21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 103 Liburan

Chapter 103 Liburan

    Taman bermain atau  spa?


    Hasil final memutuskan. Mereka akan


    memilih pergi ke spa, ya, ya, kalau kau wanita normal rasanya akan memilih


    tempat ini sebagai hadiah menyenangkan. Dipijat dan berendam air hangat dengan


    taburan kelopak bunga. Pasti rasanya akan sangat menyenangkan sekali. Ditambah


    melakukannya bersama dengan teman wanita.


    Daniah sudah melakukan reservasi


    untuk 9 orang, ditambah dengan Leela sebagai penghuni baru. Penghuni baru yang


    tidak diinginkan.


    Maafkan aku leela keberadaanmu,


    hanya dengan keberadaanmu saja sudah jadi ancaman kebebasan hidupku.


    Akhirnya dengan dua mobil, satu


    milik Daniah dan satunya adalah taxi online, sampailah mereka di tempat tujuan.


    Ramai di depan spa. Dua orang muncul dari dalam spa. Menyapa dengan penuh


    keramahan. Senyum khas yang selalu muncul sebagi service utama penyedia jasa.


    “ Selamat datang, silahkan ikuti


    kami.”


    Mereka masuk bergantian, memandang


    sekeliling. Beberapa di antara mereka untuk pertama kalinya masuk ke tempat


    seperti ini. Menatap takjub. Memejamkan mata, dan belum dipijatpun sudah


    merasakan sensasi nyaman dari harumnya ruangan yang mereka masuki.


    “ Kalian masuk ganti bajulah dulu.”


    Mereka mengikuti dua pegawai spa. Satu yang tertinggal, siapa lagi, kalau bukan


    si dia. “Pergilah, ganti baju sana.”


    “ Saya akan bersama anda nona.”


    “ Baiklah, terserah.” Lakukan semua


    sesukamu gumam Daniah. Daniah duduk di loby.


    Aku membawa 8 orang untuk melakukan


    perawatan  di tempat seperti ini. Berapa tagihan yang harus aku bayar ya.


    Tunggu, aku tidak harus memakai uang ku kan.


    Daniah ingat terakhir kali dia


    menghabiskan uang untuk Raksa. Tapi sepertinya kali ini tidak apa-apa, karena


    dia memakainyakan bukan untuk laki-laki. Tapi untuk jaga-jaga akhirnya dia


    mengirimkan pesan pada sekertaris Han.


    “ Sekertaris Han aku mengajak


    karyawanku berlibur hari ini, apa aku boleh memakai kartu dari tuan Saga untuk


    membayar tagihan?”


    Aku tidak akan mengatakan tempat


    tujuan liburan kami.


    Langsung dibaca sepeti biasanya,


    tapi kali ini balasan tidak secepat biasanya.


    “ Tuan muda mengatakan selamat


    bersenang-senang nona, lakukan apa yang ingin anda lakukan.”


    “ Baiklah, terimakasih.”


    Hehe, uangku amankan.


    Daniah masuk ke dalam ruang ganti


    pakaian, disusul Leela di sampingnya, suasana sudah ribut. Sembilan orang dalam


    satu ruangan sudah pasti ada keributan di mana-ama. Karena tidak mungkin


    melakukan perawatan dalam satu ruangan akhirnya dibagilah menjadi dua ruang.


    “ Mbak Niah ini pertama kalinya aku


    di pijat di tempat seperti ini. Aku mau update di sosial media ya.”


    “ Haha norak. Fotoin aku juga ya.”


    Gak sadar kalau dia sama noraknya.


    “ Aku juga, yuk foto ramaian. Nanti


    aku tag semuanya.” Dorong-dorong mencari posisi yang paling sempurna.


    Ditengah sedang asiknya berfoto dan


    berebut posisi, Leela dengan wajah polosnya berkata.


    “ Maaf, jangan ada yang posting


    foto nona muda ya. Tuan Saga tidak akan.” Daniah menutup mulut Leela, sementara


    yang lain sudah berhenti bicara dan berhenti ganti gaya. Memandang orang yang


    baru bicara.


    “ Suamiku agak ribet kalau fotoku


    nongol di sosial media, jadi kalian posting yang nggak ada akunya ya.” Daniah menjelaskan.


    “ Ahhhh, pasti suami mbak Niah gak


    mau foto mbak Niah di lihatin orang lain ya.”


    “ Sweat banget si tuan Saga.


    Cemburuan mengemaskan gitu. Aku jadi pengen lihat dia cemburu, apa aku posting


    aja ya.”


    Haha, kalian mau mati ya


    melihatnya marah kok ingin.


    Daniah menarik tangan Leela yang


    sudah akan bereaksi mendengar kalimat barusan. Daniah mencegahnya. Masih membekap


    mulut Leela. “ Mereka itu cuma bercanda. Jangan sensitif begitu kenapa?”


    “ Jangan posting yang ada foto ku


    ya. Ingat itu.” Daniah bicara lagi, mau menunjukan fakta bagaimana kalau anak


    perempuan tu saling bercanda.


    “ Ia mbak niah.” Menjawab kompak.


    “ Lihat kan mereka cuma bercanda.”


    Melepaskan leela. “ Selama ini kamu hidup bagaimana si. Gak pernah dengar orang


    bercanda ya.”


    “ Maaf nona, saya hanya ingin


    memastikan kalau tuan muda.”


    “ Ia, ia aku tahu. Leela hanya


    melakukan segala sesuatunya untuk tuan Saga.” Angkat bahu, malas menjelaskan.


    Bagi Leela tuan Saga adalah sama


    halnya dengan kehidupannya, tidak tahu sebaik apa tuan Saga padanya hingga dia


    bisa begitu terikat pada tuan Saga sampai seperti itu.


    Daniah bersama Tika, Maya dan leela


    tentunya. Sisanya dalam ruang di sebelah mereka. Sepertinya kelompok di sebelah


    sana jauh lebih berisik.


    “ Mbak niah ini gak papa? Kami


    memilih liburan ke spa?” Tika mulai lagi deh. Daniah meliriknya, berbisik di


    telinganya untuk hati-hati bicara kalau ada Leela. “ Dan ini pakai uang tuan


    Saga. Hehe.”


    Bukan merasa senang Tika malah


    tambah depresi, apa mereka di izinkan untuk memakai uang tuan Saga seenaknya


    begini.


    Daniah berusaha melupakan semua


    masalahnya dan menikmati setiap pijatan lembut di bahunya. Merasakan setiap


    sentuhan itu dan membebaskan dirinya dari kepenatan. Sekelebat bayangan Saga


    melintas di pikirannya. Dia bisa mendengar Tika mengajak bicara Maya dengan


    nyaman. Ya Tika memang anak yang sangat supel, dia mudah sekali berbaur dan


    mengkrabkan diri dengan siapapun. Maya yang awalnya cangung dapat segera


    membuka diri. Merekapun terlibat pembicaraan yang seru.


    Perasaan tuan Saga padaku.


    Perasaanku pada tuan Saga. Perasaan tuan Saga padaku. Perasaanku pada tuan


    Saga.


    Pertanyaan itu berulang-ulang di


    kepala Daniah, sampai dia tidak mendengar pembicaraan apapun di ruangan yang


    sama dengannya. Dia jatuh ke dalam pimpi yang dalam.


    “ Mbak niah.” Tika mengoyangkan


    Bahu Daniah lembut. Membuat Daniah mengeliat dan membuka mataanya. “ Mbak tidur


    ya? Pantas diajak ngomong diam aja dari tadi.”


    Eh, sudah selesai ya.


    Daniah duduk, mengoyangkan


    kepalanya.


    “ Sudah selesai ya.”


    “ Ia mbak, yuk sekaraang kita


    berendam.”


    “ Dimana yang lain?”


    “ Sudah duluan mbak. Mbak Niah


    kecapaian ya? Atau banyak yang sedang dipikirkan.”


    “ Gak papa ko.” Leela masih duduk


    di ruangan yang sama. Belum pergi bersama yang lain. Tika menoleh padanya.


    “ Dia mau menunggu mbak Niah


    katanya,” Menjawab sorot mata Daniah, kenapa Leela masih ada di sana.


    Ya, ya, aku tahu. Berat sekali


    pekerjaanmu.


    Mereka masuk ke tempat pemandian.


    Kali ini bak mandinya cukup kecil hanya bisa dipakai dua orang saja. Jadi


    setiap orang berpasangan. Daniah yang sendirian. Seseorang datang memeriksa air


    dan memberikan aroma terapi. Lalu berbasa-basi dengan sopan menanyaakan bagaimana


    kenyamanan Daniah, apakah dia suka suhu airnya. Gadis itu menjawab dengan


    senyuman. Sudah mewakilkan semuanya.


    Kenapa aku sampai ketiduran si, aku


    jadi tidak bisa menikmati sensasi nyaman di pijatkan. Aku ingin di ulang pijatnya.


    Tapi gak mungkinkan. Pesan penting ketika kalian dipijat, jangan tidur biar


    kaliaan bisa merasakan sensasi kenyamanan ketika pijatan itu berlangsung.


    Daniah melihat tangannya sendiri,


    lalu memijat kakinya. Merasakan sentuhannya, sepertinya sedikit berbeda dengan


    setuhan pemijatnya tadi.


    Sepertinya aku belum benar-benar


    ahli ya. Tapi rasanya tuan Saga menyukai sentuhanku. Cih, dia bukan menyukai


    pijatanku pastinya, dia hanya menyukai sentuhanku.


    Eh, apa yang kau pikirkan Daniah.


    Perasaan tuan saga, aku penasaran


    sekali perasaannya yang sebenarnya padaku. Apa dia benar menyukaiku. Apa aku


    benar, boleh membuka hatiku untuknya. Tidak! Jangan lakukan apapun. Jangan buka


    hatimu sebelum kau melihat bukti nyata dia juga suka padamu. Kalau tuan Saga


    membuangmu kau tidak akan benar-benar terluka.


    Semua selesai, Daniah muncul


    belakangan dari pintu setelah selesai urusan pembayaran.


    “ Aku mau sering ke tempat ini.


    Haha.” Menatap sekali lagi pintu spa. Tidak lupa foto sebagai kenang-kenangan.


    Mau dia pemerkan pada temannya di kampung halaman nanti.


    “ Makasih ya mbak Niah, ini pertama


    kalinya lho aku masuk spa. Luluran, dipijat. Ahhh, enak sekali. Haha.”


    “ Sering-sering ya mbak Niah.” Yang


    ini tipe ngelunjak. Haha, tapi dia cuma bercanda kok. “ Makasih ya mbak Niah.


    Dari semua tempat yang pernah aku kerja, mbak Niah itu bos paling baik dan luar


    biasa.” Memeluk Daniah.


    Leela yang panik sendiri, bagaimana


    nonanya seenaknya di sentuh dan di peluk begitu. Kalau tuan Saga melihat pasti


    dia akan kesalkan begitu pikirnya. Namun Leela tidak melakukan apapun. Dia hanya


    menatap tajam.


    Semua tertawa bahagia. Daniahpun


    demikian, lebih bahagia lagi karena bukan dia yang keluar uang.


    “ Kita makan dulu yuk. Mau makan dimana?”


    saling pandang, sama-sama sok berfikir. “ Maya mau makan apa?” Daniah beralih


    pada Maya yang sedari tadi diam saja.


    “ Apa saja nona.” Menjawab singkat.


    “ Kita ke food court mall aja yuk,


    biar semua bisa pilih menu sesuai selera kalian.”


    Pilihan yang bijak. Semuanya


    setuju. Memesan satu taxi online lagi untuk mengantar mereka ke mall. Menikmati


    makan malam hangat bersama sesama teman wanita. Daniah menendang kaki Leela


    beberapa kali mengingatkan gadis itu.


    “ Bercanda Leela, bercanda, mereka


    sedang bercanda.”


    Tahukan bagaimana kalau obrolan


    sesama perempuan, apalagi kalau sedang membahas pria tampan.


    Kali ini Daniah duduk di kursi


    belakang, karena ada Maya di sana. Maya jauh lebih pendiam dari yang Daniah


    duga. Biasanya dia tidak hanya bicara kalau ditanya, tapi kali ini dia


    benar-benar aneh. Apa karena ada Leela jadi dia harus menjaga sikapnya. Daniah


    melirik dua orang, satu di depannya dan satu di sampingnya. Hemm, hanya


    bergumam tidak menemukan alasan apa-apa.


    “ Lee sebelum jadi sopirku kamu


    kerja di mana?”


    “ Saya di negara XX nona. Mengurus usaha


    tuan muda yang baru di buka di sana.” menjawab lugas tanpa ada yang berusaha dia sembunyikan.


    Apa barusan dia bilang, mengurus


    usaha, artinya dia orang penting di Antarna Group kan. Lantas kenapa dia


    kembali, dan Cuma jadi sopirku. Masuk akal gak begini?


    “ Lantas kenapa kamu kembali dan cuma


    jadi sopir. Apa kamu melakukan kesalahan dan tuan Saga sedang menghukummu.”


    Eh dia tertawa lagi, memang aku


    sedang melucu. Aku sedang merasa bingung tahu.


    “ Karena tugas saya di sini jauh


    lebih penting.”


    “ Apa?”


    “ Menjaga sesuatu yang jauh lebih


    berharga, wanita yang dicintai oleh tuan muda.”


    Daniah tertawa mendengar jawaban


    Leela, dia sampai memegang tangan Maya dan meremasnya.


    “ Maaf, tapi jawabanmu lucu sekali.”


    Masih tertawa.


    Sejak kapan aku jadi wanita berharga


    yang dicintai tuan Saga, sepertinya banyak sekali orang salah pahaam di sini.


    Daniah berfikir sebentar,


    kira-kira mau menanyakan apalagi pada leela.


    “ Apa kau tahu kisah percintaan


    tuan Saga dan Helen.”


    “ Semua orang juga tahu nona, kalau


    Helen adalah mantan kekasih tuan muda.” Wahh, dia menjawab ringan. Sepertinya dia


    tidak sedendam itu pada Helen berbeda dengan sekertaris Han yang langsung mengeram


    kesal.


    “ Apa dulu kau juga dekat dengan


    Helen?”


    “ Tidak.”


    Hei jelaskan donk, jangan hanya


    menjawab tidak.


    “ Tuan muda tidak memperlakukan


    Helen seperti memperlakukan anda.”


    “ Benarkah? Seperti apa contohnya. Aku


    juga penasaran dengan cerita cinta tuan Saga dan helen.”


    “ Maaf nona, saya tidak bisa


    menjawab itu, karena saya dengar tuan muda tidak suka ada yang membicarakan


    Helen dengan anda.”


    “ Hei, inikan Cuma antara kita aja.”


    Daniah melirik Maya. “ Maya juga gak akan cerita-cerita kok.”


    “ Maafkan saya nona, nyawa saya Cuma


    satu.”


    Apa! kenapa dia sampai bawa-bawa


    nyawa segala si.


    Daniah menyerah, dia bersandar di


    kursi. Memandang jendela kaca. Sebentar lagi senja mulai akan turun, dan sudut


    bagian barat akan berwarna keemasan.


    Hari yang menyenangkan bersama


    teman, aku akan kembali kerumah besar dan menjadi diriku yang lain lagi.


    Daniah, nona muda yang harus selalu menjaga sikap.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents