21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Menikah karena Ancaman > Chapter 69 episode 69

Chapter 69 episode 69

    Zira membanting pintu kamar nya , dia masih marah dengan perlakuan ziko yang main hakim sendiri .


    Ziko mengetuk pintu kamar berulang - ulang , tapi Zira tidak mau membuka pintu nya .


    " Zira buka pintu nya , atau aku dobrak ", teriak ziko sambil mengetok pintu .


    Mendengar ziko mau mendobrak pintu nya dengan cepat Zira langsung membuka pintu nya .


    " Ada apa ", tanya Zira sambil menyandarkan badannya ke pintu .


    " Aku mau bicara ", ucap ziko .


    " cepat waktu mu 5 meniti ", ucap Zira tegas .


    " Ayolah Zira jangan kekanak-kanakan ", ucap ziko .


    Mendengar ziko menyebut nya kekanak-kanakan Zira langsung menyemprot nya .


    " Siapa yang kamu bilang kekanak-kanakan ", ucap Zira tegas sambil menunjuk ke arah Ziko .


    " hey seharusnya yang marah itu aku bukan kamu ", teriak ziko kembali .


    Mereka berdua sama - sama keras sama - sama tidak ada yang mau mengalah .


    " kenapa kamu bertemu dengan nya tanpa memberitahu aku ", teriak ziko .


    " hahahaha jadi ini masih lanjut " ucap Zira sambil tertawa mengejek .


    " hey tuan sebelum kamu menghubungi ku , dia dulu yang menghubungi ku , dan dia dulu yang mengajak ku untuk bertemu ", ucap Zira cepat .


    " hey nona Zira seharusnya kamu tau kalo kamu akan menikah dengan ku ", ucap ziko cepat .


    Zira berpikir dan diam sebentar , memang benar yang di katakan ziko , mereka akan menikah dan seharusnya Zira memberitahu nya hal ini .


    Zira tidak menjawab ucapan ziko dia hendak menutup pintu kembali dengan cepat ziko menahan dengan tangan nya .


    " Apa lagi ", ucap Zira ketus .


    " benar yang di katakan nya ", tanya ziko cepat .


    Zira berpikir mengingat yang di ucapkan fiko ketika di Restoran .


    " Ya memang benar sebelum nya dia sudah mengungkapkan perasaan nya kepada ku ", ucap Zira mengejek .


    " Jadi kamu juga menyukai nya ", tanya ziko cepat .


    " Tidak penting aku suka apa tidak tapi setidaknya aku tau perasaan nya kepada ku bukan seperti kamu ", ucap Zira tegas sambil menutup pintu .


    Perkataan Zira seperti tamparan buat ziko , mereka akan menikah tapi Ziko dan Zira belum mengerti dengan perasaan satu sama lain .


    " Baiklah aku minta maaf ", ucap ziko pelan dari balik pintu .


    Seorang tuan muda seperti ziko tidak pernah namanya meminta maaf tapi demi seorang Zira dia mau melakukan nya .


    " apa kamu sudah memaafkan ku ", teriak ziko lagi .


    Zira mendengar permintaan maaf dari seorang ziko .


    " Apa aku gak salah dengar ", ucap Zira .


    Ziko hendak mengetuk pintu kamar tapi tiba - tiba pintu nya sudah di buka.


    " ya aku sudah memaafkan mu tuan ", ucap Zira menekan intonasinya .


    " baiklah kalo kamu sudah memaafkan ku , aku lapar ", ucap ziko pelan sambil menyerahkan perut nya .


    Zira melirik tingkah ziko yang kekanak-kanakan, ingin rasanya dia mencubit pipi ziko yang menggemaskan .


    Zira memasak nasi goreng Karena hanya itu yang cepat menurutnya , karena dia juga sudah sangat lapar .


    Makanan sudah terhidang di meja makan , Zira menyiapkan tiga piring , untuk ziko , dia dan asisten Kevin .


    Ziko dan Kevin datang menuju meja makan . Ziko melihat di meja telah di hidang kan tiga piring . Ziko mengernyitkan dahi nya dan Zira memperhatikan nya .


    " Kenapa gak suka ", tanya Zira ketus .


    " Apa kamu sudah lupa kita makan sepiring bersama ", ucap ziko tegas .


    Zira memegang pelipis nya dengan jari . Dia langsung mengambil piring ziko dan meletakkan nya di piring nya .


    Ziko tersenyum , kemudian Zira kembali ke dapur mengambil sesuatu .


    Ziko membuka mulutnya untuk disuapin , Zira langsung segera menyendok kan nasi goreng tadi .


    Tapi ziko langsung menepis tangan Zira .


    " Kenapa kamu menyuapi ku dengan centong nasi ", teriak ziko .


    " Biar cepat ", ucap Zira .


    " Apa tidak ada lagi yang lebih bagus selain itu ", tanya ziko cepat.


    Zira kembali lagi ke dapur dan mengambil sesuatu .


    " apa kamu mau pake ini ", ucap Zira sambil menunjuk kan Sutil yang di pegang nya .


    Melihat tingkah tuannya dan nona zira , Kevin hanya tertawa terbahak bahak , mereka selalu menarik untuk di jadikan bahan tontonan ada saja tingkah mereka berdua yang membuat Kevin mengabadikan momen - momen mereka yang lucu ke video .


    " like komen dan vote yang banyak ya biar author semangat update nya ", terimakasih .
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents