21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 175 Bulan Madu (Part 12)

Chapter 175 Bulan Madu (Part 12)

    Jamuan makan siang sudah di mulai.


    Saga sudah terlihat gelisah dan mulai mengacuhkan orang-orang yang ingin


    menyapanya. Tapi dia masih terlihat bisa menahan diri untuk tetap berada di


    ruangan perjamuan. Han yang duduk tidak jauh dari mejanya sudah melihat


    ketidaknyamanan tuannya. Dia terlihat mengutuk Ken yang masih bisa tertawa


    sepuas itu sambil memamerkan kedekatannya dengan tuan Saga.


    Han terlihat bangun dari tempat


    duduknya, ia hanya menyentuh makanan sekenanya. Jamuan mewah itu tidak terlalu


    sesuai dengan seleranya. Beberapa orang  terlihat ingin mendekati dan menyapanya namun


    saat dia mengangkat tangannya. Orang-orang itupun tahu bagaimana harus


    bersikap. Mereka menjauh dengan tertib. Bukan rahasia lagi, kalau orang nomor


    dua di Antarna Group sama sulitnya di dekati di banding dengan presdirnya.


    Han berjalan menuju sebuah sudut


    ruangan. Tempat di mana dia bisa mengawasi seisi ruangan sekaligus memeriksa


    hpnya. Wajahnya langsung berubah saat melihat pesan masuk yang baru dia terima.


    “ Nona muda bertemu dengan laki-laki teman


    SMUnya. Sepertinya hubungannya tidak terlihat baik.”


    Ketika sebuah foto masuk. Han sudah


    tidak bisa menyembunyikan perubahan mimik kesal wajahnya. Dia mengenali siapa


    laki-laki yang ada di dalam foto itu. Bukan salah satu dari ketiga mantan


    kekasih nona mudanya. Tapi pria kurang ajar yang punya kenangan buruk dengan


    nona mudanya. Kisah SMU ini dia simpan sendiri. Saat menjelaskan tentang


    riwayat kehidupan Daniah pada Sagapun dia tidak menyebutkannya. Berharap Daniah


    tidak akan pernah berurusan dengannya suatu hari nanti. Karena setelah


    memeriksa dia benar-benar menyimpulkan bahwa lelaki itu tidak penting di


    hadapan nonanya sekalipun.


    Sial! Kenapa bertemu di waktu


    seperti ini. Seharusnya aku membereskannya tanpa tuan muda tahu. Cih, kalau


    sekarang tidak mungkin bisa menyembunyikannya.  Yang aku kuatirkan  selama ini


    hanya ketiga mantannya, dan mereka sekalipun tidak pernah berpapasan. Malah


    bocah kurang ajar ini yang muncul.


    Dengan tenang Han meninggalkan ruangan


    untuk menelfon. Memberikan instruksi pada semua tim keamanan Antarna Group yang


    berada di dalam pulau untuk menuju lokasi. Menyiapkan helikopter Yang akan


    membawa Saga dalam sekejap ke pulau XX. Kalau Tuan Saga sampai datang terlambat


    sedikit saja, dia tahu diapun  mungkin tidak


    akan bisa menenangkan tuan Saga. Apalagi jika sesuatu terjadi pada nona Daniah.


    Dan semua akan diluar kendali kalau


    nona sampai kenapa-kenapa. Arandita, semoga kau bisa bekerja dengan benar kali


    ini.


    Daniah sudah benar-benar terpojok.


    Dia mengangkat kedua tangan melindungi dirinya.


    Apa dia mau memukulku! Tuan Saga!


    “ Kak Haksan kendalikan dirimu!”


    Berteriak keras. Hatinya mulai sedikit gentar. Dia bisa melihat kemarahan di mata


    Haksan. Semua sudah diluar kendalinya. Kafenya juga sudah porak poranda. Mata


    Daniah masih sempat berkeliling mencari di mana Aran. “Jangan sentuh temanku!”


    Melihat Aran terduduk tidak berdaya Daniah semakin panik dan merasa bersalah.


    “ Niah, ini semua salahmu. Kalau


    kau menurut semua pasti baik-baik saja. Padahal aku hanya ingin mengobrol saja


    denganmu. Kau masih ingatkan saat kencan pertama kita kau mengerjaiku


    habis-habisan, setidaknya bayarlah hutangmu untuk waktu itu padaku.” Daniah


    langsung menepis tangan Haksan dengan keras, saat laki-laki itu ingin menyentuh


    pipinya.


    Daniah mendorong tubuh tinggi


    Haksan, laki-laki itu tertawa karena dia sama sekali tidak bergeming.


    “ Kau gila kak! Aku sudah menikah.


    Kalau sampai suamiku tahu, kau bisa mati.” Haksan masih dengan tidak tau malu


    berusaha meraih ujung rambut Daniah.


    Aku juga! Aku juga pasti mati,


    paling tidak kebebasan yang sedang aku perjuangkan.


    “ Haha, suamimu? sepertinya orang yang menakutkan.


    Aktingmu meyakinkan sekali Niah, aku sampai gemetar dan mengira kau benar-benar istri


    tuan Saga.” Tawanya mengema sekaligus badan yang dia buat seakan gemetar


    ketakutan. Sementara itu wajah Daniah terlihat berubah. Sekelebat dia terlihat senang,


    tapi sedetik kemudian wajahnya sudah pias. Melihat seseorang di balik punggung


    Haksan. Dan Laki-laki di depannya ini sama sekali tidak menyadari.


    Aku tidak menyadari kalau suasana


    sudah setenang ini.


    Mata Daniah menyisir ruangan, anak


    buah Haksan sudah terjatuh di lantai semua. Dan tim kemanan Antarna Group ada


    di dekat mereka, bukan hanya dua pengawal yang tadi mengikutinya.


    “ Sayang!” Bahagia namun takut yang


    menjalar. Saat pandangan mata Daniah bertemu dengan mata sekertaris Han


    laki-laki itu bahkan jauh lebih berkobar seluruh tubuhnya dengan amarah.


    Kenapa kau bahkan lebih menakutkan


    dari pada tuan Saga si.


    “ Haha, sayang. Kau memanggilku


    sayang.”


    “ Bukan!” Secepat kilat menjawab


    saat melihat mata membunuh milik Saga. “Sayang !” Bibir Daniah bahkan gemetar


    karena takut dengan pangilannya pada suaminya sendiri. Sekarang dia berharap yang muncul di hadapannya bukan benar-benar


    suaminya.


    Haksan masih terdengar bisa


    tertawa, tidak tahu apa yang merasuki. Kebodohan apa di kepalanya sampai tidak


    menyadari sekelilingnya sudah senyap sedari tadi. Mungkin karena antusiasnya


    berada di depan Daniah dan merasa dia berada di atas angin membuatnya dibutakaan


    keadaan di sekitarnya.


    “ Kau mencari tuan Saga suamimu.”


    Kata-katanya dibumbui seringai dan tawa tipis, tangan Haksanpun benar-benar


    menyentuh rambut Daniah. Gadis itu sampai terlonjak kaget dan mendorong tubuh


    Haksan kuat.


    Kau sudah gila ya!


    “ Padahal kau tahu siapa suaminya.


    Berani sekali kau masih berdiri di dekat istriku!” Suara Saga sudah terdengar


    seperti bilahan pisau yang bukan hanya mengores tubuh Haksan, tapi juga akan


    melukai Daniah. Mendengar sebuah suara di belakang punggungnya Haksan mulai


    membeku. Dia mulai terjaga kalau suasana hening di sekelilingnya.


    Haksan berbalik cepat, melihat


    situasi. Anak buahnya sudah babak belur dan tergolek di lantai. Di belakang


    mereka sudah berdiri orang-orang yang tidak tahu dari mana asalnya. Dan yang


    harus dia kuatirkan adalah orang yang sedang berdiri tidak jauh di belakangnya.


    “ Tuan Saga!” Kakinyanya langsung


    terkulai lemas. Semua alat indranya menyuruhnya segera duduk berlutut.


    Niah benar-benar istri tuan Saga.


    “ Sayang. “ Daniah langsung


    setengah berlari mendekati suaminya. “ Terimakasih sudah datang.”


    Ayo pergi dari sini. Hanya itu isi


    kepala Daniah sekarang, kalau tidak, tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian.


    “ Kau tidak apa-apa.” Menyentuh


    ujung rambut Daniah lalu meremas rambut itu dengan tangannya. Tempat di mana


    tadi Haksan meletakan tangannya. Daniah mulai merasakan takut saat menyadari


    apa yang dilakukan Saga dan karena alasannya apa.


    “ Sayang aku.” Menyentuh tangan


    Saga yang masih meremas ujung rambutnya. Kata-katanya terhenti yang ingin


    memberi penjelasan.


    Kalau aku tidak bicara mungkin


    benar-benar akan terjadi pertumpahan darah. Dia melihat kak Haksan menyentuh


    rambutkukan tadi. Makanya dia begini.


    Ketakutan itu harus ditahan. Daniah


    meraih tangan Saga walaupun tangannya sendiri bergetar. “Sayang.”


    “ Han.” Suara Saga yang bicara


    terdengar memenuhi ruangan. Karena semua orang diam membisu.


    “ Ia tuan muda.” Han mendekat


    beberapa langkah.


    “ Bawa Daniah ke ruangan lain.”


    Tangan Daniah semakin bergetar Saat


    Saga melepaskan gengamannya. Bahkan laki-laki itu tidak memandangnya saat


    bicara. Matanya tertuju pada Haksan yang sedang berlutut gemetar di lantai.


    Daniah mendengar sekertaris Han memanggil Aran untuk mendekat.


    “ Sayang, aku tidak apa-apa.


    Kumohon.” Membawa Saga keluar dari kafe ini adalah pilihan utama.


    Apa aku pura-pura pingsan saja


    supaya tidak terjadi pertumpahan darah.


    “ Hentikan! Kalau sedikit saja kau


    membelanya, aku pastikan kau akan lebih menyesal nanti.” Daniah langsung


    mengunci rapat mulutnya. Tahu maksud pembicaraan Saga.  Aran sudah berdiri di sampingnya. Dia tahu


    gadis itu terluka, tapi dia masih bisa berdiri tegak.


    “ Nona ayo kita pergi.” Aran


    melihat kemarahan yang meluap-luap di mata tuan Saga. Tapi tangan yang dia


    pegang masih membeku. Dia tahu kalau nona Daniah sedang sangat mengkuatirkan


    laki-laki yang sudah berlutut itu. Pasti dia sedang menebak apa yang akan


    terjadi padanya kalau sampai dia pergi.


    “ Sayang aku mohon.” Daniah masih bersikeras


    berdiri di tempatnya.


    Aku benar-benar tidak kuatir


    padanya sayang. Aku hanya tidak mau kau melakukan hal di luar kendali.


    “ Jangan membuatku mengulangi


    kata-kataku. Bawa Daniah keruangan lain!” Aran terlonjak ketika kata-kata itu


    tertuju untuknya. Dia gagap menjawab dan mengangukan kepala.


    “ Ba, baik tuan.”


    Pasrah Daniah menyeret kakinya


    beberapa langkah, tapi dia kemudian berbalik cepat.


    Kalau aku pergi bagaimana kak


    Haksan. Aku tidak mau tuan Saga sampai jadi pembunuh gara-gara aku. Naluri


    kemanusiaan menariknya lagi. Saat Daniah membalikan badan   Han


    mendekat dan berdiri di depannya.


    “ Nona pergilah dengan Aran ke


    ruangan lain. Saya mohon.”


    Hah! Dia sampai memohon dengan


    wajah membunuh begitu. Nona sebaiknya kita segera pergi. Aran sekali lagi


    tersadar, kemarahan tuan Saga adalah kemurkaan laki-laki di hadapannya ini.


    “ Sekertaris Han, dia cuma teman


    masa laluku. Kami tidak pernah punya hubungan apapun di masa lalu ataupun


    sekarang.”


    Percayalah padaku, paling tidak


    tahan tuan Saga untuk melakukan hal terburuk.


    “ Jangan membelanya nona. Kalau


    nona membelanya, saya ataupun tuan muda semakin tidak akan bisa menahan diri.”


    Apa!Kenapa kau ikut-ikutan marah


    begitu.


    Bahkan saat Daniah dan Aran baru


    saja menutup pintu sudah terdengar teriakan keras. Daniah mengenali suara itu


    milik siapa.


    “ Nona, saya mohon.” Aran mencegah


    Daniah yang sudah memegang handle pintu. “Tuan Saga sangat marah tadi. Kalau


    nona membela laki-laki itu bisa-bisa dia benar-benar.” Tidak berani melanjutkan


    kalimatnya sendiri.


    “ Aran tapi.”


    Dari ruangan terdengar suara


    sekertaris Han. Daniah berjanji tidak akan membuka handle pintu, dia hanya


    merapatkan telinganya ke pintu. Aran mengikuti. Mereka sama-sama penasaran,


    hingga memutuskan tetap berada di balik pintu.


    Matilah aku kalau tuan Han tahu.


    Aran bahkan sudah tidak menyadari darah menetes di sikunya.


    “ Tuan muda cukup.”


    “ Lepaskan aku Han, aku mau


    menguburnya dan meratakan tempat ini dengan tanah.” Terdengar suara Haksan


    terjatuh dan merinting. Dan beberapa kali pukulan.


    “ Jangan kotori tangan tuan muda


    karena bocah tidak berharga ini. Biarkan saya yang membereskannya.”


    Dibalik pintu Daniah dan Aran


    saling bersitatap dan sedikit bernafas lega. Tapi sedetik kemudian mereka


    saling mencengkram tangan mereka masing-masing. Saat suara Haksan jauh lebih


    terdengar mengiris ketimbang tadi.


    “ Nona ayo kita pergi ke ruang


    ganti dan menunggu.”


    Sekujur tubuh Aran gemetar membawa


    langkah kakinya. Seharusnya dia tahu kalau sekertaris Han jauh lebih menakutkan


    ketimbang tuan Saga. Beberapa tahun lalu dia bahkan menjadi saksi bagaimana


    laki-laki itu membereskan masalah hidupnya.


    Habislah aku nanti. Tangannya mulai


    berdenyut.


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents