21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 94 Dunia sekertaris Han

Chapter 94 Dunia sekertaris Han

    Mungkin tidak akan ada yang menarik dalam kehidupannya, sekertaris Han, laki-laki penuh misteri. Siapa dia? Apa yang dilakukannya setelah dia menjalankan rutinitas hariannya?


    Setelah melewati sore yang penuh cinta di


    ruko dua lantai, yang penuh cinta hanya kedua majikannya. Dia sendiri hanya


    duduk diam di tangga, menyelesaikan urusan pekerjaannya. Memeriksa laporan


    kinerja para petinggi perusahaan. Sambil menikmati sebotol jus dingin yang


    diberikan karyawan toko sebelum mereka meninggalkan toko, karena habisnya jam


    kerja.


    Setelahnya makan malam yang hangat


    di sebuah restoran privat di tengah kota. Han memilih keluar dari ruangan,


    meninggalkan bos gila yang sedang di mabuk cinta pada istrinya. Padahal Daniah


    sudah mencegahnya agar dia tetap berada di ruangan dan ikut makan malam


    bersama. Memohon dengan sangat lewat sorot mata menghiba, dan mulut yang bicara


    tanpa bersuara.


    Apa anda pikir saya tidak tahu arti


    lirikan tuan Saga, selamat menikmati makan malam panjang kalian berdua. Maaf


    nona, saya tidak bisa menolong anda. Kendalikan sendiri laki-laki yang sudah


    tergila-gila pada anda ini semampu anda.


    Begitulah, pada akhirnya dia


    menikmati makan malamnya di sudut sebuah meja. Tanpa bicara sepatah katapun,


    hanya menikmati makanan. Ekspresi wajahnyapun ntah menunjukan apakah makanan


    itu nikmat atau tidak, hanya dia yang tahu.


    Saatnya kembali ke rumah setelah makan malam yang panjang untuk ukuran hanya makan malam saja.


    Sepanjang perjalanan di kursi


    belakang hanya terdengar


    “ Sayang hentikan. Aku mohon hentikan.”


    Cih, apa cinta benar-benar bisa


    membuat pelakunya bertingkah setidak waras tuan muda sekarang. Rasanya dia tidak sampai seperti ini dulu saat bersama Helena.


    Han berdiri di tempatnya sampai


    Saga dan Daniah yang diikuti pak Mun masuk ke dalam rumah. Setelah mereka


    menghilang ditemani dengan kesendirian dan angin malam yang berhembus dia masuk


    kembali ke dalam mobilnya. Meraih hp yang tersimpan di laci mobil, menghidupkan


    lalu melemparkannya pelan di kursi depan. Setelah itu menghidupkan mobil dan


    membawanya keluar dari gerbang utama. Menuju kehidupannya sendiri.


    Hp di kursi depan berkedip-kedip.


    Pesan masuk bergetar beberaapa kali. Email masuk. Itu adalah hp khusus yang dia


    pakai sebagai laporan rahasia semua hal yang berhubungan dengan tuan Saga dan


    Antarna Group. Mobil melewati jalanan yang cukup lenggang, ramai orang yang


    menikmati kehidupan malam, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan.


    Mobil berhenti di perempatan lampu


    merah. Terdapat beberapa antrian menunggu. Han mengetukan tangannya beberapa


    kali sambil melirik lampu yang belum berubah warna. Sedetik setelah warna lampu


    berganti sudah terdengar bunyi klakson mobil di belakang. Wahai penduduk bumi,


    mbok ya sabar kalau lampu baru ganti warna, gak usah pada ribut klakson juga,


    mobil di depanmu juga akan bergerak. Han melajukan mobilnya lagi dengan


    kecepatan sedang, menyusuri jalanan menuju kediamannya.


    Sampailah di area parkir sebuah


    apartemen mewah, di kawasan elite kota. Seorang petugas keamanan mengangukan


    kepala sopan ketika Han melewatinya. Han hanya mengerakan tangannya membalas


    sapaan itu. Dia memasuki area lobi dan menuju lif. Lif khusus menuju lantainya.


    Tunggu, apa dia pemilik seluruh lantai yang ada di gedung ini. Ntahlah, bahkan


    gajinya di Antarna Group saja masih menjadi misterikan.


    Sambil menunggu lif mengantarkan ke


    lantainya, dia membuka hp khususnya. Laporan mengenai perusahaan. Dia


    membacanya tanpa bergeming. Bahkan air mukanya tidak berubah. Lif terbuka, dia


    berjalan menuju satu-satunya pintu yang ada di lantai ini. Ya, satu lantai di


    gedung ini hanyalah rumahnya.


    Han memasuki rumahnya, lampu sensor


    menyala saat dia melepaskan sepatu. Menghidupkan beberapa lampu di ruang utama.


    Mengendurkan dasi jasnya lalu duduk di meja di dekat dapur. Meletakan kunci


    mobil, dan dua buah hp disana.


    Melihat tuan muda jatuh cinta untuk


    kedua kalinya, kupikir awalnya mustahil. Tapi teryata dia benar-benar bisa


    merubahnya ya. Daniah, rambut bergelombang, tubuh yang mungil. Sebenarnya daya


    tariknya itu dimana si, sampai tuan Saga tergila-gila. Apa di mulutnya yang


    pandai sekali bicara itu.


    Terdengar Han mendesah sebelum memasuki


    kamar mandi. Cukup lama dia menghabiskan waktu di kamar mandi. Melebihi tuan


    putri saja. Salah satu hobinya memang berendam di bak kamar mandi sambil


    berfikir. Apa yang dipikirkannya, hanya Tuhan yang tahu. Lagi pula selain


    Daniah mungkin tidak akan pernah ada yang iseng menanyakannya padanya.


    Malam semakin larut, Han


    menghidupkan kompor dan menuangkan segelas susu ke dalam panci kecil. Dia


    menghangatkannya sebentar kemudian kembali menuangkannya ke dalam gelas yang


    tadi. Mencampurkan sesendok madu ke dalam susu hangat. Lalu membawanya menuju


    meja di mana hpnya berada. Kembali dia memeriksa pesan yang masuk di hp khusus.


    Cih, banyak sekali yang harus


    kubereskan.


    Hp yang satunya menyala, hp resmi yang dia pakai, pesan


    masuk.


    “ Nona Daniah mengirimkan sejumlah


    uang yang cukup besar ke badan amal kota. Akan saya periksa penerimanya siapa


    saja.” pesan diterima.


    “ berikan semua laporan transaksi


    keuangan yang dipakai dari kartu dan rekening yang diberikan tuan Saga.” pesan balasan terkirim.


    “ Baik.”


    selesai laporan.


    Han menikmati setiap tegukan


    minumannya. Minum susu hangat sebelum tidur katanya bisa membantu tidur


    nyenyak. Sepertinya berhasil untuknya, karena setiap malam dia tidak pernah


    melewatkanya sama sekali.


    Sekarang Han yang mengirimkan pesan.


    “ Bagaimana helen?” terkirim


    “ Dia sudah mendekati EO, undangan


    untuk peresmian juga sudah dia dapatkan.”


    “ Biarkan saja, urus media jangan


    sampai ada berita tentangnya setelah peresmian.”


    “ Apa akan membiarkannya muncul di


    peresmian.”


    “ Itu akan jadi terakhir kalinya


    dia menggangu tuan saga. Kumpulkan semua bukti, cetak semua foto yang kau


    dapat.”


    “ Baik tuan.”


    Aku sudah memberimu kesempatan


    untuk menyerah Helen, tapi sepertinya kau benar-benar keras kepala dan tidak


    tahu malu. Berbeda denganmu yang dari awal memang hanya ingin memanfaatkan


    ketulusan cinta tuan Saga. Kalau Daniah bahkan sampai hari ini saking bodohnya


    dia dia tidak menyadari perasaan sesungguhnya tuan Saga.


    Kenapa perempuan itu banyak sekali


    macamnya begini.


    Meletakan hp yang biasanya,


    sekarang beralih pada hp khusus ditangannya. Membuka beberapa email penting,


    yang dikirimkan para kaki tangannya di dalam perusahaan. Bukan CEO, tapi Han


    selalu punya wakil khusus yang berada di bawahnya langsung untuk memberi


    informasi mengenai kinerja perusahaan secara nyata. Bukan hanya laporan


    tertulis yang dibuat sebaik mungkin, namun fakta real di lapangan. Siapa saja


    mereka, tidak ada yang tahu. Siapa saja bisa menjadi bayangannya apapun


    posisinya di perusahaan. Tapi yang pasti mereka adalah orang-orang yang setia


    pada Antarna Group. Orang-orang yang separuh hidupnya mengabdikan diri untuk


    Antarna Group.


    Melelahkan, aku juga ingin pergi


    berlibur. Tapi di situasi seperti ini, saat bos yang tidak bisa membedakan mana


    buah apel dan buah semangka.Kapan mereka akan saling mengakui perasaan mereka.


    Setelah memeriksa semua laporan dia meletakan semua hpnya bercampur dengan kunci mobil, di meja dapur. Han mematikan beberapa lampu, dan


    menyisakan satu. Lalu berjalan menuju kamarnya. Sebentar setelah menjatuhkan


    diri diatas tempat tidur dia sudah mulai bergumam lembut masuk ke dalam mimpi.


    “ Aku juga ingin jatuh pada gadis


    berambut bergelombang dan berwajah manis.”


    Aaaa, andai ada yang merekamnya saat mengigau dalam tidur, itu bisa jadi aib yang bisa dipakai untuk


    mengancam sekertaris Han seumur hidupnya.


    Bersambung


    “ Hidupku yang membosankan, hei tor kapan aku jatuh cinta? ” @Han
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents