccf38c71600e0ca1a2a3daddc0&t=5e72b600) ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580369365397.jpg-original600webp?sign=b43714ae0fa180be2e2a89ea5904660f&t=5e72b600) Fahri selalu terpesona di saat melihat bentuk tubuh istrinya yg sangat menggoda itu,, apalagi Alira adalah wanita yg sangat rajin dan pandai dalam merawat tubuhnya,, mata Fahri terpana kepada gunung kembar Alira yg sangat padat dan juga Alira yg sangat tembam dan terdapat rambut tipis di bagian atasnya... Fahri meminta Alira untuk di atas,, dia menyuruh Alira untuk di depan wajahnya,,, Alira yg sangat suka dengan permainan mulut suaminya itu langsung menurut... Fahri menghirup aroma Alira yg sudah terbuka dan sedikit mengkilat di hadapannya lantaran sudah basah,, setelah menghirup berulang ulang sambil memejamkan matanya,, kemudian Fahri mengecupnya sehingga membuat Alira yg sudah tegang jadi tersentak... setelah itu,, Fahri menjulurkan lidah,, dan menjilat dan menyedot dengan rakusnya,, Alira mendesah semakin gila,, badannya semakin panas di saat Fahri menulusuri lubang nya dengan lidah.... "mas,,, maaas,, aaaah,,, aaaah,, aku mau pipis maaaaaaaaas,,, teriak Alira karna cairan nikmatnya sudah keluar,, dan langsung di sedot dan di teguk oleh Fahri hingga bersih... karna tidak mau Alira merasa lemas,, akhirnya Fahri menyudahi permainan lidahnya,, dia menyuruh Alira untuk berdiri,, tapi sebelum Alira berdiri,, Fahri sudah menarik Alira dan melumat habis bibirnya,, Alira merasa bibir Fahri terasa asin dan lengket,, mungkin karna cairan Alira yg tertumpah di mulut Fahri tadi... setelah itu,, Alira langsung bermain di atas tubuh kekar suaminya,, karna belum ada pengalaman di atas,, akhirnya Alira di bantu oleh Fahri,, Fahri memegang Alira bagian belakang dan menghentakannya ke atas ke bawah,,... hampir setengah jam akhirnya punya Alira akan keluar lagi dan membuat Fahri semakin tidak tahan,, karna merasakan nikmat sampai ke ubun ubun,, akhirnya tanpa bantuan Fahri,, Alira berpacu sendiri dengan cepat dan kencang sehingga membuat Fahri senang dan tersenyum puas sambil menatap Alira yg seperti orang yg sudah hilang akal,, perut Fahri bagian bawah,, penuh dengan cairan yg keluar dari Alira,,,,.... karna takut Alira lemas,, akhirnya Fahri bangkit dan mengantikan posisi,, Alira yg berada di bawah,, Fahri melancarkan serangannya sampai membuat Alira mendesah memanggil manggilnya dengan sangat keras... "maaas,,, maaaaas,,, aaaaah,, maaaas,,, saaakit maaas,,,... "kenapa sakit sayang,,,? tanya Fahri sambil terus menghujami Alira dengan senjatanya,,.. "punyamu terlalu besar maaas,,, aaaah... kata Alira... "tapi kamu suka kan,,,? tanya Fahri dengan sambil menatap Alira dengan tatapan nafsunya... "iya,,, aku suka,,, aaaah,,, aaaaah,,, jawab Alira sambil mendesah... "aku juga suka punya kamu,,, suka bangat,,, tambah Fahri sambil terus berpacu... "ooooh,,, ooooh,,, aaaaaaah,,, desahan Fahri karna dia sudah jebol... lahar hangatnya tumpah di dalam rahim Alira,, dan dia tumbang di atas Alira yg sudah memejamkan matanya itu,,, Fahri tersenyum puas sambil mengecup kening Alira selesai itu,, mereka langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan mereka,, dan setela selesai mandi dan berpakaian santai,, Fahri dan Alira langsung memilih untuk tidur,, karna mereka sangat cape dan ngantuk,,, Fahri dan Alira tertidur pulas sampai jam 7:30 malam.... Chapter 56 Bab 56. Meymey masuk dalam geng Alira... setelah bangun tidur,, Fahri dan Alira bergegas mandi,, selasai mandi,, mereka langsung ke bawa untuk makan malam.... selesai makan,, Fahri dan Alira naik ke lantai 3,, mereka memilih untuk nonton film romantis kesukaan Alira,, sambil nonton,, mereka mengobrol tentang rencana s2 yg mau di lanjutkan Fahri... "mas,, kamu berencana mau ambil s2 di mana,,,? tanya Alira... "menurut kamu di mana lebih baik,,,? tanya balik Fahri... "kalau aku sih ngga mau jauh jauh dari kamu,, jawab Alira... "ya udah,, kalau gitu,, aku ambil s2 di kampus kita aja,,, kata Fahri... "betul mas,,,? tanya Alira kurang yakin... "iya,, biar kamu ngga jauh dari aku kan,,,? sambung Fahri... "makasih ya mas,,, kata Alira dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya yg berada di sampingnya itu... "iya,, yg penting kamu harus ingat apa yg menjadi tugas kamu,,, kata Fahri... "tugas apa mas,,,? tanya Alira bingung... "kamu harus hamil,, jawab Fahri singkat... "iya,, aku udah siap ko mas,, tapi kan,, tergantung yg di atas,, ngasihnya kapan,,, jawab Alira... "iya,, smoga cepat di kasih,, biar mama sama papa senang,,... kata Fahri... "ko cuma mama sama papa yg senang sih,, memangnya mas ngga senang,,,? protes Alira... "senang lah,, cuma aku mau buat mama sama papa senang,, mereka kan cuma punya aku,, dan ngga ada yg mereka inginkan dari aku saat ini selain aku memberikan cucu buat mereka,,, jelas Fahri... "mas,,, tapi kalau nanti aku ngga bisa hamil gimana,,? tanya Alira ragu ragu... "ngga boleh ngomong kaya gitu,,, kata kata itu doa,, dan aku ngga mau itu,,, jawab Fahri dan langsung beranjak ke kamar meninggalkan Alira... Alira sangat merasa hawatir kalau kalau dia ngga bisa memberikan apa yg di inginkan suami dan mertuanya,, dia takut kalau dia ngga biaa hamil, Fahri akan meninggalkannya,,,,,,... karna Fahri sudah masuk kamar,, akhirnya Alira mematikan tv dan menyusul Fahri.... Fahri sudah berbaring di atas ranjang,, mungkin dia kecewa dengan apa yg di katakan Alira tadi,, Alira sangat merasa menyesal berbicara seperti tadi,, akhirnya suasana yg tadi hangat,, sekarang sudah berubah menjadi dingin lagi.... entah Fahri sudah tidur atau pura pura tidur,, karna dia tidak bersuara setelah Alira masuk kamar... Alira beranjak ke atas ranjang dan berbaring di samping Fahri,, Alira tidak berani untuk bertanya atau bersuara,, dia memilih untuk membelakangi Fahri yg juga membelakinya,, Alira tidak bisa tidur,, dia terus memikirkan apa yg menjadi tugasnya yg dapat membuat suami dan mertuanya senang... walaupun ngga ngantuk,, Alira tetap berusaha untuk bisa tidur,, biar semua fikiran yg mengganggunya itu hilang,, sedangkan orang yg ada di sampingnya itu sudah terlelap,, tanpa memeluknya seperti biasanya... pukuk 6:30 Alira terbangun,, dia langsung bergegas mandi,, selesai mandi,, dia membangunkan Fahri,, karna Fahri harus ke kantor pagi pagi... "mas,, mas Fahri,, bangun,,,... Fahri yg di goyang goyang langsung bangun dan terduduk sambil mengucek ngucek matanya,, sedangkan Alira masih terduduk di tepi ranjang sambil menatapnya,,... "ngapain kamu natap aku kaya gitu,,? aku tampan kan,, biar baru bangun tidur,, kata Fahri... "hiii gr,, sana mandi,, mau ke kantor kan,,? kata Alira dan langsung melangkah menuju lemari... Fahri hanya senyum senyum sambil menatap istrinya yg sangat cantik walau tanpa mek ap di wajahnya... sedangkan Alira yg sudah melangkah ke arah lemari untuk mengambil baju gantinya dan juga Fahri,, tersenyum bahagia,, karna suaminya ngga marah lagi... selesai bersiap siap,, mereka langsung menuju dapur untuk sarapan,, dan setelah itu,, mereka langsung berangkat,, Fahri mengantarkan Alira ke kampus,, dan di parkiran kampus,, sudah ada Meymey yg di antar oleh supir di rumah mama Rita... "halo Mey,,, sapa Alira... "halo lir,, jawab Meymey,,,... sedangkan Fahri si es balok,, jangankan menyapa Meymey,, melirik aja ngga sama skali,, dia hanya mencium kening Alira setelah Alira mencium tangannya,, dan langsung berlalu meninggalkan Alira dan Meymey yg sedang menatap kepergiannya... "ayo kita masuk mey,,, ajak Alira,,,... Alira memang orangnya sangat baik dan ramah sama siapapun,, walaupun dia tau Meymey sangat tergila gila pada suaminya,, tapi dia bersikap baik terhadap Meymey,, karna buat dia,, asalkan suaminya ngga tergoda,,,..... Meymey yg di perlakukan baik sama Alira,, dengan sendirinya timbul rasa bersalah dalam hatinya,,, sambil berjalan di samping Alira,, Meymey berfikir,, kalau Alira memang pantas mendapatkan cinta Fahri,, karna dia tidak hanya cantik tapi sangat baik,,, tiba tiba Mey mey tersenyum dan membuat Alira jadi bingung da bertanya... "kenapa Mey,,,? ko kamu senyum senyum sendiri,,,? "ngga lir,, aku hanya lagi berfikir tentang kebodohanku yg baru aku sadari... "maksudnya Mey,, aku ngga ngerti,,, tanya Alira bingung... "lir,, maafin aku ya,,, selama ini,, aku sudah bersikap ngga bagus sama kamu,, aku sering merasa kesal dan irih sama kamu,,kata Meymey... "ngga apa apa Mey,, aku juga ngga memikirkannya,,, jawab alira... "iya,, biarpun kamu ngga memikirkannya,, tapi aku ngga enak aja,, sebenarnya,, Fahri adalah laki laki pertama yg aku suka sampai skarang lir,, tapi hari ini aku sadar,, kalau di dalam hati Fahri itu,, hanya ada kamu seorang,,, kata Meymey... "ngga apa apa mey,, kamu ngga usah sedih ya,, masih banyak ko laki laki di luar sana,, pasti salah satu dari mereka adalah jodoh kamu,, yg mencintai kamu dengan tulus,,, jawab Alira... "iya benar,, lir,, mulai hari ini,, kamu mau ngga jadi teman aku,,,? tanya Meymey... "ya mau lah,, kita buka cuman jadi sahabat,, tapi saudara... nanti aku kenalin juga sama teman temanku ya,,,? jawab Alira bersemangat... "makasih ya,,, aku senang bangat lir... kata Meymey... "iya sama sama mey,, jawab alira... "kita foto yu,, biar jadi kenang kenangan,, kata Meymey dan di setujui Alira... merekapun berfoto,, sambil menunggu kedatangan teman temanya yg lain... tidak berapa lama,, datanglah Sifa,, Amel,, dan Ara,, mereka bingung melihat Meymey,, karna ini hari pertama Meymey kuliah di kampus mereka... "Mey,, kenalin,, ini taman teman aku,, kata Alira.. "halo aku Meymey,, aku semester 5,, pindahan dari korea,, aku saudaranya Fahri,,, kata Meymey.. "halo,, aku sifa,, temannya Alira... kata Sifa.. "aku Amel kak,, kata Amel.. "aku Ara,, kata Ara... "kalian mau kan,, kalau aku gabung sama kalian,,,? tanya Meymey... "iya mau ko,, jawab Alira dan yg lainnya bersamaan.. akhirnya,, mulai hari itu,, geng Alira yg hanya ada 4 personil,, sekarang jadi 5,, mereka sangat akrab,, Meymey sangat bahagia bersahabat dengan mereka,, karna mereka adalah geng yg sangat ceria,,,,,... setelah pulang dari kampus,, Alira langsung menyusul Fahri ke kantor dan langsung menceritakan mengenai Meymey yg sudah jadi sahabatnya kepada Fahri,,,,,... dan Fahri pun turut senang,, karna akhirnya Meymey menyerah untuk mengejarnya dan mau berteman dengan Alira wanita cantik yg amat dia cintai itu... Chapter 57 Bab 57. Alira positif hamil makin hari geng Alira yg sudah tambah satu personil itu makin kompak,, walaupun Meymey ngga satu ruangan dan ngga satu angkatan dengan mereka,, tapi mereka selalu barengan kalau jam istrahat,, makan sama sama di kantin,, trus jalan jalan kalau hari libur,, pokoknya mereka tambah akrab,,... apalagi Meymey sudah ngga tertarik lagi sama Fahri,, karna sekarang dia sudah mulai jatuh hati sama Refan asisten Fahri.... hari itu ada acara besar di kampus Alira,, acara olimpiade antar beberapa unifersitas besar yg di selanggarakan di kampus tempat Alira dan Fahri kuliah... Fahri sudah melanjutkan s2 nya di kampus itu lagi,, karna Alira tidak mau jaub jauh darinya,, tapi mata kuliah Fahri,, hanya 1 bulan 3 kali pertemuan,, selama 2 tahun,, jadi ngga setiap hari Fahri ke kampus,,,... pagi harinya,, selesai sarapan,,, pukul 7:30,, Fahri langsung berangkat ke kantor,, karna ada beberapa berkas penting yg harus di tandatangani,, selesai itu,, baru dia berangkat ke kampus,, karna acara di kampus mulai pukul 10 pagi... sedangkan Alira,, setelah Fahri pergi dia baru bergegas mandi,, selesai mandi,, dia langsung berpakaian dan berdandan,, tapi tiba tiba,, perutnya terasa mules,, dia segera berlari ke kamar mandi dan,,, "ooooeeeek,, ooooeeek,,, Alira muntah... makanan yg baru dia makan pagi tadi,, keluar semua,, Alira merasa lemas dan sedikit pusing,, tapi tiba tiba jantungnya berdetak kencang,, dia menatap perutnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan setelah dia sadari kalau dia sudah telat datang bulan.... kemudian dia segera menyelesaikan dandanannya dan langsung meminta supir di rumahnya untuk mengantarnya,, dalam perjalanan,, Alira teringat sesuatu dan dia meminta supirnya untuk berhenti sebentar di depan apotik,,...... Alira masuk ke dalam apotik untuk membeli tespek,, setelah itu,, dia kembali masuk ke mobil dan mereka melaju menuju kampus,, sampainya di kampus,, Alira sudah di sambut oleh ke 4 sahabatnya,,,.... "kamu sakit ya Lir,,,? tanya Ara sambil menatap wajah Alira... "ngga aku ngga kenapa kenapa ko,,, jawa Alira... "Mey,, kamu dari tadi ya datangnya,,,? tanya Alira... sedangkan Meymey tidak berkonsentrasi dengan obrolan teman temannya,, karna dia lagi fokus dengan orang yg datang bersama Fahri,, dari awal Meymey melihat Refan yg hari itu ke rumah mama Rita mengantarkan berkas kepada papa Indra yg di titip Fahri,, Meymey sudah jatuh hati padanya... Alira dan yg lainnya merasa bingung dan mereka menatap ke arah yg di tatap oleh Meymey,, kemuadian mereka ber 4 tersenyum dan mengoda Meymey.... "eheeem,,, orang yg lagi kasmaran ni yeeeee,,,, kata Sifa... "iya,, sampai sampai dia ngga fokus sama kita kita.. sambung Ara.. "apaan sih,,,? kata Meymey,,,... "udaaaaah,, ngga usah pura pura bodoh,, kita udah dewasa ko,,, sambung Alira... "kalau suka tu,, ya samperiiiin,,, bukan tatap dari jauh gini,,, sambung Amel.. "husss,, jangan kuat kuat aaah,, nanti di dengar orang,, aku yg malu,, kata Meymey dan langsung di ketawai Alira dan lainnya... sebelum acara berlangsung,, Alira dan Fahri masing masing sibuk dengan teman teman mereka,, Alira sudah lupa kalau ada hal penting yg mau dia lakukan,, saking asiknnya mengobrol dan bercanda sama teman temannya termasuk agus yg sudah mulai bisa menerima kenyataan... di saat acara mau berlangsung,, Fahri mengajak Refan menyusul Alira dan duduk bergabung dengan Alira dan teman temannya,, Alira bersebelahan dengan Fahri,, sedangkan Refan bersebelahan dengan Meymey,,... Refan yg ngga tau dan ngga ada perasaan apa apa,, duduk di samping Meymey dengan santai dan cuek,, sedangkan Meymey,, dia seperti patung yg bernyawa,, saking tegangnya... Alira,, Amel,, Sifa dan Ara,, hanya saling melirik sambil tersenyum melihat tingkah Meymey seperti anak remaja yg baru jatuh cinta,, sedangkan Meymey yg menyadari tingkah teman tannya itu,, memilih untuk menatap lurus ke depan... di saat acara sudah berlangsung,, tiba tiba Alira kembali merasa mual,, dia segera berbisik ke telinga Fahri untuk mau ke toilet,, Fahri pun cuman mengangguk tanda mengiyakan,, sesampainya di toilet,, Alira kembali muntah berulang ulang sampai dia terasa benar benar lemas... setelah merasa sedikit enakan,, Alira kemudian mengambil tespek yg sempat dia beli di apotik tadi dari dalam tasnya,, Alira menggunakannya sesuai petunjuk yg ada,, setelah menggunakannya,, Alira mendiamkannya selama beberapa menit sesuai petunjuk... setelah beberapa menit,, Alira mengambil tespek itu kembali,, dengan ragu ragu Alira mencoba membuka matanya perlahan,, karna sejak merai tespek tadi,, Alira memejamkan matanya,, saking gugupnya... dan tiba tiba,, mata Alira terbelalak di saat melihat garis positif yg ada di alat tespek di tangannya itu,, Alira meneteskan air matanya,, dia sangat bahagia,, karna ini yg di tunggu tunggu oleh suami dan keluarganya,,... bukan hanya orang tua Fahri yg menginginkan cucu dari Fahri dan Alira,, tapi orang tua Alira pun demi kian,,.... setiap kali menelfo atau di telfon Alira,, pasti kehamilan Alira tidak perna lupa mereka tanyakan,, jadi ini adalah kabar gembira untuk semuanya... Alira keluar dan melangkah dengan wajah yg berseri seri,, rasa lemas karna muntah,, hilang seketika,, dia ingin segera menyampaikan kabar gembira itu kepada Fahri,, tapi tiba tiba langkahnya terhenti di saat dia melihat agus sedang menangis di lorong yg mau dia lewati... "gus kenapa,,,? ada masalah apa,,? tanya Alira setelah berada di samping Agus... "Lir,, ibu aku,, jawab Agus... "ibu kamu kenapa gus,,? tanya Alira lagi... karna Alira belum balik balik,, membuat Fahri hawatir,, akhirnya Fahri bergegas menyusul Alira ke toilet,, dia hawatir terjadi apa apa sama Alira,,,... Agus terua menangis di depan Alira,, Alira yg merasa bingung,, terus bertanya sambil meraih lengan Agus,,,,... "gus,, ada apa sebenarnya,,,? tanya Alira... "ibuku kecelakaan Lir,, dan nyawanya ngga tertolong,, jawab Agus,,,... "astaga gus,,, kamu yg sabar ya,,,? kata Alira... "jadi kapan kamu mau pulanh Gus,,,? tanya Alira lagi... "aku sudah memesan tiket,, aku ke Bali dengan pesawat jam 2 nanti,,, jawan Agus... Agus berasal dari bali,, tapi dia kuliah di jakarta,, di jakarta,, Agus tinggal bersama om dan tentenya yg juga pengusaha,, tapi tidak sesukses Fahri,,,,,,.... Agus memeluk Alira sambil menangis,, karna merasa kasihan dengan sahabatnya itu,, akhirnya Alira membalas pelukan Agus,, tanpa mereka sadari,, ada sepasang mata yg melihat mereka dari sana,,,,.... "Lir,, kenapa orang yg aku cintai selalu meninggalkan aku,,? pertama kamu,, dan ke dua ibu aku,, kata Agus sambil memeluk erat tubuh indah Alira,,,.... Fahri yg sedang menyaksikan semuanya seperti tersambar petir di siang bolong,, Fahri sangat marah,, dia ingin sekali menghabisi Agus saat itu juga,, tapi dia tidak mau merusak acara penting yg sedang berlangsung,,,,,..... karna tidak sanggup mendengar kata cinta yg di ucapkan Agus ke istrinya,, dan tidak sanggup melihat istrinya memeluk laki laki lain,, akhirnya Fahri berbalik dan melangkah kembali dengan emosi yg masih membara di dalam dadanya,,,..... dia mencoba untuk menahan emosinya,, karna dia ngga mau bikin keributan dan merusak acara yg sedang berlangsung itu... Fahri kembali dan duduk di tempatnya,, tidak berapa lama,, Alira dan Aguspun datang bersamaan dan duduk di tempat masing masing,, Fahri tidak menghiraukan Alira sama sekali,, di saat Alira mau berbicara dengannya,, dia selalu menghindar dengan mengajak ngobrol Refan yg berada di sampingnya,,...... Chapter 58 Bab 58. Alira pendarahan... pukul 3:30,, acara olimpiade yg di adakan di kampus sudah selesai,, semua orang pada beranjak meninggalkan gedung kampus termasuk Fahri,, Alira dan teman teman mereka,,,,,.... ada yg sudah di jemput,, ada yg sudah memesan taksi,, ada yg naik kendaraan umum,, dan ada yg menggunakan mobil pribadi termasuk Fahri.... Fahri melangkah nenuju parkiran tanpa memberitahu atau menunggu Alira,, karna dia masih sangat kesal melihat Alira memeluk Agus tadi,, dia tidak ingin langsung pulang ke rumah,, dia mau pergi ke apartemen Refan,, dan refan yg sudah menyadari situasinya hanya menurut saja.... Alira mencari Fahri ke sana ke mari,, karna dia tidak menemukan Fahri,, akhirnya dia berlari ke arah parkiran,, dia berfikir,, mungkin Fahri sedang menunggunya di sana... tapi apa yg terjadi,, setelah sampai sana,, Alira sangat berkecil hati melihat mobil suaminya sudah keluar dari gerbang kampus dan melaju menuju jalan raya,, Alira mencoba menguatkan hati dan segera meraih ponsel di dalam tasnya... Alira menelfon Fahri berulang ulang tapi tidak di jawab sama skali,, akhirnya Alira memutuskan untuk mengirim pesan singkat buat Fahri,,...... ("mas,, kamu mau ke mana,,,? kenapa ngga nungguin aku,,,? pesan Alira... ("aku ada urusan penting,,, balas Fahri... ("tapi aku juga punya kabar penting yg mau aku kasih tau sama kamu,, balas Alira... ("urusanku lebih penting dari kabar yg mau kamu kasih tau buat aku,, karna aku udah tau kabar itu,, dan itu ngga penting bangat buat aku,,, balas Fahri yg membuat jatung Alira berdetak kencang dan seluruh badannya terasa sangat lemas.... Fahri berfikir,, Alira mau kasih tau bahwa selama ini,, Agus sangat mencintainya dan selalu mengutarakan perasaan kepadanya,, dan itu yg di maksud kabar penting oleh Alira.... Alira sangat terpukul dengan pesan terakhir yg di kirim Fahri,, Alira berfikir,, bahwa Fahri sudah mengetahui kehamilannya dan itu sudah tidak penting lagi baginya,,.... air mata Alira seketika meluncur,, karna tidak mau di ketahui teman temannya yg masih ada di belakang,, akhirnya Alira berlari ke pinggir jalan raya dan menghentikan sebuah taksi... Alira masuk ke dalam taksi dan memberitahukan alamatnya kepada supir taksi itu,, dalam perjalanan Alira tidak henti hentinya menangis sambil meraba perutnya yg masih rata itu.... "mengapa kamu menginginkannya dan memintanya padaku,,? kalau saat dia sudah datang,, kamu tidak menginginkannya... Alira berkata dalam hatinya sambil terus menangis.... "apa yg harus aku lakukan ya Tuhan,, anaku tidak bersalah,, tapi mengapa dia harus menanggung semua ini,,,? tambah Alira... setelah sampai di apartemen Refan,, Fahri memilih untuk minum,, dia minum alkohol di temani Refan,, tapi Refan tidak berani bertanya masalah apa yg membuatnya seperti ini,,? karna Refan sudah tau sifat Fahri,, dia orang yg tidak suka orang lain mengetahui masalah pribadinya... sampai di rumah,, Alira menghapus air matanya dan melangkah masuk,, dia di bukakan pintu oleh bi Ina,, melihat bi Ina di depan pintu,, Alira langsung memeluk bi Ina dan menangis,, ya karna bi Ina sangat baik dan dekat dengan Alira,, sudah seperti ibu dan anak,, bukan najikan dan pembantu.... "bi,, aku rindu ibuku,,, kata Alira sambil menangis... "udah non,, kalau non rindu ibu non di bandung,, non ngga usah nangis,, kan ada bibi di sini,, dan kalau ada waktu kan non bisa ke bandung nengokin,,, kata bi Ina sambil memeluk Alira... "iya bi,, jawab Alira sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya... "non udah makan,,,? tanya bi Ina... "aku ngga nafsu makan bi,, cuman sarapan tadi pagi aja... jawab Alira... "ya ampun non,, nanti non sakit lo,,, kata bi Ina.. "ngga ko bi,, nanti aku minta kalau aku pengen,, jawab Alira sambil melangkah memasuki lif... Alira memilih untuk langsung ke kamarnya,, dia membaringkan badannya di atas ranjang dan kembali menangis mengingat kata kata suaminya lewat pesan tadi.... mungkin karna kecapean,, akhirnya Alira menangis sampai tertidur,, pukul 9:30,, Fahri sampai rumah,, dia tidak terlalu mabuk,, walaupun banyak minuman yg dia minum,, karna Fahri memang sangat kuat untuk minum alkohol.... sampainya di rumah,, Fahri langsung menuju lif untuk naik ke lantai 3,, sedangkan Alira,, sedang berada di dalam kamar mandi,, dia baru selesai mutah dan merasa lemas,, di saat bangun tidur tadi,, dia merasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi... Alira melangkah ke luar sambil memegang kepalanya yg terasa berat,, di sedikit pusing dan lemas,, mungkin karna pengaruh hamil,, muntah muntah,, di tamba lagi belum makan.. sampainya di luar kamar mandi,, mata Alira terbelalak saking terkejutnya,, dia melihat suaminya sudah berdiri menatapnya dari samping tempat tidur dengan matanya yg sayu seperti orang mabuk dan sudah bertelanjang dada... seketika timbul rasa takut dalam benak Alira,, dia takut terjadi apa apa sama anak dalam kandungannya,, apalagi Fahri sudah tidak menginginkannya lagi,, dia takut kalau Fahri akan memaksanya untuk menggugurkan kandungannya.... diam diam Fahri melangkah mendekati Alira,, karna kesalapahaman dan femikiran yg tidak tidak dalam otak Alira,, akhirnya Alira dengan segera berlari menghampiri pintu kamar... tapi belum sempat Alira nenghampiri pintu kamar,, Fahri sudah menangkapnya dari belakang dan membawanya menuju tempat tidur,, Alira merontak dengan sekuat tenaganya,, namun sia sia,, karna tenaga Fahri jauh lebih kuat di mana mana... Fahri melemparkan Alira ke atas ranjang dan dia menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan oleh Alira,, apalagi kamar tidur mereka itu cukup gelap,, jadi wajah Fahri tidak begitu jelas karna mereka jarang menyalakan lampu,, hanya lampu tidur yg mereka gunakan di malam hari... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580664427000.jpg-original600webp?sign=54d50948490565ca5a9d930f0b7a7eb2&t=5e72b600) setelah itu,, Fahri melepaskan celananya dan naik ke atas ranjang,, Alira yg begitu ketakutan dengan suaminya,, mencoba untuk melarikan diri dari situ,, tapi apalah daya,, tubuhnya sudah di tindih oleh tubuh kekar suaminya itu,,,,,...... Fahri menyetubuhi istrinya malam itu seperti orang yg sudah kesetanan,, dia mencium,, menjilati,, dan menggigit setiap inci tubuh Alira tanpa ada yg terlewatkan,, leher,, dada,, perut,, paha dan bagian tubuh Alira yg lainnya penuh dengan tanda merah akibat keganasan Fahri.... Fahri memainkan lidahnya di bagian bagian sensitif Alira,, hingga membuat cairan nikmat Alira keluar berulang ulang,, dan membuat Alira lemas tak berdaya.... kemudian,, Fahri melancarkan senjatanya ke dalam Alira,, tanpa ampun dan tanpa menghirauka kata kata dan tangisan Alira... Fahri sengaja menahan dan memperlambat semburan laharnya,, karna dia ingin Alira tau,, kalau tidak ada laki laki lain yg bisa seperkasa dia dalam bercinta dan memuaskan wanita.... setelah hampir dua jam,, baru Fahri menyumburkan lahar hangatnya ke dalam rahim Alira,, dan setelah itu,, dia langsung beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuhnya tanpa melirik Alira yg terbaring lemas di atas ranjang... selesai mandi dan berpakain santai,, Fahri langsung keluar dari kamar dan turun ke lantai satu karna dia merasa sangat lapar,, sampainya di dapur,, dia menyuruh bi Ina yg kebetulan sedang berada di dapur untuk menyiapkan makanannya... "bi,, tolong ambilkan aku makanan,,, kata Fahri... "baik den,, jawab bi Ina sambil bergegas menyiapkan makan malam buat Fahri... "trus non Aliranya mana den,,? tanya bi Ina... "lagi di kamar,, emangnya kenapa bi,,,? tanya Fahri... "loh,, kan dari tadi siang non Aliranya blom makan den,, hanya sarapan tadi pagi aja,, katanya dia ngga nafsu makan,, bibi cuman takut dia sakit,, soalnya tadi pulang dari kampus,, muka non Alira tu pucat bangat,, dan dia juga menangis meluk bibi tadi,, katanya kangen ibunya,, jelas bi Iba panjang kali lebar dan membuat Fahri langsung kaget... tanpa berkata apa apa,, Fahri langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju lif ke lantai tiga.... sampai di lantai tiga,, Fahri langsung berlari ke kamar,, sampainya di dalam kamar,, Fahri langsung menyalakan lampu kamar mereka biar terang,, dan seketika,, matanya terbelalak melihat istrinya yg sudah terbaring di atas lantai depan kamar mandi,,,,,..... Fahri segera berlari menghampiri Alira,, dia mengangkat kepala istrinya dan memangkun ya sambil berusaha membangunkannya,, karna Alira sudah pingsan,, Fahri sangat takut terjadi apa apa sama Alira... dan seketika,, Fahri seperti tersambar petir,, di saat matanya tertuju ke gaun tidur Alira yg berwarnag putih itu,, sudah ada noda merah yg cukup besar di bagian bawahnya... Fahri segera memanggil orang yg ada di rumah itu dengan menggunakan telfon yg berada di kamarnya,, dan tidak berapa lama,, bi Ina dan yg lainnya datang,, mereka semua kaget melihat apa yg terjadi,,.... "apa yg terjadi den,,,? tanya bi Ina... "aku ngga tau bi,, tapi ini ada darah bi,, hawab Fahri ketakutan... "ya ampun den,,, non Alira pendarahan,, ayo kita langsung ke rumah sakit aja den,, kata bi Ina setelah melihat Alira.. tanpa berfikir panjang,, Fahri langsung menggendong tubuh istrinya kemudian lari menuju lif dan di ikuti para pembantunya.. Air mata Fahri yg hampir ngga perna di lihat dan ngga pernah dia tunjukan di depan orang,, mengalir dengan derasnya,, dia mengecup kening Alira berulang ulang sambil mengatakan kata maaf... sampai di parkiran,, Fahri langsung masuk ke dalam mobil bagian belakang bersama Alira dalam gendongannya,, kemudian bi Ina dan supirnya di bagian depan,, Fahri meminta supirnya untuk melajukan mobilnya lebih cepat lagi,, karna darah yg keluar di bagian bawah Alira makin banyak.... Chapter 59 Bab 59. Fahri yg dari kecil memang sudah dingin seperti es balok.. Fahri membawa Alira ke salah satu rumah sakit besar milik keluarganya,, sampainya di rumah sakit,, mereka sudah di tunggu oleh beberapa suster dan seorang Dokter yg akan menangani Alira,, karna dalam perjalanan tadi,, Fahri sudah menghubungi pihak rumah sakit dan juga orang tuanya... mama Rita,, papa Indra dan grenma yg mendengar kabar Alira hampir terkena serangan jantung saking terkejutnya,, mama Rita dan papa Indra langsung menuju rumah sakit,, sedangkan Meymey di suruh untuk menjaga grenma yg merasa lemas karna mendengar kabar Alira.... Alira di larikan ke dalam ruang UGD,, Fahri yg hendak masuk ke dalam ruang UGD di tahan oleh salah seorang perawat di depan pintu dan di minta untuk tunggu di luar... Fahri,, bi Ina dan supirnya menunggu di luar,, tidak berapa lama,, mama Rita dan papa Indra pun datang dengan wajah paniknya,, mama Rita dan papa Indra langsung menghampiri Fahri yg sedang menangis sambil menatap ke ruang UGD... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1580675369327.jpg-original600webp?sign=2433e795b40f0f2bed31fde8462a8a58&t=5e72b600) "bagaimana keadaannya,,,? tanya papa Indra... "belum tau pa,,, jawab Fahri dan berbalik memeluk mama Rita sambil terus menangis... sedangkan mama Rita tidak bisa berkata kata,, saking tegangnya,, dia hanya memeluk putranya dan ikut menangis... hampir satu jam,, akhirnya dokter yg menangani Alira keluar dari dalam ruang UGD,, segera Fahri,, mama Rita,, dan papa Indar langsung menghampiri dokter itu dan bertanya... "bagaiman keadan menantu saya dok,,, tanya mama Rita.. "apakah itu istri pak Fahri,,? tanya dokter itu... "iya,, itu istri saya,, bagaimana keadaannya dok,, tanya Fahri.. "nanti saya jelaskan,, sekarang ikut saya ke ruangan saya dulu pak,, jawab dokter itu sambil menatap Fahri... dengan segera,, Fahri,, mama Rita dan papa Indra mengikuti dokter yg menangani Alira ke dalam ruangannya... "bagaimana dok keadaannya,, tanya mama Rita lagi... "begini bu,, sebelum saya menjelaskan,, saya ingin bertanya terlebih dulu kepada pa Fahri,, jawab dokter itu... "iya silahkan dok,, sambung papa Indra... "apakah sebelum kejadian ini,, pa Fahri melakukan hubungan suami istri dengan istri bapak,,,,? tanya dokter itu ke Fahri.. seketika mata mama Rita dan papa Idra langsung melotot ke arah Fahri... "iya dok,, jawab Fahri... "begini pa,, mungkin bapak melakukannya kepada istri bapak,, sedikit kasar,, hingga mengakibatkan istri bapak pendarahan,, untung saja,, janin di dalam perut istri bapak,, bisa tertolong,, jelas dokter itu,, dan membuat ke tiga orang yg berada di depannya terbelalak saking kagetnya... "apa,,,? janin,,? maksud dokter istri aku hamil,,,? tanya Fahri kaget... "iya pa,, kandungan istri bapak sudah memasuki 3 minggu,, dan untung saja tadi bapak cepat melarikan istri bapak ke sini,, kalau sedikit terlambat tadi,, mungkin janin dalam kandungan istri bapak tidak dapat tertolong,, mungki juga dengan istri bapak,, jelas dokter itu dan membuat papa Indra langsung emosi.... "plaaak,,, plaaak,,,plaaaak,,, tamparan papa Indra mendarat di wajah Fahri... "kurang ajar,, apa kamu sudah gila,,,? kamu hampir saja membunuh anak dan istri kamu,, kata papa Indra dengan kerasnya... "Fahri,, setan apa yg membuat kamu sampai kaya gitu,,, sambung mama Rita... "untung tidak terjadi apa apa,, kalau sampai tadi terjadi apa apa sama menantu dan cucuku,, kamu akan mati hari ini juga,, kata papa Indra,, dan Fahri hanya menunduk tanpa menjawab apa apa.. kemudian papa Indra dan mama Rita melangkah keluar dari ruangan dokter dan di susul Fahri dari belakang,, sedangkan dokter yg masih terdiam dalam ruangannya itu,, tidak bisa berkomentar apa apa di saat melihat reaksi papa Indra,, karna papa Indra adalah pemilik rumah sakit itu... papa Indra,, mama Rita dan Fahri melangkah mendekati pintu UGD dan memandang Alira dari balik kaca,, sedangkan bi Ina dan pa supir,, sudah pulang untuk mengambil pakaian ganti Fahri,,.... papa Indra dan mama Rita sangat bahagia,, karna mengetahui Alira yg sedang hamil,,... mereka memandang Alira dari balik kaca dengan senyum yg mengembang,, walaupun dalam hati mereka sangat sedih melihat kondisi Alira yg masih belum sadarkan diri... sedangkan Fahri,, dia sudah terduduk di kursi yg ada di dekat situ sambil terus menangis menyesali perbuatannya yg hampir membunuh anak dan juga istrinya.... mama Rita dan papa Indra tidak pernah melihat Fahri menangis seperti ini,, karna Fahri bukanlah anak yg cengeng,, di saat dia masih bayi saja yg dia sering menangis,,.... setelah dia sekolah sampai sekarang,, hampir tidak pernah mereka melihat dia menangis,, dari kecil dia memang sudah cuek,, dingin,, kaku dan beku seperti ini... dia adalah anak yg tidak pernah merengek dan mengeluh kepada siapapun,, dia anak yg kuat dan disiplin dari kecil,, itulah yg membuat papanya berani menyerahkan sebagian besar bisnis dan usahanya kepada anak semata wayangnya itu walaupun umurnya masih sangat muda... mereka mendekati Fahri dan duduk di sampingnya,, papa Indra dan mama Rita tidak bisa berlama lama marah kepada Fahri,, karna Fahri adalah anugrah yg Tuhan kasih untuk mereka berdua,,,,, karna papa Indra yg kurang subur,, membuat mereka kecil kemungkinan untuk mendapatkan keturunan waktu itu,,... kata dokter waktu itu,, kalau papa Indra mungkin tidak bisa mempunyai keturunan,, karna sangat kecil kemungkinannya,, tapi karna dengan izin dan kuasa Tuhan,, akhirnya mama Rita bisa mengandung dan melahirkan Fahri,, anak dari papa Indar... papa Indra memeluk putranya dan meminta maaf karna sudah menamparnya tadi,, begitupun mama Rita,, dia memeluk Fahri dan meminta Fahri untuk menjelaskan semuanya,, sampai bisa terjadi seperti ini... "mangapa sampai seperti ini sayang,,,? tanya mama Rita... Fahri menarik nafas panjang kemudian dia mulai menjelaskan semuanya... "tadi waktu di kampus,, aku ngga sengaja melihat Alira berpelukan dengan Agus salah seorang temannya,, dan aku juga dengar,, Agus bilang kalau Agus sangat mencintainya ma,,, jawab Fahri... "dan aku marah,, setelah pulang,, aku langsung ke apartemen Refan,, dan meninggalkan Alira di kampus,, dia pulang naik taksi,, dan malamnya aku pulang,, aku langsung melampiaskan emosiku padanya di atas ranjang ma,,.... "tapi aku ngga tau kalau dia lagi hamil dan ngga makan sejak siang ma,, aku sangat mencintainya ma,, aku ngga rela melihat dia di peluk sama laki laki lain,,, jelas Fahri panjang lebar,, dan kedua orang tuanya hanya menjadi pendengar... "ngga usah kamu berfikir macam macam dulu,, kamu harus percaya sama istri kamu,, karna menurut mama,, Alira adalah gadis baik baik,, karna dia berasal dari keluarga baik baik sayang,,, kata mana Rita... "Fahri,, papa mau bilang sama kamu,, perempuan baik baik,, dan yg bisa di percaya,, itu adalah perempuan yg menjaga kesuciannya sampai dia nenikah,,,,... kata papa Indra... "dan papa mau tanya sama kamu,, kamu mendapatkan itu atau tidak,,,? tanya papa Indra... "iya pa,, aku mendapatkan kesucian Alira,, jawab Fahri... "berarti tidak ada alasan untuk kamu tidak mempercayainya,,.. kata papa Indra dan mama Rita bersamaan dan Fahri hanya mengangguk sambil tersenyum... setelah itu,, mama Rita dan papa Indara pulang karna di suruh Fahri,, dia tidak mau orang tuanya menunggu di rumah sakit,, walaupu ada kamar khusus buat mereka,, tapi tetap Fahri tidak mau,, dia takut orang tuanya tidak nyenyak tidurnya nanti... setelah papa dan mamanya pulang,, Fahri langsung ke kamar yg di sediakan untuknya,, dia mandi dan menggantikan pakaiannya dengan pakaian yg di bawa pa sopirnya... kemudian dia memilih untuk tidur di ruang rawat Alira,, karna Alira sudah di pindahkan dari ruang UGD,, walaupun dia belum sadar.. sebenarnya Alira sudah sadar sejak awal dokter menanganinya,, tapi dokter kembali menyuntikan obat penenang kepadanya biar dia tidak terlalu banyak bergerak,, karna mengingat kondisi janinnya yg masih sangat lemah,, dan Alira pun harus butuh istirahat... tempat tidur untuk Alira di rumah sakit lumayan besar,, jadi Fahri memilih untuk tidur seranjang dengan Alira,, dia tidak mau jauh jauh dari istri dan anaknya yg masih dalam kandungan Alira itu... Chapter 60 Bab 60. Alira kabur dari rumah sakit... Fahri berbaring di samping Alira,, dia memejamkan mata mencoba untuk tidur,, tapi hampir setengah jam,, dia balum bisa juga untuk tidur,, akhirnya dia bangun dan duduk di samping Alira sambil menatap wajah istrinya yg sangat pucat dan terbaring lemah di sampingnya.... Fahri terus menatap wajah Alira sambil mengelus ngelus kepalanya sampai pukul 3 dini hari,, dan akhirnya Fahripun merasa ngantuk,, kemudian dia berbaring kembali dan terlelap sambil terus menggenggam tangan Alira.... pukul 6:30 Fahri sudah terbangun,, saking hawatirnya sama Alira sampai dia tidak nyenyak dalam tidurnya,, setelah bangun,, Fahri melihat Alira yg masih tetap memejamkan matanya... akhirnya Fahri memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian,,.... sedangkan Alira,, sebenarnya dia sudah sadar dari jam 4 subuh,, tapi karna dia melihat Fahri berada di sampingnya,, akhirnya dia berpura pura belum sadarkan diri,, karna dia sangat marah sama Fahri,, dia ngga ingin bicara dengannya..... jam 7 pagi,, mama Rita sudah berangkat ke rumah sakit,, setelah papa Indra ke kantor,, mama Rita dan papa Indra sangat bahagia karna apa yg mereka inginkan sudah di kabulkan Tuhan... selesai mandi dan berpakaian rapi,, Fahri langsung melangkah menuju kantin rumah sakit,, sedangkan Alira,, karna berfikir Fahri sudah pulang ke rumah,, akhirnya dia bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang,,.... Alira tidak menyangka,, Fahri bisa berubah seperti itu hanya dalam satu hari,, Alira sangat kecewa dengan Fahri yg menganggap darah dagingnya sendiri tidak penting,, padahal awalnya dia yg menginginkan kehamilan Alira... Alira tidak ingin berbicara dengan Fahri,, dan dia juga tidak ingin berada di samping Fahri,, dia takut kalau Fahri akan menyakiti anaknya yg tidak berdosa itu,,... akhirnya Alira memutuskan untuk kabur dari situ,, kebetulan suasana lagi sepi,, perlahan lahan Alira turun dari tempat tidur,, dia memutuska untuk pulang ke bandung hari itu juga,, dia tidak mau mengambil resiko kalau terus berada di samping Fahri.... tapi sebelum dia berangkat pergi,, dia melihat ada dompet Fahri di samping bantal,, dia berfikir untuk mengambil uang buat ongkosnya pulang ke bandung,, karna dia tidak punya apa apa saat itu,, jangankan uang,, ponsel pun ngga ada,,.... setelah nengambil beberapa lembar uang Fahri,, Alira langsung melangkah pergi meninggalkan rumah sakit itu tanpa menggantikan pakaian rumah sakitnya,, dia hanya mengambil jas Fahri yg ada di samping tempat tidur dan memakainya... setelah sudah rapi tadi,, Fahri langsung pergi ke kantin rumah sakit untuk sarapan,, dan selesai sarapan,, Fahri langsung beranjak ke ruang rawat Alira,, sesampainya di depan pintu kamar rawat Alira,, tiba tiba mama Rita memanggilnya.... "Fahri,,,,,... teriak mama Rita... "ma,, ko datang sepagi ini,,,? tanya Fahri... "iya,, soalnya mama hawatir sama Alira dan calon cucu mama,, kan ngga ada yg jagain kalau kamu ke kantor sayang,,, jawab mamanya... "Alira udah bangun atau belum,,,? tanya mamanya... "waktu aku tinggalin tadi,, belum ma,, tapi ngga tau sekarang,, mudah mudahan saja sudah bangun,, jawab Fahri... "ya udah kalau gitu,, ayo kita masuk ma,, tambah Fahri... kemudian Fahri dan mama Rita langsung masuk,, dan betapa terkejutnya mereka,, karna melihat tempat tidur yg kosong,, mama Rita dengan hawatirnya langsung mencari keberadaan Alira ke dalam kamar mandi,, tapi tidak menemukannya... sedangkan Fahri,, dia berdiri di samping ranjang dengan mata terbelalak,, saking terkejutnya di saat dia memeriksa isi dompetnya,, dan melihat jas nya yg sudah tidak ada di samping ranjang... Fahri sangat terpukul menerima semua ini,, matanya berkaca kaca,, dia tidak bisa ngebayangin kalau sampai terjadi apa apa sama Alira dan anaknya,, mama Rita yg melihat ekspresi Fahri,, langsung menghampinya dan bertanya.... "ada apa Fahri,,,? apa yg terjadi,,,? tanya mama Rita panik... "Alira pergi ma,, aku harus gimana ma,, bagaiman kalau terjadi apa apa sama dia di luar sana ma,,,? Fahri berkata dengan airmatanya yg sudah meluncur dari mata indahnya itu... "dia pergi kemana,,,? tanya mama Rita makin panik... "aku ngga tau ma,, yg pastinya dia mengambil sedikit uang dan jas aku yg tadi aku taruh di sini ma,,, jawab Fahri... "ya udah,, kamu tenang dulu,, biar kita bisa mencari keberadaannya... sambung mamanya... sedangkan Alira,, dia sudah dalam perjalanan ke bandung,, dia naik bis dari terminal,, dia pulang ke bandung tanpa mengabari keluarganya... Fahri dan mamanya melaju dengan mobil di jalan raya untuk mencari Alira,, Fahri itu orangnya sangat tenang dan santai dalam menghadapi dan mengatasi setiap masalah,,.. tapi entah kenapa,, kali ini dia tidak bisa berfikir apa apa dan tidak bisa tenang sampai membuat mama Rita yg berada di sampingnya jadi pusing sendiri... "ma,, bagaimana ini ma,,,,? tanya Fahri... "aku bisa gila,,! kalau sapai terjadi apa apa sama Alira dan kandungannya ma,,, tambah Fahri... "iyaaa,,, mama tau,, tapi kamu tenang dulu,, kalau kamu ngga tenang,, bagamana mama bisa berfikir... jawab mamanya... setelah Fahri tidak bersuara lagi,, mama Rita mulai berfikir,, ya mama Rita adalah seorang ibu yg sangat luar bisa,, femikiran dan kelincahannya dalam mengatasi masalah sangat di percaya oleh keluarganya,, terutama suami dan putra satu satunya itu... tiba tiba fikiran mama Rita mengarah kepada ke dua sahabatnya di bandung yg tak lain adalah orang tua Alira,, dan segera mama Rita mengambil ponsenya dan menghubungi ibu Alira,, vivi dan Ilham adalah sahabat mama Rita dan papa Indra dari masih sekolah,, mereka adalah orang tua Alira... "halo vi,, sapa mama Rita.. "iya Ri ada apa,, ko pagi pagi udah nelfon,,, jawab ibu vivi... "gini lo vi,, aku mau jelasin sesuatu sama kamu,, ini soal Fahri dan Alira... kata mama Rita... "ada apa,,? apa mereka ada masalah,, kalu kaya gitu,, kan ada kamu sama Indra yg bisa menyelesaikannya,, Alira skarang kan anak perempuan kalian Ri... "iya vi,, tapi masalahnya Alira nya udah pergi ngga tau kemana,,,? kara mama Rita... "palingan ke rumah teman tannya,, dia itu gitu,, suka ngambek,, jawab ibu vivi santai... kemudia mama Rita menjelaskan semuanya tanpa ada satu yg terlewat,, sedangkan mama vivi di sebrang sana hanya terdiam dan tersenyum bahagia mendengar kabar kehamilan putrinya,,, sambil mendengar penjelasan sahabat sekaligus besannya itu... "gitu lo vi,, dan filin aku mengatakan,, kayanya dia ke bandung vi,, Fahri sangat stres karna Alira kabur dari rumah sakit,,.. kata mama Rita... "iya Ri,, pasti dia ke sini,, tapi dia belum juga sampai,, mungkin sebentar lagi,, nanti biar aku jelaskan semua sama dia,, kata ibu vivi... mama Rita yg mau membalas percakapan ibu vivi serentak terhenti karna Fahri sudah mengambil ponselnya secara tiba tiba... "halo bu,, ini aku Fahri... "iya nak,, gimana,,,? tanya ibu vivi... "bu aku minta maaf ya,, dan tolong sampaika kata maafku juga sama ayah,, dan kalau Alira udah di situ,, tolong ibu kabarin ya,, biar aku tau,, kata Fahri... "iya nak,, ngga apa apa,, nanti kalau dia sampai,, ibu kabarin kamu,, dan ibu akan meminta dia menjelaska sama ibu,, mengapa sampai dia berpelukan sama temannya yg juga suka padanya... jawab ibu vivi... setelah itu,, Fahri langsung mengantar pulang mamanya,, sedangkan diapun memilih untuk beristirahat di kamar orang tuanya,, karna dia merasa sedikit pusing,, pusing karna memikirkan Alira dan di tambah kurang tidur semalam,, dia sengaja beristirahat di situ sambil menunggu mertuanya memberi kabar kepada mamanya. Chapter 61 Bab 61. Mimpi buruk Alira... pukul 10:30,, Alira sudah sampai di depan rumah orang tuanya di bandung,, dia naik ojek dari terminal,, di saat dia melangkah menuju pagar rumah,, dia bingung di saat melihat ibunya yg mondar mandir di halaman rumah dengan wajah yg tampak hawatir..... "astaga Alira,, kamu kenapa senekat ini nak,,, kata ibu vivi setelah melihat Alira... "ibu aku takut,,, kata Alira sambil berlari memeluk ibunya dan menangis... "takut apa sayang,,? tanya ibunya sambil membalas pelukan putri satu satunya itu... "aku takut sama mas Fahri bu,, dia sudah nyakitin aku,,, kata Alira sambil menangis... "sini masuk dulu,, nanti baru kita bicarakan di dalam,, kata ibunya... ibu Vivi membawa putrinya ke dalam rumah,, mereka melangkah memasuki rumah mewah orang tua Alira tanpa melepaskan pelukan... ibu Vivi membawa Alira ke dapur,, dan mereka duduk di meja makan,, Alira terus menangis dan memeluk ibunya... "ibu,, mas Fahri udah jahat sama aku bu,, dia mau aku cepat hamil,, dan skarang setelah aku hamil,, dia ngga menginginkan anaknya bu,,, kata Alira yg terus menangis di pelukan ibunya itu... "nanti baru kita bicarakan,, sekarang kamu makan dulu ya,, kata ibunya... ibu Vivi melepaskan pelukan Alira dan mengahapus air matanya dengan tisu yg ada di atas meja makan,, kemudian ibu Vivi merapika rambutnya yg sangat acak acakan itu,, ibu Vivi sangat menyayangi dan memanjakan Alira dari dia masih kecil... "bi,, tolong ambilkan makanan buat non Alira,, kata ibu Vivi kepada pembantunya.. bi sumi adalah pembantu baru di rumah Alira,, dia bekerja di situ baru setengah tahun,, karna pembantu yg lama sudah menikah,, jadi dia tidak bekerja di situ lagi,,... "ini non makanannya,, kata bi sumi setelah meletakan makanan di hadapan Alira,,.. bi sumi merasa takjub dengan kecantikan Alira,, karna ini kali pertama,, bi sumi melihat Alira secara langsung,, selama ini yg bi sumi lihat hanya foto Alira yg tergantung di diding rumah mewah itu... di saat Alira sedang makan makanan yg di siapkan bi sumi,, ibu Vivi meninggalkannya dan melangkah menuju kamar dengan alasan mau menelfon ayah Alira ke kantor untuk memberitahukan kedatangan Alira,,... ibu Vivi berbohong sama Alira,, ibu Vivi sudah memberitahukan dan menjelaskan ke ayah Alira sejak tadi,, dan papa Indra pun sudah menghubungi ayah Ilham tadi pagi... sesampainya di kamar,, ibu Vivi mangambil ponselnya dan mengabari Fahri kalau Alira baru sampai,, dia baik baik saja dan sedang makan,,,,... setelah mendengar kabar Alira,, Fahri,, mama Rita dan yg lainnya langsung merasa legah,, dan Fahri langsung berangkat ke kantor,, karna sejak pagi tadi,, Fahri belum ke kantor,, padahal Refan sudah menghubunginya ber ulang ulang,, karna ada rapat penting hari ini. "ibu,, aku ke kantor dulu ya,, ada rapat soalnya,, biar Alira tinggal di situ dulu,, nanti kalau dia sudah mau untuk pulang ke sini,, baru aku jemput,, tolong jaga dia dan anaku ya bu,,,! kata Fahri.. "iya nak,, kamu ngga usah hawatir,, dia putri ibu satu satunya yg sangat ibu sayangi,, ibu akan menjaganya dan anakmu sebaik baik mungkin... selesai mengobrol dengan Fahri dan mama Rita,, ibu Vivi langsung kembali ke dapur menemui Alira dan duduk di sampingnya,,... ibu Vivi menatap haru wajah putrinya,, dia tidak tega membayangkan putrinya yg masih mudah ini akan mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan nanti... Alira makan dengan lahapnya,, karna dari semalam dia ngga makan sama skali,, selesai makan,, Alira langsung menceritakan semuanya kepada ibunya,, dan ibunya hanya senyum senyum sambil menatapnya dan mendengar penjelasannya... "begitu bu,, dan aku sangat takut kalau mas Fahri akan menyakiti anaku bu,, kata Alira setelah menjelaskan semuanya ... "ngga usah berfikir macam macam dulu nak,, kamu kan belum dengar penjelasan suami kamu,, semua masalah itu,, akan selesai bila di bicarakan bersama,, apa lagi masalah rumah tangga,, jawab ibunya... "aku ngga mau ketemu dia,, apa lagi berbicara,, pokoknya ibu ngga boleh bilang ke mas Fahri kalau aku ada di sini... kata Alira dan hanya di anggukin oleh ibunya... Fahri di kantornya sangat sibuk dengan pekerjaannya,, dia bekerja tanpa beristirahat,, Fahri dan pegawainya yg lain memutuskan untuk lembur,, karna ada banyak pekerjaan yg harus di selesaikan malam itu juga... pukul 8 malam,, Alira dan keluarganya sudah selesai makan malam,, kakak laki lakinya juga datang ke rumah orang tua mereka bersama istri dan anaknya,, setelah mendengar kedatangan Alira,,... mereka memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya karna permintaan Alira,,, Firman sangat menyayangi ke dua adiknya,, jadi dia tidak bisa untuk menolak permintaan Alira,, apalagi Alira baru pulang setelah menikah dan tinggal di jakarta... selesai makan malam,, mereka mengobrol dan bercanda di ruang tamu,, mereka di buat tertawa oleh ponakan Alira,, anaknya Firman yg baru berumur 3 tahun itu,, dia sangat lincah dan menggemaskan,,... Alira sampai tertawa lepas karna tingkah lucu ponakannya itu,, semua beban dan masalahnya seketika menghilang,,.... sudah satu jam mereka di ruang keluarga,, karna sudah merasa ngantuk,, akhirnya Alira pamit kepada yg lain untuk tidur duluan,, padahal baru jam 9 tepat,,.... setelah berbaring di atas ranjang yg sudah satu tahun dia tinggalkan itu,, mungkin karna kecapean,, baru beberapa menit dia sudah terlelap,,,,,.... sedangkan yg lainnya yg masih berada di ruang keluarga masih asik mengobrol,, karna anaknya Firman belum mau untuk tidur... di saat mereka sedang menertawakan si kecil yg menggemaskan itu,, tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara teriakan Alira yg memanggil manggil nama Fahri... serentak mereka semua berlari ke dalam kamar Alira dengan wajah yg panik,, sampainya di dalam kamar,, mereka melihat Alira sedang duduk di atas ranjang sambil menangis... "ada apa sayang,,,? kamu kenapa,,? tanya papa Ilham dengan paniknya... "ayah,, mas Fahri yah,,, rengek Alira... "Fahri kenapa nak,,,? tanya ibunya bingung... "aku mau mas Fahri bu,, mas Fahri,,, hiks....hiks...hiks... rengek Alira... semua yg ada di situ jadi bingung dengan tingkah Alira,, karna baru tadi dia bilang ngga mau ketemu dan berbicara dengan Fahri,, tapi baru beberapa jam dia sudah merengek rengek mau ketemu Fahri.... "lira,,, ini ni sudah malam,, jakarta bandung tu ngga dekat,,,... kata Firman,, kakak laki laki Alira.... "ngga,, pokoknya mas Fahri harus datang malam ini juga,,,, kata Alira... "sayang,,, suami kamu tu lagi kerja,, tadi mama Rita bilang sama ibu,, kalau Fahri itu,, lembur malam ini,, kata ibu Vivi... "ngga,, aku mau dia datang malam ini juga,, aku tu tadi mimpi buruk bu,, di dalam mimpi aku tu,, dia lagi mesra mesraan sama perempuan yg aku kenal bu,,,... Alira menangis dan mengingikan Fahri untuk datang,, karna dia baru saja bermimpi kalau Fahri sedang bermesraan dengan Meymey di kantornya,, jadi dia tidak percaya kalau Fahri sedang bekerja sampai lembur... Chapter 62 Bab 62. Salah faham..... karna Alira terus menangis dan tidak mau berhenti,, akhirnya ibunya memutuskan untuk menghubungi Fahri,, karna ibu Vivi dan yg lainnya takut,, kalau Alira terus seperti ini,, bisa bisa berpengaruh terhadap kandungannya,, apalagi dia baru keluar dari rumah sakit... ("halo bu,, jawa Fahri setelah menerima telfon dari ibu mertuanya... ("Fahri,, kamu lagi kerja ya,,,? tanya ibu Vivi.. ("udah selesai ko bu,,, memangnya ada apa,,? tanya Fahri lagi dengan suara lemasnya karna kecapean... ("Alira nak,, dia tu tadi sudah tidur,, tapi tiba tiba dia bangun dan langsung menangis,,, jawab ibu Vivi... ("ada apa sampai dia menangis bu,,? tanya Fahri panik... ("dia mau ketemu kamu malam ini juga nak,, ibu,, ayah,, sama mas Firman sudah nenangin dia,, tapi dia ngga mau,, dia mau cuman kamu datang... kata ibu Vivi.. ("ya sudah kalau gitu bu,, aku akan berangkat sekarang juga,, jawab Fahri... ("iya,, hati hati ya nak,,,! kata ibu Vivi dan langsung memutuskan telfonnya... Fahri yg merasa sangat hawatir dengan istrinya,, langsung berangkat dari kantornya menuju bandung sendirian tanpa pulang ke rumah terlebih dulu,, dia tidak sempat mandi atau berganti pakaiannya.... Fahri berangkat ke bandung tepat pukul 10 malam,, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,, rasa cape dan ngantuknya hilang seketika,, saking hawayirnya sama Alira dan kandungannya... Alira yg sudah di beritahukan ibunya bahwa Fahri sudah dalam perjalanan ke bandung,, mulai tenang dan berhenti menangis,, dia duduk di atas ranjang memainkan ponselnya menunggu kedatangan Fahri... sedangkan yg lainnya sudah keluar dari kamar Alira,, ibu Vivi,, ayah Ilham,, Firman dan istrinya memutuskan untuk duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Fahri.. sedangkan Alfin dan ponakannya sudah terlelap,, Firman terus menghubungi Fahri untuk menanyakan pisisinya dan keadaannya,, karna mereka sangat menghawatirkan Fahri yg mengemudi sendiri dari jakarta ke bandung... Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan full,, dan tepat pukul 11:30,, dia sudah sampai di depan rumah mertuanya,,... tidak pakai berlama lama,, Fahri langsung turun dan melangkah ke arah pintu rumah,, setelah memarkirkan mobilnya di halan rumah mertuanya yg sangat besar dan di penuhi bunga bunga itu ... sampainya di depan pintu,, Fahri sudah di jemput oleh mertua dan iparnya,, Fahri menyalami dan mencium tangan mertuanya,, dan dia juga menyalami dan memeluk ipar laki lakinya yg sangat ramah dengannya itu... mereka masuk dan duduk di ruang keluarga,, kemudian ibu Vivi menyuruh bi Sumi untuk membuatkan teh hangat untuk Fahri,,,.. "ibu beri tahu Alira dulu kalau kamu sudah ada,, kata ibu Vivi sambil melangkah pergi ke kamar Alira yg berada di lantai dua... tidak berapa lama,, bi sumi datang membawakan satu gelas teh hangat untuk Fahri,, bi sumi memandang Fahri terkagum kagum,, ya begitulah ekspresi setiap wanita kalau melihat laki laki yg satu ini... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/7daab558/1580928109180.jpg-original600webp?sign=d22e05f135e5501a0bcad5e93357765c&t=5e72b600) Fahri sangat tampan dan mempesona walaupun belum mandi,, dia selalu membuat setiap wanita yg menatapnya jadi terpesona dan tersihir oleh ketampanannya... karna merasa gerah,, akhirnya Fahri melepaskan jas ya dia pakai,, dan meletakannya di samping tempat duduknya,, dia terlihat tambah maco dengan hanya memakai baju putih lengan panjang itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/7daab558/1580928109165.jpg-original600webp?sign=6686e2e129837582496eb2f660ae9b82&t=5e72b600) Fahri menatap haru istrinya yg sedang turun tanggah di temani ibunya,, dia sangat merindukan wanita cantiknya itu walaupun baru sehari mereka tidak bertemu... Alira turun dari tangga dan melangkah ke arah suaminya sambil menatap dengan tatapan yg tidak bisa di artikan Fahri... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/7daab558/1580928109185.jpg-original600webp?sign=45b89a1758344e88096d8aa4fa9eda29&t=5e72b600) Alira menatap Fahri tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yg sedang menatapnya itu,, sedangkan Fahri,, dia merasa sedikit tidak nyaman,, dia tidak nyaman bukan karna tatapan istrinya,, tapi karna tatapan mertua dan iparnya... setelah berada di depan Fahri,, Alira langsung duduk di samping suaminya yg sudah salah tingkah itu dan bertanya... "dari mana kamu,,,? tanya Alira sambil menatap Fahri dengan tatapan mecari tau... "ya dari jakarta,, jawab Fahri singkat... "iya aku tau,, tapi sebelum kamu ke sini,, kamu habis dari mana,,,? tanya Alira sedikit meninggi... "aku dari kantor,,, jawab Fahri sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal,, karna dia merasa tidak enak dengan mertua dan iparnya yg sedang menatap mereka.. "ngapain kamu di kantor,,? tanya Alira lagi dengan mata yg sudah berkaca kaca,,,.. sedangkan Firman yg mengerti keadaan Fahri,, langsung memberi kode kepada orang tua dan istrinya untuk segerah pergi dari situ,,..... akhirnya mereka semua berpamitan kepada Fahri dan meninggalkan mereka berdua menyelesaikan masalah mereka sendiri... sedangkan Alira,, dia tidak menghiraukan orang tua dan kakaknya yg berpamitan kepada suaminya itu,, dia terus nenatap Fahri dengan matanya yg sudah berkaca kaca saking emosinya... setelah pergi dari ruang keluarga,, ibu Vivi dan Ayah Ilham tidak langsung ke kamar,, mereka malah mengintip anak dan menantunya itu dari balik dinding,, sedangkan Firman dan istrinya sudah ke kamar mereka... "mas,, jawab aku,,,! desak Alira... "jawab apa,,? tanya Fahri bingung... "kamu di kantor ngapain sampai malaaaam,,,? teriak Alira... "kamu kenapa sih Alira,,,? tenang dulu dong,,,! kata Fahri... tapi Alira bukannya tenang malah nangis,, sedangkan ke dua orang tua yg mengintip dari balik dinding mulai cekikikan pelan pelan,, karna melihat tingkah anak dan menantunya yg menurut mereka sangat lucu.... "jawab aku maaaas,,,! rengek Alira... "iya aku jawab Alira,, aku di kantor kerja sampai malam sama yg lainnya,, karna ada pekerjaan yg harus kita selesaikan malam ini juga,, jawab Fahri... "kenapa kamu kaya gini sih,,,? tanya Fahri... "tadi aku mimpi,, kalau kamu itu di kantor ngga kerja,, tapi mesra mesraan sama Meymey... "hahahahahahaha,,, Fahri tertawa dengan kerasnya karna merasa lucu,,,... "kamu itu lucu bangat,, aku tu udah hampir gila mikirin kamu,, di tambah lagi dengan pekerjaan yg sangat banyak,, sedangkan kamu,, mikir aku yg macam macam,,... kata Fahri... "sejak kapan aku selingkuhi kamu,,,? sebelum kita nikah dan setelah nikah sampai skarang,, ngga pernag terlintas di fikiran aku untuk menduakanmu,, apalagi sekarang kamu sedang mengandung darah dagingku... kata Fahri... "bukannya kamu menganggap anak ini ngga penting,,,? ketus Alira... "apa,,,? siapa yg bilang gitu,,,? tanya Fahri bingung,,,... "siapa lagi kalau bukan kamu,,,? jawab Alira.. "kapan aku bilang kayak gitu,,,? tanya Fahri lagi... "kemarin,, waktu aku sms kamu untuk mau memberitahukan kehamilanku,, kamu bilang urusanmu lebih penting dari kabar itu... "astaga Alira,, kamu tu udah salah faham,, aku tu kira,, kabar penting yg kamu maksud itu,, hubungan kamu sama si cunguk itu,, jawab Fahri... "siapa,, Agus,,,? tanya Alira... "iya,, dan kemarin aku tu lihat kamu berpelukan sama dia,, dan aku juga dengar dia bilang cinta sama kamu,,, kata Fahri... "kamu tu udah salah faham,, kemarin kita berpelukan itu,, cuma sebatas sahabat,, aku menghiburnya,, karna kemarin mamanya ketabrakan di bali dan langsung meninggal,, memang dia tu suka sama aku,, tapi aku selalu menolaknya,, jelas Alira panjang lebar.. "ooooo gitu,,,? tanya Fahri dengan tatapan bersalahnya... "makannya,, kalau ada masalah itu,, di omongin,, biar jelas,, jangan main pergi pergi aja,, kemudian pulang mabuk dan memperkosa aku,, kata Alira... "iya,,, aku minta maaf,, karna sudah menyakitimu,,,,.... kata Fahri dan di anggukin Alira dengan senyum yg terukir di wajah manisnya itu... "tapi tunggu dulu,,, tambah Fahri... "aku memang sangat ganas kemarin malam,, tapi kamu menikmatinya kan,,? buktinya kamu mendesah dengan sangat kencang.. bisik Fahri di telinga Alira... seketika wajah Alira jadi memerah,, dia sangat malu dengan apa yg di katakan suaminya,, karna semua itu benar,, dia memang sangat menikmatinya,, dan diapun suka gaya bercinta suaminya yg terkesan kasar dan bertenaga,,,... tapi saat ini,, Fahri sudah tidak bisa seperti itu lagi,, karna anaknya tidak kuat untuk menahan dorongan keras dari papanya,, walaupun itu yg di sukai dan di inginkan oleh mamanya... Chapter 63 Bab 63. Alira merasa kasihan terhadap Fahri Alira sangat malu dengan ucapan suaminya barusan,, karna memang itu kenyataan,, setiap kali mereka bercinta,, Alira sangat agresif sampai sampai dia mendesah dengan kerasnya,, dan desahan Alira itu yg sangat Fahri suka dan membuatnya makin gila... "benar mas kerja sampai lembur kan,,,? tanya Alira lagi,,. "iya,, demi Tuhan aku ngga bohong,, jawab Fahri... "Alira,, masmu ini lapar bangat,, tambah Fahri.. "ya udah,, ayo ke dapur biar aku siapin,, jawab Alira... mereka akhirnya melangkah menuju dapur,, setelah Alira dan Fahri pergi ke dapur,, ibu dan ayah Alira pun segera melangkah menuju kamar sambil tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya yg sudah sangat saling cinta,, padahal mereka menikah tanpa ada rasa cinta... selesai makan,, Fahri dan Alira langsung pergi ke kamar Alira,, Fahri sangat lelah,, bekerja seharian,, belum lagi menyetir dari jakarta ke bandung,, jadi dia memilih untuk langsung tidur... Fahri sudah terlelap,, sedangkan Alira,, dia tidak bisa tidur,, mungkin karna tadi dia sudah tertidur sebentar,, atau karna dia ngga bisah tidur,, karna pengaruh hormon di saat hamil... Alira bangun dan duduk di samping Fahri,, dia menatap wajah tampan suaminya dan tubuh kekar suaminya yg bertelanjang dada itu,, Alira membelai wajah Fahri dengan sebelah tangannya,, dan tangan yg satu dia letakan di atas perutnya sendiri yg masih rata itu... Alira sangat mencintai suaminya itu,, dia sangat takut kehilangannya,, apalagi jaman ini jaman pelakor yg suka mengejar laki laki tampan dan juga kaya,,.... Alira memang wanita yg cengeng dan juga manja,, namun dia bukanlah wanita lemah dalam menghadapi pelakor pelakor yg mau mendekati lelaki tampannya itu,,.... Alira tidak bisa tidur sampai jam 2 dini hari,, akhirnya dia memilih untuk menonton film karton di ponselnya,, Alira tertawa cekikikan karna merasa lucu dengan film yg dia nonton itu,,,,,... Alira tidak henti hentinya tertawa dan akhirnya membuat Fahri jadi terbangun,, Fahri sangat terkejut melihat istrinya yg tertawa di tengah malam seperti ini,, dia bangun sambil mengucek ngucek matanya dan duduk di samping Alira... "apa yg kamu lakukan,,,? ini jam brapa,,,? tanya Fahri ke Alira setelah melihat jam di ponselnya... sedangkan Alira tidak menghiraukan pertanyaan Fahri sama skali,, dia terus tertawa seperti orang gila,, Fahri yg merasa kesal,, akhirnya meraih ponsel dari tangan Alira dan mematikannya,,,... "aaaaaaa,, kenapa di ambil,,,? kembalikan cepat,, kembalikan ponselku,,, kata Alira sambil mencoba merampas ponsel dari tangan Fahri yg sudah Fahri angkat ke atas.. "ngga,, aku bilang ngga ya ngga,, jawab Fahri sambil terus mengangkat tangannya ke atas... "ini sudah larut malam Alira,, kamu tu baruh keluar dari rumah sakit,, harusnya kamu istrahat,, bukan begadang kaya gini,, kata Fahri... "tapi aku ngga ngantuk,, bagaimana mau tidur coba,,,? ketus Alira... "sini aku bikin kamu biar cepat ngantuk,,, kata Fahri sambil menarik Alira ke dalam pelukannya... "maksud kamu apa mas,,,? tanya Alira sedikit takut... "udaaah,, kamu ikut aja caraku,, aku juga ngga mau anaku kenapa napa... jawab Fahri.. "jadi kamu cuma hawatir sama anakmu,,,,? ketus Alira.. "yaaa,, kamu sama anaku,,, jawab Fahri... "kalau gitu skarang mas mau ngapain,,,? tanya Alira lagi... "banyak tanya kamu,, nikmati aja,, ketus Fahri.. "yaaa,,, aku kan cuma mau tau,,, ketus Alira... "aku mau nenggali dan menyedot perigi pakai mulut aku,, jawab Fahri sambil menatap nakal ke Alira... "kamu suka kan,,,? dan itu akan membuatmu lemas tak berdaya,, dan setelah itu kamu akan tertidur pastinya,, kata Fahri dengan tatapan menggoda... tatapan Fahri sangat tajam di saat dia sedang bernafsu,, dia tidak banyak bicara dan bersuara di saat sedang bercinta,, tapi tatapannya itu,, yg menunjukan betapa tinggi hasratnya... setelah itu,, Fahri segerah melepaskan pakaian Alira,, sambil menatap istrinya yg sudah pasrah itu dengan tatapan memangsa,, sedangkan Alirapun menatap suaminya dengan tatapan menuntut dan pasrah... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581011851621.jpg-original600webp?sign=ef894632b8ee5f06c49a9708cba89a74&t=5e72b600) tingagal tersisa bra dan cd yg masih melekat di tubuh Alira,, kemudian Fahri membaringkan Alira dan melepaskan cd Alira dan dia mulai menggali perigi yg sudah berair itu dengan bibir dan juga lidahnya... Alira mendesah semakin keras dan sangat keras,, begitulah Alira,, dia tidak bisa tidak bersuara kalau Fahri menyentuhnya,, dia nendesah dan berkata kata semua yg ingin dia katakan.... "aaah,,,aaah,,,aaaaaah,,, mas,, terus maaas,,,, aaaah,, maaas,, maaas,,, aaaah,,, maaaas,, aku nggaaa,, ngga kuat maaas,, Alira berkata kata sambil menekan kepala Fahri lebih dalam lagi.... sedangkan Fahri selalu menuruti apa yg di inginkan Alira di saat saat seperti itu,, Fahri makin menenggelamkan lidahnya ke dalam liang surga istrinya,, lidahnya menari nari dengan lincahnya di dalam sana,, Fahri memang sangat pandai di dalam hal yg satu ini,, dia selalu membuat Alira k,,o,, dengan permainan mulutnya... hanya setengah jam,, akhirnya Fahri menghentikan permainanya,, karna cairan nikmat Alira sudah keluar berulang ulang dan membuat Alira lemas tak berdaya... Fahri mengangkat mukanya dan menatap istrinya yg sedang ngos ngosan itu,, Alira menatap suaminya sambil tersenyum,, Fahripun tersenyum kepada istrinya kemudian mengecup kening Alira sambil berkata... "tidurlah,, sebelum mas menginginkan yg lebih darimu,, kata Fahri... akhirnya Alira memilih untuk membelakangi Fahri,, karna dia melihat wajah suaminya itu sudah sangat memerah seperti sedang nenahan sesuatu,,... dan ternyata,, Fahri memang sedang tarsiksa menahan sesuatu yg sudah menuntut di beri jata di bawah sana,, Fahri menahannya sampai dia keringatan... Alira sangat merasa bahagia dan puas,, tapi di sisi lain,, dia merasa kasihan dangan suaminya yg tersiksa menahan hasratnya,, tapi dia juga tidak ingin anaknya kenapa napa,, karna dokter sudah mengingatkan mereka untuk tidak melakukan hubungan suami istri selama seminggu ini.... setalah merasa sudah bisa mengendalikan diri,, baru Fahri memeluk tubuh istrinya dan tidur,, sedangkan Alira yg menyadari itu,, menjadi lebih lagah dan berbalik membalas pelukan suaminya,, mereka berdua tidur sambil berpelukan sampai pagi... pukul 8:30 Fahri baru tarbangun,, tapi dia tidak melihat keberadaan Alira,, dia berfikir,, mungkin Alira sedang di dapur membantu bi sumi,, karna itulah kebiasaan Alira... akhirnya Fahri memilih untuk mandi,; selesai mandi dan berpakaian,, Fahri berjalan menuju balkon kamar,, dia berdiri di balkon kamar sambil memandang halaman rumah mertuanya yg masih sangat alami itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581011851613.jpg-original600webp?sign=3590216601c537263c4fb2e5fe39c892&t=5e72b600) Fahri sangat menyukai pamandangan rumah mertuanya,, itu sebapnya dia membeli rumah yg terdapat banyak bunga dan sayur sayuran di pekarangannya seperti rumah mertuanya,,. setelah menikmati pemandangan yg sejuk dan indah itu,, kemudian Fahri berbalik hendak masuk kembali,, tapi tiba tiba langkahnya tertahan setelah dia melihat istrinya yg sedang asik dengan bunga bunga di bawa sana... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581011851585.jpg-original600webp?sign=d9b26ae81d26d8a5352a9446578ee4e9&t=5e72b600) Fahri melipat tangannya di dada sambil menatap dan memangil Alira,, Alira yg mendengar suara suaminya,,, langsung nenengok ke atas sambil tersenyum manis,, wajah Alira sangat berseri seri dan cantik seperti bunga yg sedang di pegangnya.. Chapter 64 Bab 64. Alira sangat anggun dan seksi... Alira memadang Fahri dengan tatapan genitnya,, dia berjoget joget ngga jelas di bawah sana dan membuat Fahri merasa hawatir dan memilih untuk turun menyusulnya... Fahri setengah berlari menuruni tangga,, ibu mertuanya yg melihat dia,, sedikit terkejut dan bertanya.... "ada apa nak,,? kenapa kamu buru buru,,,? tanya ibu vivi... "ngga ada apa apa ko bu,,, aku hanya mau menyusul Alira di taman,, jawa Fahri... "ooo,,, ibu kira ada apa,,,? balas ibu vivi,, dan langsung melangakah menuju dapur... Fahri melihat istrinya itu semakin manja dan pecicilan,, apakah ini bawaan bayi,,? fikir Fahri,, setelah berada di belakang Alira,, Fahri hanya berdiri sambil tersenyum karna mendengar istrinya sedang mengobrol dengan bunga yg ada di depannya... "kamu memang sangat cantik dan indah,, tapi yg pastinya,, aku yg lebih cantik dari kamu,, dan aku lebih beruntung dari kamu,,,, "karna aku memiliki pasangan hidup yg saaaangat tampan,, kalau kamu,, ngga ada,, Alira berkata kata kepada bunga itu tanpa menyadari keberadaan Fahri di belakangnya.. "ehem,, ehem,, suara Fahri... "eh mas,, kamu dari tadi di situ,,,? tanya Alira dan hanya di anggukin Fahri sambil terus tersenyum... "berarti,, kamu dengar apa yg tadi aku katakan,,,? tanya Alira lagi dan Fahri kembali mengangguk,,... "jadi menurut mas gimana,,,? tanya Alira sambil medekati Fahri dengan genitnya.. "gimana apanya,,? jawab Fahri... "yaaa,,, menurut mas,, cantikan aku atau bunga itu,,,? tanya Alira sedikit kesal... "ya bunga itu memang cantik dan indah,, tapi buat aku,, kamu yg lebih cantik dan memuaskan,, jawab Fahri dan langsung mengecup bibir Alira.... "maaas,, aku suka jawaban kamu,, kata Alira sambil memaikan jari telunjuknya di dada bidang Fahri dengan genitnya... "dasar genit,, kata Fahri dan langsung menarik tangan Alira masuk ke dalam rumah.. sampainya di dalam,, Alira dan Fahri langsung menuju dapur untuk sarapan bersama ayah Ilham,, ibu Vivi,, dan Alfin,, sedangkan mas Firman dan anak istrinya sudah kembali ke rumah mereka dari pagi tadi,,, mereka ber lima menyantap sarapan tanpa ada yg bersuara ,, hanya suara sendok dan piring yg saling beradu.. selesai makan,, Fahri dan Alira langsung ke kamar untuk bersiap siap,, sebap mereka mau balik ke jakarta,, karna Alira harus kuliah dan Fahri pun harus kerja,, jadi mereka ngga bisa lama lama di bandung... Fahri yg sudah rapi,, turun dari tangga dan berpamitan duluan,, dia langsung ke mobil untuk membawa barang barang,, atau oleh oleh yg di buat ibu Vivi untuk mama Rita... selesai memasukan barang barang ke mobil bagian belakang,, Fahri berdiri di samping mobil sambil memandang istrinya yg lagi berpamitan kepada keluarganya di depan pintu sambil menangis... Fahri mengerti perasaan istrinya yg sangat sedih,, karna sudah setahun dia baru bertemu dengan keluarganya,, dan hanya satu hari sudah harus pisah lagi,, tapi mau gimana lagi,, Alira masih kuliah,, dan Fahripun tidak mau kalau istrinya harus jauh jauh darinya... selesai berpamitan,, Alira langsung melangkah menghampiri Fahri yg sedang menunggunya,, Alira selalu terlihat cantik dengan pakaian apapun yg dia kenakan,, apalagi,, betuk tubuhnya tambah berisi,, mungkin karna pengaruh hamil... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581145306164.jpg-original600webp?sign=68ece63d8908352cd5d88eea17ea00cb&t=5e72b600) Fahri membukakan pintu mobil kepada istrinya,, dan diapun memutar dan masuk ke dalam mobil,, Fahri melajukan mobilnya ke jalan raya dengan kecepatan sedang,, karna dia hawatir terjadi apa apa sama Alira dan juga kandungannya,, kalau dia melajukan mobil dengan kecepatan full seperti biasanya... sampai di jakarta tepat pukul 10 pagi,, Fahri mengantarkan Alira ke dalam rumah,, setelah itu dia langsung pergi ke kantor,, sedangkan Alira,, di suruh istirahat oleh Fahri,, karna hari itu,, mata kulia Alira tidak ada,, jadi dia hanya beristirahat di rumah mewah mereka,, dan di larang melakukan apapun oleh Fahri... di kantor,, Fahri di beritahukan oleh Refan,, kalau acara peluncuran prodak dan ponsel mereka akan di selenggarakan nanti malam,, tepat jam 8,, memang Fahri sudah mengetahuinya,, tapi Refan hanya mengingatkannya kembali sebagai asisten... setelah jam makan,, Fahri memilih untuk memesan makanan ke ruang kerjanya,, selesai makan,, dia langsung menghubungi Alira untuk memberitahukan acara nanti malam,, karna dia belum sempat beri tahu Alira,,... dan acara itu,, akan di hadiri oleh pengusaha pengusaha sukses,, artis artis dan juga model model yg terkenal... Fahri bertanya ke Alira,, untuk mau ikut ke acara atau tidak,, takutnya Alira masih belum kuat atau masih cape karna perjalanan dari bandung pagi tadi... Alira yg mendengar itu,, langsung mengiyakan untuk ikut ke acara bersama suaminya,, karna Alira ngga mau,, kalau Fahri harus ke pesta sendirian tanpa dia... karna Alira sudah trauma dengan kejadian kejadian sebelumnya,, dia trauma dengan wanita wanita yg sangat tergila gila sama suaminya itu,, sampai sampai mereka rela memberi perangsang buat Fahri,, agar mereka bisa memiliki tubuh suaminya itu... pukuk 7:30,, Fahri dan Alira sudah bersiap siap,, kemudian mereka langsung berangkat ke acara perusahan Fahri yg di hadiri orang orang besar dan terkenal itu... sampainya di acara itu,, Alira langsung di antar Refan untuk duduk bergabung dengan pengusaha pengusaha yg lainnya,, sedangkan Fahri,, dia langsung melangkah menuju panggung,, karna dia harus menyampainkan sambutan untuk membuka acara itu,,,,,... semua mata tertuju kepada Fahri di atas panggung,, terutama anak anak perempuan dari pengusaha pengusaha,, artis artis wanita dan juga model modol yg terkenal itu,, mereka semua sangat mendambakan Fahri menjadi pendamping hidup mereka.... sedangkan Alira,, dia hanya duduk manis sambil menatap suaminya yg sedang memberi sambutan di atas panggung dengan gagahnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581145306162.jpg-original600webp?sign=9bc2114b46fbef87a8a864bf58e5fb6f&t=5e72b600) Fahri selalu terlihat tampan dengan penampilan seperti apapun,, pesonanya itu membuat para wanita wanita tergila gila padanya,, tapi dia adalah laki laki yg sangat setia,, dia hanya mencintai Alira seorang... setelah selesai menyampaikan sambutan,, Fahri langsung turun dari panggung,, para wanita wanita halu itu,, ngga henti hentinya menatap laki laki tampan itu... Fahri berjalan ke arah Alira,, dia meraih tangan Alira dan kembali naik ke atas panggung,, Alira sangat cantik,, seksi dan juga anggun,, semua menatap Alira dengan heran,, karna banyak yg belum tau,, kalau Fahri itu sudah menikah... wanita wanita gila yg ada di situ,, semua menatap Alira dengan tatapan sinis,, karna selain Alira sangat cantik,, dia juga sangat dekat dengan Fahri pengusaha sukses yg sangat mereka gilai itu,, mereka yg belum tau sangat penasaran dengan Alira.... Fahri menggandeng tangan istrinya dan melangkah ke atas panggung,, Alira tersenyum santai sambil tetap lengket di lengan suaminya yg menjadi idola setiap wanita itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581145306159.jpg-original600webp?sign=5d6939eb101f803286b6ee7e9018c0a4&t=5e72b600) Fahri sangat berhati hati dalam melangkah dengan Alira,, karna gaun Alira yg panjang dan juga haihils yg Alira pakia terlalu ketinggian dan berbahaya untuk wanita hamil..... sedangkan Alira sangat nyaman dengan penampilannya itu,, karna dia sudah terbiasa dengan haihils dan baju seksi,, tapi Fahri yg tidak nyaman dan sangat hawatir.. Chapter 65 Bab 65. mama Rita terkejut melihat tingkah Fahri dan Alira... sampainya di atas panggung,, Fahri langsung memperkenalkan Alira untuk yg ke dua kalinya di depan orang banyak,, dan Alira tdak dapat berkata kata,, dia hanya tersenyum sambil menatap Fahri dengan haru sampai matanya berkaca kaca... Alira sangat bahagia,, karna Fahri tidak hanya memperkenalkan dirinya namun juga anaknya yg masih berada dalam kandungannya itu,, Fahri menyatakan kehamilan Alira sambil menyentuh perut istrinya yg masih rata itu... setelah acara selesai tepat pukul 10:30 malam,, Fahri dan Alira langsung pulang ke rumah,, Alira yg masih merasa lapar,, langsung ke dapur dan mengabil makanan untuk makan,, sedangkan Fahri langsung ke kamar untuk berganti pakaiannya... kemudian Fahri ke ruang olahraganya dan barbelan,, begitulah Fahri,, dia berolah raga biarpun di malam hari,, palagi dia tadi makan di acara bersama tamu tamunya,, dia ngga bisa langsung tidur kalau baru selesai makan,, karna dia selalu menjaga kesehatannya.. sedangkan Alira,, mungkin karna bawaan hamil,, dia jadi doyan makan,, tadi dia sudah makan di acara bersama Fahri,, tapi karna ada tamu tamu suaminya,, jadi dia hanya makan sedikit,, jadi sampai rumah,, dia makan kembali lagi,,.... di saat Alira sedang menyantap makanannya,, tiba tiba bi Ina datang dan terkejut mrlihat Alira yg sedang makan di meja makan sendirian... "non,, ko ngga panggil bibi,, biar bibi siapin makanannya... "ngga apa apa bi,, tinggal ambil doang,, aku bisa sendiri ko bi,, bibi ngga usah repot repot,, sudah sana istrahat aja bi,,.. kata Alira dan terus melanjutkan makannya... bi ina melangkah ke arah kamarnya sambil berfikir,, dia tidak habis fikir dengan majikannya itu,, anak orang kaya,, menantu orang kaya,, tapi dia sangat baik dan rendah hati,, ngga banyak tingkah,, ngga nyuruh nyuruh,, malahan selalu membantu pekerjaan pembantunya kalau dia ada waktu. selesai makan,, Alira langsung ke kamarnya untuk ganti pakaiannya,, dia sengaja memakai pakaian seksi untuk menggoda suaminya,, sampainya di depan pintu,, dia berjalan memasuki ruang olahraga suaminya sambil melenggak lenggok tubuhnya yg indah dan seksi itu,, dan dia berdiri di depan suaminya dengan gaya centilnya .... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581228651836.jpg-original600webp?sign=aa6af747c43503bb4a357f9f5915bf42&t=5e72b600) sedangkan Fahri yg sedang terlentang di atas kursi panjang yg terdapat di ruangan itu dengan bertelanjang dada,, hanya menatap istrinya yg menggoda itu dengan tatapan yg tidak bisa di artiakan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581228651833.jpg-original600webp?sign=3cd9724e09cc2bb7d95ae182362ae192&t=5e72b600) "kamu mau menggodaku,,,? tanya Fahri... "ngga,, tapi kalau kamu merasa tergoda,, ya itu wajar,, karna aku memang sangat menggoda,, kata Alira sambil menatap Fahri dengan tatapan genitnya... "aku memang merasa tergoda,, dan jangan kamu salahkan aku kalau aku udah ngga bisa untuk menahan diriku lagi,, kata Fahri sambil melangkah menghampiri Alira... Fahri menggendong tubuh seksi istrinya dan membawanya ke atas kursi panjang itu,, Fahri membaringkan Alira di sana,, sedangkan Alira hanya pasrah dan menatap suaminya dengan tatapan menuntut... Fahri melepaskan semua pakain Alira,, setelah itu dia menatap Alira dari ujung rambut sampai ujung kakinya,, Fahri menggelengkan kepalanya saat melihat pemandangan yg sangat indah itu,, dengan segera,, dia menindih tubuh Alira dan langsung melumat bibir seksi istrinya itu... setelah puas di bibir,, Fahri turun ke leher dan dada Alira yg makin padat itu,, Fahri melumat gunung kembar itu bergantian dengan rakusnya,, setelah puas di sana,, dia kembali turun ke perut dan kemudian turun dan bersemayam di Alira yg sudah sangat basah itu.... karna saking rindu sama menantunya,, mama Rita memintah papa Indra untuk ke rumah Fahri,, kebetulan jarak rumah mereka tidak telalu jauh,, jadi hanya beberapa menit mereka pun sampai,, karna papa Indra melajukan mobil dengan kecepatan penuh... sampainya di rumah Fahri,, mama Rita dan pala Indara masuk setelah di bukakan pintu oleh bi Ina,, setelah itu mama Rita langsung naik ke lantai tiga untuk mencari Fahri dan Alira,, karna kata bi Ina,, Fahri dan juga Alira baru saja naik ke atas,,..... sampainya di lantai tiga,, mama Rita tidak menemukan keberadaan mereka,, akhirnya mama Rita menuju ke ruang olah raga Fahri,, karna dia tau kebiasaan putranya itu sering berolahraga sebelum tidur..... sampainya di depan pintu,, mama Rita terkejut dan langkahnya langsung tertahan,, dia mendengar suara desahan Alira yg sangat keras dari dalam,, mama Rita merasa bingung dan bertanya dalam hatinya... "olah raga apa yg mereka lakukan,,,? tanya mama Rita dalam hati... karna penasaran,, akhirnya mama Rita mengintip karna pintunya tidak terkunci dan sedikit terbuka,, di saat mama Rita mengintip,, dia langsung kaget sampai mulutnya terbuka lebar dengan mata yg terbelalak,,.... mama Rita tidak bisa bersuara apalagi melangkah,, dia tidak menyangkah,, putranya yg anti jorok itu,, sedang melakukan sesuatu yg sangat jorok di dalam sana... dia melihat putranya itu sedang menikmati tubuh istrinya dari atas sampai bawah dengan rakusnya,, sedangkan Alira,, hanya pasrah dan mendesah dengan kerasnya... "aaaah,,,,aaaah,,,,,aaaaaaah,,,,maaas,,,,aaaah,,, "akuuuu,,, aku mau pipis maaaas,, teriak Alira karna cairan nikmatnya sudah keluar dan langsung di sapu bersih oleh Fahri dengan lidahnya dan meneguknya... karna merasa malu dan jijik,, mama Rita langsung berbalik dan turun ke lantai satu menemui suaminya yg sedang menunggunya... "pa,, ayo kita pulang,, ajak mama Rita... "mama udah ketemu mereka,,,? tanya papa Indra,,... "mereka sudah tidur pa,, biar besok aja mama balik lagi ke sini,, jawab mama Rita... dan mereka langsung pulang,, dalam perjalanan,, mama Rita tidak habis fikir dengan kerakusan anaknya itu,, dia tidak menyangka,, anaknya yg ngga pernah mengenal perempuan sebelumnya bisa memperlakukan istrinya dengan serakus itu.. tetapi mama Rita kembali berfikir,, bagaimana anaknya tidak serakus itu,, kalau tubuh istrinya montok,, mulus dan putih seperti itu,, karna mama Rita melihat dengan jelas tubuh Alira tadi,, karna tidak ada sehelai benangpun yg menutupi tubuhnya,, kalau Fahri dia hanya bertelanjang dada dan masih memakai celana panjangnya... "dasar anak anak jaman sekarang,, gumam mama Rita dalam hati... "ada apa ma,,? tanya papa Indar karna melihat istrinya yg sedang bengong itu... "ngga ada apa apa ko pa,,, jawab mama Rita berbohong... sedangkan Fahri dan Alira yg sudah selesai bertempur,, langsung melangkah keluar dengan posisi Fahri menggendong Alira sambil berjalan menuju kamar mereka di lantai tiga dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan air hangat dan setelah itu langsung tidur dengan nyenyaknya.... Chapter 66 Bab 66. kehebohan teman teman Alira... pukul 6:30 Alira dan Fahri sudah bangun dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk mandi,, begitulah kebiasaan mereka sekarang ini,, mandi bersama dalam kamar mandi dengan sama sama tidak memakai apa apa,,..... mereka sudah tidak malu lagi,, mungkin karna sudah terbiasa,, tapi mereka tetap saja mandi terpisah,, Alira di dalam bethroom,, sedangkan Fahri di bawah shower,,,...... selesai mandi,, Alira dan Fahri langsung berpakaian,, setelah itu mereka langsung turun menuju dapur untuk sarapan.... selesai sarapan,, Fahri dan Alira langsung berangkat menuju kampus,, Fahri mengantarkan Alira setelah itu,, dia langsung ke kantornya,, sampainya di kantor,, Fahri mendapat kabar yg sangat menggembirakan dari Refan dan Sinta,,..... Refan dan sinta memberitahuka Fahri kalau produk dan ponsel dari perusahan mereka berhasil menarik perhatian masyarakat sampai ke luar negri,, dan sudah ada banyak tawaran kerjasama dari perusaham perusahan besar dari luar negri... karna keberhasilan yg mereka capai,, membuat Fahri sangat senang,, karna dia mendapatkan apa yg dia mau,, yaitu kehamilan Alira dan juga kesuksesan dalam usahanya,, dan itu semua dia raih dengan jerih payah dan kerja kerasnya sendiri... untuk merayakan keberhasilan mereka,, Fahri mengudang Refan,, Sinta dan yg lainnya untuk makan malam di rumahnya... Alira yg sudah masuk ke ruangannya di sambut heboh sama teman temannya,, mereka sangat heboh karna mengetahui kehamilan Alira yg Fahri publikasikan semalam di acara perusahan Fahri,, dan di siarkan di tv,, teman temannya menyerang Alira dengan berbagai macam pertanyaan,,....... "lir,, kamu udah mau jadi ibu ya,,,? tanya Amel... "iya,, dan kita jadi tante dong,, sambung Sifa.. "iya benar benar,, kita akan jadi tante,, tambah Ara dengan semangatnya.... "berarti kita akan jadi om dong,, tambah bima,,,.... sedangkan Agus yg juga ada di situ hanya diam sambil tersenyum mendengar pembicaraan teman temannya itu,, Agus memang sangat mencintai Alira,, tapi dia tidak mau mengharapkan Alira lagi setelah dia tau kalau Alira dan Fahri sudah menikah.. setelah selesai menerima mata kuliah,, Alira dan teman temannya langsung beranjak ke kantin,, termasuk Meymey yg baru selesai menerima mata kuliahnya dan langsung menghampiri mereka,,..... sampai di kantin,, semua mahasiswi yg ada di sana menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, karna acara Fahri semalam itu,, di tayangin di tv,, dan di koran,, jadi samua pada tau.... tapi Alira seperti biasanya tetap santai dan cuek tanpa memperdulikan wanita wanita halu itu,, "Lir,, kamu kan sudah hamil ni skarang,, masa kamu ngga ngerayain sih,,,? kata Meymey... "iya Lir,, traktir makan ke,, sambung Sifa... "iya iya,, ngga usah banyak banyak,, kita ber lima aja,, tambah Amel bersemangat... "ya udah kalau gitu,, aku traktir makan malam,, tapi di rumah aku aja ya,,,! soalnya aku ngga akan di izinin keluar nanti,,, jawab Alira... "iya iya ngga apa apa ko,, jawab teman teman Alira... pukul 12:30,, Alira dan teman temannya sudah pulang karna mata kuliahnya sudah selesai,,.... sedangkan Fahri sudah berada di depan kampus untuk menjemputnya,, karna sekalian mau memberirahukan Alira soal persiapan buat makan malam bersama kariawannya di rumah mereka nanti malam... Fahri terlihat sangat gagah,, di tambah dengan mobil mewahnya itu,, jadi menyita perhatian orang orang yg ada di sekitar situ.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581267362377.jpg-original600webp?sign=1a162f654c844d3b272290b4f1b1e859&t=5e72b600) Fahri tidak mengabari Alira kalau dia akan menjemputnya,, biasanya Alira di jemput oleh supir mereka kalau pulangnya di jam seperti ini,, Fahri hanya sering mengantar Alira itu pun kalau Alira kuliahnya pagi,, kalau ngga berarti di antar supir.... Alira yg melihat Fahri yg berdiri di samping mobil putihnya itu merasa sangat kaget,, karna ngga biasanya Fahri pulang di jam segini,, dan tiba tiba Alira berpamitan kepada teman temannya untuk pergi duluan,,.... teman teman alira dan yg lainnya yg ada di situ,, semua pandangan mereka tertuju kepada Fahri,, apalagi mereka sudah mengetahui tentang kehamilan Alira,, wanita mana sih,, yg ngga mau mengandung dari laki laki setampan dan sesempurna Fahri... setelah berpamitan kepada teman temannya,, Alira langsung melangkah menghampiri suaminya yg sedang menatapnya dari sana,,....... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581267362351.jpg-original600webp?sign=cf63cfbc2248daef1ecbd08c72931e73&t=5e72b600) "mas,, ko tumben,,,? tanya Alira setelah berada di depan Fahri... "soalnya ada yg mau mas sampaikan,, jawab Fahri... "ayu masuk,,,! tambah Fahri... Fahri melajukan mobilnya menuju rumah mereka,, dalam perjalanan,, Alira teringat dengan perkataan Meymey di kampus tadi,, sejenak Alira berfikir dan tiba tiba mulutnya terbuka saking kagetnya... "ada apa kamu,,,? tanya Fahri... "Alira,, ada apa,,,? tambah Fahri,, karna Alira tidak menjawabnya sama skali... "mas,, kata Meymey,, semalam papa dan mama ke rumah sekitar jam 1 malam... "apa,,,? papa sama mama ke rumah,,,? tapi ko kita ngga tau,,? tanya Fahri... "iya mas,,, jangan jangan mereka melihat kita semalam,, kata Alira dengan wajah cemberutnya... "ya biarin aja,, jawab Fahri santai... "ko biarin sih mas,,, aku kan malu kalau di lihatin lagi gituan,, nanti apa fikiran mama terhadap aku...?.. kata Alira... Fahri kembali memikirkan apa yg di katakan Alira barusan,, apalagi semalam itu Fahri melakukannya dengan begitu rakusnya,, karna sudah beberapa hari mereka tidak bisa melakukannya,, jadi Fahri seperti orang kelaparan yg ngga makan beberapa hari... sampai rumah,, Fahri dan Alira langsung menanyakan tentang kedatangan papa Indra dan mama Rita semalam kepada bi Ina... "bi,, semalam papa sama mama kemari ya,,,? "iya non,, jawab bi Ina... "jam brapa mereka ke sini bi,,,? tanya Fahri... "sekitar jam satu gitu den,,, jawab bi Ina... "trus,, tanya Alira... "tuan tunggu di sini,, dan nyonya naik ke atas,, tapi tidak berapa lama,, nyonya turun dan mengajak tuan untuk pulang,, jawab bi Ina.. setelah mendengar penjelasan bi Ina,, Fahri dan Alira saling menatap tanpa berkata kata.. "ya udah kalau gitu bi,, aaa dan satu lagi bi,, ngga usah masak buat makan malam ya,, nanti kita pesan aja dari restoran,, karna sebentar nanti,, ada acara makan malam di sini bersama kariawanku,, kata Fahri... "ko mas ngga bilang bilang aku sih,,? protes Alira... "yaaa,,, rencananya aja baru tadi,, ini baru mas mau kasih tau... "tapi aku juga,, mua ajak teman teman aku buat makan malam di sini mas,, soalnya mereka meminta aku buat rayain kehamilan aku,,, kata Alira... "ya udah,, gabung aja sama sama,, atau kamu mau,, kamu di rumah sama teman teman kamu,, dan mas di restoran sama kariawan,,, kata Fahri sambil melirik Alira... "enak aja,, ngga mau,, ketus Alira... Fahri hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya,, karna dia sudah tau kalau Alira ngga akan ngijinin dia keluar sama teman temannya tanpa Alira di samping... Chapter 67 Bab 67. Tania tidak pernah menyerah untuk mencari perhatian Fahri pukul 8 malam,, teman teman Alira maupun Fahri sudah tiba di rumah mereka,, Memey yg berpapasan dengan Refan jadi salah tingkah dan malu malu,, Refan sedikit merasa aneh dengan kelakuan Meymey,, tapi dia tidak terlalu meperdulikannya.... mereka di sambut oleh Fahri dan Alira dengan segala jamuan yg sudah di siapkan,, mereka memilih untuk makan bersama sama terlebih dulu di dapur,, karna para bibi sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.. selesai makan,, mereka semua naik ke lantai dua,, karna di sana ada mini bar dan tempat karoke,,,,,.... teman Alira yg datang,, hanya Sifa,, Amel,, Ara dan Meymey,, sedangkan teman teman Fahri,, ada sekitar 10 orang yg datang termasuk Refan,, Sinta,, dan Tania,, karna selain beberapa kariawannya,, Fahri juga memberitahukan beberapa teman dekatnya di kampus.... sebenarnya Alira sangat tidak suka dengan Tania,, tapi biar bagaimanapun,, dia harus menghargainya sebagai teman Fahri,, tapi Alira juga tidak akan membiarkan wanita ular itu mendekati suaminya,, jadi dia tetap harus waspada..... di saat yg lainnya sudah naik ke lantai dua,, Alira dan Meymey masih berada di dapur mempersiapkan beberapa macam buah untuk mau mereka bawah ke atas... Fahri dan yg lainnya yg sudah berada di lantai dua,, langsung menuju ke ruangan yg sudah di persiapkan dengan segala minuman dan cemilan yg tersedia,,... mereka langsung duduk masing masing di sofa yg sudah di atur untuk mereka semu,, yg belum duduk hanyalah Tania,, dia hanya berdiri berpura pura melihat ke sana ke mari,, tapi diam diam dia melirik sofa yg di duduki Fahri,, karna hanya Fahri yg dudu di sofa itu... dengan tidak tau malunya,, Tania langsung melangkah menuju sofa itu sambil menarik tangan ke dua sahabat perempuannya yg juga ikut,, dan mereka langsung duduk di samping Fahri,, padahal masih ada sofa sofa yg lain yg masih kosong,, Tania tidak pernah mau menyerah mengejar dan mengharapkan Fahri.... Fahri yg lagi asik mengobrol dengan teman temannya yg lain,, tidak menyadari keberadaan Tania di sampingnya,, sedangkan Tania tambah merapatkan dirinya ke dekat Fahri.... Alira dan Meymey sudah menuju lantai dua menggunakan lift,, Alira melangkah sambil mengobrol dengan Meymey,, tapi tiba tiba,, matanya terasa panas,, dadanya terasa sesak karna melihat suaminya duduk bersebelahan dengan wanita ular itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581432962538.jpg-original600webp?sign=184039aca5eb820892d5f66be6b89a8e&t=5e72b600) tapi Alira mencoba mengontrol emosinya,, dia ngga mau merusak acara mereka itu,, apalagi di situ ada teman temannya dan juga teman teman suaminya.... Alira terus melangkah dan dia sudah bisa sedikit mengontrol emosinya,, setelah Meymey selesai meletakan buah di atas meja,, Alira dan Meymey langsung duduk di sofa yg di duduki Refan dan Sinta,,.... Alira dan Meymey masing masing duduk di pinggiran kanan dan kiri sofa itu,, karna Refan dan Sinta duduk di tengahnya..... Fahri yg melihat Alira duduk di samping Sinta,, jadi bingung dan heran,, dan setelah dia melirik ke sampingnya,, dia melihat ada Tania yg sedang mengobrol dengan ke dua temannya di sampingnya,, karna satu buah sofa hanya memuat 4 orang... Fahri kembali memandang wajah Alira,, dan dia menyadari dan mengerti apa yg terjadi,, karna Alira tidak sama skali meliriknya,, dia lebih memilih mengobrol dengan Sinta secrestaris Fahri yg berada di sampinya... sedangkan Meymey yg berada di samping Refan,, memilih mengobrol dengan Sifa,, Ara dan Amel yg duduk di sofa sebelahnya,, karna dia tidak berani untuk menatap Refan yg berada di sampingnya itu.... sedangkan Fahri yg sudah menyadari tingkah istrinya itu sudah tidak betah di tempat duduknya,, akhirnya dia berdiri sambil melipat ke dua tangannya di dada sambil memandang istrinya,, dan dia memutuskan untuk pindah ke samping Alira.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581432962532.jpg-original600webp?sign=bf6514a8540696687e28321dfcb5b548&t=5e72b600) tapi di saat dia hendak melangkah,, Tania sudah meraih samping bajunya dan berkata.... "Fa mau ke mana,,,? duduk di sini aja,, semua udah penuh lo,,, kata Tania sambil terus memegang samping baju Fahri... sedangkan Alira yg melihat semua itu makin emosi,, jantungnya berdetak dengan kencangnya,, rasa rasanya dia mau mencakar wanita tidak tau malu itu,, tapi untung saja Fahri segera menarik diri dari Tania dan berkata... "aku mau duduk sama istriku,, jawab Fahri santai dan melangkah mendekati Alira yg sudah memerah mukanya itu... sampainya di depan Alira,, Fahri meminta kepada Sinta untuk berganti tempat duduk,, Sinta yg sudah mengerti keaadaannya,, dengan senang hati berdiri dan segera melangkah kemudian duduk di samping Tania,, dan Fahri duduk di samping Alira... Tania sangat kesal mendapatkan penolakan dan perlakuan dingin dari Fahri,, apalagi di saat dia melihat Fahri yg duduk di samping Alira langsung mengecup kening Alira dan mengusap perut rata Alira itu... sedangkan Alira hanya terdiam karna dia masih sangat kesal dengan wanita tidak tau malu itu,, Fahri yg sudah sangat faham sifat istrinya itu,, mendekatkan mulutnya ke telinga Alira dan berbisik... "aku tetap milikmu sayang,, kamu ngga usah ragukan aku,, hanya kamu yg aku cintai dan hanya kamu yg aku inginkan... mendengar kata kata Fahri,, akhirnya Alira luluh juga,, dia tersenyum memandang wajah tampan suaminya itu dan mengusapnya dengan lembut,, semua yg melihat itu langsung tersenyum kecuali Tania,, dia sangat kesal sampai mukanya memerah seperti kepiting goreng... setelah itu,, mereka langsung memulai dengan acara minum minum dan karoke,, yg laki laki memilih untuk meminum anggur,, sedangkan para wanita,, meminum jus dan makan cemilan sambil mengobrol... beberapa menit kemudian,, para laki laki sudah memerah wajah mereka karna pengaruh minuman yg mereka minum,, karna sudah sedikit mabuk,, akhirnya mereka karoke tanpa ada rasa canggung... sedangkan para wanita hanya meminum jus dan makan cemilan sambil mengobrol,, Meymey asik mengobrol dengan Amel dan Sifa yg berada tepat di dekatnya,, tapi duduknya sangat tidak nyaman,, karna dress yg dia pakai terlalu pendek di atas lututnya,,.. dan Refan yg baru selesai menyanyi,, tidak sengaja melihat paha Meymey yg sedikit kelihatan,, dia melihat Meymey yg sejak tadi seperti tidak nyaman dengan pakainnya,, akhirnya Refan melepaskan jaket yg dia pakai dari badannya dan menutupi paha Meymey yg kelihatan itu. Meymey kaget dan langsung menatap Refan,, jantungnya berdetak kencan di saat matanya berpapasan dengan mata Refan yg sedang menatapnya juga,, dengan mata sayu karna sudah sedikit mabuk... dengan cepat dia langsung membuang mukanya dari Refan,, karna dia takut Refan menyadari kegugupannya,,..... "lain kali,, kalau ke acara atau apapun,, jangan pakai pakain yg membuatmu ngga nyaman,, bisik Refan di telinga Meymey,,.. dan membuat Meymey langsung merinding,, karna bibir Refan sedikit menyentuh kupingnya,, nafas Meymey hampir terhenti saking gugupnya... Alira yg melihat mereka hanya tersenyum sambil mencubit perut Fahri,, sedangkan Fahri yg sedang asik mengobrol dengan Rian temannya sekaligus pacarnya Ara,, jadi kaget dan menatap istrinya,, Rian dan Ara pun ikut menatap Alira... Alira yg di tatap Fahri,, Rian dan Ara langsung memberi kode kepada ke tiga orang itu dengan mamujukan bibirnya ke arah Refan dan Meymey... merekapun tersenyum,, karna Ara juga sudah menceritakan tentang perasaan Meymey ke Refan,, Refan itu sepupunya Fahri,, papa Refan adalah saudara mama Rita,, dan dia juga bersahabat dengan teman teman Fahri yg lainnya,, tapi umurnya lebih tua 3 tahun dari Fahri... Chapter 68 Bab 68. Fahri merasa sedih dengan keadaan Alira... Alira merasa lucu dengan tingkah Meymey,, dan dia ingin sekali Meymey dan Refan tambah dekat,, karna Meymey sudah sangat menyukai Refan,, tapi Refan entah tidak peka atau pura pura tidak peka,, selalu bersikap biasa saja menghadapi Meymey yg selalu salah tingkah di hadapannya itu... pukul 11:30 malam,, mereka sudah bubar dan teman teman Alira maupun Fahri sudah beranjak untuk pulang..... satu persatu dari mereka sudah berlalu dengan mobil mereka masing masing,, Amel pulang dengan mobil Sifa,, karna rumah mereka searah,, sedangkan Ara dengan Rian,, dan karna Meymey tidak ada jemputan dan tidak searah dengan siapapun,, di antar oleh Refan karna permintaan Fahri dan Alira.. setelah semuanya pergi,, Fahri langsung menggendong tubuh istrinya itu dan naik ke kamar mereka menggunakan lift,, sampainya di kamar,, Fahri maupun Alira langsung menuju kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka,, selesai itu,, mereka langsung memilih untuk tidur.... dalam perjalanan pulang,, Meymey tidak mengucapakan satu kata pun,, begitupun dengan Refan,, apalagi sifat Refan hampir sama dengan Fahri,, dia sangat cuek dan pendiam,, dia tidak akan banyak bicara kalau tidak untuk masalah yg penting... Refan ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581441222551.jpg-original600webp?sign=bd59827a0d737b24a2bf8a7c2da22064&t=5e72b600) dalam diam,, Meymey berfikir untuk mencoba menghilankan rasanya kepada Refan,, karna dia berfikir,, mungkin Refan sudah punya kekasih sampai dia secuek itu. Meymey. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581441222549.jpg-original600webp?sign=dd6345d78c56d6f1e40fce989808ca1d&t=5e72b600) Meymey tidak ingin mengharapkan cinta yg tiada pasti dari Refan,, dia tidak mau membuang buang waktunya untuk laki laki yg sama skali tidak mencintainya... setelah sampai di depan rumah,, Refan menghentikan mobilnya,, dan berkata... "turunlah,, karna aku mau balik... dengan perasaan yg kecewa,, Meymey meraih pintu mobil dan hendak membukanya,, tapi belum sempat pintu mobil terbuka,, Refan dengan segera menarik lengan Meymey dan melumat bibir seksinya itu,, Meymey sangat terkejut dengan tindakan Refan itu... mata Meymey terbelalak saking kagetnya,, dia tidak membalas ciuman Refan tapi dia pun tidak menolaknya,, karna merasa tidak di balas ciumannya,, akhirnya Refan melepaskan ciumannya dan menatap Meymey dengan mata sayunya sambil berkata...... "mengapa kamu tidak membalas ciumanku,, bukannya ini yg kamu inginkan,,,? mendengar perkataan Refan,, Meymey tambah salah tingkah,, dan dengan gugupnya Meymey mencoba untuk besuara... "aku,,, aku,, Meymey berkata dengan suara yg terbata bata dan langsung di potong oleh Refan.... "kamu kenapa,,,? kamu menyukaiku kan,,,? tanya Refan yg membuat Meymey hampir serangan jantung... "siapa bilang aku menyukaimu,,,? tanya balik Meymey... "aku yg bilang,, jawab Refan santai... "aku juga mencintaimu,, mau ngga kamu jadi calon istriku,,,? tanya Refan... di saat Meymey belum sempat menjawab pertanyaannya,, Refan sudah kembali melumat bibir tipis Meymey,, dan kali ini Meymey langsung membalasnya,, selama beberapa menit mereka saling melumat,, akhirnya Meymey memalingkan mukanya dan segera memeluk tubuh Refan sambil berkata,,,,,..... "aku mau.... setelah itu,, Meymey langsung turun dan berlari memasuki rumah dengan tersipu malu,, sedangkan Refan hanya tersenyum dan langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya... pukul 6:30 Alira sudah terbangun,, karna dia merasa mual,, dia segera turun dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi,,... sedangkan Fahri yg masih tertidur,, langsung terbangun karna mendengar suara Alira di dalam kamar mandi yg muntah muntah... "uuweeek,, uuweeek,,, Alira muntah berulang ulang,,.... Fahri yg terkejut,, langsung berlari ke dalam kamar mandi dan segera meremas remas pundak Alira perlahan lahan,, dan setelah selesai muntah berulang ulang,, Alira langsung berbalik dan menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil menatap Fahri dengan berlinang air mata... "kamu kenapa sayang,,,? tanya Fahri sambil mengusap ngusap kepala Alira... "aku lemas bangat mas,,, hiks.... hiks... "yg sabar ya,,! nanti mas akan menanyakan obat untuk mengurangi muntah muntah kamu ke dokter Rani... kata Fahri... Fahri sangat sedih melihat istrinya yg setiap pagi seperti itu,, dia memeluk Alira dan mengecup kening Alira berulang ulang,, dan setelah Alira sudah merasa enakan,, dia langsung ingin mandi,, katanya biar segar... dan Fahri,, dia memilih untuk keluar karna dia ingin menghubungi dokter Rani temannya itu untuk menanyakan solusi mengenai muntah muntah Alira.... ("halo Ran,,, sapa Fahri... ("iya Fa,, ada apa telfon pagi pagi... ("gini Ran,, Alira sudah beberapa hari ini,, setiap pagi dia muntah muntah sampai dia lemas dan nangis,,... ("aku mau nanya,, ada ngga obat untuk mengurangi rasa mulnya,, tanya Fahri... ("gini Fa,, itu pembawaan hamil,, dan istrimu itu ngga bisa sembarangan minum obat,, apalagi kemarin dia masuk rumah sakit,, dan mengakibatkan janinnya lemah... jelas Rani.. ("iya juga ya Ran,, kata Fahri... ("iya,, biarin aja,, nanti juga berhenti dengan sendirinya... jawab Rani... ("ya udah kalau gitu Ran,, kata Fahri dan langsung mengakhiri sambungan telfonnya... Fahri terduduk di samping ranjang dengan wajah lesunya sambil memikirkan istrinya yg setiap hari harus tersiksa seperti itu,,... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581441222553.jpg-original600webp?sign=78237bf1a0fb4ea4bc0f3b715949a0bb&t=5e72b600) dan tidak berapa lama,, Alirapun keluar dengan wajah dan tubuh yg sudah segar dan bersemangat,, dia melangkah mendekati Fahri dan langsung dudu di pangkuan Fahri dengan kedua tangannya dia lingkarkan di leher Fahri sambil berkata... "mas,, sebentar malam nanti aku mau jalan jalan,, tapi ngga mau pakai mobil,, kata Alira. "aku maunya jalan kaki berdua sama mas aja,, tambah Alira... "ya udah,, sebentar nanti mas pulangnya sekitar jam 5 sore,, dan malamnya kita berdua jalan jalan,, jawab Fahri... "satu lagi mas,,, kata Alira... "apa,,,? tanya Fahri... "aku mau mas breokan,, tapi ngga boleh tebal tebal,, kata Alira dan membuat Fahri terkejut... "apaaaa,,,,? breokan,,,? tapi mas ngga suka ada bulu di wajah mas,, jawab Fahri... "tapi aku kan suka,, aku pengen lihat mas breokan,, rengek Alira... "ya udah kalau gitu,, nanti mas breokan,, jawab Fahri pasrah... karna merasa puas dengan jawaban suaminya,, Alira langsung berdiri dan melangkah menuju lemari dengan senyum lebar di wajah cantiknya itu,, sedangkan Fahri,, dia melangkah menuju kamar mandi dengan wajah cemberutnya..... karna Fahri sangat tidak suka kalau ada bulu di wajahnya,, tapi mau dnn tidak mau,, dia harus mengikuti kemauan Alira,, karna dia ngga mau Alira sedih,, apalagi setiap pagi Alira selalu tersiksa dengan rasa mual mual dan muntah,, setidaknya mengikuti keinginannya bisa membuatnya senang... Chapter 69 Bab 69. Alira dan Fahri kembali bertengkar... selesai mandi dan berpakaian rapi,, Fahri dan Alira langsung sarapan dan kemudian berangkat menuju kampus,, mereka memasuki kampus bersama sama,, karna hari ini ada mata kulia Fahri,, mata kulia Fahri dalam satu bulan hanya tiga kali pertemuan.. selesai mengikuti mata kuliahnya,, Fahri langsung melangkah menuju ruangan Alira,, tapi Alira masih mengikuti mata kuliahnya,, akhirnya Fahri memilih untuk langsung ke kantornya,, dan dia memberitahukan Alira lewat sms,, biar Alira tidak mencarinya.... Alira yg menerima pesan dari suaminya hanya tersenyum,, dia sangat bahagia,, karna dengan kehamilan ini,, Fahri jadi perhatian dan menghawatirkannya setiap waktu... pukul 2:30,, Alira dan teman temannya sudah melangkah keluar dari gedung kampus yg besar itu,, mereka melangkah menuju parkiran,, di sana sudah ada supir yg sedang menunggu Alira,, karna dia sudah menghubungi supirnya sejak tadi untuk menjemputnya.... sedangkan Fahri yg berada di kantor,, sedang menyiapkan berkas berkasnya untuk perjalanan bisnisnya besok ke Jerman,, Fahri mendadak harus berangkat bersama Refan besok siang ke Jerman karna ada pekerjaan penting yg tidak bisa di tunda.... sampainya di rumah,, Alira langsung makan siang,, dan selesai makan,, Alira bergegas pergi ke salon untuk melakukan perawatan wajah dan juga tubuhnya,, setiap satu minggu Alira selalu ke salon langganannya itu,, dan dia tidak perna melewatkannya... pukul 4:30,, Fahri sudah sampai di rumah,, dia mencari cari keberadaan Alira tapi Aliranya tidak ada,, akhirnya Fahri menelfonnya.... ("kamu di mana,,,? tanya Fahri setelah Alira menjawab telfonnya... ("aku di salon mas,, tapi udah selesai ko,, jawab Alira... ("pulangnya pakai apa,,,? tanya Fahri... ("taksi aja mas,, soalnya pa supirnya sudah ku suruh pulang,, karna dia lagi kurang sehat mas,, jawab Alira... ("tunggu aja di situ,, nanti mas jemput,, kata Fahri... ("iya sayang,,, jawab Alira dan langsung memutuskan sambungan telfonnya... sampainya di salon langganan Alira,, Fahri memilih untuk tunggu di luar,, karna di dalam sana semuanya wanita,, dan Alira masih membayar biyaya perawatannya di kasir... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581579064561.jpg-original600webp?sign=dc185b515cd9e61120e0bb6023535152&t=5e72b600) Alira melangkah ke luar tanpa tau kalau Fahri sedang menatapnya dengan senyuman yg terukir di wajah tampannya itu,, Fahri tersenyum melihat istrinya yg makin cantik,, apalagi akhir akhir ini,, berat badannya mulai naik,, jadi dia terlihat makin montok dan seksi,, dan membuat Fahri makin tergoda... Alira melangkah dengan anggunnya,, dia sangat merasa legah setelah melakukan perawatannya,, dan di saat dia menatap ke arah depan,, ada laki laki tampannya yg sedang berdiri dan tersenyum kepadanya... Alira langsung menghentikan langlahnya dan bersandar di dinding gedung itu sambil membalas senyum suaminya itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581579064565.jpg-original600webp?sign=4a518b1d49d3d542e425d5f91f1af17c&t=5e72b600) Alira membuka lebar ke dua tangannya sambil memasang wajah seperti anak kecil yg minta di gendong,, Fahri yg sudah sangat faham sifat manja istrinya itu,, langsung melangkah maju mendekati istrinya,, dan memeluk tubuh indah itu.... "mas,,, aku mau gendoooong,,, rengek Alira dalam pelukan Fahri,,... ada banyak orang di sekeliling mereka,, karna salon itu terdapat di depan mall,, semua mata yg ada di situ tertuju ke arah Fahri dan Alira,, apalagi ada gambar Fahri yg tergantung besar di depan mall itu..... Fahri sangat terkenal,, karna dia adalah pengusaha mudah yg sangat sukses,, dan dia adalah pemilik mall tersebut,,..... "maaaas,, aku mau gendong,, rengek Alira lagi.... "tapi ini ada banyak orang sayang,, apa kamu ngga malu,,,? bisik Fahri di telinga Alira.. "kenapa aku harus malu,,? memangnya aku gendong di suami orang,,,? jawab Alira... "memangnya mas malu kalau gendong aku,,,? tanya Alira yg sudah melepaskan pelukan Fahri dan menatap Fahri dengan tatapan cemberutnya... "ngga ko,, ya udah,, sini mas gendong,, jawab Fahri karna dia sudah melihat Alira yg mulai ngambek... akhirnya Fahri menggendong Alira dan semua yg ada di situ tersenyum melihat tingakah bos mudah dan tampan yg menggendong istrinya yg manja itu... sampainya di mobil,, Fahri menurunkan Alira di samping mobil dan membukakan pintu untuknya,, setelah Alira masuk mobil,, Fahri pun berjalan memutar kemudian masuk dan duduk di balik kemudi.... mereka langsung pulang ke rumah,, sampainya di rumah,, mereka langsung ke kamar mereka,, Fahri segera melepaskan jaketnya dan memilih untuk berbaring di atas tempat tidur,, sedangkan Alira sedang berganti pakaian,,...... selesai bergati pakaian,, Alirapun naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping suaminya yg sedang terlentang itu,, dan kepalanya dia letakan di atas dada Fahri... "lira,, ada yg ingin mas katakan,, kata Fahri sambil menatap ke atas... "apa,,? katakan saja,,,! jawab Alira tanpa menatap Fahri... "besok mas mau ke Jerman sama Refan,, ada urusan bisnis di sana,,,... "apa,,,? teriak Alira sambil mengangkat mukanya menatap Fahri... "brapa lama,,,,? tanya Alira dengan wajah yg sudah cemberut... "mungkin 5 hari,,, jawab Fahri... "ko 5 hari,, dan di sana pasti ada Bela juga... kata Alira... "iya ada Bela,, kan dia juga punya saham di sana,, jawab Fahri... "ko mas baru bilang skarang sih,,,? protes Alira... "karna mas juga baru di kasih tau,,, jawab Fahri... Alira yg sudah ngambek,, langsung bangun dan duduk di samping Fahri yg masih terlentang di atas tempat tidur itu,, tiba tiba air mata Alira sudah mengalir membasahi wajah cantiknya itu,, Fahri yg melihatnya hanya menarik nafas panjang dan bangun kemudian duduk di samping istrinya yg sudah menangis itu... "kamu ko nangis sih,,,? tanya Fahri namun tidak di jawab sama Alira... "skarang mau kamu gimana,,,? tanya Fahri lagi... "aku mau nyumpahin kamu,, kata Alira tanpa menatap Fahri... "apaaa nyumpahin,,,? maksud kamu apa,,,? Fahri bertanya dengan tampang yg serius,, karna Fahri itu orang yg sangat takut dengan sumpah,, apalagi ini sumpah seorang istri... "kalau berani kamu macam macam di sana,, anak kamu yg ada di dalam perutku ini akan pergi untuk selama lamanya saat itu juga,, kata Alira sambil menatap Fahri yg sudah terbelalak matanya.... "Aliraaaa,, Fahri berteriak sambil mengangkat tangannya,, hendak menampar istrinya itu,, namun dia tidak melakukannya... Alira yg merasa takut karna melihat Fahri yg sudah mengangkat tangannya itu hanya menundukan kepalanya sambil menutup matanya,, sedangkan Fahri yg sangat kesal dengan perkataan Alira barusan,, meremas tangannya yg dia angkat itu sambil berkata... "jangan pernah kamu berbicara seperti itu lagi Alira,, kata Fahri sambil menatap tajam Alira.... "ok,, aku ngga akan bicara kaya gitu lagi,, tapi kalu kamu sampai macam macam di belakang aku,, aku akan pergi dari hidupmu bersama anaku,, karna aku lebih memilih menjanda dari pada harus di madu... "Alira,, kamu ngga usah berlebihan kaya gini,, aku tu pergi buat kerja,, bukan buat main gila sama perempuan,, cemburumu tu ngga beralasan tau ngga,,, kata Fahri karna sudah merasa kesal dengan tingkah Alira.... "ngga beralasan kamu bilang,,,? dulu kamu di kasih perangsang dan bibir kamu di gigit sama Bela sampai luka,, itu apa,,,? kata Alira sambil menghapus air matanya dan langsung turun dari ranjang kemudian keluar dari kamar meninggalkan Fahri... Fahri hanya bisa menatap kepergian Alira,, dan mencakar cakar rambutnya sendiri tanpa bisa berkata apa apa,, dia sebenarnya ingin membawa Alira ikut dengannya,, biar dia tidak berfikir macam macam,, tapi Alira harus kuliah,, karna sebentar lagi Alira sudah ujian semester.... Alira pergi ke taman,, karna dia merasa kesal dengan kata kata Fahri tadi,, yg bilang kalau cemburunya ngga beralasan.... "apanya yg ngga beralasan,,,? dulu aja di kasih perangsang,, untung aja dia pulang ke rumah cepat,, kalau ngga sekarang ini,, bukan aku yg hamil mala si pelakor itu yg hamil anaknya... gerutu Alira dalam hati... Chapter 70 Bab 70. Bertengkar di dalam mobil... Alira memilih untuk memandang bunga bunga yg ada di taman,, karna dengan melihat bunga bunga yg indah itu,, hatinya menjadi sedikit tenang,, dan tanpa dia sadari,, Fahri sedang menatapnya dari jendela kamar mereka yg berada di lantai tiga rumah mewah itu... pukul 6 tepat,, Alira sudah selesai mandi dan berpakaian santai,, selesai mandi,, dia langsung turun ke dapur dan duduk di depan meja makan,, melihat para bibi yg lagi menyiapkan makan malam,,.... sedangkan Fahri yg baru selesai mandi dan berpakaianpun langsung turun menyusul Alira dan duduk di depan Alira,, karna sejak tadi Alira tidak sama skali berbicara padanya,, mungkin karna dia masih marah,, jadi Fahri ingin meminta maaf kepadanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581602695304.jpg-original600webp?sign=fe5de1b4304f49fb69c82aff43726b49&t=5e72b600) "kamu mau makan,,? tanya Fahri sambil menatap Alira yg masih memasang tapang cemberutnya itu... "hhhhm,,, jawab Alira... "kita jadi jalan jalan kan,,,? tanya Fahri lagi... "ngga,, aku malas,, aku udah ada janji mau ke kafe sama Meymey dan Ara,, jawab Alira.. "ya udah mas ikut,,... "buat apa,,,,? tanya Alira... "ya kan ada Rian dan Refan juga,,, jawab Fahri... "tapi kalau kamu ngga mau ya udah,, aku ke bar sama Anton aja... tambah Fahri... mendengar nama Anton dan bar,, Alira langsung teringat malam itu,, waktu Fahri dan Anton ke bar dan di sana ada Bela yg memberi perangsang ke Fahri... "ngapain ke bar,,? mau lihat wanita wanita seksi di sana,,,? tanya Alira dan membuat para bibi langsung tertawa.... "ya kan kamu ngga mau aku ikut sama kalian,, kata Fahri... "pergi sana saja ke bar,,! ngga pulang sekalian bila perlu,, ketus Alira dan langsung beranjak meninggalkan Fahri... Fahri yg melihat Alira pergi dengan kesal,, hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya,, dan para bibi yg ada di situ pun ikut tersenyum melihat tingkah Alira yg selalu mencuriagai Fahri... Alira maupun Fahri,, mereka tidak makan di rumah,, mereka memutuskan untuk makan saja di kafe,, pukul 8 tepat,, mereka sudah bersiap siap,, sampai di lantai bawah,, Alira langsung meminta supir untuk mengantarnya tapi di cegah oleh Fahri... Fahri langsung menarik tangan Alira dan membawanya ke samping mobilnya,, kemudian Fahri membukakan pintu mobil dan berkata.... "masuklah,, kalau ngga,,,? aku akan ninggalin kamu dan pergi ke bar bersama Anton... Alira menatap Fahri dengan kesal sambil memasuku mobil,, kemudian Fahri menutup pintunya dan berjalan memutar memasuki mobil bagian kemudi,,, Fahri melajukan mobilnya sedikit ngebut,, karna dia sudah mulai kesal dengan sifat Alira yg sangat kekanak kanakan itu.... "pelan pelan dong,,,! bentak Alira dan Fahri langsung ngerem.... "kamu udah gila,,,? tanya Alira sedikit keras... "iya aku udah hampir gila gara gara kamu tau ngga,,,? jawab Fahri... "kenapa kamu kaya gini,, aku tu seorang pengusaha,, yg kerjanya harus ke sana ke mari,, dan selama ini aku ngga pernah berfikir untuk menghianatimu,,,, kata Fahri dengan nada yg sedikit naik... "kamu selalu berfikir buruk tentang aku,, kalau kamu kaya gini terus,, aku akan merasa ngga nyaman,, dan mungkin saja,, aku akan melakukan apa yg selalu kamu fikirkan itu,, kata Fahri dengan lantangnya... mendengar itu,, mata Alira langsung terbelalak dan matanya berkaca kaca mendengar kata kata Fahri itu,, dia tidak bisa membayangkannya,, wajahnya semakin merah saking geramnya,, dia mengepalkan tangannya........ dan saking emosinya,, air mata yg tadi membendung langsung meluncur deras di wajah cantiknya itu,, karna tidak tahan lagi akhirnya dia bergegas untuk membuka pintu mobil tapi langsung di cegah Fahri... kemudian Fahri dengan cepat langsung menjalankan mobilnya kembali... "aku mau turuuun,,,! kata Alira sambil menangis... tapi Fahri tidak memperdulikan kata kata Alira dan membuat Alira tambah emosi dan berteriak dengan kerasnya.... "turunkan akuuuuuu,,,,! teriak Alira dan membuat Fahri kaget dan ngerem mendadak hingga membuat Alira tersungkur ke depan,, untung saja Fahri langsung menangkapnya dalam pelukan Fahri.... "lepaskan aku brengsek,, aku bilang lepaskan akuuuuuu,,,! hiks....hiks...hiks... teriak Alira sambil menangis... "Alira,, aku.... aku minta maaf,,, kata Fahri yg sudah hawatir karna melihat Alira yg sudah histeris... "aku benci kamu,, aku benci kamuuuu,,,,! teriak Alira sambil menjambak dan menggit pundak Fahri yg sedang memeluknya itu... sedangkan Fahri,, dia hanya terdiam sambil menggigit bibirnya sendiri karna menahan sakit di pundaknya,, tapi dia tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Alira.... Alira menggigit Fahri berulang ulang dan menjambak rambut Fahri,, namun Fahri tetap memeluknya dengan erat,, karna merasa sia sia,, akhirnya Alira pun berhenti menggigit dan mejambaknya,, dia menangis sekeras kerasnya dalam pelukan Fahri,,.... "maafkan aku,, aku ngga akan macam macam,, aku janji Alira,,, demi Tuhan aku ngga akan pernah macam macam,, kata Fahri sambil terus memeluk istrinya yg sudah mulai tenang itu.... "tolong maafkan aku,, aku ngga bermaksud menyakitimu,, kamu jangan kaya gini sayang,, ingat anak kita yg ada di dalam perut kamu ini,, dia masih lemah,, aku mohon Alira... tambah Fahri... Alira yg mendengar kata anak kita,, tambah menangis dengan kencangnya sambil berkata,,,.... "kamu jahat,, kamu ngga ngerasain apa yg aku rasakan sekarang,, aku lagi mengandung anak kamu,, tapi kamu tega mengatakan itu padaku,, hiks...hiks...hiks... "aku minta maaf sayang,,, aku sangat mencintaimu,, aku sangat menyayangimu,, tolong percayalah padaku kalau memeng kamu mencintaiku,, aku ngga akan pernah menduakanmu,, hanya kamu yg aku cintai,, kata Fahri yg membuat Alira langsung luluh... kemudian Fahri dengan perlahan melepaskan pelukannya dan memandang wajah Alira yg sudah basah dengan air mata itu,, dia menghapus air mata Alira dengan jarinya,, kemudian dia mencium kening Alira dan melumat bibir seksi istrinya itu... sentuhan Fahri seperti candu buat Alira,, dia langsung tenang dan membalas lumatan suaminya itu,, tapi tiba tiba,, ponsel Alira berdering dan membuat mereka berdua kaget,,,.... ("halo lir,, kalian di mana,,,? kita udah nyampe ni,, kata Meymey setelah Alira mengangkat telfonnya... ("iya mey,, sebentar lagi kita sampai ko,, jawab Alira dengan suara seraknya... ("ya udah,, kita tunggu ya,,,,! kata Meymey dan langsung memutuskan sambungan telfonnya... hanya beberapa menit,, akhirnya Alira dan Fahri sampai di kafe yg mereka tuju,, mereka berdua melangkah masuk,, wajah Fahri biasa biasa saja,, tapi wajah Alira sangat terlihat sembab dan matanya yg sangat merah membuat teman teman mereka merasa heran sambil menatap satu sama lain.... Fahri langsung duduk di samping Refan tanpa memperdulikan tingkah teman temannya yg kebingungan itu,, setelah duduk,, Fahri langsung mengajak ngobrol Rian yg ada tepat di depannya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581602695301.jpg-original600webp?sign=bee6cef1ba03a039597bd133728b2e71&t=5e72b600) sedangkan Alira masih berdiri di samping Fahri sambil menatap teman temannya,, dan teman temannya pun menatapnya dengan tatapan bingung,, karna melihat matanya yg merah dan wajahnya yg sembab itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581602695306.jpg-original600webp?sign=843c56b8f7b134552bfcdb760b4916ef&t=5e72b600) Fahri yg melihat Alira yg masih berdiri,, langsung menariknya untuk duduk di sampingnya,, kemudian Fahri memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka berdua,, karna yg lain sudah duluan pesan... Chapter 71 8Bab 71. tingkah Fahri yg membuat semuanya terkejut... teman teman Alira maupun Fahri masih bingung dengan Alira maupun Fahri,, karna wajah sembab Alira di tambah dengan Alira yg tidak banyak bicara seperti biasanya,, padahal Alira itu yg paling heboh dan banyak tingkah kalau mereka lagi berkumpul kaya gini,, dia selalu tidak bisa diam... tapi mereka pun tidak berani untuk bertanya,, apalagi Fahri memberi kode kepada mereka dengan memainkan mata dan menggelengkan kepalanya kepada mereka... kemudian mereka makan sambil mengobrol tentang segala hal,, termasuk tentang hubungan Meymey dan Refan yg baru saja jadian,, dan Rian sama Ara yg sudah jadian beberapa bulan yg lalu... mereka mengobrol sambil menikmati makanan mereka dan di hibur dengan nyanyian para penyanyi kafe di atas panggung sana.... selesai makan,, tiba tiba datang seorang laki laki yg ternyata adalah pemilik kafe itu,, dia menghampiri mereka dan berkata.... "mas,,, mba,, ada ngga di antara kalian yg mau sumbangin satu atau dua lagu,, mba cantik ini mau ngga nyanyikan satu lagu,,? tanya pemilik kafe itu... "soalnya ke dua putri kembarku yg ada di sana,, ingin sekali melihat mba ini nyanyi,, kata pemilik kafe itu ke Alira sambil menunjuk ke arah ke dua putrinya yg sedang tersenyum sambil bertepuk tangan dari depan sana,,... kata Ayah mereka yg juga pemilik kafe itu,, kalau ibu mereka sudah meninggal di saat melahirkan mereka,, jadi apapun keinginan mereka pasti ayahnya ikuti,, yg penting bisa buat mereka bahagia... "tolong ya mba,,,! aku hanya ingin putriku merasa senang,,, kata pemilik kafe itu lagi.. "iya mas,, boleh ko,, jawab Alira yg memang aslinya sangat penyayang terutama sama anak anak.... Fahri dan yg lainnya tidak terlalu kaget,, karna Alira itu,, orangnya serba bisa dan ngga malu malu,, apalagi suaranya juga sangat merdu,, serentak semuanya yg ada di kafe itu bertepuk tangan di saat Alira melangkahkan kakinya ke arah panggung... sampainya di atas panggung,, Alira langsung mencium pipi ke dua gadis kembar yg sedang bertepuk tangan dan tersenyum bahagia itu.... dan setelah itu,, Alira langsung memberitahukan lagu yg akan dia nyanyikan kepada pemain piano yg ada di samping... kemudian Alira duduk di depan mic dan musikpun berbunyi,, Fahri dan semua yg ada di situ langsung bertepuk tangan sambil menatap ke depan.... Alira merasa lebih tenang dan bahagia karna dia bisa membuat ke dua gadis kecil itu tersenyum bahagia,, sebelum Alira bernyanyi,, dia kembali menatap teman temanya yg sedang menatapnya dengan tatapan senang campur tegang... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581749362248.jpg-original600webp?sign=0fe5505ea68577c2a04a12866148c674&t=5e72b600) dia memilih lagu yg liriknya seperti memberitahukan isi hatinya ke laki laki tampannya yg sedang menatapnya dari tempat duduknya di depan sana.... dan semua yg ada di situ bertepuk tangan di saat musik sudah mengiringi Alira yg hendak akan menyanyikan lagu yg berjudul: aku takut.... "katamu cintaku berlebihan... "cemburuku tak beralasan.... "membuat dirimu tak nyaman.... "maafkan aku sayang.... "aku takut kehilangan dirimu.... "aku takut takut kehilanganmu... "aku takut kehilangan cintamu... "aku takut hidup tanpa dirimu... "aku tak akan bisa... "aku yg bisa gila.... "bila kau pergi meninggalkanku.... "hooooo....hooooooo... "katamu cintaku berlebihan.... "cemburuku tak beralasan.... "bagaikan burung dalam sangkar... "maafkan aku sayaaaaaang... "aku takut kehilangan dirimu... "aku takut takut kehilanganmu... "aku takut kehilangan cintamu... "aku takut hidup tanpa dirimu... "aku tak akan bisa... "aku yg bisa gilaaaaa.... "bila kau pergi meninggalkankuuuuuu..... Alira sangat menghayati lagu yg dia nyanyikan itu,, dan suara merdunya itu menghipnotis semua yg ada di situ,, dan nyanyian Alira itu membuat Fahri tersentuh sampai matanya berkaca kaca... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581749362253.jpg-original600webp?sign=a0dfe872ad7996796fad5f2cd12251a1&t=5e72b600) setelah selesai bernyanyi,, Alira kembali mencium si kembar itu dan melangkah turun dari panggung,, dan semua yg ada di situ langsung bertepuk tangan,,... sampai sampai ada yg menjabat tangannya,, apalagi mereka sudah mengenalnya sebagai istri dari pengusaha muda yg sangat sukses di negri ini,, yg juga sedang duduk di sana sambil menatap istrinya yg sangat cantik itu..... sampainya di samping Fahri,, Alira langsung di jabat tangannya oleh teman temannya dan juga teman teman Fahri,, mereka sangat bangga dengan kelebihan bumil yg satu ini,, pantasan saja Fahri si es balok jadi meleleh.. setelah menjabat tangan dengan teman temannya,, langsung dengan cepat Fahri menarik tangan Alira yg masih berdiri itu sampai Alira terjatuh di atas pangkuannya,, kemudia segera Fahri bibir seksi istrinya itu di hadapan orang banyak.... mata Alira terbelalak saking kagetnya,, karna suaminya si pemalu ini ngga pernah bisa dan ngga pernah mau melakukan hal seperti ini di depan orang banyak kaya gini.... Alira sangat terkejut karna tidak percaya Fahri bisa melakukan ini,, dia tidak membalas ciuman suaminya tapi diapun tidak menolaknya,,....... semua yg ada di situ terkejut dengan apa yg mereka lihat,, sampai teman teman Fahri dan juga Alira yg sangat mengetahui sifat Fahri itu langsung menutup mulut mereka yg terbuka besar dengan tangan mereka saking kagetnya,, tapi kemudian mereka akhirnya bertepuk tangan sambil tertawa..... selesai berciuman,, Fahri langsung menatap Alira yg masih berada di pangkuannya sambil mengelap sisah sisah liurnya di bibir seksi istrinya itu dengan ibu jarinya dan berkata..... "I LOVE YOU.... kata Fahri dengan suara seraknya sambil menatap istrinya dengan mata yg sudah berkaca kaca... Alira yg menatap suaminya itu pun ikut terharu dan meneteskan air mata bahagianya,, dia segera memeluk laki laki tampannya itu sambil berkata..... "maafkan aku mas,, aku terlalu mencintaimu dan takut kehilanganmu... kata Alira dengan suara gemetarnya... Meymey dan Ara yg menyaksikan mereka juga ikut meneteskan air mata,, mereka terharu dan bahagia melihat kebahagian sahabat mereka itu.... sedangkan Rian dan Refan,, hanya menatap pacar mereka masing masing dan kemudian menatap Fahri dan Alira sambil tersenyum... pukul 10 tepat,, mereka memutuskan untuk segera pulang,, mereka pulang dengan mobil masing masing dan pasangannya masing masing,,..... dalam perjalanan pulang,, Rian sesekali menatap Ara yg duduk termenung di sampingnya,, karna merasa tidak tenang,, akhirnya Rianpun mengeluarkan suara... "kamu kenapa,,,? ko termenung,,,? tanya Rian.. "ngga apa apa ko,, aku hanya lagi mikirin ka Fahri,, soalnya orang sebeku dan secuek itu bisa romantis juga ya,,,? jawab Ara... "ya iya,, semua orang pasti bisa berubah,, contohnya aku yg skarang,, cuma setia sama satu cewek,,, kata Rian dengan pd nya... "ya mana aku tau,, kamu setia atau ngga,,,? balas Ara... "kenapa sih kalian para wanita,,, hidup kalian penuh dengan kecurigaan aja,,,? sambung Rian... "ya itu karna,, para wanita itu,, penuh cinta yg besar di hatinya,, jadi takut kehilangan orang yg dia cintai... jawab Ara... "haaaa,, kecil kecil udah pintar dalam urusan cinta,, sambung Rian dan tetap fokus menyetir... "ya harus pintar,, biar ngga di begoin sama laki laki,, jawab Ara... "tenang saja sayang,, aku ngga akan pernah bohongin kamu,,, kata Rian.. "benar,,,? tanya Ara sambil menatap Rian yg terus fokus ke depan,,... dan Rian hanya menganggukan kepalanya tanpa menatap Ara,, dengan segera Ara langsung mencium pipi Rian dan membuat Rian langsung tersenyum dan berbalik mengecup bibir Ara,, kemudian kembali fokus ke depan dengan tangan sebelahnya menggenggam tangan Ara... Chapter 72 Bab 72. Alira yg sakit karna banyak fikiran.. sampainya di depan rumah,, Refan langsung turun dari mobil kemudian berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil buat Meymey,,..... setelah Meymey keluar dan hendak melangkah,, Refan dengan segera menarik Meymey dan menyandarkannya di samping mobil kemudian bibir tipisnya itu... Meymey pun langsung membalas lumatan pacarnya itu dengan mesranya,, tanpa mereka sadari,, ada sepasang mata yg memperhatikan mereka dari balik jendela rumah mewah itu.... mama Rita yg berada di dalam rumah,, mendengar suara mobil berhenti,, dan dia langsung mengintip dari balik jendela,, dia sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yg dia lihat di luar sana,,.... ada keponakannya dan keponakan suaminya sedang beradu bibir,, karna merasa tidak tenang,, akhirnya dia membukakan pintu rumah dan melangkah ke arah Refan dan Meymey yg bercumbu semakin gila dan liar di samping mobil itu... mama Rita merasa heran dan tak percaya,, karna selama ini,, keponakannya yg sifatnya hampir mirip dengan putranya itu,, tidak pernah mau dekat dengan wanita,, biarpun mama Rita sudah berusaha mendekatkan dia dengan beberapa wanita,,tapi kata dia itu hanya buang buang waktunya saja... orang tua Refan sudah meninggal dua tahun yg lalu,, mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat,, dan papanya Refan adalah kakak satu satunya mama Rita,, sedangkan Refan adalah anak satu satunya,,... jadi saat ini,, hanya mama Ritalah yg Refan punya,, mama Rita dan papa Indra sangat menyayangi Refan seperti mereka menyayangi Fahri,, Fahri dan Refan juga saling menyayangi seperti saudara kandung,,.... Refan selalu menjaga Fahri dan mengikuti Fahri dalam setiap pekerjaan,, dan hanya Refan yg sangat Fahri percaya dalam masalah bisnis dan perusahannya... mama Rita dan papa Indara,, selalu meminta Refan untuk tinggal di rumahnya,, tapi Refan tidak pernah mau,, katanya dia mau mandiri,, jadi dia memilih tinggal di apartemennya yg di belikannya sendiri,,.... karna saham orang tua Refan juga ada di perusahan Fahri dan papa Indra,, yg sekarang menjadi milik Refan,, dan sekarang,, Refan sudah memiliki rumah sendiri yg lumayan mewah tapi belum dia tempati.... "ehem,,,ehem... suara mama Rita setelah berada dekat dengan mereka... karna terkejut,, Meymey langsung mendorong dada kekar Refan sampai dia sedikit terdorong ke belakang,, dan Meymey langsung menghadap mama Rita tanpa berani menatap wajah tantenya itu... sedangkan Refan,, dia hanya berdiri santai sambil mengelap bibirnya dengan ibu jarinya,, kemudian dia melangkah maju mendekati Meymey,, Meymey yg di dekati Refan tamba tegang dan tidak bisa mengangkat wajahnya... "apa yg kalian lakukan,,? tanya mama Rita... "ya seperti yg tante lihat,,, jawab Refan... sedangkan Meymey yg semakin tegang dan grogi,, hanya menarik narik ujung kemeja Refan sambil terus menunduk... "tante tau,, tapi apa maksudnya itu,,,? tanya mama Rita lagi.... "Mey,, angkat wajah kamu dan tatap tante,, kata mama Rita dan membuat Meymey mengankat wajahnya perlahan lahan... "apa maksud dari yg tadi,,? tanya mama Rita sambil menatap wajah Meymey yg sudah memerah karna malu juga takut.... "kita,,,kita,, kata kata Meymey yg terbata bata itu langsung di potong oleh Refan... "kita berciuman tante,, karna kita udah pacaran,,, jawab Refan santai... "ooooo gitu,,,? hahahahaha.... balas mama Rita sambil tertawa dengan kerasnya dan membuat Meymey heran... sedangkan Refan,, dia tidak heran atau kaget sama skali,, karna dia tau ini yg tantenya mau,, selama ini mama Rita selalu menjodohkan Refan dengan setiap anak anak temannya,, tapi Refan selalu menolaknya dengan berbagai alasan.... dan dua minggu yg lalu,, mama Rita memberikan pilihan kepada Refan,, kalau Refan tidak berfikir untuk mencari wanita dalam bulan ini,, berarti Refan ngga bisa menolak pilihan mama Rita,, itu sebabnya Refan langsung menembak Meymey,, karna dia tau kalau Meymey ngga akan menolaknya...... "baguslah kalau gitu,, tapi kalau kalian mau pacaran,, jangan di luar,, nanti apa yg akan di katakan orang,,,? kata mama Rita dan kembali melangkah masuk ke rumah... setelah mama Rita pergi,, Meymey langsung menatap Refan dengan tatapan bingungnya,, sambil berkata.... "ko tante ngga marah malah tertawa sih,,,,? tanya Meymey sambil menatap Refan... "marah memangnya kita anak kecil,,,? sudah masuk sana,, aku mau langsung pulang,, soalnya besok aku sama Fahri mau berangkat ke jerman,, kata Refan sambil menatap Meymey... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581759413920.jpg-original600webp?sign=e8c76b7bc1a4924ba6831d49a4cc5a93&t=5e72b600) "ya udah,, aku masuk ya,,,? nanti kabarin aku,,! kata Meymey sambil tersenyum menatap laki laki pujaannya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581759413918.jpg-original600webp?sign=9a5b93f8ce6a40b97e383616f9ce3b30&t=5e72b600) setelah Meymey masuk,, Refan segera melajukan mobilnya pulang ke apartemennya,, dalam perjalanan,, Refan memikirkan keputusan yg sudah dia ambil untuk menghindari perjodohan dari tantenya itu,,.... karna sebenarnya,, dia tidak ada perasaan apa apa sama Meymey,, karna setelah orang tuanya meninggalkannya,, dia tidak mau untuk memikirkan soal wanita,, dan dia takut Meymey akan kecewa apabila mengetahui semuanya... sampai di rumah,, Alira dan Fahri memilih untuk segera tidur,, Fahri tidur sambil memeluk tubuh istrinya yg semakin berisi itu,, apalagi Alira selalu mengenakan baju tidur yg sangat seksi setiap malam,, jadi dia terlihat sangat menarik dan menggoda... pukul 6:30,, Fahri terbangun karna kaget dengan suara Alira yg sedang muntah muntah di dalam kamar mandi,, Fahri langsung bangun dan terduduk,, di saat dia mau melangkah turun untuk menyusul Alira ke kamar mandi,, tiba tiba lankahnya tertahan karna dia melihat Alira sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yg pucat... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581759413923.jpg-original600webp?sign=489e7fde0afd859b48f5fb42e3501cf2&t=5e72b600) karna merasa hawatir,, Fahri langsung turun dari tempat tidur dan menghampiri Alira,, dan betapa terkejutnya dia di saat menyentuh tangan Alira,, karna tangan Alira sangat panas,, Fahri yg tambah hawatir langsung menggendong Alira dan membawanya ke tempat tidur sambil berkata.... "badan kamu panas bangat sayang,, tunggu di sini sebentar,, aku akan menghubungi mama dan Rani,,... Fahri segera menelfon mama Rita dan dokter Rani untuk datang ke rumahnya,, mama Rita yg hawatir dengan keadaan menantunya itu,, langsung bergegas ke rumah Fahri bersama Meymey,, karna hari itu hari saptu,, jadi Meymey juga Alira tidak ke kampus.... selesai memeriksakan Alira,, Fahri langsung menanyakan keadaan istrinya ke dokter Rani sahabatnya itu,, dan di situ juga sudah ada Meymey dan mama Rita.... "bagaimana keadaannya,,,? tanya Fahri... "ngga apa apa,, dia hanya demam dan kurang darah,, mungkin karna terlalu banyak fikiran,, biasa wanita hamil segala sesuatu pasti di fikirkan,, jelas Rani... "ya udah,, kalau gitu aku pulang dulu,, itu aku sudah berikan vitamin dan obat tambah darah,,,, kata Rani dan segera melangkah keluar dari kamar Fahri dan di antar oleh bi Ina... kemudian Fahri melangkah mendekati Alira,, dia duduk di samping Alira dan berkata.... "kamu ngga usah terlalu berfikiran macam macam Alira,, nanti jadi beban dalam diri kamu,, kamu dan anak kita bisa ngga sehat kalau kamu terlalu banyak fikiran,, kata Fahri.. sedangkan Alira hanya terdiam sambil menatap suaminya itu,, begitupun dengan mama Rita,, Meymey dan juga Refan yg baru datang,, mereka hanya terdiam sambil menatap Fahri dan Alira... "kamu harus percaya sama aku,, aku ngga akan macam macam di belakang kamu,, aku sangat mencintaimu,, hanya kamu seorang Alira,,.... "tolong,,, kecurigaan kamu itu,, kamu buang jauh jauh,, jangan jadikan beban fikiran... "sebelum kita bertemu sampai skarang kita akan memiliki anak,, aku ngga pernah menyentuh wanita manapun selain kamu,,... Alira yg mendengar kata kata suaminya itu,, langsung tertunduk,, karna matanya sudah berkaca kaca,, begitupun dengan mama Rita dan Meymey yg sudah terharu dengan Fahri yg begitu teramat mencintai wanita manjanya itu..... "biarpun aku di bawah pengaruh perangsang yg di berikan Bela,, aku tetap mengingatmu,, hanya wajah kamu dan tubuh kamu yg terbayang dalam fikiranku saat itu Alira... "aku bersumpah,, demi Tuhan,, demi mamaku yg sudah melahirkan aku,, demi anaku yg ada di dalam perutmu ini,, kalu hati dan tubuhku ini hanya milik kamu seorang... "dan bukan hanya kamu yg akan gila apabila aku tinggalkan,, tapi akupun akan gila apa bila kamu tinggalkan Alira,,,.. Fahri mengeluarkan semua isi hatinya di depan Alira,, Meymey,, mama Rita,, Refan dan juga bi Ina yg ada di situ,, dia tidak pakai malu dan sungkan mengatakannya,, karna dia sudah sangat pusing dengan Alira yg selalu memikirkan hal hal yg tidak pentinh sampai membuatnya sakit seperti ini... Alira yg tersentuh dengan kata kata suaminya itu,, langsung mengankat wajahnya dan langsung memeluk tubuh kekar yg juga sudah menangis di hadapannya itu,, mama Rita,, Meymey dan bi Ina pun ikut menangis menyaksikan mereka.. sedangkan Refan,, dia hanya menatap Meymey yg lagi fokus dengan Alira dan Fahri dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.... Chapter 73 Bab 73. Refan yg berubah dalam sekejap... Alira teramat sangat mencintai suaminya itu,, dan dia sangat takut kehilangannya,, di tambah dengan pengaruh hamil,, dia semakin sensitif dan penuh dengan kecurigaan yg tidak berdasar.... Alira memeluk tubuh suaminya sambil terisak,, dia tidak bisa berkata kata,, dan Fahripun memeluk istrinya sambil mengusap ngusap belalakangnya untuk menenangkannya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581939065751.jpg-original600webp?sign=20f07bc822d68975d0034effe134c8d3&t=5e72b600) "jangan nangis lagi,, kalau kamu nangis terus,, bisa bisa mas akan membatalkan keberangkatan mas,, dan kalau batal,, para klien akan kecewa dan tidak percaya sama mas lagi,, kata Fahri... "mas juga ngga mau jauh juah dari kamu,, apalagi kamu sedang mengandung,, tapi inilah tuntutan pekerjaan masmu ini sayang,, dan mas lakukan semua ini,, semata mata hanya untuk kamu dan anak kita nanti... mendengar itu,, Alira langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya,, dia menatap suaminya sambil tersenyum dengan wajah sembabnya,, kemudian dia meraih wajah Fahri dan berkata.... "aku ngga akan nangis lagi,, dan aku akan berusaha untuk tidak berfikir yg macam macam,, karna tidak ada alasan untuk aku ngga percaya sama mas,,, jawab Alira... "makasih sayang,, balas Fahri dan langsung mengecup kening Alira... Meymey dan mama Rita yg melihat mereka hanya tersenyum,, sedangkan bi Ina dan juga Refan sudah keluar dari kamar mereka beberapa menit yg lalu,,... bi Ina sudah ke dapur,, sedangkan Refan sudah ke ruang kerja Fahri untuk menyiapkan berkas berkas yg mau di bawa mereka ke Jerman.... pukul 10:30,, Fahri dan Refan sudah bersiap siap berangkat ke bandara,, sebelum berangkat,, Fahri meminta mamanya untuk membawa Alira ke rumah mereka sampai Fahri kembali dari jerman... mama Rita dengan senang hati mengiyakan permintaan Fahri,, karna itu juga yg mama Rita ingin katakan tapi keduluan Fahri... sedangkan Alira,, dia ingin ikut mengantarkan Fahri ke bandara,, sebenarnya Fahri ngga mau,, tapi karna Alira maksa,, jadi Fahri mengizinkannya tapi Fahri meminta mamanya dan Meymey untuk menemaninya. mereka berangkat ke bandara menggunakan mobil yg agak besar,, Fahri dan Alira duduk di tengah,, sedangkan Refan memilih duduk di depan bersama supir,, mama Rita dan Meymey duduk di bagian belakang..... Refan sudah memutuskan untuk menjaga jarak dengan Meymey,, karna dia tidak mau membuat Meymey terlalu berharap,, dia ingin menghindar dari Meymey tanpa berkata apa apa,, dia sendiri sadar,, kalau keputusan yg dia ambil ini tidak jentel sebagai seorang laki laki,, tapi dia juga tidak sanggup untuk jujur.. Meymey yg duduk di bagian belakang merasa heran dengan sikap Refan,, dan dia juga sedikit kesal dengan Refan yg memilih duduk di samping supir,, padahal Meymey ingin sekali duduk bersebelahan dengannya.... Refan yg berada di depan sesekali melirik Meymey dari spion mobil,, dia melihat Meymey yg hanya menatap ke arah luar dengan wajah murungnya membuat dia semakin ngga sanggup untuk memberinya harapan palsu terlalu besar... sampainya di bandara,, Refan langsung turun dari mobil dan berpamitan kepada tantenya,, dia menyalami dan mencium tangan mama Rita,, dan setelah itu dia langsung melangkah pergi dengan kopernya tanpa melirik Meymey sama skali..... sedangkan Meymey yg berdiri di samping mama Rita,, hanya menatap kepergian Refan tampa bisa berkata kata,, dia bingung dengan sikap Refan yg tiba tiba cuek padanya,, dan dia sangat sedih di perlakukan seperti itu oleh orang yg dia cintai... seketika mata Meymey terasa panas,, dia ingin menangis,, hatinya sangat sakit,, karna baru semalam Refan memperlakukannya sebagai seorang kekasih,, tapi skarang dia merasa sudah seperti orang lain bagi Refan.. tapi dengan sekuat hatinya,, Meymey mencoba untuk tidak menangis,, karna dia ngga enak sama tatenya yg berdiri di sampingnya itu... sedangakn Fahri,, sebelum dia melangkah menyusul Refan,, dia menyalami dan mencium tangan mamanya,, kemudian dia berbalik menghadap Alira,, dengan senyum yg indah,, Alira menyalami dan menciu tangan suaminya itu,, kemudian Fahripun mencium keningnya,,.... setelah itu Fahri melangkah menuju pintu masuk sambil menatap dan melambaikan tangannya ke arah Alira,, mama Rita dan Meymey.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581939065759.jpg-original600webp?sign=7075e3fc2bd087f100dad715734ab9ec&t=5e72b600) setelah Fahri masuk,, Alira mama Rita dan Meymey langsung menaki mobil untuk pulang ke rumah orang tua Fahri,, sampainya di rumah,, Alira dan Meymey langsung melangkah ke kamar Meymey,, karna Alira tidak mau tidur sendiri,, jadi dia memilih untuk tidur dengan Meymey.... sampainya di kamar,, Alira memilih untuk lansung beristirahat di atas tempat tidur Meymey,, sedangkan Meymey,, dia melangkah ke depan jendela dan berdiri seperti orang yg tidak bersemangat di sana... Alira melihat Meymey dan dia merasa bingung,, karna sejak ke bandara sampai skarang Meymey hanya terdiam dan sekarang dia malah melamun di depan jendela,, karna merasa hawatir dengan sahabatnya itu,, akhirnya Alira bangun dan melangkah mendekati Meymey... setelah berada di belakang Meymey,, Alira langsung merai pundak Meymey sambil bersuara dan membuat Meymey langsung kaget dan berbalik menghadap Alira... "kamu kenapa si Mey,,,? cerita dong sama aku,,, kata Alira... Meymey menarik nafasnya panjang dan membuangnya kasar kemudian berkata... "aku bingung dengan sikap Refan hari ini lir,, kata Meymey... "memangnya ada apa sama dia,,,? tanya Alira... "kamu ngga lihat tadi,,,? dia tu cuekin aku,, di bandara tadi aja,, dia ngga berkata apa apa sama aku,, dia langsung pergi aja... "gini Mey,, ngga usah kamu berfikir buruk dulu,, mungkin dia lagi pusing memikirkan pekerjaannya sampai dia kaya gitu,, sambung Alira... "dia tu orangnya baik bangat lo Mey,, tapi memang sifatnya itu hampir mirip sama mas Fahri,, cuek, beku dan kaku, jadi kalau sifat yg kaya gitu ngga usah terlalu ambil hati, memang itulah sifat mereka Mey.. tambah Alira... dan Meymey yg tadinya sudah kecewa dan sedih,, jadi semangat lagi setelah mendengar penjelasan Alira,, dia menatap Alira sambil berkata.... "benar juga katamu lir,, aku ngga usah terlalu pusing,, karna memang sifatnya sudah seperti itu,, jawab Meymey sambil tersenyum... "ya udah lir,, kita tidur yu,,,! kamu kan harus beristirahat,, biar cepat sembuh,, aku juga ngantuk ni,, kata Meymey... pukul 4 sore mama Rita yg baru pulang dari arisan bersama papa Indra,, langsung ke kamar Meymey,, sampai di sana dia sangat merasa legah setelah menyentuh pipi Alira yg masih terlelap itu,, suhu badan Alira sudah stabil,, dan dia legah karna melihat Alira yg tertidur dengan lelapnya.... mama Rita sebenarnya tidak tega membangunkan mereka berdua,, karna mereka tidur terlalu nyenyak,, tapi karna sudah sore,, jadi terpaksa mama Rita harus membangunkan mereka untuk mandi,, karna dia ngga mau mereka mandinya kemalaman. apalagi Alira,, dia tidak bisa untuk tidak mandi,,biarpun dia kurang enak badan kaya gini tapi dia tetap harus mandi setiap hari pagi dan sorenya,, dan kebiasaannya itu sudah di ketahui oleh mama Rita... "lir,,,lir,,, bangun sayang,, sudah sore,,! kamu mau mandi kan,,,? tanya mama mertuanya... "mey,,,mey,, bangun nak,, kamu juga mau mandi kan,,,? kata mama Rita sambil menggoyang lengan Meymey... "iya ma,,, jawab Alira sambil bangun dan terduduk... "iya tan,, jawab Meymey yg juga langsung bangun... karna mereka sudah bangun,, mama Rita memilih untuk langsung pergi ke kamarnya,, karna dia juga mau mandi,, setelah mama Rita pergi,, Meymey langsung menyuruh Alira untuk mandi duluan,, karna dia takut kalu Alira mandinya terlalu sore,, nanti bisa bisa sakit lagi,, fikir Meymey... Meymey dan Alira sudah sangat akrab,, kedekatan mereka bukan hanya seperti sahabat,, tapi seperti saudara,, Meymey sangat perhatian sama Alira,, apalagi tadi Fahri sebelum berangakat ke Jerman,, dia sempat meminta tolong Meymey untuk menjaga Alira yg kurang sehat itu... Chapter 74 Bab 74. Alira sangat malu dengan kata kata suaminya.... pukul 8:30,, Alira dan keluarganya sudah selesai makan malam,, setelah itu,, Alira dan Meymey langsung masuk kamar,, sedangkan papa Indra,, mama Rita dan grenma,, memilih untuk mengobrol di ruang keluarga.... sampainya di kamar,, Alira dan Meymey naik ke tempat tidur dan mengobrol tentang segala hal,, di saat mereka sedang asik mengobrol,, tiba tiba ponsel Alira berdering,, dia buru buru mengambilnya,, dan ternyata itu panggilan vidio dari suaminya.... serentak Alira tersenyum dan kegirangan,, karna sejak tadi dia menunggu telfon dari suami tampannya itu,, melihat Alira yg kesenangan,, membuat Meymey pun ikut tersenyum,, tapi di dalam hatinya sedih,, karna diapun sedang menunggu kabar dari Refan tapi Refan tak kunjung mengabarinya.. Alira dengan semangat dan senyum indah yg terukir di wajah cantiknya itu segera menerima panggilan vidio dari orang terkasihnya itu,, dan di saat dia melihat wajah tampan di layar ponselnya,, dia sangat bahagia dan legah... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581952420199.jpg-original600webp?sign=c46058e40cb9481e085129e3e8d44a8f&t=5e72b600) ("halo sayang,, suara Fahri dari sebrang sana... ("iya mas,, mas udah makan blom,,,? tanya Alira... ("sudah sayang,, ni baru selesai makan sama Refan,, jawab Fahri... ("trus kamu udah enakan blum sayang,,,? udah minum obat yg di kasih Rani blum,,? tanya Fahri lagi... ("udah ko mas,, mama,, Meymey dan grenma sangat meperhatikan makan dan obat aku... jawab Alira... ("kamu cantik bangat,, kata Fahri... ("iya mas,, selain cantik, aku juga wangi loh,,! jawab Alira... ("ngga wangi juga ngga apa apa,, mas tetap suka,, kata Fahri... ("kalau aku ngga wangi dan bau asem mas juga suka,,,? tanya Alira manja... ("malahan kalau bau asem itu yg paling mas suka,,... jawab Fahri... ("perasaan,, aku ngga pernah bau asem,, kapan aku bau asem,,,? tanya Alira... ("iyaaaa,, kamu selalu harum,, tapi itunya yg bau asem,, dan mas sangat suka sama baunya,, jawab Fahri sambil menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... mukah Alira serentak memerah,, karna dia merasa malu sama Meymey yg sedang berada tidak jauh darinya,, sedangkan Meymey hanya tersenyum tanpa suara mendengar perkataan Fahri,, karna Alira menyalakan speakeer dan tidak menggunakan headsed,, jadi Meymey mendengar semuanya..... Alira yg malu hanya menatap suaminya yg juga sedang menatapnya tanpa bersuara... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581952420204.jpg-original600webp?sign=163178ed6c807841c5f80e0200079eb8&t=5e72b600) ("kamu kenapa sayang,,,? tanya Fahri yg melihat Alira sudah tidak bersuara dan memerah wajahnya... sedangkan Meymey yg mengerti Alira yg malu dengan kata kata suaminya itu,, memilih untuk keluar dari kamar dan berjalan menuju taman.. ("maaaas,,! aku tu malu,, Meymey itu dengerin semuanya loh,,! kata Alira... ("biarin aja,, memangnya kenapa,,? jawab Fahri santai... ("tapi jujur,, mas sangat suka sama bau itumu,, tambah Fahri... Alira yg mendengar perkataan suaminya hanya tersenyum malu malu tanpa suara,, sedangkan Fahri yg di sebrang sana,, menatap wajah istrinya dari layar ponsel dengan tatapan memangsa.... ("hhhhhm,, ngomongin itu,, bikin mas jadi pengen cepat pulang,, kata Fahri lagi... ("ya udah kalau gitu cepat cepat pulang ya sayang,, jawab Alira... ("iya sayang,, tapi kamu tidur sama siapa ni,,,? tanya Fahri lagi... ("sama Meymey,, jawab Alira... ("besok malam kamu tidur sendirian ya,,,! kata Fahri... ("buat apa,,,? tanya Alira bingung... ("mas pengen lihat kamu tanpa pakai apa apa,, jawab Fahri dan membuat alira kaget... ("apaaaa,,,? mas ko kamu kebiasaan sih,,? ("ya biarin aja,, dari pada mas tersiksa,,, kata Fahri... ("udah dulu ya,, soalnya Refan lagi manggilin mas,, nanti mas telfon lagi,, tapi jangan lupa besok malam,,, kata Fahri... ("mmmmmuaaa,, Fahri mencium Alira dari balik layar ponsel dan segera mengakhiri obrolan mereka karna Refan sudah memanggilnya dan mengetuk ngetuk pintu kamarnya... sedangkan Meymey yg sedang duduk di bangku taman sangat sedih dan kecewa dengan Refan yg tidak mengabarinya sama skali,, tadi siang dia sedikit legah mendengar perkataan Alira tentang Refan,, tapi di saat Fahri menelfon Alira,, Meymey langsung teringat sama Refan yg sudah sangat berubah sama dia.... "kenapa Fan kamu kaya gini,,? kamu tau ngga,,? aku di sini sangat merindukanmu dan menunggu kabar darimu,, Meymey berbicara sendiri... "mengapa kamu berubah,, apa yg membuatmu seperti ini Fan,,,? aku sangat mencintaimu,,, kata Meymey dan sudah berlinang air mata... Alira yg melihat Meymey dari balik jendela kamarpun turut sedih,, Alira sendiripun mulai merasa heran dengan sikap Refan yg tiba tiba cuek dan menghindar dari Meymey,, awalnya dia berfikir mungkin karna Refannya terlalu pusing memikirkan pekerjaannya sampai dia kaya gitu,, tapi makin ke sini,, Alira jadi merasa aneh,, karna Refan tidak menghubungi Meymey sampai saat ini.... sudah empat Hari Fahri dan Refan di Jerman,, dan setiap harinya Fahri menghubungi Alira,, sedangkan Refan,, dia tidak menghubungi Meymey sama skali dan membuat Meymey makin sakit hati dan kecewa,, dan Meymey sudah memutuskan untuk menanyakan apa sebenarnya maksud dari sikapnya yg berubah dalam sesaat... pulang dari kampus,, Alira, Meymey, Sifa, Ara dan Amel memilih untuk jalan jalan ke sebuah mol besar punya perusahan Fahri,, mereka berencana melakukan perawatan di salon langganan Alira.... Meymey dan Alira yg sudah selesai melakukan perawatan,, memilih untuk duduk di luar salon menunggu teman taeman mereka yg sedang melakukan perawatan,,.... dan di saat mereka berdua sedang asik mengobrol,, tiba tiba Meymey terkejut karna ada seseorang yg memanggilnya,, ternyata yg memanggilnya itu,, teman laki lakinya yg dulu perna sekolah modeling bersamanya di Amerika,, karna dulu sebelum kuliah,, Meymey pernah bersekolah modeling selama enam bulan.... "Halo mey,,, apa kabarmu,,? tanya laki laki itu... "hay Boy,, ko kamu di sini,,? tanya Meymey sambil berdiri dan menyalami Boy temannya itu... sedangkan Alira hanya menatap Boy tanpa berkedip,, karna Boy itu adalah salah satu model terkenal di Amerika,, tiba tiba Alira terkejut karna Meymey memperkenalkan Boy kepadanya.... "kenalin Boy,, ini teman aku sekalian saudara ipar aku,, suaminya keluarga aku,, kata Meymey... akhirnya Boy dan Alira pun berkenalan,, kemudian Boy menceritakan kepada Meymey tentang keberadaannya di indonesia,, dia di undang dalam acara pertunjukan antar model model di seluruh dunia yg di adakan di Indonesia... dan Boy juga meminta Meymey untuk membantunya,, dia meminta Meymey untuk menggantikan pasangannya yg ngga bisa hadir karna dia sedang sakit,, sedangkan di pertunjukan itu,, harus berpasang pasangan. "tolong ya Mey,, karna saat ini,, hanya kamu yg aku percaya dan aku andalkan... kata Boy memohon... "ya udah Boy,, kapan acaranya,, tanya Meymey... "lusa malam Mey,, dan besok kamu bisa kan ke hotel tempatku menginap,,? biar kita bisa latihan sebentar... kata Boy penuh semangat.. "ya udah,, bisa ko,, jawab Meymey... setelah itu Boy dan Meymey saling menukar nomor dan Boy bersama ke dua orang yg besamanya langsung pergi,, dan tidak berapa lama,, Alira, Meymey dan yg lainnya pun ikut pergi,, karna mereka sudah selesai melakukan perawatan.... sampainya di rumah,, Alira dan Meymey langsung masuk ke kamar untuk membahas masalah Meymey yg akan mendampingi model terkenal itu di dalam sebuah acara besar lusa malam nanti... Alira yg kepo dan bersemangat,, menanyakan semuanya tentang sekolah modeling yg pernah Meymey ambil,, dan Meymeypun menceritakankan semuanya tanpa ada yg terlewat,,.... tapi Meymey meminta Alira untuk tidak memberitahukan siapapun,, karna Meymey mau beri kejutan kepada semuanya,, karna Refan Fahri dan keluarga mereka pasti akan di undang di acara itu juga.... Chapter 75 Bab 75. Penjelasan Refan yg membuat Meymey hancur... pukul 8 pagi tepat Alira dan Meymey berangkat menuju kampus,, dan mereka tidak mengetahui kalau Fahri dan Refan akan tiba hari itu di Indonesia,, karna Fahri tidak memberitahukan kepulangan mereka,,,... Fahri dan Refan tiba di Indonesia tepat pukul 12:30 siang,, dan mereka sudah di jemput oleh supir Fahri,, dalam perjalanan,, Fahri mumutuskan untuk mengirim pesan kepada Alira karna dia ingin menanyakan keberadaan Alira.... kamu lagi apa sayang,,,? pesan Fahri.... Alira yg sedang berada di kantin bersama teman temannya segera meraih ponselnya dan membaca pesan dari suaminya itu,,seketika senyum manis mengembang di wajah cantiknya,, dan membuat teman temannya pun tersenyum karna mereka sudah tau pasti apa yg membuat sahabat mereka itu tersenyum sambil menatap ponsel di tangannya itu... aku lagi di kantin mas,, baru selesai makan sama yg lain,,, balas Alira... pulangnya jam berapa,,,? tanya Fahri lagi... habis makan langsung pulang ko mas,, balas Alira... setelah membaca pesan yg baru di kirim Alira,, kemudian dengan segera Fahri memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya dan meminta supirnya untuk pergi ke kampus... sampainya di kampus,, Fahri memilih untuk menunggu Alira di depan Kampus,, sedangkan Refan,, dia langsung turun dari mobil dan melangkah mendekati Fahri dan berkata.... "aku duluan ya Fa,, kata Refan,,,.... "kamu ngga mau nungguin Meymey,,,? tanya Fahri yg belum tau apa apa. "ngga ah,, aku cape mau istirahat,, aku naik taksi aja nanti,, jawab Refan... akhirnya Fahri mengiyakannya,, tapi Fahri sedikit bingung dengan sikap Refan,, soalnya selama di Jerman sampai hari ini,,Refan tidak pernah menyebut nama Meymey sama skali,,..... Refan melangkah ke samping jalan raya dan menghentikan sebuah taksi,, kemudian dia pergi dengan taksi itu,, sedangkan Fahri,, dia hanya menatap kepergian Refan dengan tatapan bingungnya... Fahri menunggu Alira dengan sabarnya,, padahal dia belum beristirahat sejak semalam,, wajah Fahri yg tadinya mulus,,hanya dalam waktu beberapa hari saja sudah di tumbuhi bulu bulu dan membuat dia sedikit berbeda...... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581965341232.jpg-original600webp?sign=f7564150e6d6d705dbc8d8e7d175d2cb&t=5e72b600) karna Fahri orangnya memang sangat berbulu,, untung saja dia bercukur setiap harinya,, jadi mukanya terlihat selalu mulus,, tapi karna permintaan Alira,, dia membiarkan bulu bulu itu tumbuh tanpa mencukurnya.... Alira dan teman temannya berjalan meninggalkan kantin menuju parkiran,, karna Alira dan Meymey sudah menghubungi supir mama Rita untuk menjemput mereka,, Alira tidak tau kalau suaminya sudah menjemputnya di depan kampus,, karna setau dia dan yg lainnya,, besoknya baru Fahri dan Refan sampai Jakarta.... Alira sangat cantik dengan pakaian yg dia kenakan,, di saat mereka sedang melangkah sambil mengobrol,, tiba tiba mata Alira tertuju kepada Fahri yg sedang menatapnya dari arah sana sambil tersenyum,,..... dengan segera Alira melangkah meninggalkan teman temannya tanpa berkata apa apa,, di sangat bahagia melihat laki laki yg dia rindukan itu sedang berdiri menatapnya dengan tampang yg sedikit berubah karna sudah ada bulu tipis di wajahnya seperti yg dia inginkan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1581965341238.jpg-original600webp?sign=7a61030db0ad44f258a9f07f6eb25fd6&t=5e72b600) "maaaas,,, teriak Alira sambil berlari kecil menghampiri Fahri.... dan semua yg ada di situ ikut menatap ke arah Fahri termasuk Meymey dan yg lainnya,, Alira berlari sambil membuka kedua tangannya,, dan Fahripun menyambutnya dengan membuka lebar ke dua tangannya,,... sampainya di depan Fahri,, Alira langsung memeluk tubuh kekar suaminya itu dan Fahri pun membalas pelukan wanita cantiknya itu dengan penuh kasih sayang tanpa memperdulikan semua mata yg sedang menatap mereka.... Fahri memeluk Alira dan mengecup kening istrinya itu,, kemudian Alira melepaskan pelukannya dan menatap wajah Fahri dengan tatapan genitnya sambil berkata... "mas,, wajah kamu udah ada bulunya,, kata Alira... "iya,, ini kan yg kamu mau,,,? tanya Fahri... "iya mas,, kamu tambah menarik deh,, kata Alira dengan genitnya... Meymey dan yg lainnya yg masih berada di sana,, langsung melangkah menghampiri Alira dan Fahri,, mereka mengobrol sebentar dan kemudian Amel,, Ara dan Sifa segera berpamitan untuk pulang duluan karna jemputan mereka sudah menunggu sejak tadi... setelah kepergian teman temannya,, Meymey pun ikut berpamitan,, tapi sebelum dia melangkah pergi,, dia sempat menanyakan Refan ke Fahri.... "Fa,, Refan udah pulang,,,? tanya Meymey... "iya Mey,, tadi kita sama sama dari bandara,, tapi katanya dia sangat cape mau istirahat jadi dia pulang duluan pake taksi... jawab Fahri... "ooo gitu ya,,,? ya udah kalau gitu aku duluan ya,,? kata Meymey dan langsung melangkah pergi meninggalkan Fahri dan Alira... Fahri dan Alira hanya menatap kepergian Meymey dan kemudian mereka saling menatap,, mereka pun bingung dengan hubungan Meymey dan Refan... "mas,, aku tu kasihan bangat sama Meymey,, kata Alira setelah mereka sudah berada di dalam mobil... "aku lihat dia nangis di taman mas,, tambah Alira... "kapan,,? tanya Fahri... "waktu malam pertama mas sama Refan di Jerman,, dia tu duduk di bangku taman sambil menangis sendirian,, jawab Alira... "iya,, mas juga bingung sama Refan,, ngga tau dia kenapa,,,? tapi nanti mas tanya sama dia,, kata Fahri... sampainya di rumah,, Fahri dan Alira langsung menuju kamar,, biarpun sangat kecapean,, tapi Fahri tidak bisa menahan diri untu menyentuh istrinya yg sudah beberapa hari dia tinggalkan dan membuat dia rindu setengah mati... Fahri melakukannya dengan penuh gairah,, dia mencicipi tubuh Alira dari atas sampai bawah dengan rakusnya,, aroma tubuh Alira yg harum bercampur dengan keringat karna belum mandi membuat Fahri semakin gila,,... hampir satu setengah jam mereka bertempur,, selesai bertempur,, mereka langsung memilih untuk tidur tanpa mandi,, karna Fahri sudah sangat cape,, dan dia tidak mengizinkan Alira untuk mandi duluan... pukul 8 malam,, Fahri dan Alira memutuskan untuk pergi ke apartemen Refan untuk menanyakan soal hubungannya dengan Meymey,, karna Alira tidak tega melihat sahabat baiknya itu bersedih,, walaupun Meymey tidak perna menunjukan kesedihannya secara langsung.... sedangkan Meymey yg masih berada di rumah pun memutuskan untuk manemui Refan agar dia bisa berbicara secara langsung dengannya... sampainya di apartemen Refan,, Meymey langsung melangkah masuk tanpa mengetuk pintu,, karna pintu apartemen Refan kebetulan sedang terbuka,, tapi tiba tiba langkahnya tertahan di saat dia melihat Refan,, Fahri dan Alira yg sedang mengobrol di ruang tamu dan dia mendengar mereka menyebut namanya.... Meymey bersembunyi di balik dinding yg tidak jauh dari ruang tamu sambil mendengar pembicaraan mereka.... "Fan,, kamu kenapa sih sama Meymey,,? ko kamu seperti menghindarinya,,,? tanya Fahri... "iya mas,, Meymey itu sedih bangat di cuekin sama mas,,, sambung Alira... "gini Fa,, lir,, aku tu sebenarnya ngga ada perasaan apa apa sama dia,, kata Refan.. Fahri,, Alira dan juga Meymey yg sedang menguping pembicaraan mereka sangat terkejut dengan pengakuan Refan itu... "tapi kenapa kamu nembak dia kalau kamu ngga ada rasa,,,? tanya Fahri.. "gini Fa,, kamu kan tau,, tante selalu berusaha untuk jodohin aku sama anak teman temannya,, dan kemarin kemarin,, dia memberiku pilihan,,.... "katanya kalau aku ngga nemuin pacar dalam waktu beberapa minggu,, dia akan jodohin aku sama Anita,, anaknya tante Sonya,, jadi terpaksa aku nembak Meymey biar dia ngga jodohin aku,, jelas Refan... Alira dan Fahri yg mendengar itu,, tidak bisa berkata kata saking tidak percayanya,, sedangkan Meymey yg berada di balik dinding,, seperti tersambar petir,, karna tidak sanggup mendengar semuanya,, akhirnya Meymey memilih untuk pergi denga berlinang air mata... Meymey sangat kecewa dengan Refan yg menjadikannya sebagai tameng untuk menghindari perjodohan dari tantenya,, dia menaiki taksi dan memilih untuk pergi ke taman kota,, sampainya di sana,, dia menangis sejadi jadinya,, dan karna keadaan di sana lumayan sepi,, jadi tidak ada yg melihatnya.... "Fan,, tapi Meymey itu sungguh sungguh mencintai kamu lo,,,! kata Fahri... "iya aku tau,, dan aku udah putuskan untuk membicarakan semuanya sama dia besok,,, jawab Refan... "apa yg ingin mas Refan bicarakan sama dia,,,? tanya Alira... "aku akan jujur sama dia,, dan aku ingin minta maaf,, aku juga mau bilang kalau aku akan berusaha untuk mencintainya seperti dia mencintaiku.... "awalnya aku ingin menjauh darinya,, biar dia ngga terlalu berharap,, tapi di sisi lain,, aku ngga tega meninggalkan dia begitu saja,, apalagi aku udah mengambil ciuman pertamanya,, jawab refan panjang lebar... "waaah,,, parah bangat kamu Fan,, ngga cinta tapi main nyosor aja kamu,, kata Fahri dan langsung mereka tertawa... sedangkan Meymey yg hanya mendengar separuh penjelasan Refan,, sangat kecewa dan hancur,, dia menangis di taman kota hampir satu jam,, dan setelah itu dia langsung memilih untuk pulang dengan tampangnya yg sangat kusut.... Chapter 76 Bab 76. pertunjukan Meymey yg membuat wajah Refan memerah... sampainya di rumah,, Meymey langsung memilih untuk tidur,, karna dia sudah tidak mau untuk memikirkan Refan lagi,, dia sudah bertekat untuk melupakan Refan dan tidak mau mengingatnya lagi,, walaupun kata Alira dia itu baik,, tapi menurut Meymey,, dia adalah orang yg tidak punya perasaan.... sedangkan Fahri dan Alirapun sudah pulang ke rumah mereka,, Alira sangat kasihan sama Meymey,, karna dia itu sangat mencintai Refan,, tapi Refan malah ngga ada rasa sama dia,, apalagi kata Fahri,, Refan itu pernah punya kekasih,, mungkin karana wanita itu sampai Refan ngga bisa buka hatinnya untuk wanita lain.... setelah sampai rumah,, Alira dan Fahri langsung berbaring di tempat tidur sambil mengobrol...... "mas,, aku kasihan bangat sama Mey,, dia sudah sangat mencintai mas Refan tapi mas Refannya malah ngga ada rasa sama dia.... "apa karna dia terlalu mencintai wanita yg pernah jadi kekasihnya itu,, sampai dia ngga mau dekat sama wanita lain,,? tambah Alira... "mas juga ngga tau pasti,, soalnya refan itu,, sifatnya hampir kaya mas,, ngga terbuka sama orang lain,, jawab Fahri... "bukan hanya ngga terbuka,, tapi dingin,, kaku,, cuek pokonya semuanya sama,, kata Alira... "iya,, kita kan saudara, jadi wajar kalau sama semuanya,,, sambung Fahri... "dan kamu ngga usah terlalu memikirkannya,, ingat kamu ngga boleh banyak fikiran,, lagian kan Refan mau untuk belajar mencintai Mey,, tambah Fahri... "iya sayang,, aku tau,, jawab Alira dan langsung berbalik memeluk Fahri dan tidur... pukul 7:30 Mey udah bersiap siap berangkat ke kampus,, dan sebelum berangkat,, Mey sempat berpamitan dan meminta izin kepada mama Rita dan papa Indra kalau dari kampus dia mau ke tempat teman karna dia mau bantuin teman,, dan mungkin pulangnya malam,, mama Rita dan papa Indra pun langsung mengizinkannya.... sedangkan Alira,, dia sampai di kampus tepat pukul 8 pagi,, dia di antar sama Fahri,, dan setelah Alira melangkah memasuki kampus,, Fahripun langsung melaju menuju kantornya...... selesai menerima mata kuliah,, Meymey langsung pergi menuju hotel tempat boy menginap menggunakan taksi,, sedangkan Refan,, sebelum ke kantor tadi pagi,, dia menyempatkan diri untuk ke rumah tantenya,, karna dia ingin menjelaskan semuanya kepada Meymey,, tapi dia tidak menemukan Meymey,, dia juga menghubungi Meymey,, tapi nomornya ngga aktif,, karna memang Mey sengaja untuk mematikan pinselnya,, biar ngga ada yg mengganggu di saat dia latihan dengan boy.. karna tidak menemukan Mey,, akhirnya Refan langsung berangkat ke kantor,, di dalam hatinya dia sangat merasa bersalah sama Mey,, apalagi setelah mendengar perkataan Alira kalau Mey nangis di saat Refan cuek padanya dan tidak mengabarinya selama di Jerman... selesai menerima mata kuliah,, Alira langsung mencari Meymey ke ruangannya,, dia ingin menceritakan semuanya tentang penjelasan Refan semalam,, dia mencari dari ruangan Mey sampai ke kantin dan ke halam kampus di temani teman temannya yg lain... Alira mencari sambil menelfon mey,, tapi nomor yg dia tuju tidak aktif,, dan dia teringat dengan boy yg meminta bantuan mey kemarin waktu di mall,, Alira yakin kalau mey sedang di tempat boy untuk latihan,, tapi dia tidak mau memberitahukan sama siapapun karna itu permintaan mey... sedangkan Refan yg berada di kantor tidak berkonsentrsi dengan pekerjaannya,, dia terus kepikiran dengan Meymey,, dia kepikiran sama mey bukan karna dia sudah mencintainya tapi karna dia sangat merasa bersalah sama mey,,.... dia hanya duduk termenung memikirkan Meymey yg dia sendiri tidak tau di mana keberadaannya.... pukul 8 malam tepat,, acara pertunjukan antar model model terkenal sudah di mulai,, para model model terkenal itu akan memperlihatkan karya karya desainer terkenal dari berbagai negara,, termasuk Meymey dan juga boy.... Fahri, Alira, Refan dan para tamu tamu sudah duduk di tempatnya masing masing,, setelah acara di buka,, tidak beberapa lama para model model itu mulai melenggak lenggok satu persatu di depan ratusan mata yg hadir di situ,, dan para tamu mulai bertepuk tangan dengan meriahnya..... Alira yg berada di samping Fahri sangat menantikan sahabatnya yg juga ikut dalam pertunjukan itu,, sedangkan Fahri, Refan dan lainnya tidak mengetahuinya sama skali.... setiap model yg akan tampil,, sebelum mereka keluar gabar diri mereka yg muncul terlebih dahulu di layar kaca besar yg ada di depan para tamu itu...... dan tiba tiba para tamu terpana,, di saat ada gambar seorang wanita yg muncul di layar kaca tapi wajahnya tidak terlihat sama skali,, gambar wanita itu sangat terlihat seksi,, semua yg hadir jadi penasaran karna dari tadi hanya model yg satu ini yg tidak menampakan wajahnya di layar besar itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582216536319.jpg-original600webp?sign=cf938c91b83d8dab1036f0ddc0b25626&t=5e72b600) dan tiba tiba,, munculah sosok yg Alira tunggu sejak tadi yg tak lain adalah Meymey,, Fahri,, Refan, mama Rita dan papa Indra yg tidak tahu apa apa,, hanya memandang ke arah Mey dengan mata terbelalak saking terkejutnya,, sedangkan Mey yg memang sudah mempunyai pengalaman di dunia modeling,, dia melangkah dengan lincah dan anggunnya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582216536316.jpg-original600webp?sign=8bff7f9c034bb565989a48e7e2a7ba9b&t=5e72b600) Refan yg tidak percaya dengan apa yg dia lihat sampai berdiri sambil terus memandang ke arah wanita yg sudah mengganggu fikirannya sejak siang tadi.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582216536311.jpg-original600webp?sign=f51702dcaac632eb682acfbcf40bdf3d&t=5e72b600) Refan langsung terhipnotis dengan penampilan Mey yg beda dari biasanya,, tapi di sisi lain,, dia juga sangat kesal karna melihat gambar seksi Mey yg terpampang di layar kaca besar di depan sana.... sampai tak sadar,, Refan mengepalkan tangannya saking emosinya,, entah kenapa tapi dia sangat merasa marah melihat gambar Mey yg seksi di layar sana,, apalagi gambar itu di lihat banyak mata yg hadir di situ... karna melihat tingkah Refan yg aneh,, akhirnya Alira mencubit lengan suaminya dan memberi kode ke arah Refan,, dan Fahri pun yg melihatnya langsung menariknya untuk duduk,, Refan yg kaget dengan Fahri langsung terduduk kembali dengan wajahnya yg terlihat sangat kesal itu... "kamu kenapa,,,? bisik Fahri ke telinga Refan... "aku kesal aja melihat gambar Meymey di atas sana,, dan kenapa dia harus mengikuti acara ini,, dia itu kan mahasiswa,, bukan model yg harus melenggak lenggok di depan sana,, jawab Refan kesal... "ooo kamu belum tau rupanya,, sebelum kuliah,, Mey itu sudah lulus dari sekolah modeling di Amerika,,, kata Fahri... mendengar ucapan Fahri,, Refan sangat kaget dan menatap Fahri tanpa berkata kata,, kemudian dia kembali menatap ke arah Mey yg sudah di gandeng oleh seorang pria asing di atas sana,, wajah Refan langsung memerah di saat dia melihat Mey di rangkul dan di peluk mesra oleh laki laki itu... Chapter 77 Bab 77. Refan yg cemburu... Fahri yg sudah menyadari tingkah Refan yg aneh itu jadi senyum senyum sendiri sambil mencolek pinggang Alira,, sedangkan Alira yg sedang fokus menatap Mey dan boy jadi kaget dan langsung berbalik menatap suaminya yg sedang senyum senyum di sampingnya seperti orang gila.... setelah Alira menatap Fahri,, Fahri langsung memberi kode ke arah Refan dan Alira yg langsung melihat ke arah Refan jadi ikut tersenyum kemudian kembali menatap ke depan... sedangkan Refan,, saking kesalnya sampai dia tidak menyadari kalau Alira dan Fahri sedang memperhatikannya..... pukul 11:30,, acara pun selesai,, para hadirin yg ada di situ sudah mulai meninggalkan tempat itu termasuk Alira, Fahri, dan kedua orang tua mereka,, sebelum melangkah keluar,, Fahri sempat memanggil Refan,, tapi dia menyuruh Fahri dan yg lainnya untuk pergi duluan karna dia ingin menunggu Meymey..... Fahri dan Alira yg mengerti dengan situasinya langsung mengajak mama Rita dan papa Indra untuk pulang duluan meninggalkan Refan yg masih berdiri sambil memandang ke arah Meymey yg sedang asik berfoto dengan laki laki asing itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582253299831.jpg-original600webp?sign=759f235b4bca47a9a1ac06bfcd5d573b&t=5e72b600) m Meymey yg sudah selesai berganti pakaian itu,, langsung memilih untuk melangkah keluar bersama Boy di sampingnya,, tanpa dia sadari,, Refan sedang menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan sama skali dari arah sana.... tapi tiba tiba langkah Meymey dan Boy terhenti karna ada beberapa model lainnya yg tak lain adalah teman teman Meymey dan Boy waktu bersekolah modeling di Amerika menahan mereka untuk minta berfoto bersama,,.... selesai berfoto,, Boy langsung menggandeng tangan Mey dan melangkah pergi,, sedangkan Refan yg tambah murka melihatnya langsung melangkah mendekati mereka dengan wajah yg sudah sangat memerah...... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582253299835.jpg-original600webp?sign=28dd584410aa1920e9dfa4f01daf4912&t=5e72b600) m sampinya di samping mereka,, Refan langsung menarik tangan Meymey kasar dan berkata..... "ikut aku sebentar,,,! kata Refan..... Meymey yg terkejut dengan kehadiran Refan hanya menurut karna belum sempat dia berkata kata,, Refan sudah membawanya pergi keluar sambil mencekram lengannya cukup keras dan membuat Meymey merasa sakit,, Meymey tidak ingin Boy tau masalahnya,, jadi dia tidak mau melawan... Meymey hanya berbalik menatap Boy dan berkata,,,..... "aku duluan ya,,,! kata Mey.... sedangkan Boy yg merasa aneh hanya mengangkat jempolnya tanpa berkata apa apa,, karna dia fikir, mungkin laki laki yg menarik Mey itu saudarnya atau kekasihnya jadi dia tidak bisa untuk menghalanginya.... sampainya di samping mobil,, Refan langsung membukakan pintu mobilnya sambil berkata..... "masuk,,,,! kata Refan tanpa menatap wajah Meymey.... "ngga mau,,,! aku ngga mau pulang sama kamu,,,! jawab Meymey.... karna Meymey menolak,, akhirnya Refan memaksa Meymey sampai masuk dan terduduk ke dalam mobil,, setelah Mey terduduk di dalam mobil,, Refan langsung menutup pintu mobilnya dan segera berjalan memutar kemudian masuk dan duduk di depan kemudi tanpa berkata kata..... "apa apaan kamu Fan,,,,? tanya Meymey kesal... "kamu ngga sopan tau ngga,,,? main narik naril tangan orang,,, tambah Meymey.... sedangkan Refan yg fokus menyetir tidak menjawab ataupun menatap Meymey sama skalai,, dia hanya menatap ke depan dengan wajahnya yg datar seperti tembok,,..... Meymey yg sudah mulai kesal dengan tingkah Refan memilih untuk mengirim pesan kepada Alira,, dia ingin menanyakan apa yg terjadi sama Refan sampai dia kaya gini,, karna sedang asik membaca dan membalas pesan Alira,, tanpa Meymey sadari mobilnya sudah berhenti..... "ayo turun,,,! kata Refan sambil menarik tangan Meymey.... Meymey sangat kaget di saat dia melihat rumah yg ada di depannya itu bukan rumah om dan tantenya,, dia melihat sebuah rumah berlantai dua yg terlihat cukup mewah walaupun ngga terlalu besar,,...... "kita mau kemana Refan,,? ini rumah siapa,,,? tanya Meymey setelah Refan sudah menariknya masuk ke rumah yg terlihat tidak berpenghuni itu..... "ini rumah aku,, dan malam ini kita menginap di sini,, jawab Refan.... "apaaaaa,,,,? aku ngga mau nginap sama kamu di sini,, aku ngga mau Refan,,, kata Meymey sambil melangkah mundur... sifat Refan yg paling buruk itu adalah,, dia sangat suka memaksa,, apabila ada yg ngelawan dia,, dengan wajah yg kesal dia menarik lengan Mey dan membawanya menaiki tangga sampai di dalam kamar yg terdapat di lantai dua,,...... sedangkan Meymey,, dia tidak ingin menghabiskan satu malam ini dengan laki laki yg tidak mencintainya sama sekali,,dengan sekuat tenaga Maymey ngelawan,, dia menarik narik lengannya yg di cengkram oleh Refan sambil berkata..... "lepaskan aku Refan,, lepaskan akuuu,,,,! aku ngga mau nginap di sini sama kamu,,,,! aku mau pulang,,,! teriak Meymey tapi tidak di hiraukan Refan sama skali.... sampainya di kamar,, Refan langsung mengunci pintu dan melemparkan kuncinya ke atas lemari tinggi yg terdapat di kamar itu. dan setelah itu,, dia kembali menghadap Meymey yg sudah terduduk di samping ranjang sambil meneteskan air mata.... Refan melangkah mendekati Meymey dan duduk di depan Meymey sambil terus menatap Meymey yg sedang menundukan kepalanya sambil menangis itu.... "Mey,, aku membawamu kemari karna ada yg mau aku jelaskan,,, kata Refan dengan nada rendahnya karna dia sudah melihat Meymey yg menangis... "ngga usah kamu jelaskan apa apa lagi,, karna aku udah dengar semuanya di apartemen kamu kemarin malam,,, jawab Meymey sambil terus terisak.... "dan satu lagi Fan,, jangan kamu fikir aku menangis saat ini karna aku masih mengharapkanmu,, aku menangis saat ini,, karna aku menyesal telah mengenal laki laki pecundang seperti kamu,,... kata Meymey dengan suara yg sedikit naik... "aku ngga mau memikirkanmu lagi,, aku ingin melupakanmu,, dan aku mau kita putus saat ini juga,,! tambah Meymey... "apa,,,? kamu mau kita putus dan kamu akan melupakanku,,,? begitu,,? tanya Refan santai.. "iya,, aku mau kita putus,, dan aku ngga mau mengingatmu lagi,, jawab Meymey... "coba saja kalau kamu bisa,, kata Refan dan langsung bibir tipis Meymey dengan rakusnya.... Meymey yg sangar terkejut langsung mendorong dada kekar Refan,, tapi Refan bukannya terdorong, malahan dia dengan segera langsung menindih tubuh langsing Meymey di atas tempat tidur.... Refan dan menggigit bibir Meymey sampai Meymey mengeluarkan suara kesakitan,, tapi Refan yg sudah tidak bisa mengendalikan dirinya itu,, bukan berhenti malah melanjutkan permainannya dengan kesan sedikit memaksa.... Refan melepaskan semua pakaiannya dan juga pakaian Meymey,, setelah itu dia langsung menikmati tubuh langsing itu dari ujung rambut sampai kaki dengan mulutnya,, dan permainan mulut Refan itu membuat Meymey yg tadi merontak,, menjadi tenang dan menikmatinya sambil mendesah.... Refan nelakukannya dengan perlahan di saat dia melihat cairan merah yg keluar di bawah sana,, sedangkan Meymey,, dia hanya memejamkan matanya dan mencengkram lengan Refan sambil meneteskan air matanya,, dan dengan segera Refan langsung menghapus air mata Meymey yg mengalir itu dengan bibirnya... mereka melakukannya sampai Meyney tak berdaya,, karna permainan Refan sanagat lamah,, dan dia sangat perkasa,, kemudian Refan dan Meymey tertidur tanpa sehelai benangpun,,.. pukul 6:30 Meymey terbangun,, dia langsung meraih pakaian yg dia sediakan di dalam tasnya yg ada di sampingnya dan memakainya,, setelah itu dia berbalik menatap wajah Refan yg masih tertidur pulas di sampingnya.... Meymey sangat menyesali apa yg telah mereka lakukan semalam,, dengan perlahan lahan,, Meymey turun dari tempat tidur dan melangkah menuju balkon kamar dan berdiri di sana...... Meymey menangis sendiri di balkon kamar itu,, dia sangat menyesali kesuciannya yg sudah dia serahkan kepada Refan semalam,, padahal dia sendiri tau kalau Refan tidak punya rasa sama skali terhadapnya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582253299836.jpg-original600webp?sign=3969b5375a8dfadcc685ae35c1347c0d&t=5e72b600) Refan yg baru saja terbangun sangat kaget di saat dia tidak melihat keberadaan Meymey di dalam kamar,, dengan segera dia langsung bangun dan meraih handuk putih untuk dia pakai,, dan dia saat dia sedang melingkarkan handuk di pinggangnya,, dia melihat Meymey sedang menangis di balkon,, dan Refan langsung menyadari apa yg membuat mey menangis seperti itu... Refan melangkah mendekati Meymey,, dan setelah berada di belakang Meymey,, dia langsung memeluk tubuh langsung itu dari arah belakang,, sedangkan Meymey,, dia hanya memejamkan matanya dan tambah menangis setelah di peluk Refan... "aku minta maaf Mey,, aku sudah merenggut kesucianmu,, aku janji akan bertanggung jawab sama kamu,, karna aku tidak mau menjadi laki laki pecundang yg seperti kamu katakan semalam... kata Refan... "aku akan menikahimu mey,, kamu jangan nangis lagi,, tambah Refan... "tapi kamu kan ngga cinta sama aku,, jawa Meymey dengan suara bergetar,,,... "siapa bilang aku ngga cinta sama kamu,,,? tanya Refan... "kamu kan yg bilang sama Alira dan Fahri,, dan aku dengar semuanya... "iya,, aku mengatakan seperti itu karna aku belum menyadari perasaanku padamu,, tapi si saat aku melihatmu bergandengan dan berpelukan sama laki laki asing itu,, dadaku terasa sangat panas,, nafasku memburu tak terkendali,, dan di situlah aku sadar kalau aku ngga bisa melihatmu dengan pria lain... Chapter 78 Bab 78. pertunangan Refan dan Meymey... setelah satu bulan berlalu,, Refan langsung memutuskan untuk melamar Meymey karna Meymey sudah selesai ujian semester,, begitupun dengan Alira dan juga Fahri yg sudah selesai semester,, mereka melangsungkan acara lamaran di hotel berbintang milik papa Indra,, semua keluarga Meymey yg berada di korea juga hadir.... mereka melakukan acara lamaran dengan pesta yg cukup meriah,, papa Indra dan juga Fahri mengundang teman teman bisnis mereka,, dan tak lupa papa Indra juga mengundang para wartawan untuk meliput acara pertunangan kedua keponakannya itu.. Meymey sangat terlihat anggun dan cantik dengan gaun yg dia kenakan,, dia sangat bahagia karna Refan telah menepati janjinya,, senyum yg manis terus menghiasi wajahnya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582353786792.jpg-original600webp?sign=79d7e884521ccc336fdc35eef762f207&t=5e72b600) mereka melaksanakan pertunangan atau lamaran di Indonesia,, tapi kalau untuk pernikahan,, mereka berencana mengadakannya di korea tahun depan setelah Meymey selesai wisuda..... Fahri dan papa Indar berangkan duluan dengan Refan,, dan Meymey sudah berada di hotel bersama keluarganya yg dari korea,, sedangkan Alira dan mama Rita,, berangkat belakangan dan di antar oleh sopir,, karna Alira sangat memakan waktu kalau untuk urusan berdandan,, begitupun dengan mama mertuanya yg tidak mau kalah cantik.... para tamu sudah hadir di hotel bersama dengan Refan dan juga Meymey,, tapi mereka semua sedang menunggu kedatangan mama Rita,, karna mama Rita adalah wanita yg paling berarti bagi Refan selain Meymey..... keluarga Alira dari bandung pun datang menghadiri pertunangan ponakan dari sahabat sekaligus besan mereka itu,, setelah menunggu hampir setengah jam,, akhirnya mama Rita pun datang dengan dandanan yg sangat cantik walaupun umurnya sudah tidak mudah lagi,, tapi dia sangat terlihat awet muda malam ini...... Fahri yg sedang berbincang dengan Refan segera menatap mamanya dengan wajah yg aneh,, karna dia tidak melihat istrinya jadi dia merasa hawatir.... dan mama Rita yg sudah menyadari maksud tatapan anaknya langsung memberi kode kalau Alira masih di belakang,, karna sudah mengerti kode dari mamanya,, Fahri langsung tenang dan kembali duduk di tempat duduknya,, dan tidak berapa lama,, munculah ratu kecantikan yg sedang di tunggu Fahri.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582375898220.jpg-original600webp?sign=b79e5d439d019a5f9bb5664f066e0aed&t=5e72b600) Alira sangat cantik dan anggun dengan gaun hitam yg dia kenakan itu,, para tamu undangan yg hadir di situ memandang Alira dengan penuh kekaguman,, mereka saling berbisik memuji kecantikan Alira,, terutama keluarga papa Indra yg dari korea yg baru pertama melihat Alira dengan dandanan secantik dan seanggun itu.... sedangkan Fahri,, dia hanya tersenyum sambil menatap ke arah istrinya yg juga sedang menatapnya dengan senyuman manis yg terukir di wajah cantiknya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582353786817.jpg-original600webp?sign=d5ddbbb55a0c47da4fa1707e0da45b26&t=5e72b600) Alira melangkah dengan anggun ke arah suaminya,, sampai di samping Fahri dia langsung duduk dan melingkarkan tangannya ke lengan suami tampannya itu.. pukul 9 tepat acarapun di mulai,, Refan dan Meymey saling bertukar cincin dan di sambut dengan tepuk tangan yg meriah dari para tamu yg hadir di situ.... Meymey dan Refan sangat bahagi setelah cincin telah melingkar di jari manis mereka masing masing,, keluarga mereka dan tamu yg hadir di situpun turut bahagia dengan pertunangan mereka yg sangat meriah itu... selesai memasang cincin,, mereka memilih untuk berdansa dengan pasangan masing masing,, Fahri menarik tangan Alira dan merangkul pinggangnya,, Alira yg sangat bahagia di perlakukan mesra oleh suaminya di depan banyak orang langsung melingkarkan tangannya di leher Fahri dan mereka pun berdansa mengikuti musik yg sangat indah itu ... Alira berdansa sambil menatap Fahri dengan tatapan genitnya,, selain menatap,, dia juga sengaja menggoda suaminya dengan sesekali mengecup leher suaminya di saat tidak di lihat orang,, Fahri yg memang mudah tergoda oleh istrinya langsung merinding seketika setelah di kecup lehernya berulang ulang oleh Alira... Fahri menatap wajah Alira dengan mata yg sayu,, apalagi dia tadi sempat minum anggur yg di berikan Refan,, dan tatapannya sekarang mulai tertuju ke mata dan bibir seksi Alira bergantian,,... sedangkan Alira yg mendapat tatapan seperti itu dari suaminya langsung tersenyum,, karna Alira sangat menyukai tatapan Fahri yg seperti itu,, menurut Alira suaminya tambah menarik dengan tatapan mata yg sayu seperti itu,,.... kemudian Alira memalingkan muka dari Fahri dan memandang ke arah Meymey dan Refan yg sedang berdansa di sana... tapi tiba tiba Alira yg sedang menatap ke arah Meymey dan Refan yg sedang berdansa di buat kaget oleh Fahri yg sudah menaikan sebelah tangannya ke belakang kepala Alira,, Alira bingung dan menatap Fahri,, dan di saat Alira mau membuka suara,, Fahri langsung membungkam mulutnya dengan mulut Fahri. Fahri bibir istrinya dengan rakusnya tanpa dia sadari di samping mereka itu ada banyak orang,, sedangkan Alira yg masih sadar dan merasa malu,, langsung memalingkan mukanya dan segera memeluk tubuh kekar suaminya itu sebelum di lihat orang,, apalagi di situ ada keluarganya dan juga keluarga besar Fahri.... sedangkan Fahri,, dia tidak bisa menahan hasratnya kepada Alira kalau sudah seperti itu,, dia seperti itu setelah dia mengkonsumsi obat perangsang yg di berikan Bela waktu itu,, dia memeluk tubuh Alira dengan eratnya sambil memejamkan matanya karna merasa sakit di bagian bawah sana yg sudah mengeras dan menegang.... sedangkan keluarga mereka dan para tamu yg ada hanya tersenyum setelah melihat mereka yg sedang berpelukan dengan mesranya,, sampai sampai Alira yg di peluk Fahri di depan orang banyak,, membuat beberapa wanita halu yg juga hadir di situ jadi irih dan sirik kepadanya... Alira yg menyadari keadaan suaminya makin mempererat pelukannya,, karna dia tidak mau ada yg tau apa yg terjadi dengan Fahri,, dan yg paling parah lagi,, Fahri tidak akan bisa rilex kalau dia tidak segera memenuhi hasratnya itu,, dia seperti itu,, sejak mengkonsumsi obat yg di berikan Bela dulu.. tetapi pelukan Alira yg semakin erat itu malah membuat Fahri kecil tambah menegang dan mengamuk di saat bersentuhan dengan perut Alira dari balik pakaian,, akhirnya Fahri sudah tidak bisa menahannya lagi,, dia menundukan wajahnya ke pundak Alira dan mulai berbisik ke telinga istrinya itu.... "sayang,, mas ngga bisa nahan lagi,,,! kata Fahri... "tapi bagaimana mungkin mas,, kita skarang lagi di pesta,, jawab Alira berbisik... "kita pergi sebentar dari sini dulu,, karna mas ngga bisa berbuat apa apa Alira,, tolong sayang,,,! pinta Fahri dengan suara yg sudah serak karna menahan sesuatu... mendengar perkataan suaminya membuat Alira tidak tega,, akhirnya dia menatap wajah Fahri yg sudah sangat memerah itu dan mengangukan kepalanya tanda setuju... dengan segera Fahri langsung menarik tangan Alira dan melangkah meninggalkan pesta tanpa ada yg menyadari kepergian mereka,, sampainya di lorong hotel,, Fahri langsung menghubungi menejer hotel itu untuk mempersiapkan kamar untuknya dan dia juga menyuruh menejer hotel itu untuk merahasiakan semua dari keluarganya.... menejer hotel itu merasa sedikit bingung apalagi di saat dia melihat Fahri bersama dengan Alira,, tapi dia tidak berani membantah ataupun bertanya,, karna Fahri itu adalah anak dari pemilik hotel berbintang ini,, dan semua ini juga miliknya.... menejer hotel itu merasa bingung karna Fahri pesan kamar untuk dia dan istrinya sementara pesta sedang berlangsung,, dan yg lebih membuatnya bingung di saat Fahri menyuruhnya untuk tidak beri tahukan siapapun.... Chapter 79 Bab 79. tubuh Alira yg makin padat dan berisi... setelah masuk kamar yg telah di persiapkan,, dengan buru buru Fahri segera mengunci pintu dan langsung berbalik menghadap Alira dan bibir seksi Alira yg sangat menggoda itu,, sedangkan Alira yg memang sudah siap langsung membalas suaminya ... Fahri bibir seksi istrinya itu seperti orang yg kelaparan,, mereka saling beradu bibir sambil melangkah mendekati tempat tidur,, sampainya di samping tempat tidur,, Fahri menghentikan aksinya dan menatap Alira dengan nafas yg sudah ngos ngosan... dan karna sudah hampir hilang kendali,, tangan Fahri meraih gaun Alira dan hampir saja merobeknya,, tapi untung saja Alira mencegahnya dengan memegang kedua tangannya sambil berkata.... "mas,,, jangan di robek,,,! nanti aku keluarnya pakai apa,,,? kata Alira dengan nafas yg ngga kalah ngos ngosan akibat ulah suaminya yg sudah haus akan tubuh indahnya itu... mendengar kata kata Alira,, akhirnya Fahri tersadar, tapi ngga lama kemudian dia memeluk tubuh Alira dan segera membuka pengait gaun Alira yg berada di bagin belakang,, setelah gaun Alira terbuka,, Fahripun langsung membuka semua dalaman Alira tanpa ada yg tersisah.... setelah dia melepaskan semua pakain yg menempel di tubuh indah istrinya itu,, dia langsung terpana dengan pemandangan yg semakin indah yg berada di depannya... karna akhir akhir ini Alira sangat doyan makan dan tidur,, sehingga membuat berat badannya semakin naik dan terlihat padat,, jadi dia semakin terlihat montok dan tambah menggoda,, perut Alira memang belum terlalu nampak,, tapi tubuhnya terliahat semakin montok, apalagi di area area tertentunya.. Alira yg melihat tatapan suaminya terhadapnya membuat dia sedikit merasa ngeri,, karna suaminya yg dingin kaku dan cuek di depan orang ini kalau bermain di atas ranjang dia sangat gila dan bertenaga sampai membuat Alira selalu kewalahan,,..... tapi hal itulah yg sangat Alira suka dari Fahri,, karna Alira selalu merasa puas dengan suaminya yg memperlakukannya seperti itu,, dan hanya Alira seorang yg bisa membuat Fahri seperti itu.... setelah puas menatap istrinya dari atas sampai bawah,, kemudian Fahri langsung membaringkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur dan dia segera dan menggigit bibir seksi istrinya dengan rakusnya,, sedangkan Alirapun tidak tinggal diam,, dia pun melakukan seperti apa yg di lakukan suaminya itu.... setelah beberapa menit mereka beradu bibir,, kemudian cumbuan Fahri berpindah ke gunung kembar Alira yg semakin padat dan menantang itu,, dia memainkan lidah dan bibirnya di sana sampai Alira mengeluarkan suara desahan yg menurut Fahri sangat seksi dan membuatnya tambah gila... setelah puas memainkan gunung kembar itu dengan rakusnya,, Fahri pun mulai turun ke perut, walaupun dia sudah hampir hilang kendali,, tapi setelah wajahnya berada di depan perut Alira,, dia langsung mengecup perut Alira berulang ulang sambil berkata... "papa sangat mencintai mamamu dan sangat menyayangimu my baby... kata Fahri dengan suara seraknya... setelah mengecup perut Alira berulang ulang,, kemudian Fahri turun dan menenggelamkan wajahnya di Alira,, dia memainkan lidah dan bibirnya di sana sampai membuat Alira mendesah dengan kerasnya berkali kali.... Fahri memang selalu betah kalau berada di bagian Alira,, dan dia sangat lincah sampai membuat cairan nikmat Alira keluar berulang ulang,, dan dia tidak membiarkannya begitu saja,, dia selalu menyapunya sampai bersih dengan lidahnya dan langsung meneguknya.... setelah itu,, Fahri langsung bangun dan menatap istrinya yg sedang tersenyum puas kepadanya,, dia menarik tangan Alira untuk bangun dan dia yg kemudian terlentang di atas tempat tidur sambil menatap istrinya yg sudah mulai melepaskan pengait celananya. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582386435316.jpg-original600webp?sign=0f092e7eaf5ebd8423a3985437c7a8b5&t=5e72b600) Alira melepaskan semua pakain suaminya satu per satu,, dan setelah itu,, Alira berdiri dan hendak bermain di atas tubuh Fahri,, tapi Fahri langsung menahannya karna dia takut dengan kondisi anaknya di dalam perut Alira. kemudian Fahri bangun kembali dan membaringkan Alira ke tempat tidur, dan setelah itu dia langsung memulai pertempurannya,, mereka bertempur hanya setengah jam,, karna Fahri memang sengaja mempercet permainnya,,.... setelah itu Fahri langsung merasa tenang dan rilex,, kemudian mereka berdua segera mengenakan pakain mereka masing masing dan merapikan rambut mereka yg sudah sangat acak acakan itu,, dan melangkah pergi meninggalkan kamar hotel itu menuju acara pertunangan yg masih berlangsung... sampainya di sana,, mereka sangat legah karna melihat orang orang masih berdansa,, jadi tidak ada yg menyadari mereka pergi sampai kembali... pukul 12:30 acara pertunangan sudah selesai,, dan semua orang sudah berlalu pulang dengan mobil mereka satu persatu,,... Refan mengantarkan Meymey dan keluarganya ke rumah orang tua Fahri,, dan setelah itu dia langsung pulang,, sedangkan Fahri,, dia pulang dengan istri dan ke dua mertuanya ke rumah dia dan Alira... sampainya di rumah,, Fahri dan Alira langsung membersihkan diri dengan air hangat,, biarpun sudah larut tapi mereka tetap mandi,, karna mereka merasa sangat gerah dan badan mereka sangat lengket,, apalagi tadi mereka berdua baru selesai bertempur dan mengeluarkan banyak keringat.... selesai mandi Alira dan Fahri langsung memilih untuk tidur,, mereka tidur sambil berpelukan,, karna Alira setiap malam tidur ngga bisa kalau ngga di peluk Fahri,, terkecuali Fahri memang tidak ada di situ,, tapi kalau selama Fahri ada dia selalu mau di peluk dan Fahripun tau itu... sedangkan orang tua Alira pun sudah terlelap di kamar yg ada di lantai satu,, orang tua Alira sangat bahagia melihat putrinya yg selalu bahagia bersama suaminya,, walaupun pernikahan mereka tanpa cinta,, tapi saat ini cinta yg besar sudah tumbuh di dalam hati mereka masing masing.... kandungan Alira saat ini sudah mau memasuki empat bulan, tapi karna tubuhnya yg lumayan tinggi membuat perutnya tidak terlalu nampak,, tapi berat badannya mulai naik karna dia mulai doyan makan dan dia mulai malas malasan,, setiap waktu luang dia selalu habiskan hanya dengan makan dan juga tidur... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582386435305.jpg-original600webp?sign=147148bf41e5f7b13066bbf7e801c3fc&t=5e72b600) dan Fahri tidak pernah mempermasalahkan itu selama itu membuat istrinya nyaman,, tapi setiap hari minggu pagi,, Fahri selalu mengajak Alira untuk jalan jalan biar dia dan bayinya sehat,, karna itu anjuran dari dokter Rani untuk Fahri dan Alira... setiap hari Alira ke kampus di antar oleh Fahri,, dan karna perutnya yg sudah sedikit terlihat,, mambuat Fahri melarangnya untuk mengenakan baju yg terlalu ketat,, dan Alirapun menurutinya,, karna Alira sendiri mulai merasa tidak nyaman dengan pakaian pakain yg ketat,,...... sampinya di kampus Alira langsung turun setelah bersalaman dan mencium tangan suaminya,, dan Fahripun tidak lupa mengecup kening Alira,, kemudian Fahri langsung pergi sambil melambaikan tangan kepada Alira yg sedang berdiri menatapnya sambil tersenyum... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582386435314.jpg-original600webp?sign=2e8284b6e2444704ee3e3e46bf198c99&t=5e72b600) Chapter 80 Bab 80. ulang tahun Alira... dua bulan berlalu dan kandungan Alira sudah memasuki enam bulan,, dan selama dua bulan ini,, Alira sering melamun dan bersedih karna Fahri yg sering berangkat ke berbagai negara meninggalkannya,, perusahan dan bisnis Fahri yg tambah sukses membuatnya jarang di rumah dan waktunya kepada Alira sangat berkurang... padahal waktu waktu seperti saat ini,, Alira sangat membutuhkan perhatian dari Fahri,, apalagi dia mulai merasa berat di saat duduk ataupun berdiri,, kadang kadang dia sering menangis karna merasa tidak di perdulikan.. kadang kadang Alira tidak bisa tidur di waktu malam,, dia hanya berbaring di atas tempat tidur sambil memikirkan suaminya yg sangat dia rindukan itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582437924697.jpg-original600webp?sign=753fea98511701fe1e6942ebd5ad6692&t=5e72b600) sedangkan Fahri,, dia semakin sibuk dengan pekerjaannya dan sudah lupa dengan orang yg selalu menunggunya di rumah... hari semakin berlalu dan kandungan Alira tinggal beberapa hari lagi sudah memasuki bulan ke enam yg bertepatan dengan hari ulang tahunnya.... dan di saat itu Fahri sedang berada di Amerika,, Alira yg di tinggalkan terus menerus bersedih dan kecewa,, apalagi Fahri yg tadinya perhatian dan romantis sudah kembali cuek dan dingin padanya dalam waktu sebulan ini.... dia sudah mulai jarang mengabari atau menanyakan keadaan Alira,, hanya Alira yg selalu duluan menanyakan kabarnya itupun hanya lewat sms,, kalau Alira menelfonnya,, selalu Refan yg mengangkatnya... dan hal itu sangat membuat Alira terluka dan kecewa,, sifat Fahri yg tiba tiba seperti ini membuat Alira berfikir macam macam tentangnya,, apalagi Alira itu orangnya sangat cemburuan dan penuh curiga... pukul 11:30 Alira dan teman tamannya yg baru selesai menerima mata kuliah langsung melangkah menuju kantin,, meraka makan siang di sana sambil mengobrol,, teman temannya yg sudah mengerti kaadan Alira selalu mengajaknya untuk mengobrol biar dia tidak terlalu memikirkan Fahri,,.... di saat mereka sedang asik mengobrol,, tiba tiba ponsel Alira berdering dan ternyata ada telfon masuk dari mama mertuanya... ("halo sayang,, suara mama Rita... ("iya ma,, jawab Alira tidak bersemangat... ("sebentar mama papa dan grenma mau ajak kamu ke acara keluarga,, kata mama Rita... ("tapi aku ngga ingin ikut ma,,! jawab Alira... ("kamu ngga bisa menolak,, pokoknya kamu harus ikut,, nanti mama bawain baju yg sudah mama belikan buat kamu,,,! kata mama Rita... ("ya udah kalu gitu ma,,,! jawab Alira pasrah... pukul 7:30 malam,, mama Rita sudah berada di rumah anaknya,, dia membawa gaun dan tukang rias pribadinya buat mendandani Alira secanti mungkin,, sedangkan Alira yg tidak bersemangat hanya menurut tanpa protes sama skali... selesai berdandan,, Alira dan mama Rita langsung berangkat menuju tempat acara yg di maksud mama Rita,, sampainya di sana Alira langsung duduk di kursi yg sudah di siapkan untuk para tamu dengan wajah yg tidak bersemangat.... tapi tiba tiba mati lampu,, Alira yg merasa takut langsung meraih dan memegang erat tangan mama Rita yg berada di sampingnya itu,, dan tidak beberapa lama,, kemudian lampu kembali menyala dan di saat Alira menatap kiri dan kanan,, dia sangat kaget dengan apa yg dia lihat.... karna undangan yg berada di situ,, kebanyakan teman teman sekampusnya,, dan dia tambah kaget di saat melihat beberapa sahabatnya pun ada di situ,, dan di saat Alira mau bertanya kepada mereka,, tiba tiba ada suara dari depan sana yg sangat Alira kenal dan sangat dia rindukan selama beberapa hari ini.... "slamat ulang tahun sayang,,, kata Fahri yg sudah berdiri di depan sana sambil memegang mic di tangannya dan menatap Alira dengan tatapan sayangnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582437924692.jpg-original600webp?sign=4c102928df8b02bb73bd8190fc8f629f&t=5e72b600) Alira yg terkejut dan tidak percaya langsung berdiri sambil berlinang air mata,, karna setau dia,, suaminya itu sedang berada di Amerika dan 3 hari lagi baru pulang ke indonesia.... "aku akan mempersembahkan lagu ini untuk orang yg sangat aku cintai yaitu Alira,, tambah Fahri dan langsung melangkah maju mendekati Alira... sedangkan Alira,, dia hanya menatap suaminya tanpa bisa berkata kata.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582437924695.jpg-original600webp?sign=eef8f7c4f69af7122b96bcbf32f55ef5&t=5e72b600) Fahri melangkah mendekati Alira sambil menyanyikan lagu yg khusus dia persiapkan untuk istri tercintanya itu..... "kau mau apa pasti kan ku beri,,, "kau minta apa akan ku turuti,,, "walau harus aku terlelah dan letih,,, "ini demi kamu sayang,,,, "aku tak akan berhenti,,, "menemani dan menyayanginmu,,,, "hingga mata hari,,,, "tak terbit lagi,,, "bahkan bila aku mati,,, "ku kan berdoa pada ilahi,,, "tuk satukan kami,,, "di surgaaaaa nantiiii,,, "tahukah kamu apa yg ku pinta,,, "di setiap doa sepanjang hariku,,, "tuhan tolong aku,,, "tolong jaga dia,,, "tuhan aku sayang diiiiiiaaaaa Fahri bernyanyi sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang,, sedangkan Alira,, dia tidak bisa berkata kata,, dia hanya tersenyum sambil meneteskan air mata bahagianya,, dan yg hadir di situ semua bertepuk tangan sambil melihat mereka.... selesai bernyanyi Fahri langsung mengecup kening dan perut Alira yg sudah membucit itu,, kemudian dia menghapus air mata yg mengalir di pipi mulus istrinya itu dengan ibu jarinya,, dan kembali memeluk Alira sambil berbisik.... "maaf kan masmu ini sayang,, mas cuek dan dingin sama kamu selama sebulan ini karna mas ingin memberimu kejutan di hari ini,, kata Fahri... "kapan mas dari Amerika,,,? tanya Alira sambil melepaskan pelukannya dan menatap suaminya... "tadi sore mas dan Refan baru saja sampai,, dan mas langsung menyusun semua ini bersama mama dan yg lainnya,, jawab Fahri.. "makasih mas atas semuanya,, tapi tolong mas jangan bersikap dingin dan cuek lagi sama aku,, karna aku sangat tersiksa,, kata Alira... "iya sayang,,, jawab Fahri dan kembali mencium kening dan mengecup bibir istrinya itu.... dan para tamu yg hadir di situ tambah bertepuk tangan sambil bersiul siul,, ada juga yg meneteskan air mata haru karna melihat tingkah Fahri yg sangat romantis kepada Alira... setelah acara selesai,, mereka semua mulai berlalu pulang satu persatu,, dalam perjalanan,, Alira terus memandang Fahri yg sedang fokus menyetir itu,, Alira tau kalau suaminya itu sangat cape dan belum sempat beristirahat tapi dia masih bisa melakukan semua ini hanya untuk memberi kejutan di hari spesialnya... Alira sangat bahagia karna mendapatkan pendamping sesempurnah Fahri,, dia merasa menjadi wanita yg paling beruntung,, apalagi tiga bulan ke depan dia akan mendapatkan seorang laki laki kecil yg akan melengkapkan hidup dia dan Fahri.... Alira dan Fahri sudah mengetahui jenis kelamin bayi mereka,, dan mereka sangat bahagia karna anak mereka yg tinggal 3 bulan lagi datang berjenis kelamin laki laki seperti yg Fahri inginkan,,..... sebenarnya perempuan ataupun laki laki tidak jadi masalah,, karna buat mereka bayi mereka itu adalah rezeki yg tak terhingga,, tapi Fahri memang menginginkan anak pertamanya laki laki biar bisa menjaga adik adiknya kelak. Chapter 81 Bab 81. keberanian Alira.... sampainya di rumah,, Alira dan Fahri langsung membersihkan diri dan memilih untuk naik ke tempat tidur,, Alira meletakan kepalanya di lengan Fahri dan Fahri pun langsung memeluknya dan mengecup pucuk kepalanya dan mereka memilih untuk segera memejamkan mata.... pukul 3:30 Fahri di kagetkan dengan suara Alira yg memanggil manggil namanya dengan suara bergetar,, dia membuka matanya dan menatap ke samping,, dia melihat Alira yg sudah meneteskan air matanya dan terus memanggil nama Fahri dengan keadaan masih memejamkan mata... "mas,, mas Fahri,, maaas,, mas Fahriiii,, hiks....hiks....hiks.... "Alira,, Alira,, kamu kenapa sayang,,,? tanya Fahri sambil menggoyang goyangkan lengan Alira.... Alira yg di bangunkan Fahri langsung kaget dan segera memeluk tubuh kekar suaminya dan menangis dengan kerasnya... "ada apa sayang,,,? tanya Fahri panik,,... "aku mimpi buruk mas,, di dalam mimpi aku,, ada orang yg membawaku pergi jauh darimu,, aku ngga bisa ngebayangin itu mas,, aku ngga mau kita pisah,, kata Alira sambil terus menangis... "sudah sayang,, jangan nangis lagi,,! kita ngga akan pernah pisah,, kita akan selalu bersama hidup ataupun mati,, kata Fahri dengan sepenuh hatinya... "tapi mas,, aku takut kalau aku akan pergi ninggalin kamu suatu hari nanti,, kata Alira dalam pelukan Fahri... Fahri yg mendengar kata kata Alira barusan dengan segera melepaskan pelukannya dari Alira dan menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan kemudian berkata... "aku ngga mau dengar lagi kamu ngomong kaya gitu,, aku ngga suka mendengarnya Alira,, kata Fahri sambil melangkah turun dari tempat tidur... "mas,, kamu mau kemana,,,? tanya Alira di saat Fahri sudah melangkah menghampiri pintu kamar... "aku mau minum,, jawab Fahri sambil terus melangkah keluar kamar... Fahri turun ke lantai satu menggunakan lift,, dang sampainya di dapur dia langsung meminum dua gelas air,, selesai minum Fahri memilih untuk duduk di ruang keluarga sambil termenung memikirkan kata kata Alira tadi di kamar.... kemudian Fahri memilih menelfon mamanya pada jam 4 dini hari,, karna dia ingin menanyakan arti mimpi Alira itu ke mamanya.. ("halo nak,, ada apa kamu telfon di jam segini,,,? tanya mama Rita panik dengan suara khas orang baru bangung... ("ma,, tadi Alira mimpi buruk,, dalam mimpinya itu katanya dia di bawah jauh oleh seseorang,,, kata Fahri... ("aku ngga tenang aja dengan mimpinya itu,,,! tambah Fahri... ("mimpi itu hanya bunga tidur sayang,, kamu ngga usah terlalu memikirkannya,, doakan saja yg terbaik untuk istri kamu,, kata mama Rita... ("iya ma,, udah dulu ya ma,,,! aku udah ngantuk ni,,, kata Fahri dan memutuskan sambungan telfonnya... kemudian Fahri naik ke kamarnya,, sampainya di dalam kamar,, Fahri langsung berbaring di atas ranjang dan berbalik menatap wajah Alira yg sudah terlelap di sampingnya itu.... Fahri mengecup pucuk kepala Alira dan kemudian menutup matanya sambil memeluk Alira dengan penuh kasih sayang.... pukul 6 tepat Alira sudah bangun dan langsung berpakaian santai juga berdandan,, setelah itu dia langsung turun ke dapur untuk membantu para bibi menyiapkan sarapan,, selesai menyiapkan sarapan,, Alira kembali naik ke kamarnya untuk membangunkan Fahri.... Alira memanggil manggil nama Fahri sambil menggoyang goyangkan lengannya selama beberapa detik dan membuat Fahri langsung terbangun,, Fahri yg baru membuka matanya langsung terpana dengan kecantikan Alira... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582726358133.jpg-original600webp?sign=6c0c5ea64fab7741737a8d0c11a23192&t=5e72b600) Fahri menatap Alira sambil tersenyum kemudian dia mencium kening Alira dan berkata.... "kamu cantik bangat sayang,,, kata Fahri... dan Alira hanya tersenyum menatap wajah bantal suaminya itu,, setelah itu Fahri langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri,, sedangkan Alira dia langsung menyiapkan pakaian ganti suaminya..... selesai sarapan,, Alira dan Fahri langsung berlalu menuju kampus,, sampainya di kampus mereka langsung turun dari mobil dan melanglah masuk ke dalam gedung kampus sambil bergandengan tangan... karna hari ini ada mata kuliahnya,, jadi Fahri harus mengikutinya setelah itu baru dia ke kantor,, karna tidak lama lagi Fahri akan selesai s2 sedangkan Meymey akan selesai s1,, dan di susul oleh Alira yg akan selesaikan s1nya juga.... Fahri mengantar Alira ke ruangannya terlebih dulu baru dia pergi ke ruangannya,, karna perut Alira sudah mulai membesar akhirnya membut Fahri lebih waspada dan menjadi suami siaga.... selesai menerima mata kulih,, Alira memilih untuk menunggu Fahri di depan ruangannya,, karna merasa penasaran,, akhirnya Alira sedikit mengintip dan dia melihat suaminya di dalam sana yg sedang fokus menulis sesuatu di atas mejanya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582726358138.jpg-original600webp?sign=f4b5c9c689f9b7aacc6798e72fff1d7d&t=5e72b600) Fahri adalah mehasiswa unggulan di kampus itu,, karna selain cerdas dia juga serba bisa dan berbakat dalam berbagai bidang,, seperti dalam semua cabang olahraga dia bisa dan jago bangat.... kemapuan, kecerdasan, ketampanan dan sikapnya yg dingin itu membuat para wanita makin tergila gila padanya walaupun mereka sudah tau kalu dia sudah menikah, tapi mereka tidak perna berhenti mencari perhatian di depannya.... setelah selesai mengerjakan apa yg dia kerjakan itu,, Fahri langsung berdiri dan melangkah untuk mengumpulkannya di meja dosen yg kosong,, dan di saat dia berbalik dan hendak melangkah,, tiba tiba ada seseorang yg melangkah mendekatinya dan langsung memeluknya sambil berkata.... "Fahri,, aku sangat mencintaimu,, kata wanita itu dengan percaya dirinya,,.... Fahri yg sangat terkejut langsung mendorong wanita itu dengan kasarnya sampai dia terdorong menghantam meja,, kemudia Fahri berkata.... "jangan gila kamu,, aku ni suami orang,, dan aku ngga akan pernah bisa berpaling dari istriku,,, kata Fahri dengan nada kesalnya... "memangnya istrimu secantik apa sih,,,? palingan aku lebih cantik,, jawab wanita itu dengan lantang dan percaya dirinya... semua yg ada di dalam ruangan itu terbelalak melihat keberanian mahasiswi pindahan yg baru beberapa hari di kampus mereka itu,, dan wanita itu ternyata ponakan dari rektor kampus ternama itu... tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg sedang menatap mereka dari balik pintu,, dia adalah Alira,, Alira sangat marah dengan sikap murahan wanita itu dan rasa percaya diri wanita itu yg menurutnya sangat berlebihan.... tanpa berfikir panjang,, Alira langsung masuk ke dalam ruangan Fahri tanpa mengetuk pintu terlebih dulu,, apalagi dosennya ngga ada,, jadi Alira ngga perlu repot repot untuk bersikap sopan.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582726358136.jpg-original600webp?sign=2de0fed8b8b877654e1def5cafe014f4&t=5e72b600) Alira sangat terlihat cantik dengan baju berwarna hitam yg dia kenakan itu,, dia melangkah mendekati wanita itu dengan anggunnya,, dan semua yg ada di dalam ruangan menatap Alira dengan mata terbelalak termasuk Fahri dan wanita itu,,,.. mereka terbelalak karna terkejut dan kagum melihat wanita yg kecantikannya sudah seperti bidadari dari surga itu sedang melenggak lenggok di hadapan mereka... dan sampainya di dapan wanita itu,, Alira berdiri dan menatap tajam wanita itu kemudian berkata..... "aku istrinya,,! perkenalkan,,,! namaku Alira anastasya permana,,... kata Alira sambil memasang wajah juteknya... " aku primadona di kampus ini,, jadi menurut kamu,, aku secantik apa,,,? tanya Alira dengan pd nya... "hey,,, bicara itu yg sopan,,! kamu ngga tau kamu sedang berhadapan dengan siapa,,,? kata wanita berwajah pas pasan itu... "aku tau,, kamu ponakannya rektor di kampus ini,, trus apa urusannya sama aku,,,? ketus Alira... "dan kamu ngga tau kamu sedang berhadapan dengan siapa,,,? tanya balik Alira. "aku adalah pendonor dana terbesar di kampus ini,, jadi aku ngga perduli biarpun kamu ponakannya rektor,, karna pak rektor ngga akan membenarkan sikap murahan seorang pelakor kaya kamu,, kata Alira dengan lantangnya... apa yg di katakan Alira itu benar,, karna Fahri mendonorkan dana di kampus ini atas namakan Alira,, dan dia adalah pendonor dana terbesar,, selesai berkata kata,, Alira langsung menggandeng tangan suaminya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.... dan Fahri hanya mengikuti istrinya sambil tersenyum karna melihat sikap berani istrinya itu,, padahal aslinya dia sangat manja dan cengeng,, tapi kalau menghadapi wanita wanita halu,, dia selalu berani dan tegas... sedangkan wanita yg di katai Alira itu hanya terdiam dan menundukan kepalanya karna menahan malu yg luar biasa,, dan yg lainnya pun hanya menyaksikan semuanya tanpa ada yg bersuara... Chapter 82 Bab 82. pesan Bela yg membuat Alira hancur.. tiga bulan berlalu,, Alira yg sudah tinggal menunggu hari untuk melahirkan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,, sedangkan Fahri pada saat itu sedang berada di Amerika untuk urusan bisnisnya... sebenarnya Fahri tidak ingin pergi meninggalkan Alira,, tapi karna urusan bisnisnya itu tidak bisa untuk di wakili dan di tambah Alira mengizinkannya pergi bahkan sampai memaksanya jadi akhirnya dia pergi.. perjalanan bisnis Fahri ke Amerika paling lambat 5 hari,, sedangkan prediksi dokter,, Alira akan melahirkan kurang lebih 10 hari lagi,, jadi dia mengizinkan Fahri untuk pergi.. selama berada di Amerika Fahri tidak henti hentinya menelfon Alira untuk menanyakan kabar wanita yg amat dia cintai dan juga anaknya yg tinggal beberapa hari lagi akan hadir di dunia ini,, dan hal itulah yg membuat Fahri sangat bersemangat untuk menyelesaikan segalanya biar dia bisa cepat pulang ke jakarta..... Fahri meminta kepada rekan rekannya untuk mempercepat semuanya karna dia ingin segera pulang ke Indonesia,, dan akhirnya semuanya selesai lebih cepat dari yg mereka tentukan,, setelah selesai urusannya di Amerika,, Fahri langsung berangkan malam itu juga,, dia menggunakan pesawat pribadinya biar cepat.... pagi hari itu Alira sangat bahagia karna sebentar lagi suaminya akan tiba,, dia bangun dan segera mandi,, selesai mandi Alira langsung berpakain dan berdandan,, karna dia ingin terlihat cantik di hadapan suaminya yg siang nanti sudah tiba di Indonesia... setelah selesai bersiap siap,, Alira langsung turun ke bawah melewati tangga,, dia tidak menggunakan lift karna dia ingin sedikit berolahraga biar dia dan bayinya sehat.... tapi di saat berada di tangga menuju lantai satu,, Alira yg sudah menuruni beberapa tangga itu tiba tiba mendapat sms yg membuatnya seperti tersambar petir di siang bolong dan langsung berdiri seperti patung,, matanya terbelalak dan terasa panas setelah membaca isi dari pesan itu... aku sangat puas setelah menghabiskan dua malam berturut turut bersama Fahri,, dia sangat luar biasa di atas ranjang,, dia membuatku sampai tidak berdaya,,, Bela.. air mata Alira langsung meluncur dari matanya,, dadanya terasa sesak saking kaget dan emosinya,, kemudian dia melanjutkan langkah kakinya dengan begitu buru buru sambil terus berlinang air mata... dia sudah tidak bisa memikirkan apa apa lagi,, sampai sampai dia pun tidak memperhatikan langkah kakinya karna begitu rapuhnya,, dan tiba tiba hal yg paling di takutkan pun terjadi... Alira terpeleset dan terjatuk terguling gulin dari tangga sampai ke dasar lantai satu,, memang tidak terlalu tinggi karna dia sudah berada di pertengahan tangga,, tapi benturan keras yg mengenai perut besarnya itu membuatnya mengeluarkan darah dan akhirnya tidak sadarkan diri.... bi Ina yg sedang berada di dapur mendengar suara teriakan Alira dan mendengar bunyi sesuatu,, akhirnya bi ina melepaskan pekerjaannya dan berlari ke depan,, bi ina histeris dan menangis sejadi jadinya di saat melihat Alira yg sudah terlentang di bawah tangga dengan banyak darah yg keluar dari bagian bawanya... "toloooong,,,, toloooong,,, teriakan bi ina meminta tolong.... dan tidak berapa lama yg lainnya pun datang,, mereka adalah tukang kebun supir sekuriti dan yg lainnya,, mereka mengangkat Alira dan segera membawanya menuju mobil,, sedangkan bi ina langsung menghubungi mama Rita untuk memberitahukan keadaan Alira.... dan setelah itu bi ina dan supir pribadi Fahri segera melarikan Alira ke rumah sakit,, sedangkan mama Rita, Meymey dan papa Indra yg baru mau berangkat ke kantor langsung bergegas menuju rumah sakit besar milik papa Inda.... sampainya di sana,, mama Rita langsung histeris setelah melihat keadaan menantunya yg baru mereka keluarkan dari dalam mobil dan langsung di larikan ke ruang UGD,, papa Indra dengan segera langsung memerintahkan dokter terbaik di rumah sakit itu untuk menangani menantunya itu,,,.... Meymey pun ikut menangis melihat kondisi Alira,, dan dia juga memeluk mama Rita untuk menenangkannya,, mama Rita menangis sampai dia sudah tidak bisa berfikir apa apa... selesai mengurus semuanya,, papa Inda langsung menghubungi Fahri tapi nomornya masih di luar jangkauan,, akhir papa Indra memilih untuk mengirim pesan padanya.... semua dokter sibuk menangani Alira,, setelah hampir setengah jam mereka memeriksa keadaan Alira,, tiba tiba dokter terbaik yg menangani Alira keluar dengan wajah yg tidak bisa di artikan... "bagaimana keadaannya dok,,? tolong selamatkan anak dan cucuku dokter,,,! aku mohon,,,! kata mama Rita sambil menangis.. "begini bu,, kondisi ibu Alira dan juga bayinya sangat kritis,, detak jantung ibu Alira semakin lemah,, jadi kalau kita mau menyelamatkan anaknya,, kita harus melakukan oprasi sekarang juga sebelum terlambat,,, jelas dokter panjang lebar... "trus bagaiman dengan Alira dok,,,? tanya mama Rita tambah panik,,,... "kita sudah tidak bisa berbuat apa apa kepada ibu Alira,, jawab dokter itu... "apa maksud kamu dokter,,,? teriak mama Rita panik... sedangkan Meymey,, papa Indra, bi Ina dan supir pribadi Fahri juga terkejut mendengar pernyataan dokter itu,, mereka semua tidak bisa berka kata,, hanya air mata yg menetes menandakan betapa besar rasa sayang mereka kepada Alira.... sedangkan keluarga Alira sudah dalam perjalanan dari bandung, mereka sangat terkejut mendengar kabar Alira yg di beritahukan papa Indra melalui telfon tadi,, ibu dan ayah Alira tidak henti hentinya menangis,, karna Alira adalah anak perempuan mereka satu satunya.... Fahri yg baru mau mendarat tiba tiba mendengar bunyi pesan di ponselnya,, dia segera mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan membuka pesan yg baru masuk itu,, dan seketika matanya terbelalak dan dadanya terasa sesak setelah membaca pesan itu.... tidak pakai lama,, Fahri langsung menelfon mamanya,, tapi karna mama Rita masih belum bisa untuk tenang dan tidak henti hentinya menangis,, akhirnya papa Indra yg menjawab telfon dari Fahri,,... papa Indra yg juga sangat terpukul tidak sanggup untuk berkata kata kepada Fahri,, dia hanya terdiam dan meneteskan air mata tanpa suara,, dan di saat Fahri mau mengeluarkan suara,, tiba tiba dia mendengar suara tangis mamanya sambil menyebut nyebut nama Alira.... ("Alira,,, Aliraaaa,, Aliraaa pa,,, suara mama Rita.... ("ada apa sama Alira ma,,,? bagaiman keadaannya ma,,,? tanya Fahri panik... ("Fahri ini papa nak,, kata papa Indara... ("bagagaimana keadaannya pa,,? dia baik baik saja kan,,,? tanya Fahri lagi... ("kata dokter,, hanya anaknya yg bisa di selamatkan dengan melakukan oprasi,, sedangkan dia sudah tidak bisa di selamatkan lagi karna detak jantungnya sudah semakin lemah nak,,, jawab papa Indra dengan suara bergetar... ("apaaaa,,,? ngga pa ngga,, aku,,,, aku ngga bisa hidup tanpa dia pa,, ini tidak mungkiiiiin,, aku ngga bisa terima ini,, ngga,, ngga,, aku ngga bisaaa,,, ini ngga mungkiiiin,,, hiks...hiks...hiks... Fahri berkata sambil menangis di dalam pesawat.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582808162328.jpg-original600webp?sign=65a13ac2e351147f5206c2a80e8cad2a&t=5e72b600) ("sabar Fahri,, kamu harus sabar nak,, hidup ini memang sangat berat,, semua berjalan ngga selamanya seperti yg kita mau... kata papa Indra menenangkan Fahri... ("tapi pa,,, aku ngga sanggup kehilangan Alira,, bagaimana hidup aku tanpa dia pa,,? jawab Fahri sambil terus menangis... sedangkan orang orang yg berada di dalam pesawat itu hanya memandang Fahri dengan tatapan sedih dan haru,, dan Refan yg juga sudah mendapat kabar dari Meymey hanya mengusap ngusap pundak Fahri sambil meneteskan air mata tanpa berkata kata... Chapter 83 Bab 83. Alira di nyatakan meninggal... pukul 11:30 siang,, dokter yg menangani Alira keluar dari ruang oprasi dengan wajah yg terlihat sangat lelah dan tidak bersemangat,, keluarga Fahri dan juga keluarga Alira yg sudah sampai sejak dua jam yg lalu langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing masing dan menghampiri dokter dengan wajah yg berlinang air mata,, karna sejak tadi mereka hanya bisa menangis dan berdoa untuk Alira dan juga anaknya..... "bagaimana dok,,,? tanya mama Rita dan ibu Vivi bersamaan... "oprasinya sudah selesai,, anaknya selamat walaupun sedikit lemah,, jawab dokter itu... "trus ibunya bagaiman dokter,,,? tanya ayah Ilham dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... "kita sudah berusaha sekuat dan semampu kita tapiiii,,, kata kata dokter itu tertahan... "tapi apa dokter,,,? apa yg terjadi sama putrikuuu,,,? sambung ibu Vivi... "apa maksud kamu dokteeer,,,? teriak mama Rita... "detak jantuk dan denyut nadi ibu Alira sudah semakin melemah,, kita sudah melakukan berbagai cara tapi tidak ada perubahan membaik,, malahan semakin memburuk,, kata dokter itu yg membuat semuanya langsung menangis,, terutama mama Rita dan Ibu Vivi mereka langsung histeris sambil memeluk suaminya masing masing.... "dan saya mau mengatakan sesuatu,, kata dokter itu lagi... "apa dok,, apa yg mau kamu katakan,,? tanya papa Indra... "detak jantung dan denyut nadi ibu Alira yg masih ada itu hanya karna adanya alat yg masih terpasang di tubuhnya,, jadi ada baiknya kita segera melepaskan alat alat medis dari tubuhnya biar dia tidak terlalu lama tersiksa,,, tambah dokter itu... setelah mendengar perkataan dokter itu,, ibu Vivi langsung pingsan,, sedangkan mama Rita langsung terduduk lemas di atas lantai sambil menangis dengan kencangnya memanggil manggil nama Alira... "Alira putriku,, mengapa semua harus kaya gini pa,,,? bagaimana dengan Fahri dan anaknya pa,,? kata mama Rita kepada suaminya yg sudah memeluknya... "tunggu dulu dokter,, biarkan alat itu terpasang,, kita harus menunggu suaminya,, karna dia lebih berhak untuk memutuskannya dok,, kata ayah Ilham ke dokter itu.... sedangkan Fahri masih berada di dalam mobil menuju rumah sakit,, karna cuaca yg buruk dan hujan lebat,, membuat pesawat yg di tumpangi Fahri mendarat di bandara tepat pukul 6:30 sore,, dan pukul 7 mereka baru dalam perjalanan ke rumah sakit,,,... Fahri sangat terpukul,, seakan akan dunianya akan kiamat setelah mendengar kabar dari papanya barusan kalau Alira sudah tidak bisa di selamatkan,, dan dia juga meminta kepada papanya untuk tidak melepaskan alat alat medis dari tubuh Alira,,.... Fahri menangis sampai tidak bisa untuk berkata kata,, dia tidak bisa menerima semua ini,, dia tidak bisa hidup tanpa wanita yg teramat sangat dia cintai itu,, sedangkan Refan yg berada di sampingnya hanya bisa mengusap ngusap pundaknya dan memeluknya.... dan tiba tiba mobil mereka terhenti karna macet yg di sebabkan ada banjir besar di depan sana,, dan tidak bisa di lewati kendaraan,, Fahri yg begitu memikirkan istrinya langsung turun dari mobil dan berlari meninggalkan Refan tanpa berucap satu katapun,,... Fahri berlari menuju rumah sakit dengan berlinang air mata,, dalam fikirannya hanya ada Alira,, dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Alira,, air mata yg membasahi wajahnya bercampur dengan air hujan yg membasahi seluruh tubuhnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1582981943681.jpg-original600webp?sign=2a21908716b7389d8fbbd81c2f7f0c8f&t=5e72b600) m "Alira,, kamu ngga bisa ninggalin aku begitu saja,, bagaimana aku bisa membesarkan putra kita tanpa kamu,,? Alira jangan tinggalkan aku Aliraaaaaaaa,,,! Fahri berlari sambil berkata kata dan berteriak dengan kerasnya di tengah jalan... sedangkan Refan yg melihat Fahri pergi langsung menyusul,, karna dia takut terjadi apa apa sama adiknya itu,, Refan sangat kasihan kepada Fahri,, karna dia tau betapa besar cinta Fahri terhadap Alira,, karna selama ini yg tau Fahri hanyalah Refan... Refan tau kalau Fahri tidak bisa menerima kenyataan ini,, karna selama ini hanya Alira wanita satu satunya yg mengisi hati Fahri,, Fahri hanya mencintainya seorang,, dia selalu menjaga hati dan dirinya hanya untuk wanita manjanya itu.... Fahri berlari sampai dia terjatuh dan terluka,, lutut tangan dan juga jidatnya berdarah karna dia terbentur aspal,, namun dia tidak menghiraukannya,, karna sakit di tubuhnya tidak seberapa sakit hatinya saat ini,, dia bangun dari jatuhnya dan kembali berlari sambil terus menangis,, dan Refan yg melihatnya pun ikut menangis.... sampainya di rumah sakit,, Fahri langsung berlari ke dalam mencari keberadaan keluarganya dan di susul Refan dari belakang,, semua orang yg melihat mereka hanya menatap tanpa suara,, karna kebanyakan dari mereka sudah mengenali Fahri dan juga Refan,, apalagi keberadaan Alira dan kondisinya sudah di ketahui semua orang yg ada di situ... setelah berada tidak jauh dari ruang UGD,, Fahri melihat keluarganya di depan UGD sedang menangis sambil berpelukan,, dan itu membuatnya seperti tersambar petir,, dengan buru buru dia langsung mengahampiri mereka sambil berteriak... sedangkan keluarganya yg melihat tubunya yg basah kuyup dan terdapat darah di beberapa bagian tubuhnya tambah menangis,, karna mereka sangat mersa kasihan melihat Fahri yg begitu hancur... "mamaaaa,,, ma di mana Alira ma,,,? pa,, di mana diaaa,,,? ayah,, Alira dia mana,,? ibuuuu,, Fahri bertanya ke semua orang tuanya dan terakhir dia bertanya ibu mertuanya dan tanpa menjawab,, ibu Vivi langsung memeluknya dan menangis histeris sambil berkata.... ""Alira Fahri,, Alira tidak akan bersama kita lagi,, Fahriiii,, kenapa harus beginiii,,,? hiks....hiks...hiks.... ibu Vivi berkata kata sambil menangis... "jangan berkata seperti itu bu,, aku ngga bisa membayangkan itu,, kata Fahri sambil mendekap ibu mertuanya ke dalam pelukannya... "apapun yg terjadi,, kita harus bisa menerima dan mengikhlaskannya nak,, kata ayah Ilham sambil mengusap ngusap pundak Fahri... "ngga,,! aku ngga bisa yah,, aku ngga bisa,, aku ngga bisaaaaaa,,, hiks....hiks....hiks...teriak Fahri dan langsung terjatuh bersimpuh di lantai sambil menangis.... semua yg melihatnya ikut menangis,, mereka semua hancur tapi Fahri yg lebih hancur,, dia seperti orang yg kehilangan arah,, sampai sampai dia sudah tidak memikirkan putra kecilnya yg selama ini dia nantikan... "maaf pa,, bu,, apakah pa Fahri sudah ada,,? tanya dokter Hermawan,, dokter yg menangani Alira.. "bagaimana istri saya dok,,? tanya Fahri yg buru buru berdiri dari lantai setelah mendengar namanya di sebut... "begini pa,, kita ingin meminta izin dari bapa untuk melepaskan alat alat medis dari tubuh ibu Alira,, karna ibu Alira sudah di nyatakan meninggal,, detak jantung dan denyut nadinya sudaj berhenti,, kata dokter itu... "apaa,, apa yg kamu bilang dokter,,,? ngga,,, ngga mungkin,, ngga mungkin Aliraa,, Alira,,, Aliraaaaaaa,,, hiks...hiks...hiks... teriakan Fahri dan tangisan Fahri yg membuat mereka semua menangis histeris.. "mamaa,, maaaaa,, aku harus gimana mamaaaa,, aku ngga bisa hidup tanpa dia maaa,, hiks...hiks....hiks... tangisan Fahri dalam pelukan mamanya.... semua orang yg menyaksikan Fahri ikut menangis,, walaupun ada beberapa dari keluarga pasien lain yg belum mengenalnya,, karna mereka sangat terharu melihat seorang lelaki yg begitu hancurnya kehilangan wanita yg amat dia cintai... Chapter 84 Bab 84. Fahri sedih karna melihat putranya sakit dan menangis... Fahri menangis dalam pelukan mamanya selama beberapa menit,, dan setelah itu dia berbalik menghadap dokter Hermawan yg masih berdiri di dekatnya itu sambil berkata.. "jangan lepaskan alat alat itu dokter,, biarkan alat alat itu terpasang di tubuh istri saya,, kata Fahri... "baiklah pa,, tapi alat alat itu terpasang hanya sampai besok pagi,, karna kalau lewat dari itu,, kita bisa di tuduh menyiksa jenajah.. kata dokter itu dan hanya di anggukin oleh Fahri... setelah itu dokter hermawan langsung masuk kembali ke ruangan Alira,, sedangkan Fahri dan keluarga besarnya hanya bisa menangis kehilangan Alira,, mereka tidak bisa membayangkan semua yg telah terjadi,, dan tidak berapa lama,, tiba tiba ada seorang suster yg datang menghampiri mereka kemudian berkata...... "apakah ada pak Fahri,,? tanya suster itu,,,... "iya ada apa suster,,,? tanya Fahri... "putra bapak sudah melewati masa kritis,, jadi bapak dan keluarga sudah bisa melihatnya,, kata dokter itu... Fahri tidak bisa menjawan apa apa,, dia hanya mengangguk kepada suster itu dengan berlinang air mata,, dadanya terasa amat sesak,, kesedihannya semakin bertambah setelah mendengar suster itu menyebutkan putranya,,... dengan langkah kaki yg berat Fahri berjalan masuk ke ruang perawatan anaknya yg berada tidak jauh dari ruang rawat Alira... sampainya di dalam ruangan itu,, mata Fahri langsung tertuju ke dalam incubator yg terdapat malaikan kecil dan mungil yg sedang terlelap di dalamnya... Fahri mendekatinya dengan langkah yg lemah dan air mata yg berlinang,, keluarganya yg berada di belakangnya pun tak kuasa menahan tangis melihat kondisi Fahri dan anaknya itu,, mereka semua menangis tanpa suara.... Fahri meletakan ke dua tangannya di atas incubator sambil menangis,, dia tidak sanggup membayangkan hidupnya dan putra kecilnya itu tanpa Alira,, air matanya jatuh membasahi incubator itu.... setelah beberapa menit Fahri memandang putranya dengan air mata yg tiada henti,, tiba tiba dia teringat dengan Alira,, dan dia langsung melangkah meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju ruangan Alira.... Fahri masuk ke dalam ruangan Alira tanpa mengetuk pintu dan tanpa bersuara,, para suster dan dokter yg ada di dalam jadi kaget dengan kedatangan Fahri,,...... dan kemudian keluarganya pun ikut menyusul,, Fahri melangkah mendekati Alira yg sedang terlentang di atas ranjang dengan wajah yg pucat dan tubuhnya di penuhi alat medis dan selang yg masih terpasang,, dia menangis sampai terisak di saat dia menyentuh tangan Alira,, Fahri merasa dunianya akan kiamat dengan kenyataan yg sedang dia hadapi ini.... dia mencium tangan Alira berulang ulang kemudian dia mencium kening dan wajah Alira dengan air matanya yg mengalir tidak henti hentinya,, Fahri tidak sanggup untuk menerima semua ini,, para keluarga dan tim medis yg melihatnya pun ikut menangis... karna Alira sudah di nyatakan meninggal tapi Fahri belum bisa untuk menerimanya,, Fahri memutuskan untuk bermalam di ruang rawat Alira,, entah apa yg dia harapkan tapi yg pastinya dia ingin melewatkan malam ini dengan berada di samping istrinya itu... para tim medis mulai melangkah meninggalkan ruangan itu,, sedangkan Fahri dan keluarga besarnya hanya berdiri mengelilingi Alira sambil menangis,, mereka semua sangat menyayangi Alira,, mereka tidak sanggup kehilangannya terutama Fahri. setelah hampir dua jam mereka berada di dalam ruangan itu,, tiba tiba ada suster yg datang untuk memanggil mereka karna bayi Alira menangis dari tadi dan badannya panas,, akhirnya mereka dengan buru buru langsung lari ke ruangan bayinya Alira terkecuali Fahri,, dia hanya duduk di tempatnya dengan air mata yg tidak henti hentinya menetes.... setelah semuanya pergi,, Fahri langsung menatap wajah Alira dan menggenggam tangannya sambil berkata.... "Alira,, apa kamu tidak kasihan sama aku dan anak kita,,? aku dan dia sangat membutuhkanmu sayang,, apa jadinya kita nanti menjalani hidup tanpa kamu Alira... "ya tuhan,, kembalikanlah istriku,, tolong aku tuham,, aku janji,, aku ngga akan meminta apapun lagi padamu asalkan istriku kembali... kata Fahri sambil terisak... dan setelah itu Fahri langsung melangkah pergi menuju ruang perawatan bayinya,, sampainya di sana,, dia melihat bayinya yg menangis dalam gendongan ibu Vivi,, Fahri melangkah maju dan langsung mengambil bayinya dari tangan ibu mertuanya yg sedang menggendongnya itu dan kemudian dia langsung pergi tanpa berkata kata... semua yg melihatnya jadi bingung dan kaget,, dan akhirnya mereka semua melangkah setengah lari mengejar Fahri,,... "apa yg mau kamu lakukan nak,,,? tanya ibu Vivi,, tapi Fahri tidak menjawabnya... Fahri mempercepat langkahnya menuju ruang rawat Alira dan di ikuti yg lainnya dari belakang,, sampainya di samping tempat tidur Alira,, Fahri langsung meletakan bayinya yg masih menangis itu di samping Alira kemudian dia berkata.... "Alira,, dengar suara itu,,,! itu suara putra kita,, kamu harus bangun Alira,, dia sakit dia butuh kamu Alira,, aku mohon sayang,,,! kasihanilah aku dan dia Alira,, hiks....hiks...hiks... Fahri berkata kata dan langsung berlutut ke lantai di samping tempat tidur Alira.... Fahri menundukan kepalanya di samping tempat tidur Alira sambil menangis,, sedangkan bayi kecilnya yg berada di samping Alira itu pun tidak henti hentinya menangis karna dia sedang sakit,, semua yg ada di situpun ikut menangis menyaksikan semuanya.... dan tiba tiba hal yg mengejutkan dan tidak di sangka sangka terjadi,, alat yg berada di samping Alira berbunyi menandakan kalau detak jantung Alira sudah berdetak,, Meymey yg menyadari itu langsung berteriak dengan kerasnya.... "om tante,, Alira masih hiduuup,,,! teriak Meymey dan membuat semuanya kaget... mereka semua langsung menatap ke alat itu dan kembali menatap wajah Alira,, setelah melihat dan menyadari apa yg terjadi,,mereka semua langsung menangis dan berteriak memanggil manggil dokter,, sedangkan Fahri,, dia langsung mencium kening Alira dan juga anaknya yg juga sudah mulai tenang itu,, seakan akan bayi kecil itu mengerti apa yg sedang terjadi.... "makasih sayang,,, kamu harus berjuang,,,! aku dan putramu selalu menunggumu,,, kata Fahri sambil menggenggam tangan Alira dan menciumnya... dan kemudian para tim medis pun datang,, mereka meminta Fahri dan yg lainnya untuk menunggu di luar,, dengan segera Fahri menggendong kembali bayinya dan melangkah keluar bersama keluarganya... sampainya di luar,, mama Rita langsung mengabil cucunya yg sudah tenang dalam gendongan papanya itu,, mama Rita membawanya kembali ke ruang rawatnya dan memberikannya kepada suster yg ada di situ untuk menanganinya.... sedangkan Fahri dan yg lainnya sedang menunggu di depan ruang rawat Alira dengan wajah cemas dan juga gelisah... mereka menunggu di luar hampir satu jam akhirnya dokter yg menangani Alira pun keluar dengan wajah yg tidak bisa di artikan... "bagaimana keadaan istri saya dokter,,,? tanya Fahri dengan wajah yg penuh harapan.. "ini benar benar keajaiban,, ibu Alira sudah kembali,, detak jantung dan denyut nadinya sudah normal,, aku sendiri bingung dan aku sangat bangga dengan pendirian pak Fahri yg mempertahankan alat alat medis di tubuh ibu Alira sampai dia bisa kembali lagi,, aku turut bahagia pak Fahri,, kata dokter itu sambil memeluk Fahri... Chapter 85 Bab 85. Alira yg gampang terhasut dan mudah cemburu.. Fahri dan keluarga besarnya sangat bahagia dengan semua mukzizat yg Tuhan kasih,, saking bahagianya sampai mereka tidak menyadari kalau waktu sudah menunjukan pukul 2:30 dini hari..... Fahri sangat bersukur karna wanita yg sangat di cintainya itu tidak pergi meninggalkannya dan putra kecilnya itu,, kemudian Fahri melangkah ke ruang rawat putranya dan dia segera meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan putranya ke ruang rawat Alira biar dia bisa menjaga istri dan juga anaknya bersamaan... setelah putra kecilnya itu sudah di pindahkan ke ruang rawat Alira,, Fahri langsung meminta Refan untuk membawa yg lainnya pulang karna waktu sudah menunjukan pukul 3 dini hari,, dan Refanpun segera melaksanakan apa yg di minta oleh Fahri,, karna mereka semua sudah sangat kelelahan apalagi mereka semua belum sempat beristirahat sejak tadi.... setelah semuanya pergi,, Fahri langsung masuk ke dalam ruang rawat Alira dan di sana juga sudah ada putranya yg sedang terlelap di tempat tidur kecilnya yg berada dekat dengan tempat tidur Alira.... Fahri berdiri bersandar di pintu sambil memandang ke arah ke dua orang yg teramat sangat dia cintai itu dengan senyum yg terukir di wajah lesuhnya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583230416092.jpg-original600webp?sign=00581f72b0e4d85c71c96fe270737cc6&t=5e72b600) Fahri sangat kelelahan karna dia belum sempat tidur sama skali,, tapi biar begitu,, dia tidak mau memejamkan matanya walau hanya untuk beberapa menit saja,, di saat dia sedang asik memadang istri dan anaknya itu tiba tiba Fahri teringat dengan ponsel Alira yg dia lupakan di kamar mandi yg terdapat di ruang rawat Alira itu,, dia melupakannya di saat dia mandi tadi.... ponsel itu di berikan bi Ina kepada Fahri sejak tadi dan Fahripun langsung mamasukannya di dalam saku celananya,, dan di saat mandi tadi,, Fahri menggantungkan celananya di kamar mandi dan setelah selesai mandi dia keluar tanpa mengambil ponsel Alira itu.... Fahri segera melangkah ke dalam kamar mandi dan mengambil ponsel itu,, kemudian dia keluar dan duduk di tempat tidur yg memang di sediakan untuknya di dalam ruang rawat Alira.... kemudian Fahri menyalakan ponsel Alira yg sudah mati semenjak Alira terjatuh dari tangga dan setelah itu dia membuka semua panggilan dan pesan,, entah kenapa tapi di dalam benaknya timbul kecurigaan setelah dia menyalakan ponsel itu,, dan tiba tiba mata Fahri terbalalak di saat membaca pesan terakhir yg masuk... Fahri sangat emosi saat membaca pesan yg di kirim Bela kepada Alira,, dan Fahripun menyadari penyebab dari kecelakaan yg di alami oleh istrinya itu,, dia mengepalkan tangannya,, dadanya terasa sakit dan nafasnya memburu saking marahnya..... dan tidak pakai lama,, Fahri langsung menyuruh orangnya yg berada di Amerika untuk melaporkan Bela ke pihak yg berwajib,, sebenarnya Fahri ingin menghabisinya langsung tapi dia takut Alira tidak akan percaya dengannya karna dia sudah sangat faham dengan sifat istrinya itu... dan tidak pakai lama,, orang suruhan Fahri langsung bergerak dan Belapun di tangkap,, Bela dan papanya sangat kaget denga tindakan Fahri,, tapi merekapun tidak bisa untuk melawan sama skali,, karna perusahan dan bisnis papanya Bela itu berada di bawa kekuasaan Fahri,, saham terbesar di perusahan mereka itu milik Fahri... Fahri sangat marah dengan apa yg di lakukan Bela,, dan dia sudah memikirkan langkah yg harus dia ambil biar Bela bisa kapok dan tidak mengganggu hidup mereka lagi,, kali ini Fahri tidak akan kasih ampun lagi buat Bela karna perbuatan Bela itu hampir membuat Fahri kehilangan dua orang yg sangat berarti dalam hidupnya.... Fahri tidak tidur sampai pagi,, pukul 5:30 tepat Fahri yg berada di saping tempat tidur Alira jadi kaget di saat dia melihat tangan dan mata Alira yg mulai bergerak,, dengan segera Fahri langsung berdiri kemudian berjongkok ke dekat Alira sambil meraih tangan Alira dan berkata.... "Alira,, Alira kamu sudah sadar,,? kata Fahri bersemangat... dan Alira yg mendengar namanya di panggil panggil langsung membuka matanya perlahan dan menatap wajah tampan yg berada tepat di depan wajahnya itu tanpa berucap satu katapun... Alira sangat emosi dan sakit hati di saat dia teringat dengan pesan yg di kirim Bela kemarin,, dan karna pesan itu sampai dia jadi seperti sekarang ini.... Fahri yg melihat mata Alira yg berkaca kaca dan tidak bersuara jadi panik dan hawatir,, dia berfikir mungkin Alira sedang merasakan sakit tapi dia tidak bisa untuk mengatakannya,, akhirnya Fahri langsung menelfon pihak rumah sakit untuk memberitahukan keadaan Alira dengan menggunakan telfon yg ada di situ... dan tidak berapa lama datanglah dokter hemawan dan dua orang suster,, mereka langsung memeriksakan keadaan Alira sedangkan Fahri,, dia hanya berdiri dengan wajah panik dan hawatir di samping tempar tidur anaknya sambil menatap Alira... dan Alira yg sedang di periksa itu tidak sedikitpun menatap atau melirik Fahri sama skali,, karna dia sangat kecewa dan sakit hati terhadap suaminya itu,, itulah kelemahan Alira,, dia sangat gampang terhasut oleh orang lain... selesai memeriksa dan melepaskan oksigen dari hidung Alira,, dokter Hermawan langsung berbalik menghadap Fahri dan berkata.... "kondisi ibu Alira sudah membaik,, hanya dia masih sedikit lemah dan tidak boleh terlalu banyak bergerak,, karna luka oprasinya masih baru,, takut kenapa napa dan ibu Alira masih tetap berpuasa sampai dia kentut baru bisa makan,, kata dokter Hermawan.. Fahri yg mendengar keadaan istrinya yg sudah membaik sangat bahagia,, dia langsung menyalami dan memeluk dokter Hermawan sambil mengucapkan terimah kasih dengan suara yg bergetar karna sangat terharu... setelah itu,, dokter Hermawan dan para suster langsung pergi meninggalkan ruang rawat Alira,, sedangkan Alira dia hanya menatap putra kecilnya yg masih terlelap itu dengan air mata haru dan bahagia yg membasahi wajah cantiknya itu,,... sedangkan Fahri hanya menatap Alira sambil tersenyum dan kemudian dia melangkah mendekati Alira,, sampainya di samping Alira,, Fahri hendak menghampus air mata Alira dengan tangannya namun Alira segera mengebaskan tangan Fahri dan langsung membuang muka dari Fahri... Alira membuang mukanya dari Fahri dan langsung menangis tanpa berkata kata,, Fahri yg melihatnya sudah menyadari apa yg membuatnya seperti itu,, karna Fahri sudah sangat tau dengan sifat istrinya yg cepar percaya sesuatu dan mudah cemburu.... Fahri hanya menatap Alira dari samping sambil menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan,, sedangkan Alira dia tidak berkata kata,, hanya suara isakan yg di dengar di dalam ruangan itu.... Chapter 86 Bab 86. Nama baru untuk Bayi Alira dan Fahri... Fahri meraih pundak Alira dan hendak menariknya untuk bisa menghadap Fahri,, namun Alira yg masih marah itu segera melepaskan tangan Fahri dengan sebelah tangannya sambil terus menangis,, Fahri yg melihat tingkah istrinya itu hanya menarik nafas panjang dan mengusap wajahnya sendiri dengan kasar kemudian berkata... "Alira,, kamu jangan nangis kaya gini,,! kamu tu baru selesai oprasi,, kalau kamu terlalu banyak fikiran dan terus menangis bisa bisa kamu nanti kenapa napa sayang,,, kata Fahri. "biar saja aku kenapa napa,, itu lebih baik dari pada aku di bohongin sama kamu,, kamu kenapa jahat sama aku,, aku menunggumu dan merindukanmu siang malam,, tapi kamu di sana malah asik sama wanita penggoda itu.... kata Alira dengan suara lemah dan bergetar karna menangis... Fahri yg mendengar kata kata Alira barusan sangat marah dan kecewa,, karna Alira mengatakan itu tanpa memikirkan apa apa,, dia tidak tau apa yg di rasakan dan di lakukan Fahri selama dia tidak sadar dan di nyatakan meninggal oleh dokter Hermawan.. dengan kecewa Fahri meraih pundak Alira dan menariknya untuk berbalik namun Alira tetap tidak mau untuk berbalik,, akhirnya Fahri berdiri dari duduknya dan berkata... "kalau kamu tidak mau untuk menatapku,, aku akan pergi dari sini, biar mama dan ibu yg menjagamu saja... kata Fahri... mendengar perkataan Fahri,, Alira langsung menaikan suara tangisnya sampai membuat Fahri terkejut dan panik,, Fahri yg tadinya mau melangkah pergi segera berjongkok dan memeluk Alira sambil berkata... "aku tidak pernah melakukan apa apa sama Bela Alira,, demi Tuhan dan demi anaku ini Alira,,, kenapa kamu lebih mempercai orang dari pada aku suamimu,,,? Fahri berkata kata sampai dia meneteskan air matanya... "Alira,, apa yg membuat kamu begitu meragukan aku,, sudah berulang kali aku jelaskan dan bersumpah padamu tapi kamu tetap kaya gini,, sampai sampai cemburumu itu membuatmu dan anak kita celaka... tambah Fahri... "kamu tau ngga,,? aku tu hampir gila di saat dokter Hermawan menyatakan kalau kamu sudah meninggal,, saat itu aku merasa seakan akan duniaku akan kiamat,, itu karna apa,,? karna aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu Alira,, jadi bagaimana mungkin aku bisa menduakanmu,,,! kata Fahri sambil terisak... "aku ngga tidur dari kemarin sampai saat ini,, aku ngga bisa makan hanya karna memikirkanmu Alira,, aku bersumpah di hadapanmu dan anak kita,, demi nama tuhan,, kalau aku pernah menduakanmu,, saat itu juga nyawaku akan di ambil oleh Tuhan,, kata Fahri yg membuat Alira langsung berteriak... "nggaaaa,,, aku ngga mau dengar itu,,,! aku ngga butuh sumpah itu,, maafkan aku maas,, aku salah sudah berfikir macan macam terhadapmu dan sudah meragukan cintamu.. kata Alira sambil berbalik memeluk tubuh kekar suaminya itu... "sudah jangan menangis lagi sayang,, aku ngga akan pernah meninggalkanmu dan anak kita,, kita akan tetap bersama,, tapi satu yg mas minta,, kalau ada kabar apapun,, kamu jangan langsung percaya sebelum menanyakan itu langsung kepada mas,, kata Fahri sambil menatap istrinya dan kemudian mengecup keningnya... "Bela sudah di tangkap dan di penjarakan,, kata Fahri lagi setelah kembali duduk di kursi yg berada di samping tempat tidur Alira... "memangnya kenapa mas,,,? siapa yg membuatnya di tangkap,,? ranya Alira bingung sambil menghapus air matanya.. "aku menyuruh orangku yg berada di sana untuk melaporkan dia dan memenjarakan dia setelah aku baca pesan yg dia kirim padamu,, karna aku yakin pesan itu yg membuatmu sampai celaka... jelas Fahri... "iya mas,, pesan itu masuk di saat aku sedang menuruni tangga,, dan di saat aku membacanya,, aku langsung menangis dan merasa lemas dan akhirnya aku terjatuh.. jawab Alira... "sudah ngga usah pikirkan itu lagi,, karna mas akan menghancurkan dia dan keluarganya,, mas sudah menyuruh Refan untuk menarik semua saham yg ada di perusahan mereka,, dan membatalkan semua kerjasama kita,, biar dia tau rasa,, kata Fahri sambil merapikan rambut Alira.. pukul 9 pagi tepat,, keluarga besar Alira dan juga Fahri sudah tiba di rumah sakit,, mereka langsung melangkah masuk ke dalam ruangan Alira, sampainya di sana,, mereka melihat Alira sedang di suapi makan oleh seorang suster,, dan suster yg satunya lagi sedang menggantikan baju si bayi,, sedangkan Fahri dia sedang terlelap di tempat tidur yg di siapkan untuknya di dalam ruangan Alira... "sayang,, kamu sudah sadar dan sudah sembuh,,, kata mama Rita dan papa Indra sambil mencium kening Alira dengan berlinang air mata.. sedangkan orang tua Alira dan Firman kakak laki laki Alira jadi terharu dan bahagia melihat kasih sayang Fahri dan keluarganya terhadap Alira,, orang tua dan neneknya Fahri sangat menyayangi Alira seperti mereka menyayangi Fahri... mereka semua mencium kening Alira bergantian sambil meneteskan air mata bahagia mereka,, setelah itu papa Indra langsung ke kantor bersama ayah Ilham dan Firman karna ada rapat mengenai saham,, dan ayah Ilham juga punya saham yg cukup besar di perusahan papa Indra juga Fahri... dan Refan juga langsung mengantarkan Meymey ke kampus baru setelah itu dia ke kantor karna dia harus menangani semuanya sendiri hari ini,, sedangkan yg lainnya memilih untuk tetap di rumah sakit menjaga Alira dan juga bayinya.... pukul 3:30 sore Fahri terbangun karna dia merasa lapar,, dia bangun dan langsung terduduk di tempat tidur,, dan seketika dia langsung tersenyum kepada wanita cantiknya yg juga sedang tersenyum padanya dari arah sana... "makan dulu nak,,! itu ibu sudah siapin,, kata ibu Vivi setelah meliahat Fahri yg sudah terduduk dengan wajah yg lesuh... "iya bu,, jawab Fahri... "ayo sana makan,,! tu sudah di siapin sama ibu kamu,, dia sibuk sama makanan kamu sampai dia lupa belikan punya mama,, kata mama Rita dan mereka semua langsung tertawa bersamaan... selesai makan Fahri langsung bergabung dengan mama Rita ibu Vivi dan grenmanya yg sedang mengelilingi Alira dan bayinya di atas tempat tidur... "Fahri kamu sudah punya nama buat anak kamu,,,? tanya grenma... "iya grenma,, sudah jauh hari aku persiapkan... "siapa namanya,,,? tanaya mama Rita dan ibu Vivi bersamaan... "namanya Faris permana,, jawab Fahri sambil tersenyum menatap putranya itu.. "iya itu nama yg bagus ibu suka,, jawab ibu Vivi.. "iya mama juga suka,, apalagi namanya hampir mirip sama nama kamu,, sambung mana Rita... "kalau kamu suka ngga sayang,,,? tanya grenma kepada Alira... "suka dong grenma,, yg pilih nama itu kan aku sama mas Fahri,, jawab alira... dan setelah itu mereka langsung tersenyum dan menatap bayi kecil yg sedang terdiam di samping alira itu sambil memanggil manggil nama barunya yg di kasih sama papa dan mamanya itu... Chapter 87 Bab 87. Faris yg semakin lucu... hari berganti hari bulan berganti bulan dan sekarang Faris sudah berusia 11 bulan,, sedangkan Alira sudah semakin dewasa dan bijaksana dalam bertindak dan berfikir,, apalagi sekarang Faris yg sudah menjadi balita yg lucu dan menggemaskan membuat hidup Alira dan juga Fahri semakin berwarna dan tentram. semenjak Faris hadir dalam kehidupan mereka dan semenjak kejadian yg mencelakakan Alira dulu membuat Fahri semakin berhati hati dalam menjalani hubungan pertemanan ataupun kerjasama dengan para wanita... Fahri selalu berusaha untuk meluangkan waktunya untuk anak dan juga istrinya,, kalau hari libur Fahri lebih memilih untuk tetap di rumah bermain dengan Faris anak satu satunya itu,, karna Fahri sudah tidak mau punya anak lagi,, dia tidak mau mengambil resiko dengan keselamatan alira,, meskipun Alira sangat menginginkan dan selalu memita anak perempuan namun Fahri selalu menolak dan memberi penjelasan yg membuat Alira akhirnya menerimanya dan memakai kb seperti yg di inginkan Fahri... Fahri dan Alira sudah memutuskan untuk tidak punya anak lagi,, Fahri sudah trauma dengan kejadian di saat kelahiran Faris beberapa bulan yg lalu,, dan dia tidak mau mengalami hal itu lagi.... pukul 8 malam Fahri dan Alira memutuskan untuk makan malam di luar sekalian membelikan perlengkapan Faris yg sudah hampir habis, mereka memilih untuk makan di sebuah restoran mahal milik Fahri,, sampainya mereka di restoran itu,, mereka di sambut dengan penuh hormat oleh para kariawannya sampai sebagian tamu yg belum tau siapa Fahri jadi bingung karna mereka tidak di sambut seperti itu,, dan yg sudah mengenal Fahri malah menyalami Fahri dan Alira... dan selesai makan Alira langsung melangkah menuju kamar mandi karna dia mau buang air kecil sebelum mereka pergi, sedankan Fahri sedang memangku Faris yg sedang asik memainkan sendok yg ada di meja makan,, tapi di saat Faris melihat Alira pergi dia jadi nangis dengan kerasnya ingin ikut mamanya,, akhirnya Fahri segera menggendongnya dan berdiri menenangkannya sambil menatap ke arah Alira,, Fahri jadi tersenyum karna ulah putranya itu membuat semua mata tertuju ke arah mereka.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583293667006.jpg-original600webp?sign=6bf156197074214e3290f5bd8a5cd316&t=5e72b600) Faris yg melihat Alira sudah menghilang masuk ke dalam wc tambah menangis dengan kerasnya,, dan tidak berapa lama Alira pun keluar dengan buru buru karna mendengar suara tangisan Faris yg makin kencang dan setelah sampai di luar,, Alira malah tertawa sambil bersandar ke dinding setelah melihat wajah putranya yg lucu itu,, karna Faris yg tadinya menangis serentak langsung terdiam dan menatap ke arah Alira dengan wajah sembabnya di saat dia sudah melihat Alira yg keluar dari wc... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583293667010.jpg-original600webp?sign=8b3b19f63f106d198cbe16b34e19e203&t=5e72b600) Alira langsung melangkah mendekati mereka dan segera mengambil Faris dari gendongan Fahri,, dan seketika Faris langsung tertawa dan menyandarkan wajahnya ke pipi mulus mamanya itu dan membuat semuanya yg sedang menatap mereka jadi tertawa... selesai makan dan berbelanja mereka langsung pulang,, dan setelah sampai rumah Alira langsung membawa Faris yg sudah terlelap sejak tadi di dalam mobil ke tempat tidurnya yg terletak di samping tempat tidur mereka, sedangkan Fahri langsung masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan memcuci muka kemudian dia menggantikan pakainnya dan naik ke atas tempat tidur... setelah Fahri sudah berbaring sambil memainkan ponselnya di atas tempat tidur,, giliran Alira yg bergegas ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan membersihkan sisa sisa riasan wajahnya,, dan setelah itu dia langsung naik ke tempat tidur menyusul suami tampannya itu.... Alira berbaring menghadap ke tempat tidur Faris dan membelakangi Fahri,, semenjak ada Faris, Alira sudah tidak begitu agresif terhadap Fahri lagi,, perhatiannya lebih banyak dia curahkan kepada putra lucunya itu,, sampai membuat Fahri sering ngambek.. Fahri itu orangnya sangat tertutup tapi kalau kepada istrinya dia sangat jujur dan terbuka dengan apa yg dia mau, dia rasa dan dia inginkan,, jadi setiap kali dia menginginkan Alira,, entah itu perhatian atau kebutuhan batin dia selalu mengutarakannya kepada Alira, dan Alira pun tidak pernah sekalipun nenolak keinginan suaminya,, apalagi Alira tau kalau suaminya itu tidak bisa menahan hasratnya semenjak dia meminum perangsang yg di berikan Bela tempo hari... "Lir,, kamu udah siapin barang bawaan mas besok,,,? tanya Fahri ke Alira,,... "udah mas,, dari sore tadi udah aku siapin,, jawab Alira sambil tetap membelakangi Fahri... besok Fahri akan berangkat ke korea untuk perjalanan bisnis,, dan dia tidak bisa membawa Alira dan Faris,, karna Farisnya masih kecil jadi mama Rita dan papa Indra ngga mau mereka pergi jauh jauh membawanya apalagi di korea ada musim dingin saat ini.... dan Alira dia sudah tidak cemburu seperti biasanya,, tapi sifat manjanya itu tidak pernah berubah,, dan Fahri pun sangat suka kalau istrinya bermanja padanya,, apalagi Alira itu sangat feminim,, jadi sifat manjanya itu pas bangat dengan karakternya.... "sayang,, besok tu mas mau brangkat,,, kata Fahri sambil menarik pundak Alira untuk menghadapnya... "ya trus kenapa,,? tanya Alira pura pura bodoh sambil menatap wajah suaminya yg sangat menuntut itu... "mas mau itu,,, kata Fahri dengan wajah yg tambah menuntut... "mas ngga cape,,,? kan tadi siang udah dua kali,,, jawab Alira... "ya tapi mas mau lagi,, biar makin puas dan ngga tersiksa batin mas selama di Itali,, kata Fahri dan membuat Alira langsung menarik hidungnya sambil berkata... "dasar mesum... dan kemudian mereka langsung bertempur sampai tiga ronde,, Fahri menumpahkan lahar hangatnya ke dalam Alira berulang ulang,, dan cairan nikmat Alira pun tumpah berualang ulang sampai membuatnya tidak berdaya dan langsung terlelap tanpa membersihkan diri,, sedangkan Fahri,, dia hanya tersenyum puas setelah melihat istrinya itu k,o dan terlelap... pukul 5:30 pagi Alira sudah terbangun,, dia segera menyiapkan pakain ganti Fahri dan semua kebutuhan Fahri yg mau di bawa,, setelah itu dia langsung mandi dan berpakaian,, setelah sudah rapi,, Alira langsung turun ke dapur membantu para bibi menyiapkan sarapan... setelah semuanya beres,, Alira kembali naik ke kamarnya,, sampainya di kamar,, dia melihat Faris masih terlelap sedangkan Fahrinya sudah ngga ada,, dan Alira sudah tau kemana Fahri pergi... dengan segera Alira langsung membangunkan Faris dan memandikannya,, setelah selesai memakaikan Faris pakain,, Alira langsung melangkah ke ruang olahraga Fahri sambil menggendong Faris... sampainya di ruang olahraga,, Alira langsung menurunkan Faris dan memegang sebelah tangannya karna Faris sudah mulai latihan jalan,, dan si kecil yg lucu itu langsung melangkah bersemangat sambil tertawa setelah melihat papanya yg lagi berolahraga,, dan Fahripun langsung menatap putra kesayangannya itu sambil memanggil manggil namanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583293667003.jpg-original600webp?sign=c747bba85d263b6c4e5ece79d2620497&t=5e72b600) "Faris,, Faris jagoan papa,,, panggil Fahri... "papa,,,papa,, pa,, suara Faris memanggil papanya dan membuat Fahri langsung turun dari dan menggendong Faris dan mencium pipi gembulnya itu berulang ulang... kemudian mereka bertiga melangkah keluar dari ruangan itu karna Fahri harus bersiap siap untuk berangkat... Chapter 88 Bab 88. hari bahagianya Fahri juga Meyney... Fahri dan Alira berangkat bersama di antar oleh sopir, tapi Alira tidak mengantar Fahri sampai ke bandara karna dia harus ke kampus mengikuti matakulianya... setelah menurunkan Alira di depan kampus,, Fahri dan sopirnya langsung berangkat menuju bandara,, Fahri berangkat kali ini sendirian,, karna Refan sedang sibuk menggantikannya mengurus banyak pekerjaan di perusahan selama dia ngga ada,, karna perusahannya semakin sukses jadi semakin banyak pula pekerjaan yg memang tidak bisa untuk di tinggalkan.... tiga hari berlalu,, Fahri yg sangat sibuk dengan urusan bisnisnya di korea tidak pernah lupa untuk menelfon dan menanyakan kabar anak dan istrinya setiap hari,, dan pada Hari itu pekerjaan Fahri sudah selesai,, dan dia sudah memesan tiket untuk balik ke Indonesia,, di korea Fahri tinggal di rumah orang tua papanya,, kebetulan rumah itu terletak di tengah kota jadi dia tidak perlu repot repot untuk menginap di hotel.... tapi sebelum dia pergi meninggalkan rumah,, dia menyempatkan untuk melakukan panggilan vidio dengan Alira,, karna dia ingin memberitahukan kalau sebentar lagi dia sudah terbang menuju Indonesia... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583329050974.jpg-original600webp?sign=a84700d6652d16f8dd1a40980f904382&t=5e72b600) "halo sayang,, mana Faris,,? tanya Fahri setelah Alira menjawab telfonnya... "lagi di suapin makan sama bi Ina,, tapi kayanya sudah selesai,, jawab Alira... "mana dia,,? mas mau lihat pipi gembulnya itu,,,! kata Fahri... "iya,, aku lihatin dulu si gembul itu,, jawab Alira dan langsung melangkah pergi ke dapur melihat Faris... sampainya di dapur,, Alira langsung mengarahkan kamera ponselnya ke arah Faris yg sedang di gendong bi Ina menggunakan gendongan..... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583329050976.jpg-original600webp?sign=9ef306efbb3f7dcf8b11bae1b5fa170b&t=5e72b600) "halo paaa,,, ayo sayang panggil papa tu,,,! tu papa mau lihat kamu tu,,,! kata Alira kepada Faris... dan setelah Faris melihat wajah Fahri di layar ponsel dia langsung kegirangan sambil menyentuh layar ponsel karna dia melihat wajah tampan papanya itu.... selesai mengobrol dengan anak dan juga istrinya,, Fahri langsung berangkat menuju bandara,, sedangkan Alira dia pun langsung berangkat ke kampus dan meninggalkan Faris sama bi Ina,, bi Ina sangat menyayangi Alira, Fahri dan juga Faris,, bi Ina menganggap mereka sudah seperti keluarga sendiri karna Alira maupun Fahri dan keluarga besar mereka pun menganggap bi Ina bukan seperti pembantu tapi seperti keluarga sendiri,, karna bi Ina kerja di keluarga Fahri dari semenjak Fahri belum ada.... hari berikutnya,, Fahri yg baru sampai bandara pada pukul 5:30 pagi langsung buru buru pulang dengan supirnya yg sejak tadi sudah menunggunya,, dia sudah tidak sabar mau bertemu anak dan juga istrinya yg sangat dia rindukan selama beberapa hari di korea... sampainya di rumah,, Fahri langsung buru buru melangkah menuju kamarnya,, di kamar dia melihat dua orang yg sangat berarti dalam hidupnya itu sedang terlelap dan dia langsung mendekat ke arah mereka,, Fahri mencium putra kecilnya itu berulang ulang saking kangennya,, dan yg di cium itu hanya bergerak tanpa membuka matanya... kemudian Fahri langsung membersihkan badannya di kamar mandi,, dan selesai mandi dia langsung berpakaian santai dan beranjak menaiki tempat tidur,, Fahri membelai rambut Aliara dan kemudian mencium wajah cantik wanita pujaannya itu dengan penuh kasih sayang.... karna di cium berulang ulang membuat Alira langsung terbangun,, dan di saat dia melihat laki laki tampannya yg sudah berada di depannya itu dia langsung tersenyum dan segerah memeluk tubuh kekarnya sambil memejamkan mata dan berkata... "mas,, kamu sampainya jam brapa,,? tanya Alira dalam pelukan suaminya itu dengan suara seraknya... "mas belum lama sampai,, jawab Fahri yg juga sedang memeluk tubuh istrinya yg sudah sedikit kurus itu... setelah melahirkan,, berat badan Alira makin turun,, mungkin karna dia menyusui akhirnya berat badannya semakin menurun,, tapi biarpun berat badannya menurun,, namun kedua gunung kembarnya ngga turun sama skali malahan tambah besar dan padat,, jadi terlihat semakin menarik,, apalagi Alira adalah wanita yg selalu rutin melakukan perawatan,, jadi kemulusan dan keidahan tubuhnya selalu terjaga walaupun sudah ngga terlihat bohai seperti dulu kagi.... setahun berlalu,, Fahri dan juga Meymey yg akan wisuda minggu depan itu sudah tidak terlalu aktif di kampus lagi,, Meymey akan mendapatkan s1 dan Fahri akan mendapatkan s2 nya,, sedangkan Alira,, dia masih harus berjuang dan bekerja keras sampai tahun depan untuk mendapatkan s1nya,, dan dia semakin giat belajar biar dia bisa lekas selesai sebelum tahun depan... minggu depan pun tiba,, semua mahasiswa dan mahasiswi yg akan di wisudakan mau s1 ataupun s2 sudah berkumpul di tempat yg sudah di atur dan di siapkan untuk acara wisuda di kampus mereka itu.... dan Fahri yg baru tiba langsung melangkah ke arah teman temannya tanpa Alira di sampingnya,, karna Alira dan Fahri berangkat dari rumah tidak bersamaan,, Fahri berangkat duluan ke kantornya pagi pagi karna ada urusan penting yg harus dia selesaikan,, dan setelah itu baru dia berangkat menuju kampus... kedatangan Fahri mencuri perhatian semua yg ada di situ,, dia sangat tampan dengan kemeja putih yg dia kenakan itu,, dia melangkah dan tersenyum kepada teman temannya sambil melambaikan tangannya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583329050972.jpg-original600webp?sign=841e2969c96b65c419b8ae485ffdfc2e&t=5e72b600) Fahri melangkah dan masuk kemudian duduk bergabung bersama teman temannya,, mereka saling memberi selamat antara satu dan lainnya,, Fahri merasa sangat legah dengan apa yg akan dia capai ini,, karna selama ini dia sangat sibuk dan repot menjalankan kulia sambil bekerja mengelola perusahannya,, jadi dia sangat legah karna dia hanya akan fokus bekerja saja setelah ini tanpa harus pusing memikirkan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa.... semua wisudawan wisudawati sudah duduk di tempatnya masing masing,, baik itu yg s1 ataupun s2,, dan para tamu pun sudah hadir termasuk keluarga Fahri dan teman teman Alira yg turut meramaikan acara wisuda itu... dan setelah tinggal beberapa menit acara akan di mulai,, munculah wanita yg paling cantik di kampus itu dengan gayanya yg begitu seksi dan menarik sampai semua mata tertuju padanya termasuk Fahri.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583329050967.jpg-original600webp?sign=d513e4991e74f34d1e8904c43cb0efe3&t=5e72b600) Fahri terpana dengan penampilan istrinya itu,, walaupun dia sudah punya anak tapi bentuk tubuhnya tidak kalah menarik dari wanita wanita yg belum punya anak,, malah dia terlihat lebih menarik dari mereka... Alira melangkah dengan anggunnya menghampiri suaminya,, semua mata yg ada di situ tidak henti hentinya menatap dia,, apalagi para lelaki,, mereka menatap Alira sampai tidak berfikir kalau suaminya juga ada di situ,,... tapi Alira tidak menghiraukan tatapan orang orang itu,, dia tetap melangkah dan hanya fokus dengan suaminya dan sesekali dia memalingkan wajahnya menatap para sahabatnya sambil tersenyum dan juga keluarga suaminya yg sudah berada di tempat mereka masing masing,,... Chapter 89 Bab 89. Alira menangis karna menahan sakit.. selesai menerima gelar sarjana mereka,, para sarjana langsung berfoto dengan keluarga dan teman teman mereka,, sedangkan Fahri dia tidak mau untuk berfoto karna dia harus segera ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yg masih menumpuk,, tapi di saat dia mau bergegas ke ruang ganti,, tiba tiba ada salah satu temannya meminta foto bersamanya dan dengan terpaksa Fahripun mengiyakannya..... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583394396801.jpg-original600webp?sign=12d7e63d8257d37c3fcd86776b38ce79&t=5e72b600) selesai berfoto Fahri langsung melangkah pergi menuju ruang ganti,, selesai melepaskan pakaian wisudanya dan merapikan dirinya,, Fahri kemudian berjalan keluar menuju mobilnya sambil menelfon istrinya untuk menyuruhnya ikut ke parkiran mobil,, karna Fahri tidak ingin menemui Alira yg sedang asik mengobrol sama teman temannya itu,, karna dia tidak ingin membuang buang waktunya lagi.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583394396798.jpg-original600webp?sign=735571586a30bc00afa1519254001971&t=5e72b600) sedangkan keluarganya yg lain sudah pulang di antar sama supir pribadi Fahri... Alira yg sedang asik mengobrol dengan teman temannya itu langsung berpamitan setelah menerima telfon dari Fahri,, dan dia segera melangkah ke arah parkiran mobil menuju suaminya itu,,.... tapi di saat dia sedang melangkah,, tiba tiba dia merasa nyeri di ke dua gunung kembarnya itu,, mungkin karna sejak pagi dia tidak mengeluarkan air susunya dan membuatnya tertampung semakin banyak,, dan rasa nyeri itu membuat langkah kakinya tertahan tepat di belakang mobil Fahri.... Alira memegang belakang mobil Fahri dan menutup matanya karna menahan nyeri dan juga sakit,, apalagi susunya sedang terluka akibat ulah Faris yg mulai tumbuh gigi dan sering menggigit putingnya setiap kali dia sedang menyusu.... Fahri yg sudah berada di dalam mobil melihat ekspresi istrinya dari kaca spion mobilnya langsung turun dan menghampiri Alira,, Fahri mendekati Alira yg masih saja menunduk dengan nafas yg kurang teratur dan mata yg sudah berkaca kaca karna menahan nyeri itu,, dia meraih pundak istrinya dengan wajah yg panik sambil berkata... "kamu kenapa sayang,,,? apa yg sakit,,,? tanya Fahri panik... " aku sakit maaas,, sakit skali,, putingnya terasa nyeri sekali,,,! jawab Alira dengan suara bergetar karna menahan sakit dan menahan tangis... Alira menyebut ke dua gunung kembarnya itu dengan sebutan ,, dan Fahripun suka sebutan itu,, karna menurut Fahri sebutan itu sangat lucu... "kenapa bisa sakit kaya gitu,,? tanya Fahri bingung... Fahri merasa bingung karna Alira tidak pernah seperti itu sebelumnya,, dan memang ini kali pertama buat alira,, selama beberapa bulan ini,, dia selalu menyediakan alat penyedot asi karna itu yg di sarankan mama Rita dan juga ibu Vivi padanya,, tapi hari ini dia benar benar lupa saking buru burunya tadi pagi... "soalnya dari pagi aku belum sempat mengeluarkan airnya,, jadinya terkumpul dan itu sangat sakit dan nyeri maaas,,! kata Alira merengek dengan mata yg sudah sangat berair... "ya sudah ayo masuk ke mobil dulu,,! kata Fahri sambil menuntun istrinya masuk ke dalam mobil... sampainya di dalam mobil,, Fahri langsung melajukan mobilnya menuju jalan raya,, Fahri ingin membawa Alira untuk segera pulang,, tapi karna Alira makin tidak tahan dengan nyeri dan sakit di teteknya membuat Fahri langsung menepi ke pinggir jalan di bawah sebuah pohon,, Fahri tidak tega melihat istrinya yg sudah menangis itu... "hiks...hiks...hiks... sakit maaas,, tangis Alira... "ko bisa gini si,,? selama ini kamu pernah kaya gini ya sayang,,,? tanya Fahri penuh perhatian... "ngga perna mas,, kan aku selalu bawain alat penyedot air susu ke mana mana,, tapi hari ini aku lupa bawainnya,, jawab Alira dengan suara yg sudah bergetar... "kalau gitu kamu peras aja ya,,,! ni peras aja ke jaket ini,,! Fahri membrikan jaketnya yg ada di mobil bagian belakang kepada Alira... Alira orangnya ngga bisa tahan sakit,, jadi dia tidak henti hentinya menangis,, dia mengambil jaket yg di berikan Fahri dan hendak mengeluarkan sebelah teteknya lewat atas bajunya,, kebetulan dres yg dia pakai itu sedikit terbuka di bagian dadanya,, jadi cukup mudah untuk mengeluarkannya menurut dia... tapi ketika dia menyentuh teteknya untuk mau mengeluarkannya melalui baju bagian atasnya seketika dia langsung berteriak karna dia merasakan sakit dan nyeri pada putingnya karna luka di putingnya sudah menempel di bra yg dia kenakan itu.... "aaaaaah,, aaaaow,,, aaaah,,, sakiiit,, sakit maas... teriak Alira sambil menangis... "kenapa,,? kenapa sayang,,,? ada apa,,? tanya Fahri panik.. "maas ini sakit bangat ngga bisa di sentuh maas,, lukanya udah menempel di bra aku,, aku takut maas,, teteku udah sangat besar dan keras bangat,,,! rengek Alira... "ya udah,, kalau gitu kita ke kantor mas aja dulu,,,! kata Fahri,, karna letak kantornya sudah sangat dekat dari situ... dengan segera Fahri langsung melajukan mobilnya menuju kantornya,, dan tidak berapa lama akhirnya merekapun sampai di kantornya Fahri,, Fahri segera keluar dari mobil dan kemudian dia membukakan pintu kepada Alira yg masih menahan sakit itu,, Alira dan Fahri langsung menggunakan lift menuju ruang kerja Fahri... semua kariawan yg melihat mereka hanya tersenyum kepada Fahri dan juga Alira,, dan ada juga yg menanyakan keadaan Alira di saat mereka melihat wajah alira yg masam dan sembab itu,, mereka yg bertanya itu adalah Refan,, sinta dan juga beberapa orang yg sudah sangat dekat dengan Fahri... "Aliranya kenapa Fa,,,? tanya Refan,,... "dia kurang enak badan,, aku mau bawa dia untuk beristirahat sebentar di dalam,, jawab Fahri sambil terus melangkah menyusul Alira yg sudah masuk duluan ke dalam ruangan kerja Fahri... sampainya mereka di dalam ruang ganti/ruang istrahat Fahri yg terdapat di dalam ruang kerjanya itu,, Alira langsung duduk di samping tempat tidur sambil mengusap ngusap teteknya dari balik bajunya dengan berlinang air mata... "maaas,,, gimana ini,,,? aku takut bangat melihat aku kaya gini,, aku keras bangat maas,,, rengek Alira... seketika Fahri langsung teringat kejadian waktu dulu,, di saat dia menggigit Alira sampai luka,, dan pada waktu itu Alira menangis semalaman karna menahan sakit,, dan kemudian Fahri langsung berdiri dan meraih pundak Alira untuk membuatnya ikut berdiri,, Alira pun berdiri dan menatap Fahri dengan tatapan bingungnya sambil bertanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583394396800.jpg-original600webp?sign=8d3eadec0462afa7f372268f4d464346&t=5e72b600) "ada apa mas,,? tanya Alira sambil menatap Fahri dengan wajah sembabnya... "Alira,, kamu itu harus di basahin biar ngga terlalu nyeri,, dan air susunya itu harus di keluarkan biar ngga sakit lagi,, kata Fahri sambil menatap istrinya itu dengan mata sayunya dan Alira yg sudah mengerti hanya menganguk menyetujui perkataan Fahri.... Chapter 90 Bab 90. Fahri suami yg serba bisa... Fahri dengan berhati hati membuka pengait baju Alira,, Fahri hanya menurunkan baju Alira sebatas perut kemudian dia membuka pengait bra Alira dan membuat Alira langsung menjerit karna di saat gunung kembar yg semakin membesar dan sudah sangat mengeras itu tergantung tanpa ada apapun yg menahannya membuat Alira makin merasakan sakitnya, apalagi lukanya sudah menempel dengan bra yg Alira kenakan itu.. dengan perlahan Fahri membalikan Alira untuk menghadapnya dan membuatnya duduk di tepi ranjang, dan setelah Alira sudah terduduk sambil terus menangis Fahri langsung berlutut di hadapannya,, Alira jadi bingung dengan apa yg mau di lakukan suaminya itu,, karna dia tidak yakin kalau Fahri akan melakukan apa yg sedang dia fikirkan dalam fikirannya... dan hal yg sedang di fikirkan Alira pun terjadi,, Fahri melakukan apa yg biasa di lakukan oleh Faris putra kecilnya itu dan Alira hanya terdiam sambil menatap suaminya yg seperti bayi yg kehausan itu kemudian memejamkan matanya,, Fahri melakukannya selama hampir setengah jam sampai dia mengeluarkan suara seperti orang yg kekenyangan... "aaakk,, sura kekenyangan Fahri.... Fahri mengeluarkan suara kekenyangannya berulang ulang sampai membuat Alira yg tadinya menangis jadi tertawa geli sambil menatap Fahri yg sudah berdiri sambil membersihkan mulutnya dengan menggunakan tisu... setelah itu Fahri langsung mengambil air putih yg berada di dalam kulkas yg terdapat di dalam ruangan itu dan langsung meminumnya,, sedangkan Alira dia sudah selesai menggantikan bajunya yg sudah basah dengan air susunya dengan baju yg berada di dalam lemari di kamar itu,,,, dan sudah bersiap siap untuk pulang karna dia sudah teringat dengan jagoan kecilnya di rumah... dan kemudian Fahri yg sudah selesai minum itu langsung mengantarkan Alira sampai ke parkiran mobil karna Alira sudah di tunggu oleh supir Fahri yg sejak tadi sudah Fahri hubungi untuk menjemput Alira,, dan setelah Alira masuk ke dalam mobil,, Fahri masih terus menatapnya sambil tersenyum sampai mobil melaju dan menghilang dari pandangannya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583498803929.jpg-original600webp?sign=cd52614f059bcd4ba6c085d4f63cce9f&t=5e72b600) dan setelah mobilnya sudah tidak terlihat,, Fahri segera melangkah masuk ke kantornya sambil senyum senyum mengingat kelakuannya sendiri... sedangkan Alira yg sudah dalam perjalanan pulang itu juga senyum senyum sendiri karna mengingat kelakuan suaminya tadi,, Alira tidak menyangka Fahri akan melakukan hal itu... selain mengingat kelakuan suaminya Alira juga sangat bangga dengan suaminya yg begitu perhatian dan dia juga sangat bahagia dengan semua yg di lakukan suaminya terhadap dirinya,, karna Fahri itu orangnya sangat anti dengan hal hal yg jorok,, tapi untuk dirinya,, suami tampannya itu tidak pernah geli atau menolak melakukan hal yg paling jorok sekalipun dan itu membuat Alira makin cinta dan menyayangi suaminya itu... setelah sampai rumah,, Alira langsung buru buru masuk rumah karna dia sudah sangat merindukan putra kesayangannya itu,, biarpun baru setengah hari dia meninggalkannya namun rasa rindu dan kangennya seperti sudah seminggu perpisahan dengan sigembul yg lucu itu... tapi di saat dia baru memasuki pintu,, dia kaget karna melihat mama dan papa mertuanya sedang bermain dengan cucu mereka di ruang keluarga,,... dan Faris yg sedang bermain bersama oma dan opanya itu tiba tiba jadi kegirangan di saat melihat mamanya yg sedang melangkah mendekatinya dan Alirapun tersenyum ke arah Fahris sambil memanggilnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583498803925.jpg-original600webp?sign=f3bb9072f30fc061adff22c243a68657&t=5e72b600) "halo jagoan mama,,,! panggil Alira... "mama,,, ma,,ma,,, suara Faris... "mama sama papa di sini dari tadi,,? tanya Alira kepada mertuanya yg juga sedang menatapnya... "ngga ko,, mama sama papa belum lama di sini,,! kita mau ke acara teman papa,, tapi karna rumah teman papa itu lewat sini jadi sekalian mama dan papa mampir untuk tengokin kalin,, tapi yg ada cuma Faris,,, jawab mama Rita... "ooo iya ma,, tadi aku singgah sebentar di kantornya mas Fahri untuk ganti baju aku yg basah dengan air susu,, jawab Alira... "oooo gitu,, trus Fahrinya,,,? tanya mama Rita.. "dia lagi kerja ma,, kerjaannya lagi menumpuk,,! jawab Alira... "oooo ya udah,, kalau gitu papa sama mama pergi dulu ya sayang,, sambung papa Indra kepada Alira... "iya pa, ma,, hati hati ya,,,! jawab Alira kepada ke dua mertuanya yg sedang asik mencium seluruh wajah cucu mereka dengan gemasnya... "iya,,, dada cucu oma,, kata mama Rita sambil melangkah dan melambaikan tangan kepada Faris yg sudah berada di dalam gendongan Alira.... setelah kepergian ke dua mertuanya itu,, Alira langsung melangkah membawa Faris ke kamarnya,, dan sampainya di kamar,, Alira yg merasa sedikit kecapean langsung memilih untuk berbaring di atas tempat tidur sambil menyusui Faris yg sudah mulai mengantuk,, mata Faris sudah mulai tertutup tapi mulutnya belum berhenti untuk menyusu.... dan di saat Faris sedang menyusu,, Alira malah teringat dengan apa yg di lakukan suaminya tadi,, akhirnya dia kembali tersenyum sambil membayangkan laki laki tampan yg sangat teramat dia cintai itu.... Alira sangat bahagia mendapatkan suami yg seperti Fahri,, walaupun dia terkesan cuek dan kaku,, tapi dia itu sangat hangat dan penuh kasih sayang terhadapnya,, apalagi semenjak ada Faris dalam hidup mereka,, Fahri adalah super hiro buat Alira dan juga Faris putra kesayangan mereka itu.. Chapter 91 Bab 91. liburan ke bali... satu tahun berlalu,, Fahri dan Alira yg baru selesai merayakan ulang tahun Faris yg ke dua dan bersamaan dengan acara wisuda Alira itu mengajak anak mereka yg makin aktif itu ke bali untuk berlibur,, karna mereka ingin menikmati suasana pantai dan bermain air laut,, Alira sudah wisuda 3 hari yg lalu,, dia sangat bahagia di saat memakai baju sarjananya,, begitupun dengan Fahri dia malah lebih bahagia di hari wisuda Alira di bandingkan hari wisudanya sendiri,, sampai sampai dia begitu bersemangat untuk memotret istri cantiknya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583572843049.jpg-original600webp?sign=081b097024e45b5dea0ef10ae8704939&t=5e72b600) Fahri mempunyai hotel berbintang dan vila yg sangat mewah di bali,, dan mereka memilih untuk menginap di vila mereka yg letaknya tidak jauh dari pantai.... setelah sampai di bali pada pukul 10 pagi,, mereka langsung menuju vila mereka,, Faris yg sudah bisa berjalan itu sangat gembira dan bersemangat di saat dia melihat pantai yg indah dari vila mereka,, dia bermain dengan bebasnya di temani Fahri,, sedangkan Alira sedang sibuk merapikan barang barang bawaan mereka dan setelah itu dia lanjutkan memasak untuk makan siang nereka,, karna mereka ke bali tidak membawa asisten,, jadi semuanya Alira yg mengurusnya sendiri..... dan di saat Alira sedang sibuk memasak,, tiba tiba Faris datang menghampirinya dan langsung menarik narik ujung bajunya,, Alira yg kaget langsung menatap putra kecilnya itu sambil bertanya.... "ada apa sayang,,? mana papa kamu,,? sana main sama papa,,,! mama tu lagi masak... kata Alira sambil menatap Faris... Faris itu anak yg sangat pandai dan lincah,, walaupun dia baru berumur dua tahun tapi dia sudah mengerti dan sudah bisa bicara walaupun tidak terlalu jelas.... Faris kembali menarik ujung baju Alira di saat dia melihat mamanya itu kembali fokus dengan masakannya,, Faris menarik narik ujung baju Alira sambil berkata.... "pup,,, ma,, pup... kata Faris sambil menunjuk ke bagian pantatnya.... "oooo kamu pup ya,,,? aduuu anak pintar jagoan mama,,, kata Alira sambil mengusap pipi gembul Faris... " agoan mama papa,,,! kata Faris dan membuat Alira langsung tertawa dan menunduk mencium pipi gembul Faris dengan gemasnya... "iya iya,, jagoan mama sama papa,,, sambung Alira sambil terus tertawa dan kemudian memanggil Fahri... "maaas,, maaas Fahri,,, teriak Alira... tapi tidak di jawab sama Fahri,, karna ruang keluarga di vila itu lumayan jauh dari dapur... karna Fahri tidak menjawab akhirnya Alira melangkah ke luar dari dapur sambil memegang tangan Faris,, sedangkan Fahri dia sedang berdiri di mini bar yg terdapat di vila itu sambil meminum minuman yg ada di atas meja di hadapnnya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583572843057.jpg-original600webp?sign=7362732116ef4de1d7858ec63ee0a9c3&t=5e72b600) Alira berjalan menuju ruang keluarga tapi tidak ada Fahri di sana,, tapi karna dia mendengar suara musik berasal dari mini bar,, akhirnya dia menarik tangan Faris menuju mini bar,, dan sampai di sana,, Alira langsung memanggil suaminya yg lagi asik mendengarkan musik dengan minuman di tangannya sambil membelakangi pintu itu.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583572843059.jpg-original600webp?sign=45da9b3cfad5c29eba10c257ed709df4&t=5e72b600) "maaas,,,! Alira berteriak dan membuat Fahri langsung kaget dan bebalik menghadapnya dengan gelas yg berisi minuman di tangannya... "ada apa,,,? jawab Fahri sambil meletakan gelasnya dan menurunkan folume musik yg dia putar itu.... "ni,,,! Farisnya buang air,,,,! aku tu lagi sibuk masak,, kamu malah asik asik minum di sini,, mama papa kan udah larang kamu untuk tidak minum lagi,, kenapa kamu masih minum,,,? Alira berkata dengan nada yg sedikit keras karna dia kesal melihat Fahri yg sedang minum anggur... "iyaaa,,, mas ngga akan minum lagi,, kata Fahri sambil melangkah dan langsung menggendong Faris,,.... sedangkan Alira yg masih kesal masih menatap Fahri yg lagi asik mencium pipi gembul Faris dengan gemasnya kembali berkata.... "maaas,,, aku ngga suka lihat kamu minum minum lagi,,,! itu ngga bagus buat kesehatan kamu,,,! kata Alira sambil menatap Fahri yg juga sudah menatapnya dengan mata yg sayu karna pengaruh minuman yg dia minum tadi... "iya sayang,, mas janji ngga akan minum lagi,, jawab Fahri dan langsung mencium bibir Alira dan melangkah pergi bersama Faris menuju kamar mandi,, dan Alirapun langsung pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya... Fahri membawa Faris ke kamar mandi dan mereka mandi bersama,, selesai mandi,, Fahri langsung memakai pakaiannya dan kemudian memakaikan pakain Faris,, Fahri sudah sering membantu Alira mengurus Faris,, jadi dia sudah sangat linca memakaikan popok dan yg lainnya.... setelah sudah rapi,, Fahri langsung membawa Faris ke tempat tidur karna Faris sudah menguap,, tapi di saat Fahri membaringkannya di tempat tidur,, Faris malah menangis meminta susu,, Faris sekarang sudah minum susu formula,, dia sudah tidak menyusu di Alira lagi karna masa asinya sudah selesai.... akhirnya Fahri kembali menggendongnya dan membawanya ke dapur dan Faris sudah tidak menangis lagi,, sampainya di dapur Fahri melihat Alira yg sudah selesai memasak sedang mencuci peralatan masaknya,, Fahri menatap Alira dalam diam sambil berfikir kalau Alira tidak hanya cantik dan menggoda,, tapi dia juga pandai dalam mengurus anak dan suaminya... "mamaaaa,,, minum cucu,,,,! rengek Faris dan membuat Alira sadar kalau Fahri dan Faris sudah berada di belakangnya... "iya sayang,, tunggu sebentar ya,,,! mama udah mau selesai ni,,! kata Alira sambil mempercepat gerakannya.... "mas,, kamu udah mau makan,,,? tanya Alira.. "iya mas udah lapar,, tapi Farisnya udah ngantuk ni,,, jawab Fahri... "ya udah,, kalau gitu aku bikinin dia susu dan mas tidurin dia ya,,,! soalnya aku mau mandi,, setelah itu baru kita makan... kata Alira yg sudah selesai mencuci peralatan masaknya dan akan membuatkan susunya Faris... "iya sayang,,, jawab Fahri sambil menatap istrinya dengan mata sayunya... selesai membuatkan susu buat Faris,, Alira langsung beranjak mandi di kamar mandi yg terdapat di kamar tidur mereka,, sedangkan Fahri langsung menidurkan Faris di atas tempat tidur.... Chapter 92 Bab 92. Fahri menghipnotis para wanita yg berada di pantai... Alira yg sudah selesai mandi keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih pendeknya,, dia langsung melangkah ke depan lemari untuk mengambil pakainnya,, sedangkan Fahri yg sedang memaikan ponselnya langsung menatap Alira di saat Alira sudah melepaskan handuk dan mau mengenakan pakainnya.... Fahri menatap tubuh indah istrinya itu tanpa berkedip sama skali,, dan tiba tiba dia menarik nafas panjangnya dan membuangnya kasar sambil mengusap mukanya karna Fahri kecil di bawah sana sudah mulai bangun dan membuatnya merasa tidak nyaman,, tapi biarpun begitu dia mencoba untuk mengendalikan dirinya... akhir akhir ini Fahri selalu berusaha untuk bisa mengendalikan dirinya,, karna hasrat Fahri itu datang bukan hanya di saat dia melihay Alira tanpa busana,, tapi dia selalu berhasrta biarpun dia melihat Alira dengan pakain yg lengkap dan tertutup,, dan hasratnya yg tidak masuk akal itu membuat dia jadi kasihan dengan istrinya walaupun Alira tidak perna menolak ataupun mengeluh di saat Fahri memintanya... selesai berpakaian dan memakai segala perawatannya,, Alira langsung mengajak Fahri untuk makan siang,, tapi sebelum mereka pergi,, mereka berdua sempat mencium jagoan mereka yg sudah terlelap itu...... setelah selesai makan,, Alira dan juga Fahri memilih untuk duduk bersantai di balkon,, mumpung si kecil masih terlelap,, mereka berdua mengobrol, bercanda dan tertawa dengan bahagianya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009626.jpg-original600webp?sign=8d9520debb154d81d956c7c18d5289ae&t=5e72b600) ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009628.jpg-original600webp?sign=a2ce14fd340ba62c3e091a8f12db5e36&t=5e72b600) tapi setelah hampir satu jam Alira dan Fahri memutuskan untuk masuk karna merasa panas dengan teriknya matahari,, Alira dan Fahri masuk ke dalam kamar mereka dan memilih untuk tidur bersama jagoan kecil mereka yg masih terlelap itu... Alira tidur di samping Faris sedangkan Fahri di samping Alira,, Fahri yg sudah bertelanjang dada itu mendekap tubuh istrinya ke dalam pelukannya dan terlelap,, dan Alira yg sudah terbiasa dan sangat suka tidur di peluk suami tampannya itu hanya tersenyum sambil memejamkan matanya.... pukul 3:30 tepat,, Fahri, Alira dan Faris yg sudah terbangun langsung bersiap siap ke pantai,, mereka berjalan keluar vila menuju pantai dengan Fahri menggendong jagoan kecilnya sedangkan Alira hanya membawa kamera untuk mereka berfoto di pantai nanti. sampainya di pantai,, Alira langsung heboh,, dia menarik tangan Fahri di saat dia melihat pemandangan yg menurutnya indah kalau berfoto di sana,, sampainya di sana Alira langsung memberikan kameranya kepada Fahri sambil berkata... "mas,, turunin Faris sebentar dan tolong fotoin aku dooong,,! kata Alira dan langsung berlari ke tempat yg menurutnya bagus untuk mengambil gambar... dan Fahri hanya menuruti istrinya yg heboh itu,, dia menurunkan Faris dan langsung memotret istrinya yg sudah bergaya di depannya itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009633.jpg-original600webp?sign=e3c238c58cd01e8ac91ea44df551199f&t=5e72b600) selesai memotret,, Fahri langsung melihat hasil potretannya sambil tersenyum karna dia melihat gaya istrinya yg seperti anak abg,, apalagi tubuh Alira sekarang sudah sangat langsing tidak bohai seperti dulu lagi,, mungkin karna pengaruh menyusui Faris selama dua tahun jadi berat badannya turun dan terlihat kurus.... dan tingkah Fahri itu membuat Alira jadi penasaran dan langsung berlari ke arah Fahri,, Alira melihat gambar dirinya di dalam kamera itu dan dia langsung tersenyum genit kepada suaminya sambil berkata.... "lagi dong maaas,, rengek Alira kepada suaminya karna Fahri itu sangat tidak suka dengan memotret atau pun di potret... "ya udah,,, tapi satu kali aja ya,,,? jawab Fahri dan Alira hanya menganguk kegirangan sambil berlari ke tempat yg dia inginkan untuk berfoto,,... Alira yg memang jago dan pandai berfose,, membuat Fahri jadi merasa resah dengan gayanya yg kedua ini,, tapi biarpun merasa resah,, Fahri tetap menuruti keinginannya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009624.jpg-original600webp?sign=c374f9e77b3b083a1112ba643ba5e5c8&t=5e72b600) dan setelah itu Fahri kembali melihat hasilnya,, tapi kali ini dia sudah ngga tersenyum malahan dia menatap foto Alira di kamera yg berada di tangannya itu dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, dan hal itu membuat Alira tambah penasaran,, Alira fikir mungkin Fahri melihat penampakan di foto yg ke dua itu,, akhirnya Alira melangkah menghampiri Fahri dengan wajah yg tegang sambil berkata.... "ada apa mas,,,? tanya Alira sebelum dia melihat hasil foto ke duanya itu,,,... "tu lihat sendiri,,! lain kali kalau mau berfose,, jangan bikin gaya kaya gitu,, kata Fahri sambil menatap istrinya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009630.jpg-original600webp?sign=1c80b96e0c6a1d0e71dd9a8b666178f3&t=5e72b600) "memangnya kenapa mas,,? tanya Alira bingung... "gayamu itu menyiksaku tau ngga,,? kata Fahri sambil menutupi depan celananya yg sudah menonjol itu,,,... "hahahahahaha,,,, hahahaha,,, Alira tertawa sampai dia terduduk ke bawah,,.. dan Faris yg melihat mamanya juga ikut tertawa berguling guling di bawah biarpun dia tidak mengerti dengan apa yg sedang terjadi,, akhirnya Fahri yg masih menegang itu langsung ikut tertawa karna melihat tingkah anaknya yg lucu itu,, Alira dan Fahri tertawa terbahak bahak karna ulah Faris,, dan Faris juga tidak mau kalah,, dia tertawa kegirangan di dalam peluka papanya yg masih belum bisa berhenti tertawa itu... mereka merasa sangat bahagia sore itu,, Alira menemani Faris yg baru selesai menangis karna mau ikut papanya bermain papan seluncuran di laut sana,, mereka berdua bermain pasir di tepi pantai sambil bercanda dan tertawa,, sedangkan Fahri dia sedang asik dengan papan seluncurunnya... Fahri yg sudah selesai bermain dengan papan seluncurannya itu berjalan ke tepi pantai sambil memegang papan seluncuran,, wajahnya yg tampan dan tubuhnya yg sispek membuat semua mata para wanita yg ada di pantai itu menatapnya tanpa berkedip dan Alira yg melihat itu jadi risih sendiri,, sedangkan Fahri dia tidak menghiraukannya sama skali,, dia terus melangkah sambil menatap Faris dan Alira yg juga sedang menatapnya itu,,.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583587009618.jpg-original600webp?sign=571da9601559c770b4723833c3a3813a&t=5e72b600) Faris sangat kegirangan melihat papanya yg sudah melangkah mendekati mereka,, sedangkan Alira,, dia menatap Fahri tanpa berekspresi sama skali,, dan Fahri yg sudah menyadari tatapan Alira itu langsung mendekati Alira dan mengecup bibir istrinya sedikit lama,, sebenarnya Fahri bukan laki laki yg suka mengumbar kemesraan di depan umum,, tapi dia melakukan itu biar para wanita yg menatapnya itu tau kalau dia sudah punya wanita yg sangat dia cintai,, dan dia pun yakin,, langkah yg dia ambil ini dapat merubah suasana hati Alira saat ini karna dia sudah sangat tau sifat istrinya itu... Chapter 93 Bab 93. Fahri di dekati wanita lain... keluarga besar papa Indra akan berangkat ke korea untuk menghadiri pernikahan Refan dan Meymey,, mereka semua sudah bersiap siap termasuk Fahri dan Alira yg baru kemarin pulang dari bali,, mereka semua berangkat menggunakan zet pribadi milik papa Indra yg lumayan besar dan bisa mengangkut mereka semua.... sampainya di korea,, keluarga besar papa Indra yg ada di sana menyambut mereka dengan penuh kegembiraan,, apalagi ada Faris si kecil yg lucu dan menggemaskan itu,, semua orang berembut untuk menggendongnya,, dan yg di gendong itu pun sangat bahagia dan kegirangan karna Faris adalah anak yg ramah,, dia tidak pernah takut dengan orang yg berada di sekelilingnya walaupun itu orang yg baru dia lihat,, sifatnya itu membuat Alira dan Fahri bangga dan sedikit leluasa.... hari pernikahan pun sudah selesai dan di lanjutkan dengan acara resepsi yg di adakan di sebuah hotel berbintang milik keluarga papa Indra,, keluarga papa Indra adalah keluarga yg sangat terpandang di korea,, karna mereka termasuk pengusaha tersukses yg memiliki banyak kekayaan dari generasi ke generasi,, jadi acara resepsi Meymey dan Refan di hadiri ribuan tamu penting dan terhormat dari berbagai kalangan.... malam itu Meymey terlihat sangat anggun dengan gaun yg dia kenakan,, senyuman di wajahnya menandakan kalau dia sangat bahagia,, dan semua mata yg ada di situ tertuju padanya,, dia seperti ratu di malam itu,, Meymey melangkah dengan anggunnya di gandeng oleh Refan yg terlihat gagah dengan celana panjang hitam dan jas hitamnya yg pas di badannya yg tinggi itu... semua tamu sudah hadir di acara itu,, termasuk Fahri yg sudah sejak tadi datang bersama kedua orang tuanya mengantar Refan,, sedangkan Alira dia berangkat belakangan bersama grenma,, karna dia harus membujuk Faris biar mau menunggu di ramah bersama bi Ina,, Alira dan Fahri memutuskan untuk membawa bi Ina dari jakarta karna hanya bi Ina yg paling Fahri dan Alira percaya untuk menjaga Faris... Fahri dan Alira tidak mau membawa Faris ke pesta resepsi Refan dan Meymey,, karna selain acaranya di adakan di malam hari,, Alira juga tidak mau anaknya berada di tempat yg banyak terdapat minuman keras seperti anggur,, karna Alira tau pasti ada minuman minuman itu di acara besar seperti ini... Fahri yg sudah berada di pesta sedang menemani papanya duduk bersama rekan bisnisnya sambil menunggu acara di mulai,, dan rekan bisnis papa Indra itu berasal dari Amerika,, dia datang bersama istri dan anak perempuannya,, Fahri di persilahkan duduk tepat di sebelah anak dari rekan bisnis papa Indra yg bernama Melinda itu,, dan Melinda sangat bahagia di saat Fahri duduk di sampingnya karna itu yg dia harapkan sejak tadi,, dari tadi Melinda terus melirik lirik Fahri. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583668272884.jpg-original600webp?sign=66344953ba92b0a63a24818e75a4e615&t=5e72b600) m Fahri mengobrol dengan rekan bisnis papanya yg bernama john itu dengan santainya sambil bersulang,, tapi wanita di sampingnya itu sudah mulai menegang di saat dia memandangi Fahri dari atas sampai bawah,, dan tiba tiba dia sengaja menumpahkan anggur yg sedang dia pegang ke jas Fahri,, dan membuat Fahri, papa Indra dan orang tua Melinda kaget,, kemudian dengan cepatnya Melinda langsung mengambil tisu yg ada di atas meja untuk membersikan jas Fahri... dan di saat Melinda mau menyentuh dada Fahri menggunakan tisu,, dengan segera Fahri mencegahnya dengan memegang tangannya sambil berkata... "ngga perlu,, aku bisa sendiri,, kata Fahri dan hendak melepaskan tangan Melinda... tapi belum sempat Fahri melepaskan tangannya,, Melinda dengan cepat langsung menggenggam tangan Fahri dan menatap Fahri yg juga sedang menatapnya,, sedangkan papa Indra dan orang tua Melinda masih terus mengobrol tanpa memperdulikan mereka,, dan pegangan tangan Fahri dan wanita itu membuat sepasang mata yg sedang menatap mereka dari arah sana terasa panas saking kesal dan emosinya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583668272890.jpg-original600webp?sign=e510bd8bae51a974115a95fc5561a9b8&t=5e72b600) m Alira menatap Fahri dengan tatapan membunuh,, dan Fahri yg sudah melihat Alira yg berdiri di samping grenmanya sedang menatapnya langsung segera melepaskan tangan Melinda sambil berkata... "papa,, om tante,, aku duluan ya,,,! kata Fahri dan langsung melangkah pergi menyusul Alira dan grenma yg sudah melangkah ke arah Refan dan Meymey.... Alira tidak memperdulikan Fahri,, karna dia sangat kesal dengan apa yg dia lihat barusan,, hatinya sangat sakit,, rasa rasanya dia ingin segera meninggalkan acara itu,, tapi dia memikirkan perasaan sahabatnya yg sedang menjadi ratu semalam itu... Alira dan grenmanya melangkah ke arah Meymey sambil bergandengan tangan,, penampilan Alira yg cantik dan seksi selalu mampu menghipnotis semua orang,, keluarga besar Fahri dan semua para tamu menatap Alira dengan tatapan penuh kekaguman sampai ada yg membuka mulut mereka seperti orang bodoh... sampainya di depan Meymey Alira langsung memeluk dan mencium pipi Meymey sambil berkata.... "kamu cantik bangaat,,, kata Alira... "kamu kali yg cantik,, skarang ini aku memang menjadi ratu semalam tapi kamu itu ratu kecantikan selamanya,,,! kata Meymey dan langsung mereka berdua berpelukan kembali sambil tersenyum... sedangkan Fahri yg ingin menghampiri Alira jadi mengurungkan niatnya dan duduk bergabung dengan keluarga besarnya tanpa memperdulikan Alira,, dan Alira tambah kesal dan emosi karna di cuekin Fahri,, maunya Alira Fahri datang merayunya dan menjelaskan semuanya tentang apa yg dia lihat tadi,, dalam fikiran dan benak Fahri pun seperti itu,, dia ingin menjelaskan semuanya tapi harus menunggu waktu yg tepat,, karna dia tau sifat istrinya yg ngga mudah untuk percaya kalau hanya dengan menjelaskan,, jadi dia takut Alira akan tambah kesal dan pergi dari acara yg belum di mulai itu.... Alira menatap Fahri dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, dan Fahri yg sudah mebyadari itu hanya cuek sambil mengobrol dengan pamannua yg berada di sampinya,, dan sikap Fahri itu membuat Alira tambah geram,, Alira yg makin emosi itu meremas pinggiran gaunnya sambil bergerutu di dalam hati.... "dasar laki laki gatal,, di saat aku ngga ada dia berkesempatan dekat dekat sama wanita lain,, awas aja,, sampai rumah aku ngga akan tidur sama kamu,, mending aku tidur sama bi Ina dari pada sama laki laki gatal itu,, gerutu Alira dalam hatinya.... Chapter 94 Bab 94. Alira merasa kesal dengan sikap Fahri... acara jabat tanganpun di mulai,, semua yg hadir di situ satu persatu maju ke depan untuk memberi selamat kepada Refan dan juga Meymey,, termasuk Fahri dan Alira,, Alira yg masih marah memilih untuk duduk bersama grenma dan tante tante Fahri sepupu dari papa Indra,, sedangkan Fahri duduk bersama orang tuanya dan paman pamannya yg tak lain adalah suami dari tante tantenya yg sedang duduk bersama Alira dan grenmanya... Fahri yg sudah selesai memberi selamat kepada Refan dan Meymey melangkah kembali menuju tempat duduknya,, dan di saat dia sedang melangkah di belakang beberapa orang laki laki seumurannya yg juga baru selesai memberi selamat,, tidak sengaja dia mendengar obrolan para laki laki yg berada di depannya itu.... "coba kalian lihat wanita itu,,,! cantik bangat,,,, kara salah seorang laki laki di depannya sambil menatap ke arah Alira... "iya,, di antara semua wanita yg ada,, dia yg paling cantik dan seksi,,,, sambung yg lainnya... dan Fahri sangat emosi mendengar perkataan para laki laki itu,, entah kenapa tapi Fahri sangat tidak suka kalau ada yg menilai penampilan dan kecantikan istrinya itu,, padahal ngga ada yg salah,,, karna Alira memang sangat cantik dan menggoda... karna merasa sangat kesal,, Fahri yg sudah duduk kembali di tempat duduknya itu langsung menuangkan anggur di gelas dan meminumnya berulang ulang sambil sesekali melirik Alira yg sedang melangkah menuju Meymey dan Refan untuk memberi selamat bersama grenma dan tante tante Fahri di depan sana.... setelah selesai memberi selamat,, Alira dengan senyum di wajah cantiknya itu langsung melangkah kembali nenuju tempat duduknya bersama grenma dan tante tante Fahri yg ngga kalah cantik walaupun mereka sudah tidak mudah lagi,,.... dan para laki laki yg ada di situ semua terhipnotis menatap Alira yg sedang melangkah tanpa mengedipkan mata termasuk para laki laki yg tadi memuji kecantikan dan penampilan Alira dan membuat Fahri langsung kesal... tapi tiba tiba senyum Alira itu hilang seketika di saat dia melihat Fahri yg sedang meminum anggur berulang ulang di arah sana,, memang Alira dan ke dua mertuanya mengijinkan Fahri untuk minum malam ini tapi dengan catatan cuma sedikit,, tapi yg Alira lihat di meja Fahri sudah ada dua botol kosong dan yg satunya lagi sudah setengah botol dan Fahri masih terus minum... Alira merasa bingung dan kesal melihat kelakuan suaminya itu,, akhirnya dia melangkah menuju tempat duduknya dan duduk,, setelah sudah duduk,, Alira langsung mengambil ponselnya dan mengiri pesan singkat kepada suaminya yg masih terus bersulang bersama paman pamannya itu... maas,, apa yg kamu lakukan,,,? pesan Alira.. yg seperti kamu lihat,,! balas Fahri... apa maksud kamu minum kaya gitu,,,? balas Alira... aku ingin mabuk dan membuatmu tidak berdaya malam ini,, balas Fahri sambil tersenyum sinis ke arah Alira... malam ini aku ngga akan tidur sama kamu,,! aku mau tidur sama bi Ina,,,! balas Alira... aku tidak perduli,,! aku akan mengikutimu di manapun kamu mau tidur,, balas Fahri sambil terus minum... Alira yg merasa kesal dan ngga tau cara untuk membuat Fahri berhenti minum memilih untuk meminta bantuan mama mertuanya dengan cara mengirim pesan singkat kepada mama Rita... maaa,,, tu lihat mas Fahri ngga mau berhenti minum dari tadi,, tolong maaa,,, buat dia berhenti,,,! aku ngga mau dia sakit,,, Alira mengirim pesan itu sambil menatap mama mertuanya dengan tatapan memohon... dan mama Rita yg sedang asik mengobrol dengan beberapa tamu penting bersama papa Indra langsung mengambil ponselnya setelah mendengar bunyi tanda ada pesan masuk,, setelah membaca pasan itu,, mama Rita langsung menatap Alira dan kembali menatap Fahri yg sedang asik minum dengan salah satu pamannya,, karna pamannya yg lain sudah berdansa bersa istri istri mereka.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583678064877.jpg-original600webp?sign=39324408b8715bab4dc57053f4388388&t=5e72b600) ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583678064880.jpg-original600webp?sign=5eccd9c4099858c0a3accd7980059264&t=5e72b600) Fahri sudah melepaskan jas hitam dan kemeja putihnya dan dia menggantikannya dengan kemeja coklat yg dia pesan dari kariawan hotel tadi,, karna jas dan kemeja putihnya itu sudah sedikit basah karna tumpahan minuman wanita tadi,, dan tidak pakai lama mama Rita langsung menghampiri Fahri dan berkata... "sudah cukup minumnya Fahri,, kamu asik minum tapi istrimu sana hawatir dengan kesehatan kamu... kata mama Rita sambil menarik gelas dari tangn Fahri... "iya Fahri sudah cukup,,! sambung pamannya yg berada di dapannya itu... "ya udah,, aku ngga akan minum lagi,,! kalu gitu aku ke sana dulu ya om,,,! kata Fahri kepada pamannya itu dan langsung melangkah menghampiri Alira dengan langkah yg sudah tidak stabil karna kebanyakan minum.... Fahri melangkah dan langsung duduk di samping Alira,, sedangkan Alira tidak sama skali memperdulikannya,, karna merasa di cuekin tanpa ada rasa malu dan kaku seperti biasanya Fahri merangkul pundak Alira dan kemudian mencium pipi mulus istrinya itu sambil tersenyum dan menatap Alira yg serentak di buat kaget olehnya itu dengan mata sayunya.... "maaas,,,, di sini ni ada banyak orang,, dan ini ada grenma dan tante tante kamu,,,! kata Alira sambil berusaha melepaskan rangkulan Fahri dari pundaknya... sedangkan grenma dan tante tantenya hanya menatap mereka dengan tatapan yg berbeda beda,, grenma menatap dengan tatapan kaget,, sedangkan para tante menatap sambil tersenyum melihat kelakuan ponakan mereka itu.... "memangnya ada masalah apa,,,? aku ngga ada urusan sama mereka,,,! jawab Fahri dan langsung dapat jitakan dari grenma... "dasar anak nakal,,,! kata grenma setelah selesai menjitak kepala Fahri... "aduh grenmaaa,, udah deh,, ngga usah cemburu melihat kemesraan anak muda,,,! kata Fahri lagi dan membuat grenma menarik telinganya sambil berkata... "kamu tu ngga tau maluuu,, di sini ni ada banyak orang dan kamu menempel di istri kamu seperti anak kucing yg memita asi di induknya,, kata grenma... "apa oma bilang,,, asi,,? supaya oma tau,, kemarin kemarin aku tu udah pernah melakukan itu,,,! kata Fahri sambil menatap Alira dengan tatapan memangsa,,.. sedangkan Alira dia langsung menatap Fahri dengan tatapan tegangnya karna dia takut Fahri akan ngomong sembarangan,, karna Fahri si kutub utara yg dingin dan kaku itu kalau sudah mabuk dia tidak bisa mengontrol diri dan juga perkataannya... "iyaaa,,, grenma tau kamu udah perna merasakan asi,, semua orang juga udah perna di saat masih bayi,,, jawab grenma sambil fokus menatap orang orang yg sedang asik berdansa... "siapa bilang waktu bayi,, aku tu bilang kemarin kemarin,,,, kata Fahri dan membuat grenma dan para tante juga Alira menatapnya dengan tatapan kaget... "apaaaa,,,? sama siapa kamu melakukannya,,? tanya grenma dengan tatapan cari tau... "ya sama siapa lagi,,,? sama istriku lah,,,! jawab Fahri dengan santainya dan langsung membuat grenma kembali menarik telinganya sambil berkata... "dasar anak nakaaaal,,, kenapa kamu tidak tau malu kaya gini,,,? kata grenma sambil terus menarik telinga cucu kesayangannya itu dan membuat beberapa tantenya itu langsung tertawa... "adu grenmaaaa,,, rengek Fahri sambil berusaha melepaskan tangan grenma dari telingannya... dan Alira yg berada di samping Fahri langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saking malunya.... Chapter 95 Bab 95 Alira di pilih sebagai secretaris Fahri.. karna marasa sangat malu dengan kelakuan suaminya itu akhirnya Alira langsung menarik tangan Fahri dan melangkah menuju ke parkiran dan Fahri pun hanya mengikuti Alira tanpa protes,, sedangkan grenma dan para tante hanya menatap mereka sambil tersenyum.... tapi di saat sedang melangkah,, tiba tiba langkah mereka tertahan karna ada yg memanggil nama Fahri,, dengan segera Fahri dan juga Alira berbalik ke arah suara dan mereka melihat ada wanita yg sudah menumpahkan minuman di baju Fahri tadi sedang memesan minuman sambil menatap Fahri dengan senyuman menggoda... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583923701152.jpg-original600webp?sign=f593c0c084cfa6a9e181eff6f3d81f91&t=5e7bf080) "eeh Melinda,, ada apa,,? jawab Fahri dengan mata yg sayu... "kamu udah mau pulang,,,? balas Melinda sambil melangkah maju ke depan Fahri tanpa memperdulikan Alira di samping Fahri... sedangkan Alira hanya terdiam sambil menatap Melinda dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, sedangkan Fahri yg sedang mabuk itu tidak menyadari tatapan istrinya... "siapa dia,,,? tanya Melinda di saat melihat tangan Alira yg sedang menggenggam tangn Fahri... "ooh yaa perkenalkan,, ini Alira istriku,, dia cantik kan,,,? dan dia juga menarik,, kita mau pulang karna jagoan kita sedang menunggu di rumah... kata Fahri sambil merangkul pundak Alira... "dan aku mau saranin sama kamu,, kalau kamu mau menarik seperti istri aku,, kamu harus banyak makan,, karna kamu ngga menarik,, terlalu kurus dan juga ngga terlalu cantik,, semua para wanita tidak bisa mengalahkan kecantikan istriku,,, kata Fahri yg membuat wajah Melinda langsung merah saking malunya,, sedangkan Alira dia langsung menutup mulutnya sambil tersenyum..... karna sudah sangat malu,, akhirnya Melinda langsung pergi tanpa berucap apa apa,, dan Alira langsung menarik tangan Fahri sambil terus tersenyum,, Alira tidak menyangkah kalau mulut suaminya bisa sebocor itu,,.... Alira dan Fahri memutuskan untuk menunggu keluarga mereka di parkiran hotel,, mereka duduk di dalam mobil bagian belakang,, dan tidak beberapa lama akhirnya yg lainpun keluar satu persatu,, karna acaranya sudah selesai.... kemudian mereka pun langsung pulang,, Fahri yg sudah mabuk itu terlelap di dalam mobil dengan menyandarkan kepalanya di pundak Alira,, dan sampainya di rumah mama Rita langsunh meminta supir untuk membawa Fahri ke kamarnya,,.... Alira merasa sangat legah karna Fahri sudah tertidur dan tidak mampu untuk melakukan apa apa saking mabuknya,, dan setelah supir mereka membaringkan Fahri di atas tempat tidur,, dengan segera Alira langsung melepaskan baju dan sepatu Fahri karna dia takut suaminya akan terbangun karna merasa tidak nyaman dengan bajunya,, soalnya Fahri itu tidak bisa tidur nyenyak kalau tidak melepaskan bajunya..... pukul 9:30 Fahri dan yg lainnya sudah bersiap siap ke bandara untuk kembali ke jakarta,, karna ada banyak urusan kantor yg harus di selesaikan,, membuat Fahri,, Refan juga papa Indra tidak bisa berlama lama di korea,, jadi mereka memutuskan untuk segera pulang setelah selesai acara pernikahan Refan... sampainya di jakarta,, Alira dan Fahri langsung pulang ke rumah mereka,, dan setelah mengantarkan Alira dan Faris sampai ke rumah,, Fahri langsung kembali ke kantornya,, begitupun dengan Refan,, setelah mengantarkan Meymey ke rumahnya,, dia langsung ke kantor.... Refan memutuskan untuk tinggal di rumah yg sudah dia beli sejak lama tapi tidak dia tempati,, dan di saat berada di korea,, Refan sudah menghubungi orang yg sedang menjaga rumahnya itu untuk memindahkan semua barang barangnya dari apartemen ke rumahnya.. setelah selesai menandatangani semua berkas,, Fahri langsung mengadakan rapat dengan para kariaawannya untuk membahas kantor cabang yg baru di bukanya,, dan mereka semua memilih Refan untuk menangani kantor itu.... "Fan,, kamu yg akan menangani kantor cabang,, dan Sinta,, kamu yg akan menjadi secretarisnya Refan,,, kata Fahri sambil menatap ke arah Refan.... "trus siapa yg akan menjadi secrestaris kamu,,,? tanya Refan... dan beberapa kariaawan wanita yg berada di situ langsung berharap kalau mereka yg akan menggantikan posisi Sinta menjadi secretaris Fahri,, karna walaupun mereka tau Fahri bos mereka itu sudah memiliki istri dan anak tapi mereka tidak henti hentinya mencari perhatian Fahri,, apalagi hari itu Fahri terlihat sangat tampan dan menarik dengan gayanya yg sediki santai,, membuat dia terlihat lebih mudah... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583923701156.jpg-original600webp?sign=d5aec919fa499744b370ef1b6f733dda&t=5e7bf080) "istriku yg akan mengantikan posisi Sinta,,, jawab Fahri dan membuat mereka yg sudah berharap itu menjadi kecewa.... Fahri memilih Alira untuk menjadi secretarisnya karna dia mau Alira setiap saat berada di sampingnya agar Alira tidak terlalu berfikir buruk kepadanya,, setelah ada Faris,, memang Alira sudah mulai bersikap lebih dewasa,, tapi yg parahnya dia selalu menelfon Fahri untuk menanyakan ada di mana,, sedang bikin apa,, sama siapa,,? padahal dia sendiri sudah tau kalau Fahri berada di kantor.... dan setelah selesai Rapat Fahri langsung bergegas pulang,, tapi setelah sampai depan pagar rumah,, dia langsung merasa hawatir di saat melihat Alira yg sedang berdiri di taman dengan wajah seperti orang yg sedang menahan sakit... dengan segera Fahri langsung memasukan mobilnya ke dalam garasi dan berjalan dengan cepat menghampiri Alira kemudian bertanya... "kamu kenapa,,,? tanya Fahri sambil meraih pundak Alira dan membuat Alira langsung kaget dan menatapnya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583923701147.jpg-original600webp?sign=2d1756cfc785d52091729869757f58a4&t=5e7bf080) "ngga apa apa ko mas,,, jawab Alira berbohong... "ngga apa apa bagaimana Alira,,? ini kening kamu berdarah lo,,,! kata Fahri setelah melihat darah di sebelah kening Alira,, sedangkan Alira hanya tertunduk karna dia sudah tidak bisa menyembunyikan lukanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583923701130.jpg-original600webp?sign=141bce78571af7a950e5a860da97c291&t=5e7bf080) "tadi aku merapikan pohon bunga mawar,, soalnya ada beberapa bunga yg sudah layu,, dan tanpa sengaja keningku tergores sama durinya maas... jawab Alira sambil menunduk.... "itu kan sudah ada tukang kebun yg akan melakukannya sayang,, kenapa kamu harus repot repot,,,? kata Fahri sambil mengangkat wajah Alira dan membersihkan darah di keningnya... dan setelah itu Fahri langsung merangkul pundak istrinya dan mereka langsung melangkah masuk ke dalam rumah,, sampainya di dalam rumah Fahri langsung meminta bi Ina untuk mengobati luka Alira sedangkan dia langsung menggendong Faris yg sudah merek minta gendong... Chapter 96 Bab 96. mama Rita yg kaget dengan perkataan Fahri... pukul 9 malam Alira dan Fahri yg sudah selesai makan malam memilih untuk duduk di balkon kamar mereka sambil mengobrol,, sedangkan jagoan kecil mereka sudah terlelap sejak tadi.... Alira duduk di pangkuan Fahri dengan posisi menghadap Fahri sambil memaikan rambut suami tampannya itu,, sedangkan Fahri hanya pasrah dengan apa yg di lakukan istrinya,, tapi tiba tiba Fahri teringat kalau besok pagi Alira sudah mulai bekerja sebagai secretarisnya,, kemudian dengan menatap Alira Fahri langsung berkata... "lir,, kamu mau kerja kan,,,? tanya Fahri... "mau si,, tapi kan ngga di bolehin sama kamu,, jawab Alira... "boleeeh,, tapi harus kerja sama aku,,,! kata Fahri... "benar mas,,,? aku mau bangat maaaas,,, tapi kerja apa,,? tanya Alira... "kerja kantor lah,,,, masa kerja bangunan,, jawab Fahri... "iya aku tau,, tapi aku jadi apa di kantor kamu,,,? "jadi secretaris aku,, jawab Fahri... "benar apa boongan ni,,? tanya Alira ragu... "ya benar lah,, sejak kapan aku bohong,,? jawa Fahri dan langsung membuat Alira kegirangan.. "horeeee,,,,, yes yes yes yes,, aku akan jadi secretariiis,,, kata Alira kegirangan sambil berdiri dan berjoget joget ngga jelas... "tapi kapan mas,,,? tanya Alira sambil menatap suaminya... "besok,,! jawab Fahri singkat.. "sudah ayo kita tidur,,,! biar besok kamu ngga telat,,, kata Fahri sambil menarik tangan Alira... pukul 6:30 Alira sudah bangun dan membantu bi Ina sambil memberitahukan bi Ina untuk jaga Faris karna mulai hari ini dia sudah bekerja,, dan bi Ina dengan senang hati mengiayakannya karna bi Ina sudah menganggap Faris seperti cucunya sendiri,,.. bi Ina itu seorang janda,, dia mempunyai seorang anak perempuan yg menikah dengan seorang pejabat di malasya,, anak dan menantunya dari dulu memintanya untuk ikut mereka di malasya tapi selalu di tolak sama bi Ina,, jadi mereka hanya datang sesekali untuk melihat bi Ina,, dan saat ini anak bi Ina sedang hamil besar dan sudah dekat melahirkan.... bi Ina tidak ingin ke malasya karna dia sudah merasa nyaman dengan keluarga Fahri,, apalagi bi Ina sudah tidak memiliki keluarga sama skali di kampungnya hanya kerabat jauh saja yg ada,, jadi dia sudah menganggap keluarga Fahri seperti keluarganya sendiri,, begitupun keluarga Fahri menganggapnya... pukul 7 pagi Fahri yg baru bangun langsung mandi dan bersiap siap dan setelah sudah siap dia langsung mengecup pipi gembul jagoannya yg masih terlelap itu dan langsung melangkah pergi menuju dapur... sampainya di lantai bawah,, Fahri melihat Alira sedang duduk dan menatapnya sambil tersenyum,, dengan dandanan yg sangat cantik dan sopan menurut Fahri.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583929983669.jpg-original600webp?sign=3e73cb5876632e332280ea87d4beea54&t=5e7bf080) "hay mas,,, sapa Alira... "hay sayang,,, balas Fahri... "kamu cantik bangat sayang,, kata Fahri... "makasih mas,, mas,, cocok ngga penampilanku ini,,,? tanya Alira... "kamu itu pakaian apa aja cocok sama kamu,, tapi mas lebih suka kalau kamu berpenampilan tertutup kaya gini karna terlihat kebih sopan... jawab Fahri sambil menatap Alira... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1583929983678.jpg-original600webp?sign=85905638ffeb8e0849e590a006a08824&t=5e7bf080) "ooo gitu ya mas,,,? kalau gitu aku mau pakai pakaian yg tertutup begini setiap saat,,, kata Alira sambil menatap Fahri.... "jangan dong,,, kalau di kantor mas mau kamu pakai pakain tertutup kaya gini,, tapi kalau di kamar,, mas mau kamu berpakain seksi,, bila perlu ngga pakai pakaian sekalian,, kata Fahri dan membuat mama Rita yg baru masuk pintu langsung kaget sambil berkata... "apaaaa,,,? kamu ini memang mesum dan tidak tau malu,, menyuruh istri kamu ngga pake pakaian di saat ada mama di sini... kata mama Rita yg membuat Fahri dan Alira kaget bukan main,, terutama Alira yg tidak hanya kaget tapi malu setengah mati... "ma,, mama ko kaya jelangkong aja,, datang ngga salam,, diam diam pergi ngga bilang bilang... sambung Fahri... "dasar anak kurang ajar,, enak aja kamu bilang mama kaya jelangkong,, kalau mama jelangkong,, berati kamu itu apa,,,? tanya mama Rita kesal... "mama ke sini ni mau ambil Faris,, mama mau bawah dia ke sekolah,, dan tadi mama sudah bilang sama Alira... tambah mama Rita... "apaa,,? skolah,,? tanya Fahri bingung... "iya,, mulai hari ini Faris mama masukan ke sekolah play grup,, kata mama Rita... "ya udah,, terserah mama aja,, jawab Fahri sambil melangkah ke dapur kemudian di ikuti Alira dan mamanya... mereka bertiga sarapan bersama kebetulan mama Rita belum sempat sarapan di rumahnya karna dia buru buru ke rumah Fahri sebelum Fahri dan Alira ke kantor,,... selesai sarapan Fahri dan Alira langsung bergegas menuju kantor sedangkan mama Rita langsung membangunkan Faris karna dia harus bersiap siap ke sekolah di hari pertamanya,, mama Rita sangat bahagia memiliki Faris cucunya yg ganteng itu,, dia sangat bersemangat melakukan apapun untuk Faris sampai sampai dia lupa mengurus suaminya di rumah saking semangatnya mengantar Faris ke sekolah... dan papa Indra pun tidak mempermasalahkan itu,, yg penting semua demi kebaikan cucunya itu,, papa Indra adalah suami,, papa dan kakek terbaik buat keluarganya,, dia sangat berperan penting dalam kesuksesan anak semata wayangnya itu,, dan dia berharap suatu saat cucunya Faris bisa sesukses papanya dan juga sesukses dirinya... Alira bekerja dengan giat,, walaupun dia istri dari seorang ceo di perusahan besar itu tapi dia tidak bersantai atau bermalas malasan,, begitupun dengan Fahri yg selalu fokus dan bersemangat dalam bekerja,, dan kegigihannya itu membuat dia sukses dan di hargai juga di segani orang... ruang secretaris Fahri berada di luar ruangannya,, tapi di saat Alira menjadi secretarisnya,, Fahri memutuskan untuk memindahkan ruang secretarisnya ke dalam ruangannya,, dan keputusannya itu sudah di mengerti para kariawannya,, jadi setiap mereka mau perlu sama Alira maupun Fahri mereka mengetuk pintu dulu sampai ada yg membuka pintu dari dalam baru mereka masuk,, karna itu juga perintah dari Fahri... Alira dan Fahri memutuskan untuk bekerja bersama sampai Faris besar dan mengambil alih perusahaan,, dan Fahri memang sengaja mengerjakan Alira agar dia tidak memikirkan untuk punya anak lagi,, karna Fahri memang sudah tidak ingin Alira hamil dan melahirkan lagi saking takutnya dia kehilangan Alira... Fahri sudah trauma dengan kejadian waktu itu,, dan Alirapun memahami kekhawatiran suaminya itu,, setiap hari mereka berangkat kerja bersama dan pulangpun bersama sama,, tidak hanya itu,, tapi setiap Fahri berangkat ke luar kota ataupun luar negri Alira pasti ikut bersamanya,, sedangakn Faris mereka mempercayakan bi Ina untuk menjaga dan mengurusnya.... Chapter 97 Bab 97. Fahri yg sangat menyayangi bi Ina... Alira dan Fahri setiap hari sibuk dengan urusan pekerjaan mereka,, tapi biar begitu mereka selalu meluangkan waktu untuk jagoan kecil mereka walaupun hanya satu atau dua jam di rumah,, dan mereka sangat bersukur memiliki anak seperti Faris yg tidak banyak rewel dan selalu nurut... Alira dan Fahri sering berangkat ke lur negri tanpa membawa Faris tapi mereka tidak menghawatirkan Faris sama skali,, karna Faris di asuh dengan baik oleh mama Rita yg juga di bantu sama bi Ina.... setiap saat Fahri dan Alira berangkat ke luar kota atau ke luar negri,, mereka selalu membawa Faris dan juga bi Ina untuk menginap di rumah mama Rita,, dan nanti setelah mereka kembali baru mereka menjemput Faris dan juga bi Ina pulang ke rumah mereka.... Fahri dan Alira melakukan itu bukan karna mereka tidak percaya sama bi Ina,, tapi Fahri dan Alira hanya takut kalau di malam hari Faris akan rewel dan tidak ada yg membantu bi Ina untuk mengurusnya,, walaupun di rumah Fahri ada kerabat jauh bi Ina yg juga sedang bekerja tapi tetap saja mereka takut bi Ina merasa repot,,... pukul 5:30 pagi Fahri dan juga Alira sudah bersiap siap ke bandara karna mereka akan berangkat ke Itali untuk perjalanan bisnis,, sebelum pergi,, Fahri dan Alira sempatkan diri untuk mencium jagoan mereka yg masih terlelap di tempat tidur mereka,,... Fahri dan Alira selalu tidur bersama dengan Faris setiap malam kalau mereka ngga berangkat ke mana mana,, mereka tidak mau menidurkan Faris di kamar terpisah dengan mereka,, karna waktu mereka bersama Faris hanya di malam hari,, jadi mereka sangat memanfaatkan waktu yg berharga itu.. Fahri dan Alira di antar sama bi Ina sampai ke depan pintu,, tapi sebelum keluar dari pintu Alira sempat memberikan beberapa lembar uang untuk bi Iba dan membuat bi Ina jadi bingung dan kaget... "buat apa non,,,? tanya bi Ina... "ini buat bibi,, belikan kebutuhan bibi dengan uang ini,,! jawab Alira... "ngga usah non,, bibi ngga butuh apa apa ko,, kata bi Ina sambil menolak tangan Alira... "ambil aja bi,, syapa tau besok atau lusa bibi punya kebutuhan mendadak,, sambung Fahri.. "tapi ini terlalu banyak den,, jawab bi Ina sambil menatap Fahri... "bii,, ini tidak seberapa dengan tenaga bibi yg terkuras selama ini untuk merawatku dari bayi sampai sekarang merawat anaku,, kata Fahri sambil memeluk bi Ina... "aku akan memberikan apapun yg bibi minta,, tambah Fahri yg langsung membuat Alira terharu... akhirnya bi Ina menerima uang yg di berikan Alira sambil berkata.... "trima kasi banyak non,, dan hati hati di jalan,, kata bi Ina... "iya bi,, jaga Faris ya,,! nanti besok mama akan jemput bibi sama Faris,, jawab Alira dan langsung melangkah menuju mobil bersama Fahri... Fahri dan Alira di antar ke bandara sama supir pribadi mereka,, dan di dalam perjalanan Alira bertanya tanya kepada Fahri tentang seluk beluk bi Ina karna Alira belum mengetahui apa apa tentang bi Ina yg sudah puluhan tahun bekerja di keluarga Fahri... "mas,, gimana ceritanya bi Ina bisa bekerja dengan keluarga mas sampai selama ini,,,? tanya Alira... "dulu mama pernah kecelakaan di tengah jalan,, dan yg menolong mama waktu itu bi Ina,, waktu itu bi Ina ke jakarta mencari kerja setelah suaminya meninggal dan anaknya di bawah pergi oleh keluarga suaminya ke malasya,, dan untung saja bi Ina cepat membawa mama ke rumah sakit,, kalau tidak mungkin mama sudah tidak ada,,.. jawab Fahri.. "memangnya suami bi Ina orang malasya ya mas,,,? tanya Alira lagi... "iya,, suami bi Ina orang malasya,, dan katanya keluarga mereka itu sangat kaya,, tapi keluarga suaminya tidak menyukai bi Ina,, akhirnya bi Ina dan suaminya memilih tinggal di kampung bi Ina sampai suaminya meninggal dan di makamkan di kampung bi Ina... jawab Fahri... "trus anaknya mas,,,? tanya Alira lagi... "anaknya di ambil sama keluarga suaminya,, sekarang dia sudah menikah dengan pejabat di sana,, selama dia di ambil baru beberapa kali dia pulang ke kampung menemui bi Ina... jawab Fahri... "tapi anaknya itu sayang lo mas sama dia,, aku sering lihat bi Ina telfon sama anaknya,, kata Alira... "iya,, anaknya sangat menyayanginya,, tapi bi Ina tidak mau membebani anaknya,, dan dia juga tidak mau ikut anaknya ataupun mengambilnya dari keluarga suaminya,, karna menurut dia,, anaknya lebih bahagia bersama keluarga papanya dari pada sama dia yg hanya seorang pembantu... jawab Fahri... "bi Ina itu sangat berjasa sama keluarga kita,, dia menyelamatkan mama,, merawat aku dari masih bayi dan sekarang merawat Faris,, aku sangat menyayanginya begitupun papa dan mama,,.. tambah Fahri dan membuat Alira makin bangga dan kagum sama suaminya yg terlihat dingin dan keras tapi memiliki hati yg penyayang... "iya mas,, aku juga sangat menyayanginya,, kata Alira dan langsung memeluk Fahri... sampainya di bandara,, Alira langsung masuk ke ruang tunggu penumpang,, sedangkan Fahri dia masih menunggu orang untuk membawa barang mereka,, dan setelah orang yg dia tunggu itu datang,, mereka langsung melangkah nenyusul Alira dengan membawa barang barang mereka.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584022932970.jpg-original600webp?sign=6a8533b2d38c0cabdab4c88002da7f4b&t=5e7bf080) Fahri melangkah sambil mencari cari keberadan Alira,, dia menatap ke sana ke mari mencari istrinya,, dan tiba tiba Alira yg melihat Fahri langsung berteriak sambil menatap ke arah Fahri.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584022932973.jpg-original600webp?sign=e7a4f5ac727b4aa6e2b7eec3561963b5&t=5e7bf080) "maaas,,, aku di sini,,,! teriak Alira dan membuat Fahri langsung menghampirinya,, dan tidak berapa lama mereka langsung masuk ke dalam pesawat karna sebentar lagi pesawat akan take off,,,.. di dalam pesawat Fahri terus fokus dengan leptop yg berada di pangkuannya itu,, sedangkan Alira dia sibuk menyuapi makanan ringan dan minuman kepada Fahri,, dan bererapa penumpang yg melihat mereka hanya tersenyum dan terkagum kagum dengan pasangan yg kecantikan dan ketampananya hampir mencapai sempurna itu... Chapter 98 Bab 98. Faris memasuki sekolah menengah pertama... sampainya di Itali,, Fahri dan Alira yg sudah di jemput sama rekan bisnis mereka langsung berangkat menuju hotel yg sudah di siapkan untuk mereka menginap,, mereka memilih hotel yg berada di tepi laut,, karna pemandangan hotel itu sangat indah dan Alira maupun Fahri sangat menyukai pemandangan laut... Alira sangat bahagia dan kegirangan setelah melihat pemandangan laut dari kamar hotel tempat mereka menginap itu,, sedangkan Fahri hanya tersenyum sambil menatap istrinya yg sudah sangat heboh itu... dengan kegirangannya Alira berlari menuju balkon kamar tempat mereka menginap dan langsung berdiri di sana menghadap laut sambil membuka lebar ke dua tangannya sambil menutup mata dia menghirup udara segar yg berhembus dari arah laut yg indah itu... dan setelah itu Alira dan Fahri langsung mandi dan bersiap siap karna mereka akan pergi menhadiri rapat di sebuah perusahan besar dalam rangkah membahas saham yg mereka tanam di perusahan tersebut.... setelah kehadiran Fahri dan Alira tidak berapa lama rapatpun di mulai,, direktur perusahan menyampaikan beberapa kata sambutan dan ide ide yg akan di terapkan dalam kerja sama mereka ke depan guna untuk memajuka saham dari beberapa klien yg hadir di situ termasuk Fahri,,... Fahri orangnya sangat tenang tapi lincah dalam berfikir,, dengan gayanya yg cool dia terdiam sambil fokus kepada orang yg sedang berbicara tapi dalam otaknya tidak berhenti berputar mencerna apa yg sedang di sampaikan itu... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584109994948.jpg-original600webp?sign=b0b88f81e19492b67fa662b9c9baf161&t=5e7bf080) setelah penyampain dari direktur perusahan itu kemudian giliran Fahri menyampaikan isi pemikirannya karna semua klien yg hadir sangat percaya dengan ide ide cemerlang Fahri,, karna Fahri adalah salah seorang pengusaha yg terbukti sangat sukses dengan pola fikir dan jeri payahnya sendiri,, semua mata di dalam ruangan itu fokus kepada Fahri sambil bertepuk tangan karna ide ide Fahri di anggap sangat cemerlang dan menguntungkan,, begitupun dengan Alira,, dia menatap suaminya yg sedang berbicara sambil tersenyum bangga.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584109994943.jpg-original600webp?sign=5ee9dca774163d149530d662129d402f&t=5e7bf080) Alira sangat bahagia dan bangga memiliki laki laki seperti Fahri dalam hidupnya,, dengan karakternya yg cuek, kaku dan dingin membuat para wanita wanita makin gila dan penasaran padanya,, tapi kesetiannya terhadap Alira sangat kuat dan tidak ada alasan untuk di ragukan lagi,, apalagi semenjak ada Faris,, jiwa dan raga Fahri seutuhnya hanya untuk keluarganya.... selesai semuanya, Alira dan Fahri memilih untuk langsung pulang ke hotel tempat mereka menginap,, karna sudah sore akhirnya mereka memilih untuk mandi,, dan setelah selesai mandi dan berpakaian Fahri langsung menuju tempat santai yg terdapat di depan kamar mereka kemudian terlentang di kursi panjang yg ada di situ sambil membaca berkas yg ada di tangannya.... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584109994946.jpg-original600webp?sign=5a3acb740d3e1bcdb2623289db048042&t=5e7bf080) sedangkan Alira yg baru selesai mandi masih sibuk dengan segala perawatannya,, Alira sengaja memakai baju yg seksi untuk menggoda Fahri,, karna sudah beberapa hari ini Fahri yg sibuk dengan segala pekerjaannya jadi tidak sempat untuk meliriknya sama skali,, dan setelah beberapa menit di dalam kamar,, akhirnya Alira keluar melangkah mendekati Fahri dengan gayanya yg genit dan menggoda..... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584109994941.jpg-original600webp?sign=775368badcc073c2270f6a1337882514&t=5e7bf080) Fahri yg sedang fokus membaca jadi terbelalak matatanya di saat melihat istrinya yg sudah berada di depannya dengan pakaian yg cukup membuat dada Fahri jadi sesak,, apalagi tubuh Alira itu sangat putih dan mulus membuat mata yg memandang jadi tidak berkedip sama skali.... "apa kamu mau menggodaku,,,? tanya Fahri sambil meletakan berkas yg ada di tangannya sambil duduk menghadap istrinya yg menggoda itu... "aku ngga ada niat menggoda ko,, tapi kalau mas merasa tergoda,, bukan salahku dong,, karna kenyataannya aku memang wanita yg sangat menggoda,, jawab Alira sambil menatap Fahri dengan senyum menggodanya.. "baiklah,, jawab Fahri dan langsung berdiri menggendong Alira kemudian melangkah menuju kamar,,.... sampainya di dalam kamar,, tidak pakai lama Fahri langsung memangsah Alira dengan penuh gairah dan tenaga sampai membuat Alira lemah tak berdaya,, keperkasaan dan keganasan Fahri di atas tempat tidur tidak bisa di ragukan lagi,, dan Alira juga sangat mengakui kehebatan suaminya di atas tempat tidur,, karna Fahri selalu membuat Alira lemas dan menyerah tanpa sarat.... setelah itu mereka berdua memilih untuk langsung mandi dan berpakain santai,, kali ini Alira memakai pakain yg tidak terlalu seksi,, karna dia sudah sangat kelelahan dengan permainan suminya tadi,, jadi dia memilih memakai baju kaos dan celana pendek agar hasrat suaminya yg menggila itu tidak terpancing lagi..... 10 tahun berlalu,, Alira dan Fahri semakin hari semakin sibuk dengan segala urusan pekerjaannya,, sampai sampai waktu mereka hampir tidak ada untuk jagoan mereka yg kini sudah menginjak bangku smp,, tapi biarpun begitu mereka setiap hari tidak pernah lupa untuk menelfon Faris yg sudah tumbuh remaja itu untuk mengetahui kondisi dan segala hal yg sedang dia lakukan... tapi karna terlalu sibuk sampai sampai Alira lupa dengan tanggal kbnya,, Alira memakai kb suntik,, jadi setiap tiga bulan sekali dia harus suntik,, tapi karna jadwal suaminya yg padat membuat dia lupa segala galanya,, dan pada saat mereka kembali dari Amerika,, tiba tiba Alira merasa aneh dengan bentuk tubuhnya yg semakin hari semakin naik,, tapi karna terlalu sibuk akhirnya dia tidak terlalu menghiraukannya... dan pada suatu pagi,, ketika mereka sedang sarapan bersama Faris yg juga sudah bersiap siap ke sekolah,, tiba tiba Alira merasa mula dan langsung berlari menuju kamar mandi,, bi Ina yg melihat Alira langsung berlari menyusulnya,, bi Ina meremas remas punggung Alira sambil melihat bentuk tubuh Alira dari atas sampai bawah kemudian berkata..... "non,, apakah non hamil,,,? tanya bi Ina yg langsung membuat Alira dan Fahri yg baru muncul langsung kaget... "apaaaa,,,? tanya Alira dengan tampang kagetnya.... sedangkan Fahri hanya terdiam sambil menatap Alira dengan tatapan cari tau,, dalam hati Fahri sangat bahagia mendengar perkataan bi Ina itu, tapi di lain sisi dia jadi takut setelah nengingat kejadian waktu Faris lahir dulu.... kemudian Alira mencoba mengingat ngingat dan seketika matanya terbelalak sambil menatap Fahri kemudian berkata.... "mungkin maas,,, karna aku sudah dua bulan ngga suntik kb dan aku belum datang bulan sampai skarang ,, aku benar benar lupa maas,, Alira berkata sambil menatap Fahri dengan tatapan penuh ketakutan karna dia tau suaminya itu tidak mau dia hamil lagi.... "ngga apa apa sayang,, kalau memang kamu hamil,, itu berarti rezeki yg tuhan kasih,, semoga semuanya bisa berjalan lancar dan semoga kita semua selalu di lindungi oleh sang pencipta,, jawab Fahri sambil memeluk istrinya dengan penuh kehangatan.... Chapter 99 Bab 99. Alira positif hamil... setelah itu,, Fahri membawa Alira ke meja makan untuk sarapan,, setelah selesai sarapan,, sambil menatap Alira Fahri berkata. "ayo,,,! kita mengantar Faris ke sekolahnya setelah itu kita ke rumah Rani baru kita ke kantor... kata Fahri... "buat apa papa sama mama mau ke rumah tante Rani,,,? tanya Faris... "mama kamu ngga enak badan jadi papa mau bawa dia periksa ke tante Rani,, jawab Fahri... "sayang,, kamu mau ngga kalau punya adik,,,? tanya Alira kepada Faris... "maulah ma,, biar ada teman aku di rumah,, teman teman aku semua punya adik dan kakak,, cuma aku yg ngga punya,, jawab Faris tanpa ekspresi... sifat dan gaya Faris semuanya ikut papanya,, dia tidak banyak bicara,, dingin,, kaku dan cuek,, tapi dia mempunyai hati yg penyayang dan penuh perhatian pada orang di sekelilingnya,, contohnya saja,, setiap bi Ina kurang sehat Faris selalu meminta dan mengantarkan bi Ina ke Dr Rani untuk memeriksakan keadaan bi Ina yg sudah dia anggap sebagai neneknya sendiri,, karna dari masih bayi Faris setiap hari bersamanya.. jadi Faris sudah sangat mengenal Dr Rani,, karna Dr Rani itu sudah menjadi Dr langganan keluarga mereka,, Faris sangat bahagia dengan pertanyaan mamanya barusan,, karna dia merasa tidak punya teman selama ini yg menemaninya bermain dan bercanda di rumah,, apalagi papa dan mamanya sangat sibuk dengan urusan pekerjaan mereka.... setelah selesai mengantarkan Faris,, Fahri dan Alira langsung bergegas menuju rumah sakit tempat Rani bekerja,, sampainya di sana,, Alira langsung mengatakan semua keluhannya kepada Rani,, dan tidak pakai lama Ranipun langsung memeriksanya,,.... selesai memeriksa Alira,, sambil tersenyum Rani menatap ke dua orang yg sedang menunggu dengan wajah yg tampak tegang itu kemudian berkata,,... "selamat,, Faris akan mempunyai adik,,, Rani berkata sambil menyalami tangan Fahri dan Alira.... Fahri dan Alira yg tadinya tegang langsung membalas jabatan tangan Rani kemudian Fahri segera memeluk istrinya dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang,, dan setelah itu mereka langsung pergi menuju rumah orang tua Fahri.... sampainya di sana,, Fahri dan Alira langsung masuk ke dalam rumah dan melihat mama Rita yg sudah terlihat tidak mudah lagi dan kesepian itu sedang duduk di ruang keluarga bersama grenma yg juga sudah sakit sakitan sedang mengobrol,,..... tapi setelah mereka melihat kedatangan Alira dan Fahri mereka langsung kaget,, karna Fahri dan Alira tidak biasanya mengunjungi mereka di jam kantor seperti ini,, mama Rita menatap ke dua anaknya itu dengan tatapan bingung bercampur hawatir kemudian bertanya... "ada apa nak,,? apa terjadi sesuatu sama Faris,,? atau sama bi Ina,,? tanya mama Rita hawatir,, karna mama Rita sangat menyayangi cucunya itu dan dia juga sangat menyayangi bi Ina yg sudah dia anggap sebagai saudara perempuannya itu... "iya ma,, terjadi sesuatu sama Faris,, jawab Fahri yg membuat mama Rita dan grenma langsung sesak nafas dan hampir pingsan.. "Faris akan punya adik ma,,, sambung Alira yg membuat ke dua orang tua itu langsung menangis bahagia.... gerenma yg sudah berjalan memakai tongkat itu segera berdiri dengan air mata yg berlinang di wajahnya mendekati Fahri dan langsung memukulnya dengan tongkat sambil berkata... "anak kurang ajar,,,! apa kamu mau buat aku mati haaa,,,? jawaban kamu tadi hampir membuatku terkena serangan jantung tau ngga,,,? kata grenma yg langsung membuat mereka semua tertawa... Alira yg sudah duduk di samping mama Rita langsung di peluk mama mertuanya itu sambil menangis terharu,, sedangkan Fahri yg baru menerima pukulan grenma langsung memeluk grenmanya yg sudah semakin tua itu sambil berkata.... "grenma suka ngga kalau aku punya anak lagi,,,? tanya Fahri sambil membimbing grenma duduk di samping Alira... "suka bangat,, malahan grenma sangat bahagia kalau kamu punya anak lagi,, biar grenma bisa menggendong dan menimangnya,, soalnya Faris sudah besar dan kalau di cium grenma dia suka ngga mau,, kalau dia mau itu juga karna grenma sudah pura pura ngambek dulu... kata grenma yg membuat mereka semua langsung tertawa bersamaan... "iya Fa,, Faris skarang sudah ngga mau di cium cium lagi,, katanya dia nanti malu kalau di lihat orang,, waktu mama antar dia ke sekolah di hari pertama masuk smp itu aja,, dia pake ngintip ngintip dulu baru cium pipi mama,, kata mama Rita yg membuat mereka tambah tertawa terbahak bahak... "iya ma,, dia juga udah ngga pernah mau di cium aku lagi,, tapi aku sering maksa dia buat cium aku,,, sambung Alira... sedangkan Fahri hanya tersenyum mendengar pembicaraan ke tiga wanita itu,, karna dia tidak bisa berbicara apa apa,, karna memang itu kenyataan dari sifat anaknya sekarang yg sudah merasa besar dan tidak mau di manja manjakan lagi.... "trus bagaimana rencana kalian selanjutnya,,? tanya mama Rita... "aku mungkin akan di rumah aja ma,, biar ngga terlalu cape dan bisa mengurus Faris,, karna selama ini aku dan mas Fahri sudah jarang punya waktu buat dia,, jadi biar mas Fahri aja yg kerja,, jawab Alira sambil menatap mama mertuanya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584114675612.jpg-original600webp?sign=e3648c019701e33399a50d25108e4b37&t=5e7bf080) "iya,, menurut mama juga begitu,, biar kamu ngga terlalu cape,, dan biar mama bisa main main ke rumah kalian setiap harinya,,, sambung mama Rita... "mas,, menurut kamu gimana,,,? tanya Alira... "ya seperti yg kamu inginkan,, jawab Fahri sabil menatap istrinya... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584114675610.jpg-original600webp?sign=ea91f46df7618b81e48c01c8ae053a16&t=5e7bf080) "trus siapa yg akan menggantikan Alira menjadi secretaris kamu,,,? tanya mama Rita.. "biar Sinta aja ma,, nanti Refan cari yg lain aja,, jawab Fahri... Fahri memilih Sinta kembali karna hanya Sinta yg Alira percaya,, apalagi Sinta sudah sangat kenal baik dengan Alira semenjak Alira menjadi secretaris Fahri,, dan Sinta itu orangnya ngga genit dan banyak tingkah,, dan dia juga sudah punya calon yg juga bekerja di kantor Fahri,, jadi Alira tidak akan merasa hawatir kalau Sinta yg akan menjadi secretaris Fahri menggantikan dirinya... Chapter 100 Bab 100. Alira yg membuat Fahri semakin penasaran... setelah memutuskan untuk tidak bekerja, sekarang Alira hanya fokus mengurus kebutuhan Fahri dan Faris putranya yg sudah mulai beranjak remaja itu,, hari harinya lebih banyak dia habiskan dirumah,, apalagi mereka sudah bertetangga dengan Refan dan Meymey yg juga sudah mempunyai seorang anak perempuan yg sudah berumur hampir sepuluh tahun..... Refan dan Meymey memutuskan untuk menjual rumah mereka dan membeli sebuah rumah mewah di samping rumah Fahri dan Alira setelah dua bulan menikah dan mengandung,, karna mereka ingin anak anak mereka tumbuh bersama sama dalam satu keluarga..... keluarga mereka hidup rukun dan bahagia,, anak Refan dan Meymey yg di beri nama Melda itu sekarang sudah berada di bangku sekolah sd kelas 5,, dia adalah anak yg sangat ceria dan tidak pernah mau diam... sedangkan Faris dari masih kecil dia sudah mengikuti sifat papanya yg dingin, cuek, kaku dan juga tidak banyak bicara, tapi di lain sisi dia adalah anak yg rajin, cerdas dan berbakat dalam semua bidang,, dan sekarang dia membuat Alira dan Fahri bangga dengan prestasi prestasi yg dia raih di sekolahnya"... dia juga anak yg sangat disiplin dan ingin tahu segala hal, di usia yg masih sekecil itu,, dia sudah sering mengikuti Fahri ke kantor di saat pulang sekolah dan ingin mengetahui semua yg menjadi pekerjaan papanya,, dan Fahripun dengan penuh kasih sayang dan kesabaran memberitahukan dan memperkenalkan Faris dengan dunia bisnis dan segala usahanya kepada putranya itu"... sekarang Alira dan Meymey tidak punya pekerjaan seperti Fahri dan Refan tapi bukan berarti mereka tidak mempunyai usaha yg menghasilkan,, mereka berdua punya beberapa usaha yg mereka kelolah bersama sama seperti restoran, salon dan juga butik.. jadi Alira dan Meymey hanya keluar rumah di saat tertentu seperti ada urusan penting di usaha yg mereka berdua kelolah itu, Alira dan Meymey tinggal bertetangga tapi kekeluargaan mereka membuat mereka sangat dekat seperti satu keluarga yg tinggal dalam satu atap".... begitupun dengan mama Rita, papa Indra dan juga grenma yg setiap hari selalu berkunjung ke rumah Alira dan Meymey, karna sekarang perusahan dan usaha papa Indra sudah di wariskan kepada Faris tapi masih di kelolah oleh Fahri sampai Faris besar dan mampu untuk melanjutkan warisan dari opanya,, karna papa Indara ingin beristirahat dan menjaga grenma yg sudah semakin tua dan sakit sakitan itu"... grenma sudah sakit sakitan dan sering masuk keluar rumah sakit,, begitupun dengan bi Ina yg sudah beberapa bulan ini sering terserang asma, akhirnya bi Ina sudah di larang bekerja oleh Alira dan Fahri, bi Ina sekarang hanya menghabiskan waktu di rumah menemani Alira".... Alira dan Fahri sangat menyayangi bi Ina seperti mereka menyayangi orang tua mereka,, karna bi Ina sangat berjasa untuk keluarga mereka,, dan Farispun juga sangat menyayangi bi Ina,, malahan dia lebih dekat sama bi Ina di bandingkan mama Rita dan ibu Vivi ibunya Alira,, karna mungkin dari kecil dia selalu bersama dengan bi Ina"... Faris memanggil orang tua Fahri dengan sebutan oma dan opa,, sedangkan orang tua Alira dia panggil dengan sebutan kakek dan nenek, dan bi Ina dia panggil dengan sebutan mbah, begitupun dengan Melda anaknya Refan dan Meymey... setelah masuk smp Faris sudah tidak mau tidur sekamar dengan orang tuanya,, dia mau tidur sendiri di kamarnya,, dan kalau dia ingin di temanin pasti dia meminta bi Ina untuk menemaninya dan itupun hanya sesekali kalau dia ingin ada yg temanin... Faris sangat perhatian sama bi Ina,, setiap bi Ina sakit pasti dia yg lebih dulu menanyakan kondisi bi Ina dan memberitahukan kepada orang tuanya, dan dia juga sering melihat bi Ina menangis kalau bi Ina rindu dengan anak dan cucu perempuannya yg berusia sama dengan Melda yg berada di malaysia".. bi Ina sering menceritakan anak dan cucunya yg bernama Aleta yg sekarang baru berusia 10 tahun dan duduk di bangku kelas 5 sd,, tapi Faris hanya mendengar tanpa pernah melihat raut muka anak dan juga cucu bi Ina itu, karna sudah beberapa tahun ini bi Ina sudah putus kontak dengan mereka, entah apa yg terjadi tapi bi Ina sudah tidak bisa menghubungi mereka lagi... di kehamilan ke dua ini Alira tambah cantik karna dia selalu berdandan dan bodinya tambah seksi sehingga membuat Fahri semakin penasaran padanya, bentuk tubuh Alira akhir akhir ini membuat Fahri sangat tergila gila padanya dan selalu ingin menyentuhnya, apalagi Faris sudah tidak mau tidur bersama mereka lagi membuat Fahri makin berkesempatan dan leluasa... tapi biarpun begitu Fahri tidak melakukannya setiap malam seperti biasanya karna dia tidak ingin membuat alira kelelahan, dia akan melakukannya apabila Alira bersedia atau menginginkannya, tapi Alira juga tidak pernah menolak keinginan suaminya itu, karna diapun selalu mendambakan sentuhan suaminya yg liar itu,, dan juga dia tidak mau suaminya merasa tidak puas di rumah dan akan mencari kepuasan di luar... Alira dan Fahri sangat bahagia dengan semua yg mereka miliki, dan merekapun sangat berhati mulia dengan semua orang, terutama orang orang yg berada di sekeliling mereka seperti bi Ina yg mereka perlakukan seperti orang tua mereka sendiri.. ketulusan dan kebaikan Fahri kepada bi Ina membuat kesedihan bi Ina yg sudah putus kontak dengan anak dan cucunya itu sedikit terobati, apalagi di tambah dengan Faris yg selalu perhatian dengannya dan juga Melda anak Refan yg centil itu selalu datang setiap harinya ke rumah Alira untuk menemani bi Ina dan meminta bi Ina menceritakan dongeng padanya membuat bi Ina semakin terhibur dan bisa tersenyum lebar".... Chapter 101 Bab 101. Faris yg merasa kasihan dengan bi Ina.... setiap harinya Melda se?alu ke rumah Faris kalau sudah pulang sekolah atau hari libur, dia tidak pernah mau bermain di rumahnya mungkin karna tidak ada teman jadi dia meresa bosan di rumah, dia selalu meminta Faris untuk membantunya mengerjakan tugas, dan setelah mengerjakan tugas dia langsung pergi menemui bi Ina untuk mengajak bi ina menceritakan semua yg ingin dia dengar dan ingin tau termasuk menceritakan cucu bi Ina yg di malaysia itu... Melda sangat ingin punya teman perempuan seperti dirinya dan karna itu sehingga membuat dia selalu merasa penasaran dengan cucu bi Ina yg bernama Aleta itu, dia tidak suka bermain dengan Faris abangnya itu karna Faris sering cuekin dia kalau dia banyak bertanya dan bercerita, jadi dia lebih memilih bi Ina untuk menemaninya bermain dan mendengarkan segala yg dia ceritakan, karna Melda itu anak yg sangat cerewet dan tidak pernah mau diam dan itu yg membuat Faris selalu menolak dan menghindar kalau di ajak main atau bercerita oleh Melda.... hari itu Faris hanya di rumah setelah pulang sekolah, dia tidak ikut papanya ke kantor seperti biasanya karna papanya sedang berangkat ke luar kota pagi tadi dan akan pulang besok, setelah membantu Melda mengerjakan tugas Faris langsung melangkah menuju kamar bi Ina menyusul Melda yg sudah duluan pergi"... "eeh mas,, sini sini,,! kita dengar cerita mbah,, kata Melda setelah melihat Faris di depan pintu dan Faris pun langsung masuk dan duduk di samping bi Ina... "memangnya mbah mau cerita apa,,? tanya Faris... "iniiii,, Melda mau mbah menceritakan Aleta,, jawab bi Ina... "ooooh,, jawab Faris... "mas,, aku tu ingin sekali kenalan sama Aleta,, lihat wajahnya,, tapi mana bisa, nomor telfonya aja ngga bisa di hubungi,, kata Melda yg membuat mata bi Ina langsung berkaca kaca.... dan Faris yg melihat itu langsung mengedipkan matanya ke arah Melda, tapi Melda yg masih kecil dan belum mengerti apa apa bukannya diam tapi dia malah tambah bicara tanpa memperdulikan Faris... "mbah,, tenang aja, pasti kita bisa bertemu sama Aleta dan mamanya, dan kalau bertemu, aku mau ajak dia main dan kita akan jadi teeman deeh,, kata Melda bersemangat.... "iya nak,, semoga aja kita bisa bertemu sama mereka, biar kalian berdua bisa jadi teman, kata bi Ina sambil menghapus air matanya dan langsung memeluk Melda si kecil yg cerewet itu.... melihat itu Faris langsung pergi meninggalkan mereka berdua yg sedang berpelukan itu tanpa berucap apa apa, dia melangkah menuju kamarnya, karna Faris tidak tega melihat bi Ina bersedih seperti itu, Faris sangat kasihan sama bi Ina yg setiap hari merindukan anak dan cucunya itu... Faris ingin sekali membantu bi Ina, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karna dia masih terlalu kecil, dan dia pernah bilang sama bi Ina untuk meminta bantu kepada papanya biar papanya menyuruh orang untuk mencari Aleta dan mamanya,, tapi bi Ina tidak mau karna dia tidak ingin tambah merepotkan orang orang yg sudah menampungnya dan baik padanya selama ini.... pukul 8 malam Fahri yg sedang berada di luar kota sudah menyelesaikan segala urusannya dan dia memilih untuk langsung pulang ke jakarta, dan karna saking buru burunya sampai dia tidak sempat mengabari Alira, dan Alira taunya suaminya akan pulang besok sore karna itu yg di beritahukan Fahri padanya.... Fahri sampai di jakarta tepat pukul 9:30 malam dan dia langsung pulang ke rumah,, sampainya di depan rumah, Fahri di sambut dan di bukakan pagar oleh pak Fahmi satpam yg bertugas jaga malam di depan rumahnya... "malam pak,,... sapa pak Fahmi.. "malam,, jawab Fahri dan langsung masuk menuju garasi mobilnya... setelah memarkirkan mobilnya Fahri langsung turun dari mobil dan melangkah menuju pintu rumah, sampainya di depan pintu Fahri berdiri lalu menekan bel rumah berulang ulang, dan tidak berapa lama akhirnya pintu terbuka... "bibi belum tidur,,? tanya Fahri setelah melihat bi Ina yg membukakan pintu... "kita semua tidur dari tadi den,, tapi bibi haus jadi bibi bangun,, jawab bi Ina... "oooo,, ya udah kalau gitu bibi tidur lagi,,,! kata Fahri... "tapi aden ngga makan,,,? tanya bi Ina... "aku udah kenyang bi,, tadi udah makan dan kalau aku lapar aku bisa ambil sendiri bi, bibi ngga usah repot repot di tengah malam kaya gini,, jawab Fahri... "ya udah den kalau gitu bibi tidur dulu,, kata bi Ina dan hanya di anggukin oleh Fahri... setelah bi Ina pergi Fahri langsung melangkah menuju kamar Faris, sampainya di sana dia langsung tersenyum setelah melihat putranya yg sudah semakin besar itu tidur dengan buku di atas perutnya,,... Fahri sangat bangga dan bersukur memiliki anak laki laki seperti Faris yg sangat tekun dan giat dalam belajar, dia tidak seperti anak anak lain yg lebih suka bermain ketimbang belajar,, Fahri sangat menyayangi Faris tapi dia tidak memanjakan anak laki lakinya itu,, dan Faris pun tidak ingin di manjakan oleh orang tuanya terutama papanya.... setelah itu Fahri langsung menaikan selimut Faris dan langsung mengecup kening dan pipinya,, kemudian Fahri langsung keluar dan melangkah menuju kamarnya,, Fahri membuka pintu kamarnya dengan kunci yg ada padanya,, karna kunci kamar mereka itu ada tiga, dua ada pada Alira,, dan satunya ada pada Fahri,,..... Fahri sengaja mengambil kunci yg satunya biar dia tidak mengganggu Alira yg sedang tertidur kalau dia pulang malam seperti saat ini,, dan setelah pintu terbuka Fahri segera masuk dan langsung terpana di saat dia melihat istrinya yg sudah terlelap di atas tempat tidur dengan hanya memakai cd berwarna hitam,, kemudian Fahri segera melangkah maju Sambil menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,,... setiap malam Alira selalu tidur tanpa mengenakan bra tapi dia selalu memakai baju tidur, tapi kali ini dia tidur tanpa memakai bra dan juga baju tidur, dia hanya memakai cd berwarnah hitam,, dan itu membuat Fahri jadi tidak bisa mengendalikan diri setelah melihatnya... Fahri yg tadinya berniat tidak ingin mengganggu Alira yg sudah terlelap itu kini sudah berjongkok di tempat tidur dan langsung Alira yg sudah menantang di hadapannya,, awalnya lumatan Fahri sangat lembut dan membuat Alira hanya bergerak tapi tidak terbangun... tapi makin lama lumatan Fahri makin menggila dan membuat Alira langsung kaget dan terbangun,, setelah menyadari ada orang yg sedang nya Alira dengan segera langsung berteriak dengan kencangnya dan membuat Fahri yg lagi asik asiknya langsung mengangkat muka dan menatap Alira sambil berkata.... "sssssst,,, ini akuuu,,, kata Fahri sambil menatap Alira dengan tatapan memangsa... "mas Fahri,, ko kamu ngga bilang bilang mau pulang,,? kata Alira... "ngga sempat,, sudah jangan banyak bicara,, mas sudah ngga tahan ni,, jawab Fahri dan langsung melanjutkan permainannya yg sempat terhenti tadi.... Chapter 102 Bab 102.Faris dan Fahri yg hampir sama datarnya.. Fahri mencium istrinya dari atas sampai bawah tanpa ada yg terlewati,, aroma tubuh Alira bagaikan candu baginya,, dia tidak pernah bisa menahan diri kalau hasratnya yg menggila itu sudah menguasai dirinya,, dan Alirapun tidak pernah menolak keinginan suaminya itu,, tapi karna perut Alira sudah berisi membuat Fahri melakukannya tidak terlalu kasar seperti biasanya karna Alira selalu mengingatkannya kalau dia sudah mulai menggila dan hilang kendali.... setelah selesai bertempur Fahri langsung menggendong Alira menuju kamar mandi tanpa berpakaian,, sampainya di kamar mandi,, Alira langsung bergegas untuk mau mandi tapi di cegah oleh Fahri,, Fahri melarang Alira untuk mandi karna ini sudah malam dan dia sedang berbadan dua,, akhirnya Alira pun menurut,, Alira hanya membasuh nya yg sudah sangat becek itu dan langsung mengenakan handuk yg ada di gantungan kamar mandi..... setelah itu Alira langsung keluar dari kamar mandi sedangkan Fahri dia langsung membersihkan badannya yg penuh dengan keringat,, selesai mandi Fahri pun keluar dan berpakain kemudian menyusul istrinya yg sudah berbaring di atas tempat tidur,, mungkin karna pengaruh kecapean akhirnya Alira dan Fahri pun terlelap.... pukul 6:30 Alira sudah terbangun dan langsung bergegas mandi,, sedangkan Fahri masih terlelap di atas tempat tidur,, selesai mandi dan berpakain Alira kemudian melangkah keluar kamar menuju kamar Faris,, dia ingin membangunkan putranya itu untuk bersiap siap ke sekolah.... tapi sampainya di kamar Alira tidak menemukan Faris di sana yg ada hanya bi Ina yg sedang merapikan tempat tidur Faris,, akhirnya Alira melangkah mendekati bi Ina dan bertanya.... "bi,, Farisnya mana,,,? tanya Alira... "dia lagi mandi non,, tadi bibi bangunin dan setelah bangun dia langsung bergegas ke kamar mandi,, jawab bi Ina... "ooo ya uda bi kalau gitu aku siapin pakainnya dulu,, kata Alira... "iya non,, kalau gitu bibi ke dapur dulu ya non,, kata bi Ina setelah selesai merapikan tempat tidurnya Faris... "buat apa ke dapur bi,,,? tanya Alira... "buat bantu bi Ira sama bi Ratih siapin sarapan non,, jawab bi Ina... "biii,, kan aku udah bilang bibi ngga usah repot repot,, aku kerjakan bi Ratih itu biar bibi bisa istirahat,, nanti Fahri marah lo bi,, kalau dia lihat bibi kerja,,, kata Alira... "maaf non,, tapi bibi ngga enak,, masa bibi ngga bikin apa apa.... "ngga enak sama siapa bi,,? semua orang di rumah ini ni sayang sama bibi dan ngga mau bibi kecapean,, kata Alira sambil mengusap ngusap punggung bi Ina... "ya uda kalau gitu biar bibi aja yg siapin pakainnya Faris,,, kata bi Ina... "ngga usah bi,, biar aku aja,, mending bibi ke taman dan hirup udara segar di luar biar pernapasan bibi itu makin bagus,,,, oke,,,? ngga pakai bantah,, kata Alira yg membuat bi Ina tidak bisa berkata kata dan langsung melangkah pergi menuju taman... setelah bi Ina pergi,, Alira langsung menyiapkan pakaian sekolah Faris,, dan tidak lama Faris pun keluar dari kamar mandi dan langsung bergegas untuk bersiap siap... "mbahnya kemana ma,,,? tanya Faris... "udah mama suruh ke taman buat hirup udara segar,, karna itu yg di anjurkan Dr,, jawab Alira... "ya udah,, kamu siap siap ya,,! mama mau bangunin papa kamu biar kalian berangkat sama sama,, kata Alira... "memangnya papa udah pulang,,,? tanya Faris... "iya,, papa kamu tu pulang tadi malam,, jawab Alira sambil melangkah ke luar... sampai di kamarnya Alira melihat tempat tidurnya sudah kosong dan dia mendengar bunyi air di dalam kamar mandi,, dan dia tau itu suaminya yg sedang mandi,, kemudian dia langsung buru buru menyiapkan pakaian ganti Fahri,, dan tidak berapa lama Fahripun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Alira sambil berkata..... "sayang,, kalau kamu cape ngga usah repot repot,, nanti biar mas ambil sendiri,, kata Fahri yg sedang mengeringkan rambutnya di belakang Alira... "aku ngga cape ko mas,, lagian semalam itu belum apa apa buat aku,, kata Alira sambil berbalik menatap Fahri dengan tatapan genitnya.... "ooooowh,, benar,,,? tanya Fahri sambil menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... "iya,, semalam aku tu belum apa apa tapi mas yg udah jebol duluan,, kata Alira meremehkan... "hahahahaha,, tapi tadi malam siapa yg merengek minta udahan,,? dan siapa yg duluan jebol ulang ulang,,? tanya Fahri sambil tertawa... "ngga ko,, jawab Alira malu malu... "ngga apanya,,,? semalam tu kamu merengak gini,, maas,, pelan pelan maas,, sakit maas,, udahan dong mas,, aku udah ngga sanggup maas,, sakiiiiit... kata Fahri meniru kata kata Alira.... "iyaaaa,, memang setiap kali aku yg selalu menyerah dan merengek minta udahan,, abis senjatanya terlalu besar dan dorongannya itu minta ampun,, kata Alira dengan wajah sebelnya.... "tapi kamu suka kan,,,? tanya Fahri sambil mencubit pipi Alira... "ngga,,! jawab Alira sambil tersenyum malu malu.... "ngga tapi teriak teriak keenakan,, mas terus mas,,! tambah mas,,,! kata Fahri lagi sambil memakai pakainnya... "iiiiiiiih,, dasar es balok mulut bocor,, kata Alira sambil mencubit perut sispeknya Fahri dan membuat Fahri tertawa geli... dan setelah sudah rapi,, Alira dan Fahri langsung keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur,, di dapur mereka melihat sudah ada Faris yg sudah duduk menghadap meja makan dengan tampangnya yg datar.... "mas,, tu lihat muka anak kamu,,,! kata Alira di saat sedang melangkah bersama Fahri menuju meja makan... "kenapa emang,,,? tanya Fahri... "kaya jalan tol datarnya,, makannya kalau bikin anak itu jangan terlalu serius dan tegang,, nanti jadinya kaya gitu... kata Alira... "jadi kamu mau bikin anak itu harus cengengesan dan tertawa gitu,,,? kamu fikir bikin anak itu main hom pim pa,,,? kata Fahri yg membuat Alira langsung menatapnya sinis sambil menaikan sebelah bibirnya... "gimana anaknya ngga datar,,,? bapaknya aja datarnya sudah sama dengan jalan raya di jakarta yg suka macet,, ketus Alira sambil mempercepat langkahnya kemudian langsung duduk di samping Faris.... Chapter 103 Bab 103. Jebakan.... selesai sarapan Alira langsung mengantar anak dan suaminya itu ke depan rumah,, dan setelah Alira menyalami dan mencium tangan Fahri kemudian giliran Faris menyalami Alira dan mencium tangannya dan setelah itu Fahri dan Faris langsung memasuki mobil dan berangkat menuju sekolah Faris... selesai mengantar Faris ke sekolah Fahri dengan segera melajukan mobil menuju kantornya,, sampainya di kantor Fahri langsung membuka leptopnya dan mengerjakan pekerjaannya,, dan di saat dia sedang sibuk tiba tiba ada telfon masuk... dan ternyata itu telfon dari Toni menejer di pabriknya yg memintanya untuk segera berangkat ke luar kota siang itu juga karna ada masalah penting yg membutuhkan kehadirannya.... dengan segera Fahri langsung keluar dari ruangannya dan memberitahukan Sinta kalau dia akan berangkat ke luar kota saat itu juga,, kemudian Fahri langsung meminta salah seorang pegawainya untuk mengantarnya ke bandara dan mengembalikan mobilnya ke kantor.... setelah pulang dari sekolah Faris langsung pulang ke rumah,, sampainya di rumah dia langsung mengganti bajunya dan makan siang bersama mamanya,, selesai makan mereka memilih untuk duduk di ruang keluarga menonton siaran tv sambil mengobrol bersama bi Ina.... "hari ini ko Melda ngga ke sini,,,? kata bi Ina.. "ooo iya,, Melda lagi ada acara di sekolahnya,, dan mamanya juga sedang menemaninya mungkin sore baru mereka pulang,, sambung Alira... sedangkan Fahri hanya menatap mamanya dan bi Ina tanpa berkata apa apa,, dan tiba tiba mereka terdiam serentak karna ada yg mengetuk ngetuk pintu dari luar.... "biar bibi yg buka non,,, kata bi Ina... dan setelah bi Ina membukakan pintu,, ada seorang laki laki dengan berpakaian kantor sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum dan menunduk memberi hormat kepada bi Ina dan membuat bi Iba jadi bingung dan bertanya.... "ada perlu apa mas,,,? tanya bi Ina... "aku mau menyampaikan pesan dari pak Fahri bu,, aku dari kantornya pak Fahri... "ooo kalu gitu masuk dulu pak,, ibu Alira ada di dalam,, kata bi Ina... setelah itu bi Ina langsung mengantarkan laki laki itu menemui Alira,, dan di saat Alira melihat laki laki itu dia langsung tersenyum karna dia sudah kenal baik dengan laki laki yg bernama Dedi itu,, karna Dedi adalah salah seorang pegawai di kantor Fahri... "siang ibuuu,,, sapa Dedi setelah berada dekat dengan Alira... "iya pak Dedi,, ada perlu apa pak Dedi datang ke sini,,,? pak Fahrinya kan ada di kantor,, kata Alira... "iya aku di suruh sama pak Fahri untuk jemput bu Alira sama den Faris buat makan di luar katanya,, dan skarang pak Fahrinya sudah berada di sana,,,! jawab Dedi... "oooo ya udah,, kalau gitu tunggu sebentar ya,,! kita ganti baju dulu.. kata Alira... "baik bu,,, jawab Dedi... "bi,, ayo ganti baju kita pergi sama sama,,,! ajak Alira ke bi Ina... "baik non,, jawab bi Ina dan langsung bergegas ke kamarnya begitupun dengan Alira dan Faris yg juga sudah melangkah ke kamar masing masing sedangkan Dedi sedang menunggu di ruang keluarga... selesai bersiap siap mereka langsung memberitahukan para bibi yg ada di rumah kalau mereka mau keluar dan setelah itu mereka langsung keluar rumah menuju mobil,, dan serentak Alira kaget karna dia melihat mobil Fahri yg terparkir di depan pekarangan rumahnya.... "loh,, ini kan mobilnya pak Fahri,,,? kata Alira... "iya bu,, pak Fahri menyuruhku untuk menjemput kalian pakai mobilnya.. jawab Dedi... "oooo gitu,,? ya uda ayo kita pergi,,! kata Alira dan langsung mereka memasuki mobilnya Fahri yg di kendarai oleh Dedi... di dalam perjalanan Alira sedikit bingung dengan arah yg mereka lewati karna jalan yg mereka lewati ini bukan ke penjuru kota tapi menuju jalanan yg sepi dan hampir tidak di lewati orang,, karna merasa penasaran akhirnya Alirapun bertanya.... "kita ko lewat sini,,,? memangnya pak Fahrinya di mana,,,? tanya Alira... "pak Fahrinya udah tunggu bu,, dan aku ngga bisa beritahu tempatnya karna itu yg di perintahkan pak Fahri mungkin pak Fahri mau bikin kejutan buat Ibu dan Faris,, dan aku lewat sini biar kita ngga kena macet dan cepat sampai,,, jawab Dedi... "ooo gitu ya,,,? kata Alira... dan setelah hampir setengah jam mobil mereka melewati jalanan sepi itu tiba tiba Dedi memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah mewah tapi seperti kurang di urus dan tidak berpenghuni.... "kenapa kita berhenti di sini,,,? tanya Alira bingung.... "karna ini tempatnya bu,, pak Fahri sudah menunggu di dalam,,, jawab Dedi... "oooo ya udah,, jawab Alira ragu ragu sambil menatap ke arah bi Ina san Faris yg juga sedang menatapnya bingung... dan karna kebingungannya membuat Alira melupakan ponselnya di dalam mobil,, dan setelah mereka sudah melangkah menuju pintu rumah besar itu tiba tiba ponsel Alira berdering dan itu panggilan masuk dari Fahri namun Alira sudah tidak mendengarnya.... "silahkan bu,,,! kata Dedi mempersilahkan sambil membuka pintu rumah besar itu... dengan ragu ragu Alira memasuki rumah besar itu bersama bi Ina dan Faris,, dan di saat sudah berada di dalam rumah itu tiba tiba Alira merasa ada yg tidak beres dengan semua ini,, dan seketika dia langsung berbalik untuk mau bertanya kepada Dedi tapi apa yg dia lihat,,,? dia melihat Dedi sudah mengunci pintu rumah itu dari luar.... "Dediii,,, Dediiii,,, apa apaan ini Dediii,,,? teriak Alira sambil memukul mukul pintu... "ada apa non,,,? mengapa kita di kunci,,,? tanya bi Ina bingung... "ini pasti jebakan bi,, ngga ada mas Fahri di sini,,,! kata Alira sambil memeluk putranya yg hanya terdiam dan bingung.... tiba tiba Alira tambah panik dan bingung di saat dia mendengar ada tepukan tangan darih arah belakang rumah itu di tambah dengan suara tertawa seseorang.... "hahahahahaha Aliraaa,,, kamu sudah masuk dalam jebakanku,, hahahahaha.. suara orang yg tidak menampakan dirinya itu.... "siapa kamu,,,? apa mau kamu,,,? teriak Alira sambil memeluk erat Faris dan bi Ina... dan tiba tiba keluarlah beberapa orang yg memiliki ukuran tubuh yg besar dan kekar menghampiri mereka dengan tatapan yg membuat mereka langsung ketakutan.... Chapter 104 Bab 104. keterlibatan Dedi... eberapa laki laki itu membawa Alira,, Faris dan bi Ina ke dalam sebuah ruangan dan mengikat mereka di sana,, Alira sangat ketakutan tapi dia tidak mau menunjukan itu di depan Faris yg hanya terdiam sejak tadi.... "non,, siapa yg tega melakukan ini pada kita,,,? tanya bi Ina yg sudah menangis... "ngga tau bi,, aku juga ngga tau tapi jangan hawatir mas Fahri akan datang menyelamatkan kita... kata Alira penuh keyakinan.... tiba tiba suara tepukan tangan itu kembali terdengar dan membuat Alira tambah bingung dengan sosok yg belum juga menampakan wajahnya itu,, karna Alira yakin dialah orang yg menjadi dalang dalam semua ini.... "benar Aliraa,, Fahri akan datang ke sini tapi untuk mengangkat jenajahmu dan anakmu bukan untuk menyelamatkan kalian,, karna sebelum Fahri menemukan tempat ini,, aku akan melenyapkan kalia terlebih dulu,, hahahahahaha... kata orang aneh itu... "siapa kamu brengsek,,,? keluar sini,,,! tunjukan tampang tidak tau malumu itu,,,! teriak Alira... "besar juga nyalimu untuk menantangku Alira,,, kata orang yg sudah keluar dan berdiri tepat di hadapan Alira.... "sudah ku duga pasti kamu,, karna tidak ada orang yg akan melakukan hal sepengecut ini selain kamu,,! kata Alira yg membuat orang itu makin geram dan langsung Alira dengan kerasnya.... "plaaaak... pipi Alira terasa panas dan matanya langsung berkaca kaca tapi dia berusaha untuk tetap kuat dan tegar,, dan bi Ina yg berada di samping Alira sudah menangis karna melihat Alira di oleh oranng itu... sedangkan Faris,, dia sudah menatap orang itu dengan tatapan membunuh,, dia sangat marah di saat melihat mamanya di perlakukan seperti itu,, karna saking emosinya membuat nafas Faris memburu tidak beraturan,, dan Alira yg menyadari itu langsung berusaha nenenangkan anaknya itu,, karna Alira takut mental Faris akan terpengaruh dengan melihat semua itu.... "tenang sayang mama tidak apa apa,, kamu ngga usah hawatir karna sebentar lagi papa akan datang... "ooooh ya,,,? hebat bangat kamu Alira,, sudah memiliki anak sebesar ini dan sekarang kemu sudah hamil lagi,, tapi tanang saja,, Fahri akan datang ke sini tapi setelah kalian semua sudah aku habisiii,,,! teriak orang itu... sedangkan Fahri yg sudah berada di pabriknya di luar kota merasa ada yg mempermainkannya di saat dia mendengar dari Toni menejer pabriknya itu kalau Toni tidak pernah menelfonnya untuk datang ke pabrik,, dan pabrikpun tidak ada masalah apa apa.... "ada apa ini,,,? tanya Fahri dalam hatinya... dan tiba tiba Fahri teringat dengan Alira dan dia langsung merasa hawatir karna sejak tadi Alira tidak mengangkat telfonnya,, dengan segera Fahri langsung bergegas pergi menuju bandara,, dalam perjalanan ke bandara Fahri memilih untuk menelfon ke rumahnya untuk menanyakan keadaan anak dan istrinya..... ("halo Tuan,,, sapa bi Sumi setelah mengangkat telfon dari majikannya itu... ("di mana Alira dan Faris,,,? tanya Fahri... ("loh,, kan tadi nyonya Alira sama den Faris pergi ikut tuan,,, jawab bi Sumi... ("apaaaa,,? ikut aku,,,? kemana mereka pergi,,,? tanya Fahri panik... ("ngga tau tuan,, soalnya tadi ada yg jemput mereka katanya di suruh tuan,, dan orang itu pakai mobil tuan,,, jawab bi Sumi... ("apaaaa,,,? ya sudah kalau gitu bi,, bilang sama pa satpam untuk memperketat penjagaan rumah,,... kata Fahri dan langsung memutuskan sambungan telfonnya... dan setelah itu Fahri langsung menghubungi orang tuanya dan Refan untuk memberitahukan semuanya,, mama Rita dan papa Indra yg mendengar kabar itu langsung stres memikirkan cucu dan menantunya,, apalagi sekarang usia kandungan Alira sudah memasuki bulan ke 6.... dan tidak pakai lama Refan langsung lapor ke pihak kepolisian dan segera mengerahkan anak buah mereka untuk bergerak mencari keberadaan Alira dan Faris,, sedangkan Fahri dia sudah dalam perjalanan ke jakarta.... hanya memakan waktu satu jam akhirnya Fahri sampai di jakarta dan sudah di jemput oleh Refan dan beberapa anak buahnya,, setelah itu mereka langsung bergegas mencari keberadaan Alira dan Faris,, Fahri mencoba menghubungi nomor Alira tapi nomornya sudah tidak aktif dan itu membuat Fahri makin tambah hawatir... tiba tiba Fahri teringat dengan Dedi,, dengan segera dia langsung menghubungi Dedi namun nomor Dedi pun tidak aktif dan itu membuat Fahri tambah yakin kalau orang yg menjemput Alira dan Faris tadi adalah Dedi dan Dedi terlibat dalam masalah ini.... "brengseeek,,, akan ku bunuh kamu Dediiii,,,! teriak Fahri di dalam mobil saking geramnya... "ada apa sama Dedi,,? tanya Refan bingung... "dia yg menjemput Alira dan Faris tadi di rumah dengan alasan aku yg menyuruhnya,, jawab Fahri... "apaaaaa,,,? tanya Refan kaget... dan seketika Refan teringan beberapa hari yg lalu di saat dia melihat Dedi dengan seseorang yg sepertinya dia kenal sedang memasuki sebuah hotel.... "aku ingat Fa,, kata Refan... "ingat apa Fan,,? tanya Fahri ngga sabar... "tiga hari yg lalu aku melihat Dedi sama seseorang sedang masuk ke sebuah hotel dan orang yg bersamanya itu kalau ngga salah teman kamu... kata Refan... "teman yg mana,,,? tanya Fahri.... "yg dulu pernah membuat Alira terjatuh dari tangga,,.. jawab Refan dan membuat Fahri langsung kaget dan sangat geram... "ayo kita ke hotel itu,,,! kata Fahri dengan wajah nya yg sudah sangat memerah saking emosinya.... kemudian mereka langsung melaju menuju hotel yg di maksud Refan,, sampainya di hotel itu Fahri langsung menyuruh pihak hotel untuk menunjukan cctv tiga hari yg lalu,, dan pihak hotelpun melakukannya karna mereka sudah kenal dan sudah tau siapa Fahri.... dan setelah hasil cctv itu di putar,, Fahri tambah geram dan emosi di saat dia melihat Dedi dan Bela memasuki kamar hotel itu 3 hari yg lalu seperti yg di katakan oleh Refan... dengan segera Fahri langsung mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan anak dan istrinya yg sedang mengandung itu,, dan Fahri pun segera melaporkan Dedi juga Bela ke pihak yg berwajib,,.... Fahri,, Refan dan anak buah mereka ke sana ke mari mencari dan di bantu oleh pihak kepolisian,, tapi sampai malam dan kembali pagi mereka belum juga menemui jejak atau tanda tanda apapun.... Chapter 105 Bab 105. Fahri sangat menghatirkan anak istrinya.... Fahri sangat hawatir karna belum juga ada tanda tanda tentang keberadaan anak dan istrinya itu,, di tambah lagi GPS yg di pasang di mobilnya sudah tidak bisa terlacak,, dia benar benar hawatir terjadi sesuatu yg buruk terhadap anak dan istrinya,, Fahri terus dan terus mencari tanpa tidur dan makan biar sedikitpun.... pukul 7:30 pagi Fahri bersama beberapa anak buahnya pulang ke rumahnya dan di sana sudah ada orang tuanya dan juga orang tua Alira yg sudah tiba dari bandung tadi malam,, setelah dia sampai rumah tidak lama kemudian Refan pun sampai dengan beberapa anak buahnya dan Refanpun tidak pakai tidur semalaman,, karna dia tidak tega meninggalkan adiknya itu mencari keberadaan anak istrinya sendiri... "bagaimana Fan,,,? apa ada tanda tanda,,,? tanya papa Indra... "belum ada om,, GPS di mobil Fahripun sudah tidak bisa di lacak,, mungkin sudah di lepas oleh orang orang itu... jawab Refan... "bagaimana ini yah,,? ibu Vivi bertanya kepada ayah Ilham sambil menangis... "sabar bu,, semoga anak dan cucu kita selalu di lindungi sama yg maha kuasa,, jawab ayah Ilham... dan tiba tiba mereka semua kaget melihat Fahri yg tadi masuk kamarnya sekarang sedang menuruni tangga dengan pistol di tangannya,, dia melangkah menuruni tangga dengan tampang yg sudah tidak bisa di artikan,, dengan segera papa Indra langsung mendekatinya dan meraih tangannya sambil bertanya..... "apa yg mau kamu lakukan nak,,,? tanya papa Indra... "aku akan membunuh Dedi dan wanita murahan itu dengan pistol ini,, dan kalau ada apa apa dengan anak dan istriku,, aku akan menghabisi mereka semua setelah itu aku akan menghabisi diriku yg tidak berguna ini,,,! jawab Fahri dengan tatapan yg kosong... "Fahriii,, sadar nak,, sadar dengan apa yg kamu katakan itu sayang,, kuatkan dirimu nak,, anak dan istrimu di sana sedang menunggu kedatanganmu untuk menolong mereka... kata ibu Vivi sambil memeluk tubuh kekar menantunya itu.... "tanpa berkata kata air mata Fahri menetes membasahi pipinya dan membuat semua yg ada di situ ikut menangis... "Fahri,, mama yakin anak dan istrimu akan baik baik saja,, dan tolong nak,, kamu jangan melakukan hal yg bodoh,, mama dan papa akan mati kalau terjadi apa apa sama kamu dan anak istri kamu sayang,, kata mama Rita sambil menghapus air mata Fahri... "sudah sudah,, mending kalian semua makan dulu,,! setelah itu baru kita cari lagi,, kata papa Indra... "Fan,, ayo ajak yg lainnya makan,, setelah itu baru kita pergi lagi... kata Fahri... "trus kamu ngga makan,,? tanya mama Rita dan ibu Vivi bersamaan... "tidak ma, bu,, jawab Fahri... "tapi kamu tu harus makan biar kamu kuat nak,, kata mama Rita... "bagaimana aku bisa makan ma,, sedangkan aku ngga tau apa anak dan istriku di sana sudah makan atau sedang menahan lapaaar,,? aku ngga bisa makan ataupun tidur sebelum aku menemukan mereka mamaa,, hiks....hiks...hiks... Fahri berkata kata sambil menangis... Fahri adalah laki laki yg sangat susah untuk menangis,, tapi kalau dalam masalah yg melibatkan wanita yg sangat dia cintai itu di tambah dengan Faris anaknya dia tidak bisa untuk menahan kesedihan dan kerapuhannya... semua yg ada pun ikut menangis melihat keadaan Fahri,, dan setelah itu tanpa menunggu Refan dan yg lainnya yg sedang makan Fahri langsung melangkah menuju mobilnya,, walaupun para orang tua sudah menahannya namun dia tetap pergi,, Fahri melajukan mobilnya ke jalan raya tanpa arah dan tujuan.... sedangkan Alira yg berada di tempat penyekapan Bela itu sudah di siksa habis habisan,, Alira rela menerima siksaan dari Bela asalkan anaknya dan bi Ina tidak di apa apakan oleh Bela dan Belapun mengikuti kemauan Alira,, wajah Alira sudah penuh dengan lebam,, mulut dan hidungnya sudah keluar darah karana pukulan dari Bela,, bi Ina yg melihat semua itu tidak henti hentinya menangis,, sedangkan Faris dia hanya terdiam sambil menatap semua yg terjadi dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... entah apa yg ada di dalam benaknya Faris,, tapi dari tatapannya,, dia sudah seperti seekor harimau yg siap menerkam mangsanya,, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa,, karna tangannya di ikat di sebuah tiang... Fahri berkeliling mencari keberadaan Alira Faris dan bi Ina sampai kembali malam,, begitupun dengan pihak kepolisian,, Refan dan yg lainnya,, sedangkan para orang tua,, Meymey dan lainnya yg berada di rumah hanya berdoa sambil menangis untuk keselamatan Fahri dan keluarga kecilnya... Fahri yg sudah kelelahan dan hampir putus asa menepikan mobilnya di pinggir jalan kemudian keluar dari dalam mobil,, dia berdiri di samping mobilnya sambil menangis mengingat anak dan istrinya yg entah berada di mana,,,? ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584415558034.jpg-original600webp?sign=9bc1264c8399c35256554af3162ab378&t=5e7bf080) "ya Tuhan,, apa salah anak dan istriku,,,? sampai setiap kali dia mengandung anaku selalu ada bahaya yg menimpanya,,? tolong tunjukan jalan padaku agar aku bisa menemukan mereka sebelum hal yg buruk terjadi pada mereka,, aku mohon... Fahri berkata sambil berlinang air mata... dan tiba tiba dia teringat dengan seseorang yg mungkin bisa membantunya,, dengan segera dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi temannya yg berada di london.. ("halo Fa,, suara Anton di sebrang sana... ("ton,, tolong bantu aku,, aku mohon... ("bantu apa Fa,,? kalau aku bisa aku akan bantu... ("Bela menculik anak dan istriku sudah dua hari dan aku tidak tau dia bawah mereka ke mana,,? tolong kamu kasih tau aku rumah atau gudang keluarga kalian yg berada di jakarta sini yg mungkin saja dia jadikan tempat penyekapan anak dan istriku ton,,,?.. "cuman ada satu Fa,, itu rumah tante aku dan Bela yg tidak ada penghuninya,, mungkin saja dia menyekap anak dan istrimu di sana,, tapi tolong Fa,, kalau kamu menemukan mereka,, tolong jangan kamu lenyapkan saudaraku itu,, serahkan saja dia ke pihak yg berwajib... "baik ton,, jawab Fahri... Fahri menjawab seperti itu biar Anton mau memberitahukan rumah itu,, karna hanya ini kesempatannya untuk bisa menemukan anak dan istrinya... Chapter 106 Bab 106. keganasan Faris.... setelah Anton memberitahukan letak rumah kosong itu,, dengan segera Fahri langsung menghubungi pihak kepolisian dan Refan,, dan tidak pakai lama mereka semua langsung melaju menuju rumah yg di beritahukan oleh Anton temannya yg juga sepupu Bela itu... sedangkan di rumah itu,, kondisi Alira semakin lemah karna dia terus di pukuli Bela dan meraka juga tidak di kasih makan dan minum selama penyekapan... Faris yg melihat mamanya di siksa makin tidak tahan tapi dia tidak meneteskan air mata biar setetespun,, Faris memang anak yg sangat kuat,, kekerasan hati dan mentalnya lebih keras dari pada papanya... sedangkan bi Ina tidak henti hentinya menangis sambil memohon belas kasihan Bela untuk tidak memukuli Alira tapi Bela tidak menghiraukannya sama skali... Faris yg melihat kondisi mamanya merasa tidak sanggup akhirnya dia memalingkan wajahnya dan tiba tiba matanya tertuju pada pisau yg berada tepat di sampingnya,, dengan perlahan lahan dia berusaha mengambil pisau itu dengan tangannya yg terikat,, setelah dia berhasil mengambil pisau itu dengan segera dia langsung mengiris tali ikatannya perlahan lahan,, dan Bela yg lagi sibuk menyiksa Alira tidak menyadari apa yg di lakukan Faris... sedangkan bi Ina yg sedang menangis tidak sengaja melihat apa yg sedang di lakukan Faris,, tapi secepatnya dia kembali fokus sama Bela yg sedang menampar Alira dan kembali menangis memohon belas kasihan Bela tapi dengan angkuhnya Bela malah bi Ina dengan kerasnya sampai sebelah pipi bi Ina jadi memerah... tapi tiba tiba Bela di kagetkan dengan suara yg berbunyi dari arah luar rumah,, dan tidak berapa lama muncul Dedi yg berlari menghampiri Bela dengan wajah yg panik dan ketakutan... "Bela,, ayo kita cepat pergi,,! di luar sudah ada polisi bersama Fahri dan anak buahnya yg sudah menyergap anak buahmu,,,! kata Dedi panik... "ngga,, aku ngga akan pergi sebelum aku menghabisi wanita ini dan juga anaknya,, kata Bela sambil menatap Alira yg sudah tidak berdaya itu.... "apa maksud kamu,,? bukannya kamu hanya ingin memberinya sedikit pelajaran,,,? mengapa sekarang kamu malah mau melenyapkan dia dan juga anaknya,,,? tanya Dedi bingung.... "karna mereka sudah mengambil laki laki yg aku cintai,,, jawab Bela... "apaaaa,,,? bukannya hanya aku yg kamu cintai,,,? tanya Dedi... "aku hanya mencintai Fahri,, dan kamu hanya aku manfaatkan untuk membalas dendamku.. jawab Bela yg membuat Dedi langsung kaget... dan di saat mereka lagi asik bertengkar,, Faris yg masih berpura pura terikat sudah memberikan pisau kepada bi Ina untuk mengiris talinya,, di saat bi Ina sedang berusaha memutuskan talinya,, Faris yg sudah sangat marah dengan melihat kondisi mamanya yg sudah tidak berdaya itu langsung bangkit dan segera mengambil pistol yg berada di saku celana Dedi bagian belakang.... di saat merasa ada yg menarik celananya di bagian belakang dengan kagetnya Dedi berbalik dan belum sempat dia menyadari apa yg terjadi,, satu sudah menembus dadanya dan membuat Bela langsung kaget dan terbelalak matanya.... Bela tambah kaget di saat melihat Dedi sudah tersungkur ke lantai,, dan di saat dia melihat Faris yg sedang berdiri dengan tatapan membunuh sambil menondongkan pistol dengan segera dia berbalik dan ingin berlari tapi Faris yg ke dua langsung terlepas menembus belakang Bela dan membuat Bela langsung tersungkur ke lantai,, bi Ina dan Alira yg melihat semua itu sangat kaget sampai tidak mampu untuk berkata kata... Alira dan bi Ina tidak menyangkah Faris bisa melakukan semua itu,, meraka berdua menatap Faris dengan mata terbelalak dan mulut yg terbuka saking kagetnya,,... dan tiba tiba bi Ina dan Alira yg lemas tidak berdaya itu langsung mengeluarkan suara teriakan di saat mereka melihat Fahri mengambil pisau yg berada di samping bi Ina dan langsung menghampiri Bela yg masih bernafas sambil menatap Alira,,.... kemudian dengan amarahnya Faris langsung menancapkan pisau yg di pegangnya ke perut Bela berulang ulang sampai darah dari perut Bela muncrat memenuhi lantai dan tangan Faris bahkan wajah Faris... "tidaaaak,,, teriak bi Ina dan Alira bersamaan.. "Faris sayang,, kamu bisa di hukum nak,, Faris,, kamu masih terlalu kecil sayang,, mengapa kamu lakukan itu,,,? kata Alira dengan suara terbata bata... dan perkataan Alira itu langsung membuat bi Ina untuk segera mengambil tindakan,, dengan segera bi Ina langsung menarik Faris yg masih menggila dengan pisau di tangannya itu,,... setelah menarik Faris,, dengan buru buru bi Ina membersihakan darah di tangan dan wajah Faris menggunakan bajunya,, kemudian bi Ina mengambil pistol yg sudah terletak di lantai dan juga pisau dari tangan Faris,, dan Faris hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah Bela yg sudah tidak bernafas itu... setelah pisau dan pistol sudah berada di kedua tangan bi Ina,, bi Ina langsung membawa Faris mendekati Alira dan langsung memeluk mereka berdua agar mereka sama sama terkena darah yg ada di pakain Faris itu.... karna mendengar suara tembakan akhirnya Fahri dan pihak kepolisian dengan cepat langsung menyergap anak buah Bela yg sedang menghadang mereka,, dan setelah itu Faris Refan dan beberapa anggota polisi langsung berlari masuk ke dalam rumah dengan berhati hati... sampainya di dalam mereka semua kaget dengan apa yg mereka lihat,, Bela dan Dedi sudah terlentang tidak bernyawa dengan perut Bela yg sudah terdapat banyak tusukan,, dan darah sudah mengalir berserakan di atas lantai..... sedangkan Alira,, Faris dan bi Ina sedang berpelukan sambil menangis,, dengan segera Fahri langsung menghampiri mereka dan langsung memeluk mereka bertiga dan ikut menangis.... tapi tiba tiba tangisan mereka terhenti di saat polisi menanyakan pelaku yg menewaskan Bela dan Dedi.... "siapa yg melakukan ini,,,? tanya polisi itu... "saya pak,, jawab bi Ina dengan segera dan membuat semua orang menatap ke arahnya... bi Ina menjawab sambil meremas lengan Faris memberi pertanda kalau dia tidak boleh berbicara apa apa,, karna bi Ina tidak mau Faris yg sangat dia sayangi seperti cucunya sendiri itu masuk penjara,,... dengan segera Alira langsung memeluk Fahri dan Faris sambil berbisik kepada Faris,,.. "diam sayang,, bi Ina sangat menyayangimu.. bisik Alira dan membuat Fahri yg mendengarnya langsung menatap putranya itu dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... setelah itu para polisi langsung membawa mayat Bela dan Dedi juga bi Ina yg sudah di borgol,, Faris yg dari tadi hanya diam langsung meneteskan air matanya sambil berlari memeluk bi Ina dan berkata... "mbah,, aku sangat menyayangimu,, akan ku lakukan yg terbaik untukmu,, kata Faris yg membuat semua keluarganya ikut meneteskan air mata.... sedangkan bi Ina yg sudah di borgol itu hanya tersenyum dengan air mata yg sudah membasahi wajahnya sambil mencium kening Faris dan berkata.... "mbah juga sangat menyayangimu,, jadi anak yg kuat dan pemberani,, mbah sangat bangga padamu,,, kata bi Ina dan langsung di bawah pergi oleh pihak yg berwajib... Chapter 107 Bab 107. ketakutan Fahri akan mentalnya Faris.... setelah itu bi Ina langsung naik ke mobil polisi dan di bawa bersama mayat Bela dan Dedi,, Faris yg terus menatap mobil yg membawa bi Ina itu langsung berlutut ke tanah sambil berkata.... "mbah maafkan aku,, aku janji akan melakukan semua yg kamu katakan,, kata Faris sambil menangis,,... dengan segera mama Rita dan papa Indra yg juga sudah berada di situ langsung melangkah menghampiri cucu mereka dan memeluknya,, sedangkan Fahri dan mertuanya sudah dalam perjalanan ke rumah sakit membawa Alira,, karna kondisi Alira semakin lemah... sampainya di rumah sakit Alira langsung di larikan ke ruang UGD dan di tangani oleh Dr yg dulu menanganinya di saat kelahiran Faris.... sedangkan mama Rita dan papa Indra yg baru selesai menenangkan Faris langsung segera bergegas menyusul Fahri dan mertuanya ke rumah sakit,, mereka pergi bersama Refan,, Meymey dan juga Melda... sampainya di sana mereka segera melangkah menuju Fahri dan yg lainnya yg sedang menunggu di depan UGD dengan tampang yg cemas dan hawatir.... "Faris,, sini nak,,! panggil Fahri kepada anaknya dan Faris hanya terdiam sambil melangkah ke arah papanya... "mandi ya,,? biar papa minta oma buat mandiin kamu,,! kata Fahri dan Faris hanya menggeleng... "kamu sudah makan,,,? tanya Fahri lagi dan Faris hanya menggelengkan kepala... "tadi mama mau suapin dia di dalam mobil tapi dia ngga mau,, dia hanya minum susu kotak dan dia juga belum mandi hanya ganti baju di dalam mobil tadi,, sambung mama Rita karna melihat Faris tidak menjawab apa apa... "ya udah kalau gitu tunggu sebentar biar papa yg madikan kamu,, dan setelah itu kamu makan ya,,,? kata Fahri karna anaknya tidak mau di mandikan oleh ke dua neneknya... dan tidak beberapa lama akhirnya Dr yg menangani Alira pun keluar,, dengan segera Fahri dan yg lainnya langsung buru buru menghampiri Dr itu dan bertanya... "bagaimana keadaan istri saya Dok,,,? tanya Fahri... "istri bapak tidak apa apa,, dia hanya mengalami lebam di wajahnya dan dia sangat lemas karana belum makan dan minum,, tapi kandungannya tidak berpengaruh sama skali... kata Dr itu... "tapi kenapa dia ngga sadar Dok,,? tanya ayah Ilham... "itu karna pengaruh suntikan yg saya kasih biar dia bisa beristirahat... "tapi dia belum makan Dok,,,! kata mama Rita... "ngga apa apa bu,, karna saya sudah memberinya infus penambah cairan dan kekuatan,, jadi nanti dia sadar baru di kasih makan dan skarang ibu Alira akan di pindahkan ke ruang rawat... kata Dr itu... mendengar perkataan dokter membuat Fahri dan keluarganya merasa legah karna Alira dan bayi dalam kandungannya tidak apa apa,, tapi setelah itu mereka kembali sedih mengingat bi Ina yg sudah di tahan di kantor polisi,, dan mereka semua masih belum percaya bi Ina bisa melakukan hal itu... setelah Alira sudah di pindahkan,, ayah dan ibu Alira langsung menemani Alira di dalam ruang rawatnya sedangkan Refan dan Meymey sudah pamit pulang karna Melda sudah mengantuk dan besok harus sekolah.. sedangkan Fahri dan orang tuanya memilih untuk pergi membawa Faris yg masih saja terdiam itu ke kamar khusus yg sudah di siapkan pihak rumah sakit kepada mereka,, sampai di dalam kamar itu mereka bertiga saling menatap dengan tatapan bingung karna merasa aneh dengan tingkah Faris... "Faris,, kamu kenapa sayang,,? tanya mama Rita tapi Faris tetap diam... "nak,, apa yg kamu fikirkan,, apa kamu memikirkan mbah,,,? tanya papa Indra dan di anggukin oleh Faris... "ya sudah,, kalau gitu ayo mandi dan setelah itu makan baru kita ke kantor polisi nemuin bi Ina... sambung Fahri... mendengar perkataan Fahri membuat Faris langsung berdiri dan melangkah menuju kamar mandi,, Fahri dan orang tuanya bukan hanya bingung tapi mereka juga takut dengan mental Faris,, karna mereka berfikir Faris juga meliat apa yg di lakukan bi Ina kepada Bela dan Dedi... Fahri dan yg lainnya belum tau kalau Faris yg melakukan semua itu,, yg mereka tau itu perbuatan bi Ina sesuai pengakuan bi Ina... sampainya di kamar mandi Fahri langsung memandikan Faris yg masih saja terdiam,, setelah selesai mandi,, Fahri langsung membawa Faris ke luar dan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil,, dan tiba tiba Faris yg dari tadi terdiam langsung bersuara di saat mendengar obrolan papa dan oma juga opanya itu... "Fa,, kasihan bi Ina,, dia harus menjalani hukuman karna telah menghabisi Bela dan juga Dedi... kata papa Indra... "iya,, dan mama tidak menyangka bi Ina bisa senekat itu,, sambung mama Rita... "iya ma,, aku juga ngga menyangka... jawab Fahri sambil memakaikan pakain Faris... "bagaimanapun caranya,, papa dan opa harus membebaskan mbah,,! karna bukan mbah yg melakukannya tapi aku... kata Faris yg membuat Faris dan orang tuanya kaget setengah mati.... "apa katamu Faris,,,? tanya mama Rita kaget sambil menatap Faris... "aku yg melenyapkan ke dua orang itu,, karna kalau aku tidak melakukannya mereka akan membunuh mama dan aku juga mbah.. jawab Faris... "astaga pa,, paaa,, bagaimana ini pa,,,? mama ngga percaya,, kata mama Rita panik... sedangkan papa Indra dan Fahri hanya menatap Faris dengan tatapan bingung dan kaget tanpa berkata kata,, dan orang yg di tatap itu hanya terdiam sambil menatap kosong ke depan... Fahri dan papa Indra takut kalau mental Fahri akan terganggu dengan apa yg dia lakukan,, karna papa Indra maupun Fahri yg sudah dewasa dan sudah tua saja tidak pernah melenyapkan nyawa seekor kucing,, sedangkan Faris yg masih sekecil ini sudah menghilangkan dua nyawa orang dengan cara yg begitu sadis... "Faris,, Faris,, kamu ngga perlu takut dan memikirkan semua itu,, papa akan membebaskan mbah asalkan kamu jangan murung seperti ini,, kamu ngga usah merasa bersalah sayang,, mereka itu orang yg mau membunuhmu dan mama kamu,, jadi apa yg kamu lakukan itu bukan seutuhnya kejahatan,, kamu melakukan itu untuk melindungi diri dan orang yg kamu sayangi... Fahri berkata panjang lebar untuk menengkan anaknya karna dia takut mental anaknya akan terganggu dengan semua itu... "aku ngga takut pa,, dan aku ngga merasa bersalah,, karna mulai dari sekarang,, kedua tanganku ini akan menjadi samurai untuk melenyapkan siapapun yg menyakiti keluargaku,, dan badan ini akan menjadi bajah untuk melindungi orang orang yg aku sayangi,, jawab Faris panjang lebar dan membuat mata ke tiga orang tua yg sedang menatapnya langsung berkaca kaca... mereka tidak menyangkah anak sekecil itu sudah memiliki sifat dan pemikiran seperti itu,, dengan segera Fahri langsung memeluk anaknya itu sambil meneteskan air mata begitu juga dengan ke dua orang tuanya yg merasa haru dengan perkataan Faris dan pengorbanan bi Ina yg begitu luar biasa... Chapter 108 Bab 108. Sifat Faris yg berubah secara tiba tiba... dengan berlinang air mata dan penuh kasih sayang Fahri memeluk tubuh putranya itu,, selain tersentuh dengan kaka kata yg di ucapkan Faris,, Fahri sebagai seorang ayah sangat merasa bersalah karna dia sudah gagal melindungi istri dan anaknya sampai sampai putranya yg baru berusia 13 tahun itu harus mengotori tangannya dengan darah.... dan walaupun Faris mengatakan kalau dia tidak tertekan dan merasa bersalah dengan apa yg sudah dia lakukan,, tetapi Fahri tetap merasa hawatir kalau semua itu akan mempengaruhi cara berfikirnya Faris.... "Faris,, kamu makan ya,,,! kata Fahri setelah Faris sudah bersih dan rapi... "nanti aja pa kalau sudah ketemu mbah... jawab Faris... "ya sudah,, ayo kita pergi besuk mbah,, tapi kamu harus ingat,, sampai di sana kamu ngga boleh bicara sembarangan yg menyangkut semua yg telah kamu lakukan... kata Fahri... "iya pa,, jawab Faris... "bukan papa mau mengajarkan kamu menjadi anak yg tidak bertanggung jawab,, tapi semuanya sudah terlanjur,, kalau kamu jujur,, bukan hanya kamu yg di hukum tapi hukuman mbah akan bertambah berat karna sudah berbohong... tambah Fahri... "iya sayang,, apa yg di katakan papa kamu itu benar,, kamu mau kan mbah di bebasin,,,? sambung papa Indra dan Faris hanya mengangguk... setelah itu Fahri,, Faris dan papa Indra langsung bergegas menuju kantor polisi sedangkan mama Rita memilih untuk pergi ke ruang rawat Alira nemuai besannya yg sedang berada di sana.... sebelum sampai ke kantor polisi,, Fahri berhenti di depan sebuah rumah makan untuk membelikan makanan buat bi Ina dan juga Faris,, karna Faris belum makan apa apa,, sejak tadi dia hanya terus meminum susu kotak yg di belikan mama Rita,, dia mau makan kalau sudah ketemu bi Ina... dan setelah itu Fahri kembali melajukan mobilnya dan tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di depan kantor polisi,, Fahri memarkirkan mobilnya dan mereka langsung turung dari mobil kemudian melangkah ke dalam kantor polisi... sampainya di dalam mereka di sambut dengan hormat oleh para polisi yg sedang berjaga,, dan setelah berbicara beberapa menit dengan salah seorang polisi kemudian mereka langsung di antar ke dalam sebuah ruangan yg di dalamnya ada bi Ina... bi Ina yg melihat kedatangan mereka langsung tersenyum,, begitupun dengan Fahri dan papa Indra mereka berdua tersenyum tapi mata mereka berkaca kaca dengan melihat kondisi wanita yg sangat berjasa buat mereka itu sedang duduk di atas tempat tidur berukuran kecil dengan tangan yg masih di borgol... Fahri dan papa Indra yg sudah melangkah mendekati bi Ina tidak menyadari tingkah Faris yg sedang berdiri di belakang mereka,, dia menatap bi Ina dengan wajah yg sudah memerah dan mata yg sudah terbuka lebar dengan tangannya yg sudah dia kepalkan di samping paha kiri dan kanannya... matanya tertuju ke tangan bi Ina yg terborgol itu,, diam diam dia membunyikan giginya dan membuat ke tiga orang tua itu langsung kaget dan menatapnya... serentak mereka langsung kaget melihat kondisi Faris yg sudah seperti Fampir yg mau menerkam manusia,, matanya sudah memerah dan nafasnya sudah memburu tidak beraturan,, Fahri yg sudah menyadari apa yg terjadi pada Faris langsung memeluk anaknya itu dengan erat sambil memanggil polisi yg sedang menunggu di luar... dan setelah polisi itu masuk,, Fahri langsung memintanya untuk membuka borgol dari tangan bi Ina,, sedangkan Faris yg masih berada di dalam pelukan Fahri itu hanya melirik polisi itu dengan sinisnya sambil terus mengepalkan tangannya... setelah borgolnya terlepas polisi itupun kemudian keluar sambil menatap ke arah Fahri yg sedang memeluk erat anaknya itu,, dan dengan cepat Fahri langsung mengeluarkan suara karna dia takut polisi itu curiga dengan melihat keadaan Faris... "dia sangat sedih melihat bibinya jadi dia kaya gini... kata Fahri kepada polisi itu... "oooo iya pak,, berarti dia sangat menyayangi bibinya... jawab polisi itu sambil tersenyum... setelah polisi itu kekuar Fahri langsung melepaskan pelukannya dan menatap Faris sambil berkata... "Faris,,, Faris,, kamu kenapa sayang,,,? kamu buat papa jadi takut... kata Fahri sambil membelai wajah Faris... "iya nak,, jangan kaya gitu,, kalau kamu kaya gitu,, para polisi bisa curiga sayang... sambung papa Indra... "dia kenapa den,,,? tanya bi Ina yg belum mengerti apa apa... "kayanya dia marah di saat melihat tangan bibi di borgol,, dan sejak kejadian itu kayanya sifat Faris jadi aneh... bisik papa Indra yg membuat bi Ina langsung kaget... "Faris sayang,, kamu anak pintar,, anak baik,, kamu super hiro buat mama dan mbah,, tapi kamu bukan penjahat,, kamu ngga boleh kaya gitu sayang... bisik bi Ina sambil memeluk Faris... "hiks,,,hiks,,,hiks,,, mbah,, aku sangat sayang dan kasihan sama kamu,, aku ngga suka melihat kamu di perlakukan seperti ini,, aku tidak tahan melihat kamu menderita... Faris menangis sambil berkata kata dan membuat ke tiga orang tua itu ikut terharu... mendenganr perkataan Faris yg sejak tadi hanya terdiam membuat bi Ina langsung meneteskan air matanya,, tapi kemudian bi Ina buru buru menghapus air matanya sambil berkata... "mbah di perlakukan baik ko sama om om polisi,, mereka memborgol tangan mbah tadi karna peraturannya memang seperti itu,, tapi mbah ngga menderita sama skali apalagi sedih,, mbah sangat bahagia bisa melakukan semua ini untuk kamu... "mbah,, papa dan opa akan berusaha untuk membebaskan mbah,, dan setelah mbah bebas,, aku akan bekerja dan meminta papa untuk kasih gaji aku biar aku bisa kasi mbah,, biar mbah bisa nabung dan kita berdua bisa pergi cari anak dan cucu mbah... kata Faris sambil menatap wajah bi Ina... "iya sayang,, tapi kalau kamu kasih mbah uang,, trus siapa yg kasih adik kamu,,? tanya bi Ina mencairkan suasana... "nanti kan aku minta gajihnya banyak,, separuh buat mbah dan separuhnya lagi buat mama dan adiku... jawab Faris yg membuat bi Ina Fahri dan papa Indra langsung tertawa terbahak bahak... mereka tertawa karna merasa lucu dengan perkataan perkataan Faris,, tapi di sisi lain mereka juga mulai takut dengan sikap Faris yg berubah secara tiba tiba..... emosinya yg datang secara tiba tiba tadi itu membuat mereka jadi hawatir,, dan sejenak Fahri terdiam sambil menatap putranya yg sedang mengobrol dengan bi Ina,, dia mulai memikirkan langkah apa yg harus dia ambil untuk menghilangkan sifat anaknya yg menakutkan itu..... sedangkan papanya yg sedang senyum senyum sambil menatap Faris pun memikirkan hal yg sama dengan apa yg di fikirkan oleh Fahri.... Chapter 109 Bab 109. Fahri berusaha untuk melakukan semua keinginan Faris... Fahri berfikir kalau dia harus melakukan apapun yg di inginkan Faris biar anaknya itu bisa merasa senang,, dan yg di inginkan Faris saat ini hanya membantu bi Ina,, dia seperti itu mungkin karna dari kecil dia sangat dekat dengan bi Ina di tambah dengan pengorbanan bi Ina untuknya yg membuatnya begitu ingin membantu bi Ina dan membahagiakan bi Ina.... akhirnya Fahri memutuskan untuk berusaha membebaskan bi Ina dan dia juga akan mencari keberadaan anak dan cucunya bi Ina seperti keinginan Faris... "bi,, lebih baik bibi makan dulu sama Faris,,! soalnya dia belum makan apa apa,, dari tadi dia hanya minum susu kotak... kata papa Indara kepada bi Ina yg sedang asik mengobrol dengan Faris... "tadi aku sudah di kasih makanan sama bapak polisi,, tapi ngga apa apa deh,, aku makan lagi sama Faris... jawab bi Ina... akhirnya bi Ina kembali makan dengan Faris walaupun dia sudah makan,, karna setelah kejadian itu,, Faris yg tidak suka banyak bicara tambah menjadi sosok pendiam dan hanya bi Ina yg dapat membuat Faris banyak bicara dan bercanda juga menangis... "bi,, sudah berapa lama kira kira bibi putus kontak sama anak bibi,,,? tanya Fahri setelah bi Ina dan Faris selesai makan... "bibi juga sudah lupa den,, tapi sudah lama bangat,, mungkin sudah lima tahun... jawab bi Ina... "bibi ngga usah hawatir,, aku akan berusaha untuk mencari kabar tentang mereka... kata Fahri... "trima kasih den.. jawab bi Ina... "tapi foto anak bibi ada ngga,,,? tanya Fahri lagi... "ada den,, fotonya bersama suaminya ada di dompet bibi yg ada di kamar,, nanti aden cari saja di kamar bibi,,! namanya anak bibi itu Farah,, nama suaminya zidan dan anaknya Aleta... jawab bi Ina... "ya udah,, bibi tenang saja,, aku pasti temukan mereka buat bibi... "kenapa bibi ngga kasih tau dari dulu,,,? sudah lima tahun bibi merindukan mereka,, untung aja Melda yg bilang sama kita tadi di rumah sakit kalau bibi ingin cari Aleta dan mamanya... sambung papa Indra... "aku hanya ngga ingin merepotkan tuan.. jawab bi Ina... "astaga biiii,, kita ini satu keluarga,, kenapa di bilang merepotkan,,,? kata papa Indar... "maaf tuan,, jawab bi Ina... "ya sudah bi,, kalau gitu kita balik dulu ke rumah sakit nanti kita balik lagi ke sini,, bibi langsung istirahat ya,,,! kata Fahri... "ooo iya den bibi jadi lupa,, bagaimana keadaan non Alira dan kandungannya,,,? tanya bi Ina... "Alira dan kandungannya ngga apa apa bi,, cuman dia sangat lemas karna ngga makan.. jawab Fahri... "sukurlah kalau gitu den,, kata bi Ina dan langsung memeluk Faris sambil berkata... "Faris,, kamu harus jadi anak yg baik dan menyenangkan,, jangan seperti tadi ya nak... kata bi Ina dan hanya di anggukin oleh Faris.. dan setelah itu Fahri, papa Indra dan Faris langsung melaju kembali ke rumah sakit dan bi Ina yg merasa bahagia dengan perkataan Faris tadi langsung segera bergegas untuk tidur karna waktu sudah menunjukan pukul 12 malam tepat... sampainya di rumah sakit mereka langsung melangkah menuju ruang rawat Alira,, dan sampainya di sana mereka langsung tersenyum bahagia karna melihat Alira yg sudah sadar dan sedang terduduk bersandar di kepala ranjang rumah sakit sambil di suapi makan oleh mama Rita... setelah melihat putranya yg sedang menatapnya dari depan pintu membuat Alira langsung meneteskan air matanya seketika,, dia menangis sambil menatap ke arah Faris dan membuka lebar ke dua tangannya,, dan tidak pakai lama Faris pun segera melangkah ke arah mamanya dan langsung memeluk perut mamanya yg sudah membesar itu.... "sayang,, kamu baik baik saja kan,,,? tanya Alira sambil membelai rambut Faris dan Faris hanya mengangguk... sedangkan Fahri yg sudah berada di samping mereka dengan penuh kasih sayangnya memeluk anak dan istrinya itu kemudian mencium mereka berdua bergantian dan para orang tua hanya menatap keluarga kecil itu sambil tersenyum bahagia.... "ini sudah larut,, kenapa dia belum tidur mas,,,? tanya Alira... "soalnya kita baru pulang dari kantor polisi melihat keadaan bi Ina dan membawakan makanan buat bi Ina... jawab Fahri... mendengar nama bi Ina seketika membuat air mata Alira yg sudah dia hapus kembali keluar,, karna Alira sangat menyayangi bi Ina,, dan dia merasa sangat berhutang budi dengan bi Ina yg sudah berkorban demi putranya,, dan semua yg melihat tangisan Alira jadi ikut sedih.... "sini nak,, naik ke sini dan tidur di samping mama... kata Alira kepada Faris yg sedang menatapnya itu... dan setelah Faris naik dan berbaring di sampingnya Alira langsung memeluk putranya itu dengan air mata yg tidak berhenti mengalir,, Alira membelai rambut putranya itu sambil berkata... "mas,, bagaimana keadaan bi Ina,,,? apa dia lemas atau dia sedih,,,? tanya Alira... "tidak sayang,, bi Ina tidak bersedih ataupun lemas,, dia baik baik saja dan mas janji akan secepatnya membebaskannya dan akan membantunya mencari kabar tentang anak dan cucunya di malaysia... jawab Fahri... "Faris,, apa yg sudah terjadi jangan sampai mempengaruhi atau merubah kehidupan kamu,, kamu adalah anak mama yg punya hati yg tulus,, dan apa yg sudah kamu lakukan itu adalah perbuatan seorang pahlawan,, bukan seorang penjahat... kata Alira kepada putranya... "kamu punya hati yg penyayang,, kamu anak yg baik,, dan kamu harus bisa membalas budi bi Ina yg sangat mulia itu... kata Alira sambil memeluk putranya yg sudah mulai mengantuk itu... "iya ma,, aku berjanji padamu akan selalu mengingat apa yg sudah bi Ina lakukan pada kita dan akan membalas jasa bi Ina... jawab Faris sambil memejamkan matanya... Alira berkata pajang lebar kepada Faris karna bukan hanya Fahri yg menghawatirkan keadaan Faris,, tapi Alirapun sangat menghawatirkan keadaan putranya itu, apalagi Alira dengan ke dua matanya menyaksikan keganasan dan kesadisan Faris saat melenyapkan Bela dan Dedi... dan setelah itu,, Fahri segera memita kedua orang tuanya dan kedua mertuanya untuk segera pulang,, karna waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari dan mereka belum sempat beristirahat,, akhirnya para orang tua pun pulang dan tinggal hanya Fahri dan Faris yg menemani Alira di rumah sakit... Chapter 110 Bab 110. kabar anak dan cucu bi Ina di malaysia... satu minggu berlalu dan Alira yg sudah sembuh sudah di bolehkan pulang oleh Dr yg menanganinya,, dan selama satu minggu itu Fahri tidak masuk kantor karna harus temanin Alira juga mengurus kebebasan bi Ina dan dia juga sudah menyuruh orang orangnya untuk mencari kabar tentang keberadaan anak dan cucu bi Ina... karna Alira sudah sembuh dan Faris juga sudah mulai bersikap normal akhirnya Fahri kembali aktif bekerja sambil terus mengurus kebebasan bi Ina yg sudah mulai mendapat titik terang karna kesaksian dari Faris dan Alira yg meringankan hukuman bi Ina... sedangkan orang tua Alira sudah kembali ke bandung karna di suruh oleh Alira,, Alira tidak mau ayah dan ibunya berlama lama di jakarta meninggalkan adiknya Alfin yg sudah duduk di bangku SMA kelas tiga itu sendirian di bandung... dan pada suatu pagi ketika Fahri, Alira dan Faris sedang sarapan,, tiba tiba ada telfon masuk ke ponsel Fahri dari orang orangnya yg sedang mencari kabar anak dan cucu bi Ina di malaysia... ("halo pak,, ada kabar penting yg mau saya sampaikan... kata orang suruhan Fahri itu... ("iya ada apa,,? tanya Fahri... ("kita sudah menemukan kabar orang yg kita cari... kata lelaki itu... ("bagai mana kabarnya,,,? tanya Fahri penasaran... ("suami istri yg kita cari itu sudah meninggal 5 tahun yg lalu dalam sebuah kecelakaan mobil,, dan anak mereka sudah di asuh oleh salah seorang pamannya,, adik dari papanya.. kata orang suruhan Fahri... dan kemudian orang suruhan Fahri itu memberitahukan semua tentang informasi yg dia dapat,, kalau bukan hanya anak dan menantu bi Ina yg meninggal dalam kecelakaan mobil itu,, tapi juga orang tua dari suami Farah pun ikut meninggal... sedangkan putri mereka yg bernama Aleta itu sekarang tinggal bersama pamannya dan dia sekarang sudah kelas lima SD... setelah mendengar penjelasan orang suruhannya Fahri langsung memutuskan sambungan telfonnya dan menundukan kepalanya menatap ke bawah sambil terdiam,, dan sikap Fahri itu membuat Faris juga Alira menjadi bingung... "ada apa mas,,? tanya Alira... "mereka sudah menemukan kabar tentang Farah dan keluarganya di malaysia... "trus bagaimana pa,,,? tanya Faris penasaran... "orang tua Aleta dan kakek juga neneknya sudah meninggal 5 tahun yg lalu dalam sebuah kecelakaan mobil,, dan Aleta sekarang tinggal bersama pamannya,, dia sekarang sudah duduk di bangku kelas 5 SD.. jawab Fahri... "astaga mas,, bagaimana kita mau kasih tau bi Ina,,? kata Alira... "itu yg sedang mas fikirkan.. jawab Fahri... "tapi biar bagaimanapun kita tetap harus memberitahukan bi Ina biar dia tau yg sebenarnya.. kata Alira... "iya,, mas akan mencari waktu yg tepat untuk memberitahukan bi Ina.. jawab Fahri... dan setelah itu setiap hari Fahri hanya fokus dengan keluarganya,, pekerjaannya dan juga kasus bi Ina yg sudah di tangani oleh pengacaranya... dua minggu berlalu dan bi Ina sudah selesai menjalani sidang terakhir,, bi Ina tidak langsung di bebaskan tapi dia harus menjalani hukuman di dalam penjara selama dua bulan,, karna itu hasil dari keputusan sidang terakhir... bi Ina sangat bahagia karna dia akan bebas dua bulan lagi,, dan dia ingin sekali segera bertemu dengan anak dan cucunya,, karna bi Ina sangat yakin kalau Fahri akan menemukan mereka... setelah satu bulan bi Ina menjalani hukumannya,, Fahri berfikir untuk segera memberitahukan kabar anak dan cucunya yg sudah Fahri tutupi selama ini... Fahri yg baru selesai bekerja segera melajukan mobilnya menuju sekolah Faris karna dia ingin menjemput Faris yg sudah pulang sekolah itu untuk pergi ke kantor polisi nenjenguk bi Ina dan ingin memberitahukan semuanya... sampainya di kantor polisi,, Fahri langsung di persilahkan dan di beri waktu satu jam untuk mengobrol dengan bi Ina di sebuah ruangan yg tidak terlalu besar... Fahri, Faris dan bi ina duduk di dalam ruangan itu,, kemudian dengan berat hati Fahri mulai membuaka sura dengan tampang yg tidak bersemangat sama skali... "bi,, ada yg ingin aku sampaikan.. kata Fahri.. "ada apa den,,? tanya bi Ina dengan tatapan bingung dan penasaran... "orang orang suruhanku sudah mendapatkan kabar tentang anak dan cucu bibi.. jawab Fahri... "bagaimana kabar mereka den,,? apa mereka baik baik saja,,? tanya bi Ina hawatir karna melihat ekspresi Fahri dan Faris yg tidak bersemangat itu... akhirnya dengan menarik nafas panjang Fahri mulai menjelaskan semuanya,, sedangkan Faris hanya terdiam sambil menatap ke dua orang tua itu bergantian... "Farah,, suaminya dan kedua mertuanya sudah meninggal dalam kecelakaan mobil lima tahun yg lalu bi.. jelas Fahri... "apa den,,? anak saya sudah meninggal,,? tanya bi Ina dengan berlinang air mata.. "iya bi,, aku harap bibi bisa tabah dalam menerima semua ini,, aku dan Alira akan menggantikan anak bibi untuk selalu merawat bibi.. kata Fahri sambil memeluk bi Ina yg sudah menangis itu... "trus bagaimana dengan anaknya den,,? tanya bi Ina... "anaknya sekarang sudah duduk di bangku kelas lima SD dan dia di rawat oleh paman dan bibinya.. jawab Fahri... "mbah yg kuat ya,,? kata Faris sambil menggenggam tangan bi Ina dan bi Ina hanya menganguk sambil terus menangis... setelah hampir setengah jam akhirnya Fahri dan Faris berpanitan untuk pulang,, dan bi Ina yg sudah di hibur oleh Fahri juga Faris sudah mulai tenang dan tidak menangis lagi,, bi Ina adalah wanita yg kuat dan tabah,, tapi biar bagaimanapun,, dia adalah manusia biasa yg punya banyak kelemahan,, dengan sekuat tenaga bi Ina mencoba untuk tegar dan kuat di hadapan Fahri dan Faris yg sejak tadi memberinya semangat dan dukungan... setelah itu Fahri langsung melangkah keluar dari ruangan sedangkan Faris dia masih memeluk bi ina,, dengan penuh kasih sayang bi Ina membalas pelukan Faris sambil berkata... "Faris,, boleh ngga mbah minta sesuatu,,? tanya bi Ina sambil melepaskan pelukannya dan menatap Faris... "bole mbah,, memang apa yg mau mbah minta sama aku,,,? tanya Faris... "kalau suatu saat mbah sudah ngga ada,, kamu mau kan membantu cucu mbah kalau dia sedang susah,,? karna hanya dia yg mbah punya.. jawab bi Ina.. "aku janji mbah,, akan selalu membantunya kalau dia sedang kesusahan.. kata Faris dan langsung di peluk dan di cium keningnya oleh bi Ina... dan setelah itu Fahri dan juga Faris langsung bergegas meninggalkan kantor polisi,, Fahri juga keluarganya sangat merasa sedih dengan apa yg di alami bi Ina,, dan mereka berjanji untuk selalu menjaga dan merawat bi Ina selamanya... Fahri mengantar Faris ke rumah dan setelah selesai makan siang bersama Alira dan Faris,, Fahri langsung segera kembali ke kantornya karana masih ada pekerjaan yg harus di selesaikannya... setelah mengetahui kabar tentang anak dan cucunya membuat bi Ina tidak bisa untuk tidur malam itu,, dia sangat gelisah,, dia bangun dari tempat tidurnya dan duduk di lantai sambil mengingat masa kecil anaknya dan membuat dia kembali menangis... karna terlalu banyak menangis akhirnya membuat bi Ina tiba tiba merasakan sesak di dadanya,, nafasnya mulai terengah engah sampai dia terlentang ke lantai karna sudah tidak bisa mengatur nafasnya... bi Ina terlentang tepat di samping seorang tahanan perempuan yg satu tahanan dengannya,, dengan tidak berdaya bi Ina menarik narik baju temannya yg sudah terlelap itu tanpa bisa bersuara... karna merasa ada yg menarik bajunya membuat wanita itu terbangun dan langsung kaget setelah melihat keadaan bi Ina,, dengan segera wanita itu langsung berteriak meminta tolong... "toloooong,, toloooong,, tolooong teman saya.. teriak wanita itu.. dan tidak berapa lama datang dua orang polisi yg bertugas jaga,, dengan cepat mereka segera mengangkat bi Ina dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil polisi,, tapi tanpa mereka sadari bi Ina sudah putus nafas dalam perjalanan ke rumah sakit... Chapter 111 Bab 111. keluarga Fahri bersedih karna kepergian bi Ina... setelah sampai di rumah sakit bi Ina langsung di larikan ke ruang UGD,, dan para polisi yg mengantar bi Ina ke rumah sakit memutuskan untuk mengabari keluarga bi Ina yg tidak lain adalah Fahri... Fahri yg sudah terlelap sambil memeluk istrinya di kagetkan dengan panggilan masuk di ponselnya,, sambil mengucak ngucak matanya Fahri bangung dan langsung menatap jam yg ada di atas meja samping tempat tidur dan jam sudah menunjukan pukul 4 dini hari... "siapa yg telfon di jam segini,,? tanya Fahri.. kemudiam Fahri langsung meraih ponselnya yg masih berdering itu dan dia langsung kaget melihat nomor salah seorang polisi yg dia sempat ambil dan menyimpannya di saat berda di kantor polisi tadi,, dan dengan segera Fahri langsung mengangkatnya.... ("halo,, sapa Fahri setelah telfonnya tersambung... ("pak Fahri maaf sudah mengganggu,, aku mau kasih tau kalau bi Ina tadi mendadak terkena serangan jantung dan kita sudah membawanya ke rumah sakit,, sekarang sudah di tangani oleh Dr di rumah sakit.. kata polisi itu... ("ok,, aku langsung segera ke sana.. jawab Fahri dan langsung memutuskan sambungan telfonnya... dengan segera Fahri langsung membangunkan Alira dan memberitahukan apa yg terjadi,, Alira yg kaget mendengar perkataan suaminya langsung menangis sedangkan Fahri sudak melangkah masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya... tidak berapa lama kemudian Fahri keluar dari kamar mandi dan melihat Alira sedang menangis sambil menelfon mama Rita untuk memberitahukan kabar bi Ina,, dan mama Rita yg mendengar kabar bi Ina itu langsung menangis dan membangunkan papa Indra... dan tidak pakai lama Fahri dan Alira segera bersiap siap,, selesai bersiap siap Fahri langsung melangkah turun menuju rumah Refan untuk memberitahukan mereka,, sedangkan Alira dia sedang membangunkan Faris dan memberitahukan kabar bi Ina... Faris yg mendengar kabar bi Ina sangat terpukul sampai dia tidak bisa berkata kata,, dia hanya menatap wajah mamanya yg sudah basah dengan air mata itu dengan mata yg sudah berkaca kaca... "ayo nak,, papa, om Refan dan tante Mey sudah menunggu kita di bawah,, kita harus segera ke rumah sakit.. kata Alira sambil menarik tangan Faris yg masih terdiam itu... sampainya di bawa mereka langsung masuk ke mobil dan Refan dengan segera melajukan mobil menuju rumah sakit,, begitupun dengan mama Rita dan papa Indra yg sudah dalam perjalanan ke rumah sakit... setelah sampai rumah sakit mereka sudah di tunggu oleh seorang polisi yg ikut mengantarkan bi Ina ke rumah sakit tadi,, kemudian mereka langsung di bawah menuju ruang UGD,, dari jauh mereka melihat seorang Dr keluar dari ruanh UGD dan langsung berbicara dengan polisi yg lainnya. akhirnya Fahri dan yg lainnya melangkah setengah berlari menghampiri Dr itu,, sampainya di depan Dr itu papa Indra dan mama Rita langsung bertanya dengan tatapan hawatirnya... "bagaimana keadaannya Dok,,? tanya mama Rita dan papa Indra bersamaan... "apa ini keluarga pasyen,,? tanya Dr itu... "iya saya Indra permana dan ini istri dan anak anak saya,, kita keluarganya.. jawab papa Indra yg membuat Dr itu langsung kaget dan menunduk memberi hormat sambil berkata... "maaf pak permana,, saya sudah lancang,, kata Dr itu.. Dr itu langsung meminta maaf setelah mengetahui orang di depannya itu adalah Indra permana yg punya rumah sakit pusat induk dari rumah sakit yg sedang menangani bi Ina,, karna papa Indra maupun Fahri tidak pernah menyombongkan diri dengan apa yg mereka punya jadi banyak yg tidak mengetahui mereka... " begini pak,, pasyen terkena serangan jantung dan asma secara tiba tiba,, dan nyawanya sudah tidak tertolong,, karna pasyen di perkirakan sudah meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit tadi.. jelas Dr itu... mendengar penjelasan Dr itu membuat mereka semua menangis,, mama Rita dan Alira langsung histeris sambil memeluk suami mereka masing masing,, sedangkan Faris dia hanya menatap ke arah pintu UGD dengan berlinang air mata... sambil menangis mereka melangkah masuk ke dalam ruang UGD untuk melihat bi Ina yg sudah di tutupi dengan kain putih dari kepala sampai kaki... mereka semua mengelilingi bi Ina sambil menangis menatap wanita yg sangat berjasa buat keluarga mereka yg sudah terbujur kaku itu,, Faris yg berada tepat di samping kepala bi Ina langsung mengusap wajah yg sudah pucat itu sambil berkata... "mbah, terimah kasih atas semua yg kamu lakukan padaku,, aku sangat menyayangimu seperti aku menyayangi oma dan nenekku,, aku akan menepati janjiku,, jangan hawatirkan dia mbah,, aku akan melakukan apa yg kamu minta padaku.. kata Faris yg membuat para orang tua yg ada di situ menatapnya dengan tatapan bingung... "janji apa nak,,? dan dia siapa sayang,,? tanya mama Rita sambil mengusap ngusap kepala Faris... "tadi di kantor polisi,, mbah meminta padaku,, untuk membantu cucunya kalau dia sedang kesusahan dan kalau mbah suda ngga ada.. jawab Faris yg membuat mereka semua tambah menangis... keluarga Fahri sangat terpukul atas kepergian bi Ina yg tiba tiba terutama Faris,, tapi dia mencoba untuk tegar dan kuat setelah di nasehati Alira kalau bi Ina akan bersedih juga kalau melihat Faris bersedih... setelah mengurus semuanya Fahri dan keluarganya langsung membawa pulang jenajah bi Ina ke rumah mama Rita,, karna itu permintaan mama Rita,, sampainya di rumah tepat pukul 6:30 pagi,, separuh dari tetangga mereka sudah ada di rumah bersama grenma yg sudah semakin tua itu... dan pukul 7 pagi tepat orang tua Alira yg dari bandung pun tiba bersama Alfin juga Firman dan anak istrinya,, mereka di beritahu oleh Fahri tadi dan mereka langsung bergegas ke jakarta menggunakan mobil pribadi mereka yg di bawa Firman kakak Alira... setelah semuanya sudah siap,, mereka langsung mengantarkan bi Ina ke peristirahatan terakhirnya,, tepat pukul 10 pagi pemakaman pun selesai dan mereka semua langsung kembali pulang ke rumah mama Rita,, selama 7 hari semua orang menginap di rumah mama Rita untuk mendoakan bi Ina... mereka semua sangat menyayangi bi Ina dan sangat merasa kehilangan atas kepergiannya,, karna bi Ina sangat berjasa sama keluarga papa Indra,, bi Ina yg menyelamatkan mama Rita di saat mama Rita kecelakaan dulu... dan bi Ina juga yg mengurus mama Rita di saat mengandung Fahri sampai mengurus Fahri juga anaknya Faris,, dan dia juga yg telah mengorbankan dirinya demi menutupi perbuatan Faris,, jasa bi Ina kepada mereka tidak bisa di bayar dengan apapun menurut mereka... Chapter 112 Bab 112. Faris laki laki yg sangat tampan... sepuluh tahun berlalu,, Faris sudah berusia 23 tahun dan dia sekarang sudah bekerja di perusahan papanya,, dan jabatannya sebagai wakil direktur di perusahan besar dan ternama itu,, Faris bekerja sambil melanjutkan S2 yg tinggal satu tahun lagi akan selesai... Fahri dan Alira sangat bahagia mempunyai Faris dan juga adik perempuannya yg Alira lahirkan hampir 10 tahun lalu yg bernama Almira permana,, yg sekarang sudah berumur hampir 10 tahun dan dia sudah duduk di bangku sekolah SD kelas 4... Almira sangat cantik seperti mamanya,, di usianya yg masih kecil itu dia sudah sangat centil dan genit seperti Alira,, setiap harinya kalau sudah pulang dari sekolah atau hari libur dia selalu pergi ke rumah Melda kakak sepupunya itu untuk ajak main,, karna mereka mempunyai sifat yg sama,, sama sama centil, genit dan tidak bisah diam dan itu yg membuat Faris selalu resah berada di dekat mereka... Melda sekarang sudah berada di bangku kuliah semester 4,, tapi badannya yg mungil dan sifatnya yg kekanak kanakan membuat dia terlihat selalu seperti anak anak... Melda tidak terlalu cantik dan kulitnya juga tidak terlalu putih,, tapi dia adalah anak yg manis dan sangat ceria,, dia dan juga Almira selalu membawa keceriaan di dalam keluarga mereka karna sifat mereka berdua sama sama centil, genit dan tidak bisa untuk diam... "MELDA" ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584808924093.jpg-original600webp?sign=010fd1c973c35237150440191e9d3f6d&t=5e852b00) Faris sangat menyayangi Melda dan Almira,, walaupun dia tidak nyaman berada di samping mereka tapi dia selalu menemani dan membantu mereka mengerjakan tugas tugas mereka kalau mereka merasa tidak mampu melakukannya sendiri... setelah kepergian bi Ina Faris menjadi semakin pendiam dan dingin,, dia tidak suka banyak bicara kalau bukan masalah penting,, dia terlihat sangat coll dan wajahnya yg tampan membuat para wanita sangat tergila gila padanya,, apalagi di usianya yg masih mudah dia sudah memiliki segalanya... "FARIS PERMANA" ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584808924089.jpg-original600webp?sign=5de4861ef87f76dcdf08f7e0b98ae956&t=5e852b00) di usianya yg baru 23 tahun Faris sudah memiliki aset aset mahal seperti beberapa mobil mewah, motor, vila, apartemen dan usaha lainnya, dia juga memiliki saham besar di perusahan pusat yg di kelolah papanya,, karna sebagian dari saham di perusahan itu adalah milik papa Indra yg sudah di wariskan untuk Faris,, dan sisanya milik Fahri papanya yg kelak juga akan menjadi miliknya... tapi Faris tidak pernah bersikap sombong dengan apa yg dia miliki,, di balik sifatnya yg dingin, cuek dan pendiam,, dia adalah orang yg sangat dermawan dan baik kepada semua orang seperti Fahri papanya... tapi ada sifatnya yg sangat di takuti keluarganya,, karna setelah kejadian waktu itu membuat Faris menjadi predator yg sangat mengerikan di saat dia sedang marah,, dia tidak dapat mengotrol diri di saat sedang emosi, dan tidak ada orang yg bisa menenangkannya di saat dia melakukan hal yg mengerikan itu... setelah dia melenyapkan Bella dan Dedi,, tujuh tahun kemudian tepat dia berusia 20 tahun dan waktu itu dia baru duduk di bangku kulia semester 4,, dia kembali melenyapkan ke tiga orang jahat yg masuk ke dalam rumahnya dan ingin melenyapkan papa dan mamanya di dalam kamar... di malam itu mereka semua sudah terlelap,, dan tepat pukul 3:30 dini hari ada 3 orang yg masuk ke rumahnya lewat pintu belakang,, kedua setpam yg berjaga di depan tidak mengetahui apa apa karna mereka juga sudah terlelap.. ke tiga orang itu masuk dan melangkah menuju kamar Alira dan Fahri,, sepertinya mereka sudah punya tujuan menghabisi Fahri,, setelah sudah berada di dalam kamar,, dengan segera mereka melangkah mendekati tempat tidur tanpa mereka sadari ada yg mengikuti mereka dari belakang... dan di saat sudah berada di samping tempat tidur,, salah seorang dari mereka dengan segara langsung mengkokang pistol yg di bawanya tepat di depan wajah Fahri dan membuat Fahri juga Alira terkejut dari tidur mereka tapi tidak bisa untuk bersuara... Fahri dan Alira yg kaget hanya terdiam pasrah setelah menyadari ada yg mau melenyapkan mereka,, tapi belum sempat ke tiga orang itu bertindak,, Faris yg muncul dari balik horden langsung mencabik cabik mereka dengan pisau sangkur yg selalu dia simpan di kamarnya... Fahri dan Alira tambah kaget dengan melihat kesadisan putra mereka merobek tubuh ke tiga orang itu dengan sangkur di tangannya tanpa ampun,, dia mencakar sangkur di tubuh ketiga orang itu tanpa suara,, hanya suara teriakan teriakan kecil dari ke tiga orang itu yg terdengar di dalam kamar itu... setelah mereka sudah tewas,, Faris langsung melangkah mendekati orang tuanya sambil membersihkan lumuran darah di sangkurnya dengan tisu yg dia ambil di meja rias mamanya,, setelah berada di samping orang tuanya Faris langsung memeluk Fahri dan Alira yg masih bingung dan kaget itu sambil berkata... "papa dan mama ngga usah hawatir,,! ada aku yg akan selalu melindungi kalian.. kata Faris... "trima kasih nak,, tapi kenapa kamu kembali melakukan ini lagi,,? tanya Alira sambil menangis ketakutan... "iya nak,,,? mengapa kamu kembali melakukannya,,,? tanya Fahri... "karna kalau aku tidak melakukannya berarti aku harus siap untuk kehilangan kalian berdua.. jawab Faris... "dan aku sudah pernah bilang pa,, kalau tanganku ini akan jadi samurai untuk melindungi orang orang yg aku sayangi,, dan samurai akan selalu berlumuran darah orang orang jahat yg mau menyakiti kalian semua.. kata Faris dan membuat Alira dan Fahri langsung memeluknya... kemudian Fahri segera menelfon anak buahnya untuk segera membereskan mayat ketiga orang itu dan langsung menghilangkan jejak mereka biar tidak tercium oleh polisi,, karna Fahri tau ini pasti orang suruhan yg di suruh untuk melenyapkannya tapi dia belum tau siapa orang itu,, karna Fahri merasa tidak pernah ada musuh sama skali... setelah kejadian itu,, dua tahun kemudian Faris kembali melakukan hal yg sama kepada seseorang yg selalu meneror rumah oma dan opanya yg tidak lain adalah saingan bisnis papa Indra juga Fahri,, dan orang itu juga yg mengirim tiga orang untuk mencelakakan Fahri waktu itu,, tapi mereka juga sudah di lenyapkan oleh Faris dengan begitu sadis dan mengerikan... setelah mendengar semua dari omanya,, membuat Faris langsung bertindak,, dia menyelidiki orang itu hanya dalam waktu setengah hari,, kemudian dia kembali melenyapkan nyawa orang itu dengan cara yg sama dan langsung menghilangkan jejaknya,, dan perbuatannya waktu itu tidak ada satu orang pun yg melihatnya... Chapter 113 Bab 113. kejadian tiga tahun yg lalu... Faris sangat tampan mempesona dan juga tajir,, sifatnya yg dingin dan cuek membuat setiap para wanita yg melihatnya langsung tertarik dan ingin memilikinya,, bahkan ada banyak wanita yg menyatakan perasaan mereka bahkan menawarkan diri mereka untuk Faris,, walaupun hanya untuk menjadi kekasih sesaat di tempat tidur... tapi Faris bukannya tertarik atau menerima mereka,, malahan dia sangat merasa jijik dengan sikap wanita wanita yg seperti itu,, salah satunya Renata,, Renata adalah seorang model cantik dan seksi yg sangat terkenal,, dia adalah anak seorang pejabat bank, dia sangat tergila gila terhadap Faris dan selalu mengutarakan perasaannya bahkan menawarkan dirinya kepada Faris... "Renata" ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584945111722.jpg-original600webp?sign=e363c9e967879cc8087cc139cfe61cbf&t=5e852b00) tapi Faris selalu menolaknya bahkan menghindar darinya, karna Faris tau siapa itu Renata, dia itu kakak tingkat Faris waktu kuliah S1 dulu,, memang dia adalah anak seorang pejabat, tapi prilakunya sangat tidak terpuji... demi popularitasnya dia sering tidur dengan pengusaha pengusaha terkenal dan tanpa dia sadari pengusaha pengusaha yg menidurinya itu semua rekan bisnis Faris dan papanya,, jadi mereka sering membahas tentang dia kalau sudah berkumpul dan Faris maupun papanya hanya mendengar tanpa berkata kata, ya begitulah sifat bapak dan anak satu ini yg sama sama ngga suka berbicara banyak apalagi tentang masaalah yg tidak penting... selama ini Faris tidak pernah menjalin kasih sama wanita manapun,, tapi dia pernah melakukan hal yg membuatnya sangat merasa bersalah pada seorang wanita waktu di Amerika tiga tahun yg lalu,, waktu itu Faris masih berada bangku kuliah semester 4 sedangkan Almira baru berumur 7 tahun... Faris, Almira dan mamanya di ajak Fahri papanya pergi ke Amerika untuk menghadiri ajang bergengsi di sana, acara itu di adakan pukil 8 malam, dan di sana juga ada beberapa teman Faris yg juga ikut orang tua mereka,, Faris dan teman temannya duduk terpisah dari orang tua mereka sambil meminum anggur yg di di pesan teman temannya... setelah hampir dua jam akhirnya Farispun pergi meninggalkan teman temannya karna dia merasa sudah mabuk,, dia menghampiri kedua orang tuanya dan meminta izin untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap yg berada di samping gedung tempat acara di laksanakan... setelah itu dia langsung pergi di antar sama orang suruhan papanya, karna Alira dan Fahri melihat keadaan putra mereka sudah tidak stabil akhirnya mereka menyuruh orang untuk mengantarnya... di saat sudah dekat kamarnya orang yg mengantarnya langsung pergi dan Faris langsung melangkah menuju kamarnya,, tapi tiba tiba dia kaget karna melihat pintu kamar yg sudah terbuka... karna pintu kamar sudah terbuka membuat dia yg sudah mabuk itu jadi ragu apakah itu kamarnya atau bukan,,? akhirnya dia memilih untuk mau pergi ke kamar di sebelahnya,, tapi belum sempat dia melangkah ada suara yg berbicara padanya dari dalam kamar... "maaf tuan,, tadi saya masuk ke kamar ini menggunakan kunci cadangan karna saya di suruh untuk membawa handuk dan sabun ke dalam kamar mandi tuan... kata wanita itu dan Faris hanya menganggukan kepalanya.. kemudian wanita itu langsung melangkah pergi,, tapi di saat dia baru melangkah beberapa langkah, dia mendengar suara orang muntah akhirnya dia berbalik dan melihat Faris yg sedang muntah di depan kamarnya, dengan segera wanita itu langsung berlari menghampiri Faris dan membantunya untuk masuk ke dalam kamar. sampainya di dalam kamar wanita itu langsung membawa Faris ke dalam kamar mandi karna bajunya sudah terkena muntahnya sendiri,, setelah Faris sudah berada di dalam kamar mandi dia kembali muntah,, wanita itu membiarkannya muntah di dalam kamar mandi dan dia langsung mengambil kain pel untuk membersihkan muntah Faris di depan pintu kamar... setelah sudah bersih,, dia kembali ke kamar mandi untuk melihat Faris tapi tiba tiba dia kaget sampai berteriak di saat dia melihat Faris yg sudah melepaskan semua pakainnya tinggal tersisa celana dalam pendek, akhirnya wanita itu langsung berbalik dan ingin pergi tapi Faris dengan cepat langsung menahan lengannya dan membuat langkahnya terhenti... "maaf tuan aku mau pergi dulu.. kata wanita itu sambil terus membelakangi Faris... "tolong bantu aku,,! kata Faris sambil terus memegang lengan wanita itu... "baiklah tapi pakai handuknya dulu.. jawab wanita itu... "tolong pakaikan padaku,,! kata Faris sambil menarik lengan wanita itu sedikit kasar sampai membuat wanita itu berbalik dan langsung tersandar di dada Faris... "tuan tuan lepaskan aku,,! kata wanita itu sambil berusaha melepaskan tangan Faris.. tapi usahanya tidak berhasil karna Faris sudah memeluknya dengan sangat keras, entah setan apa yg merasukinya membuat Faris dengan segera langsung mencium paksa wanita itu, wanita itu mencoba untuk berontak dan mendorong wajah Faris yg sudah berada di bagian lehernya... Faris bibir juga leher wanita itu sampai bibirnya terluka dan seluruh lehernya di penuhi tanda merah... "jangan,, lepaskan akuuuu,,,! aku mohon jangaaaaan,! hiks...hiks...hiks... wanita itu berteriak sambil menangis tapi Faris yg sudah hilang kendali tidak memperdulikan teriakan dan tangisannya... dengan gerakan cepat Faris mengangkat wanita itu dan membawanya menuju tempat tidur kemudian langsung menindihnya dan melakukan apa yg di perintahkan hasratnya.. wanita itu berteriak meminta tolong tapi tidak ada yg mendengrnya karna kamar itu kedap suara dan bodohnya dia setelah dia membersihkan muntah Faris di depan pintu tadi dia langsung mengunci pintu dan berjalan menyusul Faris ke kamar mandi... Faris melepaskan semua pakain wanita itu secara paksa,, dan tidak pakai lama dia langsung melakukan aksinya yg sangat gila itu,, awalnya sangat sulit untuk menerobos sasarannya karna terlalu sempit,, tapi dengan sedikit memaksa akhirnya berhasil juga,, dan membuat wanita itu berteriak dan menangis sekencang kencangnya... wanita itu terus merontak dan berteriak minta tolong tapi Faris yg lebih kuat tenaganya menindih sambil memegang ke dua tangan wanita itu di atas kepalanya membuat wanita itu tidak bisa berbuat apa apa selain menangis... dan lama kelaman dia hanya bisa pasrah sambil menangis karna tenaganya sudah hampir habis,, setelah hampir satu jam setengah akhirnya Faris pun tumbang di atas wanita itu dan langsung tidak sadarkan diri, sambil terus menangis wanita itu mendorong Faris dari atasnya... setelah itu dia langsung memungut pakainnya yg di buang oleh Faris ke lantai dan langsung memakainya kemudian dengan langkah perlahan lahan dia keluar dari kamar itu... pukul 8:30 Faris terbangun dan dia langsung terduduk di atas tempat tidur sambil memegang kepalanya yg sedikit pusing,, tiba tiba dia langsung terkejut dengan mata yg terbelalak di saat teringat dengan kejadian semalam,, dengan segera dia langsung melihat dirinya yg tanpa sehelai benangpun.. dia tambah kaget dengan melihat dirinya dan tempat tidurnya yg berantakan juga ada banyak bercak bercak darah,, kemudian dia langsung mencakar cakar rambutnya sendiri sambil berkata... "astagaaa,, apa yg sudah aku lakukan,,,? aku telah menghancurkan hidup seseorang.. kata Faris kemudian dengan segera dia memakai pakainnya dan berusaha mencari wanita asing yg tidak dia kenal sama skali... Faris berusaha mencari wanita itu ke sana ke mari tapi dia tidak menemukan apa apa,, bagaimana dia mau menemukannya sedangkan dia tidak tau namanya dan juga tidak mengingat wajahnya sama sekali,, mungkin karna pengaruh mabuk jadi dia tidak mengingan wajah bahkan ciri ciri wanita yg telah dia perkosa itu... karna merasa tidak berhasil akhirnya Faris kembali ke kamarnya dan tidak sengaja dia menginjak sesutu di lantai dan segera dia langsung menunduk dan memungut benda yg dia injak itu,, yg ternyata adalah sebuah kalung liontin yg bertulis nama INTAN... Chapter 115 Bab 115. pertemuan yg tidak terduga... Faris berangkat ke Amerika sendirian tanpa ada yg menemaninya,, dia ke Amerika dalam perjalanan bisnis menggantikan papanya,, dan selain perjalanan bisnis dia juga berniat mencari wanita asing yg sudah dia nodai 3 tahun yg lalu itu di sana... Fahri dan Alira sebagai orang tua tidak merasa hawatir sama sekali membiarkan anak mereka ke negara sebesar itu tanpa ada yg menemaninya,, karna mereka sudah sangat mengenal putra mereka itu dan mereka sangat percaya kalau putra mereka itu bisa menjaga dirinya sendiri... sampainya di Amerika Faris sudah di jemput oleh orang suruhan papanya,, setelah itu Faris langsung di antar ke hotel yg sama waktu kejadian itu,, karna sebelum sampai di sana,, asisten papanya sudah mengurus semuanya sesuai keinginannya... Faris menginap di hotel itu karna dia ingin mencari jejak wanita yg telah dia perkosa waktu itu,, setelah kejadian waktu itu Faris yg sudah kembali ke Indinesia menghubungi pihak hotel untuk meminta mereka mengirim rekaman cctv secara onlain... selain rekaman cctv Faris juga meminta identitas wanita itu tapi identitas wanita itu tidak di simpan oleh pihak hotel,, karna dia bukan kariawan di hotel itu,, dia hanya orang luar yg di tawarkan pihak hotel untuk membantu membersihkan kamar kamar hotel karna ada seorang kariawan hotel yg tidak masuk malam itu,, yg mereka tau namanya Intan dan umurnya 17 tahun... di saat itu dia sedang mencari pekerjaan karna dia sedang membutuhkan uang,, dan akhirnya dia di tawarkan untuk membantu semalam di situ karna ada banyak tamu yg menginap dan ada satu kariawan yg tidak masuk... Faris menginap di hotel yg sama tapi buka di kamar yg sama karna kamar itu sudah di pesan orang,, sampainya di dalam kamar Faris memilih untuk segera mandi,, selesai mandi dia langsung berpakaian santai dan dia memutuskan untuk tidur karna dia merasa kecapean,, apalagi segala urusan bisnisnya baru akan di mulai besok pegi... pukul 7 malam Faris baru bangun dan segera mandi,, selesai mandi dan berpakain Faris langsung bergegas pergi dengan mobil yg di sewanya selama di Amerika... Faris melajukan mobilnya ke salah satu restoran yg sederhana yg menyediakan banyak menu makanan Indonesia,, karna Faris sangat suka makanan nusantara,, sampainya di sana karna semua meja sudah penuh akhirnya dia melangkah ke sebuah meja yg hanya di duduki seorang laki laki seumuran dia... laki laki itu sedang duduk termenung sambil meminum segelas jus,, setelah berada di samping laki laki itu Faris langsung menyapanya dan membuat laki laki itu kaget dari lamunannya... "halooo,, apa aku bisa duduk di sini,,? tanya Faris menggunakan bahasa inggris.. "ooo iya iya silahkan tuan.. jawab laki laki itu.. sambil makan Faris mencoba untuk mengobrol dengan laki laki itu karna sejak tadi Faris melihat laki laki itu hanya melamun,, begitulah Faris di balik sifatnya yg dingin dan cuek dia sangat perhatian dengan orang orang yg berada di sekelilingnya... "kamu orang Amerika,,? tanya Faris memulai obrolan.. "bukan tuan,, aku orang Malaysia.. jawab laki laki itu dan membuat Faris langsung menghentikan makannya dan menatap laki laki di depannya itu sambil berkata.. "jangan panggil aku tuan,, namaku Faris dan aku dari Indonesia.. kata Faris sambil menjulurkan tangannya kepada laki laki itu.. "namaku Reza,, aku datang dari Malaysia untuk mencari sepupuku yg di jual di salah satu bar besar di sini oleh papaku sendiri.. kata laki laki itu setelah menjabat tangan Faris... "kenapa sampai bisa begitu,,? tanya Faris.. "waktu orang tuanya meninggal,, dia di rawat sama orang tuaku,, tapi setelah ibuku meninggal beberapa tahun yg lalu,, ayahku menikah lagi dan semua harta orang tua sepupuku itu di habiskan oleh ayah dan juga ibu tiriku yg licik itu... "karna semua harta sudah habis dan di lilit hutang akhirnya ibu tiriku menyuruh ayahku untuk mengirim sepupuku ke Amerika untuk bersekolah di sini sambil kerja.. "padahal sampai sini dia ngga sekolah malahan dia di jual oleh ibu tiriku ke seorang germo untuk di jadikan wanita penghibur.. "waktu itu aku sudah membantunya kabur selama beberapa tahun ini,, tapi sekarang dia sudah di tangkap oleh germo itu dua minggu yg lalu,, dan aku ngga tau bagaimana cara membantunya.. kata Reza panjang lebar.. "mengapa ayahmu tidak membantunya,,? tanya Faris.. "ayahku sudah tidak memperdulikan kita lagi,, dia hanya mengikuti kemauan istri barunya dan anak tirinya.. jawab Reza.. "kalu boleh tau siapa nama sepupumu itu,,? mungkin aku bisa nembantumu.. kata Faris.. "benar,,? trima kasih sebelumnya,, dia bernama Aleta.. jawab Reza bersemangat dan membuat Faris langsung kaget dan menatap Reza dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1585157046438.jpg-original600webp?sign=e34e78dca1cf5bb8f1a0e6927d611030&t=5e8e6580) "Aleta,,? apa papanya bernama Zidan orlando dan mamanya bernama Farah yg berasal dari Indinesia,,? tanya Faris sambil menatap tajam Reza.. "iya benar,, ko kamu bisa tau,,? tanya Reza bingung.. "dia orang yg aku cari,, ibu dari mamanya bekerja selama puluhan tahun di keluarga aku,, dan neneknya itu sangat berjasa sama keluarga aku,, tapi dia sudah meninggal setelah mendengar kabar kematian orang tua Aleta,, dan sebelum dia meninggal dia memberi pesan kepadaku untuk mencari cucunya itu.. jelas Faris panjang kali lebar... "berarti ini jalan yg Tuhan kasih buat Aleta,, ya sudah sekarang aku akan mengantarmu ke sana,, kesempatan dia belum bekerja.. "tadi dia menelfonku dengan ponsel temannya yg bekerja di situ juga,, katanya mereka belum membuatnya kerja selama dua minggu ini karna dia pura pura sakit,,tapi katanya mereka sudah mulai curiga kepadapnya,, dan malam ini mungkin dia akan di pekerjakan.. kata Reza.. "ya sudah,, kalau gitu kita cepat pergi ke sana sebelum semuanya terlambat.. kata Faris... setelah itu Faris dan Reza langsung melaju menuju bar besar dan terkenal yg di maksud Reza,, sampainya di sana,, Faris segera memarkirakan mobilnya dan mereka langsung turun dan masuk ke dalam bar itu.. semua wanita penghibur yg ada di situ menyapa Faris dengan suara manja mereka tapi Faris tidak memperdulikan mereka sama skali,, mereka terus melangkah sampai menuju meja kasir dan Faris langsung berbicara dengan wanita yg menjadi kasir... "aku mau bertemu dengan bos kalian.. kata Faris.. "memangnya ada perlu apa tuan,,? tanya wanita itu.. "aku ingin membeli seorang wanita di sini untuk menjadi istriku,, jawab Faris.. "kalau gitu tuan bisa tunggu di dalam bersama teman tuan biar aku menghubungi bos aku dulu.. kata wanita itu.. setelah itu Faris dan Reza langsung di antar oleh seorang laki laki masuk ke dalam sebuah ruangan khusus tamu penting.. Chapter 116 Bab 116. pertemuan Aleta dan Faris... Faris dan Reza tunggu di dalam ruangan itu selama beberapa menit dan kemudian datanglah seorang wanita yg kira kira berumur 45 tahun menemui mereka.. "selamat malam,, apa ada yg bisa saya bantu,,? tanya wanita itu menggunakan bahasa inggris sambil melangkah menghampiri Faris dan Reza.. "perkenalkan,, nama saya Feronika dan saya yg punya bar ini.. kata wanita itu lagi sambil menjulurkan tangannya ke arah Faris.. "saya Faris dan ini teman saya Reza,, kata Faris memperkenalkan diri sambil menyambut tangan Feronika... "begini nyonya,, saya ingin membeli seorang wanita di sini,, dan wanita itu saudari teman saya ini yg bernama Aleta.. kata Faris langsung pada tujuannya.. "ooo boleh saja,, tapi apakah anda mampu dengan harga yg saya kasih,,? karna wanita yg anda maksud itu belum pernah menghasilkan uang sama skali buat saya.. kata Feronika.. "berapapun harganya akan saya bayar,, anda bisa menuliskan jumlahnya di sini.. jawab Faris sambil memberikan selembar cek buat Feronika... dengan tersenyum Feronika mengambil cek yg di berikan Faris dan segera menulis jumlah yg dia inginkan kemudian berkata... "anda boleh pergi bersama anak buah saya ini ke kamar Aleta.. kata Feronika kepada Faris dan Reza.. "saya tunggu di sini saja biar teman saya ini yg akan menemui Aleta, nanti dia yg akan membawa Aleta menemui saya di sini.. jawab Faris.. Faris tidak ingin pergi ke kamar Aleta bersama Reza karna dia tidak mau ini rencana licik Feronika untuk menjebak mereka,, akhirnya dia memilih untuk menunggu di ruangan itu bersama Feronika dan membuat Reza pergi bersama seorang lelaki yg di suruh Feronika... Reza melangkah mengikuti lelaki yg berjalan di depannya itu menuju sebuah kamar,, dan di saat lelaki itu membuka pintu kamar itu Reza langsung kaget melihat Aleta yg sedang duduk di atas ranjang sambil menangis... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1585237023748.jpg-original600webp?sign=07012792e0e40c5276bf001831b1aa34&t=5e8e6580) "Aleta,, panggila Reza yg sudah berdiri di depan pintu dan membuat Aleta langsung menoleh dan kaget melihat keberadaan saudaranya itu... "Reza,, panggil Aleta dan langsung turun dari ranjang kemudian berlari memeluk Reza sambil menangis.. "Reza,, Rezaaa,, aku takut.. kata Aleta sambil menangis dalam pelukan Reza.. "suda kamu ngga usah takut,, aku sudah datang untuk membebaskanmu dari sini.. kata Reza sambil mengusap ngusap punggung Aleta dan membuat Aleta kaget dan langsung melepaskan pelukannya.. "apa maksud kamu membebaskan aku,,? bagaimana caranya,,? aku di jual di sini sama tante Elisa bukan dengan harga yg murah.. kata Aleta sambil menatap Reza.. "ada seseorang yg menebusmu,, namanya Faris,, dia dari Indonesia dan dia tau nama papa dan mama kamu.. kata Reza.. "menagapa sampai dia bisa tau mama dan papa aku,,? tanya Aleta bingung sambil menghapus air matanya.. "dia bilang nenekmu bekerja di keluarganya sudah puluhan tahun,, dan nenekmu sudah meninggal setelah mendengar kabar kematian orang tuamu.. "dan sebelum nenekmu meninggal,, dia berpesan kepada Faris untuk mencarimu.. kata Reza menjelaskan.. "apaaaa,,? neneku sudah meninggal,,? tanya Aleta kaget dan kembali menangis.. "aku sudah tidak punya siapa siapa lagi kalau gitu,, hiks,,,hiks,,,hiks... kata Aleta sambil menangis.. "jangan bilang begitu Aleta,, masih ada aku abangmu.. kata Reza sambil menghapus air mata Aleta dengan tangannya.. "yg aku tau neneku bekerja di keluarga yg sangat kaya raya,, dan kalau ngga salah nama keluarga itu keluarga permana.. kata Aleta sambil menatap Reza.. "iya benar,, namanya Faris permana,, dia sudah melunasi tebusan untuk mengeluarkanmu dari sini, dan ini fotonya.. kata Reza sambil memperlihatkan foto Faris yg ada di ponselnya yg sempat dia ambil tadi di saat Faris sedang berbicara dengan Feronika.. "apaaaa,,,? teriak Aleta kaget dan membuat Reza ikut terkejut.. Aleta menatap foto Faris yg ada di ponsel Reza dengan tatapan membunuh,, dan Reza yg melihatnya jadi bingung dan bertanya.. "ada apa Aleta,,? apa kamu mengenalnya,,? tanya Reza dengan tatapan cari tau.. "ngga,, aku ngga mengenalnya.. jawab Aleta berbohong karna dia tidak ingin Reza mengetahui kalau Faris adalah laki laki yg sudah memperkosanya 3 tahun yg lalu.. Aleta sangat marah setelah tau lelaki bejat itu yg akan membebaskannya dari tempat terkutuk itu,, tapi dengan terpaksa dia harus menerima bantuan dari Faris karna inilah yg terbaik untuk dirinya.. walaupun Aleta sudah tidak suci lagi tapi dia tidak mau menjadi santapan pria pria hidung belang yg akan membeli tubuhnya untuk memuskan hasrat mereka... Aleta tidak ingin menceritakan apa apa untuk Reza,, memang Reza tau kalau dia pernah di perkosa,, dan Reza sangat marah pada waktu itu dan ingin menghabisi laki laki yg telah menodai saudarinya itu,, tapi dia tidak tau siapa orangnya karna Aleta tidak memberitahukannya... Aleta berencana akan menghajar Faris setelah keluar dari tempat terkutuk itu,, karna Faris adalah orang yg telah menghancurkan hidupnya dan membuat dia sangat menderita,, dan dia ingin melakukan semuanya tanpa sepengetahuan Reza... setelah itu Aleta langsung menggantikan pakaiannya kemudian dia dan Reza segera pergi menemui Faris yg sedang menunggu mereka bersama Feronika, germo di tempat terkutuk itu... sampainya di sana Reza dan Aleta langsung masuk dan Faris yg sedang duduk bersandar di sandaran sofa langsung menatap Aleta dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1585237023756.jpg-original600webp?sign=93d29334482bf6ed9a6921d557508f30&t=5e8e6580) sedangkan Aleta yg melihat laki laki yg pernah memperkosanya sedang berada di depannya itu langsung teringat dengan apa yg terjadi tiga tahun yg lalu,, Aleta sangat emosi setelah melihat Faris secara langsung setelah kejadian itu,, dia sangat marah dan murkah melihat Faris tapi dia berusaha untuk bersabar dan mengendalikan dirinya... "ini Aleta cucu dari nenek yg kamu bilang itu.. kata Reza memecahkan suasana... "hay,, saya Faris.. kata Faris memperkenalkan dirinya tapi tidak di jawab sama Aleta, Aleta hanya terdiam sambil menatap Faris dengan tatapan yg tidak bisa di artikan juga... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1585237023754.jpg-original600webp?sign=c95bae305aaf7cefc6fa47e2ef795844&t=5e8e6580) Aleta tambah emosi karana merasa Faris berpura pura lupa dengannya,, rasa rasanya dia ingin segera mencakar wajah Faris yg selalu membayangi dan menghantuinya selama ini,, tapi tiba tiba Aleta tambah di buat kaget lagi dengan kata kata Faris... "walaupun aku baru melihatmu tapi aku sudah tau tentangmu sejak aku kecil,, karna mbahku yg tiak lain adalah nenekmu sering bercerita tentangmu.. kata Faris lagi yg membuat Aleta kaget bukan main... "apaaaa,, baru melihatku,,? kurang ajaaar,, dasar laki laki mesum tidak tau diri.. gerutu Aleta dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya sendiri... "enak aja dia bilang baru melihatku setelah dia sudah mengambil sesuatu yg paling berharga dalam diriku yg selalu ku jaga... "pantasan aja dia hanya bersikap santai setelah melihatku,, rupanya dia tidak mengingatku sama skali,, dasar pemabuk mesum tidak tau diriiii... gerutu Aleta sambil terus menatap Faris tajam dan membuat Faris juga Reza jadi bingung... "Aleta kamu kanapa,,? tanya Reza bingung.. "ngga aku ngga apa apa,, jawab Aleta berbohong setelah menarik nafas panjang.. "ya sudah,, kalau gitu kita langsung pergi aja.. kata Reza kepada Faris dan langsung di anggukin Faris... dan kemudian mereka bertiga langsung pergi menggunakan mobil yg di sewa Faris selama di Amerika,, Aleta memilih untuk duduk di bangku bagian belakang sedangkan Reza duduk di samping Faris.. Chapter 117 Bab 117. penolakan Aleta yg membuat Faris juga Reza jadi bingung... dalam perjalanan mereka tidak ada yg bersuara,, Reza memilih untuk memainkan ponselnya di samping Faris yg sedang fokus mengemudi,, sedangkan Aleta dia memilih untuk menatap ke arah luar melewati jendela mobil dengan tatapan yg kosong... Reza yg sedang asik mengotak ngatik ponselnya tiba tiba terkejut setelah membaca pesan yg masuk di ponselnya.. nak,, ini papa, papa skarang lagi sakit dan sudah tidak bisa berjalan lagi.. pesan dari papanya Reza.. papanya Reza yg tak lain adalah omnya Aleta terkena struk dan mengalami kelumpuhan di kakinya karna kaget melihat istri keduanya bersama laki laki lain di dalam kamar tidur mereka sedang bermesraan... perselingkuhan ibu tiri Reza itu sudah di ketahui oleh Reza dan Aleta sejak lama,, tapi setiap kali mereka memberitahukan kepada papanya Reza,, pasti dia lebih percaya sama mulut istrinya yg berbisa itu dari pada putra dan ponakannya sendiri... setelah mengetahui keadaan papanya,, Reza tidak memberitahukannya kepada Aleta dan dia langsung memutuskan untuk pulang ke malaysia dalam waktu beberapa hari kedepan dan meninggalkan Aleta di Amerika,, karna dia tidak ingin Aleta kembali masuk dalam jebakan ibu tirinya itu... Faris meminta Reza dan Aleta untuk ikut bersamanya ke hotel tempatnya menginap tapi di tolak segera oleh Aleta, dan penolakan Aleta yg terkesan sedikit tidak menghargai itu, membuat Faris juga Reza sangat bingung tapi tidak bisa berkata apa apa.. Aleta tidak ingin pergi bersama Reza karna dia sangat emosi melihat wajah Faris laki laki yg telah menghancurkan hidupnya dan membuatnya begitu menderita tiga tahun yg lalu itu,, apalagi Faris tidak mengingat dirinya dan perbuatan bejatnya membuat Aleta makin membenci dirinya... akhirnya Faris menelfon rekan bisnisnya untuk menyewa apartemennya untuk Aleta dan Reza selama sebulan saat itu juga.. Faris ingin mengantar mereka ke apartemen itu tapi lagi lagi di tolak oleh Aleta secara mentah mentah, dan itu membuat Faris dan Reza tambah bingung tapi tetap diam dan hanya menuruti kemauan Aleta untuk turun di pinggir jalan dan naik taksi menuju apartemen yg di sewa Faris itu... selain menyewa apartemen Faris juga memberikan sejumlah uang untuk Reza untuk kebutuhan mereka tanpa sepengetahuan Aleta, karna Faris yakin Aleta akan menolaknya kalau dia tau walaupun dia tidak tau apa yg membuat Aleta bisa sampai seperti itu terhadapnya.. setelah itu Faris langsung pulang ke hotel tempat dia menginap,, sedangkan Aleta dan Faris juga sudah pergi menggunakan taksi,, setelah sampai di apartemen bersama Reza sepupunya itu,, Aleta langsung masuk ke dalam kamar dan segera bergegas mandi,, selesai mandi dan berpakaian Aleta memilih untuk naik dan berbaring di atas tempat tidur... sejak kejadian tiga tahun yg lalu itu wajah Faris tidak pernah hilang dalam ingatan Aleta, apalagi Faris adalah laki laki pertama dalam hidupnya dan Faris juga adalah laki laki yg membuat dia merasakan sakit dan penderitaan yg teramat sangat... Aleta sangat kecewa dengan Faris yg tidak mengingatnya sama skali,, dan hal itu membuat Aleta sangat sakit hati dan sangat membeci Faris... pukul 2 dini hari Aleta belum juga bisa untuk tidur,, dia masih terus memikirkan nasib buruk yg datang silih berganti dalam hidupnya,, dia sangat merindukan orang tuanya yg telah pergi meninggalkannya seorang diri di dunia ini... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1585756104735.jpg-original600webp?sign=29dc7e49423a5fdb3aecb43c193a93a4&t=5e97a000) Aleta duduk melamun di atas tempat tidur sampai pukul 3 dini hari dan karna sudah merasa ngantuk akhirnya dia memilih untuk segera tidur, sebelum memejamkan matanya Aleta sempat berucap betapa dia sangat menyayangi dan merindukan orang tuanya.. "mama,, papa,, aku sangat menyayangi kalian,, aku merindukan kalian,, hanya kalian berdua yg tulus menyayangiku,, tanpa kalian hidupku hancur,,! Aleta berkata sambil berlinang air mata, karna dia merasa hidupnya hampa dan tidak berarti setelah kepergian kedua orang yg benar benar tulus menyayanginya dengan sepenuh hati... sedangkan Faris yg sudah terlelap sejak tadi tiba tiba bermimpi aneh,, dia mimpi sedang berduaan dan berlari lari sambil tertawa dengan seorang wanita di taman,, dan wanita itu adalah Aleta... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1585756104730.jpg-original600webp?sign=5c3ab4c3f64fed76c2c9f2d30a3bf995&t=5e97a000) karna bermimpi aneh membuat Faris terbangun dengan nafas yg tidak teratur sambil memegang dadanya,, dia tidak percaya dan begitu kaget dengan mimpi yg barusan dia alami... "apa apaan ini,,,? mengapa dia ada dalam mimpiku,,? perasaan aku tidak sama skali memikirkan dia.. kata Faris setelah sadar dengan apa yg dia mimpi... pukul 7:30 Faris yg sudah bersiap siap langsung bergegas pergi menuju sebuah perusahaan besar tempat pertemuannya denga rekan rekan bisnis papanya untuk membahas kerja sama mereka... sedangka Reza dia pun sudah bangun pagi pagi dan sudah pergi mengurus segala persiapannya untuk kembali ke malaysia beberapa hari lagi,, Reza memilih untuk menyembunyikan semuanya dari Aleta karna dia tidak ingin Aleta hawatir denga keadaan papanya,, dan dia juga tidak ingin Aleta kembali ke malaysia dan bertemu denga ibu tirinya yg serakah dan licik itu... dan pukul 9 tepat Aleta baru bangun kemudian langsung mandi,, selesai mandi dan berpakain santai Aleta memilih untuk turun ke dapur,, dia memanggil manggil Reza tapi tidak ada yg menjawabnya... dan setelah sampai di dapur dia langsung mendekati meja makan dan langsung tersenyum setelah melihat sarapan yg sudah siap di atas meja,, dia sangat bahagia dan bangga memiliki saudara laki laki seperti Reza yg begitu perhatian terhadapnya... selesai sarapan Aleta langsung menuju ruang nonton dan menyalakan tv untuk nonton,, tapi tiba tiba dia langsung merasa kesal dan kembali emosi setelah melihat semua siaran yg menayangkan acara pembahasan pelucuran produk produk dari perusaahan yg paling besar di Amerika itu.. Aleta sangat emosi dan kesal melihat acara itu karna ada Faris di acara itu, dan semua siaran menayangkannya,, karna merasa sangat kesal akhirnya Aleta memilih untuk mematikan tv dan kembali ke kamarnya.. Chapter 118 Bab 118. kepergian Reza... setelah beberapa hari berlalu semua urusan Reza untuk kembali ke malaysia sudah selesai,, dan dia tidak memberitahukan apa apa kepada Aleta,, dia memang ingin kembali ke malaysia tanpa sepengetahuan Aleta karna kalau Aleta tau dia pasti akan ikut bersamanya ke malaysia.. selama di Amerika hanya Reza yg selalu ada untuk Aleta, dia sudah menganggap Aleta sudah seperti saudari kandungnya sendiri,, sampai sampai dia rela bekerja di restoran untuk membiayai sekolah Aleta sampai kuliah Aleta yg masih berada di semester empat jurusan secretaris di salah satu kampus di Amerika.. awalnya mereka berdua hidup di sebuah apartemen sederhana yg di sewa oleh Reza, tapi setelah Aleta di tangkap kembali oleh germo itu, membuat Reza stres sampai dia berhenti bekerja dan meninggalkan apartemen itu karna dia sudah tidak bisa untuk membayarnya lagi.. pukuk 10 malam setelah melihat Aleta sudah terlelap, Reza menelfon Faris untuk memintanya bertemu di sebuah kafe karna dia ingin membicarakan hal yg sangat penting mengenai Aleta.. "hay za,, sapa Faris kepada Reza yg sedang menunggunya di kefe tempat mereka janjian. "hay Ris,, balas Reza.. "hal penting apa yg mau kamu bicarakan,,? tanya Faris setelah memesan minum.. "gini Ris,, besok jam 4 pagi aku udah pergi dan aku ingin minta bantu sama kamu.. jawab Reza.. "minta bantu apa,,? tanya Faris.. "Ris, aku sangat hawatir meninggalkan Aleta di sini sendirian, dan aku ingin minta tolong sama kamu untuk membawa Aleta ke jakarta,,! nanti kalau semuanya sudah selesai aku akan segera menjemputnya.. "aku ngga bisa ninggalin dia di sini sendirian karna sangat berbahaya untuk dia, dan aku janji akan secepatnya menjeput dia karna dia itu harus melanjutkan kuliahnya yg sempat terhenti satu bulan ini.. tambah Reza.. "kamu tenang aja, aku akan melakukan semua yg kamu minta, karna itu sudah menjadi tanggung jawab aku untuk memenuhi janjiku kepada neneknya.. kata Faris.. "kamu harus memaksanya kalau dia tidak mau, aku sangat berharap padamu,,! Aleta sudah tidak punya siapa siapa lagi selain aku,, dan saat ini hanya kamu yg aku percaya dan aku harapkan.. kata Reza dengan tatapan berharap.. "percayakan semuanya padaku,, aku akan membawanya bersamaku dan aku akan membuat dia melanjutkan kuliahnya di Indonesia.. kata Faris yg membuat Reza langsung memeluknya dengan mata yg sudah berkaca kaca.. "trima kasih Ris,, aku dan Aleta sangat beruntung bertemu dengan orang sepertimu.. kata Reza setelah melepaskan pelukannya dari Faris.. "dia sangat menderita selama ini, dan beberapa tahun lalu dia perna mengalami kejadian yg membuat hidupnya hancur dan menderita sangat.. tambah Reza.. "kejadian apa Za,,? tanya Faris.. "aku ngga bisa menceritakannya Ris,, karna itu menyangkut pribadinya Aleta,, maafkan aku.. kata Reza.. "ngga apa apa,, jawab Faris.. setelah itu mereka berdua langsung pulang masing masing ke tempat mereka, sampainya di hotel Faris langsung menghubungi orang suruhan papanya untuk membantunya mengurus pemindahan Aleta dari kampusnya besok pagi.. Faris juga sudah menceritakan semuanya tentang Aleta kepada keluarganya di Jakarta, dan mereka semua ingin Faris membawanya pulang bersamanya, karna mereka ingin melakukan yg terbaik untuk Aleta demi bi Ina yg sangat berjasa untuk mereka semua.. terutama Alira,, dia orang yg sangat bersemangat, sampai sampai dia langsung mengatakan keinginannya kepada semuanya untuk menjodohkan Faris dengan Aleta dan mereka semua menyetujuinya.. sedangkan Faris dia tidak bisa menjawab apa apa di saat mamaya menyampaikan keinginan keluarganya untuk menjodohkannya dengan Aleta, karna dia belum kepikiran untuk menikah, dia hanya ingin membantu Aleta seperti janjinya kepada bi Ina.. pukul 8 pagi Aleta yg baru bangun langsung bergegas mandi, selesai mandi dia langsung melangkah menuju lemari dengan hanya memakai handuk putih yg pendek menutupi sebagian tubuhnya,, tapi tiba tiba matanya tertuju kepada selembar kertas yg ada di atas meja samping tempat tidurnya.. tanpa ada rasa curiga Aleta melangkah mendekati meja itu kemudian mengambil kertas itu dan langsung membacanya.. setelah mebaca isi surat itu, Aleta sangat terpukul dan sedih karna itu surat dari Reza yg sudah pergi meninggalkannya, di dalam surat itu Reza memintanya untuk pergi bersama Faris ke Indonesia.. Aleta menangis sekencang kencangnya, kertas yg dia pegang itu langsung terlepas dari tangannya dan dia langsung terduduk ke lantai seperti orang yg sudah tidak berdaya sama skali, dia tidak ingin mengikuti laki laki yg telah menghancurkan hidupnya itu, dan dia juga tidak sanggup menjalani hidup tanpa saudaranya itu.. "Za, kenapa kamu pergi meninggalkan aku,,? hanya kamu yg aku punya Za, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku takut jalani semuanya tanpa kamu,,! hiks...hiks...hiks.. Aleta menangis sambil berkata kata.. setelah hampir dua jam dia menangis tiba tiba dia di kagetkan dengan suara ketukan pintu dari arah luar, dengan segera dia langsung bersemangat karna dia berfikir itu Reza yg sedang mengerjainya.. dengan segera dia langsung berdiri dan buru buru melangkah menuju pintu dengan senyum lebar di wajah sembabnya itu, sampainya di depan pintu tidak pakai lama Aleta langsung membuka pintu dan memanggil nama Reza.. "Zaaa,, kamuuu, tapi suaranya langsung tertahan di saat dia melihat laki laki yg paling dia benci itu sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. "kenapa kamu ke sini,,? tanya Aleta kasar dan langsung melangkah meninggalkan Faris yg masih berada di depan pintu.. dan Faris si kutub utara langsung melangkah masuk mengikutinya tanpa berkata apa apa, karna Faris tidak menjawabnya membuat Aleta semakin kesal dan langsung melangkah menuju kamar tidurnya tanpa menoleh ke arah Faris sama skali.. Aleta masuk ke dalam kamarnya dan hendak mengunci pintunya tapi di cegah oleh Faris, Faris menahan pintunya dengan keras dan membuat Aleta yg berusaha menutup pintu langsung terdorong sampai handuk yg dia pakai itu hampir terlepas dan membuat Aleta langsung geram dan berteriak.. "apa apaan kamu ini,,? teriak Aleta.. "kamu yg apa apaan,,? begini cara kamu menyambut tamu,,? tanya Faris sedikit kesal.. "pergi kamu dari sini,,! aku ngga suka lihat wajah kamu, karna bagi aku kamu itu laki laki yg paling brengseek,,! teriak Aleta geram.. "hee,, jaga omongan kamu,,! kita berdua baru kenal, ngga pantas kamu mengatakan itu padaku,,! kata Faris.. Aleta sangat emosi dan kesal setiap kali mendengar Faris berkata seperti itu, rasa rasanya dia ingin langsung mengata ngatai dan mencaci maki Faris, tapi dia tidak ingin Faris mengingat semua yg terjadi beberapa tahun lalu, akhirnya dia memilih untuk diam dan menahan rasa sakit hatinya itu... Chapter 119 Bab 119. Aleta tunangan Faris.. mata Aleta berkaca kaca karna menahan emosi lantaran sakit hati mendengar perkataan Faris, tanpa menatap Faris dia langsung berbalik dan melangkah menuju lemari sambil berkata.. "pergi dari sini aku mau berpakaian,,! kata Aleta dengan suara bergetar karna menahan tangis dan sakit hatinya.. Faris yg sedang berdiri di depan pintu merasa sangat bingung melihat sikap Aleta terhadapnya, tanpa berkata apa apa dia langsung melangkah pergi dari pintu kamar itu, dan dengan segera Aleta yg sudah mengambil pakaian dari dalam lemari langsung melangkah kembali menuju pintu dan segera menutupnya tanpa di kunci.. setelah itu Aleta langsung memakai pakaiannya, selesai berpakaian Aleta memilih untuk duduk di tepi ranjang sambil memikirkan apa yg harus dia lakukan tanpa Reza saudara laki lakinya yg selalu bersamanya selama ini.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1586186357450.jpg-original600webp?sign=58ae1124e2b8459a736cd384862e4cd2&t=5e97a000) Aleta termenung memikirkan nasib hidupnya ke depan, dia tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada laki laki yg telah menghancurkan hidup dan masa depannya itu, dia tidak bisa membayangkan hidup bersama Faris di Jakarta, karna setiap melihat Faris dia selalu teringat dengan kejadian menyakitkan itu.. sedangkan Faris dia masih menunggu Aleta di ruang nonton, Faris ingin membawa Aleta ke hotel tempat dia menginap karna mereka akan berangkat ke jakarta pukul 4 dini hari nanti, dan semua urusan keberangkatan mereka sudah di urus oleh orang suruhan Faris beberapa hari yg lalu.. setelah merasa terlalu lama menunggu, Akhirnya Faris memutuskan untuk menyusul Alira ke kamarnya, karna dia juga sedang buru buru untuk menghadiri pertemuan terakhir dengan para rekan bisnisnya yg lain. sampainya di depan pintu kamar, Faris langsung membuka pintu kamarnya karna tidak di kunci dari dalam, dan Aleta yg sedang asik melamun tidak menyadarinya,, dia menatap Aleta yg sedang termenung di atas ranjang dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1586186357456.jpg-original600webp?sign=1a1041df74645283e964210d8b9f2fae&t=5e97a000) "ayo kita pergi,,! kata Faris yg membuat Aleta langsung kaget dari lamunannya.. "aku ngga mau ikut sama kamu,,! ketus Aleta tanpa menatap Faris.. "mau dan tidak mau kamu harus ikut sama aku,,! tegas Faris.. "pokoknya aku ngga mau.. kata Aleta.. "oke kalau kamu ngga mau, tapi kamu harus mengembalikan uangku yg sudah aku gunakan untuk mengeluarkanmu dari bar itu.. ancam Faris yg membuat Aleta langsung kaget dan menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. "aku ngga pernah memintamu untuk mengeluarkan aku dari sana, dan skarang aku ngga punya uang,, kata Aleta.. "kalau kamu ngga mau mengembalikan uangku, kamu harus ikut denganku ke jakarta atau aku akan mengembalikanmu ke bar itu dan mengambil kembali uangku.. mendengar itu hati Aleta yg sudah terlanjur hancur tambah hancur berkeping keping, wajahnya mulai memerah dan air mata yg sejak tadi dia tahan mulai menetes membasahi wajah cantiknya itu... Faris yg melihatnya menangis merasa tidak tega tapi tidak ada cara untuk dia bisa membawa Aleta bersamanya selain mengancamnya, dan dengan terpaksa dia harus melakukannya.. "aku tidak punya waktu untuk menunggu kamu menangis di sini, masih ada urusanku yg lebih penting.. kata Faris yg membuat Aleta semakin murka padanya.. "ayo kita pergi,,! atau kamu mau aku gendong,,? tanya Faris.. tanpa menjawabnya, Aleta langsung berdiri dan segera mengemasi barang barang yg mau dia bawa,, karna dia tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Faris, dan setelah semuanya di kemas, mereka langsung pergi menaki mobil yg di bawa Faris menuju tempat pertemuan Faris dengan rekan bisnisnya.. Aleta ingin duduk di kursi bagian belakang tapi tidak di izinkan oleh Faris, akhirnya dengan berat hati Aleta pun menurut dan duduk di samping Faris, dalam perjalanan Aleta memilih untuk terus menatap ke arah luar melewati jendela, sedangkan Faris dia fokus menyetir sambil sesekali menatap ke kaca spion yg ada di depannya untuk melihat wajah sembab Aleta yg cantik itu.. mereka mengadakan pertemuan di salah satu perusahan besar untuk membahas saham yg mereka tanam di perusahan itu, sampainya di sana Faris langsung memarkirkan mobilnya kemudian berkata.. "ayo turun,,! kata Faris tanpa menatap Aleta.. "kenapa kamu bawa aku ke sini,,? tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.. "aku harus menghadiri rapat sebentar di sini baru kita ke hotel tempat aku menginap.. jawab Faris.. "aku tunggu di sini saja,, kata Aleta sambil membuang mukanya dari Faris.. "ngga, pokoknya kamu harus turun,,! karna aku membutuhkanmu di dalam sana.. kata Faris sambil membuka pintu mobil dan keluar.. akhirnya dengan berat hati dan terpaksa Aleta menuruti kemauan Faris walaupun dia tidak tau mengapa Faris mengatakan kalau dia membutuhkannya di dalam sana.. mereka berdua melangkah masuk ke dalam gedung itu, Faris melangkah duluan kemudian di susul Aleta di belakangnya seperti bos dan secretaris.. tapi tiba tiba Aleta yg berjalan menunduk di belakang Faris, langsung terkejut bukan main di saat Faris meraih tangannya dan menggenggamnya erat di saat mereka bertemu dengan seorang laki laki yg seumuran dengan papa Fahri yg bernama om Leo bersama seorang gadis yg sangat seksi.. "halo Ris.. sapa om Leo menggunakan bahasa inggris.. "iya om.. jawab Faris sambil menggenggam tangan Aleta makin erat.. "ini siapa,,? tanya om Leo.. "ini tunanganku om, jawab Faris yg membuat jantung Aleta hampir loncat dari dalam rongga dadanya.. Aleta sangat terkejut dan hampir bersuara di saat mendengar kata kata Faris barusan, tapi dengan cepat Faris langsung meremas kencang tangan Aleta dan membuat mulut Aleta tidak bisa untuk berkata kata.. "ooo,, om pikir kamu belum ada ikatan sama siapapun, karna om ingin menjodohkan kamu sama anak gadis om ini, biar om sama papa kamu bisa menjadi besan.. kata om Leo.. bukan hanya om Leo yg menginginkan Faris menjadi menantunya, tapi semua rekan bisnis Fahri sangat menginginkan anak gadis mereka bisa menikah dengan Faris biar mereka bisa besanan dengan Fahri agar perusahan mereka tambah maju dan besar, dan karna alasan itu sehingga Faris mengakui Aleta sebagai tunangannya.. Faris tidak perna tertarik ataupun melirik satupun putri dari rekan bisnis papanya, dia selalu bersikap dingin dan cuek kepada setiap wanita yg selalu mendekatinya dan mencari perhatiannya.. Chapter 120 Bab 120. pertengkaran... setelah rapat selesai tepat pukul 1:30 siang,, Faris dan Aleta langsung bergegas pergi, Faris memilih untuk pergi ke sebuah restoran yg biasa dia datangi di Amerika.. sampainya di restoran itu Faris langsung memesan makanan untuk dia dan juga untuk Aleta karna Aleta tidak mau untuk memesan makanannya, tidak berapa lama akhirnya makananpun datang dan Faris langsung makan karna dia sudah sangat lapar, sedangkan Aleta dia hanya terdiam.. "ayo makan,,! kata Faris.. "aku ngga lapar, jawab Aleta.. "kamu ngga lapar apa ngga mau makan,,? tanya Faris sambil menatap Aleta yg berada di sampingnya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586197197662.jpg-original600webp?sign=de081c7576106789e2b937cc8a8f86f4&t=5e97a000) "aku ngga mau makan.. jawab Aleta tanpa menatap Faris.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586197197657.jpg-original600webp?sign=938dc7d1da398d0db1d483d1b9f45faa&t=5e97a000) "Aleta, jangan kamu berharap aku akan merayumu atau membujukmu untuk makan, karna aku bukan tipe laki laki seperti itu.. kata Faris dengan tatapan dinginnya.. "siapa juga yg mau di rayu dan di bujuk sama laki laki brengsek kaya kamu.. kata Aleta sedikit keras sehingga membuat beberapa orang yg ada di dekat mereka langsung menoleh ke arah mereka.. "jangan buat aku marah,,! kamu belum tau aku yg sebenarnya.. bisik Faris di telinga Aleta yg membuat bulu kuduk Aleta langsung berdiri.. setelah itu Faris langsung makan tanpa menghiraukan Aleta yg juga sudah meraih makanan yg ada di depannya, mereka makan tanpa ada yg bersuara, hanya ada suara orang yg berada di sekeliling mereka.. selesai makan Faris langsung membayar makanan mereka kemudian keluar dan di ikuti Aleta di belakangnya dengan ekspresi yg sangat kesal.. Faris melajukan mobilnya menuju hotel tempat dia menginap, sampai di depan hotel, Aleta melangkah masuk mengikuti Faris sambil menunduk, dia tidak sanggup untuk melihat tempat parkiran di hotel itu,, karna di parkiran itulah tempat dia menangis menahan sakit atas perbuatan Faris beberapa tahun yg lalu.. Aleta melangkah sambil menunduk dan sesekali memejamkan matanya, sampai tanpa dia sadari dia menabrak Faris dari belakan dan membuat Faris kaget dan bingung melihat tingkah Aleta yg aneh.. "kamu kenapa,,? tanya Faris setelah berbalik menghadap Aleta di belakangnya.. "aku sangat membencimu.. jawab Aleta dan langsung berlari menuju kamar Faris dan membuat Faris tambah bingung, karna tadi dia hanya memberitahukan nomor kamarnya untuk Aleta, tapi dia melihat Aleta sudah sangat hafal dengan hotel itu.. sampainya di depan pintu kamar, Aleta berdiri menunggu Faris dengan ekspresi aneh seperti orang ketakutan, dan Faris yg melihatnya langsung melangkah cepat kemudian membuka pintu dan segera menariknya ke dalam kamar.. sampainya di dalam kamar Faris langsung mengunci pintu kamar dan berbalik menatap Aleta yg sedang berdiri di belakangnya sambil menunduk dan memeluk dadanya.. "kamu kenapa,,? apa kamu trauma dengan hotel ini,,? tanya Faris yg membuat Aleta langsung menatapnya dengan mata terbelalak.. "apa maksud kamu,,? tanya Aleta cari tau.. "kamu seperti orang yg ketakutan, apa kamu pernah di boking di hotel ini,,? tanya Faris yg membuat Aleta geram dan langsung menamparnya.. "plaaak.. "dasar laki laki brengsek,,! tidak tau malu,,! kata Aleta dengan berlinang air mata.. "mengapa kamu menamparku,,? tanya Faris sedikit keras sambil memegang pipinya.. "tamparan itu tidak seberapa dengan perbuatanmu terhadapku.. jawab Aleta yg membuat Faris makin bingung.. "apaaa,,? kamu bingung, atau kamu pura pura bingung,,? tanya Aleta.. "apa apaan kamu,,? apa kamu sudah gila,,? tanya Faris kesal.. "ya aku sudah gila, dan aku ingin membunuh laki laki brengsek kaya kamu.. jawab Aleta sambil menghapus air mata yg sudah mengalir di pipinya dengan tangannya.. "jaga ucapan dan sikap kamu,, aku baru mengenalmu dan kamu sudah berani seperti ini padaku.. kata Faris.. "kamu tidak perlu mengajariku untuk menjaga perkataan dan sikapku, karana laki laki sepertimu tidak pantas untuk di hargai.. ketus Aleta.. "kamu memang perempuan yg tidak tau berterima kasih, kalau aku tidak mengingat budi baik nenek kamu dan janjiku padanya untuk menolongmu, aku akan melemparmu ke jalanan sana.. kata Faris emosi.. "budi baik nenekku tidak pantas untuk laki laki brengsek yg sudah menghancurkan hidup cucunya.. kata Aleta dengan suara bergetar karna menangis dan hendak melangkah tapi di tahan oleh Faris.. "apa maksud kamu berkata seperti itu,,? tanya Faris sambil memegang erat lengan Aleta yg sudah terisak itu.. dengan emosi yg menggebu, Aleta berbalik dan langsung menggigit tangan Faris dengan kencangnya, karna merasa sakit oleh gigitan Aleta, Faris langsung mendorong Aleta dan membuatnya langsung terjatuh ke lantai.. "kamu jahat,,! hiks...hiks...hiks.. teriak Aleta sambil menangis dan membuat Faris jadi merasa bersalah.. Faris sangat bingung dengan dirinya sendiri karna dia adalah orang yg tidak gampang luluh dengan tangisan seorang wanita, tapi di saat melihat Aleta menangis, dia merasa bersalah dan tidak tega.. akhirnya Faris memilih untuk membantu Aleta untuk bangun tapi tangannya malah di kebas oleh Aleta dengan kasar, dengan menarik nafas panjang Faris mencoba menenangkan dirinya dan kembali mendekati Aleta, tapi tiba tiba ada suara ketukan pintu dari arah luar.. Faris yg masih berdiri di depan Aleta langsung melangkah menuju pintu karna ketukan pintu tidak berhenti, setelah Faris membuka pintu dia melihat seorang pelayan hotel sedang berdiri di depan pintu sambil membawa dua botol air mineral yg di pesan Faris tadi.. "maaf tuan saya nengganggu.. kata kariawan hotel itu.. "ngga apa apa, kata Faris sambil mengambil dua botol air mineral dari tangan wanita itu.. setelah itu Faris berbalik dan hendak menutup pintu, tapi tiba tiba dia langsung kaget dengan suara kariawan hotel itu yg memnggil nama orang yg selama ini dia cari. "Intan,, teriak wanita itu.. mendengar nama itu Faris langsung berbalik menghadap wanita itu sambil bertanya.. "siapa,,? tanya Faris dengan tatapan cari tau.. "Intan,, dia Intan, aku mengenalnya.. jawab wanita itu.. "dia Aleta bukan Intan.. kata Faris.. "iya, namanya Aleta intan orlando, aku mengenalnya karna dia perna bekerja di sini tiga tahun yg lalu, aku mengenalnya walaupun dia bekerja hanya semalam di sini, karna kita berdua satu sip waktu itu.. sedangkan Aleta yg masih terduduk di lantai hanya terdiam sambil menundukan wajahnya karna dia malu dengan keadaannya yg sedang menangis, sedangkan Faris dia hanya menatap Aleta dan wanita itu bergantian dengan tatapan yg tidak bisa di artikan karna dia sudah mulai menyadari apa yg sebenarnya terjadi.. Chapter 121 Bab 121. Faris menemukan wanita yg dia cari selama ini.. Faris yg sangat bingung dengan sikap Aleta selama ini kepadanya mulai menyadari semuanya di saat mendengar penjelasan dari wanita yg ada di hadapannya itu.. "tuan, aku pergi dulu.. kata wanita itu dan hanya dianggukin Faris dengan ekspresi yg tidak bisa di artikan.. setelah wanita itu pergi, dengan segera Faris langsung mengunci pintu kamarnya kemudian berbalik menatap Aleta yg masih terduduk di lantai sambil menangis, diam diam Faris memasukan sebelah tangannya untuk mengambil sesuatu kemudian berkata.. ? "Aleta, ini barangmu yg selama ini aku simpan.. kata Faris sambil memegang kalung yg bertulis nama Intan yg baru saja dia ambil dari dalam saku celananya.. "kalung itu bukan punyaku,,! jawab Aleta tanpa menatap Faris dan masih tetap menunduk.. "bagaimana kamu bisa tau kalau ini kalung,,? sedangkan kamu belum melihatnya sama skali,,? berarti kamu itu Intan yg perna bersamaku di hotel ini tiga tahun yg lalu.. kata Faris sambil terus menatap Aleta.. tanpa menjawab apa apa Aleta langsung berdiri kemudian meraih tasnya dan hendak pergi dari kamar hotel itu tapi dengan segera di cegah oleh Faris, Faris dengan cepat meraih lengan Aleta sambil berkata.. "mau kemana kamu,,? apa ini sudah menjadi kebiasaanmu selalu pergi setelah melakukan hubungan intim dengan para laki laki.. kata Faris yg membuat Aleta langsung geram.. "kamu fikir aku ini perempuan apaaa,,? aku tidak pernah di sentuh oleh laki laki manapun selain kamu laki laki brengsek yg tidak punya hati.. kata Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan membunuh dan berlinang air mata.. "lepaskan aku,,! aku tidak sudi mengikuti laki laki brengsek sepertimu.. teriak Aleta.. "mau dan tidak mau kamu harus tetap bersamaku,,! ingat apa yg sudah aku katakan padamu, karna aku tidak pernah main main dengan ucapanku.. kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.. "aku tidak perduli, lebih baik aku jadi dari pada jadi wanita yg tidak punya harga diri karna bersamamu.. kata Aleta sambil berusaha melepaskan cengkraman Faris dari lengannya.. Faris yg sangat emosi mendengar perkataan Aleta barusan tambah mengencangkan cengkramannya di lengan Aleta dan membuat Aleta sedikit berteriak, dan tanpa berkata apa apa Faris dengan kesalnya langsung menarik Aleta dan melemparnya ke arah tempat tidurnya dan membuat Aleta langsung tersungkur ke samping tempat tidur.. "kamu jahaaaat,,! dasar bajingaaan,,! aku benci kamu brengseek,,! teriak Aleta dengan kerasnya kepada Faris yg sudah pergi meninggalkannya di dalam kamar itu.. entah mengapa tapi Faris sangat kesal dan geram di saat mendengar Aleta berkata kalau dia ingin menjadi dari pada bersamanya, Faris memilih untuk pergi dan mengunci Aleta di kamar hotel itu dari luar.. Faris melangkah menuju garasi dan menaiki mobil yg di sewanya itu, dia melajukan mobilnya menuju sebuah taman yg ada di dekat situ, dia sangat bingung dengan semua yg terjadi, tapi di sisi lain dia sangat legah karna orang yg dia cari dan selalu mengganggu fikirannya selama ini sudah dia temukan, tapi dia pun bingung bagaimana harus menghadapi Aleta, apalagi dia tidak bisa untuk merayu wanita sama skali.. Faris duduk di taman itu selama 3 jam, dia ke taman sejak jam 7 tadi, dan sekarang sudah pukul 10 malam, kemudian Faris memilih untuk pergi dari taman itu menuju bar besar yg sering dia datangi bersama teman temannya kalau sedang berlibur bersama di Amerika.. sampainya di bar itu Faris langsung memesan minuman, begitulah Faris kalau dia sedang kesal atau sedang pusing memikirkan sesuatu dia pasti memilih untuk meminum alkohol, Faris duduk di bar itu selama dua jam dan dia menghabiskan tiga botol anggur.. selama dia berada di bar itu sejak tadi, para pramuria berusaha mendekatinya dan nenawarkan diri mereka untuk menemaninya tapi Faris tidak perduli mereka sama skali, karna dalam fikirannya hanya ada Aleta yg dia fikirkan.. karna merasa kepalanya sudah mulai pusing, akhirnya Faris memilih untuk segera pergi dari bar itu,, dia masuk kedalam mobilnya dan langsung mengganti bajunya yg sudah basah dengan keringat dengan pakaian ganti yg dia sediakan di dalam mobil, Faris selalu menyediakan pakaian ganti di dalam mobil karna dia sangat muda berkeringat.. selesai mengganti baju Faris kemudian melajukan mobil menuju hotel tempatnya menginap.. sampainya di hotel, Faris segera memarkirkan mobilnya di parkiran hotel dan langsung melangkah memasuki lift menuju kamarnya di lantai dua hotel itu.. sedangkan Aleta yg di kunci di dalam kamar sudah selesai mandi dan berpakaian, setelah kepergian Faris tadi tidak berapa lama Aleta langsung bergegas mandi dan berpakaian santai.. Aleta memilih untuk memakai baju kaos putis yg agak pendek dan celana pendek hitam sebatas pangkal pahanya, Aleta berdiri di depan cermin sambil mengikat rambutnya, dan dia tidak menyadari kalau Faris sudah berdiri di belakangnya karna dia sedang memutar musik di ponsel yg di berikan Reza padanya dengan folume tinggi.. Faris yg baru masuk langsung terpana di saat melihat Aleta yg berdiri membelakanginya dengan pakaian yg cukup seksi, sebagian perut dan pinggul Aleta kelihatan, dan juga sebagian pahanya yg mulus dan sangat putih itu membuat Faris tanpa sadar menatap Aleta dengan tatapan mesumnya.. ? karna pengaruh mabuk membuat Faris tidak dapat mengendalikan dirinya, hasrat laki lakinya mulai muncul, dia menatap Aleta dari ujung rambut sampai kakinya dengan tatapan mesum dan wajah yg penuh dengan keringat.. Faris tidak pernah seperti itu pada wanita lain, dan Aleta adalah wanita pertama yg membuat Faris merasakan nikmatnya bercinta walaupun saat itu dia sedang mabuk sampai tidak bisa berfikir jernih tapi dia sangat menikmatinya, sampai sampai dia sering memimpikan sosok Aleta dan membuat dia selalu mimpi basah, walaupun dalam mimpi itu Aleta tidak terlalu jelas.. Faris tidak dapat menahan hasrat kelaki lakiannya itu, keringatnya sudah membasahi wajah dan tubuhnya, nafasnya sudah mulai tidak teratur, dan detak jantungnya mulai berpacu dengan kencang karna dia sudah mulai menegang.. Chapter 122 Bab 122. karna mabuk membuat Faris tidak bisa untuk mengedalikan dirinya.. Faris sangat terpesona dengan keindahan tubuh Aleta yg berada tepat di hadapannya, sambil bersandar ke dinding dia menatap Aleta dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip sama skali.. dan di saat Faris bersandar ke dinding, baru Aleta tersadar setelah dia melihat Faris melalui cermin, Aleta yg terkejut langsung berbalik menghadap Faris dengan tatapa kaget sambil kedua tangannya masih berada di belakang kepalanya membuat sebagian perutnya terlihat.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1586588854795.jpg-original600webp?sign=9a7cab183670ddc4eebef02c8763acb9&t=5ea0da80) Aleta yg sudah menghadap Faris tiba tiba merasa takut di saat melihat ekspresi Faris, dengan segera dia langsung menurunkan tangannya dan memeluk dadanya sambil melangkah mundur kemudian berkata.. "mengapa kamu menatapku seperti itu,,? tanya Aleta ketakutan tapi tidak di jawab oleh Faris.. Aleta sangat takut melihat ekspresi Faris, karna dia sudah trauma dengan apa yg Faris lakukan padanya beberapa tahun yg lalu dalam keadaan mabuk seperti saat ini.. "apa yg mau kamu lakukan,,? tanya Aleta tambah panik karna Faris sudah melangkah maju mendekatinya.. "kamu mau apa,,? tanya Aleta ketakutan sambil menahan dada Faris yg sudah berada tepat di hadapannya... tanpa menjawab apa apa Faris langsung memeluk Aleta dan dengan begitu rakusnya, Aleta yg terkejut dan semakin ketakutan berusaha untuk mendorong Faris tapi usahanya tidak berhasil karna Faris begitu bertenaga.. "lepaskan aku brengseeek,,! lepaskan akuuu,,! lepaskaaaan,,! hiks,,hiks,,,hiks.. Aleta berteriak sambil menangis dan menjambak rambut Faris yg sudah seperti orang kesetanan.. Faris yg sudah seperti orang yg kehilangan akal sehat itu tidak menghiraukan tangisan Aleta sama sekali, malahan dia semakin menggila dan membuat Aleta hampir tidak bisa untuk bernafas.. Aleta menangis dengan kencangnya sambil berkata kata dan mencakar pundak Faris, juga menjambak rambutnya berharap agar Faris merasa sakit dan melepaskannya.. "jangaaaan,,! jangan lakukan ituuu,,! aku mohon jangan,,! aku ngga mau lagi mengandung anak laki laki brengsek yg tidak bertanggung jawab sepertimu.. teriak Aleta sambil menangis dan berusaha menghindar dari Faris yg sudah menarik pakaiannya sampai robek dari badannya.. Faris yg sudah menggila karna hasratnya yg semakin memuncak tidak menghiraukan perkataan dan tangisan Aleta, dia terus memaksakan keinginannya yg membuat dia hilang akal,walaupun pundak dan dadanya sudah terluka karna cakaran Aleta tapi dia tidak memperdulikannya.. Faris melakukan hal yg pernah dia lakukan untuk yg ke dua kalinya terhadap Aleta, dan membuat Aleta tambah menangis karna merasa sangat kecewa dan sakit hati atas perbuatan Faris terhadapnya yg bukan baru sekali dia lakukan.. karna sudah kehabisan tenaga akhirnya Aleta hanya pasrah dan terus menangis sambil menutup matanya, dan setelah satu jam lebih akhirnya Faris pun tumbang di samping Aleta, dan Aleta hanya menutup matanya sejak tadi karna dia tidak ingin melihat wajah Faris karna pengaruh mabuk dan kecapean, akhirnya Faris langsung terlelap tanpa mengenakan apa apa, sedangkan Aleta dia menarik selimut dan menutupi dirinya sambil menangis membelakangi Faris yg sedang terlentang di sampingnya.. Aleta sangat menyesali dirinya yg sudah dua kali melakukan hubungan dengan laki laki yg sama tanpa adanya rasa cinta, dia merasa seperti perempuan murahan yg selalu di tiduri dengan paksa, dia menangis sambil memanggil manggil ke dua orang tuanya karna dia sangat merindukan mereka.. Aleta tidak tidur sama skali, dia menangis tanpa henti sampai kedua matanya membengkak, dan tiba tiba dia di kagetkan dengan suara ketukan pintu dari luar, dengan segera dia meraih ponselnya dan melihat jam yg sudah menunjukan pukul 3 dini hari.. setelah melihat jam di ponselnya, kemudian Aleta mumutuskan untuk bangun karna suara ketukan pintu tidak berhenti, dan di saat dia mau turun dari tempat tidur, dia merasakan sakit di seluruh badannya dan nyeri di bagian bawahnya.. dan rasa sakit itu membuat dia semakin kesal dan murka terhadap Faris yg masih terlelap di sampingnya itu, dengan menahan sakit Aleta turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menghiraukan suara ketukan pintu yg masih terus berbunyi sejak tadi.. sampai di dalam kamar mandi Aleta kembali menangis di saat melihat dirinya di depan cermin besar yg ada di dalam kamar mandi itu, dia merasa jijik dengan dirinya sendiri karna dia merasa sudah seperti seorang yg berulang kali di tiduri tanpa cinta dan tanpa komitmen yg jelas.. Aleta tidak bisa untuk melawan Faris, tapi dia sudah bertekat untuk tidak ikut bersama Faris ke Indonesia kalau hanya di jadikan penghibur di saat mabuk seperti itu.. sedangkan di luar, orang suruhan Faris memilih untuk menelfon Faris karna dari tadi tidak ada suara dari dalam kamar, dan tinggal satu jam lagi pesawat yg akan di tumpangi Faris akan berangkat.. Faris yg masih terlelap tiba tiba langsung kaget karna bunyi ponselnya yg berada tepat di samping kepalanya, Faris yg masih belum sadar sepenuhnya segera bangun dan terduduk sambil menggaruk garuk kepalanya dengan wajah bantalnya.. dan tiba tiba matanya terbelalak di saat dia melihat dirinya yg tidak mengenakan apa apa juga tubuhnya terdapat banyak cakaran, dengan terburu buru dia menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya karna dia mendengar suara supir yg mobilnya ada padanya.. "pak,, pak Faris.. panggil laki laki itu.. "iya sebentar.. jawab Faris dari dalam kamar.. suara Faris dari dalam kamar membuat laki laki itu hentikan ketukan pintu dan panggilannya, dan juga membuat Aleta yg berada di dalam kamar mandi hampir berhenti bernafas saking tegangnya mendengar suara Faris.. Faris turun dari tempat tidur dan meraih handuk sambil memikirkan dan mengingat kejadian semalam, diam diam dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar sambil mencakar rambutnya setelah dia mengingat apa yg sudah terjadi.. Faris sangat merasa bersalah terhadap Aleta yg sudah dua kali dia tiduri, tanpa ada rasa apa apa, selain merasa bersalah dia juga sangat kasihan terhadap Aleta, dan dia sudah bertekat untuk mengikuti keinginan keluarganya yg mau menjodohkan dia dengan Aleta.. Faris ingin bertanggung jawab atas semua perbuatannya walaupun dia tidak punya perasaan sama skali terhadap Aleta, karna dia berfikir orang tuanya juga menikah karna perjodohan tanpa adanya rasa cinta, tapi akhirnya cinta itu datang dengan sendirinya di dalam perjodohan mereka dan mereka hidup bahagia sampai saat ini.. Chapter 123 Bab 123. keberangkatan Faris dan Aleta ke Indonesia.. Faris melangkah ke arah pintu dengan hanya memakai handuk putih yg menutup sebagian tubuhnya, dia membukakan pintu dan melihat ada supir itu yg sedang menunggu sejak tadi.. "maaf tuan, aku mengganggu tidurmu, kata supir itu menggunakan bahasa inggris.. "tidak masalah, malahan aku yg harus berterima kasih karna kamu mau membangunkanku, kalau tidak mungkin aku akan terlambat pesawat.. jawab Faris.. "kamu tunggu di mobil saja dan tolong bawa sekalian barang barangku, ini kuncinya,,! aku mau siap siap dulu.. tambah Faris sambil memberikan kunci mobil kepada supir itu.. "iya tuan, kalau gitu aku ke bawa dulu.. jawab supir itu.. setelah supir itu pergi, Faris kembali duduk di samping tempat tidur dan menyesali perbuatannya yg tidak terpuji itu, sedangkan Aleta yg sudah selesai mandi sedang berpakaian di dalam kamar mandi, dia memilih untuk berpakaian di dalam kamar mandi karna dia sudah sangat trauma dan takut terhadap Faris.. setelah itu dia keluar dari dalam kamar mandi menuju meja rias dengan handuk di kepalanya tanpa menatap Faris sama skali, sedangkan Faris yg masih terduduk di samping ranjang, menatapnya dengan tatapan bersalah sambil menarik nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya.. setelah Aleta duduk di depan meja rias, Faris langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya, selesai mandi dia langsung berpakaian kemudian keluar dari dalam kamar mandi dan menuju meja rias, karna Aleta sudah selesai berdandan dan sedang membereskan barang barangnya di atas tempat tidur.. setelah sudah rapi, Faris langsung berdiri di depan jendela sambil menatap Aleta yg masih sibuk membereskan semua barang barangnya dengan tatapan yg penuh rasa bersala tanpa berkata apa apa.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586674148611.jpg-original600webp?sign=90b09780a02a629f9cbf0104e40cc019&t=5ea0da80) dan Aleta setelah selesai membereskan semuanya, dia langsung menarik kopernya dan melangkah ke arah pintu tapi dengan segera di cegah langsung oleh Faris.. "mau kemana kamu,,? tanya Faris sambil meraih lengan Aleta yg sudah berada di depan pintu.. "lapaskan aku,,! aku mau pergi.. jawab Aleta sambil berusaha melepaskan tangan Faris dari lengannya.. "tidak boleh,,! kamu boleh pergi kalau sama aku.. tegas Faris.. "apa hak kamu melarangku,,? ketus Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan kebencian.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586674148608.jpg-original600webp?sign=2dfca9215d093d2045933b6b34bf7943&t=5ea0da80) "aku berhak atas dirimu, karna kamu punya hutang padaku, dan aku juga tidak bisa melepaskanmu sebelum satu bulan ke depan setelah aku tau kamu hamil atau tidak.. tegas Faris.. "karna aku berhak atas anaku kalau seandainya kamu hamil.. tambah Faris.. "aku tidak sudi untuk mengandung anak dari laki laki bejat sepertimu, kalaupun aku hamil, aku akan menggugurkannya.. jawab Aleta yg membuat Faris langsung geram.. "jangan coba coba kamu melakukan itu kalau kamu masih ingin hidup,,! ancam Faris dengan tatapan membunuh kepada Aleta.. "dan kalau kamu tidak ingin mengikutiku sekarang, aku akan segera melaporkanmu ke pihak yg berwajib dengan laporan penipuan, dan aku akan kembali melihatmu bulan depan untuk memastikan kamu hamil atau tidak.. tambah Faris yg membuat Aleta langsung histeris.. "kamu jahaaat,, dasar laki laki sialan,,! aku benci kamuuu,,! hiks,,hiks,,,hiks.. teriak Aleta sambil menangis dan memukul mukul dada Faris dengan penuh emosi.. Faris yg di pukuli hanya diam dan menerima pukulan Aleta terhadapnya, dia sengaja mengeluarkan kata ancaman karna dia sangat kesal dengan perkataan Aleta tadi.. dan dia juga bersikap seperti itu agar Aleta mau ikut dengannya, karna menurut dia lebih baik Aleta mengikutinya dari pada tinggal sendiri di negara yg sangat bebas ini.. kemudian tanpa menunggu lama, Faris langsung menarik tangan Aleta juga mengambil semua barang bawaan Aleta dan melangkah keluar dari kamar itu menuju lift, sedangkan Aleta yg sudah tidak bisa berbuat apa apa terus menangis sambil sesekali menggigit tangan Faris yg terus menariknya itu, tapi Faris tidak menghiraukannya sama sekali walaupun dia merasa sakit.. sampainya di bawa Faris langsung membuka pintu mobil dan mendorong Aleta yg masih saja menangis itu untuk masuk dan duduk di bangku bagian belakang.. supir yg sudah duduk di balik kemudi sangat terkejut dan bingung dengan apa yg dia lihat, tapi dia memilih untuk diam karna dia sudah mengetahui sifat Faris dari papanya Fahri, karna supir itu termasuk orang kepercayaan Fahri di Amerika dan dia cukup tau tentang keluarga Fahri termasuk sifat Faris.. setelah Aleta sudah masuk dan duduk, Faris langsung menutup pintunya dan segera memasukan barang barang Aleta di bagasi mobil yg juga terdapat barang barangnya yg sudah di masukan supir sejak tadi.. kemudian dia melangkah memutar dan masuk di bangku bagian belakang, dia memilih duduk di samping Aleta karna dia takut Aleta akan berbuat nekat.. entah mengapa tapi Faris sangat menghawatirkan Aleta, dan dia ingin Aleta selalu di sampingnya biar dia bisa menjaganya, walaupun kenyataannya dia adalah orang yg membuat Aleta menderita dan selalu tersakiti.. mobil mereka melaju menuju bandara dengan kecepatan sedang, di dalam perjalanan tidak ada suara dari mereka bertiga, hanya ada suara isakan Aleta, supir yg merasa bingung dengan situasi yg ada hanya sesekali melirik ke belakang melalui kaca spion yg ada di depannya.. Aleta yg masih terus menangis memilih untuk menatap ke arah jalan sedangkan Faris, dia memilih untuk mengirim pesan kepada keluarganya memberitahukan tentang keberangkatannya bersama Aleta.. sampainya di bandara Faris langsung turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu kepada Aleta, sedangkan supir yg mengantar mereka sedang sibuk mengeluarkan koper mereka berdua dari dalam bagasi.. setelah pintu mobil terbuka Faris langsung menarik tangan Aleta tanpa berkata apa apa, dan Aleta hanya menurut tanpa berkata kata dan tanpa menatap Faris.. tepat pukul 4:20 dini hari pesawat yg mereka tumpangi take off, Aleta memilih untuk duduk di samping jendela dan Faris duduk di sampingnya, dalam perjalanan Aleta kembali menangis karna dia sangat merasa sedih pergi ke negara asing dengan laki laki yg sudah menghancurkan dirinya tanpa ada keluarganya yg menemaninya.. dan Faris yg melihat itu dengan segera mendekatinya dan berbisik di telinganya.. "hapus air matamu,,! kamu tidak malu semua orang melihatmu,,? bisik Faris yg membuat Aleta makin kesal dan emosi.. "kenapa aku harus malu,,? semustinya kamu yg malu.. ketus Aleta dengan nada yg sedikit naik yg membuat Faris langsung malu karna di tatap oleh semua orang yg ada di dalam pesawat itu.. Faris yg sudah terlanjur malu itu hanya tersenyum kepada orang orang yg sedang menatap mereka, sedangkan Aleta dia kembali membuang muka dari Faris sambil menghapus air matanya... Chapter 124 Bab 124. kehangatan keluarga.. kedatangan Faris dan Aleta sudah di nanti nantikan oleh Fahri dan keluarga besarnya, terutama Alira, dia sangat sibuk mempersiapkan semuanya termasuk kamar tidur untuk Aleta.. Alira, Fahri dan keluarga besar mereka ingin menyambut kedatangan Aleta di keluarga mereka dengan penuh kebahagiaan, karna mereka ingin melakukan semua yg terbaik untuk Aleta, setelah mendengar kabar kehidupan Aleta yg tersiksa dan menderita selama ini setelah kepergian orang tuanya.. tapi mereka tidak tau kalau orang yg membuat hidup Aleta hancur itu adalah Faris, putra mereka yg sangat mereka banggakan.. mereka semua ingin menjodohkan Faris dan Aleta biar Aleta bisa menjadi anggota keluarga mereka, karna mereka ingin membalas jasa bi Ina dengan menjaga Aleta di tengah tengah keluarga mereka.. Aleta dan Faris yg masih dalam perjalanan ke Indonesia memilih untuk tidak saling bicara, karna di mata Aleta Faris adalah orang yg sangat dia benci, jangankan untuk bicara, menoleh ke arah Faris pun dia tidak sudi.. pukul 3:30 dini hari waktu Indonesia Faris dan Aleta tiba di bandara Indinesia, semua keluarga Faris selain grenma sudah berada di bandara sejak setengah jam yg lalu, mereka menyambut Faris dan Aleta dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.. Faris melangkah duluan dan di ikuti Aleta dari belakang dengan tampang yg sangat tidak bersemangat, dan setelah melihat keluarganya Faris langsung kaget dan bingung dengan keberadaan semua keluarganya yg sedang berdiri dengan hebohnya melambaikan tangan ke arah mereka, sambil menggaruk kepalanya Faris menatap mereka dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586908767641.jpg-original600webp?sign=5669d6ec182ac52ace6e0aff32463a02&t=5eaa1500) sedangkan Alira mamanya Faris dan omanya yg paling hebo, langsung tersenyum sambil meneriaki nama Aleta berulang ulang dengan penuh semangat, dan Aleta yg di teriaki langsung kaget, dia tidak percaya kalau dia akan di sambut seperti ini, dengan senyum yg tidak terlalu lebar di wajah cantiknya, Aleta terus melangkah di samping Faris menghampiri keluarga Faris.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586908767649.jpg-original600webp?sign=3394c419ff5c876bf7f18f45f6627bc1&t=5eaa1500) "Aleta sayang,, kamu cantik bangaaaat,, kata Alira dan mama Rita sambil tersenyum dan memeluk Aleta bergantian, kemudian di ikuti Meymey, Melda dan Almira adiknya Faris.. Aleta yg tadinya tidak bersemangat dan bersedih kini sudah tersenyum lebar karna kehangatan keluarga Faris terhadapnya, sehingga dia bisa merasakan sedikit kebahagiaan, kasih sayang dan kehangatan keluarga yg selama ini dia dambakan.. dengan malu malu Aleta langsung menyalami tangan para orang tua di situ dan menciumnya dengan penuh hormat, dan setelah itu mereka langsung melangkah menuju parkiran mobil, mereka pulang ke rumah menggunakan 3 buah mobil.. mereka semua melaju menuju rumah Fahri dan Alira, karna Alira ingin sekali Aleta tinggal bersama mereka, walaupun mama Rita sudah memintanya tinggal di rumah besar mereka tapi Alira tidak setuju, dan mertuanya pun akhirnya menyetujuinya.. sampainya di rumah mewah itu Aleta turun dari mobil dan melangkah masuk bersama Melda dan Almira yg sejak tadi menempel sama dia.. Aleta adalah anak yg sangat ceria, tapi setelah kepergian orang tuanya, dia menjadi sangat tertutup dan tidak banyak bicara, dia selalu merenung dan melamun, apalagi dengan semua penderitaan yg dia alami selama ini, membuat dia seperti orang yg tidak punya penopang hidup.. sampainya di dalam rumah, setelah mengobrol sedikit tentang bi Ina dan orang tua Aleta, Alira langsung menyuruh Almira dan Melda untuk mengantar Aleta ke kamar yg terdapat di lantai dua yg sudah di siapkan untuk dia, kamar yg di siapkan untuk Aleta bersebelahan dengan kamar Faris si kutub utara yg cueknya minta ampun itu.. mereka naik ke lantai dua menggunakan tangga dan tiba tiba Aleta langsung kaget, di saat melihat Faris yg sedang berdiri di depan pintu kamarnya dengan hanya memakai handuk berwarna putih untuk menutupi sebagian tubuhnya yg gagah itu.. Aleta menatap Faris dengan tatapan yg tidak bisa di artikan, dia sangat membenci Faris karna perbuatannya yg tidak terpuji, tapi di saat melihat Faris yg seperti itu bulu kuduknya langsung berdiri, entah karna dia menegang atau karna ketakutan.. sedangkan Faris dia biasa biasa saja, malahan dia cuek dengan tatapan Aleta itu, Faris seperti makin tidak perduli dengan Aleta, apalagi saat ini sudah ada keluarganya yg memperdulikan Aleta, dan dia juga tau Aleta sangat membencinya jadi dia memilih untuk cuek dan tidak banyak bertindak ataupun berbicara.. dan perubahan sikap Faris itu membuat Aleta bingung dan makin geram padanya, entah apa yg terjadi dengan Aleta,,? kalau di dekati atau di perhatikan oleh Faris dia akan sangat marah, tapi kalau di cuekin seperti ini, dia malah kepikiran dan merasa geram terhadap Faris.. "mas dari mana,,? tanya Melda kepada Faris.. "berendam air hangat di kolam,,! jawab Faris dan langsung masuk kemudian menutupi pintu kamarnya tanpa menoleh Aleta yg sedang menatapnya.. Aleta masuk ke dalam kamar yg sudah di siapkan untuknya sambil memikirkan Faris yg tidak memperdulikannya sama skali, tapi di lain sisi dia juga merasa legah, karna dia lebih memilih di cuekin daripada di perhatikan oleh Faris.. Aleta, Melda dan Almira memilih untuk bercerita banyak mengenai banyak hal termasuk kuliah dan sebagainya, mereka bercerita sampai masing masing tertidur, sedangkan Faris, selesai mandi dia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di dalam kamar sebelum berangkat ke kantor.. Faris mengerjakan semua pekerjaannya dengan penuh konsentrasi, dia sudah tidak memikirkan Aleta sama sekali,, karna dia merasa Aleta akan baik baik saja dan akan bahagia di tengah tengah keluarganya.. dan Aleta juga tidak ingin di dekati oleh Faris, jadi karna alasan itu sehingga Faris memilih untuk cuek dan tidak terlalu memperdulikan Aleta.. Chapter 125 Bab 125. perhatian keluarga Faris terhadap Aleta.. pukul 6:30 Aleta terbangun dan dia segera mandi, selesai mandi Aleta berpakaian dan dia langsung buru buru turun ke dapur, sampainya di dapur dia melihat para bibi sedang sibuk menyiapkan sarapan juga membersihkan rumah, dan tidak pakai sungkan Aleta langsung menawarkan diri untuk membantu.. "bi, boleh aku bantu,,? tanya Aleta.. "ngga usah repot repot non, jawab bi Nani pembantu Alira yg bekerja setelah bi Ina tidak ada.. "ngga apa apa bi, aku tu ingin bantu bibi, aku ngga enak kalau ngga buat apa apa.. kata Aleta.. "ya udah kalau gitu, terserah non aja.. kata bi Nani.. Aleta sangat bersemangat membantu bi Nani menyiapkan sarapan, sedangkan bi Sumi yg baru kerja selama 2 tahun di rumah Alira itu sedang membersihkan ruang tamu.. selain cantik Aleta juga sangat sopan dengan orang yg lebih tua dan dia juga adalah gadis yg sangat rajin, karna itu sehingga dia sangat mudah dekat dan di sayangi orang, dia menjadi gadis yg sangat kuat setelah menjadi yatim piatu, selama ini dia selalu bekerja walaupun Reza sepupunya selalu melarangnya.. sedangkan Alira yg baru selesai menyiapkan pakaian ganti Fahri memilih untuk segera keluar dan turun menuju dapur menggunakan lift, sampainya di dapur Alira langsung kaget di saat melihat Aleta yg sedang mencuci peralatan masak di dapur.. "Aleta sayang, mengapa kamu lakukan semua itu,,? tanya Alira setelah berada di dekat Aleta.. "ngga apa apa tante, aku senang ko lakuinnya.. jawab Aleta.. "tadi aku sudah melarang non Aleta, tapi non Aletanya tetap ingin membantu nyonya.. kata bi Nani.. "Melda sama Almira di mana sayang,,? tanya Alira karna tidak melihat Almira juga Melda.. "mereka masih tidur di kamar tan,, jawab Aleta.. "dasar anak anak malas, kata Alira.. "ya sudah kalau gitu tante ke atas dulu bangunkan mereka, tambah Alira.. "iya tan, jawab Aleta sambil tersenyum menatap Alira yg juga sedang tersenyum kepadanya.. tidak berapa lama akhirnya Alira turun kembali dengan Fahri juga Almira dan Melda yg sudah rapi, sedangkan Faris tidak terlihat, mereka semua melangkah menuju dapur, Almira, Melda dan Fahri langsung duduk di meja makan, sedangkan Alira dia melangkah mendekati Aleta yg sedang sibuk mengatur barang barang yg dia cuci tadi pada tempatnya, dengan segera Alira meraih tangan Aleta sambil berkata.. "sayang, ini bukan pekerjaan kamu, karna kamu di sini ini untuk menjadi anak tante bukan orang kerja tante, dan tante ngga mau kamu melakukan semua ini.. kata Alira sambil mengelus ngelus pipi mulus Aleta.. "ayo kita sarapan sama sama, dan setelah itu kita ke mol untuk membeli perlengkapan kuliah kamu,, tambah Alira yg membuat Aleta langsung terkejut dan merasa terharu sampai matanya berkaca kaca.. "kamu ngga usah merasa sedih karna mulai sekarang, tante dan om akan menjadi orang tua kamu, dan kami semua adalah keluarga kamu, hari ini om akan mendaftarkan nama kamu di kampus sebagai mahasiswi pindahan, kamu akan kuliah sama Melda sama sama semester 4.. kata Alira lagi.. "makasih banyak tante, kata Aleta dengan mata yg berkaca kaca dan langsung di sambut pelukan hangat Alira.. "ayo kita sarapan sayang.. ajak Fahri yg sudah duduk menghadap meja makan.. kemudian mereka sarapan bersama, Aleta yg sudah duduk di meja makan bukannya sarapan malah melamun karna dia merasa sedikit bingung dan bertanya tanya dalam hati karna dia tidak melihat keberadaan Faris sejak dia bangun tadi.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586962727070.jpg-original600webp?sign=0a7128e90abc2397a245888fa01b732a&t=5eaa1500) "kak, ko ngga makan,,? tanya Almira yg membuat Aleta langsung kaget dari lamunannya.. "ayo sarapan sayang, kamu ngga usah terlalu banyak fikiran.. kata Alira.. "iya tan.. jawab Aleta dan segera menyantap sarapannya.. selesai sarapan, Fahri langsung bergegas mengantarkan Almira ke sekolahnya baru setelah itu ke kantor, sedangkan Melda dia sudah pulang ke rumahnya untuk bersiap siap ke kampus.. setelah mereka semua pergi, Alira dan Aleta langsung naik ke kamar masing masing untuk bersiap siap, karna mereka akan berangkan ke mol membelikan semua perlengkapan Aleta.. Aleta yg sudah berada di lantai dua melangkah mendekati pintu kamar Faris yg berada di sebelah kamarnya karna dia merasa penasaran, tapi setelah dia berada di dekat pintu kamar Faris, tiba tiba langkah kakinya tertahan karna dia kembali teringat dengan kelakuan Faris yg membuatnya kembali merasa murka, akhirnya dia langsung berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.. setelah selesai bersiap siap Alira dan Aleta langsung bergegas pergi, mereka pergi di antar oleh supir pribadi Alira, sampainya di mol Alira langsung memilih semua keperluan Aleta, sedangkan Aleta hanya mengikuti Alira dan mencoba semua pakaian yg di pilih Alira, dan di saat Aleta mencoba baju terakhir Alira langsung melarangnya untuk melepaskannya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586962727067.jpg-original600webp?sign=d0d3d50acfeb69d1e99500e7102ee31a&t=5eaa1500) "ngga usah di lepas sayang, kamu pakai itu saja,,! soalnya kita mau ke kantor om Fahri.. kata Alira dan hanya di anggukin oleh Aleta.. selesai membelikan semuanya Alira dan Aleta langsung bergegas ke kantornya Fahri untuk membawakan makanan buat Faris yg sempat Alira bawah tadi dari rumah, karna Faris tidak terlalu suka dengan makanan di luar, dia akan memakan makanan di luar rumah kalau memang dalam keadaan yg terdesak.. sebenarnya Aleta tidak ingin pergi tapi dia tidak bisa untuk menolaknya, setelah sampai di kantor Alira dan Aleta langsung melangkah menuju ruangan Faris yg berada tidak jauh dari ruangan Fahri.. Alira memilih untuk naik ke ruangan Faris dan Fahri melalui tangga, karna dia sengaja ingin membuat para kariawan wanita yg ada di kantor itu melihat Aleta dengan penampilan yg begitu cantik dan seksi.. Aleta dengan tenangnya melangkah mengikuti Alira dari belakang, Aleta memang sudah terbiasa dengan pakaian seksi di Amerika negara yg sangat bebas itu, jadi dia biasa biasa saja di saat semua mata para pegawai di kantor itu menyorotinya.. Chapter 126 Bab 126. kecantikan Aleta yg membuat semua mata tertuju padanya.. semua pegawai di kantor itu menatap Aleta dengan ekspresi bermacam macam, ada yg menatap dengan tatapan mengagumi dan ada juga yg menatap dengan tatapan sinis.. tapi Aleta yg memang sifatnya tidak terlalu pusing, melangkah mengikuti Alira tanpa memperdulikan tatapan dari pegawai pegawai yg sedang menatapnya.. sampainya di depan ruangan Faris, Alira langsung mengetuk pintu, dan setelah Faris bersuara mereka langsung masuk, Alira masuk duluan sambil tersenyum kepada putranya yg juga sedang menatapnya dengan senyum di wajah tampannya itu.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587027019808.jpg-original600webp?sign=2357b880081ec4e3191eccd1ed7c1a5d&t=5eaa1500) tapi tiba tiba senyuman Faris jadi memudar di saat melihat Aleta muncul di belakang mamanya dengan penampilan yg begitu cantik dan seksi, dengan segera dia langsung membuang mukanya dari Aleta menuju leptop yg ada di depannya.. Faris kembali fokus dengan pekerjaannya, dan Aleta yg di cuekin menatap Faris dengan tatapan yg tidak bisa di artikan, dalam hatinya dia sedikit kesal dengan sikap Faris yg cuek dan tidak perduli padanya setelah mereka tiba di Indonesia.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587027019584.jpg-original600webp?sign=48f46aed83ab64c1e05dd715810140fc&t=5eaa1500) dan Alira yg melihat itu jadi bingung, dia juga merasa kesal dengan sikap anaknya yg kelewatan cuek sama Aleta, karna sejak tiba dari Amerika Alira tidak melihat sikap ramah Faris terhadap Aleta sama skali.. "hmmm, kenapa anak sama bapak sama sama beku,,? ini anak apa es balok sih,,? gerutu Alira dalam hatinya.. karna melihat tingkah Aleta dan Faris yg sama sama cuek membuat Alira berfikir untuk pergi meninggalkan mereka berdua.. "Ris, ini mama bawain kamu makanan,,! dan ini yg masak Aleta looh,,! kata Alira yg tidak di respon sama Faris.. "sayang,, kamu tunggu di sini dulu ya,,! tante mau ke ruangan om sebentar.. kata Alira kepada Aleta.. "iya tan,, jawab Aleta sambil tersenyum.. sebenarnya Aleta ingin ikut bersama Alira, dia tidak ingin tinggal di ruangan Faris, tapi dia juga tidak bisa untuk mengutarakan keinginannya, akhirnya dengan terpaksa Aleta menunggu di ruangan Faris.. setelah Alira pergi, Aleta melangkah dan duduk di kursi yg berada tidak jauh dari meja kerja Faris, dia memilih untuk memainkan ponselnya dan sesekali dia melirik Faris yg sedang sibuk dengan leptopnya itu.. sedangkan Faris, dia tidak melirik Aleta sama skali, dia hanya fokus dengan pekerjaannya, tapi tiba tiba ada yg mengetuk pintu, tanpa menatap ke arah pintu Faris mempersilahkan orang yg mengetuk itu untuk masuk.. dan tidak berapa lama munculah seorang laki laki seumuran Faris, laki laki itu melangkah masuk menuju meja kerja Faris tapi tatapannya hanya kepada Aleta yg terlihat sangat cantik dan begitu seksi, dan Aleta yg menyadari itu tidak memperdulikan tatapan laki laki itu sama skali.. "hay bro,, sapa laki laki itu kepada Faris tapi matanya masih tetap menatap dada Aleta yg sedikit terbuka.. "hay Bram,, jawab Faris sambil mengangkat mukanya menatap Bram teman sekolahnya sampai kuliah.. Faris dan Bram memang sudah ada janji untuk makan siang bersama, Bram kerja di salah satu perusahan cabang milik papa Fahri, dia sengaja datang menemui Faris dan ingin mentraktir Faris untuk makan siang karna dia baru mendapat pacar baru.. Bram adalah salah satu sahabat baik Faris yg sangat hobi berganti ganti pasangan, dia tidak bisa bertahan lama dalam menjalin kasih dengan satu wanita, dan dia juga tidak bisa tahan kalau melihat gadis cantik dan seksi seperti Aleta.. di saat Faris mengangkat mukanya menatap Bram, tiba tiba darahnya langsung mendidih di saat dia melihat tatapan Bram yg mengarah ke dada Aleta yg sedikit terbuka itu,, dengan segera Faris langsung membuka suaranya yg bernada sedikit aneh.. "aku di sini bro, kata Faris yg membuat Bram langsung kaget.. sedangkan Aleta dia tetap santai sambil terus memainkan ponsel di tangannya, melihat Aleta yg begitu santai membuat Faris makin kesal dan geram, tanpa bersuara Faris langsung membuka jaket yg dia pakai kemudian dia langsung melemparnya kepada Aleta sambil menatap Aleta dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. Aleta yg mengerti maksud Faris segerah meraih jaket yg di lempar Faris dan menutupinya untuk dadanya yg terbuka, dan Baram yg melihat itu langsung salah tingkah karna dia berfikir kalau wanita seksi itu adalah wanitanya Faris sampai Faris begitu perhatian terhadapnya.. "kita jadi makan di luar kan,,? tanya Bram setelah Faris kembali duduk di kursinya setelah tadi berdiri dan membuka jaketnya.. "malam saja baru kita keluar, soalnya aku lagi sibuk dan itu aku sudah di bawakan makan siang.. kata Faris sambil menunjuk ke arah rantang makanan yg ada di depan Aleta.. "siapa dia,,? pacar kamu,,? cantik bangat bro, selain cantik dia juga seksi dan sangat menarik.. bisik Bram tapi tidak di jawab sama Faris.. "sudah kamu pergi saja,,! nanti malam baru kita ketemu.. kata Faris.. "ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya,,? malam kita ketemu.. jawab Bram dan hanya di anggukin Faris yg sudah kembali fokus dengan leptopnya.. setelah Bram pergi Faris langsung berdiri dan melangkah menghampiri Aleta dengan tatapan membunuh, sampainya di depan Aleta Faris langsung berkata.. "ngga ada baju lain selain baju ini,,? atau kamu memang sengaja ingin merayu setiap laki laki yg menatapmu,,? tanya Faris dengan santainya tapi menusuk di hati Aleta.. "apa maksud kamu,,? tanya Aleta sedikit kesal.. "semustinya aku yg tanya apa maksud kamu mengenakan pakaian seperti ini di sini,,? ini kantor bukan bar.. kata Faris yg membuat mata Aleta langsung berkaca kaca.. Aleta merasa di rendahkan oleh kata kata Faris barusan, tanpa berkata kata Aleta langsung berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati pintu hendak keluar dari pintu tapi dengan segera di cegah oleh Faris.. "kamu mau kemana,, beginilah kebiasaan kamu di saat sedang tersudut.. kata Faris sambil mencengkram lengan Aleta.. "aku ingin pergi karna aku tidak sudi melihat tampang laki laki brengsek sepertimu.. ketus Aleta dengan berlinang air mata.. karna melihat Aleta menangis, Faris langsung merasa hawatir, karna dia tau kalau mamanya melihat Aleta menangis seperti ini dia akan di marahi habis habisan.. akhirnya Faris berfikir untuk membawa Aleta pergi dari situ, tanpa menunggu lama Faris langsung menarik tangan Aleta ke meja kerjanya, kemudian dia mengambil tisu yg ada di atas meja kerjanya dan memberikannya kepada Aleta sambil berkata.. "hapus air matamu.. kata Faris sambil menyodorkan tisu di tangannya kepada Aleta.. "ngga,,! jawab Aleta sambil membuang muka dari Faris.. karna Aleta tidak mau mengambil tisu itu, membuat Faris langsung melakukannya dengan paksa karna Aleta berusaha untuk melawan, dia menghapus air mata Aleta di wajahnya sampai bersih walaupun Aleta berusaha untuk menolaknya.. Chapter 127 Bab 127. liburan bersama.. selesai menghapus air mata Aleta, Faris dengan segera langsung melangkah sambil menarik tangan Aleta pergi dari ruangannya, Aleta yg sudah trauma dengan kelakuan Faris berusaha untuk melawan dan melepaskan tangan Faris yg sedang menggenggam erat tangannya.. "lepaskan akuuu,,! aku tidak mau pergi bersamamuuu.. teriak Aleta.. sedangkan Faris dia tetap melangkah sambil mencengkram erat pergelangan tangan Aleta dan menariknya keluar dari ruangan itu, dia tidak memperdulikan teriakan dan penolakan Aleta sama skali.. sampainya di luar ruangan semua para pegawai yg ada menatap mereka dengan tatapan bingung, karna selama ini mereka tidak pernah sekalipun melihat Faris dekat dengan wanita.. dan karna melihat semua orang menatap mereka membuat Aleta yg tadinya melawan jadi menurut, sambil menundukan wajahnya Aleta melangkah mengikuti Faris yg masih tetap memegang pergelangan tangannya.. Faris membawa Aleta masuk ke dalam lift, dan setelah berada di dalam lift, Aleta langsung mengebaskan tangan Faris sampai terlepas dari pergelangan tangannya, mereka berdiri bersebelahan tanpa ada yg bersuara.. di dalam lift Aleta memilih untuk tidak bersuara karna dia berfikir kalau Faris akan membawanya pulang ke rumah, begitupun dengan Faris, dia memilih untuk tidak bersuara karna dia tidak ingin bertengkar dengan Aleta yg menurutnya sangat keras kepala itu.. kemudian setelah pintu lift terbuka, Faris kembali meraih pergelangan tangan Aleta, tapi Aleta dengan segera mengebas tangan Faris sambil berkata.. "lepaskan aku,,! aku bisa jalan sendiri tanpa di tarik tarik.. ketus Aleta tanpa menatap Faris yg sedang menatapnya dengan tatapan dinginnya.. mereka melangkah menuju parkiran mobil dan langsung masuk ke dalam mobil Faris, dan tidak pakai lama Faris pun segera melajukan mobilnya menuju jalan raya.. dalam perjalanan tidak ada yg bersuara, Aleta memilih untuk menatap ke luar melewati kaca mobil, sedangkan Faris fokus untuk menyetir sambil sesekali melirik Aleta dari kaca spion mobil yg berada tepat di hadapannya, dan tidak sengaja Faris melihat pakaian Aleta yg terbuka di bagian dada dan perutnya, dan hal itu membuat Faris akhirnya bersuara.. "lain kali kamu ngga boleh pakai pakaian seperti ini kalau ke kantorku.. kata Faris sambil terus fokus menyetir.. "memangnya ada urusan apa sama kamu,,? tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.. "karna kantor aku itu bukan tempat pelacuran seperti tempat yg kamu tempati selama beberapa minggu di Amerika.. jawab Faris yg membuat Aleta tambah kesal.. "jadi kamu berfikir wanita yg berpakain seksi itu ,,? tu banyak pegawai kamu yg pakai pakaian seksi, kenapa kamu ngga protes,,? tanya Aleta kesal.. "karna aku ngga ada hubungannya sama mereka.. jawab Faris.. "aku juga ngga punya hubungan apa apa sama kamu.. ketus Aleta.. "kita memang ngga punya hubungan, tapi kita sudah pernah berhubungan,,! jawab Faris tenang sambil terus menyetir.. jawaban Faris itu membuat Aleta langsung diam, Aleta tidak bisa untuk membantah apa yg di katakan Faris, karna itu memang yg sudah terjadi di antara mereka berdua.. hampir setengah jam menyetir, tiba tiba Faris masuk ke parkiran apartemen dan memarkirkan mobilnya di sana yg membuat Aleta lngsung kaget dan merasa bingung, karna Faris tidak membawanya pulang ke rumah malah membawanya ke tempat yg sangat asing baginya.. tiba tiba perasaan takut muncul di dalam benak Aleta, dia takut kalau Faris akan melakukan perbuatan bejatnya itu lagi, denga tergesa gesa Aleta menatap ke sekelilingnya sambil berkata.. "kamu mau bawa aku kemana,,? tanya Aleta panik sambil menatap Faris yg sudah bersiap siap untuk keluar dari dalam mobil.. "apa kamu ngga lihat,,,? kita akan masuk ke dalam sana.. jawab Faris tanpa menatap Aleta.. "aku ngga mau masuk ke dalam,,! ketus Aleta sambil membuang mukanya dari Faris.. "kamu ngga usah berfikir macam macam, aku membawamu ke apartemen aku karna aku ada acara dengan teman teman aku, dan aku ingin kamu menemaniku.. kata Faris sambil membuka pintu mobil dan keluar.. dengan ragu ragu Aleta pun ikut membukakan pintu mobil dan keluar, dia melangkah mengikuti Faris sambil berfikir.. "mengapa dia ingin aku menemaninya,,? dan apakah benar kata katanya barusan,,? atau dia hanya membohongiku.. gumam Aleta dalam hatinya.. di saat Aleta sedang berfikir sambil melangkah mengikuti Faris dari belakang, tiba tiba ponsel Faris berdering dan ternyata itu panggilan telfon dari mamanya.. ("halo Ris,, kamu di mana,,? dan Aleta di mana,,? suara mama Alira.. ("dia sama aku ma, kita lagi di apartemen aku, aku lagi ada acara sama teman teman, jadi aku memintanya untuk menemaniku.. jawab Faris.. ("acara apa nak,,? dan acaranya di mana,,? tanya mama Alira.. ("aku sama teman teman aku mau ke Bali, sekalian aku ada sedikit urusan kerjaan di sana ma, dan kita mau menginap di sana.. jawab Faris yg membuat Aleta langsung kaget.. "apa,,? mau ke Bali,,? gumam Aleta dalam hati sambil menatap Faris dari arah belakang dengan tampang bingungnya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1587317262220.jpg-original600webp?sign=1ee1a55ff7fee33101a995dc4229f05a&t=5eb34f80) ("Ris, kamu harus jaga Aleta baik baik ya,,! ingat pengorbanan mbah mu,,! kata mama Alira.. ("iya ma, ya sudah ya ma,, kata Faris dan langsung mengakhiri sambungan telfon dengan mamanya.. selesai berbicara Faris sudah berdiri tepat di depan pintu sebuah apartemaen yg sangat mewah, dan setelah memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dia langsung membuka pintu apartemen itu dan langsung masuk tanpa menoleh Aleta yg masih berdiri di depan pintu.. "kamu ngga mau masuk,,? aku mau tutup pintunya, kata Faris sambil memegang pegangan pintu.. "aku ngga mau ke Bali sama kamu dan teman teman kamu.. kata Aleta.. "mau ngga mau kamu harus mau, karna itu akan terhitung sebagai pelunasan separuh hutang kamu sama aku.. kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.. Faris berkata seperti itu karna dia tau, hanya dengan cara itu Aleta mau menemaninya, semua teman teman Faris yg akan pergi ke Bali membawa pasangan masing masing, dan mereka juga meminta Faris membawa pasangannya, karna Faris tidak punya pasangan akhirnya dengan terpaksa dia memutuskan untuk mengajak Aleta.. sebenarnya mereka janjian hanya ingin makan malam di traktir Bram sahabat Faris yg baru mendapat pacar baru, tapi karna ada kerjaan Faris di Bali, jadi mereka memilih untuk pergi bersama sama ke Bali sekalian berlibur.. Chapter 128 Bab128. Faris orang yg sangat ramah.. akhirnya dengan terpaksa Aleta pun menurut, dia bukan tidak mau untuk melawan tapi dia ingin secepatnya melunasi hutangnya kepada Faris biar Faris tidak seenaknya terhadap dirinya.. Aleta masuk ke dalam apartemen Faris yg sangat mewah itu dan Faris pun langsung menutup pintu apartemennya yg membuat Aleta seketika langsung ketakutan.. "apa yg mau kamu lakukan,,? tanya Aleta dengan tampang ketakutan.. "ya apa yg kamu lihat.. jawab Faris santai yg membuat Aleta tambah takut dan bingung.. "jangan kamu macam macam, kalau ngga aku akan teriak.. ancam Aleta sambil menatap Faris tajam.. "kalau aku mau melakukannya, aku ngga perduli biarpun kamu teriak, tapi tenang saja, aku masih banyak urusan yg lebih penting.. jawab Faris santai sambil melangkah menuju kamar tidurnya meninggalkan Aleta di ruang nonton.. Faris memilih untuk membersihkan badannya karna dia harus membawa Aleta keluar sebentar sebelum teman temannya datang, selesai mandi Faris keluar dari dalam kamarnya dan melihat Aleta sedang duduk termenung di atas sofa.. "sana mandi,, karna kita akan keluar sebentar,,! kata Faris sambil menatap Aleta.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471551148.jpg-original600webp?sign=8fce660ba300a4f55798f9e6e408d770&t=5eb34f80) "keluar kemana lagi,,? tanya Aleta sambil menatap Faris yg sangat tapan dengan wajah juga rambut yg basah.. "kita harus membelikan perlengkapan untuk kamu,,! jawab Faris.. "ngga perlu, aku bisa ke rumahmu mengambil pakaianku dan keperluanku yg lain, aku ngga mau berhutang lebih banyak lagi padamu.. jawab Aleta sambil membuang mukanya.. "tapi kita ngga bisa ke rumah lagi, dan ini bonus buat kamu yg mau temanin aku ke Bali, jadi ngga terhitung hutang, kalau kamu ngga mau, berarti aku akan bungakan hutangmu.. kata Faris yg membuat Aleta langsung menyerah.. tanpa menjawab apa apa Aleta langsung melangkah masuk ke dalam kamar dengan wajah yg sangat datar karna kesal terhadap Faris yg suka seenaknya dan selalu mengancamnya dengan hutang.. sedangkan Faris dia tersenyum sinis sambil menatap pintu kamar yg sudah terkunci, Faris tidak ingin kembali ke rumahnya untuk mengambil perlengkapan mereka karna dia tidak mau mamanya melihat wajah sembab Aleta karna menangis tadi, akhirnya dia memilih untuk membelinya di mol terdekat.. setelah Aleta selesai mandi, dia keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan baju mandi Faris yg tergantung di dalam kamar mandi, dia melangkah dan langsung duduk di tepi ranjang.. dan tidak berapa lama dia mendengar suara Faris di depan pintu yg sedang memanggilnya sambil mengetuk pintu.. "Aleta,, apa kamu sudah selesai mandi,,? suara Faris di depan pintu.. dengan wajah sebelnya Aleta berdiri dan membukakan pintu kepada Faris, setelah itu dia berbalik kemudian melangkah ke arah tempat tidur dan kembali duduk di sana.. "kenapa kamu memakai baju itu,,? tanya Faris bingung sambil menatap Aleta yg sudah membelakinya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471432358.jpg-original600webp?sign=324e7b78aa5a1decb7052a4be46bb502&t=5eb34f80) "trus aku mau pakai baju apa,,? tanya Aleta sambil menatap Faris yg sudah rapi dengan tatapan sinisnya.. "di dalam lemari ada beberapa pakaian mama, kamu bisa memakainya.. kata Faris dan kembali keluar meninggalkan Aleta di dalam kamar.. setelah Faris keluar, Aleta dengan segera melangkah menuju lemari dan mengambil pakaian mamanya Faris kemudian memakainnya, karna bentuk tubuh Aleta sama persis dengan mama Alira, membuat Aleta sangat cocok dan cantik dengan pakaian yg dia kenakan.. dan setelah sudah rapi Aleta langsung keluar menyusul Faris yg sedang menunggunya di ruang nonton, dia menatap Faris dari depan pintu tanpa berkata apa apa. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471551319.jpg-original600webp?sign=91d5640d8398be17c1587622731ab3f2&t=5eb34f80) karna merasa sudah agak lama, akhirnya Faris memilih untuk menyusul Aleta, tapi tiba tiba dia langsung kaget di saat melihat Aleta berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan penampilan yg sangat cantik.. "ayo kita pergi,,! kata Faris sedikit salah tingkah sambil berdiri dari duduknya dan segera melangkah pergi.. tanpa menjawab apa apa, Aleta pun langsung mengikuti Faris yg sudah melangkah menghampiri pintu, mereka pergi ke sebuah mol besar milik papa Fahri yg letaknya tidak jauh dari apartemennya Faris.. sampainya di mol besar itu, Aleta langsung kaget sampai mulutnya terbuka lebar di saat melihat gambar papa Faris yg besar terpampang di depan pintu masuk mol itu, dia tidak menyangka kalau mol sebesar itu milik keluarga Faris.. setelah mereka masuk ke dalam mol itu, mereka di sambut dengan penuh hormat dan semua para kariawan menatap mereka dengan tatapan kaget, karna setau mereka Faris putra dari pemilik mol itu tidak pernah terlihat berjalan bersama wanita seperti itu.. penyambutan dan tatapan para kariawan di mol itu membuat Aleta jadi salah tingkah, sedangkan Faris dia bersikap santai dan biasa biasa saja, tapi Faris orangnya sangat ramah, dia tidak bersikap seperti seorang bos di depan kariawannya, malah dia melarang kariawannya untuk menyambut mereka seperti itu.. "bos mudah mau cari apa,,? biar saya bantu.. kata seorang kariawan wanita.. "jangan panggil aku bos muda, itu terlalu berlebihan, temani dia untuk mencari pakaian, tas, sepatu, sendal dan yg lainnya yg dia inginkan, kata Faris kepada kariawannya itu.. "baik pak, jawab wanita mudah itu.. setelah Aleta pergi bersama wanita itu, Faris pun langsung bergegas mencari beberapa keperluannya tanpa ada yg menemaninya karna dia tidak mau di temani.. Aleta tidak memilih apa apa, semua dia serahkan kepada kariawan yg menemaninya itu, dan dia hanya mencoba beberapa pakaian yg di berikan wanita itu, dan semua yg di pilih wanita itu di sukai Aleta karna semuanya sesuai dengan selera Aleta.. selesai memilih perlengkapannya, Aleta yg dari tadi fokus dengan ponsel di tangannya langsung kaget di saat melihat perlengkapan yg menumpuk sebanyak itu, dia tidak mau mengambil semuanya, karna menurut dia itu terlalu banyak, tapi wanita itu tidak ingin mengembalikannya, dia ingin bertanya kepada Faris terlebih dulu.. karna kariawan itu bersikeras membuat Aleta terpaksa hanya mengikutinya, mereka berjalan menghampiri Faris yg sedang duduk menunggunya di ruang tunggu khusus, dan sampianya di depan Faris, kariawan itu segera menunjukan semua yg dia pilih untuk Aleta kepada Faris, dan tanpa melihatnya Faris langsung menyuruhnya untuk membungkus semuanya.. Aleya yg masih fokus dengan ponselnya langsung kaget di saat mendengar perkataan Faris yg menyuruh wanita itu untuk membungkus semuanya, Aleta tidak mau membeli perlengkapan sampai sebanyak itu, apalagi mereka ke Bali hanya sekitar 2 atau 3 hari di sana.. "itu terlalu banyak, aku ngga mau sebanyak itu,,! lagian kita di Bali hanya 3 hari kan,,? kata Aleta sambil menatap Faris.. "sudah, lagian bukan kamu yg bayar kan,,? tanya Faris yg membuat Aleta langsung diam karna tidak bisa untuk menjawab apa apa.. akhirnya kariawan itu dengan segera langsung membungkus semuanya dan Faris segera membayarnya, sedangkan Aleta yg berdiri di belakang Faris hanya terdiam sambil menatap Faris dari arah belakang.. Chapter 129 Bab 129. para pembaca setiaku, aku ingin memberitau. kalau novelku ini terpaksa aku bikin tamat karna sekarang mangatoon sudah ada peraturan baru yg tidak bisa aku penuhi dengan novelku ini. sekarang novel kita harus di kontrak, biar views dan rengking kita naik, sedangkan novelku ini tidak di kontrak karna terlalu banyak kesalahannya dari bab awal sampai bab akhir, mau aku perbaiki sebenarnya, tapi kalau aku perbaiki, berarti aku udah ngga bisa up bab selanjutnya, karna tidak gampang memperbaiki novel sampai bab sebanyak ini, jadi aku memilih untuk di buat tamat. dan aku sudah buat kelanjutannya di novel baruku yg judulnya: CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2. sudah aku up dan sudah bisa di baca. ketik saja judulnya atau lihat saja di frofilku. makasih atas dukungannya. tanpa dukungan kalian novelku bukan apa apa. ayo buruan cari novelku yg baru. judulnya: CINTA DI DALAM PERJODIHAN 2. ceritanya sambungan dari novel ini. aku harap kalian semua bisa mengikuti novel baruku itu, karna aku sangat membutuhkan like, komen dan vote kalian, bukan kalian saja yg kecewa dengan tamatnya novel ini, aku juga kecewa tapi aku tidak ada jalan lain selain di buat tamat dan di lanjutkan di novel baruku. aku tau kalian selalu menunggu kelanjutannya setiap hari, karna itu aku tidak belum siap untuk memperbaiki novelku ini, karna aku ngga mau buat kalian menunggu. kalau kalian ingin mengetahui cerita selanjutnya, cari saja novel baruku. sudah aku up dan sudah bisa di baca. aku memilih jalan ini biar kalian tidak kecewa karna tidak tuntas ceritanya, pasti kalian semua bingung dan tidak terima kalau ceritanya berhenti di tengaj jalan, jadi kalau mau tau tentang kusah Aleta dan Faris selanjutnya. cari saja novelku yg judulnya: CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2. aku menunggu kehaduran kalian di novelku baruku itu, jangan pergi dariku karna aku sangat membutuhkan dukungan kalian semua. di novel yg baru itu aku akan berusaha untuk up setiap harinya. kemarin kemarin aku terlambat up karna aku lagi bingung memikirkan jalan yg harus aku ambil untuk kepuasan kita bersama, aku ngga mau membuat kalian menunggu da kecewa jadi aku harus mengambil jalan ini. pokoknya novel baruku itu lanjutan dari cerita novelku ini, jadi kalau kalian ingin mengetahui lanjutannya sekali lagi cari di profilku atau ketik saja judulnya. tolong dukung aku biar aku tambah semangat dalam berkarya, aku ingin berusaha membuat nivel baruku ini dapat kontrak. jadi aku sangat butuh dukungan dari kalian semua teman teman. jujur saja, kemarin kemarin aku sangat bingung sampai mau melihat kimen kalian saja aku ngga sanggup, karna aku tau kalian pasti kecewa karna yg di tunggu ngga muncul muncul sebenarnya selama beberapa hari ini aku ngga up karna aku sedang memperbaiki novelku ini buar dapat kontrak, tapi setelah aku fikir fikir, kalau aku perbaiki semuanya berarti aku sudah tidak punya waktu untuk melanjutkan ceritanya. jadi dengan sangat terpaksa aku memutuskan untuk di buat tamat biar kalian tidak kecewa karna menunggu lama. aku di sini aku sebagai author hanya ingin memberitahukan kalau novelku ini sudah tamat, dan lanjutannya sudah bisa di baca di novelku yg baru yg judulnya: CINTA DI DALAM PERJIDIHAN 2. Chapter 111 Bab 112. Faris laki laki yg sangat tampan... sepuluh tahun berlalu,, Faris sudah berusia 23 tahun dan dia sekarang sudah bekerja di perusahan papanya,, dan jabatannya sebagai wakil direktur di perusahan besar dan ternama itu,, Faris bekerja sambil melanjutkan S2 yg tinggal satu tahun lagi akan selesai... Fahri dan Alira sangat bahagia mempunyai Faris dan juga adik perempuannya yg Alira lahirkan hampir 10 tahun lalu yg bernama Almira permana,, yg sekarang sudah berumur hampir 10 tahun dan dia sudah duduk di bangku sekolah SD kelas 4... Almira sangat cantik seperti mamanya,, di usianya yg masih kecil itu dia sudah sangat centil dan genit seperti Alira,, setiap harinya kalau sudah pulang dari sekolah atau hari libur dia selalu pergi ke rumah Melda kakak sepupunya itu untuk ajak main,, karna mereka mempunyai sifat yg sama,, sama sama centil, genit dan tidak bisah diam dan itu yg membuat Faris selalu resah berada di dekat mereka... Melda sekarang sudah berada di bangku kuliah semester 4,, tapi badannya yg mungil dan sifatnya yg kekanak kanakan membuat dia terlihat selalu seperti anak anak... Melda tidak terlalu cantik dan kulitnya juga tidak terlalu putih,, tapi dia adalah anak yg manis dan sangat ceria,, dia dan juga Almira selalu membawa keceriaan di dalam keluarga mereka karna sifat mereka berdua sama sama centil, genit dan tidak bisa untuk diam... "MELDA" ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1584808924093.jpg-original600webp?sign=c0793f7b5fab8cccae6637499100d204&t=5ed83980) Faris sangat menyayangi Melda dan Almira,, walaupun dia tidak nyaman berada di samping mereka tapi dia selalu menemani dan membantu mereka mengerjakan tugas tugas mereka kalau mereka merasa tidak mampu melakukannya sendiri... setelah kepergian bi Ina Faris menjadi semakin pendiam dan dingin,, dia tidak suka banyak bicara kalau bukan masalah penting,, dia terlihat sangat coll dan wajahnya yg tampan membuat para wanita sangat tergila gila padanya,, apalagi di usianya yg masih mudah dia sudah memiliki segalanya... "FARIS PERMANA" ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586415097882.jpg-original600webp?sign=84b5a95eff97757dcfd5c1bcf5accd94&t=5ed83980) di usianya yg baru 23 tahun Faris sudah memiliki aset aset mahal seperti beberapa mobil mewah, motor, vila, apartemen dan usaha lainnya, dia juga memiliki saham besar di perusahan pusat yg di kelolah papanya,, karna sebagian dari saham di perusahan itu adalah milik papa Indra yg sudah di wariskan untuk Faris,, dan sisanya milik Fahri papanya yg kelak juga akan menjadi miliknya... tapi Faris tidak pernah bersikap sombong dengan apa yg dia miliki,, di balik sifatnya yg dingin, cuek dan pendiam,, dia adalah orang yg sangat dermawan dan baik kepada semua orang seperti Fahri papanya... tapi ada sifatnya yg sangat di takuti keluarganya,, karna setelah kejadian waktu itu membuat Faris menjadi predator yg sangat mengerikan di saat dia sedang marah,, dia tidak dapat mengotrol diri di saat sedang emosi, dan tidak ada orang yg bisa menenangkannya di saat dia melakukan hal yg mengerikan itu... setelah dia melenyapkan Bella dan Dedi,, tujuh tahun kemudian tepat dia berusia 20 tahun dan waktu itu dia baru duduk di bangku kulia semester 4,, dia kembali melenyapkan ke tiga orang jahat yg masuk ke dalam rumahnya dan ingin melenyapkan papa dan mamanya di dalam kamar... di malam itu mereka semua sudah terlelap,, dan tepat pukul 3:30 dini hari ada 3 orang yg masuk ke rumahnya lewat pintu belakang,, kedua setpam yg berjaga di depan tidak mengetahui apa apa karna mereka juga sudah terlelap.. ke tiga orang itu masuk dan melangkah menuju kamar Alira dan Fahri,, sepertinya mereka sudah punya tujuan menghabisi Fahri,, setelah sudah berada di dalam kamar,, dengan segera mereka melangkah mendekati tempat tidur tanpa mereka sadari ada yg mengikuti mereka dari belakang... dan di saat sudah berada di samping tempat tidur,, salah seorang dari mereka dengan segara langsung mengkokang pistol yg di bawanya tepat di depan wajah Fahri dan membuat Fahri juga Alira terkejut dari tidur mereka tapi tidak bisa untuk bersuara... Fahri dan Alira yg kaget hanya terdiam pasrah setelah menyadari ada yg mau melenyapkan mereka,, tapi belum sempat ke tiga orang itu bertindak,, Faris yg muncul dari balik horden langsung mencabik cabik mereka dengan pisau sangkur yg selalu dia simpan di kamarnya... Fahri dan Alira tambah kaget dengan melihat kesadisan putra mereka merobek tubuh ke tiga orang itu dengan sangkur di tangannya tanpa ampun,, dia mencakar sangkur di tubuh ketiga orang itu tanpa suara,, hanya suara teriakan teriakan kecil dari ke tiga orang itu yg terdengar di dalam kamar itu... setelah mereka sudah tewas,, Faris langsung melangkah mendekati orang tuanya sambil membersihkan lumuran darah di sangkurnya dengan tisu yg dia ambil di meja rias mamanya,, setelah berada di samping orang tuanya Faris langsung memeluk Fahri dan Alira yg masih bingung dan kaget itu sambil berkata... "papa dan mama ngga usah hawatir,,! ada aku yg akan selalu melindungi kalian.. kata Faris... "trima kasih nak,, tapi kenapa kamu kembali melakukan ini lagi,,? tanya Alira sambil menangis ketakutan... "iya nak,,,? mengapa kamu kembali melakukannya,,,? tanya Fahri... "karna kalau aku tidak melakukannya berarti aku harus siap untuk kehilangan kalian berdua.. jawab Faris... "dan aku sudah pernah bilang pa,, kalau tanganku ini akan jadi samurai untuk melindungi orang orang yg aku sayangi,, dan samurai akan selalu berlumuran darah orang orang jahat yg mau menyakiti kalian semua.. kata Faris dan membuat Alira dan Fahri langsung memeluknya... kemudian Fahri segera menelfon anak buahnya untuk segera membereskan mayat ketiga orang itu dan langsung menghilangkan jejak mereka biar tidak tercium oleh polisi,, karna Fahri tau ini pasti orang suruhan yg di suruh untuk melenyapkannya tapi dia belum tau siapa orang itu,, karna Fahri merasa tidak pernah ada musuh sama skali... setelah kejadian itu,, dua tahun kemudian Faris kembali melakukan hal yg sama kepada seseorang yg selalu meneror rumah oma dan opanya yg tidak lain adalah saingan bisnis papa Indra juga Fahri,, dan orang itu juga yg mengirim tiga orang untuk mencelakakan Fahri waktu itu,, tapi mereka juga sudah di lenyapkan oleh Faris dengan begitu sadis dan mengerikan... setelah mendengar semua dari omanya,, membuat Faris langsung bertindak,, dia menyelidiki orang itu hanya dalam waktu setengah hari,, kemudian dia kembali melenyapkan nyawa orang itu dengan cara yg sama dan langsung menghilangkan jejaknya,, dan perbuatannya waktu itu tidak ada satu orang pun yg melihatnya... Chapter 114 Bab 115. pertemuan yg tidak terduga... Faris berangkat ke Amerika sendirian tanpa ada yg menemaninya,, dia ke Amerika dalam perjalanan bisnis menggantikan papanya,, dan selain perjalanan bisnis dia juga berniat mencari wanita asing yg sudah dia nodai 3 tahun yg lalu itu di sana... Fahri dan Alira sebagai orang tua tidak merasa hawatir sama sekali membiarkan anak mereka ke negara sebesar itu tanpa ada yg menemaninya,, karna mereka sudah sangat mengenal putra mereka itu dan mereka sangat percaya kalau putra mereka itu bisa menjaga dirinya sendiri... sampainya di Amerika Faris sudah di jemput oleh orang suruhan papanya,, setelah itu Faris langsung di antar ke hotel yg sama waktu kejadian itu,, karna sebelum sampai di sana,, asisten papanya sudah mengurus semuanya sesuai keinginannya... Faris menginap di hotel itu karna dia ingin mencari jejak wanita yg telah dia perkosa waktu itu,, setelah kejadian waktu itu Faris yg sudah kembali ke Indonesia menghubungi pihak hotel untuk meminta mereka mengirim rekaman cctv secara onlain... selain rekaman cctv Faris juga meminta identitas wanita itu tapi identitas wanita itu tidak di simpan oleh pihak hotel,, karna dia bukan kariawan di hotel itu,, dia hanya orang luar yg di tawarkan pihak hotel untuk membantu membersihkan kamar kamar hotel karna ada seorang kariawan hotel yg tidak masuk malam itu,, yg mereka tau namanya Intan dan umurnya 17 tahun... di saat itu dia sedang mencari pekerjaan karna dia sedang membutuhkan uang,, dan akhirnya dia di tawarkan untuk membantu semalam di situ karna ada banyak tamu yg menginap dan ada satu kariawan yg tidak masuk... Faris menginap di hotel yg sama tapi buka di kamar yg sama karna kamar itu sudah di pesan orang,, sampainya di dalam kamar Faris memilih untuk segera mandi,, selesai mandi dia langsung berpakaian santai dan dia memutuskan untuk tidur karna dia merasa kecapean,, apalagi segala urusan bisnisnya baru akan di mulai besok pegi... pukul 7 malam Faris baru bangun dan segera mandi,, selesai mandi dan berpakain Faris langsung bergegas pergi dengan mobil yg di sewanya selama di Amerika... Faris melajukan mobilnya ke salah satu restoran yg sederhana yg menyediakan banyak menu makanan Indonesia,, karna Faris sangat suka makanan nusantara,, sampainya di sana karna semua meja sudah penuh akhirnya dia melangkah ke sebuah meja yg hanya di duduki seorang laki laki seumuran dia... laki laki itu sedang duduk termenung sambil meminum segelas jus,, setelah berada di samping laki laki itu Faris langsung menyapanya dan membuat laki laki itu kaget dari lamunannya... "halooo,, apa aku bisa duduk di sini,,? tanya Faris menggunakan bahasa inggris.. "ooo iya iya silahkan tuan.. jawab laki laki itu.. sambil makan Faris mencoba untuk mengobrol dengan laki laki itu karna sejak tadi Faris melihat laki laki itu hanya melamun,, begitulah Faris di balik sifatnya yg dingin dan cuek dia sangat perhatian dengan orang orang yg berada di sekelilingnya... "kamu orang Amerika,,? tanya Faris memulai obrolan.. "bukan tuan,, aku orang Malaysia.. jawab laki laki itu dan membuat Faris langsung menghentikan makannya dan menatap laki laki di depannya itu sambil berkata.. "jangan panggil aku tuan,, namaku Faris dan aku dari Indonesia.. kata Faris sambil menjulurkan tangannya kepada laki laki itu.. "namaku Reza,, aku datang dari Malaysia untuk mencari sepupuku yg di jual di salah satu bar besar di sini oleh papaku sendiri.. kata laki laki itu setelah menjabat tangan Faris... "kenapa sampai bisa begitu,,? tanya Faris.. "waktu orang tuanya meninggal,, dia di rawat sama orang tuaku,, tapi setelah ibuku meninggal beberapa tahun yg lalu,, ayahku menikah lagi dan semua harta orang tua sepupuku itu di habiskan oleh ayah dan juga ibu tiriku yg licik itu... "karna semua harta sudah habis dan di lilit hutang akhirnya ibu tiriku menyuruh ayahku untuk mengirim sepupuku ke Amerika untuk bersekolah di sini sambil kerja.. "padahal sampai sini dia ngga sekolah malahan dia di jual oleh ibu tiriku ke seorang germo untuk di jadikan wanita penghibur.. "waktu itu aku sudah membantunya kabur selama beberapa tahun ini,, tapi sekarang dia sudah di tangkap oleh germo itu dua minggu yg lalu,, dan aku ngga tau bagaimana cara membantunya.. kata Reza panjang lebar.. "mengapa ayahmu tidak membantunya,,? tanya Faris.. "ayahku sudah tidak memperdulikan kita lagi,, dia hanya mengikuti kemauan istri barunya dan anak tirinya.. jawab Reza.. "kalu boleh tau siapa nama sepupumu itu,,? mungkin aku bisa nembantumu.. kata Faris.. "benar,,? trima kasih sebelumnya,, dia bernama Aleta.. jawab Reza bersemangat dan membuat Faris langsung kaget dan menatap Reza dengan tatapan yg tidak bisa di artikan... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586415626638.jpg-original600webp?sign=6b3a3c563c2d109e553b873473f84f99&t=5ed83980) "Aleta,,? apa papanya bernama Zidan orlando dan mamanya bernama Farah yg berasal dari Indonesia,,? tanya Faris sambil menatap tajam Reza.. "iya benar,, ko kamu bisa tau,,? tanya Reza bingung.. "dia orang yg aku cari,, ibu dari mamanya bekerja selama puluhan tahun di keluarga aku,, dan neneknya itu sangat berjasa sama keluarga aku,, tapi dia sudah meninggal setelah mendengar kabar kematian orang tua Aleta,, dan sebelum dia meninggal dia memberi pesan kepadaku untuk mencari cucunya itu.. jelas Faris panjang kali lebar... "berarti ini jalan yg Tuhan kasih buat Aleta,, ya sudah sekarang aku akan mengantarmu ke sana,, kesempatan dia belum bekerja.. "tadi dia menelfonku dengan ponsel temannya yg bekerja di situ juga,, katanya mereka belum membuatnya kerja selama dua minggu ini karna dia pura pura sakit,,tapi katanya mereka sudah mulai curiga kepadapnya,, dan malam ini mungkin dia akan di pekerjakan.. kata Reza.. "ya sudah,, kalau gitu kita cepat pergi ke sana sebelum semuanya terlambat.. kata Faris... setelah itu Faris dan Reza langsung melaju menuju bar besar dan terkenal yg di maksud Reza,, sampainya di sana,, Faris segera memarkirakan mobilnya dan mereka langsung turun dan masuk ke dalam bar itu.. semua wanita penghibur yg ada di situ menyapa Faris dengan suara manja mereka tapi Faris tidak memperdulikan mereka sama skali,, mereka terus melangkah sampai menuju meja kasir dan Faris langsung berbicara dengan wanita yg menjadi kasir... "aku mau bertemu dengan bos kalian.. kata Faris.. "memangnya ada perlu apa tuan,,? tanya wanita itu.. "aku ingin membeli seorang wanita di sini untuk menjadi istriku,, jawab Faris.. "kalau gitu tuan bisa tunggu di dalam bersama teman tuan biar aku menghubungi bos aku dulu.. kata wanita itu.. setelah itu Faris dan Reza langsung di antar oleh seorang laki laki masuk ke dalam sebuah ruangan khusus tamu penting.. Chapter 116 Bab 117. penolakan Aleta yg membuat Faris juga Reza jadi bingung... dalam perjalanan mereka tidak ada yg bersuara,, Reza memilih untuk memainkan ponselnya di samping Faris yg sedang fokus mengemudi,, sedangkan Aleta dia memilih untuk menatap ke arah luar melewati jendela mobil dengan tatapan yg kosong... Reza yg sedang asik mengotak ngatik ponselnya tiba tiba terkejut setelah membaca pesan yg masuk di ponselnya.. nak,, ini papa, papa skarang lagi sakit dan sudah tidak bisa berjalan lagi.. pesan dari papanya Reza.. papanya Reza yg tak lain adalah omnya Aleta terkena struk dan mengalami kelumpuhan di kakinya karna kaget melihat istri keduanya bersama laki laki lain di dalam kamar tidur mereka sedang bermesraan... perselingkuhan ibu tiri Reza itu sudah di ketahui oleh Reza dan Aleta sejak lama,, tapi setiap kali mereka memberitahukan kepada papanya Reza,, pasti dia lebih percaya sama mulut istrinya yg berbisa itu dari pada putra dan ponakannya sendiri... setelah mengetahui keadaan papanya,, Reza tidak memberitahukannya kepada Aleta dan dia langsung memutuskan untuk pulang ke malaysia dalam waktu beberapa hari kedepan dan meninggalkan Aleta di Amerika,, karna dia tidak ingin Aleta kembali masuk dalam jebakan ibu tirinya itu... Faris meminta Reza dan Aleta untuk ikut bersamanya ke hotel tempatnya menginap tapi di tolak segera oleh Aleta, dan penolakan Aleta yg terkesan sedikit tidak menghargai itu, membuat Faris juga Reza sangat bingung tapi tidak bisa berkata apa apa.. Aleta tidak ingin pergi bersama Reza karna dia sangat emosi melihat wajah Faris laki laki yg telah menghancurkan hidupnya dan membuatnya begitu menderita tiga tahun yg lalu itu,, apalagi Faris tidak mengingat dirinya dan perbuatan bejatnya membuat Aleta makin membenci dirinya... akhirnya Faris menelfon rekan bisnisnya untuk menyewa apartemennya untuk Aleta dan Reza selama sebulan saat itu juga.. Faris ingin mengantar mereka ke apartemen itu tapi lagi lagi di tolak oleh Aleta secara mentah mentah, dan itu membuat Faris dan Reza tambah bingung tapi tetap diam dan hanya menuruti kemauan Aleta untuk turun di pinggir jalan dan naik taksi menuju apartemen yg di sewa Faris itu... selain menyewa apartemen Faris juga memberikan sejumlah uang untuk Reza untuk kebutuhan mereka tanpa sepengetahuan Aleta, karna Faris yakin Aleta akan menolaknya kalau dia tau walaupun dia tidak tau apa yg membuat Aleta bisa sampai seperti itu terhadapnya.. setelah itu Faris langsung pulang ke hotel tempat dia menginap,, sedangkan Aleta dan Faris juga sudah pergi menggunakan taksi,, setelah sampai di apartemen bersama Reza sepupunya itu,, Aleta langsung masuk ke dalam kamar dan segera bergegas mandi,, selesai mandi dan berpakaian Aleta memilih untuk naik dan berbaring di atas tempat tidur... sejak kejadian tiga tahun yg lalu itu wajah Faris tidak pernah hilang dalam ingatan Aleta, apalagi Faris adalah laki laki pertama dalam hidupnya dan Faris juga adalah laki laki yg membuat dia merasakan sakit dan penderitaan yg teramat sangat... Aleta sangat kecewa dengan Faris yg tidak mengingatnya sama skali,, dan hal itu membuat Aleta sangat sakit hati dan sangat membeci Faris... pukul 2 dini hari Aleta belum juga bisa untuk tidur,, dia masih terus memikirkan nasib buruk yg datang silih berganti dalam hidupnya,, dia sangat merindukan orang tuanya yg telah pergi meninggalkannya seorang diri di dunia ini... ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586416363441.jpg-original600webp?sign=2e9ce7ee87ff260d46cd0f9d1bd0edb9&t=5ed83980) Aleta duduk melamun di atas tempat tidur sampai pukul 3 dini hari dan karna sudah merasa ngantuk akhirnya dia memilih untuk segera tidur, sebelum memejamkan matanya Aleta sempat berucap betapa dia sangat menyayangi dan merindukan orang tuanya.. "mama,, papa,, aku sangat menyayangi kalian,, aku merindukan kalian,, hanya kalian berdua yg tulus menyayangiku,, tanpa kalian hidupku hancur,,! Aleta berkata sambil berlinang air mata, karna dia merasa hidupnya hampa dan tidak berarti setelah kepergian kedua orang yg benar benar tulus menyayanginya dengan sepenuh hati... sedangkan Faris yg sudah terlelap sejak tadi tiba tiba bermimpi aneh,, dia mimpi sedang berduaan dan berlari lari sambil tertawa dengan seorang wanita di taman,, dan wanita itu adalah Aleta... karna bermimpi aneh membuat Faris terbangun dengan nafas yg tidak teratur sambil memegang dadanya,, dia tidak percaya dan begitu kaget dengan mimpi yg barusan dia alami... "apa apaan ini,,,? mengapa dia ada dalam mimpiku,,? perasaan aku tidak sama skali memikirkan dia.. kata Faris setelah sadar dengan apa yg dia mimpi... pukul 7:30 Faris yg sudah bersiap siap langsung bergegas pergi menuju sebuah perusahaan besar tempat pertemuannya denga rekan rekan bisnis papanya untuk membahas kerja sama mereka... sedangka Reza dia pun sudah bangun pagi pagi dan sudah pergi mengurus segala persiapannya untuk kembali ke malaysia beberapa hari lagi,, Reza memilih untuk menyembunyikan semuanya dari Aleta karna dia tidak ingin Aleta hawatir denga keadaan papanya,, dan dia juga tidak ingin Aleta kembali ke malaysia dan bertemu denga ibu tirinya yg serakah dan licik itu... dan pukul 9 tepat Aleta baru bangun kemudian langsung mandi,, selesai mandi dan berpakain santai Aleta memilih untuk turun ke dapur,, dia memanggil manggil Reza tapi tidak ada yg menjawabnya... dan setelah sampai di dapur dia langsung mendekati meja makan dan langsung tersenyum setelah melihat sarapan yg sudah siap di atas meja,, dia sangat bahagia dan bangga memiliki saudara laki laki seperti Reza yg begitu perhatian terhadapnya... selesai sarapan Aleta langsung menuju ruang nonton dan menyalakan tv untuk nonton,, tapi tiba tiba dia langsung merasa kesal dan kembali emosi setelah melihat semua siaran yg menayangkan acara pembahasan pelucuran produk produk dari perusaahan yg paling besar di Amerika itu.. Aleta sangat emosi dan kesal melihat acara itu karna ada Faris di acara itu, dan semua siaran menayangkannya,, karna merasa sangat kesal akhirnya Aleta memilih untuk mematikan tv dan kembali ke kamarnya.. Chapter 118 Bab 119. Aleta tunangan Faris.. mata Aleta berkaca kaca karna menahan emosi lantaran sakit hati mendengar perkataan Faris, tanpa menatap Faris dia langsung berbalik dan melangkah menuju lemari sambil berkata.. "pergi dari sini aku mau berpakaian,,! kata Aleta dengan suara bergetar karna menahan tangis dan sakit hatinya.. Faris yg sedang berdiri di depan pintu merasa sangat bingung melihat sikap Aleta terhadapnya, tanpa berkata apa apa dia langsung melangkah pergi dari pintu kamar itu, dan dengan segera Aleta yg sudah mengambil pakaian dari dalam lemari langsung melangkah kembali menuju pintu dan segera menutupnya tanpa di kunci.. setelah itu Aleta langsung memakai pakaiannya, selesai berpakaian Aleta memilih untuk duduk di tepi ranjang sambil memikirkan apa yg harus dia lakukan tanpa Reza saudara laki lakinya yg selalu bersamanya selama ini.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586416730454.jpg-original600webp?sign=a7bf7d7103be69b992ca5e4dd0c25e8f&t=5ed83980) Aleta termenung memikirkan nasib hidupnya ke depan, dia tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada laki laki yg telah menghancurkan hidup dan masa depannya itu, dia tidak bisa membayangkan hidup bersama Faris di Jakarta, karna setiap melihat Faris dia selalu teringat dengan kejadian menyakitkan itu.. sedangkan Faris dia masih menunggu Aleta di ruang nonton, Faris ingin membawa Aleta ke hotel tempat dia menginap karna mereka akan berangkat ke jakarta pukul 4 dini hari nanti, dan semua urusan keberangkatan mereka sudah di urus oleh orang suruhan Faris beberapa hari yg lalu.. setelah merasa terlalu lama menunggu, Akhirnya Faris memutuskan untuk menyusul Alira ke kamarnya, karna dia juga sedang buru buru untuk menghadiri pertemuan terakhir dengan para rekan bisnisnya yg lain. sampainya di depan pintu kamar, Faris langsung membuka pintu kamarnya karna tidak di kunci dari dalam, dan Aleta yg sedang asik melamun tidak menyadarinya,, dia menatap Aleta yg sedang termenung di atas ranjang dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586416730451.jpg-original600webp?sign=79ec6241181f98aea4552ea5b7e015b8&t=5ed83980) "ayo kita pergi,,! kata Faris yg membuat Aleta langsung kaget dari lamunannya.. "aku ngga mau ikut sama kamu,,! ketus Aleta tanpa menatap Faris.. "mau dan tidak mau kamu harus ikut sama aku,,! tegas Faris.. "pokoknya aku ngga mau.. kata Aleta.. "oke kalau kamu ngga mau, tapi kamu harus mengembalikan uangku yg sudah aku gunakan untuk mengeluarkanmu dari bar itu.. ancam Faris yg membuat Aleta langsung kaget dan menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. "aku ngga pernah memintamu untuk mengeluarkan aku dari sana, dan skarang aku ngga punya uang,, kata Aleta.. "kalau kamu ngga mau mengembalikan uangku, kamu harus ikut denganku ke jakarta atau aku akan mengembalikanmu ke bar itu dan mengambil kembali uangku.. mendengar itu hati Aleta yg sudah terlanjur hancur tambah hancur berkeping keping, wajahnya mulai memerah dan air mata yg sejak tadi dia tahan mulai menetes membasahi wajah cantiknya itu... Faris yg melihatnya menangis merasa tidak tega tapi tidak ada cara untuk dia bisa membawa Aleta bersamanya selain mengancamnya, dan dengan terpaksa dia harus melakukannya.. "aku tidak punya waktu untuk menunggu kamu menangis di sini, masih ada urusanku yg lebih penting.. kata Faris yg membuat Aleta semakin murka padanya.. "ayo kita pergi,,! atau kamu mau aku gendong,,? tanya Faris.. tanpa menjawabnya, Aleta langsung berdiri dan segera mengemasi barang barang yg mau dia bawa,, karna dia tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Faris, dan setelah semuanya di kemas, mereka langsung pergi menaki mobil yg di bawa Faris menuju tempat pertemuan Faris dengan rekan bisnisnya.. Aleta ingin duduk di kursi bagian belakang tapi tidak di izinkan oleh Faris, akhirnya dengan berat hati Aleta pun menurut dan duduk di samping Faris, dalam perjalanan Aleta memilih untuk terus menatap ke arah luar melewati jendela, sedangkan Faris dia fokus menyetir sambil sesekali menatap ke kaca spion yg ada di depannya untuk melihat wajah sembab Aleta yg cantik itu.. mereka mengadakan pertemuan di salah satu perusahan besar untuk membahas saham yg mereka tanam di perusahan itu, sampainya di sana Faris langsung memarkirkan mobilnya kemudian berkata.. "ayo turun,,! kata Faris tanpa menatap Aleta.. "kenapa kamu bawa aku ke sini,,? tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.. "aku harus menghadiri rapat sebentar di sini baru kita ke hotel tempat aku menginap.. jawab Faris.. "aku tunggu di sini saja,, kata Aleta sambil membuang mukanya dari Faris.. "ngga, pokoknya kamu harus turun,,! karna aku membutuhkanmu di dalam sana.. kata Faris sambil membuka pintu mobil dan keluar.. akhirnya dengan berat hati dan terpaksa Aleta menuruti kemauan Faris walaupun dia tidak tau mengapa Faris mengatakan kalau dia membutuhkannya di dalam sana.. mereka berdua melangkah masuk ke dalam gedung itu, Faris melangkah duluan kemudian di susul Aleta di belakangnya seperti bos dan secretaris.. tapi tiba tiba Aleta yg berjalan menunduk di belakang Faris, langsung terkejut bukan main di saat Faris meraih tangannya dan menggenggamnya erat di saat mereka bertemu dengan seorang laki laki yg seumuran dengan papa Fahri yg bernama om Leo bersama seorang gadis yg sangat seksi.. "halo Ris.. sapa om Leo menggunakan bahasa inggris.. "iya om.. jawab Faris sambil menggenggam tangan Aleta makin erat.. "ini siapa,,? tanya om Leo.. "ini tunanganku om, jawab Faris yg membuat jantung Aleta hampir loncat dari dalam rongga dadanya.. Aleta sangat terkejut dan hampir bersuara di saat mendengar kata kata Faris barusan, tapi dengan cepat Faris langsung meremas kencang tangan Aleta dan membuat mulut Aleta tidak bisa untuk berkata kata.. "ooo,, om pikir kamu belum ada ikatan sama siapapun, karna om ingin menjodohkan kamu sama anak gadis om ini, biar om sama papa kamu bisa menjadi besan.. kata om Leo.. bukan hanya om Leo yg menginginkan Faris menjadi menantunya, tapi semua rekan bisnis Fahri sangat menginginkan anak gadis mereka bisa menikah dengan Faris biar mereka bisa besanan dengan Fahri agar perusahan mereka tambah maju dan besar, dan karna alasan itu sehingga Faris mengakui Aleta sebagai tunangannya.. Faris tidak perna tertarik ataupun melirik satupun putri dari rekan bisnis papanya, dia selalu bersikap dingin dan cuek kepada setiap wanita yg selalu mendekatinya dan mencari perhatiannya.. Chapter 119 Bab 120. pertengkaran... setelah rapat selesai tepat pukul 1:30 siang,, Faris dan Aleta langsung bergegas pergi, Faris memilih untuk pergi ke sebuah restoran yg biasa dia datangi di Amerika.. sampainya di restoran itu Faris langsung memesan makanan untuk dia dan juga untuk Aleta karna Aleta tidak mau untuk memesan makanannya, tidak berapa lama akhirnya makananpun datang dan Faris langsung makan karna dia sudah sangat lapar, sedangkan Aleta dia hanya terdiam.. "ayo makan,,! kata Faris.. "aku ngga lapar, jawab Aleta.. "kamu ngga lapar apa ngga mau makan,,? tanya Faris sambil menatap Aleta yg berada di sampingnya.. "aku ngga mau makan.. jawab Aleta tanpa menatap Faris.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586444311323.jpg-original600webp?sign=a7f8582c2a26287bf644aa1d24540cf8&t=5ed83980) "Aleta, jangan kamu berharap aku akan merayumu atau membujukmu untuk makan, karna aku bukan tipe laki laki seperti itu.. kata Faris dengan tatapan dinginnya.. "siapa juga yg mau di rayu dan di bujuk sama laki laki brengsek kaya kamu.. kata Aleta sedikit keras sehingga membuat beberapa orang yg ada di dekat mereka langsung menoleh ke arah mereka.. "jangan buat aku marah,,! kamu belum tau aku yg sebenarnya.. bisik Faris di telinga Aleta yg membuat bulu kuduk Aleta langsung berdiri.. setelah itu Faris langsung makan tanpa menghiraukan Aleta yg juga sudah meraih makanan yg ada di depannya, mereka makan tanpa ada yg bersuara, hanya ada suara orang yg berada di sekeliling mereka.. selesai makan Faris langsung membayar makanan mereka kemudian keluar dan di ikuti Aleta di belakangnya dengan ekspresi yg sangat kesal.. Faris melajukan mobilnya menuju hotel tempat dia menginap, sampai di depan hotel, Aleta melangkah masuk mengikuti Faris sambil menunduk, dia tidak sanggup untuk melihat tempat parkiran di hotel itu,, karna di parkiran itulah tempat dia menangis menahan sakit atas perbuatan Faris beberapa tahun yg lalu.. Aleta melangkah sambil menunduk dan sesekali memejamkan matanya, sampai tanpa dia sadari dia menabrak Faris dari belakan dan membuat Faris kaget dan bingung melihat tingkah Aleta yg aneh.. "kamu kenapa,,? tanya Faris setelah berbalik menghadap Aleta di belakangnya.. "aku sangat membencimu.. jawab Aleta dan langsung berlari menuju kamar Faris dan membuat Faris tambah bingung, karna tadi dia hanya memberitahukan nomor kamarnya untuk Aleta, tapi dia melihat Aleta sudah sangat hafal dengan hotel itu.. sampainya di depan pintu kamar, Aleta berdiri menunggu Faris dengan ekspresi aneh seperti orang ketakutan, dan Faris yg melihatnya langsung melangkah cepat kemudian membuka pintu dan segera menariknya ke dalam kamar.. sampainya di dalam kamar, Faris langsung mengunci pintu kamar kemudian melangkah ke arah lemari untuk mengambil baju gantinya, setelah berganti baju dia segera berbalik menatap Aleta yg sedang berdiri di belakangnya sambil menunduk dan memeluk dadanya.. "kamu kenapa,,? apa kamu trauma dengan hotel ini,,? tanya Faris yg membuat Aleta langsung menatapnya dengan mata terbelalak.. "apa maksud kamu,,? tanya Aleta cari tau.. "kamu seperti orang yg ketakutan, apa kamu pernah di boking di hotel ini,,? tanya Faris yg membuat Aleta geram dan langsung menamparnya.. "plaaak.. "dasar laki laki brengsek,,! tidak tau malu,,! kata Aleta dengan berlinang air mata.. "mengapa kamu menamparku,,? tanya Faris sedikit keras sambil memegang pipinya.. "tamparan itu tidak seberapa dengan perbuatanmu terhadapku.. jawab Aleta yg membuat Faris makin bingung.. "apaaa,,? kamu bingung, atau kamu pura pura bingung,,? tanya Aleta.. "apa apaan kamu,,? apa kamu sudah gila,,? tanya Faris kesal.. "ya aku sudah gila, dan aku ingin membunuh laki laki brengsek kaya kamu.. jawab Aleta sambil menghapus air mata yg sudah mengalir di pipinya dengan tangannya.. "jaga ucapan dan sikap kamu,, aku baru mengenalmu dan kamu sudah berani seperti ini padaku.. kata Faris.. "kamu tidak perlu mengajariku untuk menjaga perkataan dan sikapku, karana laki laki sepertimu tidak pantas untuk di hargai.. ketus Aleta.. "kamu memang perempuan yg tidak tau berterima kasih, kalau aku tidak mengingat budi baik nenek kamu dan janjiku padanya untuk menolongmu, aku akan melemparmu ke jalanan sana.. kata Faris emosi.. "budi baik nenekku tidak pantas untuk laki laki brengsek yg sudah menghancurkan hidup cucunya.. kata Aleta dengan suara bergetar karna menangis dan hendak melangkah tapi di tahan oleh Faris.. "apa maksud kamu berkata seperti itu,,? tanya Faris sambil memegang erat lengan Aleta yg sudah terisak itu.. dengan emosi yg menggebu, Aleta berbalik dan langsung menggigit tangan Faris dengan kencangnya, karna merasa sakit oleh gigitan Aleta, Faris langsung mendorong Aleta dan membuatnya langsung terjatuh ke lantai.. "kamu jahat,,! hiks...hiks...hiks.. teriak Aleta sambil menangis dan membuat Faris jadi merasa bersalah.. Faris sangat bingung dengan dirinya sendiri karna dia adalah orang yg tidak gampang luluh dengan tangisan seorang wanita, tapi di saat melihat Aleta menangis, dia merasa bersalah dan tidak tega.. akhirnya Faris memilih untuk membantu Aleta untuk bangun tapi tangannya malah di kebas oleh Aleta dengan kasar, dengan menarik nafas panjang Faris mencoba menenangkan dirinya dan kembali mendekati Aleta, tapi tiba tiba ada suara ketukan pintu dari arah luar.. Faris yg masih berdiri di depan Aleta langsung melangkah menuju pintu karna ketukan pintu tidak berhenti, setelah Faris membuka pintu dia melihat seorang pelayan hotel sedang berdiri di depan pintu sambil membawa dua botol air mineral yg di pesan Faris tadi.. "maaf tuan saya nengganggu.. kata kariawan hotel itu.. "ngga apa apa, kata Faris sambil mengambil dua botol air mineral dari tangan wanita itu.. setelah itu Faris berbalik dan hendak menutup pintu, tapi tiba tiba dia langsung kaget dengan suara kariawan hotel itu yg memnggil nama orang yg selama ini dia cari. "Intan,, teriak wanita itu.. mendengar nama itu Faris langsung berbalik menghadap wanita itu sambil bertanya.. "siapa,,? tanya Faris dengan tatapan cari tau.. "Intan,, dia Intan, aku mengenalnya.. jawab wanita itu.. "dia Aleta bukan Intan.. kata Faris.. "iya, namanya Aleta intan orlando, aku mengenalnya karna dia perna bekerja di sini tiga tahun yg lalu, aku mengenalnya walaupun dia bekerja hanya semalam di sini, karna kita berdua satu sip waktu itu.. sedangkan Aleta yg masih terduduk di lantai hanya terdiam sambil menundukan wajahnya karna dia malu dengan keadaannya yg sedang menangis, sedangkan Faris dia hanya menatap Aleta dan wanita itu bergantian dengan tatapan yg tidak bisa di artikan karna dia sudah mulai menyadari apa yg sebenarnya terjadi.. Chapter 120 Bab 121. Faris menemukan wanita yg dia cari selama ini.. Faris yg sangat bingung dengan sikap Aleta selama ini kepadanya mulai menyadari semuanya di saat mendengar penjelasan dari wanita yg ada di hadapannya itu.. "tuan, aku pergi dulu.. kata wanita itu dan hanya dianggukin Faris dengan ekspresi yg tidak bisa di artikan.. setelah wanita itu pergi, dengan segera Faris langsung mengunci pintu kamarnya kemudian berbalik menatap Aleta yg masih terduduk di lantai sambil menangis, diam diam Faris memasukan sebelah tangannya untuk mengambil sesuatu kemudian berkata.. ? "Aleta, ini barangmu yg selama ini aku simpan.. kata Faris sambil memegang kalung yg bertulis nama Intan yg baru saja dia ambil dari dalam saku celananya.. "kalung itu bukan punyaku,,! jawab Aleta tanpa menatap Faris dan masih tetap menunduk.. "bagaimana kamu bisa tau kalau ini kalung,,? sedangkan kamu belum melihatnya sama skali,,? berarti kamu itu Intan yg perna bersamaku di hotel ini tiga tahun yg lalu.. kata Faris sambil terus menatap Aleta.. tanpa menjawab apa apa Aleta langsung berdiri kemudian meraih tasnya dan hendak pergi dari kamar hotel itu tapi dengan segera di cegah oleh Faris, Faris dengan cepat meraih lengan Aleta sambil berkata.. "mau kemana kamu,,? apa ini sudah menjadi kebiasaanmu selalu pergi setelah melakukan hubungan intim dengan para laki laki.. kata Faris yg membuat Aleta langsung geram.. "kamu fikir aku ini perempuan apaaa,,? aku tidak pernah di sentuh oleh laki laki manapun selain kamu laki laki brengsek yg tidak punya hati.. kata Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan membunuh dan berlinang air mata.. "lepaskan aku,,! aku tidak sudi mengikuti laki laki brengsek sepertimu.. teriak Aleta.. "mau dan tidak mau kamu harus tetap bersamaku,,! ingat apa yg sudah aku katakan padamu, karna aku tidak pernah main main dengan ucapanku.. kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.. "aku tidak perduli, lebih baik aku jadi dari pada jadi wanita yg tidak punya harga diri karna bersamamu.. kata Aleta sambil berusaha melepaskan cengkraman Faris dari lengannya.. Faris yg sangat emosi mendengar perkataan Aleta barusan tambah mengencangkan cengkramannya di lengan Aleta dan membuat Aleta sedikit berteriak, dan tanpa berkata apa apa Faris dengan kesalnya langsung menarik Aleta dan melemparnya ke arah tempat tidurnya dan membuat Aleta langsung tersungkur ke samping tempat tidur.. "kamu jahaaaat,,! dasar bajingaaan,,! aku benci kamu brengseek,,! teriak Aleta dengan kerasnya kepada Faris yg sudah pergi meninggalkannya di dalam kamar itu.. entah mengapa tapi Faris sangat kesal dan geram di saat mendengar Aleta berkata kalau dia ingin menjadi dari pada bersamanya, Faris memilih untuk pergi dan mengunci Aleta di kamar hotel itu dari luar.. Faris melangkah menuju garasi dan menaiki mobil yg di sewanya itu, dia melajukan mobilnya menuju sebuah taman yg ada di dekat situ, dia sangat bingung dengan semua yg terjadi, tapi di sisi lain dia sangat legah karna orang yg dia cari dan selalu mengganggu fikirannya selama ini sudah dia temukan, tapi dia pun bingung bagaimana harus menghadapi Aleta, apalagi dia tidak bisa untuk merayu wanita sama skali.. Faris duduk di taman itu selama 3 jam, dia ke taman sejak jam 7 tadi, dan sekarang sudah pukul 10 malam, kemudian Faris memilih untuk pergi dari taman itu menuju bar besar yg sering dia datangi bersama teman temannya kalau sedang berlibur bersama di Amerika.. sampainya di bar itu Faris langsung memesan minuman, begitulah Faris kalau dia sedang kesal atau sedang pusing memikirkan sesuatu dia pasti memilih untuk meminum alkohol, Faris duduk di bar itu selama dua jam dan dia menghabiskan tiga botol anggur.. selama dia berada di bar itu sejak tadi, para pramuria berusaha mendekatinya dan nenawarkan diri mereka untuk menemaninya tapi Faris tidak perduli mereka sama skali, karna dalam fikirannya hanya ada Aleta yg dia fikirkan.. karna merasa kepalanya sudah mulai pusing, akhirnya Faris memilih untuk segera pergi dari bar itu,, dia masuk kedalam mobilnya dan langsung mengganti bajunya yg sudah basah dengan keringat dengan pakaian ganti yg dia sediakan di dalam mobil, Faris selalu menyediakan pakaian ganti di dalam mobil karna dia sangat muda berkeringat.. selesai mengganti baju Faris kemudian melajukan mobil menuju hotel tempatnya menginap.. sampainya di hotel, Faris segera memarkirkan mobilnya di parkiran hotel dan langsung melangkah memasuki lift menuju kamarnya di lantai dua hotel itu.. sedangkan Aleta yg di kunci di dalam kamar sudah selesai mandi dan berpakaian, setelah kepergian Faris tadi tidak berapa lama Aleta langsung bergegas mandi dan berpakaian santai.. Aleta memilih untuk memakai baju kaos putis yg agak pendek dan celana pendek hitam sebatas pangkal pahanya, Aleta berdiri di depan cermin sambil mengikat rambutnya, dan dia tidak menyadari kalau Faris sudah berdiri di belakangnya karna dia sedang memutar musik di ponsel yg di berikan Reza padanya dengan folume tinggi.. Faris yg baru masuk langsung terpana di saat melihat Aleta yg berdiri membelakanginya dengan pakaian yg cukup seksi, sebagian perut dan pinggul Aleta kelihatan, dan juga sebagian pahanya yg mulus dan sangat putih itu membuat Faris tanpa sadar menatap Aleta dengan tatapan mesumnya.. ? karna pengaruh mabuk membuat Faris tidak dapat mengendalikan dirinya, hasrat laki lakinya mulai muncul, dia menatap Aleta dari ujung rambut sampai kakinya dengan tatapan mesum dan wajah yg penuh dengan keringat.. Faris tidak pernah seperti itu pada wanita lain, dan Aleta adalah wanita pertama yg membuat Faris merasakan nikmatnya bercinta walaupun saat itu dia sedang mabuk sampai tidak bisa berfikir jernih tapi dia sangat menikmatinya, sampai sampai dia sering memimpikan sosok Aleta dan membuat dia selalu mimpi basah, walaupun dalam mimpi itu Aleta tidak terlalu jelas.. Faris tidak dapat menahan hasrat kelaki lakiannya itu, keringatnya sudah membasahi wajah dan tubuhnya, nafasnya sudah mulai tidak teratur, dan detak jantungnya mulai berpacu dengan kencang karna dia sudah mulai menegang.. Chapter 121 Bab 122. karna mabuk membuat Faris tidak bisa untuk mengedalikan dirinya.. Faris sangat terpesona dengan keindahan tubuh Aleta yg berada tepat di hadapannya, sambil bersandar ke dinding dia menatap Aleta dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip sama skali.. dan di saat Faris bersandar ke dinding, baru Aleta tersadar setelah dia melihat Faris melalui cermin, Aleta yg terkejut langsung berbalik menghadap Faris dengan tatapa kaget sambil kedua tangannya masih berada di belakang kepalanya membuat sebagian perutnya terlihat.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1586588854795.jpg-original600webp?sign=25b3b6039adb9c78fb805bf02dcdec38&t=5ed83980) Aleta yg sudah menghadap Faris tiba tiba merasa takut di saat melihat ekspresi Faris, dengan segera dia langsung menurunkan tangannya dan memeluk dadanya sambil melangkah mundur kemudian berkata.. "mengapa kamu menatapku seperti itu,,? tanya Aleta ketakutan tapi tidak di jawab oleh Faris.. Aleta sangat takut melihat ekspresi Faris, karna dia sudah trauma dengan apa yg Faris lakukan padanya beberapa tahun yg lalu dalam keadaan mabuk seperti saat ini.. "apa yg mau kamu lakukan,,? tanya Aleta tambah panik karna Faris sudah melangkah maju mendekatinya.. "kamu mau apa,,? tanya Aleta ketakutan sambil menahan dada Faris yg sudah berada tepat di hadapannya... tanpa menjawab apa apa Faris langsung memeluk Aleta dan dengan begitu rakusnya, Aleta yg terkejut dan semakin ketakutan berusaha untuk mendorong Faris tapi usahanya tidak berhasil karna Faris begitu bertenaga.. "lepaskan aku brengseeek,,! lepaskan akuuu,,! lepaskaaaan,,! hiks,,hiks,,,hiks.. Aleta berteriak sambil menangis dan menjambak rambut Faris yg sudah seperti orang kesetanan.. Faris yg sudah seperti orang yg kehilangan akal sehat itu tidak menghiraukan tangisan Aleta sama sekali, malahan dia semakin menggila dan membuat Aleta hampir tidak bisa untuk bernafas.. Aleta menangis dengan kencangnya sambil berkata kata dan mencakar pundak Faris, juga menjambak rambutnya berharap agar Faris merasa sakit dan melepaskannya.. "jangaaaan,,! jangan lakukan ituuu,,! aku mohon jangan,,! aku ngga mau lagi mengandung anak laki laki brengsek yg tidak bertanggung jawab sepertimu.. teriak Aleta sambil menangis dan berusaha menghindar dari Faris yg sudah menarik pakaiannya sampai robek dari badannya.. Faris yg sudah menggila karna hasratnya yg semakin memuncak tidak menghiraukan perkataan dan tangisan Aleta, dia terus memaksakan keinginannya yg membuat dia hilang akal,walaupun pundak dan dadanya sudah terluka karna cakaran Aleta tapi dia tidak memperdulikannya.. Faris melakukan hal yg pernah dia lakukan untuk yg ke dua kalinya terhadap Aleta, dan membuat Aleta tambah menangis karna merasa sangat kecewa dan sakit hati atas perbuatan Faris terhadapnya yg bukan baru sekali dia lakukan.. karna sudah kehabisan tenaga akhirnya Aleta hanya pasrah dan terus menangis sambil menutup matanya, dan setelah satu jam lebih akhirnya Faris pun tumbang di samping Aleta, dan Aleta hanya menutup matanya sejak tadi karna dia tidak ingin melihat wajah Faris karna pengaruh mabuk dan kecapean, akhirnya Faris langsung terlelap tanpa mengenakan apa apa, sedangkan Aleta dia menarik selimut dan menutupi dirinya sambil menangis membelakangi Faris yg sedang terlentang di sampingnya.. Aleta sangat menyesali dirinya yg sudah dua kali melakukan hubungan dengan laki laki yg sama tanpa adanya rasa cinta, dia merasa seperti perempuan murahan yg selalu di tiduri dengan paksa, dia menangis sambil memanggil manggil ke dua orang tuanya karna dia sangat merindukan mereka.. Aleta tidak tidur sama skali, dia menangis tanpa henti sampai kedua matanya membengkak, dan tiba tiba dia di kagetkan dengan suara ketukan pintu dari luar, dengan segera dia meraih ponselnya dan melihat jam yg sudah menunjukan pukul 3 dini hari.. setelah melihat jam di ponselnya, kemudian Aleta mumutuskan untuk bangun karna suara ketukan pintu tidak berhenti, dan di saat dia mau turun dari tempat tidur, dia merasakan sakit di seluruh badannya dan nyeri di bagian bawahnya.. dan rasa sakit itu membuat dia semakin kesal dan murka terhadap Faris yg masih terlelap di sampingnya itu, dengan menahan sakit Aleta turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menghiraukan suara ketukan pintu yg masih terus berbunyi sejak tadi.. sampai di dalam kamar mandi Aleta kembali menangis di saat melihat dirinya di depan cermin besar yg ada di dalam kamar mandi itu, dia merasa jijik dengan dirinya sendiri karna dia merasa sudah seperti seorang yg berulang kali di tiduri tanpa cinta dan tanpa komitmen yg jelas.. Aleta tidak bisa untuk melawan Faris, tapi dia sudah bertekat untuk tidak ikut bersama Faris ke Indonesia kalau hanya di jadikan penghibur di saat mabuk seperti itu.. sedangkan di luar, orang suruhan Faris memilih untuk menelfon Faris karna dari tadi tidak ada suara dari dalam kamar, dan tinggal satu jam lagi pesawat yg akan di tumpangi Faris akan berangkat.. Faris yg masih terlelap tiba tiba langsung kaget karna bunyi ponselnya yg berada tepat di samping kepalanya, Faris yg masih belum sadar sepenuhnya segera bangun dan terduduk sambil menggaruk garuk kepalanya dengan wajah bantalnya.. dan tiba tiba matanya terbelalak di saat dia melihat dirinya yg tidak mengenakan apa apa juga tubuhnya terdapat banyak cakaran, dengan terburu buru dia menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya karna dia mendengar suara supir yg mobilnya ada padanya.. "pak,, pak Faris.. panggil laki laki itu.. "iya sebentar.. jawab Faris dari dalam kamar.. suara Faris dari dalam kamar membuat laki laki itu hentikan ketukan pintu dan panggilannya, dan juga membuat Aleta yg berada di dalam kamar mandi hampir berhenti bernafas saking tegangnya mendengar suara Faris.. Faris turun dari tempat tidur dan meraih handuk sambil memikirkan dan mengingat kejadian semalam, diam diam dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar sambil mencakar rambutnya setelah dia mengingat apa yg sudah terjadi.. Faris sangat merasa bersalah terhadap Aleta yg sudah dua kali dia tiduri, tanpa ada rasa apa apa, selain merasa bersalah dia juga sangat kasihan terhadap Aleta, dan dia sudah bertekat untuk mengikuti keinginan keluarganya yg mau menjodohkan dia dengan Aleta.. Faris ingin bertanggung jawab atas semua perbuatannya walaupun dia tidak punya perasaan sama skali terhadap Aleta, karna dia berfikir orang tuanya juga menikah karna perjodohan tanpa adanya rasa cinta, tapi akhirnya cinta itu datang dengan sendirinya di dalam perjodohan mereka dan mereka hidup bahagia sampai saat ini.. Chapter 122 Bab 123. keberangkatan Faris dan Aleta ke Indonesia.. Faris melangkah ke arah pintu dengan hanya memakai handuk putih yg menutup sebagian tubuhnya, dia membukakan pintu dan melihat ada supir itu yg sedang menunggu sejak tadi.. "maaf tuan, aku mengganggu tidurmu, kata supir itu menggunakan bahasa inggris.. "tidak masalah, malahan aku yg harus berterima kasih karna kamu mau membangunkanku, kalau tidak mungkin aku akan terlambat pesawat.. jawab Faris.. "kamu tunggu di mobil saja dan tolong bawa sekalian barang barangku, ini kuncinya,,! aku mau siap siap dulu.. tambah Faris sambil memberikan kunci mobil kepada supir itu.. "iya tuan, kalau gitu aku ke bawa dulu.. jawab supir itu.. setelah supir itu pergi, Faris kembali duduk di samping tempat tidur dan menyesali perbuatannya yg tidak terpuji itu, sedangkan Aleta yg sudah selesai mandi sedang berpakaian di dalam kamar mandi, dia memilih untuk berpakaian di dalam kamar mandi karna dia sudah sangat trauma dan takut terhadap Faris.. setelah itu dia keluar dari dalam kamar mandi menuju meja rias dengan handuk di kepalanya tanpa menatap Faris sama skali, sedangkan Faris yg masih terduduk di samping ranjang, menatapnya dengan tatapan bersalah sambil menarik nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya.. setelah Aleta duduk di depan meja rias, Faris langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya, selesai mandi dia langsung berpakaian kemudian keluar dari dalam kamar mandi dan menuju meja rias, karna Aleta sudah selesai berdandan dan sedang membereskan barang barangnya di atas tempat tidur.. setelah sudah rapi, Faris langsung berdiri di depan jendela sambil menatap Aleta yg masih sibuk membereskan semua barang barangnya dengan tatapan yg penuh rasa bersala tanpa berkata apa apa.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586674148611.jpg-original600webp?sign=af96dbf06d3b1709b408c750baffa4d9&t=5ed83980) dan Aleta setelah selesai membereskan semuanya, dia langsung menarik kopernya dan melangkah ke arah pintu tapi dengan segera di cegah langsung oleh Faris.. "mau kemana kamu,,? tanya Faris sambil meraih lengan Aleta yg sudah berada di depan pintu.. "lapaskan aku,,! aku mau pergi.. jawab Aleta sambil berusaha melepaskan tangan Faris dari lengannya.. "tidak boleh,,! kamu boleh pergi kalau sama aku.. tegas Faris.. "apa hak kamu melarangku,,? ketus Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan kebencian.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586674148608.jpg-original600webp?sign=b8d0a7a75b11c53bbffb2573fb8369c9&t=5ed83980) "aku berhak atas dirimu, karna kamu punya hutang padaku, dan aku juga tidak bisa melepaskanmu sebelum satu bulan ke depan setelah aku tau kamu hamil atau tidak.. tegas Faris.. "karna aku berhak atas anaku kalau seandainya kamu hamil.. tambah Faris.. "aku tidak sudi untuk mengandung anak dari laki laki bejat sepertimu, kalaupun aku hamil, aku akan menggugurkannya.. jawab Aleta yg membuat Faris langsung geram.. "jangan coba coba kamu melakukan itu kalau kamu masih ingin hidup,,! ancam Faris dengan tatapan membunuh kepada Aleta.. "dan kalau kamu tidak ingin mengikutiku sekarang, aku akan segera melaporkanmu ke pihak yg berwajib dengan laporan penipuan, dan aku akan kembali melihatmu bulan depan untuk memastikan kamu hamil atau tidak.. tambah Faris yg membuat Aleta langsung histeris.. "kamu jahaaat,, dasar laki laki sialan,,! aku benci kamuuu,,! hiks,,hiks,,,hiks.. teriak Aleta sambil menangis dan memukul mukul dada Faris dengan penuh emosi.. Faris yg di pukuli hanya diam dan menerima pukulan Aleta terhadapnya, dia sengaja mengeluarkan kata ancaman karna dia sangat kesal dengan perkataan Aleta tadi.. dan dia juga bersikap seperti itu agar Aleta mau ikut dengannya, karna menurut dia lebih baik Aleta mengikutinya dari pada tinggal sendiri di negara yg sangat bebas ini.. kemudian tanpa menunggu lama, Faris langsung menarik tangan Aleta juga mengambil semua barang bawaan Aleta dan melangkah keluar dari kamar itu menuju lift, sedangkan Aleta yg sudah tidak bisa berbuat apa apa terus menangis sambil sesekali menggigit tangan Faris yg terus menariknya itu, tapi Faris tidak menghiraukannya sama sekali walaupun dia merasa sakit.. sampainya di bawa Faris langsung membuka pintu mobil dan mendorong Aleta yg masih saja menangis itu untuk masuk dan duduk di bangku bagian belakang.. supir yg sudah duduk di balik kemudi sangat terkejut dan bingung dengan apa yg dia lihat, tapi dia memilih untuk diam karna dia sudah mengetahui sifat Faris dari papanya Fahri, karna supir itu termasuk orang kepercayaan Fahri di Amerika dan dia cukup tau tentang keluarga Fahri termasuk sifat Faris.. setelah Aleta sudah masuk dan duduk, Faris langsung menutup pintunya dan segera memasukan barang barang Aleta di bagasi mobil yg juga terdapat barang barangnya yg sudah di masukan supir sejak tadi.. kemudian dia melangkah memutar dan masuk di bangku bagian belakang, dia memilih duduk di samping Aleta karna dia takut Aleta akan berbuat nekat.. entah mengapa tapi Faris sangat menghawatirkan Aleta, dan dia ingin Aleta selalu di sampingnya biar dia bisa menjaganya, walaupun kenyataannya dia adalah orang yg membuat Aleta menderita dan selalu tersakiti.. mobil mereka melaju menuju bandara dengan kecepatan sedang, di dalam perjalanan tidak ada suara dari mereka bertiga, hanya ada suara isakan Aleta, supir yg merasa bingung dengan situasi yg ada hanya sesekali melirik ke belakang melalui kaca spion yg ada di depannya.. Aleta yg masih terus menangis memilih untuk menatap ke arah jalan sedangkan Faris, dia memilih untuk mengirim pesan kepada keluarganya memberitahukan tentang keberangkatannya bersama Aleta.. sampainya di bandara Faris langsung turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu kepada Aleta, sedangkan supir yg mengantar mereka sedang sibuk mengeluarkan koper mereka berdua dari dalam bagasi.. setelah pintu mobil terbuka Faris langsung menarik tangan Aleta tanpa berkata apa apa, dan Aleta hanya menurut tanpa berkata kata dan tanpa menatap Faris.. tepat pukul 4:20 dini hari pesawat yg mereka tumpangi take off, Aleta memilih untuk duduk di samping jendela dan Faris duduk di sampingnya, dalam perjalanan Aleta kembali menangis karna dia sangat merasa sedih pergi ke negara asing dengan laki laki yg sudah menghancurkan dirinya tanpa ada keluarganya yg menemaninya.. dan Faris yg melihat itu dengan segera mendekatinya dan berbisik di telinganya.. "hapus air matamu,,! kamu tidak malu semua orang melihatmu,,? bisik Faris yg membuat Aleta makin kesal dan emosi.. "kenapa aku harus malu,,? semustinya kamu yg malu.. ketus Aleta dengan nada yg sedikit naik yg membuat Faris langsung malu karna di tatap oleh semua orang yg ada di dalam pesawat itu.. Faris yg sudah terlanjur malu itu hanya tersenyum kepada orang orang yg sedang menatap mereka, sedangkan Aleta dia kembali membuang muka dari Faris sambil menghapus air matanya... Chapter 123 Bab 124. kehangatan keluarga.. kedatangan Faris dan Aleta sudah di nanti nantikan oleh Fahri dan keluarga besarnya, terutama Alira, dia sangat sibuk mempersiapkan semuanya termasuk kamar tidur untuk Aleta.. Alira, Fahri dan keluarga besar mereka ingin menyambut kedatangan Aleta di keluarga mereka dengan penuh kebahagiaan, karna mereka ingin melakukan semua yg terbaik untuk Aleta, setelah mendengar kabar kehidupan Aleta yg tersiksa dan menderita selama ini setelah kepergian orang tuanya.. tapi mereka tidak tau kalau orang yg membuat hidup Aleta hancur itu adalah Faris, putra mereka yg sangat mereka banggakan.. mereka semua ingin menjodohkan Faris dan Aleta biar Aleta bisa menjadi anggota keluarga mereka, karna mereka ingin membalas jasa bi Ina dengan menjaga Aleta di tengah tengah keluarga mereka.. Aleta dan Faris yg masih dalam perjalanan ke Indonesia memilih untuk tidak saling bicara, karna di mata Aleta Faris adalah orang yg sangat dia benci, jangankan untuk bicara, menoleh ke arah Faris pun dia tidak sudi.. pukul 3:30 dini hari waktu Indonesia Faris dan Aleta tiba di bandara Indinesia, semua keluarga Faris selain grenma sudah berada di bandara sejak setengah jam yg lalu, mereka menyambut Faris dan Aleta dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.. Faris melangkah duluan dan di ikuti Aleta dari belakang dengan tampang yg sangat tidak bersemangat, dan setelah melihat keluarganya Faris langsung kaget dan bingung dengan keberadaan semua keluarganya yg sedang berdiri dengan hebohnya melambaikan tangan ke arah mereka, sambil menggaruk kepalanya Faris menatap mereka dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586908767641.jpg-original600webp?sign=4cf53891ad5c743ede60fa3a97212409&t=5ed83980) sedangkan Alira mamanya Faris dan omanya yg paling hebo, langsung tersenyum sambil meneriaki nama Aleta berulang ulang dengan penuh semangat, dan Aleta yg di teriaki langsung kaget, dia tidak percaya kalau dia akan di sambut seperti ini, dengan senyum yg tidak terlalu lebar di wajah cantiknya, Aleta terus melangkah di samping Faris menghampiri keluarga Faris.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586908767649.jpg-original600webp?sign=37894ecd8a4b30e22c941b35bdc5e03e&t=5ed83980) "Aleta sayang,, kamu cantik bangaaaat,, kata Alira dan mama Rita sambil tersenyum dan memeluk Aleta bergantian, kemudian di ikuti Meymey, Melda dan Almira adiknya Faris.. Aleta yg tadinya tidak bersemangat dan bersedih kini sudah tersenyum lebar karna kehangatan keluarga Faris terhadapnya, sehingga dia bisa merasakan sedikit kebahagiaan, kasih sayang dan kehangatan keluarga yg selama ini dia dambakan.. dengan malu malu Aleta langsung menyalami tangan para orang tua di situ dan menciumnya dengan penuh hormat, dan setelah itu mereka langsung melangkah menuju parkiran mobil, mereka pulang ke rumah menggunakan 3 buah mobil.. mereka semua melaju menuju rumah Fahri dan Alira, karna Alira ingin sekali Aleta tinggal bersama mereka, walaupun mama Rita sudah memintanya tinggal di rumah besar mereka tapi Alira tidak setuju, dan mertuanya pun akhirnya menyetujuinya.. sampainya di rumah mewah itu Aleta turun dari mobil dan melangkah masuk bersama Melda dan Almira yg sejak tadi menempel sama dia.. Aleta adalah anak yg sangat ceria, tapi setelah kepergian orang tuanya, dia menjadi sangat tertutup dan tidak banyak bicara, dia selalu merenung dan melamun, apalagi dengan semua penderitaan yg dia alami selama ini, membuat dia seperti orang yg tidak punya penopang hidup.. sampainya di dalam rumah, setelah mengobrol sedikit tentang bi Ina dan orang tua Aleta, Alira langsung menyuruh Almira dan Melda untuk mengantar Aleta ke kamar yg terdapat di lantai dua yg sudah di siapkan untuk dia, kamar yg di siapkan untuk Aleta bersebelahan dengan kamar Faris si kutub utara yg cueknya minta ampun itu.. mereka naik ke lantai dua menggunakan tangga dan tiba tiba Aleta langsung kaget, di saat melihat Faris yg sedang berdiri di depan pintu kamarnya dengan hanya memakai handuk berwarna putih untuk menutupi sebagian tubuhnya yg gagah itu.. Aleta menatap Faris dengan tatapan yg tidak bisa di artikan, dia sangat membenci Faris karna perbuatannya yg tidak terpuji, tapi di saat melihat Faris yg seperti itu bulu kuduknya langsung berdiri, entah karna dia menegang atau karna ketakutan.. sedangkan Faris dia biasa biasa saja, malahan dia cuek dengan tatapan Aleta itu, Faris seperti makin tidak perduli dengan Aleta, apalagi saat ini sudah ada keluarganya yg memperdulikan Aleta, dan dia juga tau Aleta sangat membencinya jadi dia memilih untuk cuek dan tidak banyak bertindak ataupun berbicara.. dan perubahan sikap Faris itu membuat Aleta bingung dan makin geram padanya, entah apa yg terjadi dengan Aleta,,? kalau di dekati atau di perhatikan oleh Faris dia akan sangat marah, tapi kalau di cuekin seperti ini, dia malah kepikiran dan merasa geram terhadap Faris.. "mas dari mana,,? tanya Melda kepada Faris.. "berendam air hangat di kolam,,! jawab Faris dan langsung masuk kemudian menutupi pintu kamarnya tanpa menoleh Aleta yg sedang menatapnya.. Aleta masuk ke dalam kamar yg sudah di siapkan untuknya sambil memikirkan Faris yg tidak memperdulikannya sama skali, tapi di lain sisi dia juga merasa legah, karna dia lebih memilih di cuekin daripada di perhatikan oleh Faris.. Aleta, Melda dan Almira memilih untuk bercerita banyak mengenai banyak hal termasuk kuliah dan sebagainya, mereka bercerita sampai masing masing tertidur, sedangkan Faris, selesai mandi dia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di dalam kamar sebelum berangkat ke kantor.. Faris mengerjakan semua pekerjaannya dengan penuh konsentrasi, dia sudah tidak memikirkan Aleta sama sekali,, karna dia merasa Aleta akan baik baik saja dan akan bahagia di tengah tengah keluarganya.. dan Aleta juga tidak ingin di dekati oleh Faris, jadi karna alasan itu sehingga Faris memilih untuk cuek dan tidak terlalu memperdulikan Aleta.. Chapter 124 Bab 125. perhatian keluarga Faris terhadap Aleta.. pukul 6:30 Aleta terbangun dan dia segera mandi, selesai mandi Aleta berpakaian dan dia langsung buru buru turun ke dapur, sampainya di dapur dia melihat para bibi sedang sibuk menyiapkan sarapan juga membersihkan rumah, dan tidak pakai sungkan Aleta langsung menawarkan diri untuk membantu.. "bi, boleh aku bantu,,? tanya Aleta.. "ngga usah repot repot non, jawab bi Nani pembantu Alira yg bekerja setelah bi Ina tidak ada.. "ngga apa apa bi, aku tu ingin bantu bibi, aku ngga enak kalau ngga buat apa apa.. kata Aleta.. "ya udah kalau gitu, terserah non aja.. kata bi Nani.. Aleta sangat bersemangat membantu bi Nani menyiapkan sarapan, sedangkan bi Sumi yg baru kerja selama 2 tahun di rumah Alira itu sedang membersihkan ruang tamu.. selain cantik Aleta juga sangat sopan dengan orang yg lebih tua dan dia juga adalah gadis yg sangat rajin, karna itu sehingga dia sangat mudah dekat dan di sayangi orang, dia menjadi gadis yg sangat kuat setelah menjadi yatim piatu, selama ini dia selalu bekerja walaupun Reza sepupunya selalu melarangnya.. sedangkan Alira yg baru selesai menyiapkan pakaian ganti Fahri memilih untuk segera keluar dan turun menuju dapur menggunakan lift, sampainya di dapur Alira langsung kaget di saat melihat Aleta yg sedang mencuci peralatan masak di dapur.. "Aleta sayang, mengapa kamu lakukan semua itu,,? tanya Alira setelah berada di dekat Aleta.. "ngga apa apa tante, aku senang ko lakuinnya.. jawab Aleta.. "tadi aku sudah melarang non Aleta, tapi non Aletanya tetap ingin membantu nyonya.. kata bi Nani.. "Melda sama Almira di mana sayang,,? tanya Alira karna tidak melihat Almira juga Melda.. "mereka masih tidur di kamar tan,, jawab Aleta.. "dasar anak anak malas, kata Alira.. "ya sudah kalau gitu tante ke atas dulu bangunkan mereka, tambah Alira.. "iya tan, jawab Aleta sambil tersenyum menatap Alira yg juga sedang tersenyum kepadanya.. tidak berapa lama akhirnya Alira turun kembali dengan Fahri juga Almira dan Melda yg sudah rapi, sedangkan Faris tidak terlihat, mereka semua melangkah menuju dapur, Almira, Melda dan Fahri langsung duduk di meja makan, sedangkan Alira dia melangkah mendekati Aleta yg sedang sibuk mengatur barang barang yg dia cuci tadi pada tempatnya, dengan segera Alira meraih tangan Aleta sambil berkata.. "sayang, ini bukan pekerjaan kamu, karna kamu di sini ini untuk menjadi anak tante bukan orang kerja tante, dan tante ngga mau kamu melakukan semua ini.. kata Alira sambil mengelus ngelus pipi mulus Aleta.. "ayo kita sarapan sama sama, dan setelah itu kita ke mol untuk membeli perlengkapan kuliah kamu,, tambah Alira yg membuat Aleta langsung terkejut dan merasa terharu sampai matanya berkaca kaca.. "kamu ngga usah merasa sedih karna mulai sekarang, tante dan om akan menjadi orang tua kamu, dan kami semua adalah keluarga kamu, hari ini om akan mendaftarkan nama kamu di kampus sebagai mahasiswi pindahan, kamu akan kuliah sama Melda sama sama semester 4.. kata Alira lagi.. "makasih banyak tante, kata Aleta dengan mata yg berkaca kaca dan langsung di sambut pelukan hangat Alira.. "ayo kita sarapan sayang.. ajak Fahri yg sudah duduk menghadap meja makan.. kemudian mereka sarapan bersama, Aleta yg sudah duduk di meja makan bukannya sarapan malah melamun karna dia merasa sedikit bingung dan bertanya tanya dalam hati karna dia tidak melihat keberadaan Faris sejak dia bangun tadi.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586962727070.jpg-original600webp?sign=b4fed2b630c4c8ffcf2185b1cf743d3e&t=5ed83980) "kak, ko ngga makan,,? tanya Almira yg membuat Aleta langsung kaget dari lamunannya.. "ayo sarapan sayang, kamu ngga usah terlalu banyak fikiran.. kata Alira.. "iya tan.. jawab Aleta dan segera menyantap sarapannya.. selesai sarapan, Fahri langsung bergegas mengantarkan Almira ke sekolahnya baru setelah itu ke kantor, sedangkan Melda dia sudah pulang ke rumahnya untuk bersiap siap ke kampus.. setelah mereka semua pergi, Alira dan Aleta langsung naik ke kamar masing masing untuk bersiap siap, karna mereka akan berangkan ke mol membelikan semua perlengkapan Aleta.. Aleta yg sudah berada di lantai dua melangkah mendekati pintu kamar Faris yg berada di sebelah kamarnya karna dia merasa penasaran, tapi setelah dia berada di dekat pintu kamar Faris, tiba tiba langkah kakinya tertahan karna dia kembali teringat dengan kelakuan Faris yg membuatnya kembali merasa murka, akhirnya dia langsung berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.. setelah selesai bersiap siap Alira dan Aleta langsung bergegas pergi, mereka pergi di antar oleh supir pribadi Alira, sampainya di mol Alira langsung memilih semua keperluan Aleta, sedangkan Aleta hanya mengikuti Alira dan mencoba semua pakaian yg di pilih Alira, dan di saat Aleta mencoba baju terakhir Alira langsung melarangnya untuk melepaskannya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1586962727067.jpg-original600webp?sign=c4ffb27bef0d8ce7ce48cdf9e237b350&t=5ed83980) "ngga usah di lepas sayang, kamu pakai itu saja,,! soalnya kita mau ke kantor om Fahri.. kata Alira dan hanya di anggukin oleh Aleta.. selesai membelikan semuanya Alira dan Aleta langsung bergegas ke kantornya Fahri untuk membawakan makanan buat Faris yg sempat Alira bawah tadi dari rumah, karna Faris tidak terlalu suka dengan makanan di luar, dia akan memakan makanan di luar rumah kalau memang dalam keadaan yg terdesak.. sebenarnya Aleta tidak ingin pergi tapi dia tidak bisa untuk menolaknya, setelah sampai di kantor Alira dan Aleta langsung melangkah menuju ruangan Faris yg berada tidak jauh dari ruangan Fahri.. Alira memilih untuk naik ke ruangan Faris dan Fahri melalui tangga, karna dia sengaja ingin membuat para kariawan wanita yg ada di kantor itu melihat Aleta dengan penampilan yg begitu cantik dan seksi.. Aleta dengan tenangnya melangkah mengikuti Alira dari belakang, Aleta memang sudah terbiasa dengan pakaian seksi di Amerika negara yg sangat bebas itu, jadi dia biasa biasa saja di saat semua mata para pegawai di kantor itu menyorotinya.. Chapter 125 Bab 126. kecantikan Aleta yg membuat semua mata tertuju padanya.. semua pegawai di kantor itu menatap Aleta dengan ekspresi bermacam macam, ada yg menatap dengan tatapan mengagumi dan ada juga yg menatap dengan tatapan sinis.. tapi Aleta yg memang sifatnya tidak terlalu pusing, melangkah mengikuti Alira tanpa memperdulikan tatapan dari pegawai pegawai yg sedang menatapnya.. sampainya di depan ruangan Faris, Alira langsung mengetuk pintu, dan setelah Faris bersuara mereka langsung masuk, Alira masuk duluan sambil tersenyum kepada putranya yg juga sedang menatapnya dengan senyum di wajah tampannya itu.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587027019808.jpg-original600webp?sign=b6983440b5f3cc0e76076e0cae989dfb&t=5ed83980) tapi tiba tiba senyuman Faris jadi memudar di saat melihat Aleta muncul di belakang mamanya dengan penampilan yg begitu cantik dan seksi, dengan segera dia langsung membuang mukanya dari Aleta menuju leptop yg ada di depannya.. Faris kembali fokus dengan pekerjaannya, dan Aleta yg di cuekin menatap Faris dengan tatapan yg tidak bisa di artikan, dalam hatinya dia sedikit kesal dengan sikap Faris yg cuek dan tidak perduli padanya setelah mereka tiba di Indonesia.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587027019584.jpg-original600webp?sign=5c4343fdd0b27c8ab4d7aac7744da6d7&t=5ed83980) dan Alira yg melihat itu jadi bingung, dia juga merasa kesal dengan sikap anaknya yg kelewatan cuek sama Aleta, karna sejak tiba dari Amerika Alira tidak melihat sikap ramah Faris terhadap Aleta sama skali.. "hmmm, kenapa anak sama bapak sama sama beku,,? ini anak apa es balok sih,,? gerutu Alira dalam hatinya.. karna melihat tingkah Aleta dan Faris yg sama sama cuek membuat Alira berfikir untuk pergi meninggalkan mereka berdua.. "Ris, ini mama bawain kamu makanan,,! dan ini yg masak Aleta looh,,! kata Alira yg tidak di respon sama Faris.. "sayang,, kamu tunggu di sini dulu ya,,! tante mau ke ruangan om sebentar.. kata Alira kepada Aleta.. "iya tan,, jawab Aleta sambil tersenyum.. sebenarnya Aleta ingin ikut bersama Alira, dia tidak ingin tinggal di ruangan Faris, tapi dia juga tidak bisa untuk mengutarakan keinginannya, akhirnya dengan terpaksa Aleta menunggu di ruangan Faris.. setelah Alira pergi, Aleta melangkah dan duduk di kursi yg berada tidak jauh dari meja kerja Faris, dia memilih untuk memainkan ponselnya dan sesekali dia melirik Faris yg sedang sibuk dengan leptopnya itu.. sedangkan Faris, dia tidak melirik Aleta sama skali, dia hanya fokus dengan pekerjaannya, tapi tiba tiba ada yg mengetuk pintu, tanpa menatap ke arah pintu Faris mempersilahkan orang yg mengetuk itu untuk masuk.. dan tidak berapa lama munculah seorang laki laki seumuran Faris, laki laki itu melangkah masuk menuju meja kerja Faris tapi tatapannya hanya kepada Aleta yg terlihat sangat cantik dan begitu seksi, dan Aleta yg menyadari itu tidak memperdulikan tatapan laki laki itu sama skali.. "hay bro,, sapa laki laki itu kepada Faris tapi matanya masih tetap menatap dada Aleta yg sedikit terbuka.. "hay Bram,, jawab Faris sambil mengangkat mukanya menatap Bram teman sekolahnya sampai kuliah.. Faris dan Bram memang sudah ada janji untuk makan siang bersama, Bram kerja di salah satu perusahan cabang milik papa Fahri, dia sengaja datang menemui Faris dan ingin mentraktir Faris untuk makan siang karna dia baru mendapat pacar baru.. Bram adalah salah satu sahabat baik Faris yg sangat hobi berganti ganti pasangan, dia tidak bisa bertahan lama dalam menjalin kasih dengan satu wanita, dan dia juga tidak bisa tahan kalau melihat gadis cantik dan seksi seperti Aleta.. di saat Faris mengangkat mukanya menatap Bram, tiba tiba darahnya langsung mendidih di saat dia melihat tatapan Bram yg mengarah ke dada Aleta yg sedikit terbuka itu,, dengan segera Faris langsung membuka suaranya yg bernada sedikit aneh.. "aku di sini bro, kata Faris yg membuat Bram langsung kaget.. sedangkan Aleta dia tetap santai sambil terus memainkan ponsel di tangannya, melihat Aleta yg begitu santai membuat Faris makin kesal dan geram, tanpa bersuara Faris langsung membuka jaket yg dia pakai kemudian dia langsung melemparnya kepada Aleta sambil menatap Aleta dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.. Aleta yg mengerti maksud Faris segerah meraih jaket yg di lempar Faris dan menutupinya untuk dadanya yg terbuka, dan Baram yg melihat itu langsung salah tingkah karna dia berfikir kalau wanita seksi itu adalah wanitanya Faris sampai Faris begitu perhatian terhadapnya.. "kita jadi makan di luar kan,,? tanya Bram setelah Faris kembali duduk di kursinya setelah tadi berdiri dan membuka jaketnya.. "malam saja baru kita keluar, soalnya aku lagi sibuk dan itu aku sudah di bawakan makan siang.. kata Faris sambil menunjuk ke arah rantang makanan yg ada di depan Aleta.. "siapa dia,,? pacar kamu,,? cantik bangat bro, selain cantik dia juga seksi dan sangat menarik.. bisik Bram tapi tidak di jawab sama Faris.. "sudah kamu pergi saja,,! nanti malam baru kita ketemu.. kata Faris.. "ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya,,? malam kita ketemu.. jawab Bram dan hanya di anggukin Faris yg sudah kembali fokus dengan leptopnya.. setelah Bram pergi Faris langsung berdiri dan melangkah menghampiri Aleta dengan tatapan membunuh, sampainya di depan Aleta Faris langsung berkata.. "ngga ada baju lain selain baju ini,,? atau kamu memang sengaja ingin merayu setiap laki laki yg menatapmu,,? tanya Faris dengan santainya tapi menusuk di hati Aleta.. "apa maksud kamu,,? tanya Aleta sedikit kesal.. "semustinya aku yg tanya apa maksud kamu mengenakan pakaian seperti ini di sini,,? ini kantor bukan bar.. kata Faris yg membuat mata Aleta langsung berkaca kaca.. Aleta merasa di rendahkan oleh kata kata Faris barusan, tanpa berkata kata Aleta langsung berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati pintu hendak keluar dari pintu tapi dengan segera di cegah oleh Faris.. "kamu mau kemana,, beginilah kebiasaan kamu di saat sedang tersudut.. kata Faris sambil mencengkram lengan Aleta.. "aku ingin pergi karna aku tidak sudi melihat tampang laki laki brengsek sepertimu.. ketus Aleta dengan berlinang air mata.. karna melihat Aleta menangis, Faris langsung merasa hawatir, karna dia tau kalau mamanya melihat Aleta menangis seperti ini dia akan di marahi habis habisan.. akhirnya Faris berfikir untuk membawa Aleta pergi dari situ, tanpa menunggu lama Faris langsung menarik tangan Aleta ke meja kerjanya, kemudian dia mengambil tisu yg ada di atas meja kerjanya dan memberikannya kepada Aleta sambil berkata.. "hapus air matamu.. kata Faris sambil menyodorkan tisu di tangannya kepada Aleta.. "ngga,,! jawab Aleta sambil membuang muka dari Faris.. karna Aleta tidak mau mengambil tisu itu, membuat Faris langsung melakukannya dengan paksa karna Aleta berusaha untuk melawan, dia menghapus air mata Aleta di wajahnya sampai bersih walaupun Aleta berusaha untuk menolaknya.. Chapter 126 Bab 127. liburan bersama.. selesai menghapus air mata Aleta, Faris dengan segera langsung melangkah sambil menarik tangan Aleta pergi dari ruangannya, Aleta yg sudah trauma dengan kelakuan Faris berusaha untuk melawan dan melepaskan tangan Faris yg sedang menggenggam erat tangannya.. "lepaskan akuuu,,! aku tidak mau pergi bersamamuuu.. teriak Aleta.. sedangkan Faris dia tetap melangkah sambil mencengkram erat pergelangan tangan Aleta dan menariknya keluar dari ruangan itu, dia tidak memperdulikan teriakan dan penolakan Aleta sama skali.. sampainya di luar ruangan semua para pegawai yg ada menatap mereka dengan tatapan bingung, karna selama ini mereka tidak pernah sekalipun melihat Faris dekat dengan wanita.. dan karna melihat semua orang menatap mereka membuat Aleta yg tadinya melawan jadi menurut, sambil menundukan wajahnya Aleta melangkah mengikuti Faris yg masih tetap memegang pergelangan tangannya.. Faris membawa Aleta masuk ke dalam lift, dan setelah berada di dalam lift, Aleta langsung mengebaskan tangan Faris sampai terlepas dari pergelangan tangannya, mereka berdiri bersebelahan tanpa ada yg bersuara.. di dalam lift Aleta memilih untuk tidak bersuara karna dia berfikir kalau Faris akan membawanya pulang ke rumah, begitupun dengan Faris, dia memilih untuk tidak bersuara karna dia tidak ingin bertengkar dengan Aleta yg menurutnya sangat keras kepala itu.. kemudian setelah pintu lift terbuka, Faris kembali meraih pergelangan tangan Aleta, tapi Aleta dengan segera mengebas tangan Faris sambil berkata.. "lepaskan aku,,! aku bisa jalan sendiri tanpa di tarik tarik.. ketus Aleta tanpa menatap Faris yg sedang menatapnya dengan tatapan dinginnya.. mereka melangkah menuju parkiran mobil dan langsung masuk ke dalam mobil Faris, dan tidak pakai lama Faris pun segera melajukan mobilnya menuju jalan raya.. dalam perjalanan tidak ada yg bersuara, Aleta memilih untuk menatap ke luar melewati kaca mobil, sedangkan Faris fokus untuk menyetir sambil sesekali melirik Aleta dari kaca spion mobil yg berada tepat di hadapannya, dan tidak sengaja Faris melihat pakaian Aleta yg terbuka di bagian dada dan perutnya, dan hal itu membuat Faris akhirnya bersuara.. "lain kali kamu ngga boleh pakai pakaian seperti ini kalau ke kantorku.. kata Faris sambil terus fokus menyetir.. "memangnya ada urusan apa sama kamu,,? tanya Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan sinisnya.. "karna kantor aku itu bukan tempat pelacuran seperti tempat yg kamu tempati selama beberapa minggu di Amerika.. jawab Faris yg membuat Aleta tambah kesal.. "jadi kamu berfikir wanita yg berpakain seksi itu ,,? tu banyak pegawai kamu yg pakai pakaian seksi, kenapa kamu ngga protes,,? tanya Aleta kesal.. "karna aku ngga ada hubungannya sama mereka.. jawab Faris.. "aku juga ngga punya hubungan apa apa sama kamu.. ketus Aleta.. "kita memang ngga punya hubungan, tapi kita sudah pernah berhubungan,,! jawab Faris tenang sambil terus menyetir.. jawaban Faris itu membuat Aleta langsung diam, Aleta tidak bisa untuk membantah apa yg di katakan Faris, karna itu memang yg sudah terjadi di antara mereka berdua.. hampir setengah jam menyetir, tiba tiba Faris masuk ke parkiran apartemen dan memarkirkan mobilnya di sana yg membuat Aleta lngsung kaget dan merasa bingung, karna Faris tidak membawanya pulang ke rumah malah membawanya ke tempat yg sangat asing baginya.. tiba tiba perasaan takut muncul di dalam benak Aleta, dia takut kalau Faris akan melakukan perbuatan bejatnya itu lagi, denga tergesa gesa Aleta menatap ke sekelilingnya sambil berkata.. "kamu mau bawa aku kemana,,? tanya Aleta panik sambil menatap Faris yg sudah bersiap siap untuk keluar dari dalam mobil.. "apa kamu ngga lihat,,,? kita akan masuk ke dalam sana.. jawab Faris tanpa menatap Aleta.. "aku ngga mau masuk ke dalam,,! ketus Aleta sambil membuang mukanya dari Faris.. "kamu ngga usah berfikir macam macam, aku membawamu ke apartemen aku karna aku ada acara dengan teman teman aku, dan aku ingin kamu menemaniku.. kata Faris sambil membuka pintu mobil dan keluar.. dengan ragu ragu Aleta pun ikut membukakan pintu mobil dan keluar, dia melangkah mengikuti Faris sambil berfikir.. "mengapa dia ingin aku menemaninya,,? dan apakah benar kata katanya barusan,,? atau dia hanya membohongiku.. gumam Aleta dalam hatinya.. di saat Aleta sedang berfikir sambil melangkah mengikuti Faris dari belakang, tiba tiba ponsel Faris berdering dan ternyata itu panggilan telfon dari mamanya.. ("halo Ris,, kamu di mana,,? dan Aleta di mana,,? suara mama Alira.. ("dia sama aku ma, kita lagi di apartemen aku, aku lagi ada acara sama teman teman, jadi aku memintanya untuk menemaniku.. jawab Faris.. ("acara apa nak,,? dan acaranya di mana,,? tanya mama Alira.. ("aku sama teman teman aku mau ke Bali, sekalian aku ada sedikit urusan kerjaan di sana ma, dan kita mau menginap di sana.. jawab Faris yg membuat Aleta langsung kaget.. "apa,,? mau ke Bali,,? gumam Aleta dalam hati sambil menatap Faris dari arah belakang dengan tampang bingungnya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/c5b34fc2/1587317262220.jpg-original600webp?sign=7fd6cab668465b4388d2f18d8f7edc75&t=5ed83980) ("Ris, kamu harus jaga Aleta baik baik ya,,! ingat pengorbanan mbah mu,,! kata mama Alira.. ("iya ma, ya sudah ya ma,, kata Faris dan langsung mengakhiri sambungan telfon dengan mamanya.. selesai berbicara Faris sudah berdiri tepat di depan pintu sebuah apartemaen yg sangat mewah, dan setelah memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dia langsung membuka pintu apartemen itu dan langsung masuk tanpa menoleh Aleta yg masih berdiri di depan pintu.. "kamu ngga mau masuk,,? aku mau tutup pintunya, kata Faris sambil memegang pegangan pintu.. "aku ngga mau ke Bali sama kamu dan teman teman kamu.. kata Aleta.. "mau ngga mau kamu harus mau, karna itu akan terhitung sebagai pelunasan separuh hutang kamu sama aku.. kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan dinginnya.. Faris berkata seperti itu karna dia tau, hanya dengan cara itu Aleta mau menemaninya, semua teman teman Faris yg akan pergi ke Bali membawa pasangan masing masing, dan mereka juga meminta Faris membawa pasangannya, karna Faris tidak punya pasangan akhirnya dengan terpaksa dia memutuskan untuk mengajak Aleta.. sebenarnya mereka janjian hanya ingin makan malam di traktir Bram sahabat Faris yg baru mendapat pacar baru, tapi karna ada kerjaan Faris di Bali, jadi mereka memilih untuk pergi bersama sama ke Bali sekalian berlibur.. Chapter 127 Bab128. Faris orang yg sangat ramah.. akhirnya dengan terpaksa Aleta pun menurut, dia bukan tidak mau untuk melawan tapi dia ingin secepatnya melunasi hutangnya kepada Faris biar Faris tidak seenaknya terhadap dirinya.. Aleta masuk ke dalam apartemen Faris yg sangat mewah itu dan Faris pun langsung menutup pintu apartemennya yg membuat Aleta seketika langsung ketakutan.. "apa yg mau kamu lakukan,,? tanya Aleta dengan tampang ketakutan.. "ya apa yg kamu lihat.. jawab Faris santai yg membuat Aleta tambah takut dan bingung.. "jangan kamu macam macam, kalau ngga aku akan teriak.. ancam Aleta sambil menatap Faris tajam.. "kalau aku mau melakukannya, aku ngga perduli biarpun kamu teriak, tapi tenang saja, aku masih banyak urusan yg lebih penting.. jawab Faris santai sambil melangkah menuju kamar tidurnya meninggalkan Aleta di ruang nonton.. Faris memilih untuk membersihkan badannya karna dia harus membawa Aleta keluar sebentar sebelum teman temannya datang, selesai mandi Faris keluar dari dalam kamarnya dan melihat Aleta sedang duduk termenung di atas sofa.. "sana mandi,, karna kita akan keluar sebentar,,! kata Faris sambil menatap Aleta.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471551148.jpg-original600webp?sign=9444cbf4969888e4e3d0930dfbc5320f&t=5ed83980) "keluar kemana lagi,,? tanya Aleta sambil menatap Faris yg sangat tapan dengan wajah juga rambut yg basah.. "kita harus membelikan perlengkapan untuk kamu,,! jawab Faris.. "ngga perlu, aku bisa ke rumahmu mengambil pakaianku dan keperluanku yg lain, aku ngga mau berhutang lebih banyak lagi padamu.. jawab Aleta sambil membuang mukanya.. "tapi kita ngga bisa ke rumah lagi, dan ini bonus buat kamu yg mau temanin aku ke Bali, jadi ngga terhitung hutang, kalau kamu ngga mau, berarti aku akan bungakan hutangmu.. kata Faris yg membuat Aleta langsung menyerah.. tanpa menjawab apa apa Aleta langsung melangkah masuk ke dalam kamar dengan wajah yg sangat datar karna kesal terhadap Faris yg suka seenaknya dan selalu mengancamnya dengan hutang.. sedangkan Faris dia tersenyum sinis sambil menatap pintu kamar yg sudah terkunci, Faris tidak ingin kembali ke rumahnya untuk mengambil perlengkapan mereka karna dia tidak mau mamanya melihat wajah sembab Aleta karna menangis tadi, akhirnya dia memilih untuk membelinya di mol terdekat.. setelah Aleta selesai mandi, dia keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan baju mandi Faris yg tergantung di dalam kamar mandi, dia melangkah dan langsung duduk di tepi ranjang.. dan tidak berapa lama dia mendengar suara Faris di depan pintu yg sedang memanggilnya sambil mengetuk pintu.. "Aleta,, apa kamu sudah selesai mandi,,? suara Faris di depan pintu.. dengan wajah sebelnya Aleta berdiri dan membukakan pintu kepada Faris, setelah itu dia berbalik kemudian melangkah ke arah tempat tidur dan kembali duduk di sana.. "kenapa kamu memakai baju itu,,? tanya Faris bingung sambil menatap Aleta yg sudah membelakinya.. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471432358.jpg-original600webp?sign=61b5098b69a9e0fad91d5f2981c87076&t=5ed83980) "trus aku mau pakai baju apa,,? tanya Aleta sambil menatap Faris yg sudah rapi dengan tatapan sinisnya.. "di dalam lemari ada beberapa pakaian mama, kamu bisa memakainya.. kata Faris dan kembali keluar meninggalkan Aleta di dalam kamar.. setelah Faris keluar, Aleta dengan segera melangkah menuju lemari dan mengambil pakaian mamanya Faris kemudian memakainnya, karna bentuk tubuh Aleta sama persis dengan mama Alira, membuat Aleta sangat cocok dan cantik dengan pakaian yg dia kenakan.. dan setelah sudah rapi Aleta langsung keluar menyusul Faris yg sedang menunggunya di ruang nonton, dia menatap Faris dari depan pintu tanpa berkata apa apa. ![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/154659/markdown/6462814/1587471551319.jpg-original600webp?sign=9ab5c51310b8f97b57349c3156c73299&t=5ed83980) karna merasa sudah agak lama, akhirnya Faris memilih untuk menyusul Aleta, tapi tiba tiba dia langsung kaget di saat melihat Aleta berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan penampilan yg sangat cantik.. "ayo kita pergi,,! kata Faris sedikit salah tingkah sambil berdiri dari duduknya dan segera melangkah pergi.. tanpa menjawab apa apa, Aleta pun langsung mengikuti Faris yg sudah melangkah menghampiri pintu, mereka pergi ke sebuah mol besar milik papa Fahri yg letaknya tidak jauh dari apartemennya Faris.. sampainya di mol besar itu, Aleta langsung kaget sampai mulutnya terbuka lebar di saat melihat gambar papa Faris yg besar terpampang di depan pintu masuk mol itu, dia tidak menyangka kalau mol sebesar itu milik keluarga Faris.. setelah mereka masuk ke dalam mol itu, mereka di sambut dengan penuh hormat dan semua para kariawan menatap mereka dengan tatapan kaget, karna setau mereka Faris putra dari pemilik mol itu tidak pernah terlihat berjalan bersama wanita seperti itu.. penyambutan dan tatapan para kariawan di mol itu membuat Aleta jadi salah tingkah, sedangkan Faris dia bersikap santai dan biasa biasa saja, tapi Faris orangnya sangat ramah, dia tidak bersikap seperti seorang bos di depan kariawannya, malah dia melarang kariawannya untuk menyambut mereka seperti itu.. "bos mudah mau cari apa,,? biar saya bantu.. kata seorang kariawan wanita.. "jangan panggil aku bos muda, itu terlalu berlebihan, temani dia untuk mencari pakaian, tas, sepatu, sendal dan yg lainnya yg dia inginkan, kata Faris kepada kariawannya itu.. "baik pak, jawab wanita mudah itu.. setelah Aleta pergi bersama wanita itu, Faris pun langsung bergegas mencari beberapa keperluannya tanpa ada yg menemaninya karna dia tidak mau di temani.. Aleta tidak memilih apa apa, semua dia serahkan kepada kariawan yg menemaninya itu, dan dia hanya mencoba beberapa pakaian yg di berikan wanita itu, dan semua yg di pilih wanita itu di sukai Aleta karna semuanya sesuai dengan selera Aleta.. selesai memilih perlengkapannya, Aleta yg dari tadi fokus dengan ponsel di tangannya langsung kaget di saat melihat perlengkapan yg menumpuk sebanyak itu, dia tidak mau mengambil semuanya, karna menurut dia itu terlalu banyak, tapi wanita itu tidak ingin mengembalikannya, dia ingin bertanya kepada Faris terlebih dulu.. karna kariawan itu bersikeras membuat Aleta terpaksa hanya mengikutinya, mereka berjalan menghampiri Faris yg sedang duduk menunggunya di ruang tunggu khusus, dan sampianya di depan Faris, kariawan itu segera menunjukan semua yg dia pilih untuk Aleta kepada Faris, dan tanpa melihatnya Faris langsung menyuruhnya untuk membungkus semuanya.. Aleya yg masih fokus dengan ponselnya langsung kaget di saat mendengar perkataan Faris yg menyuruh wanita itu untuk membungkus semuanya, Aleta tidak mau membeli perlengkapan sampai sebanyak itu, apalagi mereka ke Bali hanya sekitar 2 atau 3 hari di sana.. "itu terlalu banyak, aku ngga mau sebanyak itu,,! lagian kita di Bali hanya 3 hari kan,,? kata Aleta sambil menatap Faris.. "sudah, lagian bukan kamu yg bayar kan,,? tanya Faris yg membuat Aleta langsung diam karna tidak bisa untuk menjawab apa apa.. akhirnya kariawan itu dengan segera langsung membungkus semuanya dan Faris segera membayarnya, sedangkan Aleta yg berdiri di belakang Faris hanya terdiam sambil menatap Faris dari arah belakang..