21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 132 Duka yang berulang setiap tahun

Chapter 132 Duka yang berulang setiap tahun

    Hari yang tidak selalu sama, tapi


    di tanggal yang sama dan bulan yang sama setiap tahunnya.


    Setiap tahun selalu ada agenda


    tahunan di Antarna Group. Peringatan kematian pendiri sekaligus presdir pertama


    Antarna Group. Ayah dari Saga Rahardian. Di tanggal yang sama setiap tahunnya


    Antarna Group akan melakukan kegiatan bakti kepada masyarakat. Semua anak


    cabang di bawah Antarna group kecuali yang bekerja di bidang layanan publik,


    mall dan rumah sakit akan di liburkan untuk aktivitas pekerjaan rutin. Mereka


    akan melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat.


    Instruksi dari pusat memberikan


    beberapa alternatif kegiatan. Agar semua tersinergi dengan perusahaan satu


    dengan yang lainnya. Beberapa hari yang lalu semua pimpinan perusahaan sudah


    berkumpul di gedung pusat untuk melaporkan rencana bakti kepada masyarakat ini.


    Secara detail mereka memberi laporan kegiatan apa yang akan mereka lakukan.


    Baik dari acara maupun besarnya biaaya yang di keluarkan. Sudah ada jumlah


    patokan uang yang harus di keluarkan dari pusat.


    Biasanya mereka akan melakukan


    pelayanan kesehatan seperti donor darah untuk para karyawan. Yang semua hasil


    darah yang terkumpul akan di sumbangkan kepada bank darah nasional. Mereka juga


    memberikan makanan gratis yang biasanya ada di setiap halaman perusahaan.


    Siapapun boleh ikut menikmati. Tanpa ada batasan.


    Setiap tahun di tanggal yang sama


    masyarakat ikut berdoa bagi kesuksesan Antarna Group. Doa-doa mereka terbang ke


    langit.


    Selain kesehatan ada juga pembagian


    sembako secara gratis bagi ribuan orang yang sudah mengantri dengan tertib.


    Mereka adalah ibu-ibu yang datang dari pelosok negri. Mereka yang setiap tahun


    selalu menantikan momen ini. Mungkin mereka terlihat senang bisa mendapatkan


    semua kebaikan ini dari Antarna Group. Namun mereka selalu menyelipkan dalam


    doa-doa mereka supaya perusahaan ini tetap jaya selamanya. Bisa menjadi tempat


    anak-anak mereka bekerja. Bisa menjadi tempat mereka mengantungkan hidup dengan


    layak.


    Selain kepada masyarakat Antarna Group selalu memberi bonus tahunan yang di berikan pada hari ini kepada semua karyawannya. Besarnya di tentukan berdasarkan lamanya dia bekerja di Antarna Group.


    Di tanggal ini setiap tahun, duka


    itu kembali di kenang. Tapi dengan cara yang berbeda-beda olah setiap orang.


    Saat semua lini masa membicarakan


    peringatan kematian pendiri Antarna Group,  Saat banyak orang menerima banyak sekali


    kebaikan dari Antarna Group, sementara itu dimanakah Saga dan semua anggota


    keluarganya. Mereka tidak pernah muncul di publik. Untuk menunjukan duka


    mereka. Media pun tidak berani mencari tahu. Berita yang muncul di tv hanya


    tentang bagaimana Antarna Group berbagi pada masyarakat. Tapi tidak pernah


    menyinggung ranah pribadi pemiliknya.


    Saga dan semua orang ada di sini.


    mengingat duka yang sudah sekian lama berlalu. Semua orang sudah berdiri dengan


    tenang. Seorang pemuka agama membacakan doa dengan kusyu. Terdengar isak dari


    beberapa sudut. Saga sampai melihat Daniah di sampingnya. Gadis itu terisak


    tertahan. Ia terlihat menyeka air matanya pelan. Namun berusaha tidak


    mengeluarkan suara.


    Ibu yang di peluk Sofi jauh bisa


    mengeluarkan suara tangisnya. Dia sesengukan. Pasti teringat semua kenangannya


    bersama suaminya. laki-laki yang ia nikahi karena cinta. Laki-laki luar biasa


    yang tak tergantikan bahkan sampai hari ini.


    Setelah pemuka agama selesai


    membacakan doa, dia beringsut pergi. Membiarkan keluarga Antarna group tengelam


    dengan duka mereka masing-masing. Sekertaris Han tetap setia di posisinya.


    Berdiri tidak jauh dari Saga. Saat ini ia menatap Daniah dari belakang ada rasa


    bersalah yang muncul di matanya.


    Maaf kan saya nona.


    Saga terlihat mengulurkan tangannya


    pada Daniah. “ mendekatlah!” lembut dia bicara, Daniah menurut dengan berdiri


    di samping Saga. Laki-laki itu mencium kepalanya. Membelai kepalanya lembut.


    Isak gadis itu semakin terdengar. Ia berusaha menahannya, tapi tidak berhasil.


    Saga meraih tangan Daniah dan mengengamnya.


    “ Menangislah kalau kamu mau


    menangis.”


    Mendengar itu tangis Daniah pecah.


    Sesengukannya keras terdengar. Membuat ibu yang sudah mulai bisa menguasai diri


    dan air matanya menoleh. Begitu pula dengan Jen dan Sofia.


    Ada apa dengan kakak ipar, kenapa


    dia menangis sekeras itu. Jen


    Bukankah kakak ipar tidak mengenal


    ayah, kenapa dia bisa menangis sekeras itu. Sofi


    Suamiku, dia menantu kita. Wanita


    yang dicintai anakmu. Ibu


    Sementara yang lain menatap Daniah


    dengan perasaan berbeda, Han masih memberikan sorot mata bersalahnya. Sementara


    Saga meraih bahu Daniah, memeluknya. Dia menatap lekat makam ayahnya.


    Ayah, dia Daniah. Wanita yang


    kucintai. Dia cantik kan? Tenang saja dia bukan hanya cantik wajahnya. Hatinya


    sudah seperti malaikat.  Dia juga seperti


    mu yang senang berbagi, dia seperti mu yang sering memberi pada orang lain. Aku


    akan menjaga dan mencintainya di sisiku selamanya.


    Perjalanan menuju rumah semua


    membisu dalam keheningan. Daniah berada dalam pelukan Saga, masih terlihat dia menyeka


    airmata di sudut matanya.


    Sesampainya di rumah.


    “ Jen, antar kakak ipar ke kamar,


    dan sofi temani ibu.” Saga membelai pelan kepala Daniah. “Istirahatlah di kamar.”


    “ Ia.” Daniah mengangukan kepala. Masih


    ada sisa ke sedihan yang tergambar jelas di wajahnya.


    “ Hari ini semua tetap di rumah,


    tidak ada yang boleh pergi keluar.” Kalimat itu di tujukan untuk Jen dan Sofi.


    “ Ia kak.” Menjawab berbarengan.


    Jen terlihat memapah Daniah yang terlihat


    lunglai. Sofi juga beranjak ke kamar ibu. Wanita itu sudah duluan masuk ke


    dalam kamar. Sesampainya tadi dia langsung naik meninggalkan semua orang.


    Pak Mun masih berdiri siaga


    menunggu perintah.


    “ Pak Mun istirahatlah. Hari ini


    aku tidak ingin melihat siapapun di rumah utama. Biarkan para pelayan kecuali pengawal


    yang bertugas libur.”


    “ Baik tuan muda.” Gurat sedih pun


    terpancar dari wajahnya. Melihat tuan mudanya yang untuk kesekian kalinya


    selalu berduka. Ditanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya, rumah ini akan


    selalu seperti ini.


    “ Ikut aku Han.”


    Han mengikuti langkah kaki Saga.


    Sementara Pak Mun masih berdiri sampai Saga menghilang di pintu ruang kerjanya.


    Lalu dia kembali dan menemui pelayan dan penjaga yang sedang menunggu di rumah


    belakang. Untuk memberi tahu, hari ini tidak ada yang di izinkan mendekati


    rumah utama, intinya tidak ada yang boleh terlihat atau mengeluarkan suara di


    sekitar rumah. Beberapa pelayan memilih keluar dan berlibur namun ada yang


    memilh menghabiskan hari di dalam kamar mereka di rumah belakang. Setiap tahun,


    di tanggal yang sama rumah ini akan sunyi tanpa aktifitas..


    Kembali pada Saga di ruangan


    kerjanya. Laki-laki itu duduk di sofa. Membiarkan Han berdiri di depannya.


    Sial! Sepertinya tuan muda tahu. Dia peka sekali kalau berurusan dengan nona sekarang.


    Han mengeram.


    “ Jelaskan padaku! Kamu tahu kan?”


    Han masih terdiam di tempatnya,


    tapi dia tidak menatap Saga dan memilih memalingkan pandangannya.


    “ Lihat aku! Kau tahu ini hari apa


    kan? Aku bahkan tidak akan bisa mengendalikan emosiku walaupun padamu.”


    Teriakan Saga mengema sampai keluar ruangan.


    “ Maaf kan saya tuan muda.”


    “ Sekarang jelaskan padaku. Siapa


    yang ditangisi Daniah. Dia tidak mungkin menangisi ayahku. Bahkan jen dan Sofi


    bisa mengendalikan diri mereka. Walaupun kenangan Jen dan ayah memang masih


    samar. Tapi Daniah jelas tidak mengenal ayahku.”


    Suara Saga terdengar semakin getir,


    membuat Han merasa semakin bersalah dari semua segi.


    “ Maaf kan saya tuan muda.” Menarik


    nafas pelan. “Hari ini juga hari kematian ibu nona Daniah.” Tidak bisa menatap


    wajah tuan mudanya.


    “ Apa!” Saga bangun mendengar


    ucapan Han. “ Barusan kamu bilang apa!” Saga mendorong tubuh Han keras sampai


    membentur tembok. Dia mencengkarm kerah kemeja Han. “ Kenapa kau tidak


    mengatakannya bodoh!”


    “ Maafkan saya tuan muda.” Lirih. Penuh


    penyesalan.


    “ Kenapa kau tidak mengatakannya


    padaku!” berteriak keras.


    Saga memejamkan mata dan berusaha


    mengalirkan udara, supaya bisa berfikir sehat. Dia ingin menghajar Han


    sekarang. Ntah kenapa perasaannya seterluka ini, saat dia mengetahui bahwa


    alasan Daniah menangis sebenarnya adalah apa.


    “ Karena hari ini anda pasti ingin


    bersama nona Daniah, maka saya tidak mengatakannya. Kalau anda tahu anda pasti


    membiarkan nona pergi, padahal saat ini anda ingin bersama wanita yang anda


    cintai untuk berbagi kesedihan kan.”


    “ Bodoh! Pikirkan perasaan Daniah


    juga. Kau tahu sepenting apa dia bagiku!”


    “ Maafkan saya tuan muda.” Tapi


    anda tetaplah yang paling penting bagi saya.


    Saga melepaskan cengkraman


    tangannya, tapi dia masih berdiri di hadapan Han. Matanya masih menatap kesal


    pada sekertarsinya itu.


    “ Mulai sekarang pikirkan


    perasaannya lebih dulu. Pikirkan Daniah sebelum aku,” Han tidak menjawab.


    Membuat Saga semakin Gusar. “ Jawab!” sambil berteriak kakinya sudah menginjak


    kaki Han. Terlihat Han meringis. “ Jawab aku Han.”


    “ Maafkan saya tuan muda.” Han


    selalu menghormati nona mudanya, sebagai bentuk penghormatannya pada Saga. Karena


    dialah wanita yang di cintai Saga.


    “ Huh! Aku tahu ini tidak akan


    berhasil. Baiklah dengarkan aku. Aku benci melihat Daniah menangis. aku tidak


    suka melihatnya menangis apapun lasannya. Jadi bisakah kau memastikan kalau dia


    tidak akan menangis lagi.” Menepuk kedua bahu Han keras. “ Jawab!”


    “ Baik tuan muda, saya akan


    melakukan yang terbaik untuk anda.”


    “ Kau benar-benar setia pada sumpah


    mu ya.”


    Sudah terdengar helaan nafas ringan


    di antara keduanya. Saga menepuk bahu Han beberapa kali.


    “ Pulanglah! Siapkan semuanya


    besok. Aku mau pergi mengunjungi makan ibu mertuaku.”


    “ Saya akan menyiapkan semuanya


    tuan muda. Saya tidak akan pulang, saya akan ada di bawah, kalau anda perlu


    sesuatu.  Saya akan ada di kamar tamu di


    bawah.”


    Cih.


    Saga membiarkan Han melawan


    kata-katanya, setiap tahun di tanggal yang sama. Kalau dia mengusir Han


    sekalipun, laki-laki itu akan tetap bertahan di rumah ini. Diam di kamar tamu,


    dan keluar hanya untuk menyiapkan makan malam.


    Untuk pertama kalinya Saga ragu


    untuk masuk ke dalam kamarnya. Hampir lima menit dia berdiri di depan pintu.


    Saat dia sudah memegang handle pintu dari dalam jen juga membuka pintu.


    “ kak Saga.”


    “ Mau kemana?” tanyanya.


    “ Kakak ipar bilang sudah tidak


    apa-apa. dia mau sendiri.”


    “ Baiklah, terimakasih ya.” Saga


    mengusap kepala Jen pelan. “ Istirahatlah, atau temani ibu di kamarnya.”


    “ Ia kak. Kak Saga juga istirahat ya.”


    Jen melangkah pergi, menoleh


    sebentar dan pintu sudah tertutup. Kakaknya sudah menghilang.


    Setelah di dalam kamar, Saga


    mengedarkan pandangannya.  Mendapati  Daniah sedang duduk di tempat tidur. Bersandar


    di bantal. Gadis itu terlihat menyeka airmatanya saat melihat Saga datang. Dia


    turun dari tempat tidur.


    “ Kemarilah!” Mendekat ke sofa di


    mana Saga duduk. Berdiri di hadapan suaminya, yang tiba-tiba memeluknya. “


    Maaf.” Memeluk daniah erat. “ Maafkan aku”. Tidak tahu alasannya apa tapi itu


    membuatnya menangis lagi. " Maafkan aku." berulang saga mengatakannya. masih memeluk tubuh daniah yang berdiri di hadapannya.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents