21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 140 satu persen

Chapter 140 satu persen

    Sehabis selesai meeting produk baru


    di gedung Antarna Group. Saga dan sekertaris Han kembali ke ruangannya. Sesaat


    sebelum meninggalkan ruangan tadi Saga menatap deretan produk sample di meja.


    Semua orang yang ada di ruangan meeting terlihat gelisah dengan situasi semacam


    itu. Siapapun dari mereka tahu kalau presdir Antarna Group sangat tidak


    menyukai jenis makanan yang satu itu. Tapi, mau bagaimana lagi tuntutan pasar


    serta peluang yang luar biasa besar di produk panggan instan membuat mereka


    tidak mau melepaskan kesempatan mendapat keuntungan. Hanya satu kalimat yang


    diucapkan Saga tapi akan membawa tanggung besar di pundak mereka. “ Paling


    tidak bukan hanya lidah kalian yang merasa enak, tapi tubuh kalian juga tidak


    akan sakit kalau memakannya.” Artinya, buatlah makanan dengan gizi seimbang


    walaupun itu adalah makanan instan.


    “ Kenapa kebanyakan orang tergila-gila


    dengan makanan instan?” Saga berdecak agak kesal sebenarnya. Sampailah mereka


    di depan ruangannya. Staff sekertaris di depan ruangannya bangun saat mereka


    mendekat. Menundukan kepala mereka sopan.


    “ Karena praktis dan enak di lidah.”


    Han menjawab sambil membukakan pintu ruangan. Saga masuk meninggalkan Han yang


    masih berada di dekat pintu. Dia mengerakan tangannya agar salah satu staffnya


    mendekat. “ Siapkan buah dan jus segar seperti biasa.” Perintahnya kepada staff


    sekertaris yang sudah berdiri di depannya.


    “ Baik tuan.”


    Setelahnya Han langsung menarik


    handle pintu. Dia mengedarkan pandangan menyapu ruangan mendapati Saga yang


    sudah duduk di sofa. Menyandarkan kepalanya.


    “ Mereka bahkan bisa berfikir untuk


    membuat bakso aci instan. Bukannya seharusnya bakso itu dari daging kan?”


    benar-benar kehilangan kata-kata. Versi makanan low budjet tapi kepopulerannya


    bahkan mengalahkan produk aslinya.


    “ Di negara kita memang banyak


    sekali makanan citarasa lokal yang bisa dibuat makanan instan tuan.” Han


    menyebutkan beberapa jenis jajanan populer yang sudah banyak beredar. Kalau


    dulu mungkin hanya di kenal mi instan saja sebagai olahan pangan praktis, enak


    di lidah dan mengenyangkan. Tapi sekarang, semua jenis makanan hampir sudah


    memiliki versi instannya.


    “ Jauhkan Daniah, Jen dan Sofi dari


    semua makanan itu. Apa itu yang sering dia makan. Cilok, tadi adakan cilok


    instan.” Saga memberi penekanan dua kali agar Han benar-benar menegur pola


    makan adik-adiknya. Jen dan Sofi masih sering kedapatan makan makanan


    seenaknya, hanya memperdulikan lidah mereka saja. " Biarkan mereka makan sesekali, tapi jangan terlalu sering. Dan juga tetap beri label peringatan di kemasan produk untuk konsumen. Peringatan untuk tidak dikonsumsi setiap hari."


    “  Baik tuan. Sepertinya budaya makan kita memang sudah perlahan bergeser.


    Saat ini makanan pedas atau makanan instan memang sedang sangat populer,


    apalagi di kalangan anak muda.”


    Food vloger yang saat ini  populer di portal pemutar vidio juga membawa


    banyak sekali peran dalam bergesernya pola konsumsi masyarakat. Para pengiat


    ekonomi sudah melihat pasar itu. Saat ini melakukan iklan melalui seleb media


    sosial atau vloger jauh lebih menguntungkan dan menjangkau masyarakat. Efektif


    membidik target market jualan.


    Ketukan pintu menghentikan


    pembicaraan mereka. Han bangun, menerima nampan berisi buah dan juga jus segar.


    Dia membawanya dan meletakannya di atas meja.


    “ Silahkan tuan.”


    “ Han carikan penganti Leela untuk


    Daniah. Sepertinya sudah waktunya dia kembali keperusahaan.” Saga menerima


    gelas yang di sodorkan Han. “ Aku yang akan menentukan sendiri, kau pilih saja


    orangnya dan bawa padaku.”


    “ Apa anda punya kriteria tertentu


    tuan? ” Sejujurnya saat ini tidak ada satu namapun yang masuk dalam daftar


    seleksi sekertaris Han. Membuatnya mendesah sendiri. Tapi membiarkan Leela


    untuk tetap menjadi sopir nona Daniah juga bukan pilihan tepat. Dia masuk


    jajaran top 100 orang kepercayaan di Antarna Group. Kepemimpinannya sudah dia


    buktikan. Dan yang pasti Han bisa mendelegasikan kebijakan penting pada Leela


    menyangkut perusahaan.


    Terlihat Saga berfikir sejenak.


    Mungkin sedang menyusun kriteria khusus tentang asisten yang dia inginkan.


    “ Tidak ada.” Sambil memasukan


    potongan buah ke mulutnya.


    Cih, kenapa anda malas berfikir


    sekarang. Han bergumam sendiri dalam pikirannya.


    “ Tidak ada syarat khusus. Dia


    hanya harus perempuan. Hemmm.” Diam sebentar. “ Bisa bela diri, paling tidak


    selevel dengan Leela. Tidak banyak bicara, tapi tahu apa yang harus dia


    kerjakan. Dan yang pasti dia bisa melindungi Daniah dalam situasi apapun. Kalau


    perlu cari yang bisa tinggal di rumah.”


    Anda masih bilang tidak ada


    kriteria khusus, lalu itu apa!


    “ Sebelum bulan madu, bawa dia


    padaku.”


    Apa! bulan madu bahkan sudah di


    depan mata.


    Han terlihat mulai memilah


    nama-nama di kepalanya. Dia mendapati beberapa nama dalam jajaran pengawal


    terlatih yang dulu pernah secara langsung ada dibawahnya. Semakin


    mengkerucutkan pilihan, tapi belum berhasil menemukan satu nama yang tepat.


    “ Dan juga, apa maksudnya ya, sampai


    hari ini Daniah masih merengek tentang tema bulan madu ala rakyat biasa. Memang


    maunya dia itu apa?” bertanya tapi hanya terdengar seperti protes. “ Tadi pagi


    dia masih membicarakannya.”


    Pikiran Han langsung tersadar


    kembali.


    “ Sepertinya nona ingin bulan madu


    seperti kebanyakan orang tuan. Jalan-jalan dan bersenang-senang di luar


    ruangan. Nona bilang ingin bermain di laut, mungkin maksudnya dia ingin


    seharian bermain di laut, menyelam dan berenang misalnya.”


    Cih. Wajah Saga terlihat masam.


    Apa! jadi anda benar-benar hanya


    ingin memeluk nona saat bulan madu. Kenapa harus jauh-jauh pergi bulan madu.  Peluk saja nona di dalam kamar sepuas anda. Merepotkanku


    saja.


    “ Aku tahu apa yang kau pikirkan


    Han! Kurang ajar.” Saga  Melemparkan


    garbu yang habis dia pakai. Han tergelak menerimanya, lalu ikut makan buah yang


    ada di atas meja. “ Baiklah atur 51 % bermain di luar dan 49 % menghabiskan waktu


    di kamar.”


    Apa! hanya beda satu persen, apa


    anda pikir nona Daniah sepintar itu sampai tahu bedanya.


    “ Tuan muda, apa nona bisa melihat


    bedanya?” mengambil beberapa potongan buah sekaligus, memasukannya ke dalam


    mulut dengan cepat. Lalu menyerahkan garbunya kembali ke tangan Saga.


    “ Apa! kamu sedang berfikir kalau


    gadis bodoh itu tidak akan tahu bedanyakan?” Kesal sekaligus membenarkan


    perkataannya sendiri. Diapun ragu kalau istrinya bisa melihat perbedaan satu


    persen itu.


    “ Saya tidak berfikir kalau nona


    bodoh tuan muda. Saya hanya berfikir apa nona akan sepintar itu sampai tahu


    bedanya yang hanya satu persen.” Bicara tanpa rasa bersalah sama sekali.


    “ Itu sama saja!” berteriak


    akhirnya. “ Hanya beda pengucapannyakan.”


    Han hanya menjawab dengan tertawa .


    “ Satu persen itu bisa jadi berbeda


    tergantung padamu.” Menatap licik. “ Aku percaya padamu Han.”


    Apa-apaan ini sepasang manusia


    bodoh yang saling jatuh cinta. Memberikan beban paling berat padaku. Nona, aku


    harap anda benar-benar pintar kali ini.


    “ Kau lupa, kalau hanya dengan


    saham 51 % aku bisa menutup pabrik ini.” Menunjuk proposal bisnis tentang


    olahan makanan instan yang baru saja mereka bahas tadi. “ Sekarang kau paham kan


    bedanya satu persen itu?”


    “ Benar, anda selalu benar tuan


    muda. Saya akan mengatur semuanya.” Sudah tidak bisa membantah, ketika Saga


    menginginkan sesuatu. Han seperti mewajibkan dirinya untuk melakukan yang


    terbaik.


    Tapi, bulan madu itu sebenarnya


    ngapain aja? Jomblo abadi sedang binggung dengan jawaban dari pertanyaan yang


    ditanyakannya sendiri.


    Mereka menghabiskan buah yang ada


    di piring, tengelam dengan pikiran masing-masing.


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents