21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 66 Kejutan Pagi

Chapter 66 Kejutan Pagi

    Ada dua wajah kehidupan yang bisa


    dilihat di kamar ini. Wajah bahagia, milik laki-laki yang sudah memperdayai wanita


    yang dicintainya untuk memohon tidur dengannya. Senyum cerah dan kemenangan,


    mengalahkan semua isi bumi. Dan satu wajah penuh rona malu dari wanita yang


    bagaimana bisa tidak tahu malunya menyerahkan diri pada laki-laki yang


    dibencinya. Laki-laki yang sudah memperlakukannya seperti pembantu. Yang jelas-jelas tidak mencintainya.


    Saga benar-benar seperti pengantin


    baru yang habis melakukan malam pertama dengan penuh cinta. Ya, mungkin dia


    merasakan gairah penuh cinta itu. Tapi  tentu saja tidak dengan Daniah. Dilihat dari


    sudut manapun wajahnya terlihat sangat letih bercampur malu.


    “ Apa ini?” Saga menarik syal bunga


    yang melingkar di leher Daniah. Dia terlihat sangat tampan dengan setelan jas


    dan dasi warna navy. “ Memang negara ini punya musim dingin?” katanya sambil


    mengeryit melihat benda di tangannya.


    “ Tidak suamiku.” Menutup wajahnya


    dengan tangan. Malu, isi kepalanya tentang pristiwa semalam masih sangat lekat


    diingatan.“ Saya hanya ingin memakainya.” Sambil menutupi lehernya. Aib yang


    ingin dia sembunyikan dari semua mata orang di rumah ini.


    “ Apa ini benar-benar ada di


    lemarimu?” Mengangkat syal tinggi di tangannya, melihat dari berbagai arah.


    Seperti berkata, bagaimana benda aneh ini bisa ada di lemarimu.


    “ Ia, saya menemukannya di dalam


    laci.” Bersungguh-sungguh. Tidak mungkin dia memakai pakaiannya sendiri di


    hadapan Saga.


    “ Cih, selera Han kampungan sekali.


    Buang itu!” katanya tegas. “ Mataku sakit melihatnya.”


    Siapa juga yang mau memakai benda


    aneh itu di musim seperti sekarang. Hiks, kalau bukan karena tanda merah


    di leherku ini. Kalau matamu sering sakit, pergi ke dokter sana!


    “ Saya mohon suamiku biarkan saya


    memakainya hari ini saja.” Sudah mau merebut dari tangan Saga, tapi tentu dia


    kalah cepat. Saga mengibaskan tangannya lalu menyimpannya di balik punggungnya.


    “ Kenapa? Apa yang mau kamu


    sembunyikan.” Saga sudah menempelkan bibirnya di telinga Daniah. Gadis itu


    menjerit, tiba-tiba Saga mengigitnya. “ Ini stempel kepemilikan.” Jemari Saga


    menyentuh leher Daniah. “ Kenapa wajahmu merah? Sesenang itu ya.”


    “ Ti, tidak!” spontan menjawab keras.


    Siapa yang senang, toh kamu melakukannya juga


    bukan karena menyukaiku, tapi hanya karena menghukumku yang sudah lancang


    menyusun rencana untuk mempertemukanmu dengan Helena.


    “ Tidak!” Saga melotot. Tidak suka


    mendengar jawaban Daniah.


    “ Tidak begitu, maksudnya ia saya


    senang. Saya senang sekali bisa tidur dengan anda semalam.”


    Puas! Puas! Kalau aku bicara


    begitu, lihat kamu tersenyum sesenang itu membuatku menderitakan. Puaskan kamu


    sekarang.


    Saga melemparkan syal yang dia


    pegang, lalu menarik tangan Daniah keluar dari kamar. Berjalan beriringan. Pak


    Mun sudah berdiri di bawah tangga, menyambut mereka. Dia tersenyum saat melihat


    Saga turun dengan mengandeng tangan Daniah.


    “ Selamat pagi tuan muda dan nona


    muda.” Angukan kepalanya saat kedua orang sudah ada di hadapannya.


    “ Pagi pak Mun.” Hanya Daniah yang


    menjawab ramah, Saga hanya sedikit mengangukan kepalanya.


    Ibu mertua dan dua adik ipar yang


    sudah duduk di meja makan ikut berdiri. Wajah mereka penuh tanda tanya, apalagi


    kalau bukan melihat tangan Saga yang mengengam tangan Daniah. Bahkan sampai


    mereka berada di dekat meja makan.


    Apa yang terjadi hari ini, apa akan


    turun hujan es. Kenapa kak Saga mengandeng tangan kakak ipar, dan lihat


    wajahnya. Kenapa dia terlihat senang sekali. Wajah kakak ipar juga, malu-malu


    dan canggung begitu. Ada apa ini? Sofia


    Apa itu, kenapa mereka seperti


    pengantin baru. Jenika


    Tidak bisa berfikir apa-apa saking


    terkejutnya. Ibu


    “ Selamat pagi bu!” Saga menyapa


    duluan, Daniah sampai mengeryit, selama mereka menikah sepertinya belum pernah


    dia melihat Saga menyapa orang duluan, walaupun pada ibunya.


    Ibu tersadar  lalu mengisyaratkan kedua putrinya untuk


    duduk.


    “ Selamat pagi juga Saga, apa


    semalam tidurmu nyenyak?” Ibu tersenyum, menatap Daniah, seperti berusaha


    mencari tahu sesuatu.


    “ Ya begitulah.” Saga melepaskan


    tangannya. Lalu duduk di kursi yang sudah ditarik pak Mun.  “ Daniah membuatku tidur dengan nyenyak


    semalam.”


    Daniah hanya bisa tersenyum


    di samping Saga. Sambil terkekeh dalam hati, karena suaminya seperti makhluk


    lain yang ntah datang darimana.


    Ada apa dengannya, apa dia selalu


    segila ini kalau habis tidur dengan wanita. Ya, aku pasti bukan yang pertama


    atau satu-satunyakan. Walaupun jelas sekali dia memperlakukanku dengan sangat


    lembut, tapi aku harus tetap menutup hatiku. Laki-laki ini milik Helena, cinta


    sejati akan kembali pada pemiliknya. Daniah


    Apa itu bekas kecupan di leher kakak


    ipar. Aaaaaa, aku ingin menjerit sekarang. Apa kak Saga benar-benar tidur


    dengan kakak ipar. Dan barusan kak saga benar-benar menyebutkan namanyakan.


    Daniah, jadi itu nama kakak ipar. Sofia


    Saking tidak pernah berinteraksi dan


    merasa kalau kakak iparnya  tidak akan


    bertahan lama di rumah ini jadi dia merasa tidak penting untuk menggingat


    namanya.


    Apa itu bekas kecupan. Gila! Banyak


    sekali. Leher kakak ipar seprti habis dipukuli. Hei, tidak mungkinkan mereka


    bercinta semalaman. Jelas-jelas kemarin malam sepertinya kakak ipar sangat


    canggung, dan kak Saga terlihat menakutkan. Apa dia memang habis dipukuli. Tapi


    kalau habis dipukuli kenapa kak Saga sesenang itu, dan wajah kakak ipar sangat


    malu sepertinya. Jenika


    Lagi-lagi ibu kehilangan kata-kata


    walaupun hanya sebatas dalam pikirannya.


    Mereka sarapan dengan membawa


    pikiran sampai pada titik terdalam. Penasaran, namun tidak ada yang berani sekedar


    bertanya, atau sedikit membahasnya. Baiklah, nanti mereka akan menghujani


    Daniah dengan ribuan pertanyaan saat Saga sudah berangkat bekerja. Begitu


    akhirnya keputusan final mereka bertiga. Sama, walaupun tanpa kerja sama.


    Saga tersenyum sambil menyentuh


    bibir Daniah, mengusap pelan sisa saus yang menempel di sana. Lalu dia menjilat


    jari yang tertempel saos dari bibir Daniah.


    “ Makanlah.”


    “ Ba. Baik.” Daniah binggung sendiri.


    Semua orang merinding melihatnya. Tengkuk


    ibu berdenyut dengan kejutan pagi ini. Pak Mun yang biasanya diam tanpa


    ekspresi terlihat tersenyum tipis. Sementara kedua adik ipar saling


    tangan mereka berdua di bawah meja.


    Membuat daftar dosa yang sudah


    mereka lakukan pada Daniah. Dan menyesalinya.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents