21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 4 Jelek dan Kampungan

Chapter 4 Jelek dan Kampungan

    Saga masuk ke dalam mobil. Dia duduk bersandar, lalu terdengar


    tawa dari mulutnya , hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang membuatnya sampai


    tertawa seperti itu. Sekertaris Han sudah duduk di belakang kemudi dan


    memasukan kunci mobil. Bulu kudunya berdiri melihat Saga tertawa seperti itu.


    “ Han.” Saga bicara dengan suara ringan.


    “ Ia tuan muda.” Sekertaris Han menghidupkan mobil, kemudian


    keluar dari area parkir dan melajukan mobil membelah jalanan yang ramai.


    “ Kau lihat tadi, rambut bergelombangnya. Haha, apa dia


    benar-benar perempuan. Bagaimana dia bisa tidak berdandan dan bertemu


    denganku.” Saga tertawa dengan cara yang sama. “ aku ingin menarik rambutnya tadi.”


    Sekertaris Han hanya terdiam. Dia melirik kaca spion melihat


    Saga di belakang. Terlihat sangat terhibur dengan apa yang dia katakan. Bukan,


    dia terhibur dengan objek yang sedang jadi isi pembicaraannya.


    “ Sepertinya aku suka padanya, dia bisa tersenyum seperti


    orang bodoh walaupun jelas-jelas tangannya gemetar. Haha, pasti dia akan jadi


    mainan yang tidak membosankan.”


    “ Ia tuan.”


    Aku harus mengatakan apa coba, sepertinya anda menemukan mainan baru yeng menarik.  Sekertaris Han bergumam dalam hati.


    “ Han.” Saga bicara lagi.


    “ Ia Tuan.”


    “ Buat aturan terperinci tentang apa yang harus dia lakukan


    setelah jadi istri ku, dari aku bangun tidur sampai aku mau tidur. Buat  dengan detail, semakin gila semakin baik.” Tertawa lagi. Han melirik kaca spion lagi merasa kuatir, tuan mudanya kapan terakhir


    tertawa seperti itu pikirnya.  apa ada yang salah dengannya hari ini. “ Dia benar-benar sangat jelek. Haha. Bagaimana dia bisa punya tinggi badan seperti itu, apa orang tuanya tidak memberinya


    makanan bergizi saat pertumbuhannya. Siapa tadi namanya?” Saga bahkan tidak


    ingat nama wanita yang akan menjadi istrinya.


    “ Daniah Andini.”


    “ Haha, bagaimana dia bisa punya nama yang kampungan begitu.”


    Tidak tahu bagaimana harus bereaksi, Han hanya merasa merinding melihat sikap


    tuan mudanya. “ Buatkan semua daftar apa yang aku sukai dan tidak aku sukai. Aku


    benar-benar ingin tahu apa dia masih bisa tersenyum seperti itu setelah melihat


    daftar kewajibannya.”


    “ Baik tuan.”


    “ Bagaimana bisa ada wanita sejelek itu, apa aku suruh dia


    operasi plastik setelah menikah ya. Tidak-tidak lebih bagus dia jelek seperti


    itu. Aku penasaran bagaimana reaksinya nanti, kalau wanita yang ada di samping ku


    sekarang hanya gadis jelek dan kampungan.”


    Deg, Han melirik spion lagi. Suara tuan Saga sudah berubah


    getir. Senyum atau tawa di bibirnya sudah lenyap. Sekarang dia bersandar di


    sandaran kursi dan memejamkan mata. Tengelam dalam kesepiannya sendirian.


    - - -


    Kenapa bulu kuduku tiba-tiba merinding.


    Daniah turun dari taxi online yang ia naiki dari restoran


    tadi. Meraba-raba tengkuknya yang tiba-tiba terasa dingin. Dia membayar biaya


    taxinya lalu masuk ke rumah, membawa bungkusan kotak makanan yang dia bawa dari


    restoran.


    Di ruang tamu ayah dan ibu tirinya sedang berbincang,


    menunggu kepulangan anaknya yang akan menjadi penyelamat keluarga. Saat Daniah


    masuk ayahnya langsung berdiri dari duduk dan menarik tangan putrinya untuk


    duduk di kursi.


    “ Bagaimana? Tuan Saga menyukai mu kan?”


    Hanya itu yang ingin kalian tahu kan.


    “ Kamu tidak membuat masalah kan? Apa itu yang kamu bawa?”


    ibu tirinya mengambil tas yang masih ada di tangan Daniah.


    “ Makanan dari Tuan Saga.” Daniah menjawab.


    “ Makanan, apa itu berarti dia menyukai mu, kalian akan


    menikah kan?” ayah yang sangat antusias.


    “ Semuanya berjalan sesuai dengan rencana ayah. Saya lelah,


    saya permisi ke kamar.” Daniah menjawab datar.


    “ Baik, baik, sana istirahatlah.”


    Dua orang tua itu tidak perduli ada kristal bening di pelupuk


    mata putri mereka, yang menetes saat dia berjalan menaiki tangga. Hanya terdengar


    tawa bahagia dari keduanya. Mereka sudah lepas dari kebangkrutan, dan hidup


    akan jadi lebih mudah bagi mereka kedepannya.


    BERSAMBUNG.....................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents