21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 125 Kencan (Part 1)

Chapter 125 Kencan (Part 1)

    Ketika seseorang merasa di cintai


    dia akan jauh lebih bisa merasa positif dalam melakukan apapun. Walaupun sampai


    hari ini Daniah belum sekalipun mendengar pengakuan Saga tentang perasaannya. Namun


    karena dia merasa di cintai, dia sudah merasa itu lebih dari cukup. Untuk saat


    ini, dia tidak akan serakah. Menuntut apapun dari Saga.


    Seminggu hampir berlalu. Masa


    percobaan bisa di lewati Daniah dengan sukses. Dalam kurun waktu itu tidak tahu


    apa yang membuatnya bisa sepatuh itu. Tapi dia benar-benar menuruti apa yang di


    katakan Saga tanpa banyak bicara. Saking curiganya sampai Saga memeriksa


    makanan apa yang di berikan pak Mun pada istrinya. Apa ada indikasi pak Mun


    memberikan makanan penghilang kesadaran. Nihil.  Makanan yang di berikan pak Mun sudah sesuai


    standar ahli gizi yang bekerja pada keluarganya. Sepertinya gadis itu mulai


    menjalani perannya sebagai istri dengan baik.


    “ Karena kau sudah sepatuh ini,


    baiklah hukuman mu selesai. Kamu bisa bebas keluar rumah lagi seperti biasa.”


    Mereka tiduran di atas tempat tidur saling berpelukan, setelah menyelesaikan


    dan menuntaskan gairah mereka masing-masing. Daniah menarik selimut sampai ke


    lehernya karena sudah tidak memakai apapun.


    “  Terimakasih sayang.” Memeluk Saga erat.


    Akhirnya, aku bisa keluar dari


    rumah. Hiks. Aku kangen cilok di dekat ruko. Aku kangen Tika juga.


    “ Hemm.” Mengusap kepala Daniah


    pelan.


    “ Terimakasih sayang, jadi mulai


    besok aku sudah bisa mulai bekerja lagi kan.” Antusias. Memikirkan cilok dan


    semua rutinitas harian di ruko.


    “ Besok akhir pekan kan?”


    Duarrr, cilok ku. Semangkok cilok


    bersayap terbang tinggi ke angkasa. Membuat Daniah menitikan air mata dalam


    hatinya.


    Kenapa dia curang sekali,


    membebaskan hukuman ku di akhir pekan. Jelas-jelas akhir pekan aku harus


    bersamanya di manapun dia berada. Apalagi saat dia ada di rumah.


    “ Ah ia, aku akan di rumah dan


    tidak kemana-mana. Apa kamu ada acara sayang?”


    Pergilah! Tolonglah ada acara


    penting. Aku tidak mau seharian bersama mu lagi.


    “ Ayo kita kencan.”


    “ Kencan?” Kaget. Kosa kata yang


    sangat mahal harganya untuk Daniah. Baginya kencan adalah barang mahal yang


    hanya menghamburkan uang. Karena dia bukan tipe wanita yang mau di bayarin oleh


    teman kencannya. Jadi setiap pergi keluar kencan mereka akan membayar


    masing-masing. Kenapa? Toh tidak ada salahnya kalau laki-laki yang keluar uang


    kan. Memang, namun bagi Daniah hati mereka berdua belum terlalu jauh terikat


    untuk sampai tergantung sejauh itu.


    Tiga kali dia berkencan, hubungan


    mereka memang masuk kategori cukup serius. Namun dia tidak mau terlalu


    tergantung, karena antara mereka belum terikat hubungan apa-apa. dia sadar itu,


    hubungan keluarganya yang terikat darah pun belum cukup membuatnya


    mengantungkan diri pada keluarganya. Apalagi hanya sebatas pacaran dan teman


    kencan. Mereka hanyalah dua orang asing yang berusaha mencari tahu satu sama


    lain, untuk meningkatkan kehubungan yang lebih dekat lagi. Belum ada ikatan apapun yang terjalin.


    Apa dia mau kencan ala manusia


    normal atau ala presdir Antarna Group.


    “ kenapa sayang? Kenapa tiba-tiba


    mengajak ku kencan.”


    “ hemm, sebagai hadiah kepatuhan mu


    seminggu ini.” Bergumam pelan di telinga Daniah. “ Kamu tidak mau?”


    “ Mau, mau aku mau.” Mulai waspada


    kalau Saga mulai mengunakan kalimat tanya dalam kata-katanya.


    Daniah terlihat berfikir secara


    serius. Tentang tema kencan yang pas untuk dirinya dan Saga besok. Mereka masih


    mengobrol lama sampai akhirnya Daniah terlelap dalam pelukan Saga. Laki-laki


    itu mencium kening istrinya lalu ikut tengelam dalam mimpi, sambil masih


    memeluk istrinya.


    Kencan ala rakyak biasa, Daniah


    menyebutnya ala rakyat jelata seperti dirinya. Bukan kencan ala yang mulia raja


    yang semua harus serba privat dan sendirian. Kali ini kencan terbuka. Daniah


    ingin sekali memperkenalkan kehidupan masyarakat biasa pada Saga, walaupun


    maksud terselubungnya ingin menjahili Saga seharian. Hehe.


    Apa! memang ada rakyat biasa yang


    berkencan dengan penampilan seperti ini.


    “ Sayang, kamu salah kostum. Tidak


    ada laki-laki biasa yang berkencan dengan dandanan seperti ini.” Daniah


    melepaskan jas yang di pakai Saga. Lalu menarik tangan Saga masuk kembali ke ruang


    ganti baju.


    Kenapa dia gak punya baju santai


    si.


    Daniah membuka lemari, memeriksa


    isinya satu persatu. Dia tidak menemukan apapun yang dia cari.


    “ Hei, kamu mau apa?” mulai protes


    ketika Daniah membuka satu demi satu kancing kemeja yang dia pakai.


    “ Buka! Pakai yang ini saja.”


    Daniah mengeluarkan pakaian semi formal dari dalam lemari. Kemeja lengan


    pendek. Tidak terlihat terlalu menjolok. Cih, dia memalingkan muka. Sebenarnya


    yang membuat Saga mencolok bukannya pakaiannya tapi wajahnya. Daniah bergumam


    sambil merapikan lengan baju Saga.


    “ Apa-apa an ini, kenapa kamu


    mengulung lenganku lagi, ini kan baju lengan pendek?” protes dengan selera


    norak Daniah.


    “ Haha, biar terlihat lebih santai


    sayang. Sudah-sudah ayo keluar.” Daniah mendorong tubuh saga dari ruang Ganti.


    Masih mendengarnya bicara dengan nada kesal, tapi dia tidak membongkar lengan


    bajunya dan membiarkannya seperti itu.


    Di depan tangga dia menarik baju


    Daniah sampai gadis itu berhenti kaget.


    “ Ambil topi sana!” memegang Dagu


    Daniah memutarnya ke kanan dan ke kiri. Mengamati secara serius.


    “ Buat apa?” menurut saja ketika


    wajahnya bergoyang ke kanan dan ke kiri.


    “ Buat menutupi wajahmu. Penampilan


    mu ini mencolok sekali. Lihat wajahmu. “ memegang dagu Daniah lagi. “ Lihat


    rambut mu.” Memegang rambut.


    Aku bisa gila karena emosi nanti


    kalau sampai ada yang melirikmu. Saga ingin berteriak begitu. Tapi dia hanya


    menatap tajam saja.


    Memang kenapa dengan penampilanku,


    aku kan sudah memakai riasan senatural mungkin, menyisir rambut ku dengan rapi.


    “ Tutupi itu semua, kamu mau


    mengoda siapa dengan penampilanmu itu?”


    Apa! jelas-jelas wajahmu itu yang


    terlalu mencolok untuk masuk kategori manusia biasa.


    Dan siapa yang akan tergoda dengan wajahku begini.


    “ Ambil topi sana, atau kita


    batalkan kencan. Lebih enak tidur seharian di kamar sambil memeluk mu.” Ancaman


    mematikan.


    “ Aaaaa, ia, ia, aku ambil topi


    sebentar ya sayang. Kamu tunggu dibawah ya.” Daniah berbalik ke kamar. Dia


    belum pernah menemukan topi atau sejenisnya ada di lemarinya. Tapi sepertinya


    sekertrais Han pasti ada menyimpannya di suatu tempat. Syal berbunga waktu itu


    saja ada pikir Daniah. Dan benar saja dia menemukan banyak sekali topi di


    lemari kaca bagian atas.


    Kenapa aku tidak pernah melihat ini


    ya. Ini tidak muncul baru saja karena aku mencari topi kan. Haha, memang ini


    dunia fantasi apa.


    Daniah memilih dua topi dengan


    warna hitam. Kalau-kalau suaminya mau pakai juga. Langsung keluar, takut yang mulia mulai kesal karena di suruh


    menunggu. Dia hanya memegang topi itu di tangannya, tidak memakainya. Saat


    menyusuri tangga dia mendengar suara sekertrais Han. Sedang terlibat


    pembicaraan dengan Saga. Sepertinya mereka sedang membicarakan tentang


    perusahaan.


    Daniah mendekat, langsung berdiri


    di samping Saga.


    “ Dia tidak ikut kan?” menunjuk


    sekertaris Han. “ Kita kan mau kencan ala rakyat biasa seperti janjimu, jadi


    kita ikuti aturan mainku kan.” Bertanya lagi.


    “ Terus mau kita jalan kaki sambil


    bergandengan tangan keluar rumah. Sampai besok juga tidak akan keluar dari


    kompleks.” Menjawab panjang sekali, tapi jawabannya juga menyebalkan.


    Memang si, kawasan elite ini luas


    sekali.


    “ Bukan begitu sayang, kita kan


    bisa naik angkutan umum. Naik taxi online.” Begitulah biasanya anak muda kencan


    tuan muda. Cukup dengan modal seadanya. Jalan bergandengan berdua.


    “ Hei, jangan sembarangan ya. Memang


    siapa yang mengizinkanmu naik mobil dengan orang asing. Aku tidak suka


    melihatmu berbagi udara dengan laki-laki asing dalam satu ruangan.”


    Apa! dia ini mulai kambuh gilanya.


    Bisa-bisanya hal beginian  dia pikirkan. Berbagi udara, dapat kosa kata dari mana si dia.


    Daniah kehabisan kata-kata membalasnya,


    dia hanya menatap sekertaris Han kesal. Kalau sampai dia ikut, kencan ala


    rakyat biasa mustahil bisa terlaksana. Jangankan bisa mengerjai Saga.


    Jangan-jangan dia yang akan di kerjai lebih-lebih nanti.


    “ Kalau begitu anggap saja saya


    taxi online tuan muda. Saya akan mengantar kencan kalian kemanapun, tanpa


    menggangu anda.”


    Daniah terlihat berfikir, menatap


    Han. Ide apa itu, jelas-jelas kamu sekertaris Han. Yang bisa di suruh melakukan


    apapun oleh Saga.


    “ Benar juga, anggap saja begitu.” Menjawab


    senang. Saga menyukai ide itu. Dia menepuk bahu Han dengan penuh kebanggaan.


    Bagaimana bisa di anggap begitu,


    kenapa untuk hal beginian kalian kompak sekali si.


    “ Baiklah, tapi janji jangan


    menggangu kencan kami ya.” Daniah melingkarkan tangan di lengan Saga. “ Hari


    ini dia hanya suamiku, bukan presdir Antarna Group.” Lelaki biasa yang tidak


    akan melemparkan uang ke arena bermain lalu mengatakan kepada pemiliknya. Aku


    hanya mau berdua dengan wanita ku di sini, usir pengunjung yang lain. Aaaa


    memikirkan hal begituan sudah membuat Daniah merinding.


    “ Tentu saja nona, saya hanya akan


    menjadi supir taxi online anda.”


    “ Sayang hentikan.” Daniah


    mendorong tubuh Saga yang menempel di sampingnya. Bukan hanya menempelkan


    tubuh, bibir dan tangannya  juga sibuk


    beraktivitas. “ Dia melihat kita nanti. “ Daniah menunjuk kursi pengemudi yang


    sedang fokus membawa kendaraan.


    “ Pak sopir apa kau melihat kami


    sekarang, melihat apa yang ku lakukan pada istriku.” Saga tidak tahu malu


    bertanya.


    “ Tidak tuan.” Menjawab singkat dan


    terus fokus mengemudi. Han memang tidak sedikit pun melirik kaca spion. Dia memang


    tidak melihat tapi kan dia mendengar kali. Dia kan tidak tuli.


    Saga tersenyum pada Daniah. “ Dia


    tidak melihat kan.”


    Ya iya, dia tidak melihat tapi dia


    kan dengar!


    “ Pak sopir apa kamu keberatan aku


    mencium istriku di sini.” bertanya lagi pada sopir taxi onlinenya.


    “ Tentu saja tidak tuan, silahkan


    lakukan apapun yang kalian inginkan.”


    Apa kalian sedang main


    sopir-sopiran sekarang. Dan mana ada sopir yang menjawab begituan. Kalau kamu


    benar sopir taxi online kami pasti sudah di seret keluar dari kendaraan.


    “ Sayang hentikan.” Mendorong wajah


    Saga dengan kedua tangannya.


    “ Cih, lihat lah baru sehari aku


    menghapus masa hukumanmu kamu sudah kurang ajar begini.”


    Apa! siapa yang berani kurang ajar


    padamu tuan muda. Kamu kan yang isengnya kelewatan.


    “ Sayang, bukan begitu.” Menarik


    tangan Saga. “ Kamu boleh menciumku di manapun kamu mau, di sini.” menunjuk


    lehernya. “ Di sini.” menunjuk pipinya. Dan seterusnya sampai semua anggota


    tubunya tertunjuk. “ Lakukanlah sebanyak yang kamu inginkan.” Menyerah kalah.


    Sudah gila ya! Kenapa kau mencium semua


    bagian yang aku sebutkan tadi.


    Setelah selesai dengan kelakuannya,


    Saga memeluk Daniah dan menyadarkan kepalanya di bahu gadis itu. Daniah hanya


    menepuk-nepuk kepala Saga lembut. Kehabisan kata-kata.


    “ Pak sopir, apa kau ada pekerjaan


    setelah mengantar kami.”Saga bicara pada sopirnya lagi, masih menyandarkan


    kepalanya.


    “ Tidak tuan.” Han menjawab singkat.


    “ Kalau begitu aku mau menyewa


    mobil ini seharian. Hari ini aku mau kencan dengan istri ku, jadi aku mau


    memakai mobil ini mengantar ke mana kami pergi. ”


    “ Baik tuan. Saya akan matikan


    aplikasi. Saya akan mengantar kalian kemana saja.” Mengkhayati perannya sebagai


    sopit taxi online.


    “ Haha, sudah cukup. Kalian ini


    sedang main drama sopir sopiran ya.” Daniah tidak bisa menahan tawanya


    mendengar percakapan ke dua orang yang saling memahami itu. Yang satu aneh yang


    satunya selalu menggangap keanehan tuannya sesuatu yang harus di lindungi. Jadi


    dia benar-benar tahu harus melakukan apa.


    “ pak sopir siapa nama anda?”


    Daniah ingin ikut main drama.


    “ Jangan bicara dengannya.” Memeluk


    tubuh Daniah semakin erat. “ Aku tidak mau kamu bicara dengan orang asing.”


    Bagaimana aku bisa terlibat dengan


    dua orang aneh ini si.


    Mobil memasuki area parkir mall.


    Akhir pekan semakin ramai. Terlihat dari antrian di pintu masuk. Daniah dan


    Saga turun dari mobil. Memasuki pintu mall. Ramai sekali pengunjung. Mereka terlihat


    gembira. Ada yang saling bergandengan tangan.  para orang tua yang sibuk berteriak pada


    anak-anak mereka agar tidak lepas dari pengawasan. Daniah pun demikian,


    mengandeng tangan Saga erat. Memakai topinya dan  menarik nafas panjang.


    Kencan pertama ku dengan suamiku.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents