21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 64 episode 64

Chapter 64 episode 64

    Zira masih berkutat dengan aktivitas nya di butik , Zira mendesain banyak pakaian karena banyak nya pesanan yang datang .


    Ponsel Zira berdering tertera nomor asing , Zira tidak mengangkat panggilan tersebut dia masih kembali fokus dengan desain nya . Akhirnya panggilan itu berhenti tidak beberapa menit nomor yang tadi kembali menghubungi nya .


    Zira mengangkat dengan malas .


    " Ya halo ", ucap Zira .


    " Zira ini aku fiko ", ucap si penelepon .


    Mendengar nama fiko , Zira langsung panik .


    aduh mati aku , bagaimana ini pasti dia ingin jawaban dari ku , apa aku bilang tunggu 1 tahun lagi , atau aku bilang yang sebenarnya atau aku pura - pura amnesia , batin zira .


    " Halo Zira kamu masih mendengar kan ku , apakah kamu ada waktu nanti siang ", ucap fiko dari ujung ponsel nya .


    " Eh iya , aku mendengar kan kamu fiko , iya aku ada waktu ", ucap Zira gugup .


    " Baiklah aku tunggu kamu di restoran xxx , sampai jumpa ", ucap fiko ramah sambil menutup panggilan nya .


    Tut Tut Tut suara panggilan berakhir Zira meletakkan kembali ponsel nya .


    " Apa yang harus aku lakukan , aduh bagaimana ini , baiklah aku pasti bisa ", ucap Zira memberikan semangat untuk dirinya sendiri .


    Suara ponsel Zira kembali berdering , Zira melirik ponsel nya lagi - lagi nomor asing , Zira menutup panggilan tersebut .


    Nomor itu kembali menghubungi Zira . Zira mengangkat dengan sedikit emosi .


    " Ya halo ", ucap Zira ketus .


    " Zira ", tanya si penelepon .


    " Bukan ini bukan Zira ini nenek nya Zira ", ucap Zira ketus .


    " Ziraaaaa ", teriak si penelepon .


    Zira menjauhkan ponsel nya yang berada di dekat telinga karena teriakan dari si penelepon sangat memekak kan telinga nya .


    " Idih ini suara keceng amat kayak suara emak - emak lagi menang arisan ", guman Zira pelan .


    " Bisa gak sih kamu gak teriak , telingaku jadi lepas nih ", ucap Zira cepat .


    Zira masih belum tau siapa yang menghubungi nya tapi suara nya tidak asing .


    " Zira siang ini kita akan makan siang bersama ", ucap si penelepon .


    " Ini siapa , kenapa anda memberi perintah kepada saya ", ucap Zira cepat .


    " Ini calon suami mu , apa kamu tidak mengenal suara ku ", ucap ziko keras .


    Zira menepuk dahinya dengan tangan nya .


    " Mana saya kenal dengan suara anda , biasanya suara anda terdengar sangat seksi tapi ini suara anda seperti suara toa yang rusak ", ucap Zira cepat .


    " Udah saya tidak mau berdebat dengan kamu datang ke restoran xxx ", ucap ziko cepat sambil menutup panggilan nya .


    Tut Tut Tut .


    " Cih ini orang lama - lama ya , sewaktu konferensi pers aja bisa romantis ", gerutu Zira .


    Zira melihat nama restoran yang di ucapkan ziko di atas kertas karena dia sudah menyalin nya kemudian dia melihat kembali nama restoran yang di sebut kan fiko .


    " Lah ini restoran yang sama dan jam yang sama dengan orang yang berbeda ", ucap Zira cepat .


    " aduh kenapa sih dengan kalian , apa tidak ada restoran yang lain kenapa harus di situ ", gerutu Zira sambil meletakkan kepalanya di atas meja .


    Zira mulai berpikir keras apa yang harus di lakukannya .


    " Aku bilang aja sama si ubi kayu kalo aku lagi gak enak badan , eh tidak mana percaya dia ", ucap Zira sambil tetap dengan pikiran nya .


    " atau aku percepat waktu makan ku dengan si ubi kayu , pasti dia mau ", ucap Zira senyum .


    Zira menghubungi nomor ziko , nomor ziko sudah di simpan nya di dalam daftar kontak .


    Dia memberikan nama ziko di dalam daftar kontak nya " ubi kayu gosong " Zira tersenyum .


    " halo tuan " , ucap Zira cepat .


    " hemmmm , bisa gak makan nya sekarang ", tanya Zira .


    " ini jam berapa masih jam 9 kamu sudah lapar , apa kamu tidak sarapan ", tanya ziko cepat .


    " gak ", ucap Zira .


    Zira sudah sarapan sebenarnya tapi dia berbohong kepada ziko .


    " tidak " , ucap Zira pelan .


    " Apa ", teriak ziko .


    " Kenapa kamu gak makan kalo kamu sakit aku juga yang repot kamu tau ", ucap ziko sedikit teriak .


    " Cih kenapa teriak sih , iya kamu bisa gak ", tanya Zira .


    Lama ziko diam tidak menjawab Zira .


    " Kamu datang ke kantor sekarang juga ", ucap ziko sambil menutup panggilan nya .


    Zira yang mendengar ucapan bingung .


    " Aku mau mengajak dia makan tapi aku malah di suruh ke kantor apa sekarang kantor nya sudah berubah jadi warteg ", guman Zira pelan .


    Zira mengambil tas nya dan keluar dari butik di depan butik sudah ada seorang supir sekaligus pengawal untuk Zira seperti yang di perintah kan ziko .


    " pak bisa antarkan saya ke kantor tuan


    muda ", ucap Zira sopan .


    " Baik nona ", ucap bapak tersebut .


    Mobil sudah menyusuri setiap jalan menuju kantor tuan muda . Mobil sudah sampai di depan gedung Raharsya Group hanya dalam waktu 15 menit mereka sudah sampai .


    Zira berjalan menuju loby , Zira menuju meja resepsionis .


    " Permisi saya mau bertemu Tuan muda ziko ", ucap zira ramah .


    " Silahkan Nona , tuan muda sudah menunggu anda ", ucap si resepsionis .


    Zira mengangguk . Zira berjalan menuju lift menekan tombol lift menuju lantai yang di tuju nya .


    " Seperti nya resepsionis itu baru yang kemaren kemana ya ", guman Zira pelan .


    Pintu lift terbuka Zira keluar dari lift . Banyak karyawan berlalu lalang melewati Zira , mereka senyum dan sedikit membungkuk kan kepalanya .


    " Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih ".
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents