21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 68 episode 68

Chapter 68 episode 68

    Isak tangis Zira sudah tidak terdengar lagi , Zira pingsan di dalam pelukan ziko . Ini kedua kaki nya Zira pingsan semua karena ziko .


    Ziko mengangkat Zira dengan gampang nya , dia membawa Zira menuju mobilnya . Ziko membaringkan Zira di kursi belakang kepala Zira di letakkan di paha nya . Ziko merasa kasihan melihat calon istri nya .


    " Aku tidak akan membiarkan mu menetes kan air mata lagi siapapun yang membuat mu meneteskan air mata akan berhadapan dengan ku , aku akan membahagiakan mu itu janjiku ", guman ziko sambil mengelus rambut Zira .


    Ziko mengurungkan niat nya untuk menghancurkan fiko , dia merasa fiko menjadi ancaman untuk hubungan nya . Seandainya Zira tidak memberitahukan mengenai anak fiko bisa di pastikan ziko akan menghancurkan nya .


    Ziko jadi posesif dia tidak ingin melihat siapa pun dekat dengan calon istri nya . Ada rasa senang di dalam hati ziko karena pengakuan Zira yang mengatakan bahwa fiko tidak mendapatkan tempat istimewa di hatinya Zira .


    " Tuan bagaimana apakah saya harus menghancurkan nya ", tanya Kevin .


    " Batalkan rencana kita , tapi pastikan dia tidak mendekati Zira , siapapun itu ", ucap ziko tegas .


    " Baik tuan ", ucap Kevin .


    Asisten Kevin masih menyetir mobil , ziko masih menatap lekat wajah Zira .


    " Betapa indah wajah mu , Tuhan telah menciptakan mahluk sangat sempurna ", guman ziko pelan .


    Ziko kembali mengelus pipi Zira .


    " aku menyukai mu apa adanya mulut mu yang bawel sikap mu yang konyol membuat ku ingin selalu dekat denganmu ", guman ziko sambil mengelus bibir Zira .


    Mobil mereka sudah sampai di depan apartemen Zira . Ziko mengangkat tubuh Zira dalam pelukan nya .


    Ziko meletakkan Zira di atas kasur dan menutupinya dengan selimut . Ziko duduk di pojok dekat jendela kamar . Tiba - tiba ponsel Zira berbunyi . Ziko mencari suara ponsel tersebut yang berada di dalam tas Zira .


    Ziko membuka ponsel Zira dengan sidik jari Zira . Dia mengecek setiap chat yang masuk dan dia menemukan chat dari fiko .


    " Jadi kamu sudah janjian dengan nya sebelum nya ", geram ziko sambil mengutak ngatik ponsel Zira .


    Ziko memblokir nomor ponsel fiko melalui ponsel Zira . Ziko berpikir sejenak mengenai percakapan mereka di telepon sebelumnya . Zira tidak mengenali suara nya , jadi ziko berniat memasukkan nomor ponsel nya ke dalam ponsel Zira .


    Ziko memasukkan nomor ponsel nya dan dengan cepat langsung muncul sebuah nama ubi kayu gosong . Ziko mengernyitkan dahi nya dan menggeleng - gelengkan kepalanya .


    Dia mengganti nama nya di dalam ponsel Zira dengan nama calon suami ku tersayang . Ziko meletakkan kembali ponsel Zira karena zira sudah mulai siuman .


    " Aku kenapa sudah di kasur bukan nya tadi aku nangis oh mungkin si ubi kayu yang mengangkat aku ", gumam Zira pelan masih dengan posisi berbaring .


    " Ah mengingat kejadian tadi ingin rasanya aku jewer telinga mereka berdua ", gerutu Zira sambil duduk secara perlahan di atas kasur .


    Dia meregang kan semua otot nya dia hendak turun dari kasur tapi sekilas dia melihat ada seseorang duduk di dekat jendela , Zira terdiam sebentar .


    " Siapa yang duduk di sana , apa ada hantu sekarang di sini ", guman Zira pelan .


    Zira masih belum berani melihat ke arah belakang .


    " Hey hantu aku tau kamu pasti hantu berjenis kelamin pria , sudah berapa lama kamu di situ ", teriak Zira .


    " dia tidak menjawab mungkin aku harus menggunakan bahasa hantu tapi aku harus kursus dulu sama Mbah Jambrong ", guman Zira pelan sambil menggaruk rambut nya .


    Zira berpikir sejenak


    " Hey hantu kalo kamu suka sama ku urungkan saja niat mu karena kamu pasti akan di musnahkan sama si ubi kayu ", teriak Zira .


    Zira memberanikan diri melihat kebelakang dia kaget ternyata yang duduk di kursi dari tadi ziko . Zira Langsung melempar ziko dengan bantal nya .


    " Kenapa kamu tidak menjawab ucapan ku ", gerutu Zira .


    Ziko hanya tersenyum melihat tingkah Zira .


    " Bagaimana aku menjawab tadi kamu memanggil hantu memang nya wajah ku terlihat seperti hantu ", ucap ziko santai .


    Zira turun dari kasur sambil merapikan rambut nya karena ada yang bilang sama dia ketika rambut nya berantakan dia seperti kuntilanak kehilangan sisir .


    Zira keluar dari kamar di ikuti ziko di belakang . Zira mengambil gelas yang berisi air mineral kemudian di meminum nya .


    Zira melirik ke arah asisten Kevin , dia menghampiri Kevin yang sedang menghadap laptop .


    Prok dia memukul lengan Kevin dengan centong nasi .


    " Aw ", teriak Kevin kaget sambil memegang lengan nya .


    " Ini balasan karena kamu tidak melerai pertengkaran tadi ", ucap Zira sinis.


    Kevin meringis karena dapat pukulan mendadak dari Zira .


    " gak usah cengeng ", ucap Zira ketus sambil meninggalkan ziko dan Kevin di ruang tamu .


    '' like komen dan vote yang banyak ya biar semangat author update nya ".
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents