21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 130 Pengakuan Cinta

Chapter 130 Pengakuan Cinta

    Ruang tunggu VVIP stasiun tv.


    Tempat Saga akan tampil secara live melakukan wawancara eksklusif. Sangat jarang


    peristiwa semacam ini terjadi. Dia sangat jarang muncul di publik untuk


    mewakili Antarna Group. Tapi ntah kenapa permohonan yang sudah beberapa bulan


    di ajukan pihak stasuin tv untuk mendatangkan perwakilan Antarna Group di


    sambut oleh perusahaan. Bahkan mereka mengatakan kalau Presdir Antarna Group


    akan tampil sendiri.


    Stasuin tv mempersiapkan semua hal


    untuk hari bersejarah ini. Bahkan ruan tunggu VVIP ini di buat khusus untuk


    menyambut presiden Antarna Group. Pertanyaan yang sudah di setujui untuk di


    tanyakan juga telah siap. Walaupun mereka agak sedikit kecewa, karena tetap


    saja tuan Saga menolak pertanyaan yang sifatnya kehidupan pribadinya.


    Masih di ruang tunggu. Saga berdiri


    menatap dirinya di depan cermin.


    “ Bagaimana?” Saga  menepuk lengannya sendiri. Meminta pendapat


    Han. Sekertaris Han mendekat dan merapikaan dasi serta menepuk bahu Saga.


    “ Anda terlihat sempurna seperti


    biasanya tuan muda.”


    Apa anda sedang gelisah sekarang,  lucu sekali.


    Dia tidak pernah terlihat cemas


    dalam situasi apapun. Dia selalu percaya diri berhadapan dengan siapapun. Tapi


    hari ini Han seperti bisa melihat gurat kepanikan di wajah tuan Saga.


    “ Mana hp ku?” duduk di sofa setelah menerima


    hp. Han memilih duduk di kursi di depan kaca. Memperhatikan Saga. Ntah kenapa


    dia merasa sangat terhibur melihat suasana di ruangan ini.


    Menunggu pangilan diangkat.


    “ Hallo sayang.” Suara di sana


    dalam dering pertama langsung terdengar. Agak terdengar berisik, di belakang


    suara Daniah. Suara tv dan suasana anak-anak karyawan.


    “ lagi apa?”


    “ sedang makan, tidak sedang


    menonton tv sambil menunggumu muncul sambil makan siang sama karyawan di ruko.”


    Di sana Daniah menganti susunan kata dalam jawabannya. Biar terdengar kalau dia


    sedang menantikan live suaminya di tv.


    “ Baguslah. Lihat dengan jelas apa


    yang aku katakan nanti. Kalau kau melewatkan satu kata saja yang aku katakan,


    habis kau.”


    Menutup telfon tanpa mendengar


    jawaban protes Daniah di sana.


    Han mengambil hp yang di pegang


    Saga.


    “ Katakan saja apa yang ingin anda


    katakan tuan muda.” Jangan cemaskan apapun, semua pasti berjalan dengan baik. Begitu


    pikir Han. Karena dia  pun tahu bagaimana


    hati nona mudanya. Jadi sejauh ini dia merasa tenang dengan rencana yang dia


    buat dan akan terealisasi sebentar lagi.


    “ Aku ingin semuanya terlihat keren


    dan penuh kesan, bahkan sampai dia jantungan kalau perlu.” Tersenyum tipis. Membayangkan


    reaksi wajah Daniah saja sudah membuatnya senang.


    “ Kalau nona benar-benar pingsan


    bagaimana.” Seperti biasa, selalu bisa meladeni kegilaan tuannya.


    “ Apa! benar juga, kalau dia saking


    terkejutnya dan pingsan bagaimana. Han, siapkan ambulan dan hubungi Harun.” Berkata


    dengan serius. Bahkan sudah terlihat panik.


    “ Saya cuma bercanda tuan muda.”


    Ketukan di pintu. Wajah Saga sama sekali belum terlihat mencair. Masih terbawa


    suasana dengan pikirannya sendiri.  Han


    berjalan menuju pintu. Seorang staff wanita sudah berdiri di depan pintu


    menganguk dengan sopan.


    “ Sudah waktunya tuan Saga bersiap


    untuk masuk tuan.”


    “ Baiklah.”


    Saga berjalan di belakang Han yang


    mendengarkaan instruksi staff wanita.  Wanita itu menangukan kepalanya sopan kepada


    Han dan Saga lalu pergi berlalu.


    Saga sudah duduk di depan sorot


    kamera, dengan pembawa acara yang masih menyelesaikan kalimatnya terakhirnya.


    Setelahnya tentu saja senyum elegannya muncul saat memperkenalkan tamu penting


    di hadapannya.


    “ Hari ini di studio kami telah


    kedatangan tamu istimewa presiden Antarna Group. Saga Rahardian. Terimakasih


    sudah menyempatkan diri memenuhi undangan kami. ” Kamera utama menyorot Saga.


    Laki-laki itu mengangukan kepala dan sedikit tersenyum menyapa pemirsa. Dia


    terlihat sangat tampan dan percaya diri. Ya, tentu saja. Semua hal yang dia


    miliki sudah membuatnya cukup untuk merasa percaya diri dalam segala situasi.


    Wawancara utama di mulai. Pertanyaan-pertanyaan


    yang sebelumnya telah di setujui untuk di tanyakan bergulir satu persatu. Saga


    bisa tenang dan terlihat sigap menjawab dengan bahasanya yang elegan.


    Pertanyaan penting  seputar perkembangan bisnis Antarna Group yang


    sudah merambah ke semua lini kehidupan. Bahkan sampai pasar luar negri juga.


    Saga menjelaskan beberapa program besar yang akan di buat oleh Antarna Group.


    Sebagai pebisnis yang memiliki segalanya cara bicara Saga terbilang sangat


    tidak sombong. Kerap beberapa kali dia memuji kinerja para pekerja dan karyawan


    Antarna Group yang sudah mendedikasikan hidup mereka untuk perusahaan.


    Ketika pembawa berita menanyakan


    persoalan gaji, bagaimana Antarna Group bisa memberi gaji dua sampai tiga kali


    lipat dari standar gaji biasanya. Saga hanya menjawab dengan ringan. Karena


    mereka pun harus bekerja dua atau tiga kali lipat lebih keras dari pada di


    tempat lain.


    Pertanyaan seputar Danau hijau pun


    di lontarkan. Bahkan ada jeda pemutaran vidio, bagaimana keadaan Danau hijau


    sekarang. Suasana ramai yang di hiasi gelak tawa pengunjungnya. Pujian tidak


    hentinya menghujani Antarna Grup khususnya untuk presdirnya. Di sampaikan


    dengan tutur kata sangat elegan. Walaupun sebenarnya berlebihan, namun karena


    di ucapkan dengan bahasa yang tersusun dengan apik membuat yang mendengar


    merasa terwakili. Para pemirsa seperti berteriak. Ia betul nona, katakan seperti


    itu. Terimakasih sudah mewakili kami. Begitu teriakan orang yang sedang menonton di tv


    mereka masih-masing.


    Akhirnya sampai lah pada sesi final


    pertanyaan. Terlihat wajah pembawa berita terkejut. Dia terlihat sedikit


    tegang, apa benar yang baru saja dia dengan di telinganya. Dia terlihat melirik


    PD acara, yang mengangukan kepalanya kuat. Di sampingnya sekertaris Han hanya


    berdiri tidak bergeming.


    “ Pertanyaan terakhir tuan Saga,


    apa kami boleh menanyakan perihal yang pribadi.” Masih tidak percaya kalau dia


    boleh menanyakan pertanyaan ini.


    Breafing terakhir masih tetap


    mengatakan kalau tidak akan ada pertanyaaan seputar kehidupan pribadi tuan


    Saga. Jadi dia merasa kuatir. Acara ini sangat penting artinya baginya. Kalau


    dia sukses membawakannya jalan ke depannya  untuk naik karir akan semakin terbuka. Tapi


    kalau dia gagal dalam acara ini, bisa saja dia akan kehilangan pekerjaan yang


    sudah dia jalani bertahun-tahun ini. Hanya karena satu pertanyaan.


    “ Silahkan, tanyakan saja apa yang


    ingin kalian tahu.” Jawaban Saga pun masih terdengar bukan sebuah jaminan. Tapi


    bagaimana pun dia tetap harus menanyakannya.


    “ Anda sudah menikah kan, benar


    begitu kan tuan Saga?” Jelas sekali keraguan dalam susunan kalimat yang


    ditanyakannya.


    “ Ia benar.” singkat.


    Apa! dia menjawab. Dia menjawab


    pertanyaan seputar kehidupan pribadinya.


    Pembawa berita langsung berwajar


    ceria, seperti baru saja mendapat transfusi tenaga. Bayangan acara ini akan


    menjadi tranding juga segera berkelebat di kepalanya.


    “ Tapi, kami dengar anda tidak


    memperkenalkan istri anda ke publik. Apa ada alasan khusus untuk itu.” Pembawa


    acara wanita itu mengengam tangannya kuat. Berdoa dalam hati agar di selamatkan


    dari kemungkinan terburuk. Ketakutannya sedikit memudar ketika melihat wajah


    laki-laki tampan di hadapannya.


    Dia tersenyum, ya Tuhan. Tuan Saga


    ini manusia bukan si. Bagaimana istrinya masih bisa bernafas melihat wajah ini


    setiap hari.


    “ Sebenarnya...” Kalimat Saga


    mengantung. Semua orang dalam studio menunggu. “ Karena aku sedikit cemburuan.


    Haha.” Tawanya menyusul di ikuti semua orang yang bernafas lega karena Saga


    menjawab, sekaligus terkejut mendengar alasan yang di berikan Saga. Tapi tidak


    tahu mau protes kemana. Jadi mereka tetap diam terpaku.


    Sedikit, cih, kalau seperti anda di


    sebut sedikit lantas cemburu buta itu yang seperti apa. Han.


    “ Maksudnya tuan?” Lagi-lagi


    pertanyaan pembawa acara mewakili pertanyaan pemirsa di rumah.


    “ Aku jadi tidak ingin orang lain


    melihat istriku.” Tersenyum. Ada rona malu dalam jawabannya. Saga terlihat


    sangat jujur mengatakannya. Membuat seisi studio menunjukan reaksinya


    masing-masing. Ada yang berdecak iri, apalagi para wanita. Mereka jadi ingin di


    perlakukan seperti itu oleh pasagannya. Dicemburui pasangannya yang sudah


    halal.


    “ Ahhh manis sekali, saya jadi


    iri.” Pembawa acara terlihat terkejut dengan kalimatnya sendiri. Dia mulai


    terlihat panik. “ Maafkan saya tuan, saya terbawa suasana romantis ini.”


    " Haha, tidak apa-apa. sebenarnya bukan hanya itu. Karena Daniah memiliki kehidupannya yang lain, jadi aku tidak mau statusnya sebagai istriku membebaninya. Kalian mungkin tidak akan percaya kalau kalian kebetulan bertemu dengan istriku" Menarik nafas dalam. " Tapi ya sepertinya kalian  akan mengenalinya juga, yang paling cantik itulah istriku."


    Seisi studio kehilangan kata-kata. Han pun demikian, dia menepuk kepalanya sendiri. Dia membisikan sesuatu di telinga PD acara. meminta menyudahi wawancara ini. Kalau terpancing sedikit lagi, mungkin jawaban Saga akan sama sekali tidak berwibawa.


    " Terimakasih sudah berbagi kebahagiaan dengan kami semua tuan Saga. pemirsa pasti juga sangat terkejut."


    “  Apa boleh aku


    mengatakan sesuatu untuk istriku di sini.” Terlihat sedikit canggung, namun


    Saga segera menutupinya dengan senyuman.


    “ Tentu saja tuan. Silahkan, ada


    bisa mengatakan apapun.”


    Terimakasih Tuhan, aku akan menjadi


    orang baik dalam hidup ini.  Karena aku sudah di beri kesempatan wawancara ini. Bagaimana aku bisa mendapatkan jakpot wawancara


    penting ini.Terimakasih Tuhan.


    Saat ini trending di internet


    adalah tentang #AntarnaGroup #Istripresdirantarna #Wanitanyasagarahardian


    #Pembawaberitawanita #TVXX


    Saga menatap kamera utama. Ini lah


    saatnya dunia tahu isi hatinya.


    “ Terimakasih sudah berada di


    sampingku sampai hari ini. Kedepannya hanya lihat lah aku dan cintai aku.


    Karena aku akan melakukan hal yang sama untuk mu. Daniah, aku mencintaimu


    dengan seluruh hidupku.”


    Seisi studio ingin berteriak dan


    bertepuk tangan. Tapi karena sedang live mereka bertepuk tangan tanpa suara.


    Sementara itu ramai sudah jagad


    internet. Tagar nama Daniah muncul dimana-mana. Semua lini sosial media sedang


    berusaha mencari tahu siapa itu sosok Daniah yang dimaksud presdir Antarna


    Group. Orang-orang bernama Daniah muncul ke permukaan. Ribuan akun baru bernama


    Daniah bermunculan. Selamat datang di dunia yang serba cepat ini.


    “ Nona Daniah, dimanapun anda


    berada anda pasti bahagia sekali. Anda telah membuat wanita di penjuru negri


    ini iri.”


    Aku juga sangat iri, iri sekali. Setiap


    hari kau bisa melihat wajah ini. Ya Tuhan kebaikan apa yang sudah di lakukan


    wanita bernama Daniah ini, hingga memiliki suami yang mencintainya seperti tuan


    saga.


    Daniah menjatuhkan cilok yang sudah


    hampir masuk ke mulutnya saat Saga di layar tv terdengar menyebut namanya.


    Seluruh orang yang ada di dalam


    toko bersorak tanpa ada mengkomando.


    “ Cieeeeee, mbak Niah.”


    “ Tuan Saga keren sekali.”


    “ Aku iri-aku iri.”


    “ Mbak Niah beruntungnya.”


    “ Aku iri-aku iri.”


    Daniah duduk diam menatap tv. Saga


    masih ada di sana untuk memberi salam terakhir bagi semua pemirsa.


    Dia mengakuinya, dia benar-benar


    mengakuinya pada dunia kan. Itu aku kan yang di sebut oleh nya. Itu benar


    namaku kan.


    Gadis itu belum sepenuhnya sadar. Sampai


    Leela menyentuh tangannya. “ Selamat ya nona.”


    Jadi dia benar-benar menyatakan


    perasaannya padaku. Tapi tolong, seharusnya yang paling cantik itu tidak perlu kau sebutkan. memalukan sekali. aku bahkan malu pada semut yang berlarian di dinding ruko ini.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents