21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 31 Hubungan Keluarga

Chapter 31 Hubungan Keluarga

    Ruangan tertinggi gedung Antarna Group


    Han masuk ke dalam ruangan dengan membawakan segelas jus dan


    sepiring potongan buah segar. Saga yang melihatnya masuk beranjak dari kursi


    kerjanya dan duduk di sofa. Setelah Han meletakan nampan di atas meja dia


    memberikan sendok garbu yang diterima Saga dengan tangan kiri.


    “ Silahkan tuan muda.”


    “ Duduklah.” Saga menunjuk kursi di depannya.


    Han melakukan apa yang diperintahkan. Dia melihat Saga mulai makan buah di dalam piring.


    “ Bagaimana perusahaan keluarga Daniah sekarang?” potongan pertama habis, dilanjutkan potongan kedua.


    Eh, barusan tuan muda menyebut nama nona Daniah kan. Dia benar-benar menyebutan nama wanita yang


    menjadi istrinya itu.


    “Sudah 100% stabil, saya sudah masukan tiga orang dalam


    jajaran atas untuk mengawasi semuanya. Apa ada yang anda inginkan menyangkut perusahaan?”


    Saga mengambil potongan kiwi “Makanlah!”


    Eh apa ini? Kenapa akhir-akhir ini aku merasa kiamat seperti


    mau datang saja, kenapa tuan Saga bisa bersikap aneh begini.


    Pikiran Han berperang dengan pendapatnya sendiri.


    Han menerima sendok yang disodorkan Saga, lalu


    memasukan buah itu kedalam mulutnya. Seperti habis mendapatkan hadiah istimewa


    dia terlihat sangat bahagia. Dia menyerahkan kembali garbu ke tangan Saga.


    “ Apa Daniah dekat dengan keluarganya?”


    Tuan muda benar-benar menyebut nama nona Daniah.


    “ Tidak” Han menjawab singkat. Saat Saga masih terdiam lalu


    menatapnya itu artinya dia minta penjelasan lebih. “ Hubungan nona Daniah dan


    keluarganya tidak terlalu dekat, kecuali dengan adik laki-lakinya.”


    “ Bocah yang bergandengan tangan dengannya waktu pernikahan?”


    “ Ia.”


    “ Kalau hubungannya dengan ibunya bagaimana?”


    “ Ibunya yang sekarang itu hanya ibu tiri.” Saga sedikit terkejut. Han melanjutkan ceritanya. “Ibu kandung nona Daniah meninggal saat nona berusia 6 tahun.”


    Sepertinya tuan Saga ingin tahu semua tentang nona Daniah.


    Han bergumam lalu bersiap melanjutkan informasi detail mengenai Daniah.


    “ Bisa dibilang hubungan mereka tidak baik. Gunawan sendiri


    hanya sibuk dengan perusahaan, jadi semua urusan anak-anaknya diserahkan pada


    istrinya. Ketiga anak itu mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam keluarga.”


    “ Apa Daniah pernah mengalami kekerasan fisik?” Saga mengambil gelas jus di meja dan meminumnya.


    “ Tidak, tapi ada info kalau waktu dia kecil dia pernah mau dibuang oleh ibunya. Sebenarnya bukan benar-benar dibuang, tapi dia dibawa ke tempat sepi dan ditinggalkan. Ibunya datang lagi setelah beberapa jam,”


    “ Ada kejadian seperti itu?” Ntah kenapa sorot mata kesal muncul ditatapan Saga.


    “ Infomasi itu diketahui bahkan oleh para pelayan mereka tapi saat itu Gunawan membiarkan, karena istrinya mengatakan itu adalah cara mendidik nona Daniah supaya menjadi anak yang patuh.”


    Huh! Saga tergelak.


    Jadi aku harus berterimakasih pada ibu tirinya yang jahat


    yang sudah membuat ku punya istri yang sangat patuh, atau aku harus mulai


    membalas dendam karena berani-beraninya dia memperlakukan istri ku seperti


    sampah.


    “ Jadi ini alasanya kenapa dia jadi anak yang patuh begitu.


    Kalau aku mengancamnya dengan keluarganya dia langsung berwajah pias. Kupikir


    karena dia sayang pada keluarga. Mulai sekarang, aku tidak mau Daniah


    berhubungan dengan keluarganya lagi.” Saga memberikan sorot mata tajamnya. Han


    tahu maksudnya, bahwa ini tidak bisa ditawar lagi.


    “ Apa dengan adik laki-lakinya juga?”


    “ Apa mereka benar-benar berhubungan baik.” Saga menyerahkan


    garbu kepada Han. “ Habiskan.” Lalu dia sendiri menaikan kaki lalu mengambil


    posisi tiduran di atas sofa. Han mengambil bantal kursi di sampingnya lalu


    meletakan di bawah kepala Saga. Membuat laki-laki itu bersandar dengan nyaman.


    “ Ia.” Han sambil sibuk mengunyah. Melirik Saga yang memejamkan matanya.


    “ Biarkan saja mereka. Selama adiknya tidak menggangu.”


    “ Baik. Dan..."


    " Apa?"


    " Adik nona Daniah mengajukan permohonan Magang di Antarna Group."


    Haha, adik yang kau sayangi pun ada dalam genggaman ku. kalau aku menyiksanya sedikit bagaimana reaksi mu ya. pasti semakin menarik.


    " Bawa dia kekantor pusat."


    " Baik."


    Cukup lama keduanya terdiam. Saga memejamkan matanya, sementara


    Han fokus dengan makanan di depannya.


    “ Carikan pakaian untuk dia pakai waktu pembukaan galery.”


    “ Apa anda mau membawa nona Daniah?”


    “ Kenapa masih bertanya, untuk itu kan aku menikahinya.”


    Saga terdiam lagi setelah mengatakan kalimat yang membuat


    Han juga bungkam. Dia menatap tubuh tinggi sempurna yang sedang tertidur


    di atas sofa itu.


    Kenapa anda membuat semuanya rumit begini, kalau anda mau


    saya bisa membawa nona Helena secara paksa dua tahun lalu. Tapi anda


    membiarkannya pergi dan membuat anda terluka. Sekarang, setelah kabar


    kepulangannya ketanaah air, anda bukanya menyambutnya, malah menyiapkan cara


    pembalasan dendam. Dan orang yang paling terluka di sini adalah nona Daniah.


    Seseorang yang bahkan tidak tahu apa-apa.


    “ Ceritakan tentangnya semuanya?”


    Kenapa ini? Apa dunia sudah mau berakhir? Apa tuan muda


    sudah jatuh cinta pada nona Daniah. Tapi tidak mungkinkan.


    “ Sebetulnya nona Daniah itu anak yang pendiam kalau dalam


    lingkungan keluarganya saja. Tapi kalau di luar rumah dia tetap jadi anak yang


    ceria. Riwayat sekolahnya juga tidak ada masalah. Dia sekolah dan berteman


    dengan banyak orang.” Saga terdengar menarik nafas dalam. Han masih memakan


    buah di atas meja. Han bicara lagi, semua informasi mendetail tentang kehidupan


    Daniah yang ia cari sebelum gadis itu menikah dengan Saga. Termasuk informasi


    tentang ketiga mantan kekasih Daniah.


    “ Sudah kamu habiskan?”


    “ Sudah tuan muda.”


    “ Siapkan mobil!”


    “ Apa anda ingin pergi kesuatu tempat?”


    “ Ayo kita bersenang-senang!” Saga bangun dengan bersemangat.


    Walaupun tidak tahu kemana tujuan yang ingin didatangi, Han


    berjalan di belakang Saga dalam diam.


    BERSAMBUNG................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents