21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 15 Kedatangan Raksa

Chapter 15 Kedatangan Raksa

    “ Raksa, ada apa? Sepagi ini sudah


    datang? Kamu gak kuliah? Apa terjadi sesuatu?” Daniah memberondong adiknya


    dengan pertanyaan. Apalagi adiknya muncul bahkan tanpa pemberitahuan. Dia tidak menelfon atau kirim chat.


    “ Aku gak papa kak.”


    Raksa menarik tangan Daniah, dia


    yang baru mau masuk ke dalam ruko menurut saat adiknya membawanya duduk di kursi taman.


    Di depan ruko berjajar ini memang ada taman kecil dan tempat duduk. Pohon


    rindang dua batang membuat tempat ini nyaman dipakai duduk istirahat.


    “ Kak Niah baik-baik saja?” Tanyanya dengan kuatir.


    “ Hei, kenapa? Tentu saja aku


    baik-baik saja.” Daniah tersenyum ceria, berusaha menunjukan kalau dia tidak


    apa-apa.


    “ Dia tidak memukul mu atau


    memperlakukan mu dengan buruk kan?” Raksa menyentuh pipi Daniah, memeriksa leher


    kakak perempuannya, kalau-kalau ada tanda tindakan kekerasan atau apa. Tidak


    ada yang terlihat aneh pikirnya.


    “ Aku baik-baik saja, tuan Saga memperlakukan ku dengan baik.”


    “ Bohong!” membantah cepat perkataan Daniah.


    “ Sungguh jangan kuatirkan aku, aku


    akan menjaga diri dengan baik di sana. Aku akan bertahan hidup dengan baik di


    neraka sekali pun, jadi jangan kuatir ya. Sudah sarapan belum?” Daniah menepuk


    kepala adiknya lembut.


    “ Kak Niah belum makan?”


    “ Aku hanya sarapan roti isi tadi, mau makan?”


    “ Hemm, boleh, aku juga lapar.”


    “ Raksa, apa kamu sedang melakukan aksi protes di rumah ya?” Sepertinya tebakan Daniah benar karena Raksa menundukan wajahnya tanda bersalah. Mungkin ini yang bisa dilakukan adiknya


    sebagai wujud kasih sayangnya. “ Apa kamu bertengkar dengan ibu mu?”


    Raksa menunduk semakin dalam.


    “ Jangan seperti itu, ayah ku yang sudah menjual ku, ini tidak ada hubungannya dengan ibu mu.” Walau pun sejujurnya Daniah membenci ibu tirinya, tapi di hadapan Raksa dia tidak pernah menunjukan


    kebencian itu.


    “ Tapi ibu terlihat sangat bahagia setelah kepergian Kak Niah.”


    Aaaa, walaupun aku sudah tahu, kenapa saat mendengar kebenarannya terasa menyakitkan begini. Sudahlah, toh ini sudah terjadi aku sudah menjadi istri atau tepatnya pelayan tuan Raksa. Sebesar


    apapun kebencian yang aku tunjukan tidak akan merubah apapun.


    Saat pembicaraan mereka masih


    mengantung dikebisuan seseorang terlihat mendekat.


    “ Mbak Niah sudah datang ya? Kami


    sudah selesai update stok barang.” Tika memberikan info.


    “ Barusan kok,  sudah pada


    sarapan belum? saya sama Raksa beli sarapan dulu ya.” Daniah menjawab dan sudah


    bangun dari duduknya.


    “ Ia mbak.”


    “ Yang lain lagi apa?” Daniah bertanya lagi.


    “ Sudah mulai balas chat orderan mbak.”


    “Baiklah, mau sarapan apa, biar sekalian dibeliin.”


    “ Apa aja mbak. Saya lagi nunggu paketan katanya sebentar lagi sampai.” Tika tersenyum malu-malu, tidak mau menyebutkan sarapan apa yang dia inginkan.


    Daniah mengacungkan jempolnya. Lalu


    dia menarik tangan adiknya. Agar berjalan mengikutinya. Di dekat tempatnya


    bekerja ini banyak warung makan. Mereka punya banyak pilihan menu untuk


    sarapan.


    Ruko dua lantai yang dia tempati


    sekarang sebagai tempatnya bekerja adalah tempat yang ia beli dengan modal uang


    yang diberikan ayahnya. Saat itu ia berlutut di depan ayahnya. Mengemis


    bantuan. Ia ingin hidup mandiri. Alasan konyol, yang utama adalah melarikan


    diri dari kebencian ibu tirinya. Wanita itu, sampai dia sebesar ini tetap saja


    memandangnya sebelah mata. Anak tidak berguna, anak yang ingin ia buang jauh


    dari keluarga.


    Daniah telah merintis usahanya dari


    bawah. Dari dia yang awalnya hanya seorang reseller tanpa stok barang, tapi ia


    bekerja keras dengan belajar bagaimana berjualan online dengan benar. Dia


    bertemu dengan kelompok pengusaha online. Dari situlah sedikit demi sedikit ia


    bisa mengembangkan usahanya. Sekarang produk jualannya terbagi menjadi dua.


    Pakaian anak dan pakaian dewasa. Lantai satu untuk stok barang pakaian dewasa dan


    lantai dua untuk stok barang pakaian anak. Dia sudah punya enam karyawan yang


    membantunya.


    Pada tahun ketiganya ini, ayahnya


    menagih uang modal sekaligus bunga yang harus ia bayar. Menikah dengan Saga


    Rahardian untuk menebus hutang perusahaan, dan menyelamatkan keluarga dari


    kebangkrutan. Modal yang dulu diberikan ayahnya harus ia kembalikan dengan


    tubuh dan seluruh kehidupannya.


    BERSAMBUNG..............
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents