21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 119 Gedung Antarna Group (Part 2)

Chapter 119 Gedung Antarna Group (Part 2)

    Han meninggalkan Saga yang tengelam


    dalam pikirannya. Dia keluar dengan pikiran yang terganggu, melihat bintang


    yang berkedip di hp tuan Saga.  Lebih


    terkejut lagi saat mendapati kejadian  yang dia lihat di depan lif.


    Daniah merapat ke tembok, tubuhnya


    yang mungil terdorong menempel di dinding. Sementara satu tangan Helen


    mencengkram baju. Daniah terlihat berusaha melepaskan diri dengan mendorong


    tubuh Helen, tapi sepertinya sia-sia.


    “ Apa yang anda lakukan!”  Han menarik tangan yang di pakai mencengkram


    baju Daniah dengan kuat. Sampai Helen terdengar  mengaduh dengan suara keras. “ Beraninya anda


    menyentuh tubuh nona kami yang berharga.” Han memutar tangan Helen membuat


    gadis itu menjerit.


    “ Sekertaris Han lepaskan! Kau bisa


    mematahkan tangan Helen!” Daniah memukul lengan sekertaris Han yang dipakainya


    memegang tangan helen, agar laki-laki itu melepaskan tangannya. “ lepaskan


    sekarang!” masih terdengar Helen menjerit. “ lepaskan Helen sekarang! Dengar


    tidak!” Daniah semakin merasa frustasi mendengar Helen menjerit. “ Sekertaris


    Han!”


    Han mengibaskan tangannya Saat


    Daniah sekuat tenaga memukulnya. Membuat Helen menarik tangannya menjauh, dia


    terdengar mengumpat sambil memegangi tangannya. Sorot mata permusuhan dan


    kebencian dia tujukan untuk ke dua orang di hadapannya. Walaupun Daniah


    hanyalah sosok korban yang bahkan menyelamatkan hidupnya. Dia membenci kedua


    orang di hadapannya, hampir dengan seluruh nafas kehidupannya.


    Yang satu, wanita tidak tahu malu


    yang sudah merusak kehidupannya, yang satunya laki-laki sial yang sedikitpun


    tidak pernah membuatnya tenang berada di samping Saga. Baik dulu ataupun


    sekarang.


    “ Helen kamu tidak apa-apa?” Daniah


    mendekat dan menyentuh tangan Helen, tapi gadis itu menepisnya. Dia malah


    menatap dengan penuh kebencian. “ Sekertaris sialan! Memang apa hebatnya dia


    sampai kau mendukungnya begitu.” Mendorong Daniah dengan tangannya.


    “ Hati-hati dengan tangan anda


    nona. Itu adalah satu-satunya hal berharga yaang anda miliki untuk hidupkan?


    Sekali lagi anda berani meletakan tangan di tubuh nona kami yang berharga, saya


    akan pastikan anda tidak akan bisa melukis lagi.” Peringatan terakhir Han.


    Tidak hanya membuat Helen gemetar tapi Daniah pun merinding mendengarnya.


    “ Apa kau sudah merasa hebat


    sekarang? Dua tahun lalu Saga juga memperlakukan ku sama seperti dia


    memperlakukan mu.” Seringai mencibir dari bibir Helen, tidak menjawab ancaman


    sekertaris Han. Malah dia berbalik mengancam wanita di depannya dengan


    kata-katanya. “ Tapi lihat aku sekarang, aku bahkan seperti pengemis untuk


    hanya minta bertemu dengannya.” Sekarang tawa kecil muncul di wajah Helen. Dia


    berfikir kalau dia melakukan ini dia bisa selangkah di depan Daniah.


    Mengalahkannya telak, dan membuat gadis itu bimbang. “ Aku akan lihat sampai


    kapan kau akan bertahan di sampingnya.”


    “ Terimakasih sudah mengingatkan


    aku. Kedepannya aku akan sangat hati-hati dan tidak melakukan kesalahan seperti


    yang Helen lakukan.” Daniah tersenyum, ya, dia kan memang selalu hebat kalau cuma


    adu kata-kata. Membuat wajah Helen yang tadinya merasa menang seperti terjatuh


    kembali ke jurang hinaan. Dia tidak menyiapkan sepatah katapun untuk balasan,


    karena berfikir Daniah hanya akan mengigit bibirnya kelu tanpa bisa menjawab.


    Han berteriak memanggil staff


    sekertarisnya, seseorang langsung berlari mendekat. “ Antar dia keluar dari


    gedung ini.” Staff sekertaris menganggukan kepala cepat lalu mendekat ke arah


    Helen. “ Saya harap anda mendengar apa yang tuan Saga katakan tadi.”


    “ lepaskan aku! Aku bisa jalan


    sendiri.” Helen menepis tangan staff sekertaris yang menariknya untuk segera


    berlalu. Daniah menatap kepergian Helen dengan nanar. Ada perasaan sedih


    melihatnya. Bagaimanapun dia tahu, bahwa Helen sedang memperjuangkan


    perasaannya. Terlepas dari kesalahan apapun di masa lalu yang sudah dia lakukan


    pada Saga. Daniah melirik sekertrais Han, laki-laki itu masih terlihat sangat


    menakutkan.


    “ Dimana leela?”


    Daniah tahu pertanyaan itu


    ditujukan padanya. Untuk kali pertama sejak dia bertemu sekertaris Han, dia


    merasa laki-laki di hadapannya ini sangat berbahaya. Pertanyaannya mengadung


    arti kemarahan.


    “ Dimana Leela nona, bagaimana dia


    bisa meninggalkan anda sendirian?”


    Ini berbahaya kan?


    “ Aku menyuruhnya turun dan


    menunggu di kafe di bawah.” Berharap kata-katanya bisa menyelamatkan Leela.


    Wajah sekertaris Han semakin tidak


    suka mendengar yang di katakan daniah.


    “ Jangan memarahinya, aku yang


    menyuruhnya turun. Dia mengantarku sampai naik ke lif.”


    “ Nona, apa anda tahu seberapa


    besar kesalahan leela?”


    Apa! dia kan tidak melakukan


    apapun, lagi pula aku tidak kenapa-kenapa. Aku hanya bertemu dengan Helen dan


    kebetulan dia mendorongku ke tembok. Mencengkram leherku dan mau memukul ku.


    Ya, itu sudah keterlaluan si memang. Tapi kau kan tidak perlu semarah itu.


    “ Baik, aku minta maaf karena tidak


    berfikir, seharusnya aku membiarkan Leela ada di sampingku. Dia sudah


    memperingatkanku, tapi aku yang memohon padanya untuk pergi. Jadi jangan


    memarahinya ya.”


    Han tidak menjawab, tapi sorot


    matanya sama sekali tidak melunak walaupun Daniah sudah menjelaskan.


    “ Lagi pula aku tidak apa-apa.”


    “ Tidak apa-apa? anda tahu kalau


    tuan Saga sampai tahu yang di lakukan Helen hari ini pada anda. Bisa jadi semua


    petugas keamanaan dan staff sekertaris saya tidak akan selamat dari kemarahan


    tuan Saga. Bahkan saya pun.”


    “ Kalau begitu jangan katakan.”


    Daniah menarik lengan baju Han. “ Jangan katakan padanya apa  yang kamu lihat tadi.”


    Hanya itu satu jalan keluar yang di rasa cukup untuk menyelamatkan semua orang.


    Toh Daniah juga merasa dirinya baik-baik saja.


    “ Kalau begitu mulai sekarang ber


    hati-hatilah nona, sedikit saja sesuatu menimpa anda akan ada banyak yang


    celaka.” Suara sekertaris Han datar mengingatkan, mengisyaratkan apa yang dia


    katakan bukan main-main dan sesuatu yang bisa di bantah.


    “ hei apa maksudmu?” wajah Han


    berpaling tidak senang mendengar jawaban Daniah. “ Baiklah, aku paham. Aku akan


    lebih berhati-hati ke depannya.” Tidak jadi membantah, karena situasinya


    mencekam.


    “ Tuan muda pasti sudah tidak sabar


    menunggu anda. Silahkan.”


    Han mengikuti langkah Daniah di


    balik punggungnya.


    Merepotkan sekali, bagaimana Leela


    bisa seceroboh ini. Tunggu, apa aku perlu bertanya apa dia mendengar


    pertengkaran Helen dan tuan Saga tadi ya. Sejauh apa?


    “ Nona.”


    “ Apa!”


    “ Tidak apa-apa. masuklah.”


    Daniah mengeryit namun tidak


    berpaling menoleh.


    Daniah mengangukan kepalanya sopan


    pada staff sekertaris yang berdiri menyambutnya dengan ramah. Lalu dia masuk ke


    dalam ruangan presdir.


    Pertama kalinya Daniah masuk ke


    dalam ruagan presdir Antarna Group.


    Waahh, kantor ini luar biasa.


    Seleranya benar-benar tidak manusiawi. Di bandingkan rukoku. Hiks, kenapa aku


    merasa terhina begini.


    “ Kau sudah datang?”  Saga masih duduk di sofa di mana Han


    meninggalkannya tadi.


    “ Ia sayang.” Menjawab seriang


    mungkin, mengusir gelisah karena kejadian di depan lif.


    Daniah berdiri mematung, binggung


    mau melakukan apa.


    “ Apa yang kau lakukan, kenapa


    hanya berdiri, mendekatlah!” Saga mengulurkan tangannya.


    “ Saya akan menyiapkan makan siang


    anda, silahkan nikmati waktunya.” Han begitu tahu apa yang musti di lakukannya


    di situasi seperti ini.


    “ Hemm.”


    Hei, maksudnya apa!


    Daniah terjatuh di pangkuan Saga


    saat dia menarik tangannya.


    “ Apa yang kau lakukan hari ini.”


    Menyisir rambut Daniah dengan tangannya. Gadis itu mau beringsut dan pindah


    duduk di sofa yang lainnya. Tapi tangan Saga melingkar dan memeluk pinggangnya


    membuatnya tidak bisa bergerak. “ Berapa berat badanmu? Kenapa kau ringan


    begini, aku seperti memangku bantal saja.” Tertawa.


    Hei pendusta, berbohong juga harus


    ada batasannya.


    “ Sayang, aku pasti beratkan, kamu


    sedang meledek ku kan?”


    “ Siapa yang meledekmu. Katakan apa


    yang kau lakukan tadi di rumah.” Memainkan ujung rambut Daniah di pangkuannya.


    “ Aku tidak melakukan apapun.”


    Memang apa yang mau ku lakukan.


    “ Aku hanya di dalam kamar bicara


    dengan Maya dan mengecek kerja karyawanku di toko.”


    “ Itu saja?” mendorong tubuh Daniah


    agar terbangun. Lalu dia juga bangun, menarik tangan Daniah mengikutinya.


    Dia mau membawaku ke mana?


    Sebuah pintu terbuka saat Daniah


    belum selesai dengan pikirannya.


    “ Tempat tidur? Sayang apa yang mau


    kamu lakukan?” sudah panik dan berusaha melepaskan tangan. Saga mendorong tubuh


    Daniah sampai dia jatuh di atas tempat tidur dengan posisi terlentang. “


    Sayang!”


    Saga ikut menjatuhkan diri di


    samping Daniah. Melingkarkan tangan, Daniah memberontak walaupun tidak terlihat


    ia melakukannya dengan mencolok. Saga membenamkan wajahnya dalam pelukan


    Daniah. Menempel di dadanya.


    “ Diamlah! Aku hanya ingin tidur


    memelukmu.” Daniah menghentikan semua gerakan tubuhnya. Terdengar Saga


    mendesah. “ Aku lelah!” mendengar itu Daniah refleks memeluk punggung Saga. Mencium


    kepalanya yang terbenam di dadanya.


    Helen pasti menjadi beban di hati mu


    ya, maafkan aku yang tidak mempercayaimu.


    “ Tidurlah sayang, aku akan tetap


    di sini saat kau bangun.”


    Karena aku tidak akan melakukan


    kesalahan yang sama seperti yang Helen lakukan.


    Bersambung..........
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents