21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 152 Siapa Aran?

Chapter 152 Siapa Aran?

    Di sebuah kontrakan sempit yang di


    sewa dengan biaya cukup terjangkau kalangan menengah kebawah. Bangunan sedikit


    kumuh yang bercampur dengan kawasan padat penduduk. Ada banyak kontrakan


    sejenis yang menawarkan harga murah dengan fasilitas alakadarnya di sekitarnya.


    Becek sedikit jika hujan turun. Bukan sebuah hunian yang akan menjadi pilihan,


    jika kalian memiliki uang lebih di ibukota. Namun, tempat-tempat ini menjadi


    penyelamat para pekerja dengan gaji dibawah rata-rata.


    Dan kontrakan sempit inilah tempat


    gadis itu bernaung, menyembunyikan diri dari dunia yang sudah lama


    meninggalkannya.


    Sudah dua hari lewat dari


    pertemuannya dengan harimau gila itu. Aran sama sekali tidak bergerak dari


    kamar kosnya. Dia delevery makanan beberapa kali. Sebagai upayanya


    menyembunyikan diri. Tapi hp di atas meja , tidak bergetar selama dua hari ini.


    Tidak ada pesan masuk atau panggilan telfon. Dia kerap memeriksanya. Bahkan


    mungkin selama dua hari ini pekerjaannya adalah memeriksa hp.


    “ Aku pasti sudah gila! Kenapa aku


    kecewa dia tidak menghubungiku.” Depresi “ Aku tahu, dia tidak mungkin


    menghubungiku. Dia hanya mengintimidasiku kemarin.” kembali berusaha memperoleh kesadaran diri.


    Aran menjatuhkan diri ke atas


    tempat tidur, bergulingan di bawah selimut tipisnya. Mengulingkan tubuh sampai


    membentur dinding pembatas. Dia bahkan tidak punya ruang untuk sekedar


    berguling-guling di atas tempat tidur. Kepalanya muncul dari balik selimut. Dengan


    rambut terburai kesana kemari.


    Tapi kenapa aku sama sekali tidak


    menuliss!


    Di depan laptopnya yang menyala dia


    hanya mematung. Seluruh ide di kepalanya buntu. Selama dua hari ini dia hanya


    bolak-balik memandang hpnya. Membuka kotak pesan, melihat daftar pangilan. Seperti


    pelamar kerja yang sedang menunggu panggilan wawancara. Dia benar-benar


    mendedikasikan waktu untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti.


    Seharusnya aku menulis.  Aku tahu dia hanya mengerjaiku. Laki pula


    sudah gila ya, memang apa yang dia inginkan dariku. Dia bahkan punya ratusan


    karyawan yang bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Lantas apa artinya


    serpihan daun sepertiku ini.


    “ Bangun Arandita!” berteriak


    sendiri memenuhi kamar kosnya dengan teriakannya. Ntah kenapa Aran mengerutu.


    Seharusnya dia senang sekertaris Han tidak menghubunginya. Walaupun jujur


    dibagian hatinya yang lain dia merasa kecewa. Dengan perasaan engan dia bangun


    dari atas tempat tidur. Menyeret kakinyanya menuju karpet dimana meja kecil dan


    laptopnya yang sudah dua hari ini tidak dia sentuh.


    Pendar cahaya laptop membias ke wajahnya.


    Mengerakan mouse untuk membuka kertas lembaran putih. Dia harus menulis


    sekarang. Jadwal update dua novelnya sudah ada di depan mata. Krik, krik sudah


    setengah jam dia meletakkan tangannya di keyboar laptopnya. Tapi kepalanya


    benar-benar tidak bisa diajak berfikir.


    Aaaaaaa, kenapa aku ini.


    Akhirnya Aran memilih bersandar di


    tempat tidurnya. Menjatuhkan kepalanya. Menatap langit-langit kamar sempitnya.


    Adegan masa lalunya menari-nari di pikirannya, terbiaskan di langit kamar. Dulu,


    saat ia masih menjadi reporter di stasiun tv ternama milik konglomerat negri


    ini. Stasiun TV XX yang berhasil mendapatkan wawancara khusus dengan presdir


    Antarna Group saat dia menyatakan perasaannya pada istrinya.


    Kejadian itu sudah sangat lama,


    namun tidak akan pernah terlupakan dari ingatannya. Karena keserakahannya dan


    kenekatannya. Membuat Aran harus kehilangan semuanya.


    Siang itu putri pemilik stasiun tv


    tempatnya bekerja mendatanginya di ruangannya. Wanita cantik yang juga telah


    menyelesaikan studi bergensinya di luar negri. Dia sudah memiliki brand


    kosmetik yang sangat populer di negara ini. Cantik, pintar, kaya raya dan dari


    keluarga terpandang. Dia punya semua modal untuk jadi bunga di kalangan atas


    pergaulannya. Tapi, kenapa gadis sesempurna dia harus jatuh cinta pada orang


    yang salah.


    “ Nona, anda tahukan ada aturan


    yang tidak tertulis di dunia media negara ini. Bahwa Antarna Group adalah


    perusahaan yang tidak bisa di sentuh secara pribadi.” Ada garis yang tidak bisa


    ditembus media dalam memberitakan Antarna Group. Yaitu mengenai kehidupan


    pribadi pemiliknya, yaitu Saga Rahardian Wijaya. Sudah seperti aturan tidak


    tertulis, jangan menggangunya, kalau kalian mau hidup damai. Begitulah adanya.


    Perusahaan sekala nasional yang ada di semua lini kehidupan. Loyalitas para


    karyawan yang sudah tidak perlu dipertanyakan. Membuat media selalu menaati


    batas tidak tertulis itu.


    “ Bukan tuan Saga. Diakan sudah


    punya pelukis Helena. Gadis sombong itu sudah seperti putri, memamerkan


    hubungannya dengan tuan Saga.” Mendengus sebal, membayangkan wajah pelukis


    Helena. Gadis paling beruntung di negri ini yang diperkenalkan kepada publik


    sebagai kekasih tuan Saga.


    “ Tapi memang itu layak untuk


    dipamerkan nona.” Aran membalas ringan. Siapa juga yang tidak akan pamer kalau


    punya pacar sehebat tuan Saga. Kalau dia bukan serpihan debu di dunia ini


    mungkin dia juga akan tidak tahu malu untuk ikut menyukai tuan Saga.” Tapi, Kalau bukan


    tuan Saga siapa lagi. Setau saya dia tidak punya adik yang diperkenalkan ke publik.”


    Walaupun Aran juga tidak tahu kalau dalam pergaulan kelas atas yang terbatas. Mungkin


    saja nona di hadapannya ini mengenal adik tuan Saga.


    “ Sekertarisnya.” Jawaban wanita di


    depan Aran seperti sambaran petir di telinga gadis itu.


    “ Apa nona sudah gila!” Aran


    berteriak keras, tidak perduli siapa wanita yang ada di depannya. Putri kesayangan


    pemilik tempat dia mengantungkan hidup. “Nona tahu siapa dia? Walaupun dia juga


    sama-sama tampan, tapi seharusnya nona jangan pernah berhubungan dengannya.”


    Aran tahu siapa yang dimaksud nona dihadapannya. Laki-laki dingin yang selalu


    berada di belakang tuan Saga. Saat dia mengambil foto-foto resmi presdir


    Antarna Group, dia selalu melihat laki-laki itu. Dia bahkan selalu dalam frame


    foto yang sama dengan tuan Saga. “ Nona carilah laki-laki normal saja.”


    Wajah wanita di hadapan Aran tampak


    sangat muram. Dia tahu kalau sekertaris Han memang terlihat sangat dingin dari


    luar, tapi dia yakin kalau dia bisa menyentuhnya hati itu sebenarnya hangat.


    “ Tapi aku menyukainya, kami sudah


    beberapa kali bertemu di forum resmi. Semakin dilihat dia semakin mempesona.”


    Sudah gila ya! Aran memaki dalam


    hatinya.


    Sekertaris Han ibarat musuh para


    reporter. Dengan isyarat tangannya saja para reporter sudah tahu untuk menjaga


    jarak  untuk sekedar mengambil foto. Dia


    tidak segan mengambil tindakan fisik jika dia merasa ada yang menggagu kenyamanan


    tuan Saga. Dan tidak pandang bulu. Dia bisa memukul laki-laki atau perempuan.


    Semua gender itu sama saja baginya. Penggangu kenyamanan tuan Saga. Harus


    dihilangkan.  Dan Aran paham betul, dia


    harus menghindari orang seperti itu.


    Setampan apapun dia, aku tidak akan


    memilihnya untuk jatuh cinta.Memang aku punya nyawa berapa sampai mau berurusan dengannya.


    “ Aku akan memberimu uang sekian.”


    Nona muda itu menyebutkan nominal uang yang jumlahnya bisa mengugurkan


    pertahanannya. Glek, Aran menelan ludah demi mengulang nominal itu di kepalanya.


    Setengahnya saja bisa dia pakai untuk melunasi pinjaman pembelian rumah


    orangtuanya. Dan sisanya bisa dia pakai untuk dirinya sendiri. Jiwa serakahnya,


    naluri keingintahuannya, tantangan yang menaikan semangat. Berlomba memprovokasi.


    Aran dikenal sebagai reporter


    tangguh di stasiun TVXX. Kerjanya cepat dan juga profesional. Berani, walaupun


    terkadang keberaniannya dilandasi karena kekurangan uang. Untuk itulah nona


    muda itu mendatangi Aran. Nona muda itu tersenyum tipis. Dia mengenal Aran


    dengan baik. Reporter satu ini bisa bekerja diluar nalar manusia biasa jika


    dijanjikan uang.


    “ Nona maaf, saya tidak berani.” Sepertinya


    Aran belum kehilangan akal sehatnya.


    Cih, dia tidak terpancing.


    “ Aku yang akan bertanggungjawab


    semuanya. Kau tahukan ayahku sangat menyanyangiku.” Aran mengangukan kepalanya.


    “kau cukup mengambil vidio sehari-hari, dan foto-foto. Setelahnya serahkan


    pada tim produksi, mereka yang akan mengatur semuanya.”


    Nona, kenapa anda gila begini si.


    Anda bahkan mau menyiarkannya di tv. Anda tidak tahu seberbahaya apa laki-laki


    itu. Julukannya saja harimau gila. Ya, itu julukan dariku si.


    “ Aku akan memberimu bonus dua kali


    lipat gajimu setelah semua selesai.”


    “ Nona.” Mulai tergoda saat kembali


    menghitung nominal yang akan di dapat.


    “ Aku yang akan menjaminmu.


    Percayalah, tidak akan terjadi apa-apa. Identitasmu akan dirahasiakan.” Semakin


    tergoda mendengarnya.


    Dan akhirnya Aran benar-benar


    melakukannya. Membuka lembaran ikatan mematikan dengan laki-laki yang dia


    juluki harimau gila. Seharusnya dia tidak boleh terlalu serakah. Karena ini adalah hal yang ia sesali sepanjang hidupnya.


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents