21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 37 Saga Sakit (Part 2)

Chapter 37 Saga Sakit (Part 2)

    Daniah memasuki kamar, disusul oleh Han di belakangnya.


    Eh kemana dia, tadikan dia duduk di sofa, ya ampun, apa itu, dia benar-benar berakting seperti orang sakit


    sungguhan. Wah, wah, aku sampai kehilangan kata-kata.


    Saga  duduk bersandar di atas tempat tidur. Dia meluruskan kaki sambil melihat hp.


    “ Dari mana saja kamu? Sudah kubilang aku sakit masih saja pergi lama-lama.” Langsung mencecar, setelah


    melihat Daniah mendekat.


    “ Maaf tuan saya menunggu sarapan anda.”


    Huh, kalau sakit kenapa masih semenjengkelkan ini. Sepertinya tenagamu sama sekali tidak berkurang.


    “ Apa anda baik-baik saja tuan muda, apa saya perlu siapkan pesawat untuk cek up di negara XXX.” Daniah


    menutup mulutnya hampir saja keceplosan tertawa. Tapi sialnya kedua orang itu


    mendengar dan menoleh bersamaan ke arahnya.


    “ Kau menertawakanku?” Saga menuding dengan sorot mata kesal.


    “ Tidak tuan mana saya berani menertawakan anda.”


    Tapi kalian benar-benar lucu si, lagi main drama ya.


    “ Duduk!” Saga menarik kakinya, agar ada tempat Daniah duduk di tempat tidur. Gadis itu menurut, setelah dia duduk tiba-tiba Saga menarik kakinya dan meletakannya di pangkuan Daniah. Gadis


    itu terkejut. Apalagi Han yang berdiri di sampingnya.


    Tuan Saga bahkan membiarkan nona Daniah menyentuh kakinya. Sepertinya sekarang dia sudah mulai meyakini fakta yang dia kumpulkan. Kalau Saga sudah mulai membuka hatinya pada Daniah.


    “ Kakiku sakit.”


    Ha,,ha,,ha.. apa-apan dia ini. Daniah tertawa dalam hatinya.


    “ Saya akan menghubungi dokter


    Harun untuk memeriksa anda, apa tuan muda tidak butuh perawat.” Han berkata lagi.


    “ Akukan sudah ada dia.” Tunjuk


    Saga dengan ekor matanya sambil menyeringai licik. Daniah merinding melihat


    senyuman itu.


    “ Baik.”


    Ketukan pintu terdengar, lalu pak


    Mun muncul dengan membawa nampan berisi makanan. Han memberi instruksi untuk


    memanggil dokter keluarga. Pak Mun mengangukan kepala lalu permisi keluar. Han


    menyerahkan mangkok berisi bubur ke depan Daniah yang sedang memijat kaki Saga.


    Gadis itu tersenyum pada Han, mengatakan kalau tangannya sedang sibuk bekerja.


    Tapi Saga malah mengangkat kakinya, menekuk, lalu memindahkannya ke belakang


    tubuh Daniah.


    Sekarang tangan anda menggangurkan?


    Begitu sorot mata yang diberikan Han. Membuat Daniah kalah lagi. Dia menerima


    mangkok berisi bubur dengan kedua tangannya, masih sambil tersenyum, palsu.


    Kenapa aku harus melakukan hal seperti ini si.


    “ Kau mau membakar mulutku!” Saga berteriak kesal.


    “ Maaf tuan.” Akukan tidak tahu kalau ini masih panas. “ Tapi meniup makanan panas jugakan tidak boleh.”


    Gumam-gumam pelan.


    “ Andakan bisa menempelkan di bibir


    anda untuk mengetes apakah buburnya sudah dingin atau belum.” Han dengan


    santainya memberi ide gila.


    Jangan memberi ide aneh-aneh sialan!


    Itukan namanya ciuman. Kemarin aku sudah menghisap bekas sedotan dia, sekarang


    ini lagi.


    Daniah melirik Saga, laki-laki itu


    juga tidak memberi reaksi apa-apa.  Akhirnya dia benar-benar menempelkan sendok


    berisi bubur ke bibirnya.


    Aww panas, ternyata dia ingin


    membakar bibirku. Dasar sialan, tertawa lagi.


    Setelah memastikan bubur di sendok tidak


    panas Daniah mulai menyuapkan ke mulut Saga. Sambil sekertaris Han memberikan


    laporan pagi.


    “ Hari ini nona Helena akan sampai di tanah air, apa tuan muda mau saya membawanya kemari.”


    Mendengar nama Helena disebut Daniah refleks melirik Han, yang dilirik memberikan sorot mata tidak suka.


    “ Aku akan bertemu dengannya di galery besok.” Saga menjawab sambil mengunyah bubur.


    “ Baik tuan muda. Ini pakaian yang anda minta untuk nona Daniah.” Han menyerahkan tas yang ada di dekat kakinya.


    “ Aku, kenapa?” Daniah menerima tas


    yang diberikan Han. Dia melihat isinya sekilas, karena bubur disendoknya sudah


    mulai dingin. Ia suapi lagi Saga.


    “ Nona akan menemani tuan muda besok ke galery.”


    “ Kenapa?” Binggungkan, kenapa dia harus pergi menemani Saga, ke galery lagi.


    “ Karena aku bilang begitu, kenapa? Mau membantah.” Ya, sang Raja sudah memberikan titah yang tidak bisa di bantah.


    “ Tentu saja tidak tuan, saya menerima pakaian ini dengan penuh terimakasih dan akan pergi kemanapun anda memintanya.”


    Menyuapi lagi, sampai habis. Dengan


    perasaan dongkol tapi wajah tetap tersenyum secerah matahari pagi.


    Ketukan dari pintu terdengar, disusul suara pak Mun.


    “ Tuan muda, saya membawa dokter Harun.”


    “ Masuklah!”  Han yang menjawab.


    Seorang dokter muda masuk disusul


    oleh pak Mun. Dia langsung mendekat ke arah tempat tidur. Meletakan tasnya di


    samping Saga.


    “ Ada apa ini Saga, kau bisa sakit juga?”


    Lagi-lagi Daniah ingin sekali tertawa terbahak-bahak, dokter juga tahukan kalau penyakit tidak akan


    menghampiri tubuh iblis.


    Lalu dia melakukan pemeriksaan


    layaknya dokter sungguhan. Memeriksa denyut nadi, mata, tekanan darah dan suhu


    tubuh.


    “ Tuan Saga sakit apa dok?”


    Daniah seperti bocah yang penasaran


    mendekati dokter. Laki-laki itu menoleh, seperti merasa terkejut. Kenapa ada


    dirinya disana.


    “ Tidak apa-apa nona, Saga hanya perlu istirahat.”


    “ Hei, kalau aku bilang aku sakit artinya aku sakit.” Pasien galak mendengar diagnosa dokter.


    “ Ia, ia kamu sedang sakit. Sudah


    sarapan?” Dokter muda itu mengalah, karena tahu dia yang waras.


    “ hemm.”


    “ Nona apakah anda bisa mengambilkan air, supaya Saga bisa minum obat.” Dokter Harun mengedipkan mata


    pada Daniah, gadis itu terkejut dan menjawab spontan.


    “ Ia, baik.”


    Pak Mun belum membawa botol minum


    ke atas ya, membuat gadis itu keluar untuk mengambilnya dari dapur. Di dapur tentu


    saja dia tidak mudah begitu saja lepas dari berondongan ibu mertua dan adik


    iparnya. Yang penasaran dengan kondisi Saga.


    Sementara di dalam kamar.


    “ Kenapa ini? Kamu sedang main dokter-dokteran.” Harun tertawa terbahak.


    “ Nyah kau, Han bawa dokter sialan


    ini keluar.” Han masih berdiri diam, karena tahu perkataan Saga tidak serius.


    Dokter Harun termasuk teman dekat Saga, yang bisa bicara layaknya teman padanya.


    “ Dia istrimukan?” tanyanya lagi.


    “ Hemm.”


    “ Wahh, wahh.”


    “ Pergi sana.” Saga mengusir lagi.


    “ Tapi kamu tahukan Helena hari ini kembali, kamu pura-pura sakit biar gak ketemu dia?”


    Ahh, ternyata itu alasannya dia


    pura-pura sakit. Supaya tidak perlu bertemu dengan cintanya. Tapi kenapa. Bukankah


    seharusnya dia senang karena kekasihnya kembali.


    Mereka menghentikan pembicaraan


    saat Daniah datang dengan membawa sebotol air. Saling pandang, menduga-duga apa


    Daniah mendengar kalimat yang baru diucapkan dokter Harun.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents