21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 44 episode 44

Chapter 44 episode 44

    " Aku sebaiknya ke toilet dulu , memastikan apakah ada cabe atau lipstik di gigi ku " , guman Zira pelan .


    Zira menghampiri seorang pelayan , yang sedang menata meja hidangan .


    " Permisi , toilet di mana ya " , tanya Zira .


    " Lurus aja , kemudian belok ke kiri , lalu lurus di sebelah kanan toilet nya ", ucap si pelayan .


    Zira mengangguk kan kepalanya dan segera pergi menuju toilet .


    Setelah sampai di toilet Zira melihat Sisil juga berada di tempat yang sama .


    Sisil mengetahui kedatangan Zira .


    " Nona Sisil kamu ada di sini juga , atau jangan - jangan kita berdua berada di acara yang sama ", tanya Zira .


    " cih apa yang kamu lakukan di sini ," tanya Sisil jutek .


    " Main bola ," jawab Zira , sambil menunjuk kan gigi nya di depan kaca .


    " owh gak ada cabe kok apa lagi lipstik ", guman Zira pelan.


    " apa mereka semua menatap ku ada hubungannya dengan penampilan ku ", guman Zira lagi .


    " hey Zira seperti nya ini rencana kamu ya ," bentak Sisil .


    " Rencana apa nona ", Zira masih melihat kaca .


    " kamu sengaja menjual gaun ku dengan orang lain agar yang menjadi pusat perhatian adalah kamu , benar kan ", tanya Sisil sambil menunjuk ke dada Zira .


    Zira menepis tangan Sisil .


    " wah terimakasih atas kejujuran nya, ternyata benar mereka semua melihat kearah ku karena penampilan ku , " guman Zira pelan .


    Sisil yang merasa di acuh kan Zira mulai emosi .


    " Hey jawab aku , cepat ", teriak Sisil .


    " Nona - nona soal gaun mu kan kamu sendiri yang membatalkan secara sepihak , apakah kamu masih ingat ", tanya Zira santai .


    Sisil merasa dirinya di pojokan Zira .


    " Ah kenapa kamu tidak memberikan gaun ini kepada ku ", tanya Sisil .


    " oh itu jawaban yang gampang nona , karena gaun ini tidak akan cukup untuk mu , kan kamu bisa lihat , tinggi badan kita aja beda , " Zira menunjukkan ke arah cermin .


    Sisil mempunyai badan yang tinggi bak seorang model , sedang kan Zira mempunyai badan yang tidak terlalu tinggi .


    " Ah kamu mencari alasan saja , sejak kapan kamu punya gaun ini ", bentak Sisil .


    " Sejak lahir , bye nona Sisil , " Zira melambaikan tangan nya.


    Zira berjalan ke luar toilet meninggal Sisil yang masih mencak - mencak .


    " hey tunggu aku belum selesai dengan mu ", Sisil teriak .


    Zira berjalan menyusuri ruangan menuju tempat acara yang sedang berlangsung .


    " Aduh semua mata melihat ke arah ku , aku jadi risih ", guman Zira pelan .


    " aih itu kan si ubi kayu , aduh aku takut , melihat tatapan nya , lebih baik aku menghindari nya ", guman Zira pelan .


    Zira berjalan mengendap-endap menghindari tatapan ziko .


    Zira berjalan menuju meja hidangan , beraneka ragam makanan di sajikan di meja , dari makanan lokal , sampai makanan western .


    " Ah makanan nya menggugah selera ku , sebaiknya aku makan saja , perutku sudah memanggil - manggil ", guman Zira .


    Zira memilih makanan yang ringan dulu , dia sangat menikmati makanan itu .


    Beberapa saat kemudian .


    " hey mulut micin ", teriak ziko .


    " hemmmmm tuan bicara dengan ku ", tanya Zira sambil celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri .


    " owh iya tuan bicara dengan ku , ada apa tuan muda ziko yang terhormat ," tanya Zira santai , sambil tetap mengunyah cake nya .


    " duh tuan jangan melihat aku seperti itu , aku takut ," Zira berekspresi seperti orang takut .


    " Kenapa kamu takut ," tanya ziko .


    " Mata mu ada laser nya , hahahaha ", Zira tertawa kecil .


    " hemmmmm kamu ya ," ziko sedikit marah .


    " Tenang tuan tenang jangan marah - marah , mari kita nikmati makanan ini sejenak ," rayu zira .


    " hello readers like dan komen yang banyak ya, dan jangan lupa vote biar tambah semangat author update nya ", terimakasih .
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents