21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 16 Adik tiri datang

Chapter 16 Adik tiri datang

    Mereka memilih sarapan dengan soto


    ayam. Makanan dengan isi mi, kol dan touge disiram kaldu dan irisan daging.


    Makanan ini sangat nikmat untuk sarapan. Kuahnya yang hangat akan ikut


    menghangatkan hati mu.


    “ Kak, aku akan bekerja keras setelah lulus kuliah dan akan membantumu pergi dari keluarga tuan Saga.”


    Raksa, mendengarnya saja sudah


    membuatku senang dengan keperdulian mu. Tapi ku mohon berhentilah. Aku melakukan


    pengorbanan ini agar semuanya bisa hidup dengan baik.


    “ Terimakasih ya dek.” Hanya itu yang dia ucapkan, karena meyakinkan Raksa juga akan sia-sia.


    “ Tapi pergilah kuliah dan selesaikan tanggung jawab mu dengan benar. sebentar lagi kamu magang kan? Mau


    ke mana?”


    Raksa belum menjawab, dia menyuapan nasi  ke mulutnya.


    “ Mau magang ke kantor ayah?” Daniah bertanya lagi karena Raksa masih belum menjawab.


    “ Tidak.”


    “ Kenapa? Lalu mau kemana?” Daniah menatap adiknya.


    “ Antarna Grup.”


    “ Apa! Kenapa pergi ke sana?”


    mendengar nama perusahaan itu sudah membuatnya merinding.


    “ Siapa yang tidak ingin bekerja di sana kak?”


    Ya, aku tahu, siapa yang tidak


    ingin bekerja di perusahaan sebesar itu. Setiap tahun, perusahaan itu memang


    memberikan kesempatan bagi lulusan terbaik universitas untuk melakukan magang


    kerja. Kalau karyawan magang itu bisa bekerja dengan baik sesuai standarisasi


    perusahaan maka dia bisa diangkat menjadi karyawan. Dan siapa yang tidak mau


    bekerja disana. Ribuan orang selalu berperang mendapatkan kesempatan. Itu pasti


    yang akan dipikirkan Daniah, kalau dia tidak menikah dengan pemilik perusahaan


    itu.


    “ Tapi dek.”


    “ Kenapa?”


    “ Tidak apa-apa, semoga kamu terpilih dan bisa bekerja di sana ya.” Daniah mencoba berfikir jernih, tidak


    mungkinkah kalau presdir Antarna Grup sampai ikut campur hal sepele masalah


    anak magang. Jadi ia berfikir, tidak mungkin akan terjadi apa-apa pada adiknya Raksa.


    - - -


    Akhirnya Raksa mau kembali pulang ke rumah,


    setelah panjang lebar Daniah berusaha meyakinkan adiknya, bahwa ia hidup dengan


    baik. Bahwa ia setegar karang yang tidak akan terhempas dan menangis hanya


    karena masalah pernikahan. Ya ia harus kuat, toh ia masih hidup hari ini. Jika


    dia harus menjadi istri yang hanya menjadi pelayan tuan Saga dia pasti bisa


    menjalaninya.


    Daniah dan keenam karyawannya sibuk


    dengan pekerjaannya masing-masing. Daniah membalas chat pesanan, menuliskan catatan


    dan meminta seseorang memeriksa stok barang. Begitu selanjutnya. Ada beberapa


    yang sudah mulai dibungkus, yang sudah fix transfer. Daniah melirik hp yang


    berbunyi di dekat tasnya.


    “ Apa lagi anak ini.” Tidak dia


    hiraukan walaupun beberapa kali hp itu menyala. Saat dia mulai kesal karena


    menggangu akhirnya dia angkat juga. “ Kenapa?”


    “ Keluar aku di depan ruko.” Si penelpon langsung mematikan hp.


    “ Mau apa lagi dia.” Daniah menyerahkan hp toko kepada Tika karyawannya. “ Adik perempuanku sedang


    di bawah, aku temui dia sebentar.”


    “ Kenapa lagi dia mbak?” Tika tahu


    adik tiri bosnya, wanita tidak sopan yang datang kemari hanya untuk minta uang.


    “ Gak tau, sebentar ya.”


    Saat keluar dari ruko Daniah


    melihat sebuah mobil terparkir, dia langsung masuk kedalam mobil. Duduk, belum


    bicara apa-apa.


    “ Hah! Kau masih bekerja di tempat kumuh ini, padahal sudah menikah dengan konglomerat. Menyedihkan sekali, apa kau dicampakan sehari setelah menikah.”


    “ Kenapa? kau iri.” Daniah menjawab. Adik tirinya melotot mendengarnya bicara.


    “ Sekarang sudah bisa menjawab ya.”


    Risya melirik tajam pada Daniah, semakin kesal karena Daniah juga menatapnya


    dengan berani.


    “ Kenapa kau tidak meminta ayah menjual mu kalau kau iri.”


    “ Beraninya kau!”


    “ Kenapa? Kau mau mengancam ku


    dengan apa. Mengancam ku dengan menyuruh ibu mu mengusir ku dari rumah. Sekarang


    aku bahkan tidak tinggal di rumah kalian.”


    Daniah melihat, adiknya ini hanya bisa mengepalkan tangan geram.


    “ Kau mau apa? Minta uang pada ku.


    Dengarkan aku, mulai sekarang aku tidak akan perduli kau mengadu apa pun pada


    ayah atau ibu mu, aku tidak akan pernah memberi mu uang sepeser pun. Jangan


    pernah menelfon ku atau datang kemari lagi.”


    Daniah membanting pintu mobil,


    gadis di dalamnya terperanjak kaget. Daniah tidak seperti ini sebelumnya.


    Biasanya kalau dia mengancam akan mengadu pada ibunya, Daniah akan sukarela


    memberi uang yang dia minta.


    “ Sial, aku bahkan kalah adu mulut dengannya sekarang.”


    BERSAMBUNG.................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents