21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 60 episode 60

Chapter 60 episode 60

    Sesampainya di luar kamar Kevin memberitahu kepada tuan nya bahwa dokter Diki telah menghubungi nya dan memberi tau hasil lab nya .


    " Tuan dokter Diki baru menghubungi saya , dan hasil nya adalah negatif ", ucap Kevin cepat .


    " Ya aku sudah tau , dia sudah mengakui kesalahannya ", ucap ziko santai .


    Suara ketukan terdengar dari luar kamar , Kevin langsung membuka pintu dengan segera . Kevin mempersilahkan mereka masuk .


    Sebelumnya Kevin sudah menghubungi beberapa orang fashion designer dan Make up artis untuk datang .


    " Malam tuan ", ucap seorang fashion designer agak sedikit gemulai sambil menunduk kan kepala nya sedikit .


    " hemmmmm ",


    Kevin berjalan menuju kamar diikuti seorang fashion designer dan seorang Make up artis .


    Tok tok tok suara pintu kamar di ketuk .


    Setelah ada perintah , Kevin memegang handle pintu dan membuka pintu dengan perlahan .


    Kevin memperkenalkan mereka kepada Zira . Zira mengangguk tidak ada bantahan saat itu .


    Kemudian Kevin pergi dan meninggalkan Zira dengan fashion designer dan seorang Make up artis .


    Zira memilih mengenakan baju berwarna cream dengan lengan panjang bagian bawah yang panjang dan agak sedikit lebar tetap dengan make up yang flawless .


    Zira memilih lengan yang panjang untuk menutupi lengan nya yang berbekas suntikan .


    Zira keluar kamar karena sebelumnya asisten Kevin sudah memberi tahukan kepadanya setelah selesai harus menunjukkan penampilan nya kepada Tuan Muda Ziko .


    Zira berdiri di depan ziko yang sedang duduk di sofa . Ziko melihat penampilan Zira dari atas sampai bawah , kemudian ziko menyuruh Zira untuk memutar .


    " Stop ganti ", ucap ziko cepat .


    " Tapi kenapa tuan ", tanya Zira bingung .


    " Inikan bagus ", ucap Zira cepat .


    " gak suka , kamu gak liat belakang nya kebuka seperti itu sambil menunjuk ke arah punggung zira ", ucap ziko cepat .


    " Tapi "


    " Gak kamu malam - malam seperti ini pake baju seperti itu seperti sundel bolong tau ", ucap ziko cepat .


    tuan tuan kamu itu gak mau tubuh nona Zira di lihat khalayak ramai , batin Kevin .


    Zira pergi kembali ke kamar dengan menghentakkan kaki nya . Beberapa saat kemudian Zira Keluar lagi dan kembali berdiri di depan ziko .


    Dengan cepat ziko langsung menyuruh nya untuk mengganti baju yang di kenakan Zira .


    " ganti ganti , kenapa kamu memilih baju itu , kamu seperti ninja Hatori saja ", ucap ziko cepat sambil memegang pelipis nya .


    Zira mengenakan lengan panjang agak sedikit longgar dan celana panjang dan mengenakan ikat pinggang .


    Ziko berjalan menuju kamar dan kemudian dia kembali dengan membawa sebuah pakaian dengan lengan panjang agak sedikit ketat dan panjang sampai bawah lutut .


    " Nih pakai , kamu sebagai desainer seharusnya tau mana yang bagus ", ucap ziko cepat .


    Ziko memberikan nya langsung ke tangan Zira .


    Zira mengambil nya dan langsung menuju kamar untuk mengganti pakaian nya . Menurut Zira pakaian yang di pilih nya sudah bagus tapi dia mengalah untuk saat ini karena menurut nya selera orang berbeda dan malam ini dia harus menuruti selera ziko .


    Beberapa saat kemudian Zira Keluar .


    Ziko tersenyum puas .


    " itu baru bagus ", ucap ziko cepat .


    " tuan tapi ini kan masih ada bolong nya di bagian belakang ", ucap Zira sambil menunjuk kan punggung nya .


    " ya tapi gak seperti tadi bolong nya ", ucap ziko santai .


    Suara ponsel berbunyi asisten Kevin mengangkat ponselnya dan menutup nya kembali .


    " Tuan semua media sudah ada di bawah ", ucap Kevin .


    Ziko berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Zira .


    " Sekarang waktunya ", ucap ziko sambil memegang salah satu tangan Zira .


    Mereka berjalan beriringan sesekali Zira melihat tangan nya yang di pegang dengan ziko , hatinya merasa nyaman bersentuhan dengan tangan kekar ziko .


    " Tuan kenapa harus di umumkan di jam 12 malam , apa kamu mau mengumumkan sama mahluk halus ", ucap Zira santai .


    Ziko melirik Zira , dengan otomatis Zira langsung diam tidak berani melanjutkan ucapannya .


    Mereka sampai di tempat yang telah di sediakan pihak hotel , semua media memotret mereka .


    Mereka berdua duduk di kursi yang di sediakan di sana sudah ada terlihat Nyonya amel .


    Seorang moderator menjelaskan semuanya kepada media kemudian dia mempersilakan salah satu media untuk bertanya .


    " Apakah Nyonya menjodohkan tuan muda ziko dengan nona Zira ", tanya salah satu wartawan .


    Nyonya Amel menjawab .


    " iya saya menjodohkan anak saya dengan nona Zira , karena nona Zira sangat cocok untuk mendampingi ziko anak saya ".


    " like komen dan vote yang banyak ya terimakasih" .
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents