21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 80 Hari Yang Melelahkan

Chapter 80 Hari Yang Melelahkan

    Memulai hari setelah akhir pekan


    yang melelahkan. Seharusnya akhir pekan jadi ajang bersantai dan mengendurkan


    saraf, tapi bagi Daniah akhir pekannya harus diisini dengan penuh perjuangan.


    Mengengam kemudi dengan erat. Gemetar-gemetar karena kesal.


    Jangan dipikirkan! Jangan diingat! Lupakan!


    Lupakan! Tuan Saga hanya ingin menindasmu Daniah, jaga jarak hatimu sejauh


    mungkin darinya. Oh ya, tadi pagi aku sudah mengirim pesan pada helen, tapi


    kenapa dia belum membalas ya. Dia hanya mengerjaimu, walaupun kadang senyumnya tulus, tapi tidak mungkin dia setulus itu padamu.


    Melajukan kemudi lagi. Selesai


    menyelesaikan kelas memijat, Daniah menyempatkan mampir membeli makan siang dan


    minuman untuk karyawannya. Dia mampir ke minimarket juga membeli buah dan aneka


    camilan. Lalu dia kembali ke rukonya. Daniah menyerahkan kunci mobil dan


    meminta karyawannya mengambil belanjaan, sementara dia naik ke lantai dua dan


    ambruk di tempat tidur.


    “ Nyaman sekali.” Berteriak keras


    sambil merebahkan diri terlentang menatap langit-langit kamar.


    Sebenarnya apa yang terjadi padaku


    si, coba berfikir Daniah. Pakai otakmu yang bodoh ini untuk berfikir sebentar


    saja. Kita mulai dari mana ya? Aaaa, aku binggung harus membeberkan dari mana.


    Terdengar langkah kaki menaiki


    tangga.


    “ Mbak Niah mau makan apa?” Tika


    muncul.


    “ Aku minta jus aja Tika, jus


    sirsak ya.” Masih menjawab sambil terlentang ditempat tidur.


    “ Aku ambilin ya, mau roti juga


    gak, kalau gak mau makan nasi, makan roti aja ya.” Menawarkan lagi.


    “ hemm, boleh deh.”


    Tidak lama tika sudah muncul dengan


    apa yang diminta Daniah tadi. Dia juga membawa piring dan makanannya sendiri.


    Segelas jus jeruk peras. Tika menarik meja kecil lalu meletakan makanan milik


    Daniah di atasnya.


    “ Cape ya mbak?”


    “ Lumayan. Baru dari sekolah


    memijat tadi, pokoknya aku hormat sama tukang urut dan pijat profesional Tika.


    Mereka itu luar biasa.” Daniah duduk meminum jusnya dan makan roti yang dia


    beli tadi di mini market.


    “ Kenapa mbak Niah musti belajar


    mijat, bukannya bisa panggil tukang pijat profesional kalau tuan Saga mau


    dipijat.” Orang normal seperti Tika pasti akan bicara beginikan, begitu gumam


    Daniah.


    “ Karena dia tidak mau di sentuh


    sembarangan orang.” Tangannya terkepal, membayangkan wajah Saga di depannya.


    Dia garuk dengan kukunya keras-keras. Mengusir jengkel. “ Tidak suka di sentuh


    tapi mau aku mengerayanginya tiap malam.” Daniah menutup mulutnya. Dia telah


    melakukan perbuatan tercela, karena bicara dengan seorang jomblo sejati. lebih-lebih arah pembicaraannya menjurus. Tika malah tertawa. aku tidak sepolos itu mbak. begitu pikir Tika.


    “ Waahh, berarti dia cuma mau di


    sentuh sama mbak Niah ya. Ih so sweat ya.”


    So sweat apaan, ini gak ada


    manis-manisnya tahu, lebih manis jus sirsak ini. Dia begitukan memang Cuma


    ingin mengerjaiku, memanfaatkan tenaga yang sudah dia beri makan. So sweat dari


    mananya.


    “ Mbak Niah beruntung sekali ya,


    bisa menikah dengan tuan Saga. Mau apa aja pasti dikasih.”


    Nggak Tika, nggak gitu. Hidupku gak


    sebahagia itu kali. Daniah menangis dalam hati.


    “ Hehe, tika kalau kamu menikah


    nanti yang paling penting adalah, kamu harus menikah dengan suami yang


    mencintai kamu ya. Mau dia seperti apa yang penting dia mencintaimu. Nanti


    jugakan kalian akan berjuang sama-sama.”


    Tika cengegesan, Daniah mengeryit.


    “ Cieee seperti mbak Niah ya. Hehe.


    Aku iri deh, tuan Saga pasti sayang banget sama mbak Niah ya.”


    Tidak begitu Tika, aku ingin cerita


    padamu. Tapi jiwa polosmu pada dunia ini tidak akan mampu menerimanya. Aku


    tidak mau kamu syok nantinya.


    Menggigit sedotannya sendiri sampai


    penyok.


    Setelah rekap barang di toko selesai


    Daniah memilih untuk pulang. Belum ada info kalau tuan Saga akan pulang cepat.


    Tapi dia memilih pulang. Dia ingin mandi air dingin lalu tidur nyaman di kasur


    yang empuk di kamar. Bersantai meluruskan saraf.


    “ Mbak pulang duluan ya,


    terimakasih kerja keras kalian ya. Dua hari lagi gajian ya. Hehe.” Daniah


    tertawa sambil berpamitan.


    “ Hore!” anak-anak berteriak


    girang. “ makasih ya mbak makanan sama camilannya, mbak Niah pulang dan istirahat


    aja. Di sini kami yang bereskan.”


    “ Makasih semuanya, aku sayang


    kalian.”


    Daniah pamit pulang, dia melajukan


    kendaraannya sambil lamunannya berlarian kemana-mana.


    Tuan saga menikahiku karena aku itu


    jelek dan kampungan. Wajahku yang seperti ini ingin dia pakai sebagai senjata


    untuk membuat Helen cemburu. Dan ini berhasil, Helen cemburu, dan pulang


    ketanah air. Dia ingin kembali kepada tuan Saga. Tapi masalahnya kenapa


    laki-laki itu sok-sokan jual mahal begitu si. Lagaknya sudah seperti raja. Hiks


    dia memang yang mulia rajanya.


    Dan masalahnya lagi, kenapa dia


    senang sekali meniduriku sekarang. Hiks, hiks. Tunggu, bukankah aku bisa menolaknya.


    “ Aku akan menghancurkan keluargamu


    tanpa sisa.”


    Kenapa aku selalu kalah dengan


    ancaman mengerikan itu.


    Kediaman keluarga Saga Rahardian.


    “ Ibu, berhentilah bu. Aku tidak


    mau ikut-ikut.” Jenika ngotot, Sofia di sampingnya hanya manut apa yang


    diucapkan kakaknya. “ Kak Helen sudah tidak punya kesempatan lagi.”


    “ Siapa bilang.” Ibu tersenyum


    jahat. “Dia punya senjata yang bisa dipakai untuk menjatuhkan wanita itu.”


    Sekarang ibu terawa. “ Ibu tidak rela kalau keturunan kita harus dilahirkan dari


    wanita tidak sederajat itu.”


    “ ibu, tapi kak Saga mencintai


    kakak ipar.” Jenika berusaha membeberkan fakta yang tidak bisa dibantah itu.


    “ Ibu yang akan membuat Saga


    mengusir wanita itu.” Ibu sangat percaya diri rupanya, tidak tahu bukti apa


    yang dibawa Helen, tapi gadis itu berhasil meyakinkannya untuk menjatuhkan Daniah.


    “ Aku tidak mau ikut-ikut rencana


    ibu. Kalau kak Saga marah jangan bawa-bawa kami.” Jenika dan Sofia menganguk


    pasti.


    Mereka keluar dari kamar, saat ini


    kalau mereka sedang bicara jauh lebih aman bicara di dalam kamar. Pak Mun


    selalu berkeliaran dimana-mana membuat orang jantungan saja. Saat mereka


    menuruni tangga pak Mun juga berjalan naik. Dia berhenti di hadapan ibu.


    “ Nyonya ada nona Helena di gerbang


    utama, apa anda mengundangnya.” Tanyanya sopan.


    “ Apa! Kenapa tidak membiarkannya


    masuk. Pak Mun, memang kamu tidak tahu siapa Helena?” Ibu berteriak marah


    dengan kekurang ajaran Pak Mun yang mencegat helena di gerbang utama.


    “ Maaf nyonya, ini perintah dari


    sekertaris Han, untuk melarang nona Helena masuk. Kecuali jika dia datang


    karena undangan anda.”


    Apa! Sekertaris kurang ajar itu


    benar-benar. bahkan kekuasaannya melebihi diatasku.


    “ Biarkan dia masuk.”


    Tidak lama Helena sudah muncul di


    antar Pak Mun, setelah melepas kaca mata hitamnya, terlihat matanya yang


    bengkak dan sembab. Ibu memerintahkan Pak Mun untuk pergi, laki-laki itu hanya


    mengangukan kepala.


    “ Ibu, aku tidak mau ikut-ikut ya.


    Aku sudah menasehati ibu, kalau kak Saga marah ibu tanggung sendiri ya.” Jenika


    mulai mengancam lagi dihadapan Helena. Gadis itu binggung meminta penjelasan.


    “ Pergi kalian berdua! Jangan urusi


    mereka. Ayo kita bicara di kamar ibu. Di sini banyak mata dan telinga.” Ibu


    menarik tangan Helena untuk mengikutinya. Tertinggalah dua wanita yang menatap


    kepergian mereka dengan kesal.


    “ kenapa ibu nekad sekali si.”


    “ memang apa salahnya dengan kakak


    ipar. Ya, dia memang gak cantik-cantik amat si, gak kaya juga, gak modis juga,


    apalagi rambutnya.” Jenika tertawa mendengar kalimatnya.


    “ Kak, kamu menghina kakak ipar.”


    Sofia menyenggol lengan jenika.


    “ Siapa yang menghina kakak ipar,


    memang aku sudah gila. Aku sedang memujinya. Walaupun dia mempunyai kecantikan


    yang dibawah standar internasional, tapi dia bisa menaklukan hati Kak Saga.


    Lantas apa yang kurang lagi dengannya.”


    “ Ya, itulah satu-satunya


    kelebihannya. Bisa membuat Kak saga jatuh hati padanya.” Sofia bangga sudah


    menemukan fakta yang luar biasa. "Kelebihan Daniah itu cuma satu, dia gak punya


    kelebihan apa-apa. Wkwkwk." Kedua adik ipar tertawa.


    “ Apa yang sedang kalian lakukan?”


    Daniah muncul dari belakang mengagetkan mereka berdua.  Jenika menoleh.


    “ Kakak ipar ayo ikut kami


    bersenang-senang, dirumah ini sedang ada tamu tidak diharapkan.” Jenika


    mendekat, membisikan sesuatu di telinga Sofia. Lalu gadis itu sudah berlari


    menaiki tangga.


    “ Siapa?”


    “ Tidak penting, ayo kita pergi.”


    Jenika menyeret lengan Daniah yang masih binggung. Dengan badan setinggi Jenika menyeret Daniah bukanlah perkara susah.


    “ hei, kamu mau membawaku kemana.


    Aku gak mau pergi! Aku mau mandi air dingin dan tidur! Lepaskan aku Jen.


    Lepaskan aku!”


    Jenika tidak mengubris, mendorong Daniah masuk kedalam mobil. Sofia berlari membawa dua tas langsung masuk dan duduk di belakang. Jenika langsung tancap gas tidak perduli teriakan kakak iparnya.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents