21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 203 Rahasia Aran (Part 1)

Chapter 203 Rahasia Aran (Part 1)

    Merubah posisi tidurannya di sofa.


    Tv menyala, tapi karena jarangnya menonton jadi tidak tahu apa yang harus di


    lihat dan dinikmati. Tapi, tetap saja dibiarkannya benda itu hidup, mengusir


    sepi. Masih terkurung di dalam rumah. Belum boleh beraktifitas normal. Tapi


    sepertinya ini akan jadi hari terakhir, karena semua keluhan datang bulan sudah


    lewat dan hanya tinggal beberapa titik noda saja yang keluar.


    Akhirnya besok aku bebas!


    Bebas kepalamu! Huh! Sepertinya


    makna kebebasan makin lama di era sekarang makin di persempit. Tapi


    terserahlah, pikir Daniah yang penting dia bisa keluar rumah dan kembali


    bekerja. Terserah, mau diawasi Aran selama di luar rumah bukan menjadi perkara


    penting lagi. Toh sebelumnya dia bisa bersama Leela. Jadwal kunjungan ke dokter


    juga sudah keluar.


    Baiklah, lakukan semuanya dengan


    senang Daniah. Terima yang sudah menjadi garis nasibmu. Menjadi istri tuan Saga


    dengan segala kerumitannya itu.


    Daniah menjatuhkan tubuhnya ke atas


    bantal, menarik bantal sampai menyangga kepalanya. Seraut wajah tuan Saga


    muncul di pelupuk matanya. “ Bagaimana caranya aku bisa hidup dengan normal


    sebagai istrinya ya?” memikirkan trik khusus agar kedepannya Saga bisa bersikap


    layaknya manusia normal. Tidak, cukup menjadi suami normal seperti kebanyakan


    suami lainnya.


    Hemmm. Berfikir keras, akhirnya Cuma


    mendesah.


    Tapi dia tuan Saga! Dilihat dari


    semua hal memang dia sudah di luar standar normal manusia biasanya.


    Daniah teringat Raksa semalam. Upayanya untuk tidak mempertemukan Raksa dengan ibu sepertinya gagal. Ajakan makan malam Saga membuat mereka mau tidak mau bertemu di meja makan.


    Hah! Semoga semalam Raksa tidak


    melihat bagaimana sikap ibu padaku. Dan Rukoku apa yang terjadi selama aku


    tidak pernah datang.


    “ Tuan Saga mengirim dua staff ahli


    ke ruko mbak. Mereka membantu kami dengan baik.” Begitu laporan Tika, walaupun


    Daniah tidak paham maksudnya tapi sepertinya semua berjalan dengan normal.


    Tidak ada kendala berarti yang dilaporkan Tika. Grup chat toko juga cukup


    tenang.


    Tapi ngomog-ngomong apa yang


    dilakukan dua orang staf ahli di rukoku, Tika bahkan sampai menyebutnya staff


    ahli.


    Saat Daniah menanyakan pada Saga


    semalam sebelum tidur, dia hanya menjawab Hemm, mana kutahu yang mereka


    lakukan. Mungkin membantu karyawanmu melipat baju.


    Ah sudahlah, percuma bicara


    padanya. Aku akan melihat langsung besok.


    Setelah benar-benar jenuh


    bergulingan di sofa Daniah keluar dari kamar. Sepi menyergap. Semua orang


    pergi, bahkan Amera juga. Dia megatakan akan memperjuangkan  mimpi dan cita-citanya.


    Mimpinya bukan untuk menjadi istri


    sekertaris Han kan. Membayangkan saja sudah ngeri kalau gadis itu dengan tidak


    tahu malu muncul di antarna Group untuk mengaku sebagai kekasih Han.


    Dan akhirnya Daniah membawa langkah


    kakinya menuju rumah belakang. Mencari Aran, gadis itu sama menggangurnya


    seperti dirinya. Karena pekerjaan utamanya adalah menjadi asisten pribadinya..


    “ Nona ada apa kenapa sampai


    kemari?” Maya yang tadi di teriaki saat sedang membereskan pekerjaannya


    langsung berlari menuju ruang tamu rumah belakang. Beberapa pelayan tampak


    canggung saat Daniah berdiri di sana dengan wajah ramahnya. Walaupun terlihat


    ramah namun bagi beberapa pelayan menjaga jarak dengan nona mudanya adalah hal


    paling baik yang bisa dilakukan untuk meminimalisir melakukan kesalahan.


    “ Haha, maaf ya aku menggangu


    kalian bekerja.”


    “ Tidak apa-apa nona, apa yang bisa


    kami bantu.”


    “ Aku hanya sedang bosan jadi main


    kemari. Tapi kalian sedang sibuk ya.” Beberapa pelayan menggangukan kepala lalu


    undur diri untuk kembali bekerja. Menjauhi masalah tepatnya.


    Ia si, inikan masih jam kerja


    mereka. Cuma akukan pengganguran di rumah ini.


    “ Apa nona mau saya panggilkan


    Aran. Dia sepertinya masih ada di kamarnya.”


    Wajah penuh semangat Daniah muncul.


    Tujuannya kemari memang sebenarnya mencari gadis itu.


    “ Dimana kamar Aran, biar aku


    kesana?”


    Semua saling pandang, ingin menolak


    tapi tidak berani. Lebih baik Aran yang keluar dari kamar dan mengikuti nona ke rumah utama pikiran mereka bersamaan. Tapi sepertinya Daniah bersikeras untuk mendatangi kamar Aran. Akhirnya Maya yang berinisiatif mengantarkan Daniah ke kamar


    Aran yang ada di lantai dua.


    “ Aran membantu beberapa pekerjaan


    pagi, tapi kalau dia sudah selesai dia lebih sering di kamarnya nona.” Maya


    memberi penjelasan sambil mensejajari langkah kaki Daniah di sampingnya.


    “ Memang apa yang dikerjakan dia di


    kamar?”


    “ Katanya dia penulis novel


    online.”


    Haaaaa, benarkah?


    Sampailah di sebuah pintu. Deretan


    kamar yang berjajar. Serasa ada di bilik kos-kosan mahasiswa saja. Tertulis


    nama Aran di pintu masuk.


    “ Terimakasih ya maya.”


    “ Saya panggilkan Aran nona.” sudah mau mengetuk pintu.


    “ Tidak usah, biar aku masuk


    sendiri. Kembalilah bekerja, maaf sudah merepotkanmu ya.” Menepuk bahu Maya pelan.


    “ Tidak nona, nona bisa menyuruh


    saya melakukan apapun yang nona mau.””


    Untuk itulah aku di gaji tiga kali


    lipat di rumah ini.


    Daniah membuka pintu pelan. Saat Maya sudah meninggalkannya. Pintu berderik kecil namun sepertinya tidak mempengaruhi Aran karena gadis itu tidak


    muncul. Mata Daniah berkeliling mencari. Kosong. Terdengar suara kran air dari


    kamar mandi.


    “ Ternyata dia sedang mandi ya.”


    Daniah benar-benar masuk setelah mengatakan permisi dengan suara pelan. Melihat


    seluruh isi ruangan. Sepertinya nyaman sekali gumamnya.


    Wahhh, kamar para pelayan di sini


    saja kelasnya berbeda ketimbang bibi pengasuh di rumah.


    Pandangan Daniah menangkap sesuatu


    yang menarik di atas meja. Layar laptop yang tidak dimatikan. Gambar screen saver membuat matanya terbelalak dari kejauhan.


    “ Bukankah itu sekertaris Han.”


    Langsung mendekat secepat kilat dan refleks duduk di kursi. Bersamaan itu Aran


    muncul dari kamar mandi.


    “ Nona!” terkejut setemgah mati,


    lebih terkejut ketika melihar tangan nona Daniah sudah menyentuh mouse dan


    melihat layar laptopnya dengan penuh tanda tanya.


    Habislah aku tidak mematikan


    laptop.


    “ Aran, bukannya ini sekertaris


    Han.”


    Matilah aku


    Daniah tidak berhenti berdecak kagum. Bahkan sampai beberapa kali bertepuk tangan karena antusiasnya mendengar cerita Aran. Saat dia menjelaskan satu persatu foto sekertaris Han yang ada di layar laptopnya. Mulut Daniah terbuka lebar beberapa kali. sudah seperti mendengar dongeng yang menarik. Alur yang di ceritakan Aran dengan teratur seperti membaca novel.


    " Hebat! hebat!"


    Aran mengeryitkan matanya beberapa kali melihat reaksi Daniah.


    Kenapa nona sebahagia itu si, seperti habis mengetahui rahasia terbesar bumi saja.


    " Wahhh aku tidak menyangka kalau reporter yang berhasil mengelabui sekertaris Han itu perempuan. aku pikir tadinya pasti laki-laki keren yang pemberani. Seperti di film-film detektif itu." Daniah meraih tangan Aran cepat. "Ajari aku Aran." semangat sambil mengoyangkan tangan Aran beberapa kali.


    Ajari apa nona!


    " Ajari aku bagaimana kamu bisa mengelabui sekertaris Han."


    Deg, wajah Aran berubah pias. Mengelabui sekertaris Han adalah kesalahan terbesar yang sampai hari ini akan selalu menjadi penyesalan seumur hidupnya.


    " Katakan, apa yang kamu lakukan sampai Han tidak tahu kamu buntuti."


    Bagaimana ini? apa aku akan benar-benar mati kali ini ditangan harimau gila itu. Kalau aku menjawab nona habislah aku. Tapi kalau aku tidak menjawab, Haaaa, kenapa wajahnya sesenang ini si.


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents