21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 112 Helen lagi

Chapter 112 Helen lagi

    Kejadia sore hari setelah peresmian


    danau hijau, hari yang menyedihkan untuk seorang pelukis cantik bernama Helena.


    Sebuah mobil berhenti jauh dari


    keramaaian danau hijau. Lalu lintas lancar, hanya karena kepulangan para


    pekerja yang tetap bekerja di akhir pekan atau orang-orang yang ingin


    menghabiskan waktu membuat jalanan cukup ramai tapi tetap terpantau lancar.


    Helena gemetar memegang kemudi.


    Pikirannya sedang sangat kacau. Saat ini hanya satu nama yang terlintas di


    pikirannya.


    “ Sekertaris sialan! Apa kau sudah


    mencium semua yang ku lakukan. Rencana ku semua gagal pasti karenamu.” Setengah


    mati dia berusaha mendekati EO acara peresmian, tapi semuanya menguap dan tidak


    berbekas apapun. “ Wartawan itu juga.”


    Helen masih berusaha menghubungi no


    telfon wartawan yang sudah menipunya. Tidak diangkat. Saat dia mau membanting


    hpnya bunyi pesan masuk.


    “ Maaf nona Helen saya tidak berani


    menulis artikel apapun tentang anda, lawan yang anda hadapi bukanlah lawan


    sepadan yang bisa saya tandingi. Saya akan mentransfer kembali uang anda.


    Kirimkan no rekening anda. Jangan hubungi atau mencoba menemui saya lagi.”


    Apa! Sialan! Bagaimana ini bisa


    terjadi.


    Kegagalan hari ini adalah akhir


    dari semua usaha yang coba ia tempuh untuk bisa mendekati Saga. Tapi, apa ia


    benar-benar akan menyerah. Melepaskan Saga yang seperti tambang berlian di


    tangannya.


    Kenapa? Kenapa aku bodoh sekali.


    Helen memecah jalanan kembali,


    masih berusaha menepis semua pikiran buruk di kepalanya. Ia kembali berusaha


    membangun kembali harapan. Bagaimanapun melepaskan Saga adalah pilihan tidak


    masuk akal yang tidak akan dipilih oleh wanita manapun termasuk dirinya.


    Helen memarkir kendaraannya. Lalu


    sepanjang menuju lift dia sudah mulai terisak dan menitikan airmata.


    Sesengukan nafasnya. Ini hanya akting ya. Percayalah, dia tidak sebaik itu.


    Ketukan keras di pintu saat dia


    tidak sabar setelah membunyikan bell. Pintu berderik seorang wanita muncul


    membuat Helen terkejut.


    “ Noah!” padahal dia sudah mulai


    mengeraskan suara tangisnya, tapi yang muncul malah seorang wanita di


    hadapannya.


    “ Maaf, anda siapa?” wanita yang


    membukakan pintu itu tampak bingung karena mendapati seseorang menangis di


    depan pintu kekasihnya. Lebih-lebih dia perempuan.


    “ Sayang siapa?” dari dalam


    terdengar suara laki-laki, langkah kakinya terdengar mendekat. “ Helen!”


    terkejut saat mendapati siapa yang ada di depan pintu. Lebih-lebih ketika melihat


    penampilan Helen terlihat sangat berantakan. Riasan yang luntur, rambut yang tidak


    lagi indah tergerai. Dan yang lebih dramatis tentu saja menangis. “ Masuklah!”


    Noah menarik lengan Helen masuk ke dalam rumah.


    “ Dia Helen, teman yang aku


    ceritakan padamu. Pacar temanku Saga.” Noah melingkarkan tangan di pinggang


    kekasihnya yang sepertinya masih belum bisa menerima fakta ada wanita menangis


    di depan rumah kekasihnya. Tapi setelah mendengar nama Helen yang di sebut raut


    wajahnya terlihat tampak tenang. Sepertinya Noah sudah sangat terbuka berbagi


    kisah hidupnya dengan kekasihnya.


    “ Noah, siapa dia.” Helen mengusap


    airmata disudut mata indahnya dengan tangan.


    “ Dia kekasihku. Tamara, kau bisa


    memanggilnya Tama.” Tama yang diperkenalkan mendekat dan menjawab tangan helen.


    “ Noah sudah banyak cerita tentang


    anda. Panggil saja saya senyaman anda. Sayang, ambilkan nona Helen air.” Noah


    yang masih mematung tersadar. Lalu ia tertawa seperti dia yang seharusnya. Lalu


    menuju dapur. Mengambil sebotol minuman dingin dari dalam kulkas.


    “ Ada apa?” Dia menyerahkan botol


    lalu duduk di samping Tama. Menyandarkan dagunya pada gadis itu. “ Aku


    melihatmu di peresmian danau hijau, apa Saga mengundangmu?”


    Reaksi Helen seperti apa yang sudah


    dia rencanakan, tapi kali ini semua yang ia rencanakan di dalam mobil kandas.


    Ia bahkan tidak bisa memeluk Noah dan menangis di dadanya. Karena laki-laki itu


    malah bersandar di bahu wanita lain. Sekarang dia hanya memakai air matanya


    sebagai senjata.


    “ Dia jahat sekali.”


    “ Helen.” Bagaimanapun Noah merasa,


    perbuatan apapun yang akan di lakukan Helen pada Saga hanyalah perbuatan


    sia-sia.


    “ Dia jahat sekali, bagaimana dia


    bisa lupa sepenting apa danau hijau bagi kami.” Berteriak keras. Tama di


    sampingnya menepuk bahu Helen seperti memberi simpati, tapi malah membuat


    suasana hati Helen semakin buruk.


    “ Apa kau sudah makan?” Noah


    bertanya. Dijawab dengan isak tangis. “ Biar aku pesan makanan, kita makan


    bertiga. Sayang, kamu gak papakan.”


    “ Ia gak papa. Nona Helen sedang


    seperti inikan, dia pasti butuh teman.”


    Tidak, aku tidak butuh teman, aku


    butuh Noah. Cih ternyata ini kekasih Noah yang dibicarakan Clariss.


    Noah berjalan meninggalkan dua


    orang wanita yaang tidak saling kenal itu ke kamarnya, mengambil hp. Dia akan memesan


    beberapa makanan. Tapi langkahnya terhenti.


    “ Apakah Helen bersama anda tuan,


    jika ia katakan padanya untuk jangan menemui tuan Saga lagi. Atau saya


    benar-benar tidak akan bersikap menahan diri lagi.”


    Apa yang sudah di lakukan Helen


    sebenarnya. Sekertaris menakutkan itu sudah menyampaikan ultimatumnya begini.


    Noah kembali duduk di samping Tama.


    Melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.


    “ Helen, apa yang terjadi di danau


    hijau tadi?”


    “ Aku pasti sudah gila karena


    memakai semua cara untuk ada di sana dan menemui Saga. Tapi bahkan dia sama


    sekali tidak menyapaku.”


    “ Kenapa kau melakukannya, kau tahu


    kan bagaimana Saga.”berusaha menyadarkan semua hal sekarang adalah salah.


    Perjuangan cintamu atau apapun itu adalah salah. Hanya move on satu-satunya jawaban


    paling benar.


    “ Aku sudah tidak tahu mau


    melakukan apalagi!” menangis lagi. Kali ini ia merasa tidak senang saat tangan


    Tamara menepuk bahunya. Kenapa gadis di sampingnya ini begitu sok tahu dan


    bersimpati padanya, padahal dia sendiri tidak saling mengenal.


    “ Sayang jangan memaksa nona Helena.”


    Tamara menyentuh tangan Noah.


    “ Berhentilah sampai di sini saja." Noah hanya menepuk pungung tangan Tama, tapi tidak menghentikan kata-katanya.


    " Kita tidak tahu apa yang bisa di lakukan sekertaris Han. Kamu sudah melangkah


    sangat jauh.” Dia selalu merealisasikan ancamannya, hanya itu yang Noah tahu


    pasti.


    “ Noah, aku mencintai Saga. Dia


    juga mencintaiku.” Kalimatnya terhenti.


    “ Dulu, itu dulu. Sebelum kepergian


    mu dan kedatangan Daniah dalam hidup Saga. Kamu tahukan bagaimana sifat Saga.


    Saat bersama mu dulu dia hanya menatap mu, tidak perduli sekeliling mu, tidak perduli


    sebanyak apapun wanita yang mengejarnya. Dia hanya menatapmu. Saat ini sama


    seperti waktu itu. Keperduliannya, tatapaan Saga dan semua yang dimiliki Saga


    sudah menjadi milik Daniah. Dia tidak akan melihat ke arah wanita lain.


    Posisimu saat ni tidak hanya lebih sebagai penggangu.”


    “ Sayang.” Tamara berusaha


    menghentikan Noah yang bicara terlalu jujur. Bagaimanapun Tamara menyadari


    sebagai sesama wanita yang di butuhkan Helen saat ini bukanlah kebenaran. Tapi


    ia hanya butuh dukungan.


    “ Kenapa kau seperti ini?” Helen


    mengusap air matany, semakin merasa kecewa. “ Kau jadi sama jahatnya dengan


    Saga!”


    “ Helen.” Noah sampai pada titik


    dimana dia kehilangan kata-kata.


    Helen bangun dari duduk, menepis


    tangan Tama di bahunya.


    “ Karena kau sudah punya kekasih,


    jadi kau menganggapku sama sekali tidak penting lagi. Apa yang kau ceritakan


    padanya?” melihat sebentar Tamara di samping Noah. “ kenapa dia sangat


    bersimpati, apa kau sudah menceritakan kisah menyedihkan aku mengejar-ngejar


    Saga.”


    “ Helen, ada apa denganmu. Tama


    hanya bersimpati padamu.” Noah bangun ingin meraih tangan Helen tapi Helen


    menepisnya.


    “ Seharusnya aku tidak kemari.” Dia


    menyambar tas tangannya di atas meja. Berjalan cepat menuju pintu. Menutupnya


    lalu bergerak cepat menuju lift. Saat di dalam lif dia belum menutup pintu.


    “Apa! dia tidak mengejarku.” Akhirnya dia menutup lift yang membawanya ke area


    parkir.


    Bahkan semua orang sudah


    meninggalkannya. Noah yang menjadi tumpuan terakhirnya pun sudah punya wanita


    penganti di sisinya. Saat ini segala penyesalan merasuki dirinya. Dia masih


    mengharapkan Saga sampai melupakan Noah yang sudah ada di sampingnya. Sekarang


    saat dia sudah kehilangan Noah hubungannya dengannya di masa lalu ternyata


    sangat berharga.


    Padahal dulu dia akan melakukan


    apapun untuk ku, sekarang dia bahkan tidak mengejarku.


    Mobil meninggalkan area parkir,


    membawa tangis keras pengemudinya seorang diri. Dalam luka dan kesepian yang menyayat hati.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents