21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 118 Gedung Antarna Group (Part 1)

Chapter 118 Gedung Antarna Group (Part 1)

    Waktu bergulir semakin siang. Han


    kembali dengan perasaan cukup tenang. Dia tidak menemukan pil apapun di ruko,


    jadi dia berfikir pekerjaan nona bisa di selamatkan dengan mudah. Tuan Saga


    tidak akan menutup tempat itu secara paksa, dan nona bisa kembali bekerja kalau


    masa hukumannya selesai.


    Ketika Han masuk ke dalam ruangan


    presdir, Saga masih ada di kursi kerjanya. Han senang melihatnya, berarti semua


    urusan sampai siang ini berjalan sesuai rencana. Kalau semua dokumen itu sudah


    selesai di tandangani, dia bisa melanjutkan semua pekerjaannya dengan cepat.


    Senangnya kalau suasana hati anda


    selalu seperti ini.


    “ Apa itu?” Saga bangun dari duduk


    saat melihat Han meletakan kotak di atas meja, di belakangnya seorang pengawal


    dengan hati-hati melatakan figura besar. Dia mengangukan kepala pada Saga lalu


    pamit pergi.


    “ Ini sepertinya ibu nona, dan


    barang dalam di kardus ini benda-benda masa kecil nona. Ada foto-foto juga.”


    Han membuka penutup kardus. Mendengar itu Saga terlihat sangat antusias. Dia segera


    mendekat dan duduk di sofa.


    “ Kita lihat, ada apa di sini.”


    Mendekat, seperti menemukan harta paling berharga di dunia. “ Haha, dia


    mengemaskan sekali.” Saga memegang sebuah foto, seorang gadis kecil sedang


    duduk di pangkuan ibunya. Belum terlihat mirip Daniah saat ini, tapi rambut


    bergelombangnya sudah membuatnya bisa di kenali dengan baik. “ Han, masukan no


    hp Daniah ke hpku. Aku mau menelfonnya.”


    “ Baik.” Han bergegas berjalan ke


    meja kerja Saga. Meninggalkan Saga yang sedang bermain dengan dunia masa kecil


    Daniah melalui foto-fotonya. Han Mengambil hp yang pemiliknya sedang asik


    dengan temuan barunya. “ Anda mau menyimpannya dengan nama siapa?”


    “ Berikan padaku.” Berfikir


    sebentar setalah memegang hpnya. Kira-kira nama apa yang pantas ia pakai untuk


    menyimpan no Daniah di hpnya. Terlihat berfikir sangat keras. Dahinya berkerut.


    Nama yang bisa mewakili seluruh perasaannya pada Daniah. Masih serius berfikir,


    Han hanya mengeryit. Setelah cukup lama tengelam dalam perenungan diri akhirnya


    Saga tersenyum mengerak kan jarinya, setelah menyelesaikan satu pekerjaan hebat


    lagi menurutnya. Lalu dia menelfon.


    “ Hallo ini siapa?” suara wanita di


    sana. Pertanyaan itu membuatnya gusar.


    “ Siapa? Kau tidak mengenali


    suaraku?”


    “ Siapa ya?” yang di sana mulai


    menggangap telfon iseng.


    “ Hei, Daniah kau benar-benar mau


    membuatku marah!”


    “ Sayang, Benar ini kamu suamiku.


    Maafkan aku.” Mulai tersadar dia telah melakukan ke salahan besar. Tidak


    mengenali suara yang mulia raja. “ Maaf, ini pertama kalinya aku mendengar


    suara mu di telfon. Ada apa sayang?” Heran yang menyusupi sampai ke hatinya.


    Kenapa laki-laki ini menelfonnya.


    “ Bersiaplah, Leela akan


    menjemputmu.”


    “ Kemana? Bukankaah aku di larang


    keluar rumah.” Daniah merasa curiga, apa ini hanya jebakan biar dia semakin


    masuk dalam labirin kesalahan.


    “ Siapa yang melarangmu keluar


    rumah?” Saga bertanya kesal.


    “ Kan kamu yang melarangku, bahkan


    melarangku keluar dari pintu rumah utama.” Heran semakin datang, ada apa dengan


    keisengan suaminya.


    “ Lalu siapa yang menyuruhmu keluar


    dari rumah?” Semakin gusar terdengar dari intonasi suara semakin meninggi.


    “ Kamu juga.” Daniah menjawab.


    “ Kalau begitu lakukan saja


    perintahku dan jangan banyak bicara!”


    “ Baik, baik. Maaf.”


    Menutup telfon tanpa pemberitahuan.


    “ Bodoh, aku takut dia bosan di


    rumah, bukannya berterimakasih malah banyak sekali dia bicara.”


    Itukan karena anda yang ribet tuan


    muda. Tinggal cabut larangannya keluar rumah sudah beres semua kan.


    “ Bereskan ini!” tunjuknya pada


    semua benda yang dia keluarkan dari kotak milik Daniah. Han langsung melakukan


    apa yang di perintahkan. “ Ini apa lagi?”  Saga menunjuk sebuah amplop besar yang juga


    ada di atas meja.


    “ Itu laporan keuangan nona yang


    diambil dari pemakaian kartu dan rekening yang anda berikan pada nona.” Saga


    penasaran. Mengambil amplop besar itu. Beberapa kertas jatuh tercecer, karena


    ternyata banyak isinya. Dia bergumam pelan melihat beberapa lembar terakhir. “


    Itu donasi nona ke balai kota untuk beasiswa kuliah.”


    Saga memeriksa beberapa detail yang


    tertulis dalam laporan itu. Nama-namaa penerima beasiswa dan gender mereka.


    “ Cih, dia membantu murid laki-laki


    juga, menyebalkan sekali.”


    “ Nona tidak terlibat dalam


    penunjukan siswa yang menerima beasiswa. Nona hanya menyerahkan kepada dewan


    kota. Saya sudah memeriksa mereka tidak terhubung satu sama lain. Random


    terpilih karena mereka termasuk siswa kurang mampu tapi berprestasi.”


    “ Aku punya istri mulia sekali.


    Tahu bagaimana menghabiskan uangku.” Mendesah kecil. Tapi dia merasakan


    kebanggaan di hatinya.


    “ Nona sudah memulai ini sebelum


    menikah dengan anda, tapi setelah menikah jumlahnya donasinya naik hampir


    sepuluh kali lipat.” Han menunjuk angka-angka di atas kertas.


    “ Haha, baiklah, biarkan dia.


    Asalkan dia senang. Dia pasti binggung menghabiskan uang yang ku berikan.”


    Han membereskan kertas-kertas dan


    memasukan kembali ke dalam amplop.


    “ Sepertinya nona tidak terlaku


    suka belanja-belanja barang mewah, jadi dia memakai uang yang anda berikan


    untuk hal seperti ini.”


    “ Manisnya, bukankah dia


    mengemaskan begini. Semua orang tidak bisa tidak jatuh cinta kalau tahu dia


    seperti apa.” Memukul bahu Han senang. “ Benar kan istriku mengemaskan.”


    “ Benar.”


    “ Hei jangan memujinya, Cuma aku


    yang boleh memujinya.”


    Han angkat bahu  tidak perduli protes tuannya, sambil memindahkan


    semua benda yang dia bawa dari ruko milik Daniah ke sudut ruangan.


    Nona memang mengemaskan dari semua


    sisi, baik wajah maupun kebaikan hatinya. Untuk itulah anda sangat


    menyayanginyakan.


    Kekacauan terjadi menjelang


    waktunya makan siang. Staff sekertaris mengetuk pintu dengan kuatir. Han muncul


    semakin membuat mereka menciut.


    “ Maaf tuan, ada nona Helena di


    lantai bawah. Dia tidak mau pergi walaupun sudah di usir, dia bahkan


    berteriak-teriak ingin bertemu dengan tuan Saga.” Tidak berani melanjutkan


    informasi. Dia menutup mulutnya rapat.


    Han terlihat sangat kesal, langsung


    menutup pintu dan kembali menemui Saga yang sudah duduk di meja kerjanya.


    “ Kenapa?”


    “ Nona Helen ada di bawah dan


    memaksa untuk bertemu dengan anda.” Saga terdiam lalu meletakan pena yang


    sedang di pegangnya.  Dia merasa sangat


    jengah. Tapi kalau dia tidak mengakhiri semuanya dengan tegas, sampai kapan pun


    Helen tidak akan paham. Kalau semua tentangnya sudah berakhir. “ Biarkan dia


    masuk, ini terakhir kalinya aku akan menemuinya.”


    “ Tuan muda, anda tidak perlu


    melakukannya. Saya akan membereskan dia.” Tahu, kalau Saga merasa tidak nyaman


    dengan situasi ini.


    “ Biarkan dia masuk, aku tidak mau


    Daniah sampai bertemu dengannya. Katakan pada semuanya untuk menutup mulut


    tentang keributan ini.” Mengusir Han dengan tangannya.


    “ Baik.” Han membungkukan kepala


    lalu berjalan ke luar.


    Dia sudah terlihat sangat kesal


    keluar dari ruangan presdir, staff sekertarisnya berjalan dengan langkah cepat


    mengikutinya dari belakang.


    “ Katakan pada semuanya yang


    melihat kedatangan Helen untuk menutup mulut mereka. Tuan Saga tidak ingin ada


    yang membiacarakan ini ke depannya.”


    “ Ba, baik tuan.” Memasuki lif


    rasanya dia sudah merasa susah bernafas.


    Wanita tidak tahu malu itu menatap


    dirinya dengan penuh kebencian. Tapi Han tidak mengubris tatapan itu.


    Sedikitpun dia tidak mengangukan kepalanya.


    “ Ikuti saya, tuan saga akan


    menemui anda.”


    Helen mengikuti Han, sementara


    staff sekertaris tertinggal untuk membereskan semua kekacauan yang ditimbulkan


    Helen. Mereka memasuki lif tanpa ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Han


    bahkan tidak melirik atau melihat helen sama sekali. Tangannya hanya


    mencengkram kesal, menahan emosi.


    Pintu ruangan presdir terbuka, Han


    memberi isyarat dengan tangannya agar Helen masuk. Di dalam ruangan yang mulai


    terasa tidak nyaman untuk bernafas itu, Saga berdiri di dekat jendela kaca.


    Menatap gedung-gedung dan langit yang membiru. Dia tahu Han dan Helen sudah


    masuk ke dalam ruangannya. Tapi dia belum beranjak dari tempatnya berdiri. Dia


    sedang berfikir apa yang akan ia lakukan.


    Akhiri ini secepatnya, Daniah akan


    datang juga, aku tidak mau sampai dia bertemu Helen apalagi kalau sampai berbuntut salah paham tidak penting.


    Saga  meninggalkan tempatnya berdiri, Helen mengikuti


    setiap langkah kakinya. Saat Saga sudah mendekat dan menjatuhkan diri di sofa.


    Gadis itu langsung ambruk terduduk di lantai.


    Han melihat tidak suka, bisa


    menebak apa yang akan di lakukan helen selanjutnya.


    “ Saga, maafkan aku. Aku mohon


    maafkan aku.”


    Cih, dia memakai senjata


    terakhirnya. Berlutut dan memohon.


    Han benar-benar ingin menyeret


    gadis itu, menghentikannya mempermalukan dirinya sendiri dan lebih membuat Han


    kesal saat melihat Saga dia terlihat tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Helen.


    “ Bangunlah! Kau sudah tidak perlu


    berlutut dan memohon padaku.” Bicara tegas, tidak menunjukan tatapan simpati. Bahkan


    hanya sebentar dia menatap Helen lalu dia memilih mengalihkan pandangan.


    “ Saga, maafkan aku. Aku mencintaimu.”


    “ Hentikan!” suaranya sudah


    setengah berteriak memenuhi langit ruangan. “ Hentikan omong kosongmu sekarang.


    Huh!” mendesah. “ Kurang ajar juga harusnya ada batasannya kan? Kau tahu sudah


    sekurang ajar apa dirimu sekarang.”


    “ Maafkan aku.” Mulai menangis dan


    mencengkram lututnya. “ Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. Aku


    mencintaimu Saga. Maafkan aku.”


    “ Aku bilang hentikan! Dua tahun


    kita bersama kau pasti tahukan apa yang paling aku benci.”


    Helen gemetar mengingat apa yang paling


    di benci Saga. Melihat wanita keras kepala mengejar-ngejarnya dan menyatakan


    cinta padanya. Padahal jelas-jelas mereka tahu Saga memiliki kekasih yang


    dicintainya. Dan yang membuatnya merinding, saat ini ia melakukan hal yang


    sangat di benci Saga itu.


    “ Maafkan aku.” Airmata Helen


    berjatuhan membasahi lututnya.


    “ Bangunlah! Jangan membuatku


    mengulangi kata-kataku. Duduklah di sofa.”


    Helen gemetar bangun dari


    berlulutnya, dengan penuh drama sambil berurai air mata dia menyeret kakinya


    dan duduk di sofa. Masih mencengkram lututnya sendiri. Dia melihat Saga dengan


    pandangan hangat.


    “ Kau hanya ingin aku memaafkanmu


    kan? Baiklah, kita anggap impas semuanya. Pergilah dengan tenang dan  hiduplah dengan baik setelah ini.” hanya ini yang bisa aku katakan untuk membayar semua kenangan kita dua tahun lalu. Saga meyakinkan dirinya.


    “ Saga, aku masih mencintaimu.”


    Helen tiba-tiba meraih kedua tangan Saga.


    “ Lepaskan tangan anda nona!” Han


    yang jauh lebih terkejut melihat apa yang di lakukan Helen. Gadis itu sama


    sekali tidak perduli apa yang di ucapkan Han. Dia tetap mencengkram tangan


    Saga.


    “ Singkirkan tanganmu!” Saga


    menepis kedua tangan Helen. “ siapa yang mengizinkanmu menyentuhku.” Marah.


    “ Saga!” mulai terisak lagi.


    “ Cuma Daniah istrimu yang boleh


    menyentuhku!”  Suara keras Saga


    terdengar. Dia bangun dari duduk. “ Pergilah! Hubungan kita sudah berakhir.”


    “ Saga, ku mohon.”


    “ Pergilah!” Berteriak keras. “ Kau


    sudah pernah melihatku marah kan? Aku tidak mau melampiaskannnya pada mu. Bagaimanapun


    dua tahun lalu kau pernah jadi orang yang sangat dekat denganku.”


    Masih sesengukan Helen bangun dari


    duduknya.


    “ Menghindarlah kalau kita tidak


    sengaja bertemu. Aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi.” Kata-kata itu


    mengiringi langkah kaki Helen meninggalkan ruangan.  Setelah pintu tertutup Saga menjatuhkan diri


    di sofa. Tangannya mencengkram pinggiran Sofa. “ keluarlah Han, pastikan dia


    keluar dari gedungku.”


    “ Baik tuan muda.”


    Han berbalik, pandangannya melewati


    meja kerja Saga.


    Sial! Sejak kapan bintang di hp itu


    berkedip. Aku bahkan tidak menyadarinya.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents