21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 50 Hadiah dari Saga

Chapter 50 Hadiah dari Saga

    Sudah masuk ke dalam kamar. Zona


    berbahaya kalau Saga sedang dalam suasana hati yang tidak baik.  Saga menjatuhkan diri di sofa, Daniah menyusul


    ikut duduk di sampingnya. Dia melihat laki-laki itu mendesah dan masih terdiam,


    bahkan memejamkan mata sambil menyenderkan kepala.


    “ Kenapa memelototiku.” Saga


    menjentikan telunjuknya di kening Daniah. Padahal dia masih memejamkan mata.


    “ Maaf suamiku.” Cih, aku bahkan


    sudah fasih memanggilnya begitu. “ Apa anda tidak mau turun dan berbincang


    di bawah?” berusaha untuk kabur dari situasi yang canggung ini. Akan jauh lebih


    baik berbincang dengan orang-orang yang ada di bawah. Walaupun mendengar sindiran-sindiran adik ipar


    jauh lebih baik dari pada berduaan seperti ini.


    “ Kenapa?” Saga berhenti menunggu


    jawaban sepertinya. Namun Daniah tidak menjawab “ Aku dengar kau tertarik


    sekali dengan Ele.”


    Eh, darimana dia bisa tahu. Apa


    sekertaris sialan itu yang melaporkan kalau aku beberapa kali kepergok


    menanyakan tentangnya.


    “ Tidak, hanya saya pikir anda


    sudah lama sekali tidak bertemu dengannyakan. Pasti banyak yang bisa anda


    bicarakan dengannya.” Alasan yang masuk akal diberikan.


    “ Aku sudah bicara banyak dengannya


    di galery, bukankah kau lihat tadi aku bicara dengannya berdua.” Saga


    mendekatkan wajahnya ke arah Daniah. Gadis itu terperanjak dan memundurkan


    kepalanya.


    Katakan kau cemburu! Katakan kau


    cemburu. Gumam Saga sambil menatap Daniah lekat.


    “ Hehe, benar juga. Jadi apa anda


    sudah mau tidur?” Daniah  mengeser duduk


    dan kepalanya lebih ke belakang.


    Sial, bahkan kau masih bisa


    tersenyum begitu. Kau sama sekali tidak marah aku dekat dengan wanita lain.


    Huff.


    “ Tidur, kenapa aku mau tidur. Aku mau menyiksamu dulu. Minggir!”


    Apa! Kenapa dia marah? Aku salah


    apa coba. Kenapa minta dipijat lagi si.


    Sudah duduk sambil bersandar


    di tempat tidur, meletakan kaki dipangkuan Daniah.


    “ Kau sudah mulai kelas memijat.” tanyanya biasa, tapi kalau Daniah menjawab belum pasti marah lagi.


    “ Saya baru mendaftar hari ini dan mulai kelasnya minggu depan.”


    “ Baguslah, buat dirimu berguna, aku sudah memberimu makan.”


    “ Baik suamiku.” menjawab cepat, setengah ketus dan malas.


    “ Kau sedang kesal padaku!”


    “ Haha, tidak mana mungkin saya berani.” Tertawa, lalu tersenyum secerah mentari dan melanjutkan memijat lagi.


    “ Terus kenapa kau menekan kakiku!”


    “ Maafkan saya.”


    Pijatan di kaki selesai, naik ke arah


    paha. Setelah itu menyodorkan tangan kiri. Daniah sudah naik ke atas tempat


    tidur, duduk bersimpuh di samping Saga.  Saga


    meyentuh bahunya, agar Daniah juga memijatnya.


    Hei panggil tukang pijak sana!


    Katamu kau tidak suka disentuh dengan orang, tapi ini apa! Setiap hari aku


    mengerayangimu. Ya walaupun kamu tampan tetap saja ini menyiksa tahu. Hiks.


    “ Lumayan juga.” Saga mengoyangkan kepalanya, puas dengan hasil pijatan Daniah.


    Apanya yang lumayan bedebah, aku


    sudah kelelahan. Cium tangan untukmu wahai pemijat profesional. Hidup anda


    sungguh sangat mulia, aku akan cium tangan kalau habis pijat.


    “ sandal, aku mau ke kamar mandi.”


    “ Baik.”


    Haha, baiklah mulai sekarang aku


    akan menghabiskan uangmu tuan Saga, akan kupakai kartu kreditmu tanpa belas


    kasih. Aku akan menggangapnya sebagai gajiku sebagai pembantumu. Haha.


    Lemas Daniah menyeret kakinya ikut


    masuk ke ruang ganti, mengambilkan pakaian dan menunggu di dekat pintu. Saga


    keluar dari kamar mandi langsung menganti pakaian dengan yang dipegang Daniah.


    Eh, dia melemparkan baju ke dalam keranjang.


    Bukan ke mukaku. Ada apa dengannya.


    “ Kemarilah.”


    Eh ada apa?


    Daniah mendekat, Saha menyentuh


    dagu Daniah, gadis itu terkejut, tapi belum sempat dia mundur tangan itu sudah


    mencengkramnya.


    “ Ini hadiah untuk kerja kerasmu hari ini.”


    Daniah mendorong tubuh Saga, tapi


    malah  dia yang terjerembah jatuh


    terduduk. Wajahnya merah merona. Terkejut sekaligus marah.


    “ Wah, wah, ternyata kamu sesenang


    itu dengan hadiahmu. Wajahmu sampai merah begitu.” Saga bicara sambil tertawa.


    Gemetar-gemetar menahan geram.


    Siapa yang sedang senang!!


    “ Bersikap manis dan patuhlah, aku


    akan memberimu hadiah lagi nanti.” Saga menyentuh bibirnya, lalu tergelak dan


    meninggalkan ruangan dengan santai.


    Sialan! Kenapa kamu menciumku seenaknya.


    Hadiah! Siapa yang mau hadiah ciuman darimu bedebah gila. Inikan ciuman


    pertamaku. Hiks, hiks. Aku menjaganya bahkan walaupun punya pacar aku belum


    pernah berciuman. Dan, dan dia sudah mengambilnya dariku.


    Daniah mengusap bibirnya berulang


    kali di kamar mandi. Setelah mengosok gigi dia kumur-kumur lebih lama. Kali ini


    dia bahkan mengosok bibirnya juga dengan sikat gigi. Memandang wajahnya sendiri


    di pantulan cermin.


    Kenapa kau sampai bersemu merah


    bodoh. Akukan terkejut. Ya, ya, aku hanya sangat terkejut tadi. Siapa juga yang


    senang dicium olehnya. Berapa ratus wanita yang sudah dicium bibir itu. cih.


    Sementara itu di luar ruang


    pakaian, Saga yang sudah tiduran tertawa terbahak tanpa suara.


    Aku pasti sudah gila, bagaimana aku


    bisa sesenang ini hari ini.


    Diapun lupa, ada seseorang di


    lantai bawah, gadis bernama Helena yang selama ini ia rindukan kehadirannya.


    bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents