21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 49 Makan malam (Part 2)

Chapter 49 Makan malam (Part 2)

    Formasi makan malam hari ini


    berubah. Ibu mengeser tempat duduknya supaya Helena bisa berdekatan dengan kursi


    Saga. Selepas keluar dari ruangan kerja Saga tidak bicara apapun, Helena hanya


    mengikutinya dari belakang. Juga tidak bicara kecuali dengan ibu dan adik ipar.


    Daniah berusaha menebak lewat sorot mata laki-laki itu, tapi sial, dia


    benar-benar susah dicari tahu isi hatinya.


    Daniah yang sudah mau mengambilkan


    lauk, mengantung sendoknya tepat di depan piring Saga. Helena sudah lebih


    cepat, dia sudah meletakan lauk dan sayur ke dalam piring Saga. Ibu tersenyum


    senang dan menepuk bahunya.


    “ Ayo Helen juga makan yang


    banyak.” Tersenyum seperti memenangkan hadiah lotre undian pertama. Begitu juga


    Helena, tersenyum malu-malu.


    Daniah meletakan lauk yang tadi


    akan ia letakan di piring Saga ke piringnya sendiri. Lalu mulai makan.


    Kenapa aku sekarang berfikir Helena


    agak sedikit jahat ya. Baiklah, dia memang wanita yang dicintai Tuan Saga. Tapi


    bukankah aku ini istrinya, ya, istri yang cuma seperti pembantu si. Tapi paling


    tidak bukankah dia seharusnya sedikit saja berempati padaku. Aku ada


    di hadapannya lho.


    “ Hei.”


    “ Ia suamiku.” Terkejut karena sedang memikirkan banyak hal.


    “ Ambilkan ikan pedas.” Saga menunjuk piring ikan pedas yang ada di depannya.


    “ Biar aku yang ambilkan.” Helen


    sudah menyentuh sendok di piring ikan pedas. Tangannya terhenti ketika Saga


    bicara lagi.


    “ Tidak dengar aku menyuruhmu apa?” Saga menatap Daniah.


    “ Eh, ia.”


    Helena melepaskan sendok di piring


    ikan pedas. Lalu dengan tertunduk ia menghabiskan makanannya lagi. Ibu dan adik


    ipar saling lirik, tapi menahan diri untuk bicara. Mereka tentu mencari


    keselamaatan diri masing-masing. Daniah mengambilkan lauk yang diminta.


    Perasaannya sedikit merasa tidak enak.


    Aku bukannya mau mengambil


    kesempatan Helena, tapi dia yang menyuruh, kalau aku tidak menurutinya aku yang


    mati. Maafkan aku ya.


    Mereka sejenak makan dalam pikiran masing-masing.


    Sial! Lihat dia masih bisa


    tersenyum. Padahal aku membawa wanita lain masuk ke ruang kerjaku. Jangankan


    cemburu sepertinya dia sama sekali tidak sedih. Sialnya kenapa ini membuatku


    semakin kesal saja. Saga


    Kenapa tuan Saga begitu ya? Apa dia


    sedang membalas kepergian Helena. Cih, pendendam sekali. Seharusnya kau


    memperlakukannya dengan baik, jelas-jelas masih suka. Apa dia ingin Helena


    berlutut dan memohon. Benar-benar, waktu itu akukan berlutut sambil mencengkram


    kakinya. Apa perlu kuberitahu Helena. Walaupun sepertinya dia bukan gadis


    seperti malaikat hatinya, tapi akukan harus baikin dia untuk menjalankan misi.


    Daniah


    Saga aku akan kembali merebutmu.


    Coba lihat gadis ini, benar-benar bukan seleramukan, kamu menikahinya memang


    hanya untuk membalasku. Helena


    Ibu memecah kesunyian.


    “ Saga, Helen boleh menginapkan?”


    “ Ibu saya pulang.” Helena


    menyentuh lengan ibu. Karena sepertinya akan memalukan kalau sampai Saga


    menolak.


    “ Terserah.” Saga meletakan


    sendoknya, menatap Daniah yang masih mengunyah dan belum selesai makan. “ Ikut


    aku!”


    Daniah sudah panik sendiri, dia


    melihat semua orang yang ada di meja makan. Sambil mengangkat bahu. “hehe, maaf


    saya permisi dulu. Selamat malam semuanya.” Dia bangun lalu menyusul Saga yang


    sudah menaiki tangga. “ Padahal aku belum selesai makan.”


    Di meja makan, Helena menitikan


    airmata setelah Saga pergi meninggalkannya.


    “ Maaf ya bu, aku membuat semua


    jadi canggung.” Gadis itu mengusap airmatanya.


    “ Helen, berusahalah lebih keras.


    Kamu tahukan kalau Saga masih sangat mencintaimu. Dia hanya sedang marah


    memohonlah.” Ibu menepuk bahu gadis itu agar lebih kuat.


    “ Benar kak, kak Saga masih sangat mencintai kak Helen.” Sofia menimpali.


    “ Kalau tidak , gak mungkinkan Danau hijau dibangun seperti sekarang.” Jenika juga mencoba menghibur.


    “ Kak Helen lihat beritanyakan, gimana danau hijau sekarang.”


    “ Benar Helen. Berusahalah, memohonlah padanya. Kalau perlu berlututlah di kakinya supaya dia mau


    memaafkanmu.”


    Helena jemarinya dibawah


    meja. Benarkah dia memang masih punya kesempatan untuk kembali merebut hati


    Saga.


    Dengan wajah kemenangan dia masuk


    ke dalam ruangan kerja Saga, tadi dia sempat melihat wajah terkejut Daniah. “


    Apa kau pikir dengan wajah seperti itu bisa mengalahkanku. “ Dia membawa nampan


    berisi buah. Saga duduk di sofa yang ada di dekat rak buku. Terdiam.


    “ Saga.” Helena meletakan nampan di


    meja lalu duduk di samping Saga, dia melingkarkan tangannya di lengan laki-laki


    itu.


    “ Apa hanya ini cara yang bisa kau


    pikirkan untuk dekat denganku lagi.” Sebenarnya dari cara bicaranya Saga masih


    masuk kategori lembut.


    “ Saga.” Gadis itu cukup tahu diri,


    dia melepaskan tangannya. “ tidak bisakah kamu memaafkanku. Aku akan memohon


    padamu.”


    Saga mengambil sepotong buah lalu


    memakannya. Mengambil lagi, lagi dan lagi. Dia hanya fokus makan belum bicara.


    Sekarang dia sudah meletakan sendok.


    “ Kau tahu apa kesalahanmu dua


    tahun lalu?” Helena menundukan kepalanya. “ Kau pergi tanpa izin dariku.”


    Lanjutan kalimatnya.


    “ Kalau aku izin padamu, apa kamu


    akan mengizinkan?” Helena jemarinya.


    “ Tidak!”


    “ Karena itu aku pergi tanpa


    mengatakannya padamu, kalau aku mengatakanyapun kamu tidak akan mengizinkan.”


    Menyentuh lengan Saga.


    “ Itulah kesalahanmu, walaupun tahu


    aku tidak mengizinkan, setidaknya cobalah memohon padaku.  Memohon padaku agar aku mengizinkanmu. Kamu tahukan, kalau dua tahun lalu aku adalah laki-laki yang akan melakukan apapun


    untukmu. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau, bahkan seluruh isi dunia


    ini.”


    “ Saga.” Helena mulai berlinang, tahu titik kesalahannya dimana. Kebodohannya.


    “ Sekarangpun kamu tidak menyesalinyakan?” Saga melanjutkan kalimatnya, suaranya sudah terdengar dingin.


    “ Saga, aku menyesalinya. Aku masih mencintaimu, sangat mencintaimu.”


    “ Benarkah? Lalu cuma ini caramu


    untuk memohon pengampunanku. Sepertinya kamu masih terlalu percaya diri ya.


    Bahwa waktu dua tahun tidak mengubahku.”


    Saga bangun dari duduk, namun


    segera Helena meraih tangannya.


    “ Saga.”


    “ Memohonlah yang benar.”


    Seperti terjatuh dari ketinggian Helena


    mengepalkan tangannya, terguncang dengan kata-kata Saga. Kenapa dua tahun lalu


    dia begitu bodoh. Bodoh sekali dirinya yang berfikir kalau dia kembali Saga


    akan menyambutnya dengan hangat. Karena dulu dia tahu, bagaimana Saga


    mencintainya.


    BERSAMBUNG..........
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents