21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 102 Leela (Part 2)

Chapter 102 Leela (Part 2)

    Sepertinya dugaan kalau Leela


    adalah sekertaris Han versi cewek salah, karakternya 180 derajat sangat berbeda


    dari laki-laki yang hanya menunjukan ekspresi melalui senyum itu.


    Leela bekerja dengan sangat sigap.


    Diapun mudah berbaur dan bergaul dengan karyawan lainnya. Namun setiap


    pembicaraan mengenai pertanyaan tentang tuan Saga hanya dibalas senyuman


    olehnya tidak lupa dia meminta maaf karena tidak bisa menjawab apa-apa. sebenarnya


    karyawan pada kecewa tapi segera terobati karena sifat Leela yang ceria.


    “ Tika, aku mau ketemu dengan


    calon suplayer baru yang menawari pakaian anak. Mau lihat sample dulu.” Leela langsung


    bangun meninggalkan pekerjaannya tanpa diminta. Padahal Daniah berharap agar


    anak itu berdiam diri di ruko saja. “ Lee bagaimana kalau kamu menunggu di sini


    saja, aku tidak akan lama kok. Bantu yang lainnya di sini saja. ” Berharap


    Leela akan menurut.


    “ Maaf nona, saya harus berada di


    samping nona selama nona meninggalkan rumah. Ini perintah dari.”


    “ Hentikan! Ayo ikut.” Tidak


    membiarkan dia menyelesaikan kalimatnya. Daniah menarik tangan Leela, tidak


    lupa dia tersenyum dan melambaikan tangan pada karyawannya. Walaupun lagi-lagi


    mereka memberi pandangan penasaran dan tanda tanya.  Sesampainya di dalam mobil. “ Leela, bisa


    tolong hentikan kata-katamu tentang ini perintah tuan muda. Ini perintah tuan


    Saga.”


    Itu mantra yang selalu di katakan


    sekertaris Han kalau aku banyak bicara sebelum melakukan yang dikatakan tuan


    Saga.


    Daniah menarik nafas kesal,


    sekarang benar-benar yakin kenapa Leela menjadi sopirnya. Untuk apa dia


    sebenarnya berada di sisinya.


    Hei tuan muda, memang siapa yang


    mau kabur dari mu si, kau masih memegang kartu asku. Keluargaku, tidak perlu


    sampai melakukan hal sejauh ini juga kali.


    Di kafe, bertemu dengan calon


    suplayer pakaian anak. Terjadi lagi pristiwa memalukan karena Leela.


    “ Maaf tuan anda tidak diizinkan


    menyentuh tangan nona muda.”


    Laki-laki di hadapan Daniah melongo


    bingung, lebih-lebih Daniah. Apalagi saat Leela melepaskan tangan mereka yang


    sedang bersalaman. Dengan ekspresi wajah datar.


    “ Leela ada apa denganmu. Dia bukan


    mau menyentuhku, kami hanya bersalaman. Tahu, bersalaman.” Daniah memberi contoh dengan kedua tangannya. " Inikan tanda sopan santun di negara kita."


    “ Tapi nona ini.”


    Daniah menempelkan jarinya di bibir isyarat untuk diam,


    tahu Leela akan bicara apa. “ Duduk diam disitu ya. Jangan bicara apa-apa.”


    Daniah malu sendiri. Leela  menganguk dan


    benar, dia hanya duduk, diam dan memperhatikan.


    “ Siapa dia mbak, lucu juga?”


    “ Bukan siapa-siapa mas, jangan


    perdulikan perkataaanya barusan.”


    Laki-laki itu mengambil tas cukup


    besar yang tadi dia letakan di bawah. Lalu dia mengeluarkan isinya dan


    menyusunnya di atas meja.


    “ Ini contoh produk yang kami


    produksi mbak. Kami memang baru, tapi kami bisa memastikan bahwa produk yang


    kami hasilkan itu berkualitas, Silahkan mbak Daniah lihat.”


    " Kenapa anda memanggil nona kami dengan sebutan nama?" lagi-lagi bicara yang mengagetkan semuanya. Daniah mengeram. mencubit tangan Leela. " Maaf nona, tapi dia menyebut nama anda."


    " Bisa diamkan? mau kusuruh pergi sekarang."


    " Maaf nona, tapi saya harus menjaga anda."


    " Kalau begitu diam ya. jangan bicara apapun, jangan menyela. cukup lihat aku saja. Oke, mengerti." Leela mengangukan kepala. Daniah menarik nafas frustasi. "Maaf ya mas, tadi sampai mana?"


    " Ia mbak." menoleh pada Leela.


    Dia ini siapa, aku menyebut nama Daniah saja sudah memandangku dengan sorot mata membunuh begitu.


    Dia beralih dengan barang yang berjajar diatas meja. tidak memperdulikan pandangan wanita yang sedang menatapnya tajam itu.


    Daniah juga memeriksa setiap detail


    produk di bawah pengawasan mata tajam Leela, sampai terdengar dia menghembuskan


    nafas kesal sambil menoleh pada gadis itu. Leela seperti tidak merasa bersalah


    sedikitpun bahwa keberadaanya sudah membuat suasana tidak nyaman. Dia hanya


    tersenyum ketika Daniah menataapnya semakin jengah.


    Selesai juga kesepakatan, mengakhiri


    perbincangan. Kali ini tidak ada jabat tangan, Daniah hanya menggangukan


    kepala. Dia akan menghubungi dan memberikan keputusan jadi atau tidaknya kerja


    sama beberapa hari nanti. Dia perlu merundingkan dengan karyawannya, lebih


    penting untuk membandingkan produk sample dengan apa yang sudah di jualnya.


    Daniah sudah duduk di kursi taman,


    dekat area parkir di cafe tadi bertemu dengan calon suplayer barunya tadi.


    “ Duduklah! Letakan tas itu,


    beratkan.” Daniah menepuk bangku kosong di sebelahnya.


    “ Tidak apa-apa nona.”


    “ Duduklah, atau kuadukan pada tuan


    Saga kalau kau membantah kata-kataku.”


    Idih, sudah pintar dan lihai sekali


    aku mengancam.


    Terbukti Leela berjalan menuju


    kursi, dia duduk dan meletakan tas produk contoh itu di pangkuannya. Menjaganya


    dengan tangan agar tas itu tidak terjatuh.


    “ Taruh saja tasnya di bawah.” menunjuk bawah kursi, toh itu trotoar, plastiknya juga tebal dan tidak akan kotor.


    “ Tidak apa-apa nona, inikan barang


    milik anda, saya harus menjaganya dengan baik.”


    Ya ampun anak ini apa-apaan si.


    “ Leela, kamu ini bukan adik atau


    saudara sekertaris Hankan?” Sebenarnya bertanya tanpa maksud apa-apa, hanya


    merasa jengkel saja.


    “ Bagaimana anda bisa tahu nona?”


    terkejut, sebenarnya yang jauh lebih terkejut tentu saja Daniah.


    “ Jadi benar kalian saudara,


    saudara kandung?”


    Wahh, wahh, isi kepala Daniah


    berlarian. Mencerna informasi penting yang baru dia dapatkan.


    “ Bukan nona, saya adik sepupu


    sekertaris Han. Saya anak dari adik kandung ibunya sekertaris Han.”


    Aku tidak pernah membayangkan kalau


    sekertaris Han ternyata benar-benar manusia. Dia juga punya ibu. Ahh, seperti


    apa ya ibunya. Pasti cantik.


    “ Berarti kamu tahu banyak tentang


    sekertaris Han donk.” Antusias, lupa deh tujuannya mendudukan Leela, mendengar


    rahasia sekertaris Han dia jauh lebih sangat penasaran.


    “ Maaf nona saya tidak bisa


    menjawab apa-apa jika nona menanyakan perihal sekertaris Han.”


    Menyebalkan, dia bahkan sudah


    membentuk dinding yang tinggi mencegahku masuk.


    “ Apa dia punya pacar?” Leela diam.


    “ Dimana dia tinggal.” Leela diam.


    Daniah sudah udara di


    depannya. Ternyata sekertaris Han jauh lebih misterius dari apapun, bahkan


    tidak ada celah sedikitpun untuk mencari tahu tentangnya.


    “ Baiklah lupakan dia, tidak


    penting juga.” Aaaaaaa, aku benar-benar penasaran tentang sekertaris Han. “


    sekarang aku mau tanya tentangmu.”


    “ Baik nona.”


    Apa! dia langsung bereaksi.


    “ Apa yang tuan saga perintahkan


    padamu. Mengawasiku?”


    “ Tuan muda hanya meminta saya


    memastikan anda beraktifitas seperti biasa dan pulang ke rumah pada waktunya.”


    Lugas sekali dia menjawab, seperti


    tidak dibuat-buat. Baiklah masih terlalu dini menyimpulkan. “Apa dia memintamu


    melaporkan semua hal yang aku lakukan?”


    “ Tidak nona.”


    “ Jangan bohong! Kau tidak akan


    melaporkan aku bertemu dengan laki-laki di cafe ini tadikan?” memastikan lagi.


    “ Saya akan menyampaikan kalau tuan


    muda menanyakannya.”


    “ Itu sama saja kau memata-mataiku


    tahu!” kesal sendiri. Tangan Daniah mencengkram bahu Leela “Jangan, jangan


    katakan apapun tentang aku bertemu dengan laki-laki lain.”


    “ Tapi, bukankah nona akan menjawab


    juga kalau tuan muda bertanya? Kalau jawaban saya tidak sama dengan jawaban


    nona. Nona pasti tahukan apa yang akan terjadi pada saya.”


    Eh, apa artinya aku


    menjerumuskannya ke lubang neraka.


    “ Baiklah, sekarang bisa perjelas deskripsi pekerjaanmu? Kenapa


    tuan Saga menyuruhnya jadi sopirku.”


    “ Karena anda pernah kabur.”


    Apa kabur lagi, kabur lagi yang jadi alasannya.


    “ Jadi perintah umum yang harus saya lakukan hanyalah agar


    apa yang anda lakukan tidak membuat tuan muda kesal.”


    “ Maksudnya?” binggung.


    “ Saya hanya harus memastikan bahwa apapun yang anda lakukan


    tidak akan membuat tuan muda marah. Contohnya saat anda bersalaman tadi, tuan


    muda pasti tidak suka kalau anda di sentuh laki-laki lain jadi saya melarang


    tuan tadi menyentuh anda.”


    Apa! dia lebih gila dari sekertaris Han. Dia menyimpulkan semua seenaknya. Siapa sebenarnya


    yang merekomendasikan orang gila ini untuk jadi sopirku!


    Daniah membisu sepanjang perjalanan, memikirkan siapa yang sudah merekomendasikan leela, dan juga memikirkan bagaimana caranya agar sopirnya ini bisa di pecat.


    Maaf leela, tapi aku belum siap menghadapi kegilaan sekertaris Han versi cewek di sepanjang hariku!


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents