21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 23 Proyek Danau Hijau

Chapter 23 Proyek Danau Hijau

    Di dalam gedung Antarna Group, ruangan paling tertinggi, yang tidak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya.


    Saga tertawa mengingat kejadian semalam dan pagi ini. Sementara Han di sebelahnya menatapnya penuh tanya.


    Akhir-akhir ini tuan muda sepertinya sering sekali tertawa, gumamnya dalam hati.


    Han mengeluarkan hpnya saat mendengar tanda pesan masuk.


    “ Kenapa?” Saga menghentikan pekerjaannya. menoleh pada Han. Menanyakan pesan masuk siapa.


    “ Sepertinya ini pertama kalinya nona muda mengunakan kartu yang anda berikan.”


    “ Apa yang dia beli.”


    “ Nona muda mengunakannya di sebuah salon.”


    “ Hahaha.” Saga tertawa dengan senang lagi. “ aku menyuruhnya meluruskan rambut.”


    Apa! Sepertinya anda benar-benar merasa bahagia ya. Tapi


    syukurlah, semoga hati anda yang sudah mengeras itu bisa kembali melunak.


    “ Han.”


    “ Ia tuan muda.”


    “ Apa kau tidak penasaran, melihat rambut lurusnya. Aku jadi ingin segera pulang melihatnya.”


    “ Tapi kita akan ada acara sampai malam, apa perlu saya batalkan.”


    “ Tidak perlu. Aku bisa melihatnya nanti.”


    Han keluar ruangan masih sempat melirik, senyum yang lahir


    di bibir Saga.


    - - -


    Sore hari, masih di ruangan yang sama.


    Saga sudah melemparkan berkas di tanganya ke wajah laki-laki


    yang sedang berlutut di hadapannya. Sementara Han mengerutkan dahi dan memandang


    laki-laki itu dengan kesal. Kenapa sampai membuat masalah, dasar tidak berguna.


    Begitu isi sorot matanya.


    “ Apa kau pikir aku menaikan mu di posisi sekarang supaya kau bisa berbuat semau mu.”


    “ Tolong ampuni saya tuan. Beri saya kesempatan membereskan


    ini.” Suaranya terbata-bata. Tangannya gemetar karena menahan berat tubuhnya.


    “ Kalau kau mau korupsi dan memperkaya diri mu seharusnya kau pakai otak mu.”


    “ Maafkan saya tuan.”


    Dentuman keras terdengar. Benda kecil mendarat di kepala laki-laki yang berlutut


    itu. Hp yang terbentur itu jatuh ke lantai dan pecah.


    “ Tuan saga tidak menyuruh anda bicara.” Han bicara dengan tegas.


    Laki-laki itu gemetar ketakutan, darah menetes dari pelipis


    kanannya. Mengalir sampai ke pipi. Tapi dia masih berlutut tidak berani


    mendongak, membuka mulut atau menyeka darah yang mengalir.


    “ Sudah berapa lama proyek ini berhenti.” Saga bertanya pada Han yang berdiri di sampingnya.


    “ Seminggu.” Han menyodorkan hp di depan Saga. Laki-laki itu


    membacanya sekilas. Han mengeser ke slide berikutnya.


    “ Dalam sebulan apa kau bisa membereskan kekacauan ini” Saga


    beralih pada laki-laki yang sedang berlutut itu.


    “ Ia tuan, ia tuan.”


    “ Jangan mengecewakan ku lagi.”


    “ Baik tuan, saya akan melakukan yang terbaik.”


    “ Pergilah.”


    “ Terimakasih tuan, terimakasih atas kebaikan anda.”


    Dia bangun, kakinya gemetar karena terlalu lama berlutut.


    Dia menundukan kepalanya berulang sebelum beranjak meninggalkan ruangan. Han


    mengikuti langkah kaki laki-laki itu.


    “ Bersihkan luka anda.” Sekertaris Han menyerahkan tisu yang


    dia minta dari staff sekertaris yang ada di depan ruangan. Para staf sekertaris menundukan


    kepala mereka. Tahu, baru saja ada keributan di ruangan presdir di dalam. “


    Berapa kali saya harus mengingatkan anda untuk tidak menjawab kata-kata tuan


    Saga.”


    “ Maafkan saya. Maafkan saya.”


    “ Danau hijau ini proyek yang sudah ditunggu tuan Saga, anda


    masih bisa berdiri diposisi anda sekarang, bahkan setelah melakukan kesalahan bodoh, itu sudah


    keberuntungan buat anda.”


    “ Baik tuan. Saya akan bekerja lebih baik lagi.”


    “ Pergilah. Bereskan kekacauan ini sebelum satu bulan.”


    “ Baik tuan. Baik.”


    Laki-laki itu menundukan kepalanya beberapa kali pada


    sekertaris Han. Dia tahu kalau laki-laki di hadapannya ini bisa seratus kali


    menakutkan dibandingkan tuan Saga. Ia menyeret kakinya walaupun gemetar. Keluar


    dari gedung megah Antarna Group.


    Sementara di depan ruangan presdir sekertaris Han belum


    beranjak, dia mendekat kemeja staff sekertaris. Tiga orang sekertaris di hadapannya


    menunduk tidak berani menatapnya.


    “ Bawakan aku hp baru.” Katanya.


    “ Baik.” Salah satu dari mereka menjawab, lalu bergegas


    keluar dari ruangan.


    Sekeraris Han kembali keruanganya. Menyandarkan kepalanya


    dikursi.


    “ Kenapa banyak sekali orang-orang bodoh bekerja untuk tuan


    muda.” Dia kesal sendiri, karena membereskan setiap kekacauan yang ditimbulkan


    oleh orang-orang itu adalah tanggung jawabnya.


    BERSAMBUNG................
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents