21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 6 Aturan Setelah Menikah (Part 2)

Chapter 6 Aturan Setelah Menikah (Part 2)

    “ Apa anda serius dengan apa yang


    anda tanyakan?” Han memberikan sorot mata tidak suka. Gadis di hadapannya ini


    sepertinya benar-benar memiliki keberanian berlapis. Sekaligus tidak tahu malu


    yang menggunung. Apa karena keputusasaan membuatnya bersikap seberani ini.


    “ Ia.” Jawab Daniah sambil mengeryitkan bibirnya. Sok imut.


    “ Asalkan anda bisa melakukannya


    tanpa tuan muda tahu saya rasa tidak apa-apa. Tentu saja jangan sampai orang


    lain juga tahu. Lakukanlah dan sembunyikan rapat jangan sampai tercium baunya


    sekali pun.” Nada suaranya berubah. Tegas, seperti memberi peringatan. Jangan


    membuatku susah untuk membereskan masalah mu. Begitu Daniah menerjemahkan.


    “ Benarkah? Wah ini sungguh berita


    mengembirakan.” Daniah berusaha mempertahankan caranya bicara. Agar bibirnya


    tidak bergetar.


    “ Tapi saya peringatkan anda terlebih dahulu nona, kemarahan tuan muda sangat sulit untuk dipuaskan. Jadi


    saya harap anda bijak dan berhati-hati mengambil sikap.”


    “ Baik” tersenyum riang.


    Apa! Dia menunjukan senyum


    keputusasaan  yang ia bungkus dengan


    ceria lagi. Kau benar-benar hebat.  Kalau


    orang lain, wanita lain pasti sudah gemetar ketakutan, bahkan tidak akan punya


    keberanian untuk hanya berakting sok tegar.


    Sekertaris Han mengeluarkan sebuah kartu. “ Ini kartu kredit tanpa batas, anda bisa mengunakannya untuk membeli apapun. Tapi saya sarankan bijaksanalah dalam mengunakannya, karena bisa saja nanti


    Tuan muda akan meminta pertanggungjawaban anda dan menanyakaan uang yang sudah


    anda pakai untuk apa.”


    “ Baiklah, terimakasih, saya akan


    memakainya dengan penuh syukur dan rasa terimakasih.” Daniah mengambil kartu


    itu dan meletakannya di hadapannya. “ Apakah saya bisa membeli rumah dengan


    kartu ini?”


    “ Saya sarankan anda tidak melakukannya nona.” Suara sekertaris Han terdengar kembali tegas, lagi-lagi


    memberi peringatan. Jangan buat masalah.


    “ Haha, aku hanya bercanda sekertaris Han.”


    Han tersenyum kecut, tidak senang. Dia sebenarnya tidak terlalu suka dengan calon istri tuannya ini, dari awal


    sejak Saga membuat keputusan. Karena dia tahu alasan apa yang mendasari


    keputusannya memilih Daniah, wanita yang sama sekali bukan tipenya ini untuk


    menjadi istri. Hanya sebagai pelarian, hanya sebagai sarana balas dendam.


    Karena ia tahu, ialah yang paling direpotkan kalau kedepannya ada masalah yang


    timbul.


    “ Apa anda sudah punya kekasih sekertaris Han.” Daniah kembali menyeruput minumannya.


    “ Maaf nona, saya tidak bisa menjawab pertanyaan yang sifatnya pribadi kepada saya.”


    “ Kalau begitu apakah anda mau menjadi kekasih saya?”


    Wajah sekertaris Han sudah merah


    padam. Ia mengepalkan tangan karena marah. Wanita di hadapannya ini sudah


    sangat lancang.


    “ Haha, saya hanya bercanda sekertaris Han, jangan dibawa serius.” Tawa kecil masih ada di mulut Daniah


    saat ia menghabiskan kopinya.


    Sekertaris Han mengatur nafasnya


    perlahan. Bagaimana ia bisa hampir saja termakan emosi oleh kata-kata wanita di


    depannya membuatnya kesal sendiri. Padahal, biasanya ia adalah orang yang


    sangat tidak mudah terpancing. Bisa dikatakan ia manusia tanpa ekspresi.


    “ Nona kedepannya saya harap anda


    berhati-hati dengan apa yang anda katakan, terlebih ketika berada di lingkungan


    tuan muda. Bisa saja apa yang anda anggap hanya bercanda akan ditafsirkan


    serius oleh tuan muda. Dan anda sendirilah yang akan menanggung akibatnya.


    Sekali lagi saya mengatakan ini bukan karena saya perduli kepada anda. Saya


    tidak perduli apakah anda akan hidup atau mati setelah masuk dalam rumah tuan


    Saga. Yang saya pentingkan hanyalah semua yang ada di sekeliling tuan Saga


    harus berjalan sebagaimana semestinya.”


    Daniah menelan ludahnya. Hati


    kecilnya sudah menciut mendengar kalimat panjang itu. Itu adalah bukti


    laki-laki di hadapannya ini sama sekali tidak perduli kepadanya. Hidup atau pun


    mati.


    “ Baik sekertaris Han, terimakasih


    atas nasehatnya, saya akan lebih berhati-hati dengan apa yang akan saya ucapkan.”


    “ Kalau begitu sekarang saya akan


    pergi. Silahkan anda pelajari dan hafalkan apa yang sudah saya tulis di lembaran


    itu. Untuk persiapan pernikahaan akan ada utusan yang menjemput anda nanti,


    untuk persiapan pakaian dan lainnya. Jadi saya harap anda tidak melakukan


    aktifitas apa-apa dan hanya menunggu di rumah anda.”


    “ Baik.”


    Daniah berdiri ketika sekertaris Han sudah mau beranjak.


    “ Terimakasih untuk semuanya.”


    Mereka saling menundukan kepala.


    Daniah terduduk kembali di kursinya.


    Menatap lembaran demi lembaran di tangannya, lalu beralih pada kartu tanpa batas


    di sampingnya. Tak terasa ada kristal bening yang tak bisa ia bendung jatuh. Ia


    sudah kehilangan arti kehidupan yang sesungguhnya mulai hari ini.


    BERSAMBUNG..................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents