21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 53 episode 53

Chapter 53 episode 53

    flash back


    Beberapa bulan yang lalu.


    Zira melangkah kan kaki nya menuju panti asuhan amal bakti , Zira termasuk dari beberapa orang yang hampir sering mendonasikan pendapatan nya ke panti asuhan amal bakti .


    Bahkan zira sering membawakan mainan atau pun makanan untuk anak - anak panti , karena menurut nya pasti anak - anak panti akan terhibur dengan di bawakan berbagai macam mainan .


    Zira sering menghabiskan waktu luangnya untuk berada di panti asuhan . Zira memang menyukai anak kecil apalagi anak panti , dia merasa senasib dengan anak - anak panti beda nya sepeninggalnya orang tua nya Zira di asuh oleh sang nenek .


    Zira sudah akrab dengan penjaga panti bahkan zira sudah di anggap Keluarga dari penjaga panti .


    Zira sedang bermain di luar dengan anak - anak panti , ada seseorang wanita yang memperhatikan dari jauh .


    Wanita tersebut masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya terdapat seorang ibu yang sudah sepuh , dia adalah ibu Ani ketua dari panti asuhan amal bakti .


    " apa kabar nya nyonya Amel ? ", tanya ibu panti .


    " baik ibu , ibu sehat kan ? ", tanya Nyonya Amel .


    Nyonya Amel mempunyai sifat yang dermawan dia merupakan donatur terbesar bagi panti asuhan amal bakti , semua penjaga panti sangat segan dan hormat kepada nya mereka selalu memperlakukan nyonya Amel dengan sangat khusus walaupun Nyonya Amel tidak menginginkan nya .


    Nyonya Amel dan ibu Ani melakukan percakapan seputar panti , kemudian .


    " ibu siapa gadis yang sedang bermain dengan anak - anak , saya perhatikan dia sering datang ke sini ", tanya Nyonya Amel .


    " Mungkin maksudnya Nyonya adalah Zira , Zira juga termasuk donatur untuk panti asuhan amal bakti , dia sering menghabiskan waktu luang nya di sini , bahkan dia sering membawakan anak - anak mainan dan juga makanan , anak - anak sangat akrab dengan Zira , Zira menyayangi mereka seperti menyayangi adik nya ", ucap ibu Ani .


    " apa pekerjaan nya ", tanya nyonya Amel .


    " owh dia adalah pemilik dari Zira boutique ", ucap ibu Ani .


    Zira masih duduk diatas kasur memikirkan nasibnya , mungkin kalo sebagian cewek jika berada di posisi Zira akan nangis bombay tapi tidak dengan Zira .


    Zira melangkah kan kakinya keluar dari kamar menuju ruang tamu tempat ziko berada .


    " tuan ",


    " hemmmmm ", sambil melirik ke arah Zira .


    " aih kenapa dengan rambut mu ", tanya ziko .


    ya ya rambut Zira acak - acakan ada yang naik ada yang turun Seperti Dollar naik turun .


    " trend 2020 ". ucap Zira cepat .


    " rapikan dulu rambut mu kamu seperti kuntilanak yang kehilangan sisir ", ucap ziko cepat.


    Zira kembali ke kamar nya untuk merapikan rambut nya. Zira melihat diri nya ke dalam kaca .


    " ih betul kata si ubi kayu , aku seperti kuntilanak kehilangan sisir ", guman Zira pelan .


    Setelah merapikan rambutnya Zira kembali ke tempat ziko .


    " tuan , kamu harus membatalkan rencana nyonya Amel , hanya kamu yang bisa membatalkan nya ", ucap zira cepat .


    " kamu belum kenal singa betina rupanya , kalo Singa betina sudah mengaung gak akan ada yang bisa membatalkan nya ", ucap ziko santai .


    " Dasar anak duralex itu kan ibu mu bisa - bisa nya kamu mengatakan nya singa betina, kamu mau di kutuk jadi batu gilingan ", ucap Zira cepat sambil memukul tangan ziko .


    Kevin yang mendengar ucapan Zira tertawa .


    " nona kenapa gak sekalian di kutuk jadi cobek aja ", ucap Kevin sambil masih tertawa .


    " tunggu cobek dan ulekan masih saudara kan ", tanya Zira ke Kevin .


    " Masih nona mereka satu ibu beda bapak ", ucap Kevin sambil masih tertawa .


    Zira kembali menatap ziko , dengan pandangan yang mematikan .


    " jadi gak bisa ya ", tanya Zira .


    " ya gak bisa lah , aku aja anak nya gak bisa apalagi kamu ", ucap ziko santai .


    Zira mondar mandir gak tentu arah dia berpikir keras untuk membatalkan rencana nyonya Amel .


    " hey kamu kenapa mondar mandir , kamu seperti setrikaan aja ", ucap ziko .


    " iya aku memang setrikaan aku lagi menyetrika otak ku yang kusut ", ucap Zira cepat sambil tetap mondar mandir .


    " Duduk kamu kalo sekali lagi kamu masih mondar mandir aku kasih kamu hadiah sebuah piring cantik ", ucap ziko cepat .


    " like komen dan vote yang banyak ya ".
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents