21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 85 Usaha Helena (Part 1)

Chapter 85 Usaha Helena (Part 1)

    Siang ini, semua agenda berjalan


    dengan baik. Walaupun harus mundur dua jam dari jadwal yang ada. Kalau sudah


    seperti ini bisa di bilang Han yang bisa bernafas lebih lega. Dia bisa


    menyimpaan banyak tenaganya.


    Efek keberadaan nona Daniah


    ternyata sangat berpengaruh besar pada mood tuan muda. Sepanjang hari ini dia


    bahkan masih terlihat senang. Kesalahan CEO Defika bahkan bisa dia maafkan.


    Padahal CEO perempuan itu jelas-jelas sudah ketakutan. Dan siap menerima


    hukuman apapun yang diberikan padanya.


    “ Han.” Saga menutup berkas laporan


    yang baru saja selesai dia tanda tangani. Proyek Antarna Group tahun ini, danau


    hijau.


    “ Ia tuan muda.” Han bangun dari


    duduk dan lamunannya, menghampiri meja kerja Saga. Dia menerima berkas yang


    sudah selesai di periksa Saga.


    “ Apa anda tidak mau datang di


    peresmian.” Menebak setelah menerima berkas laporan dan membacanya.


    “ kenapa? Apa kamu juga berfikir


    aku belum move on.” Menyandarkan kepala, tapi menatap kesal.


    “ Tidak tuan muda. Saya hanya tidak


    mau anda merasa tidak nyaman.”


    “ Danau hijau akan jadi tempat


    pengabdian Antarna Group pada kota ini. Anggap itu saja, tidak ada cerita


    apapun dibalik itu semua. Aku tidak mau ada artikel apapun tentang ele setelah


    peresmian danau hijau. Fokus hanya pada Antarna Group.” Seharusnya seperti ini


    saja, awalnya dia memang akan menjadikan tempat itu sebagai tempat bersejarah


    pernikahannya. Tapi sekarang, tempat itu akan menjadi wisata kota gratis untuk


    masarakat umum.


    “ Baik tuan muda.”


    Ketukan pintu mengalihkan pandangan


    Han. Dia mengganguk sekilas pada Saga, lalu berjalan membukakan pintu. Staff


    sekertarisnya sudah berdiri di depan pintu.


    “ kenapa?” Tanyanya.


    “ Maaf tuan. Nyonya datang dan


    ingin bertemu dengan tuan Saga. Dan...” dia tidak melanjutkan kalimatnya.


    Lihat, dia sudah tangan karena ingat kejadian beberapa waktu lalu.


    “ kenapa?”


    “ Bersama nona Daniah.”


    “ Persilahkan mereka masuk.”


    Staff sekertaris itu menganguk,


    setelah Han berbalik dia menutup pintu tanpa bersuara. Bernafas lega. Selang


    tidak lama dia menunggu di depan lif muncul nyonya besar, ibu dari presdir dan


    juga wanita itu. Wanita yang sudah membuatnya kehilangan separuh uang gaji. Dia


    menggangukan kepalanya sopan.


    “ Silahkan nyonya, tuan Saga


    mempersilahkan untuk masuk.”


    “ Aku hanya ingin bertemu dengan


    anakku kenapa kalian mempersulit seperti ini.” Hardiknya marah. Staff


    sekertaris itu hanya menunduk dalam tidak menjawab.


    Lebih baik melihat anda yang marah


    daripada tuan Saga yang marahkan. Sungguh melelahkan hidupku. Hiks, tapi aku


    akan berjuang untuk hidup seperti ini sampai akhir. Demi gaji yang besar.


    Dia mengikuti langkah kaki nyonya


    dan Helena, mengetuk pintu, lalu mempersilakan mereka masuk. Setelahnya kembali


    menutup pintu tanpa bersuara. Tidak tahu dan tidak penasaran untuk tahu juga,


    akan ada kejadian apa di ruangan presdir.


    Han mengangukan kepala sembari


    menarik kursi di depan meja kerja Saga. Mempersilahkan kedua tamu tidak di


    undang untuk duduk. Dia melirik tajam Helena, gadis itu masih tidak tahu malu


    juga menatapnya dengan sorot mata sebal. Setelah kedua orang itu duduk, dia


    tetap berdiri di dekat meja.


    Ibu menoleh pada sekertaris Han,


    mengusir lewat pandangannya. Tapi tentunya, sekertaris Han tidak mau terlalu


    peka kalau urusannya bukan dengan majikannya. Jadi dia tetap berdiri tidak


    bergeming.


    “ Jangan perdulikan Han. Kenapa ibu


    kemari tanpa pemberitahuan?” Saga seperti tahu ketidaknyaman ibu. Tapi dia tidak


    perduli. Dia bahkan tidak melirik Helena yang duduk di samping ibunya. Wanita


    itu yang sedari tadi ingin tersenyum hanya bisa memegang kursi erat. Kecewa.


    “ Saga, ada yang mau ibu bicarakan.


    Ini mengenai Daniah.”


    Di tempat duduknya, airmuka Saga


    berubah. Ada indikasi tidak senang dengan pembicaraan ibunya barusan. Apalagi


    saat ini Ele sedang duduk di hadapannya. Rencana apa yang sedang dibuat wanita


    ini pikirnya. Dia tahu, ini mungkin ide Ele.


    “ Daniah bukan gadis yang baik dan


    pantas untukmu Saga.” Ibu langsung pada poin utamanya, tidak mau berbasa-basi


    lagi. Selama ini kesabaarannya menunggu sepertinya sia-sia. Karena sepertinya


    Daniah berhasil menjerat putranya. Ibu menerima hp yang diambil Helena dari


    tasnya. “Lihatlah, dia bahkan menemui laki-laki lain di belakangmu.”


    Han bereaksi, tidak mungkin begitu


    arti sorot mataanya. Tidak mungkin dia sampai kecolongan begini. Dan dia tahu,


    bahwa Daniah tidak akan seberani itu bertindak di luar batas. Dia hanya berani


    bicara. Tapi tidak akan punya keberanian merealisasikannya. Tapi foto yang


    dibawa Helena, seketika membuatnya kesal. Apa dia sudah kehilangan kemampuannya


    untuk membuat semua yang ada di sekeliling tuan Saga berjalan dengan


    semestinya.


    Han yang menerima hp di tangan ibu,


    wanita itu terlihat kesal. Dia terlihat ingin mempertahankan alat bukti yang ia


    miliki, tapi karena sorot mata Han dan diamnya putranya dengan tidakan


    sekertarisnya itu akhirnya dia melepaskan tanganya. Hp sudah berpindah tangan.


    Senyum tipis muncul, saat Han melihat foto dan terdengar ia bernafas lega.


    Dengan tangan kanan dia menyerahkan hp ketangan kiri Saga.


    Sekarang giliran Saga yang tergelak,


    dia bersandar di kursinya. Ibu dan Helen terkejut dengan reaksi yang di berikan


    Saga. Ini diluar rencana mereka. Helen terlihat memegang erat pegangan kursi.


    Kenapa begini, seharusnya dia


    marahkan. Jelas-jelas Daniah bergandengan tangan dengan laki-laki. Aku bahkan


    sudah mengambil banyak foto yang terlihat mesra. Helena


    “ Ibu ada apa denganmu?  Apa ibu tidak tahu, kalau Jen dan Sofi saja


    aku awasi. Aku tahu siapa teman -teman mereka dan pacar mereka sekarang.” Ibu


    menelan ludah. Merasakan kebodohannya. Benar, tidak mungkin Saga tidak tahu.


    Tapi sekelebat sesal itu tidak membuatnya berfikir dengan sehat. “ Seharusnya


    ibu tahukan kalau aku saja mengawasi Jen dan Sofi, pasti aku jauh lebih


    mengawasi istrikukan.” Menekankan pada kata terakhirnya.


    Deg, Kali ini Helen menjatuhkan tas


    yang ia sengol di atas meja Saga. Lebih terkejut lagi ketika Saga melemparkan


    hp yang dia pegang tadi di hadapannya.


    “ Tanyakan saja pada Han bagaimana


    dia mengawasi istriku. Dan satu lagi, aku mengenal laki-laki yang difoto itu.


    Aku juga pernah tidur di rumahnya.”


    “ Apa!” bersamaan menjawab.


    Han benar-benar senang melihat wajah Helena yang pias, matanya yang sekarang takut bersitatap dengannya.


    Sekarang anda sudah menyadarinyakan, sejauh apa saya tahu tentang anda nona Helena.


    “ Anda jangan kuatir nyonya saya


    mengawasi semua orang yang dekat dengan tuan muda. Nona Jenika, nona Sofia dan


    Nona Daniah. Anda tidak perlu kwatir. Saya hanya memastikan semua hal di


    sekeliling tuan muda berjalan dengan semestinya.”


    Wajah Helen semakin pias. Ia bahkan


    hampir terjatuh dari tempat duduknya setelah mendengar kalimat Han.


    “ Bawa dia ke sofa.” Saga


    menerintahkan Han untuk membawa Helen duduk di sofa, dia tidak mau melihat


    gadis itu. Sorot matanya yang menghiba malah membuatnya kesal. Setelah Helen


    dan ibu berpindah, Han keluar dari ruangan. Tidak lama dia muncul membawa


    sebotol air dan gelas.


    “ Silahkan nona, anda tidak


    apa-apakan?”


    Helen mendongak, menerima gelas


    dengan gemetar.


    “ Seharusnya anda duduk dan melukis


    sekarang, kenapa masih melakukan hal tidak berguna seperti ini.”


    Helena meletakan gelas di atas


    meja, karena kalau sampai masih dia pegang, dia yakin gelas itu akan pecah


    terburai karena terjatuh dari tangannya.


    “ Pergilah!” Ibu seperti paham


    kalau Helen gelisah karena siapa. Dia mengambil gelas lalu membantu Helen


    minum. “ Kenapa denganmu? Apa Han mengancammu?”


    “ Tidak bu.” terbata menjawab.


    Udara di ruangan seperti sudah


    tidak nyaman di pakai Helen bernafas. Dia menyadari dia harus keluar dari


    tempat ini. Situasi sudah semakin tidak terkendali. Tidak tahu siapa yang


    bersama Daniah, tapi yang pasti tidak berhasil membuat Saga marah. Dia harus


    pergi sekarang, supaya bisa kembali berfikir jernih.


    Saga berjalan dan duduk di sofa,


    sementara sekertaris Han berdiri di sampingnya.


    “ Han bilang ibu minta izin untuk


    megadakan pesta ulang tahun di rumah.”


    “ Ia, karena ibu ingin membuat


    konsep keluarga, jadi apa boleh.”


    “ Tidak.” Saga memotong kalimat


    ibunya. “Aku tidak mau banyak orang berkeliaran di rumahku.” Melirik Helen,


    sepertinya kata-katanya barusan memang di tujukan untuk Helen. “ Jadi buatlah


    pesta di gedung seperti biasanya. Han akan mengirim sekertaris wanita untuk


    membantu ibu.” Saga bangun dari duduknya. “ Bawa dia pergi kalau dia sudah bisa


    berdiri.”


    Helen gemetar, apa benar dia sudah


    benar-benar kehilangan kesempatan.


    Han sudah membuka pintu, Saga berhenti dan


    berbalik lagi. “ Ibu jangan lupa undang Daniah ke pesta ulang tahun ibu, ibukan


    harus memperkenalkan menantu  ibu pada teman-teman ibukan.”pintu tertutup.


    Kedua wanita itu bersitatap, ibu


    meminta pertanggungjawaban atas hal memalukan yang baru saja terjadi. Tapi


    Helena bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Kata-kata sekertaris Han masih


    menghantui pikirannya.


    “ Anda jangan kuatir nyonya saya


    mengawasi semua orang yang dekat dengan tuan muda. Nona Jenika, nona Sofia dan


    Nona Daniah. Anda tidak perlu kwatir. Saya hanya memastikan semua hal di


    sekeliling tuan muda berjalan dengan semestinya.”


    Apa dia juga mengawasiku selama ini, apa dia juga tahu kalau aku...........


    Tangan Helena gemetar


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents