21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 82 Berapa kali?

Chapter 82 Berapa kali?

    Camilan di depan mereka sudah


    kandas, berpindah tempat. Minuman juga sudah habis. Sofia mengumpulkan semua


    sampah bekas pembungkus lalu membawanya ke tempat pembuangan sampah. Sementara


    jenika membersihkan meja yang mereka pakai dengan tisyu. Adiknya merengut saat


    dia menyerahkan tisyu yang habis ia pakai lap meja. Tapi tidak bisa protes


    akhirnya kembali berjalan menuju tempat sampah.


    “ Kakak ipar ayo kita nonton.”


    Setelah membereskan tempat mereka duduk.


    “ Nonton? Tapi.” Daniah melihat jam


    di hpnya inikan sudah hampir petang pikirnya. “ Kitakan harus pulang Jen, bagaimana


    kalau tuan Saga pulang makan malam di rumah. Habis aku nanti kalau tidak


    menyambutnya.”


    “ Coba kakak ipar tanya sama


    sekertaris Han, hari ini Kak Saga makan malam di rumah tidak. Aku ingin nonton


    film, ada film baru, yang main model kece yang aku suka.” Jenika menarik tangan


    adiknya. “ Dia tampan ya. Aaa, tapi sudah punya pacar.”


    “ Coba lihat ini kak, manis ya. Gimana


    kalau kita minta kenalin sama kak Arya.” Dua orang gadis itu sedang bergosip


    ria. Lupa deh, kalau mereka sudah punya pacar masing-masing.


    Sementara Daniah mulai mengetikan


    pesan bertanya pada sekertaris Han. Sebenarnya dia sendiri juga tidak rela


    untuk pulang. Dia masih ingin bermain bersama Jen dan Sofi, dia lupa kalau tadi


    dia merasa terpaksa dan kelelahan pergi dengan mereka. Sekarang yang dia rasa


    adalah tawa dan bahagia.


    “ Sekertaris Han, apa tuan Saga


    akan makan malam di rumah?”


    “ Tidak nona.” Jawaban singkat


    padat dan jelas. Dan cepat sekali membalasnya.


    Daniah berbinar senang, dia sudah


    akan menyelesaikan pesannya tapi kembali berfikir.


    Aku harus minta izin tidak ya? Baiklah,


    pemberitahuan saja.


    “ Saya sedang bersama Jen dan


    Sofia. Kami akan pulang malam, Jen ingin menonton film.” Terkirim.


    “ Baik nona, selamat


    bersenang-senang.” Jawaban secepat kilat.


    Baiklah bereskan, dia sudah bilang


    begini artinya aku bisa pulang sepuasku bermain nanti tapa kuwatir.


    Tring, pesan masuk lagi.


    “ Bisa kirimkan foto anda bersama


    nona jenika dan nona Sofia.”


    “ Kenapa? Anda tidak percaya saya?”


    Sekarang giliran Daniah membalas secepat kilat.


    “ Tuan muda yang memintanya.”


    Duarr, lagi-lagi cuma bisa mengepalkan tangan geram. Dia selalu memakai cara


    licik untuk membungkam mulut Daniah. Sepertinya sekertaris Han faham sekali


    kelemahan Daniah dalam point ini.


    Kenapa aku selalu berfikir aku


    sedang berkirim pesan dengan tuan Saga kalau begini si. Baiklah, Cuma foto


    bukti kalau aku sedang bertigakan.


    “ Jen, kirimkan foto yang kita


    ambil tadi ke nomorku.” Padahal ya, merekakan belum bertukar nomor.


    “ kenapa?” mendongakan kepala,


    belum selesai membahas cowok tampan di hpnya dengan Sofia. “ Aku belum simpan


    nonor kakak ipar jugakan?”


    “ Tuan Saga minta aku mengirimkan


    foto kalau aku sedang bersama kalian. Aku mau kirim foto yang tadi saja.”


    Daniah menyerahkan hpnya, meminta Jenika memasukan nomornya. Jenika menurut


    saja.


    “ hei, kakak ipar ini bilang apa.”


    Merebut hp Daniah lagi setelah dia selesai menyimpan nomornya. “ Kakak ipar


    harus mengambil foto  baru dari hp ini,


    kakak ipar yang pegang hpnya sekarang.” Menyerahkan hp ke tangan Daniah. Lalu dia


    menarik Sofi untuk mencari posisi foto terkece.


    “ Memang kenapa? Sama ajakan sama


    foto kamu tadi.” Toh yang dia minta Cuma bukti kalau dia benar-benar sedang


    bertiga bersama adik-adiknya. Begitu yang dipikirkan Daniah.


    “ Ishh, kakak ipar ini benar-benar


    tidak tahu apa-apa ya. Kak Saga pasti sudah melihat foto yang aku posting tadi.


    Kalau kakak ipar juga mengirim foto itu dia bisa jadi kesalkan, kenapa, karena


    dia dianggap tidak spesial.” Menjelaskan lagi hal yang di rasa Daniah tidak


    masuk akal. Tapi dia jadi mendapatkan info baru. Ternyata Saga benar-benar


    sensitif sampai memperhatikan hal detail semacam ini.


    “ Jadi tuan Saga juga mengawasi


    kalian.” Mengeleng tidak percaya. Lebih tidak percaya lagi karena dua anak di


    depannya ini baik-baik saja.


    “ bukan mengawasi kami kakak ipar,


    tapi itu wujud kasih sayang kak Saga untuk melindungi kami.” Sofia menjelaskan.


    “ idih, kalian pengertian sekali.”


    Daniah mengeryit tidak bisa menerima cara berfikir kedua adik iparnya. Akhirnya


    mereka mengambil foto baru dengan menggunakan hp milik Daniah. Beberapa pose,


    sudah cukuplah.


    “ Kakak ipar edit dulu kasih love


    sama kecupan, baru dikirim.”


    Kalian ini kenapa si, kami itu


    bukan pasangan suami istri yang saling mencintai tahu. Sudah asal kirim saja.


    Daniah memilih foto yang paling


    bagus menurutnya, lalu terkirim. Selesaikan, begitu pikirnya. Urusan perizinan selesai.


    Sekertaris Han juga tidak membalas pesannya lagi.


    Mobil melaju menuju mall ternama


    milik Antarna Group. Hari ini mereka akan menonton film pilihan jenika.


    “ Kakak ipar kita buat grup chat


    yuk.” Jen bicara sambil mengemudikan kendaraaan.


    “ idih, gak mau. Memang kita


    seakrab itu.” Daniah menyandarkan kepala, menatap hpnya.


    “ Jahat, kok gitu si. Kakak ipar,


    ayo kita mengakrabkan diri donk, kakak ipar adalah wanita yang dicintai


    kakakku, jadi kedepannya aku akan membela kakak ipar.” Ya, ini juga untuk


    membuat hidupku jadi lebih muda juga. Jenika menyeringai.


    “ Jangan aneh-anen deh, siapa yang


    mencintai siapa.”


    Pembicaraan mereka terhenti saat


    mobil sudah memasuki area parkir. Sudah mulai gelap menuju malam.


    “ Kita makan dulu aja ya.” Jenika


    menarik tangan adik dan kakak iparnya menju food court mall. “ Mau makan apa?”


    “ Kita makan nasi yuk, tadi siang


    aku gak makan nasi soalnya.” Daniah memilih menu. Dia juga merasa perutnya


    lapar.


    “ Boleh-boleh”


    Mereka sudah menghadapi mangkok


    berisi makanan pilihan masing-masing. Segelas minuman juga sudah mendampingi. Bersiap


    menyantap hidangan makan malam


    “ Ayo makan.” Ucap mereka


    bersamaan, lalu tertawa. Suapan pertama juga bersamaaan.


    “ kakak ipar!” Jenika memanggil,


    dia masih mengunyah dan tidak menghentikan makannya.


    “ Iya.” Dijawab sekenanya, masih


    fokus makan juga.


    “ Apa benar kakak ipar tidak mencintai


    kak Saga?”


    Deg, kenapa menanyakan hal begini


    secara terbuka si. Aku harus menjawab apa coba. Terang-terangan mengatakan


    tidak mencintai juga tidak mungkinkan.


    “ Padahal kak Saga mencintai kakak


    ipar.” Sofi mengantikan jenika bicara. Seperti tahu sekali bagaimana perasaan


    kakak laki-lakinya. Ya, mereka tahu, karena mereka mengenal bagaimana Saga


    selama ini hidup.


    Hei, kenapa kalian rasanya


    memojokanku begini. Seperti berkata, kenapa kakak ipar tidak mencintai kakakku


    yang sempurna itu. Apa kekurangannya.


    “ Kalian pasti salah. Aku dan tuan


    Saga menikah karena ada alasan tertentu.” Akhirnya menjawab begitu. Tapi Daniah


    akan mencukupkan jawaban sampai di sini saja. Dia tidak mau membeberkan


    alasannya menikah dengan tuan Saga. Baik itu tentang pelunasan hutang atau


    tentang alasan sebenarnya perihal Helena.


    “ Apa?” Jenika bicara lagi.


    “ Kalian tidak akan paham.” Menolak


    secara harus untuk bercerita.


    “ Apa alasan kak Saga yang memilih


    kakak ipar untuk membalas kak Helen.” Jenika bicara santai sambil mengunyah.


    “ Lho kalian kok tahu.” Daniah


    terkejut, apa selama ini cuma dia yang tidak tahu. Dan menggangap alasan itu


    perlu dirahasiakan.


    “ Ya ampun kakak ipar, jadi karena


    itu kakak ipar sampai berfikir kalau kak Saga tidak mencintai kakak ipar.” Nada


    bicara Jenika sudah seperti mengvonis kalau Daniah itu wanita paling bodoh di


    dunia.


    Daniah terdiam.


    Tapi memang itu


    alasannyakan. Saat ini tuan Saga hanya sedang galau dan bimbang. Tapi kalau dia


    sudah bisa menata hatinya, dia pasti akan kembali pada cintanya lagi. Bukankah


    memang seperti itu cinta, dia akan kembali pada tempatnya.


    “ Baiklah, ayo habiskan makanan


    kita dulu. Sepertinya aku perlu membuka kuliah khusus untuk kakak ipar. Selain


    wajah pas-pasan, ternyata kakak ipar juga tidak pintar, tidak peka, lugu, polos


    yang cenderung bodoh ya.”


    “ Hei Jen, itu kurang ajar


    namanya.” Daniah jelas sewot mendengarnya.


    Jenika tertawa, tapi dia tidak


    minta maaf.


    Akhirnya tidak jadi nonton film.


    Mereka malah pergi ke cafe. Jenika dan Sofia memesan kopi sementara Daniah


    lebih memilih minum air putih dingin. Dia sudah kekenyangan tadi.


    “ Baiklah, kita mulai pelajaran


    pertama kita kakak ipar. Apa sudah siap.”


    “ Ia, ia, jangan kebanyakan drama,


    kamu mau bilang apa sebenarnya.” Daniah mengalah dan mengikuti mau adik


    iparnya.


    “ Setelah malam pertama sudah


    berapa kali kakak ipar tidur dengan Kak Saga?” lagi-lagi bicara tanpa sensor.


    Wajah Daniah langsung memerah malu. Bayangan dekapan saga menghantui kepalanya


    lagi.


    “ Jangan bertanya yang aneh-aneh.”


    Menghabiskan hampir separuh botol minumannaya.


    “ Sekali.” Daniah menjawab dengan  mengelengkan kepala pelan. “ Tiga kali.”


    Daniah mengeleng lagi. “ Sepuluh kali.” Kali ini Jenika yang mulai menggebu.


    Dia mengebrak meja. Bukan hanya membuat Daniah yang terkejut, orang di meja


    tidak jauh dari mereka juga sama. “ Jadi berapa kali kalian sudah tidur


    bersama?” berteriak kesal.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents