21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 17 episode 17

Chapter 17 episode 17

    Okeh sudah selesai,


    Zira menunjukkan hasil rancangan nya kepada gadis cilik ini


    ini dia apa kamu suka ?


    suka aku Suka, Tante


    zira memegang rambut si kecil Naura sambil berjalan mendekati sofa,


    baiklah sayang semua nya sudah selesai, jika gaunnya sudah selesai nanti Tante akan mengabari papa kamu,


    Tante mau kah kamu datang ke pesta ulang tahun ku, rengek Naura


    kapan ulang tahun nya?


    sabtu depan , jawab fiko


    baiklah Tante akan usahakan datang,


    mari kita pulang sayang , rayu fiko kepada Naura


    aku mau bermain dulu papa, aku bosan di rumah terus, rengek Naura


    baiklah kita akan pergi ke taman bermain, ajak fiko


    tapi aku mau Tante itu ikut , Naura menunjukkan ke arah Zira


    Zira kaget dengan ekspresi si kecil Naura


    kamu tidak boleh seperti itu sayang, Tante Zira lagi sibuk, rayu fiko


    Naura menangis mendengar ucapan papanya


    Baiklah Tante akan ikut dengan kamu, Tante hari ini gak sibuk kok, rayu Zira.


    mendengar ucapan Zira , Naura lompat lompat menunjukkan ekspresi kalo dia sangat senang


    Yeye yey yeye, aku senangTante ikut, rengek nya


    kenapa fiko dan Naura tidak pernah menyinggung tentang mama nya, apa yang terjadi, batin Zira, Zira tidak berani untuk menanyakan hal itu


    mereka bertiga keluar dari butik menuju mobil fiko, fiko duduk di belakang setir, Naura dan Zira duduk di kursi belakang.


    di dalam mobil


    Tante , apa Tante punya anak?


    belum , jawab santai Zira sambil mengelus rambut Naura


    kenapa Tante belum punya anak ?


    karena Tante belum menikah,


    kenapa Tante belum menikah, tanya nya lagi


    karena Tante belum menemukan seorang pangeran


    kami gemes banget sih , Zira gemas dengan pertanyaan Naura , dia memegang hidung Naura,


    fiko memperhatikan mereka berdua dari kaca mobil , ketika fiko memperhatikan mereka mata fiko dan Zira beradu saling pandang, Zira langsung mengalihkan pandangan nya ke kaca mobil, menghindari tatapan dari fiko.


    sayang mama kamu nunggu di sana kan?


    zira memberanikan diri untuk bertanya karena dia tidak mau terjadi salah paham jika istri nya mengetahui ada perempuan lain di dalam mobil nya fiko


    mama sudah di surga Tante, jawab nya polos


    deg jantung Zira berdebar, Zira mencium kening Naura,


    maaf kan Tante sayang, ada bulir air mata yang menetes dari matanya,


    fiko memperhatikan sikap Zira kepada anaknya,


    mama nya meninggal sejak Naura umur satu tahun, fiko menjelaskan kepada Zira


    Zira sedih mendengar keadaan Naura, di matanya Naura seperti dia kecil tapi bedanya dia masih mempunyai seorang papa


    percakapan mereka berakhir karena mereka sudah sampai di tempat taman bermain


    zira memegang tangan kiri Naura sedangkan fiko memegang tangan kanan Naura merek seperti sebuah keluarga kecil.


    Naura tertawa riang , fiko sangat senang melihat ekspresi Naura, diam - diam fiko melirik Zira,


    waktu sudah menunjukkan jam 6 sore mereka keluar dari taman bermain dan pergi ke tempat makan, mereka makan dengan sangat lahap dan sesekali mereka saling tertawa, fiko sangat menikmati momen seperti ini.


    Setelah makan mereka pergi menuju tempat parkir , mereka memasuki mobil , mobil berjalan dengan kecepatan sedang,


    Tante aku senang sekali hari ini, aku ingin selalu seperti ini,


    iya sayang , Zira mengelus rambut Naura


    mobil fiko sudah berhenti di depan apartemen Zira, fiko mengantarkan Zira terlebih dahulu karena arah rumah mereka berbeda,


    Sebelum turun dari mobil Zira mengecup kening Naura,


    bye sayang ,


    tante apakah kita akan bertemu lagi, tanya Naura


    pasti sayang ,kan Tante mau datang ke ultah kamu, Zira membuka pintu mobil dan berjalan keluar,


    sebelum Zira pergi


    aku mengucapkan banyak terimakasih atas waktu mu dan perhatian mu kepada naura,


    tidak perlu berterima kasih, aku senang dengan anak anak, apalagi anak secantik Naura, jawab Zira


    fiko mengulurkan tangan nya dan bersalam dengan Zira, lama fiko memegang tangan Zira Zira merasa kikuk,


    eh baiklah aku masuk dulu, bye Naura , Zira melambaikan tangan nya ke arah naura.


    " hello readers ini adalah novel pertama author mohon maaf jika ada typo atau pun kesalahan lainnya, like episode favorit kalian dan terimakasih atas dukungan nya "
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents