21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 41 episode 41

Chapter 41 episode 41

    " kamu gak lagi bercanda kan ", elak Zira menutupi kegugupannya nya .


    " Nggak aku serius , aku menyukai mu dari hari pertama kita bertemu , melihat mu dengan Naura perasaan ku sangat nyaman , aku terus memikirkan kamu " , fiko menjelaskan semuanya .


    Zira masih bertempur dengan jantung nya yang super duper kencang , Zira tidak bisa berkata - kata , ntah setan apa yang menutup mulutnya , Zira yang biasanya bawel hari ini bisa diam seribu bahasa .


    " Aku tau ini adalah hari kedua kita bertemu , terlalu cepat untuk ku mengungkapkan perasaan ku padamu , tapi aku tidak bisa menutupi nya , aku ingin kamu tau tentang perasaan ku " , ucap fiko .


    Zira masih saja tidak bisa berkata - kata .


    Apa seperti ini perasaan seseorang ketika di tembak cowok , ya Allah mimpi apa aku tadi malam , seumur - umur belum pernah ada yang menembak ku , dan hari ini seorang pangeran mengungkapkan perasaannya kepada ku , aku harus gimana , masak aku harus bilang wow gitu , batin Zira .


    Zira melirik jam di tangan nya , teng nong waktu menunjukkan jam 6 sore , otak Zira berputar keras .


    Aduh aku harus pergi ke acara Nyonya Amel nih , tapi momen ini sungguh so sweet , tapi tapi kalo aku gak datang bisa bisa aku di jadikan rempeyek , batin Zira .


    Zira melepaskan tangan nya yang di genggam fiko .


    " hemmmmm anu anu ", Zira gugup .


    Gimana ngomong nya , aduh ini mulut sama otak kok gak bisa kerja sama sih kalo sama si ubi kayu aja bisa kompak , aduh aku harus bilang apa , batin zira .


    Fiko memperhatikan Zira yang gugup dan keringat dingin .


    " Kamu tidak harus menjawab sekarang , aku akan menunggu jawaban mu ", fiko mencium telapak tangan Zira .


    oh so sweet , romantis amat ini pangeran beda banget sama si ubi kayu , kok aku jadi memikirkan dia , batin Zira .


    " Hemmmmm baiklah aku harus pulang sekarang karena sebentar lagi sudah mulai gelap , terimakasih atas semuanya ", ucap Zira .


    " Baiklah akan aku antar " ,


    " eh eh gak usah , di sini masih banyak tamu dan jangan tinggalkan Naura sendiri , aku biasa naik taxi kok ", ucap Zira spontan .


    bukan gak mau di antar pangeran tapi kalo kamu antar aku , kamu akan tau jantung ku sudah lompat kesana kemari gak tentu arah , batin Zira .


    Zira pamit kepada Naura , wajah Naura terlihat sedih tapi Zira bisa berhasil membujuk nya .


    Fiko mengantarkan Zira ke depan gerbang , tempat taxi tersebut menunggu , kemudian Fiko membuka pintu taxi , dia mempersilakan Zira untuk masuk .


    " Hati - hati ", ucap fiko .


    Zira mengangguk kan kepalanya .


    Zira mendapatkan perlakuan yang begitu romantis dari seorang fiko , hati nya berbunga - bunga .


    Taxi sudah melaju meninggalkan rumah fiko , taxi berjalan dengan kecepatan sedang .


    Zira masih memikirkan ucapan fiko , ada rasa kebahagiaan tapi ada rasa kegundahan dalam diri nya , dia pun belum tau apa sebabnya .


    Zira melirik jam di tangan nya waktu sudah menunjukkan jam setengah 7 .


    " Waduh mati aku , pasti supir nya Nyonya Amel sudah datang aduh terlambat nih , jalanan macet lagi , aduh bagaimana nih " , guman Zira pelan .


    Zira duduk tidak tenang sesekali dia melihat keluar jendela mobil , sesekali melihat jam , dan sesekali melihat ponsel nya .


    " Waduh ada panggilan dari nyonya Amel , aku jawab gak ya ,duh kenapa aku bisa sepanik ini sih " , gerutu Zira .


    " Hello readers maaf jika ada typo, like episode favorit kalian ya , dan komen Sebanyak mungkin ". Terimakasih
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents