21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 205 Hadiah Ulang Tahun

Chapter 205 Hadiah Ulang Tahun

    Han masih mematung di depan kamar.  Menerka apa yang diingikan tuan mudanya. Dia


    bahkan sudah separuh menempuh perjalanan pulang tadi setelah mengantar Saga


    kembali lebih awal dari biasanya, tapi sekarang dia harus kembali lagi ke rumah


    utama. Sepanjang perjalanan pulang saja tidak ada yang dia bicarakan. Begitu


    pikirannya menebak-nebak mau tuannya.  Akhirnya mengetuk pintu.


    “ Tuan muda, apa saya boleh masuk?”


    tanyanya setelah mengetuk pintu.


    “ Masuklah.” Suara Saga terdengar


    dari dalam.


    Apa-apaan ini? Mau pamer apa


    padaku?


    Saga sedang duduk di sofa,


    bersandar. Sementara kakinya terangkat sampai ke meja. Dan Daniah duduk di


    depannya. Laki-laki itu sedang memegang sisir tapi sepertinya dia malah hanya


    asik bermain dengan rambut istrinya.


    Kalian mau menunjukan apa padaku!


    Ntah kenapa rasanya sedikit kesal


    menelisik hati sekertaris Han tidak seperti biasanya. Walaupun terkadang dia


    hanya diam menunggu Saga menyelesaikan urusan bisnisnya, sepertinya itu jauh


    lebih baik dari pada melihat pemandangan di depannya sekarang.


    “ Apa ada yang tuan inginkan?” Saga


    menoleh sebentar lalu mengangkat bahu.


    Apalagi ini!


    “ Niah mau bicara padamu.” Mata tidak


    beralih dari rambut istrinya. Bahkan sekarang mencium ujung rambut Daniah.


    Tidak perduli Han sedang menunggu dan melihatnya.


    Daniah melambaikan tangan memasang


    wajah full senyuman. Tapi ntah kenapa malah terlihat sedikit menakutkan di mata


    Han.


    Hal gila apa yang anda inginkan


    nona, sampai harus bicara di depan tuan muda?


    “ Maaf sudah membuatmu bolak balik.


    Apa tadi sudah sampai di rumah?”


    “ Jangan sungkan nona, katakaan


    saja apaa yang nona inginkan.”


    Sudahi senyum sandiwara anda nona,


    aku tahu kalau hal gila pasti yang anda inginkan. Kalau tidak, tidak mungkin


    anda mengatakannya di depan tuan muda yang sedang main-main rambut anda dengan


    bodohnya itu.


    Daniah tersenyum tipis menduga apa


    yang dipikirkan Han.


    “ Apa kau tahu akhir pekan nanti


    aku ulang tahun.” Bertanya dengan wajah sepolos mungkin, supaya tidak bisa ditebak apa yang dipikirkannya sekarang.


    “ Apa nona mau saya menyiapkan


    hadiah  sesuatu seperti pesta untuk nona


    misalnya?” Mulai menebak, biasanya hak-hal yang berbau pesta yang diinginkan


    perempuan untuk ulang tahunnya.


    “ Tidak!” Cepat menjawab. Lalu


    menghadapkan wajah menyentuh pipi Saga. “ Aku akan minta hadiahku pada tuan


    Saga, Cuma dia yang bisa memberikannya padaku.” Saga mencium hidung Daniah


    sambil tertawa.


    Hahaha, hal gila apa yang kulakukan


    ini si, kalau aku tidak bersikap imut begini dia pasti tidak mengizinkanku


    bicara padamu. Apa! mau muntah?


    Menoleh pada sekertaris Han yang


    terlihat bibirnya berkedut, mungkin saja menahan tawa.


    Kurang ajar! Dia tahu aku sedang


    akting menjadi istri manja ya.


    “ Tapi aku juga mau hadiah dari


    sekertaris Han.” Seringai licik muncul.


    Hah! Sudah kuduga dari tadi.


    “ Tentu saja, katakan saja apa yang


    nona inginkan. Kalau tuan muda tidak keberatan saya akan melakukan apapun


    untuk mendapatkan apa yang nona mau.”


    Apa itu sudah cukup! Berhenti bermain-main


    dengan senyum licik itu nona.


    Han melihat Saga yang tidak


    terpengaruh dengan kata-kataanya, laki-laki itu malah memilih menyandarkan bahu


    dan memeluk Nona. Jadi kesimpulannya, tuan muda pasti sudah tahu apa yang


    diinginkan nona.


    “ Apa kau bisa membawakanku kuda


    bersayap putih.” Saga yang tergelak mendengar kata-kata Daniah. Dia hanya


    angkat bahu sambil bicara ntah apa tanpa suara memandang Han.


    “ Apa ada hal yang lebih tidak


    masuk akal yang nona inginkan lagi?” Suara Han berubah menjadi sedikit sarkas.


    “ Aaaa, ternyata ada yang tidak bisa kau lakukan ya.” Sedih. Namun lihat senyum jahat itu. “ Padahal aku


    melihat di tv ada lho.”


    Ya itukan di tv nona! Jangan-jangan


    anda menontonnya di film kartun anak-anak.


    “ Baiklah, kalau itu tidak bisa,


    bagaimana kalau pesawat jet tempur yang bisa bolak-balik keluar kota dalam


    hitungan menit.” Permintaan aneh yang kedua setelah kuda bersayap.


    Ini apa-apan lagi coba? Dan kenapa


    anda menikmati semua ini tuan muda.


    “ Kalau boleh tahu untuk apa nona


    butuh pesawat jet tempur?” Lihat, anda mau menjawab apa sekarang.


    “ Haha, akukan bisa memakainya


    untuk kabur dari tuan Saga.”


    “ Kau mau mati ya!” menarik rambut


    Daniah sampai gadis itu terlonjak kaget. “ Kau bilang apa tadi?”


    “ Haha sayang aku hanya bercanda.”


    Muah, muah, ciuman di bibir dua kali. “ Memang siapa yang mau kabur darimu. Aku


    bahkan akan mengikat tanganmu, supaya kamu tidak diambil wanita lain, seperti


    ini.” Melingkarkan tangan di lengan Saga.


    Sebenarnya apa yang kulakukan si! Daniah


    “ Selain kuda bersayap dan pesawat


    jet tempur apa ada yang nona mau lainnya. Mungkin sesuatu yang bisa lebih mudah


    di lakukan. Membendung sungai utara dan membuatnya jadi candi misalnya.” Daniah


    tertawa mendengar suara kesal Han yang tertahan. Kalau dia bicara dengan Han


    sendiri mungkin sedari tadi laki-laki itu sudah mingat karena kesal.


    “ Haha, permintaanku ternyata


    terlalu susah ya. Baiklah, aku yakin kalau permintaan ketiga kau bisa


    melakukannya.” Inilah saatnya, begitu stratsgi Daniah. Kau tidak akan bisa


    menolaknya, kalaupun kau menolak Daniah masih punya senjata terakhir yang bisa


    dia pakai, yaitu tuan Saga.


    Hah! Kau tidak aakan mungkin


    membantah tuan Sagakan.


    “ Apa yang nona mau?”


    “ Akhir pekan ini pergilaah


    menghabiskan waktu berdua dengan Aran.” Daniah bisa melihat raut terkejut


    sekertaris Han.


    “ Nona, anda mau kuda bersayap


    jantan atau betina? Atau sebutkan saja pesawat jet tempur jenis apa yang nona


    inginkan. Saya akan menyiapkan dan membawanya ke halaman akhir pekan ini saat


    nona ulang tahun.” Saga cekikikan sambil memeluk istrinya mendengar jawaban


    Han.


    “ Hei, kamu bilang tidak mungkin


    membawa kuda bersayap dan pesawat jet tadi.”


    “ Sepertinya itu jauh lebih mungkin


    ketimbang permintaan nona yang ketiga.”


    Kurang ajar! Dia benar-benar tidak


    menyerah sampai akhir. Baiklah, aku pakai senjata terakhirku.


    “ Sayang.” Daniah menarik kerah


    baju Saga sampai wajahnya maju dan Daniah menempelkan bibirnya di telinga Saga


    berbisik.


    Sial! anda benar-benar pintar sekarang nona.


    Kalau Saga yang bicara tubuh Han akan refleks mengganguk dan mengatakan baik. Untuk kasus apapun. Jadi sebelum itu terjadi dia harus segera mengakhiri ini semua.


    “ Tuan muda, saya akan menyiapkan


    hadiah yang nona inginkan.”


    “ Han.” Belum selesai Han bicara


    Saga sudah menggangakat tangannya menyuruhnya berhenti bicara.


    Nona, anda benar-benar ya.


    “ Dia mengancamku.” Menunjuk Daniah


    yang tersenyum.


    Cih, mengancam apanya. Nona bilang


    anda tampan saja sudah bisa membuat anda bertekuk lutut.


    “ Lakukan permintaan Niah yang


    ketiga.” Saga menggangkat tiga jarinya.


    “ Tuan Muda.”


    Daniah menarik kerah baju Saga


    lagi.


    “ Dia mengancamku Han. Dia bilang


    mau kabur kalau kau benar-benar membelikan pesawat jet tempur tadi.”


    “ Tuan muda, saya masih banyak


    pekerjaan akhir pekan ini.” Masih berusaha menolak.


    “ Han, kau bilang melindungiku adalah prioritas utamamu. ”


    “ Baik tuan muda.” Tidak ada yang perlu di debatkan lagi. Tubuhnya refleks menjawab.


    Senyum kemenangan muncul di wajah


    Daniah.


    Aran, aku hanya bisa membantumu sejauh ini. setelahnya berjuanglah sendiri ya.


    " Sayang." menjatuhkan tubuh di dada Saga, lalu membisikan sesuatu.


    Sudah nona, apalagi sekarang?


    " Jangan buat dia pulang dengan menangis Han." Berbisik lagi di telinga Saga. Tidak perduli wajah Kesal Han yang sudah tidak bisa dia tutupi. " Ajak dia menonton dan makan malam dengan mewah." Masih berbisik lagi di telinga Saga.


    " Hei, kau benar-benar mau aku mengatakannya?" Daniah mengganguk. " Biarkan dia menyelesaikan bicaranya, jangan memotong pembicaraannya."


    " Baik tuan muda."


    " Han, kalau kau tidak melakukannya kau tahukan keselamatan siapa yang di pertaruhkan." Menunjuk Daniah. "Dia mengancam nyawaku barusan." Daniah melirik Han dalam pelukan Saga. Sambil menjulurkan sedikit lidahnya. Tanpa melihat reaksi Han dia langsung memalingkan wajahnya.


    " Saya akan melakukan semua permintaan nona tuan muda, selamat menikmati akhir pekan. sekarang saya permisi."


    " Pergilah, aku percaya padamu." Han menggangukan kepalanya. Menatap punggung Daniah, karena gadis itu sama sekali tidak berbalik untuk melihatnya.


    Pintu tertutup, dia masih berdiri di tempatnya mendesah kesal.


    Kau benar-benar kurang ajar ya, bagaimana kau bisa menggunakan nona Daniah. Sejauh apa kau bicara pada nona.


    " Datang ke bioskopXX akhir pekan ini." Han.


    " Kenapa tuan? anda mau menonton?" Aran


    " Terlambat sedetik saja jangan harap akan ada kesempatan kedua." Han


    Yang sedang ada di kamar kebinggungan melihat pesan penuh ancaman itu.


    Ini kenapa si? mengajak menonton tapi sudah seperti mengajak ke tempat eksekusi.


    Epilog


    " Niah."


    " Ia sayang, terimakasih sudah membantuku tadi ya." Mau beranjak dari sofa.


    " Mau kemana kau?" Menarik tangan Daniah.


    " Turun, aku bolehkan bicara dengan Aran sebentar."


    Eh kenapa? Kenapa membuka kancing bajumu?


    " Hei, kau harus mencicil pembayaranku dari sekarang donk. Akukan sudah bekerja keras untukmu barusan,"


    Apa! Tunggu!


    Saga sudah menarik jatuh lengan Daniah ke atas Sofa.


    Kau bahkan cuma bicara, Han sudah menurut. Bekerja keras apanya!


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents