21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 73 Permintaan Noah (Part 2)

Chapter 73 Permintaan Noah (Part 2)

    Apa aku salah strategi ya, kenapa


    sepertinya apa yang aku pikirkan sepanjang jalan tadi salah. Kenapa


    kelihatannya Saga benar-benar menikah karena menyukai wanita itu. Tidak, jelas-jelas


    aku jadi saksi makian dan sumpah serapah istrinya Daniah. Sial, seharusnya aku


    merekamnya.


    “ Saga, apa kau mencintai Daniah?” Bertanya langsung saja pikirnya.


    “ Hemm.” Menjawab seperti biasanya.


    Apa! Dia memastikan perkataanku.


    “ Lalu, apa istrimu Daniah juga


    menyukaimu?” Noah menatap lekat Saga, seperti tidak mau sedikitpun melewatkan


    perubahan air muka Saga.


    “ Memang ada perempuan yang tidak


    menyukaiku.”


    Haha, kenapa rasa percaya dirimu


    membuatku gila. Tapi benar juga, mana ada perempuan yang tidak menyukaimu.


    Kamukan tipe ideal semua wanita dari segala lapisan masyarakat. Kamu menantu idaman yang diimpikan semua orang tua. aku saja pasti jatuh cinta padamu kalau aku perempuan. puas kau, aku tidak akan mengatakan kalimat tercela itu, pasti bisa membuatmu tambah besar kepala.


    Noah menoleh pada Han, dia sama


    sekali tidak bergeming. Luar biasa, orang itu begitu gumamnya kesal. Dia


    beralih pada Saga lagi, laki-laki itu mengetuk tempat duduknya beberapa kali. Sepertinya


    sedang menyusun serangan menyerang.


    “ Noah bagaimana kau hidup selama


    ini?” Lihat, Noah memicingkan mata. Dia kesal dengan pertanyaanku tadi tentang


    istrinya. Sekarang dia ingin menjatuhkan lawan bicaranya. Begitu Noah mengambil


    ancang-ancang perlawanan.


    “ Apa?” Jawaban Noah datar.


    “ Kamu mencintai Ele, tapi


    membiarkanku bersamanya. Sekarang aku melepaskannya dan kamu minta aku kembali


    padanya. Kenapa tidak sekalian kamu buat buku paling menyedihkan di dunia ini.


    Tulis pengalaman hidupmu di sana. Kalau banyak yang iba padamu, aku akan


    berikan salah satu rumahku padamu.” Saga mendesah karena mencela kebodohan


    orang di depannya. “Tapi kalau lebih banyak yang mencelamu, kau harus lakukan


    satu hal permintaanku.”


    Dia benar-benar gila!


    Noah memilih tidak meladeni ide


    gila yang dilontarkan Saga, karena dia pasti kalah. Ya, dia tidak pernah menang


    dalam hal apapun dengan laki-laki yang ada di depannya. Waktu mereka kecil,


    dulu ataupun sekarang. Hingga akhirnya terakhir kalinya Noah merasa harus menyerah


    bersaing dengan Saga adalah saat dia harus melepas Helen yang lebih memilih


    Saga daripada dirinya.


    “ Helen gadis yang baik Saga.”


    Mengalihkan pembicaraan. Atau tepatnya kembali kemisi utamanya datang ke tempat


    ini.


    Eh kenapa malah si Han mengeram dan


    terlihat sangat kesal begitu. Dia memang aneh, dulu atau kapanpun aku memang


    tidak bisa akrab dengannya.


    “ Kalau begitu nikahi saja dia!”


    Saga menjawab dengan kalimat mematikan. Telak menghujam Noah.


    “ Saga, apa ini sudah tidak


    berlebihan. Aku tahu kamu marah, tapi kamu juga tahukan kenapa Helen pergi. Dia


    hanya ingin mengejar impiannya sebagai pelukis.” Noah berapi-api membela Helen.


    “ Hentikan! Aku tidak perduli


    dengan semua alasan bodohnya meninggalkanku 2 tahun lalu. Sekarang aku tidak


    perduli dengannya. Kau bisa ambil dia.” Saga menunjukan sikap dinginnya. Jangan


    melebihi batas begitu dia ingin mengatakan.


    “ Aku juga sudah punya pacar!”


    berteriak kesal. Saga tertawa mendengarnya, ternyata kamu tidak semenyedihkan


    itu pikir Saga.


    “ Benarkah? Aku pikir kamu masih


    laki-laki bodoh dan menyedihkan.” Lagi-lagi telak menancap di dada Noah. Sakit,


    walaupun tidak berdarah.


    “ Hei.”


    “ Kapan kalian menikah?” Bertanya


    lagi. Noah terdiam. “ Jangan bilang kau akan menikah setelah melihat Ele


    bahagia. Haha, ayolah Noah, ternyata tidak ada yang berubah darimu.”


    “ Kalau kau tidak mau menerima


    Helen, paling tidak maafkanlah dia.”


    Saga jengah sendiri mendengar


    permohonan Noah, dengan wajah kesal dia bersandar di kursi sambil meraba


    tengkuknya sendiri. Lalu menarik nafas.


    “ Kenapa kau yang memohon


    mengantikannya. Dia saja masih sepercaya diri itu. Sudahlah! Kapan kamu mau


    menikah.” Ntahlah, Saga merasa malas membahas perihal Helen. Gadis itu sudah


    menghilang di hatinya. Sejak hari itu, sejak dia memutuskan mempertahankan


    Daniah di sisinya. Dia sudah membuang satu nama dari hatinya. Menghapus tanpa


    meninggalkan jejak sedikitpun.


    “ Apa? Kenapa malah membahasku. Kita


    selesaikan dulu perihal Helen.”


    “ Hentikan bicara tentang Ele! aku


    sama sekali tidak tertarik. Kapan kau akan menikah, aku akan memberimu rumah,


    kalau kau menikah.”


    “ Benarkah?” mendengar kata rumah


    dan syarat yang tidak begitu berat membuatnya antusias.


    “ Hemm.”


    Tapi Saga tahu, laki-laki bodoh ini


    tidak akan menyerah tentang Helena. Walaupun jelas-jelas dia tergiur dengan


    hadiah rumah yang dia tawarkan.


    “ Seperti katamu, akupun akan


    menikah kalau Helen sudah bahagia. Saga, bagaimana kalau kita pergi makan malam


    bertiga. Aku akan mengatur semuanya.”


    “ Hentikan!” Mendesah keras,


    menatap Noah dengan sebal. Gigih sekali kamu begitu batinnya.


    “ Kumohon ini permintaan pertama


    dan terakhirku padamu. Berikan kesempatan Helen dan maafkan dia. Kalau kau


    memang tidak mau kembali padanya biarkan dia melepaskanmu dengan hati yang


    lapang.”


    “ Hati yang lapang, apa kau


    bercanda. Dia pergi dua tahun lalu tanpa bicara apapun padaku, dan sekarang


    kembali bukannya memohon pengampunan tapi dengan percaya dirinya. Ahh,


    sudahlah. Aku sudah menikah sekarang.” Saga tak ingin membuat alasan apapun. Yang


    ia yakini hatinya sudah berpaling. Waktu sudah membalikan hatinya.


    “ Saga.” Berusaha sampai titik


    terakhir.


    “ Han, antar Noah keluar.


    Sepertinya pembicaraan kami sudah selesai.” Saga mendongakan kepala menatap


    Han.


    “ Baik tuan muda.” Han mengerakan


    tubuhnya, mendekati Noah.


    “ Saga dengarkan aku sebentar.”


    Han sudah mendekat dan


    mempersilahkan Noah untuk keluar dengan tangannya. Noah masih sempat bicara


    meminta Saga untuk membuka pintu maaf terakhir kalinya. Tapi dia malah


    memejamkan mata, dan menutup telinga dari teriakan Noah.


    Sudah di luar ruangan, Noah menepis


    tangan Han yang menyeretnya. Menatap kesal sekertaris berbadan tinggi itu


    dengan sorot mata menghujam. Muak, teramat sangat.


    Sialan, laki-laki ini benar-benar


    kuat.


    Noah menghentikan langkahnya menuju


    lif, dia berbalik berdiri tepat di hadapan Han, Han pun menghentikan


    langkahnya. Dia menunggu, tidak bergeming ketika Noah menatapnya dengan tajam


    dan pandangan tidak bersahabat.


    “ Kenapa? Dulu bukannya kamu


    mendukung hubungan Helen dan Saga.” Karena Noah benar-benar penasaran dengan


    perubahan sikap Han pada Helen. Apa benar suasana hati sekertaris dihadapannya


    ini hanya mengikuti suasana hati majikannya.


    “ Maaf tuan, sepertinya anda salah


    paham. Saya tidak mendukung hubungan tuan muda dan nona Helena, saya hanya


    mendukung wanita yang dicintai tuan muda.”


    “ Maksudmu?”


    “ Kalau dulu nona Helena adalah


    wanita yang dicintai tuan muda, tapi sekarang karena tidak lagi, maka sayapun


    tidak perduli dengan keberadaan nona Helena selama dia tidak menggangu tuan


    muda.”


    Wajah Noah benar-benar menunjukan


    rasa tidak suka pada kalimat Han barusan.


    “ Jadi karena itu kamu sampai


    mengancam Helen.” Mulai berkata keras, emosinya terpancing mendengar jawaban


    Han yang tidak masuk akal barusan.


    “ Huh!! Merepotkan sekali.” Celaan


    yang keluar dari mulut Han.


    “ Apa!” Noah mencengkram lengan


    baju Han. Dia tersinggung mendengar ketidak sopanan Han barusan.


    “ Maaf tuan, saya menghormati anda


    karena tuan muda menggangap anda teman, tapi hubungan kita tidak sampai sejauh


    itu sampai saya harus menahan diri pada anda.” Han menarik tangan Noah yang


    mencengkram bajunya dan mengibaskannya. “ Tolong jaga sikap anda kedepannya,


    untuk tidak menyebut nama nona Helena di depan tuan muda. Karena tuan muda


    sudah tegas mengatakan kalau dia melepaskan nona Helena.”


    “ Kau.”


    “ Kalau saya boleh memberi saran,


    buka mata dan telinga anda dengan benar jika bicara dengan nona Helena.” Senyum


    tipis di bibir Han muncul, seperti menertawakan Noah dengan sifat pengorbanan


    dan kegigihannya membantu Helen.


    “ Apa?”


    “ Silahkan, saya akan mengantar


    anda. Tuan muda akan ada rapat setelah ini.” Han lagi-lagi mempersilahkan Noah


    berjalan di depannya. Mengusirnya secara halus, agar segera pergi dari gedung


    Antarna Group. Rapat yang akan berlangsung hari ini pasti melelahkan, harus


    ditambah mengurusi orang menyedihkan, tidak tahu malu dan bodoh seperti Noah. Membuatnya


    semakin kesal saja.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents