21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 14 Bekerja

Chapter 14 Bekerja

    Setelah berganti pakaian dengan baju sehari-hari yang


    biasanya Daniah pakai ia bergegas keluar dari kamar. Dia sudah memesan ojek


    online tadi. Menuruni tangga sambil membawa tas ransel yang selalu ia pakai.


    Penampilannya sangat berbeda dari tadi pagi saat Saga ada di rumah.


    “ Wah, wah, mau kemana kamu dengan pakaian gembel seperti itu?”


    Ibu mertua ada di bawah tangga, beserta kedua putrinya.


    Daniah benar-benar ingin mengacuhkan mereka, toh bersikap manis di hadapan


    suaminya sudah menguras semua energi. Kenapa ia harus berpura-pura lagi di


    di depan mereka.


    “ Saya mau bekerja bu, suami saya mengizinkan saya bekerja seperti biasa.” Daniah berhenti sebentar, meladeni mereka bertiga.


    “ Bekerja, haha, memang apa pekerjaan mu?” kata-kata penuh dengan penghinaan dari adik ipar.


    “ Saya membuka toko  pakaian online.”


    “ Haha, toko online, pasti jualannya baju-baju murahan


    seperti yang kamu pakai sekarang kan? Kamu tahu, kamu bisa memalukan kakak.”


    Adik ipar menatap sebal, ini juga pasti gara-gara dia harus pindah duduk waktu


    makan tadi.


    “ Adik ipar, bukankah tidak ada yang tahu kalau saya


    istrinya suami saya Saga Rahardian Wijaya, jadi jangan kuatir saya tidak akan


    mempermalukan siapa-siapa. Dan saya akan kembali sebelum suami saya pulang.”


    Kumohon berhentilah menggangu ku wahai wanita penghuni rumah


    ini, lakukan saja pekerjaan kalian, mari hidup dengan tenang dan jangan saling


    menggangu.


    “ Kamu tidak perlu bekerja lagi, memang berapa uang yang


    kamu hasilkan hah! Uang bulanan yang diberikan Saga pasti lima kali lipat


    besarnya dari omset penjualan mu kan.” Ibu mertua sudah ingin menarik tangan


    menantunya. “ Kamu cukup tinggal di rumah, menunggu Saga pulang.”


    “ Maaf bu, tapi suami saya sudah mengizinkan. Ibu bisa


    menanyakannya langsung padanya kalau tidak percaya.”


    “ Kau!” Daniah tahu, ibu mertua atau dua adik iparnya ini


    tidak akan berani menanyakannya pada Saga. Dia tahu, hidup ketiga wanita ini


    juga tidaklah mudah.


    Dari luar kepala pelayan masuk.


    “ Nona, sudah ada ojek online yang menunggu ada di depan.”


    “ Baik pak Mun, katakan sebentar lagi saya keluar.” Daniah


    lalu menundukan kepalnya hormat pada ibu mertuanya. “ Saya permisi bu.”


    “ Apa! Ojek online, kamu bahkan naik ojek. Benar-benar wanita kampungan.”


    Daniah tidak mendengarkan ketiga wanita itu masih ribut


    memakinya.


    “ Nona kenapa anda naik ojek, di rumah ini ada mobil yang bisa anda pakai mengantarkan anda ke mana pun.”


    “ Tidak apa-apa pak Mun.” Daniah menepuk bahu lelaki itu,


    pelayannya terperanjak. “ Saya sudah biasa naik ojek.” Daniah berjalan cepat


    menuju drivernya menunggu. “ Maaf mas menunggu ya, ayo kita berangkat.”


    Driver ojek itu memandang rumah dimana penumpangnya keluar,


    ada mobil juga yang terlihat berjejer. Orang kaya memang susah dimengerti


    gumamnya, padahal mobilnya banyak begitu, tapi masih memilih naik ojek.


    Dalam perjalanannya Daniah menghabiskan waktu dengan


    berfikir. Ia membisu, tidak ada pembicaran apa-apa dengan driver yang fokus


    membawa motornya.


    Lakukan tugasmu sebagai seorang istri tanpa bicara. Apa dia


    sedang mencari pelayan untuk melayaninya. Tapi di rumah ada banyak pelayan


    wanita, dan anehnya kenapa mereka cantik-cantik juga. Haha, kalau hanya pelayan


    cantik pasti dia bisa memilih salah satu dari mereka. Para pelayan itu pati


    akan bersuka cita, seperti mendapat berkah dari langit. Tapi, tapi kenapa dia


    memilih aku, memilih menikah dengan ku.


    Dari semua perkataan adik ipar dan ibu jelas-jelas


    mengatakan aku tidak selevel. Aku itu kampungan, ya aku memang agak kampungan


    juga si, dari segi manapun. Haha, aku juga sadar kok tanpa perlu dicela


    sekali pun. Jadi kenapa aku dipilih Tuan Saga untuk menikah dengannya.


    Apa karena aku terlihat bodoh. Aku gak bodoh juga kali. Apa


    karena aku terlihat penurut dan patuh, kalau tidak demi keluarga ku mana mungkin


    juga aku sepatuh ini. Kalau tidak memikirkan mereka aku mungkin sudah lari atau


    melemparkan sepatu ke wajahnya. Dia tidak punya tangan apa sampai minum saja


    harus ku layani.


    Daniah terkejut saat motor tenyata sudah berhenti, di depan


    ruko toko onlinenya.


    “ Mbak sudah sampai.” Driver ojek memberikan info.


    “ Hah! Maaf ya mas saya melamun.”


    Daniah menyerahkan selembar uang.


    “ Kembaliannya mbak.”


    “ Buat mas aja, makasih ya.”


    Daniah baru berjalan menuju ruko, dia terkejut saat seseorang muncul dari pintu kaca. Dia terlihat muram. Wajah laki-laki itu terlihat lesu.


    “ Kak Niah!” Panggilnya pelan.


    BERSAMBUNG........................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents