21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 120 Hukuman untuk Leela

Chapter 120 Hukuman untuk Leela

    Tidak bisa di percaya Saga


    benar-benar tidur terlelap dalam dekapan Daniah tanpa melakukan apapun. Rekor


    yang harus di catat sejarah sepanjang hubungan mereka.  Bahkan Daniah pun jatuh sebentar dalam alam


    tak sadarnya. Namun tidak lama dia tertidur karena merasa dirinya terancam. Setelah


    terbangun dia tertawa sendiri, karena Saga masih terlelap dalam dekapannya.


    Bahkan saat dia iseng menarik-narik telinga Saga laki-laki itu tidak mengeliat.


    Dia benar-benar tertidur dengan wajah yang sangat tenang.


    Setelah bangun tidur mereka makan


    siang dengan suasana hangat dan nyaman. Bahkan bagi Daniah situasi ini masih


    terasa canggung, namun ntah kenapa dia merasa sangat menikmati. Perasaan


    malu-malu di hatinya menyeruak. Dia merasa bahagia dengan perlakuan Saga dan


    hatinya menerimanya sebagai ketulusan Saga. Mungkin cacian Helen dan ancaman


    Helen yang ia dapatkan tadi memang menjadi bukti semua hubungan Saga dan Helen


    sudah berakhir. Hingga Daniah bisa bernafas lega. Semua ketakutannya seakan


    berlarian meninggalkannya.


    “ Pulanglah!” kecupan lembut di


    pipi Daniah. Setelah makan siang selesai.


    “ Apa aku  boleh mampir ke


    toko?” Mencari celah lolos dari masa percobaan. Memanfaatkan situasi, dengan


    mempertimbangkan suasana hati Saga yang sedang sangat baik.


    “ Hei, kau lupa sedang masa


    percobaan hukuman. Melanggar sekali saja ku anggap kau gagal dalam masa


    percobaanmu ya.” Menghardik keras lewat kata-kata.


    “ Maaf. Aku hanya bercanda.”


    Memeluk Saga tanpa di sadari. Sepertinya akhir-akhir ini tubuhnya punya refleks


    yang baik untuk menyelamatkan diri dengan baik. “ Aku akan pulang dan


    menunggumu. Terimakasih sudah mengajak ku makan siang.”


    “ Nah begitu kan manis." Kecupan lembut di kepala Daniah." Han ambilkan


    barang-barang yang kamu ambil di ruko tadi.” Daniah binggung, mengikuti langkah


    sekertaris Han. “ Kenapa kau menyimpan semua hal berhargamu di ruko?”


    Daniah terkejut ketika melihat apa


    yang di bawa sekertaris Han.


    “ Kamu bisa menyimpan dan meletakan


    itu di manapun kamu mau di rumah.” Lembut Saga memeluk Daniah yang sudah merasa


    haru menyeruak di hatinya.  Kenangan berharga


    milik ibunya, yang hanya bisa tersimpan di gudang di sudut rumahnya. Dan betapa


    terhiburnya ia saat Saga pun menganggap itu adalah sesuatu yang berharga


    baginya.“ Han akan mengantarmu ke bawah.”


    “ Eh ia, makasih sayang.” Daniah


    memberikan ciuman lembut di pipi Saga, lagi-lagi membuat laki-laki itu


    terkejut. “ Aku akan menunggumu di rumah.”  Tidak semudah itu Saga melepaskan Daniah


    setelah ciuman di pipinya. laki-laki itu merasa ciuman di pipi yang di lakukan Daniah tanpa ia minta adalah sesuatu yang sangat berharga, yang harus ia balas ribuan kali lipat.


    “ Keluarlah dulu Han.” Saga menarik


    tangan Daniah. Han paham lalu dia melangkah keluar, dan menutup pintu tanpa


    suara.


    Terjadilah, hal yang harus terjadi.


    Daniah merapikan rambutnya lagi.


    Dengan wajah merah padam. Dia keluar dari ruangan presdir.


    Kenapa dia sensitif sekali si kalau


    aku mencium pipinya. Aku kan hanya berterimakasih, kamu kan tidak perlu


    membalasnya dengan seribu ciuman juga.


    Leela sudah menunggu di depan


    pintu. Dia menerima figura besar di tangan sekertaris Han lalu mengikuti


    langkah Daniah.


    “ Leela sudah makan?” di dalam lif.


    Han ikut membawa kotak berdiri paling belakang.


    “ Sudah nona.” Menjawab singkat


    sambil mencari pandangan ke arah lain agar Daniah tidak bisa bersitatap mata


    dengan nya.


    “ Baiklah, kita langsung pulang ya.


    Lagian aku gak bisa ke mana-mana.”


    Sekertaris Han tidak bicara apa-apa


    selama di dalam lif, sampai dia meletakan barang-barang di dalam bagasi


    belakang dengan hati-hati. Dia membukakan pintu depan untuk Daniah. Menunggu


    sampai Daniah masuk.


    “ Selamat jalan nona.”


    “ Terimakasih.”


    Daniah melirik Leela dan sekertaris


    Han bergantian, mereka bahkan tidak saling menyapa.


    Dalam perjalanan pulang. Sebenarnya


    Daniah ingin sekali mampir ke tokonya. Tapi mengingat ancaman Saga tadi membuat


    nyalinya menciut. Dia terlihat berfikir lama, dan tengelam dalam lamunannya


    cukup lama. Kembali mengingat semua kejadian yang terjadi di gedung Antarna


    Group. Semua. Dari kedatangannya tadi sampai dia bertemu Helen. Daniah menoleh


    pada Leela yang juga diam saja.


    Hei, ada apa denganmu.


    Daniah menyentuh tangan Leela


    memintanya menghentikan kendaraan. Lalu dia meraih dagu Leela dia melihat pipi kiri  gadis itu memerah, bahkan ada luka kecil


    di sekitar bibirnya sebelah kanan. Kalau dia menunduk atau memalingkan wajah


    Daniah bahkan tidak akan menyadarinya.


    “ Ada apa dengan wajahmu?”


    Memeriksa dengan teliti.


    “ Tidak apa-apa nona, saya hanya


    terjatuh.”


    Daniah mengeryit tidak percaya,


    bagaimana Leela bisa memakai alasan jatuh. Kalau dia sendiri yang jatuh dia


    akan percaya.


    “ Jatuh, di mana? Kamu baik-baik


    saja tadi. Apa sekertaris Han yang melakukan ini.”  Daniah menguncang tubuh Leela agar bicara


    jujur. “ Dia yang memukulku kan.” Bicara dengan suara keras. Daniah merasa


    sangat  kesal, bagaimana bisa sekertaris Han melakukan ini.


    “ Tidak nona.”


    Bahkan sampai akhir Leela hanya


    menutup mulutnya membuat Daniah merasa bersalah.  Karena dia Leela harus menerima hukuman. Bahkan


    ini bukan kesalahannya. Geram rasanya memikirkan wajah sekertaris Han, ingin


    dia wajah itu karena kesal. Saat sudah sampai di rumah, Daniah segera


    masuk ke dalam rumah. Meminta alat kompres untuk di tempel di pipi Leela. Dia


    menarik tangan Leela untuk duduk. Di depannya sudah ada kotak obat.


    “ Maaf.”


    “ Nona tidak melakukan kesalahan


    apapun, tidak perlu minta maaf.” Duduk diam, dan membiarkan Daniah melakukan


    apapun yang ia inginkan, sekedar mengobati rasa bersalahnya.


    “ Bagaimana ini bukan salahku. Aku


    yang menyuruhmu turun tadikan, memaksa mu tidak mengikutiku. Cih, bagaimana dia


    bisa memukulmu begini. Maafkan aku Leela.” Menyentuh pipi Leela.


    “ Ini bukan kesalahan anda atau


    sekertaris Han nona ini semua salah saya.”


    “ Memang apa salahmu?” Berteriak


    juga akhirnya. Jelas-jelas ini salahnya, begitu Daniah berfikir. Kalau dia


    membiarkan leela di sampingnya tadi. Sekertaris Han pasti tidak akan melihatnya


    terpojok di hadapan Helen.


    “ Saya seharusnya tidak


    meninggalkan anda apapun alasannya. Anda pasti takut sekali tadi.” Sorot mata


    penuh penyesalan Leela semakin membuat Daniah merasa bersalah,


    “ Hei, memang apa yang dikatakan sekertaris sialan itu.” Mengoleskan salep


    dingin di dekat bibir Leela, dan mengusapkan perlahan dan tipis-tipis di pipi


    yang memerah.


    “ Nona Helen yang hampir memukul


    anda.”


    “ Apa dia bilang begitu. Helen


    tidak memukulku Leela. Dia hanya mendorong ku ke dinding dan mencengkram


    bajuku. Begini.” Daniah menarik bajunya sendiri, memperagakan apa yang di


    lakukan Helen tadi. “ Dan aku tidak selemah itu kali sampai membiarkan dia


    memukulku. Walaupun aku kalah besar dan tinggi darinya tapi aku juga tidak mau


    di pukul sama dia kan.”


    Ada apa dengannya, kenapa sekarang


    dia yang telihat  sangat kesal.


    “ Maafkan saya nona, saya sudah


    melakukan kesalahan yang sangat besar.” Lagi-lagi Daniah merasa frustasi jika


    Leela atau sekertaris Han mengatakan ini.


    Cih, memang apa yang akan di


    lakukan tuan Saga si kalau sampai aku terluka. Aku penasaran sekaligus takut.


    “ Hei, aku tidak apa-apa.”


    “ Kalau tuan muda tahu.” Daniah


    langsung memotong kata-kata Leela.


    “ Jangan katakan apapun di


    depannya. Aku tidak mengatakan kalau aku bertemu Helen tadi padanya. Jangan


    mengungkitnya. Leela sepertinya aku sudah membuat kesalahan besar ya. Maafkan


    aku.” Daniah semakin merasa bersalah.


    Tadinya dia benar-benar


    megesampingkan semua perkataan sekertaris Han, tapi mendengar apa yang di


    katakan leela, sepertinya kata-kata sekertaris Han terdengar sangat masuk akal.


    “ Kalau sampai tuan muda tahu, saya mungkin tidak akan selamat dari


    kemarahannya.”


    Cih, aku penasaran juga apa yang


    akan di lakukan tuan Saga kalau dia marah padamu. Tapi kalau sampai dia marah


    padamu, bagaimana nasib karyawan-karyawan yang lain.


    Sekali lagi Daniah hanya bisa


    mengigit bibirnya kelu, dia merasa bagaimana Saga memperlakukannya sangat


    berlebihan. Caranya mencintai, atau caranya melindunginya sampai akpan Daniah akan terbiasa dengan situasi semacam ini.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents