21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 101 Leela (Part 1)

Chapter 101 Leela (Part 1)

    Saat ini berciuman sudah menjadi


    santapan Daniah sehari-hari. Tidak bisa menolak, tidak boleh menawar juga. Tapi


    sepertinya dia menikmati. Buktinya debaraan keras dadanya seperti mau


    berloncatan keluar. Walaupun dia terlihat mengepalkan tangan. Apa lagi ciuman


    selamat pagi di dalam kamar, yang tidak akan pernah di lewatkan Saga. Sudah


    seperti sarapan wajib saja. Saat sudah keluar kamar Saga menarik tangan Daniah


    agar berjalan mensejajarinya menuruni tangan.


    “ Sayang, akhir pekan ini aku boleh


    pergi?” memilih bertanya saat situasi sedang kondusif. Setelah ciuman selamat


    pagi Saga selalu terlihat bersemangat soalnya.


    “ Hemm.” Jawaban yang meminta


    penjelasan. Ntah bagaimana caranya Daniah tahu cara menafsirkannya sekarang.


    Sepertinya keahlian sekertaris Han sudah sedikit menular padanya. Tapi kenapa


    sampai hari ini dia masih bebal menafsirkan perasaan tuan Saga, itu masih


    menjadi misteri.


    “ Aku mau mengajak karyawanku


    liburan dan juga Maya.” Akhir pekan menyenangkan tanpa tuan Saga, itu point


    utamanya.


    “ Siapa Maya?”


    Akukan sudah pernah mengatakan


    perihal Maya padanya.


    “ Dia pelayan di rumah belakang.”


    Sampailah di meja makan. Pak Mun sudah menarik kursi Saga, dia duduk di sana.


    Mengambil sandwich di depannya ke depan mulut Daniah. Gadis itu mengigit lalu


    menerima dengan kedua tangannya.


    “ Pergilah. Kembali sebelum jam


    enam sore.”


    Wajah Daniah berbinar senang. Jawaban


    Saga adalah hal terbaik yang terjadi menyambut pagi ini.


    “ Baiklah, terimakasih ya.” Dia


    juga menunjuk sandwich yang di pegangnya. Terimakasih untuk yang ini juga


    maksudnya. “ Makanlah sayang.” Mendekatkan piring milik Saga.


    Sarapan hanya bertiga, Sofi memilih


    menjadi pengamat sambil menelan makanannya, Jen sejak mulai magang tidak pernah


    sarapan bersama lagi. Tidak sempat. Dia bisa terlambat kalau harus menunggu


    Saga keluar dari kamar. Alhasil dia selalu sarapan duluan di meja dapur sebelum


    semua orang turun.


    “ Aku berangkat ya.” Mencium kepala


    Daniah, lalu memasuki mobil.


    Daniah mengeryit bagaimana sikap


    Saga bisa begitu natural ketika melakukan apapun. Bahkan untuk hal yang baru


    dia lakukan. Dia menoleh pada sekertaris Han yang mengangukan kepala, lalu


    masuk ke mobil. Mobil melaju meninggalkan Daniah yang masih memandang dari


    kejauhan.


    “ Han.”


    “ Ia tuan muda.”


    “ Siapa Maya dari rumah belakang?”


    “ Maya pelayan di bagian pakaian


    tuan, dia berteman dengan nona muda sejak pertama kali nona masuk ke rumah ini.


    Apa anda tidak senang dia bersama nona.” Masih mengemudikan mobil dengan


    tenang. Hanya melirik spion sebentar.


    “ Pastikan latar belakaangnya,


    kalau dia beteman dengan Daniah tanpa maksud apa-apa, biarkan dia.”


    Saga ingat beberapa kali nama Maya


    muncul dalam perbincangan Daniah, sepertinya wanita itu menjadi teman yang


    cukup di sukai istrinya. Dia hanya ingin memeriksa, apakah wanita itu


    benar-benar tulus berteman atau karena maksud tertentu.


    “ Baik tuan muda.”


    Bahkan  sekarang aku harus memeriksa latar belakang


    pelayan yang dekat dengan nona.


    “ Apa nona menerima Leela sebagai


    sopirnya.” Han mengalihkan pembicaaraan. Karena sepertinya tadi reaksinya saat


    bertemu tidak terlihat kesal.


    Atau dia tidak menduga, ide sopir


    itu dariku.


    “ huh! Tentu saja setelah aku


    mengancam akan mengurungnya di rumah dia tertawa senang dan berterimakasih aku


    memberinya sopir.”


    Maaf nona, ini adalah upaya saya


    meringaankaan beban pekerjaan saya. Semoga anda tidak akan tahu kalau ide sopir


    itu dari saya.


    Daniah menuruni tangga setelah


    mengambil tas dari kamarnya, bertemu dengan Sofi yang juga sudah bersiap pergi


    kekampus.


    “ Kakak ipar punya sopir baru ya?”


    Sofi mendekat, mengandeng lengan Daniah. Mereka berjalan beriringan.


    “ Kau sudah tahu ya.” Cemberut. “


    Jen dan kamu saja bisa bawa mobil sendiri tanpa sopir, tapi tuan Saga


    mengancamku, kalau aku gak mau bawa sopir aku gak boleh keluar rumah.” Rasanya


    seperti iri, kesal, dan benci. Apalagi melihat Sofi yang masih mahasiswa saja


    bisa sebebas ini.


    Dasar menyebalkan.


    “ Itukan karena kakak ipar kabur


    waktu itu.” Duarr, Daniah memukul tangan Sofi yang melingkar di lengannya.


    “ Hei, siapa yang kabur. Akukan cuma


    mau menenangkan diri, itupun aku cuma di ruko tidak kemana-mana.” Protes dengan


    sebutan kabur yang di sematkan Sofi. Memang dia mau kabur kemana juga. Memang


    dia punya keberanian sebesar itu di dadanya untuk kabur. Kalau dia bisa dia


    sudah dari awal lari dari pernikahan.


    “ Kakak iparkan menghilang tanpa


    jejak. Tidak izin ataupun pemberitahuan juga. Itukan namanya kabur.” Sofi masih


    ngotot, kenapa, karena kelakuan kakak iparnya telah membuat seisi rumah


    dipenuhi ketegangan dan kepanikan.


    Daniah kehabisan kata-kata. Mau membantah,


    tapi dia tau diri kalau dia memang salah. Tidak di bantah harga dirinya rasanya


    tercabik-cabik.


    “ Tapi kak Saga kuatir sekali tahu


    kakak ipar. Dia sampai marah sama kami yang membiarkan kakak ipar pergi. Hiks,


    aku sudah lama tidak melihat dia semarah itu. Kak Jen saja sampai tidak berani


    bicara apa-apa.”


    Apa! kenapa si, tahu tidak semua


    sikapmu itu membuatku semakin binggung saja tuan muda. Apa kau benar-benar


    kuatir padaku. Apa kau benar-benar perduli padaku.


    “ Sofi tapi bagaimana ibu, sampai


    kapan ibu mau pergi.” Mengalihkan topik, malas kalau ujung-ujungnya dia yang di


    salahkan karena perkara kabur.


    “ Sebentar lagi, kakak ipar tidak


    perlu kuatir. Kalau ibu melakukan kesalahan memang seperti ini. Dia harus pergi


    dan menghilang, kalau suasana hati kak Saga sudah baik, dia juga akan menyuruh


    pak Mun menghubungi ibu. Kakak ipar tidak perlu kuatir, ibu juga sedang


    bersenang-senang pasti sekarang.” Dia yang anaknya saja bisa bicara setenang


    itu, lantas kenapa Daniah yang di posisi menantu tidak dianggap merasa kuatir.


    “ Benarkah?” tidak percaya.


    Sofia mengeluarkan hpnya.


    Menunjukan foto-foto ibunya. Banyak sekali fotonya.


    Apa! dia sedang belanja-belanja


    dengan wajah riang gembira begitu. Sia-sia sudah kecemasanku selama ini.


    “ Aku berangkat ya kakak ipar, ahh


    itu Leela ya, sudah kuduga kak Saga akan memberikan dia untuk kakak ipar.” Sofi


    menunjuk seseorang yang sudah berdiri di samping mobil. Dia sedang bicara


    dengan pak Mun.


    “ Kau kenal dia?” Daniah


    menghentikan langkah kaki Sofi, mau meminta penjelasan lebih lanjut. “Siapa


    dia?”


    “ Dia?” terdengar Sofi mendesah


    tidak suka. “Dia sama menyebalkan dan sama kakunya seperti sekertari Han. Pokoknya


    dua itu sudah seperti pasangan sejati.”


    Banyak praduga bermunculan di


    kepala Daniah.


    “ Kakak ipar tau kan slogan


    hidupnya sekertaris Han, melakukan apapun agar segala sesuatu berjalan dengan


    semestinya untuk tuan muda. Kalau wanita ini slogan hidupnya adalah : Mematuhi


    semua yang kak Saga katakan tanpa terkecuali. Pokoknya kakak ipar hati-hati


    bicara kalau di dekatnya ya.” Sofi melambaikan tangan dan kabur ke mobilnya.


    Apa! pasangan serasi sekertaris


    Han, satu saja yang itu sudah memusingkan, kenapa harus di tambah lagi dengan


    yang ini si.


    “ Selamat pagi nona, Silahkan.”


    Katanya sopan, saat Daniah mendekat kearah mobil. Dia sudah membukakan pintu


    belakang mobil.


    Apa-apaan si dia.


    “ Aku duduk di depan saja.” Daniah


    membuka pintu mobil depan, dan langsung masuk. Leela bergegas mengitari mobil


    dan masuk, duduk di belakang kemudi. Tanpa bicara sepatah katapun lagi, dia


    mulai melajukan mobil menuju gerbang utama, meninggalkan pak Mun yang kemudian


    berbalik dan akan mulai pekerjaan hariannya yang tidak ada habisnya.


    Keheningan tercipta di dalam mobil.


    Leela hanya fokus mengemudi. Daniah meliriknya beberapa kali. Tapi engan untuk


    menyapa juga. Sedikit kesal juga sebenarnya, karena Leela bisa jadi akan


    mengawasinya dan melaporkan apaapun yang iaa lakukan pada tuan Saga.


    Benar-benar mengingatkanku pada


    seseorang ya. Dia tidak mungkin adik sekertaris Han kan, kenapa sepertinya


    sifat mereka mirip sekali. Tunggu, dia bukan istrinya sekertaris Hankan. Hal


    gila apalagi yang aku pikirkan ini. Tapi Sofi bilang tadi mereka adalah


    pasangan serasi.


    Leela terlihat sangat manis. Postur


    tingginya lebih tinggi dari Daniah. Tapi jaraknya tidak terlalu berarti. Dari


    awal dia sudah terlihat menjaga jarak dari Daniah. Memposisikan dirinya pada


    tempatnya. Bahwa dia bukanlah teman, dia adalaah sopir yang akan melayani


    Daniah sebagai nona mudanya. Istri dari tuan Saga. Orang yang harus dia hormati


    dan dia jaga.


    Tidak terasa keheningan itu


    tercipta sampai mobil memasuki halaman ruko. Daniah terkejut saat terbangun


    dari lamunan dan mendapati dirinya di mana.


    Eh, dia tahu, padahal aku belum


    mengatakan apa-apa. dia ini sekertaris Han versi cewek ya? Tau semua hal yang


    harus di lakukan bahkan sebelum aku mengatakan apapun.


    Leela keluar dari mobil duluan


    dengan sigap berlari membukakan pintu mobil untuk Daniah.


    “ Silakan nona.”


    Anak ini, baiklah kita bicara


    nanti. Aku masih belum punya tenaga untuk bicara denganmu. Sekarang lakukan


    saja hal sesukamu. Aku hanyaa minta jangan terlalu norak seperti sekertaris


    Han.


    Serangan dari dalam ruko saat


    Daniah muncul dengan orang asing di belakangnya. Wanita berpakaian rapi yang


    muncul dibelakang Daniah. Yang mengikuti seperti ekor tidak terpisahkan tu.


    “ Mbak Niah siapa dia?”


    “ Mbak Niah nambah karyawan ya?”


    “ Siapa dia mbak?”


    Dia mata-maata yang dikirim tuan Saga.


    “ Saya Leela, saya akan membantu


    nona bekerja di ruko ini atas perintah tuan Saga.” Daniah menutup mulut Leela.


    Menghentikan apapun yang ingin ia katakan.


    “ Dia Leela, akan membantu kita.


    Kedepannya tolong akur dengannya ya.” Semua karyawan menjawab kompak. “Jangan


    bicara yang aneh-aneh di sini.” berbisik di telinga Leela, lalu dia melepaskan


    tanganya saat gadis itu mengangukan kepala paham.


    Jiwa-jiwa polos karyawanku tidak tahu kehidupanku yang sebenarnya.


    " Jangan bicara yang aneh-aneh!" Leela mengganguk dan tersenyum. Tapi melihat senyuman gadis di depannya malah membuat Daniah semakin kuatir.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents