21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 148 Konsultasi ke dokter

Chapter 148 Konsultasi ke dokter

    Jadwal konsultasi ke rumah sakit


    sudah ditetapkan. Sekertaris Han memberi tahukan melalui pesan singkat, sesaat


    setelah Daniah turun dari mobil diarea parkir rukonya, dia bahkan belum masuk


    ke dalam ruko. Leela sudah mengajaknya langsung pergi lagi, begitu dia


    mendapati pesan yang sama di hpnya.


    Kenapa dia tidak memberi tahu


    dirumah tadi si, dia pasti sengaja. Sepertinya keduanya terlihat mengerutu


    dalam hati masing-masing, sambil masuk ke dalam mobil. Leela sudah membawa


    kembali mobilnya, melintas di jalan raya saat sebuah pesan masuk lagi ke hp milik Daniah.


    “ Apa anda mau tuan muda menemani?”


    pesan dari sekertaris Han, langsung membuat Daniah panik. Membayangkan saja dia


    sudah bisa memprediksi akan seheboh apa kunjungannya ke dokter kalau sampai


    tuan Saga juga ikut.


    “ Tidak!”


    Daniah sengaja membumbui dengan


    tanda seru. Baginya konsultasi dan pemeriksaan hari ini sudah cukup


    menegangkan. Tidak mau ada Saga di sampingnya yang tentunya hanya akan membuat


    semuanya menjadi penuh tekanan. Diapun berfikir, kalau ada apa-apa dengan


    tubuhnya, dia tidak tahu bagaimana harus menghadapi kemarahan suaminya saat itu juga. Pil


    kontrasepsi kembali terngiang, membuatnya benar-benar yakin untuk pergi


    sendiri. Paling tidak dia bisa menyiapkan diri dengan segala kemungkinan.


    Aaaaa, periksa kehamilan nanti diapain


    aja ya. Kenapa aku merasa cemas begini.


    Sepanjang perjalanan Daniah


    tengelam dalam kecemasannya sendiri. Saat mobil sudah sampai di area parkir.


    “ Leela kenapa dokter Harun sudah


    ada di depan pintu? Dia tidak datang menyambut kitakan?” bukankah terlalu


    berlebihan sampai di sambut begini. Terlebih lagi di sampingnya juga berdiri


    dua orang wanita. Tidak tahu statusnya siapa.


    “ Tidak nona, dia hanya menyambut


    nona.” Leela keluar dari mobil untuk membukakan pintu, tapi Daniah lebih cepat,


    sebelum gadis itu berjalan memutar dia sudah keluar dari mobil.  Saat melihat Daniah turun dari mobil dokter


    Harun berjalan mendekat. Dia sudah tersenyum sepanjang langkahnya. Laki-laki


    itu memang terlihat selalu bahagia, setiap kali Daniah bertemu. Dalam situasi


    apapun.


    “ Kakak ipar selamat datang, senang


    bertemu denganmu lagi.” Dokter Harun sudah  berjalan mendekat, bahkan ingin  memeluk Daniah.


    Karena antusiasnya. Tapi secepat kilat Leela sudah menghadang langkah kakinya.


    Kedua wanita yang berdiri dibelakangnya terlihat menahan senyumannya.


    “ Silahkan tunjukan kami jalannya


    dokter.” Tersenyum penuh ancaman. “Tidak perlu terlalu banyak basa-basi.”


    Keduanya terlihat sangat akrab. Leela bahkan bicara dengan bahasa yang cukup


    santai. Berbeda sekali ketika bicara dengan sekertaris Han sekalipun yang


    merupakan saudaranya sendiri. Daniah memperhatikan tingkah keduanya.


    “ Cih, aku tidak menyapamu. Aku


    menyapa kakak ipar.” Menatap Leela kesal, langsung memalingkan wajah, dan


    kembali senyum sejuta wattnya dia berikan khusus untuk Daniah.


    “ Jangan panggil nona dengan


    sebutan itu, tuan muda tidak akan suka mendengarnya.” Seperti biasanya, Leela


    bersikap sekaku protokoler.  Dokter Harun


    memutar kepalanya berkeliling area parkir. Lalu mengangkat bahu dan mengejek


    sinis.


    “ Saga tidak ada, jadi berhentilah


    bicara. Minggir sana”


    “ Saya akan mengadukan pada tuan


    muda.”


    “ Hei, bisa tidak kau kendurkan


    sedikit gayamu itu. Serigala galak.” Mendorong lengan Leela agar minggir.


    Sementara Daniah dan kedua wanita di belakang dokter Harun menonton


    pertengkarang mereka dan tidak bisa menahan gelak. Seperti bocah yang


    memperebutkan perhatian kakak mereka. Dan anehnya Daniah merasa kedua wanita


    itu sangat memaklumi. Seperti tahu sedekat apa hubungan mereka berdua.


    “ Kakak ipar.” Kembali pada Dania, tidak mengubris pandangan sebal leela.


    Dia meminta Daniah untuk mengikutinya.


    “ Jangan panggil nona seperti itu.”


    Berkata dengan setengah berteriak.


    “ Sudahlah Leela.” Akhirnya Daniah


    melerai, sesungguhnya dia merasa senang, untuk pertama kalinya dia melihat


    sikap Leela selayaknya manusia normal. Ternyata gadis ini bisa bersikap


    kekanakan seperti ini ya gumamnya.


    Dokter Harun merasa menang karena


    dibela, lihat wajah sombongnya itu saat berdiri di samping Daniah. Leela


    tersenyum kecut mengikuti dari belakang.


    “ Dokter, ini hanya pemeriksaan


    biasakan. Aku merasa agak sedikit cemas.” Daniah mengatakan apa yang dia


    rasakan. Berharap setelah mengatakan bisa mengusir perasaan itu. Tapi tetap


    tidak ternyata.


    “ Jangan cemas kakak ipar. Kita cuma


    akan cek up kesehatan biasa, gak akan diapa-apain. Hei Leela kamu mau cek up


    juga? Aku kasih diskon 99 persen deh.” Meledek Leela lagi.


    Leela mendelik kesal. “ Aku


    benar-benar akan mengadukan mu pada tuan muda.” Ancamnya juga.


    “ Cih, dasar serigala galak.”


    Mereka masuk ke dalam rumah sakit.


    Saat bertemu beberapa orang terlihat mereka menyapa dengan sopan dokter Harun.


    Lalu mereka berjalan menuju bagian kandungan dan anak. Terlihat beberapa ibu


    yang sudah hamil besar sedang duduk di temani pasangan mereka masing-masing. Wajah


    mereka terlihat penuh suka cita. Suami mereka berusaha menenangkan dengan


    mengelus perut istrinya, sambil bicara dengan mendekatkan wajah mereka keperut istrinya. Berkomunikasi dengan calon buah hati.


    Lucunya, membayangkan tuan Saga


    melakukan itu. Daniah terlihat tersenyum tipis membayangkan, namun segera


    tersentak mendengar perkataan dokter Harun lagi, yang ditujukan untuk Leela.


    “ Berhenti!” Tangan Harun menyilang


    menahan Leela, sementara dua wanita yang mengikutinya tadi sudah masuk ke dalam ruangan. “


    serigala galak dilarang masuk.” Mengetuk pintu yang sudah terbuka tiga kali.


    “ Aku harus menemani nona.”


    “ Tidak, aku dokter penanggung


    jawab rumah sakit ini. Melarangmu masuk.” Harun menunjuk id yang menempel


    di bajunya, sekaligus menunjukan statusnya di rumah sakit ini. “Apa kamu! Tunggu


    di ruang tunggu sana!” menunjuk deretan kursi yang juga banyak orang yang sedang


    menunggu.


    Leela terlihat sangat kesal, sudah


    seperti ingin menendang kaki dokter Harun. Kalau tidak sedang di rumah sakit,


    dia pasti sudah baku hantam dari tadi.


    “ Tapi aku dibawah perintah


    langsung pemilik rumah sakit ini. Untuk berada di samping nona dalam situasi


    apapun.” Menunjukan hpnya. Nomor pribadi Saga. “Mau ku telfon tuan muda


    sekarang?”


    Harun langsung masam mendengar


    jawabab leela. Wanita di hadapannya ini memang sekaku kawat jemuran baju. Tapi


    membiarkan dia masuk pasti dia akan berulah di dalam pikirnya. Padahal dia


    sudah senang saat tahu Saga tidak menemani. Ternyata yang menemani Daniah tidak


    kalah merepotkan daripada Saga.


    “ Dokter, biar Leela masuk juga


    ya?” Daniah menarik tangan Leela. “ Nanti sekalian dia bisa di cek up juga.” Melerai


    pertengkaran tidak berkesudahan. Sampai dititik ini Daniah sangat penasaran,


    sebenarnya hubungan kedua orang ini apa si.


    Tunggu, jangan-jangan dokter Harun


    ini suami Leela?


    Daniah yang digelitiki penasaran


    ingin segera bertanya, tapi tidak punya kesempatan.


    “ Baiklah, tapi berhenti menggangu.


    Kau harus duduk diam dan melihat saja. Apapun yang terjadi di dalam jangan


    bergerak dan melakukan apapun. Janji!” berteriak sambil menuding tangannya ke


    wajah leela. “ Angkat tanganmu dan bersumpah!” seperti bocah yang butuh


    jaminan. Leela menurut megangkat tangannya dan mengikuti sumpah yang diucapkan


    dokter Harun.


    Ya Tuhan mereka ini lucu sekali,


    jangan-jangan dokter Harun ini benar-benar suami Leela.


    “ Asalkan tidak ada yang membahayan


    nona di dalam aku akan diam saja.” Setelah selesai membaca sumpahnya.


    “ Memang akan ada bahaya apa? ini


    Cuma cek up kesehatan.” Masih menuding tajam.


    “ Pura-pura tidak tahu, kamu itu


    yang paling bahaya.” Leela menatap Daniah. “ Nona, dokter Harun ini biarpun


    jomblo tapi dia playboy. Jangan percaya kata-kata.”


    Yaaa, ternyata bukan suaminya Leela


    ya. Lantas hubungan kalian apa si. Saking penasarannya dengan mereka berdua,


    Daniah tidak merasa, kalau kecemasannya sudah nyaris menghilang.


    “ Cih, kau bahkan jatuh cinta pada


    playboy kelas kakap.” Mengejek lagi.


    “ Criss sudah berubah.” Menjawab


    tegas, seperti membela suaminya.


    Ohhh jadi suami leela namanya


    Criss. Daniah masih sibuk menduga-duga juga.


    “ Ia, ia. Ayo kakak ipar masuk.


    Jangan perdulikan Leela.”


    Pemeriksaan kesehatan berjalan  lancar. Seorang dokter wanita dan perawat


    membawa Daniah menuju sebuah ruangan untuk pemeriksaan USG. Leela mengikuti.


    Sementara dokter Harun dan seorang dokter laki-laki yang sudah terlihat cukup


    umur menunggu di ruangan yang lain. Perawat menaruh cairan bening di perut


    Daniah, lalu dengan sebuah alat dokter wanita mulai memeriksa. Secara sederhana


    dokter wanita itu menjelaskan bagaimana kondisi Daniah. Gadis itu hanya


    mengangukan kepala, sambil menatap layar di depannya.


    “ Kondisi rahim nona bagus. Dokter Harun


    sudah mengatakan kalau nona pernah minum pil kontrasepsi ya?”


    “ Ia dok, apa itu berpengaruh ya?”


    “ Sejauh ini tidak. jangan cemas, nanti


    nona bisa minum vitamin untuk memulihkan kesuburan. Semua baik-baik saja.” Dokter wanita itu menepuk tangan Daniah lembut. Meyakinkan.


    Daniah merapikan pakaiannya lagi,


    lalu keluar ruangan. Sementara dokter wanita tadi menyusul selang beberapa lama


    sambil membawa kertas laporan hasil USG. seperti biasa penjelasan mendetail di sampaikan. Yang ditangkap Daniah adalah semua baik-baik saja.


    Terlihat Daniah menarik nafas lega, walaupun rasa kuatir yang ntah datangnya dari mana ini belum sepenuhnya pergi. Tapi tidak separah saat dia datang tadi.


    " Kakak ipar jangan cemas, kakak ipar bisa memberiku keponakan sebanyak yang kakak ipar mau." Dokter Harun mengedipkan mata dan tertawa jenaka. Mereka sudah keluar dari ruang pemeriksaan dan kembali ke area parkir. " Pergilah bulan madu dan bersenang-senang." Daniah langsung malu sendiri mendengarnya.


    Apa! dia tahu tentang bulan madu.


    " Bersemangat kakak ipar!"


    " Sudah minggir sana!" Leela mendorong tubuh dokter Harun. "Memang dokter gak punya kerjaan apa?"


    " Serigala galak datang!"


    Sekali lagi sebelum berpisah, Daniah melihat drama pertengkaran bocah. Leela benar-benar terlihat seperti gadis normal pada umumnya.


    Bersambung
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents