21Novel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
21Novel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 104 Istirahat sore

Chapter 104 Istirahat sore

    Setelah sampai di rumah Daniah


    berpisah dengan Maya, dia mengucapkan banyak terimakasih lalu meninggalkan


    Daniah menuju rumah belakang. Leela sendiri ikut masuk ke dalam rumah. Tidak tahu


    apa yang dibicarakannya dengan pak Mun. Daniah memilih masuk ke dalam kamar.


    Dia bahkan memilih makan malam di kamar, karena semua orang belum kembali dari urusannya. Dari pada makan di meja makan besar sendirian dia memilih makan sambil nonton tv. sebenarnya dia tidak terlalu lapar, tapi karena pak Mun akhirnya dia makan juga.


    Berganti pakaian setelahnya lalu


    menjatuhkan diri di sofa.


    Kenapa semua orang berfikir kalau


    tuan muda itu mencintaiku si. Dia bahkan tidak pernah mengatakan kalau dia


    mencintaiku. Aku malah yang sudah ratusan kali mengatakannya.


    Daniah menyalakan tv, tapi dia mengambil hpnya.


    Melihat foto-foto mereka tadi saat di spa dan makan dan juga jalan-jalan


    sebentar di sekitaraan mall. Daniah terpingkal melihat ulang karyawannya yang


    ada di dalam foto.


    Aaahh, mereka ini manis-manisnya. Semoga


    kalian selalu hidup bahagia nantinya ya.


    Sedang mengeliat di sofa, dengan


    gaya seenaknya. Suara pintu terbuka mengejutkan Daniah. Dia sedang mengangkat


    kakinya ke atas, sementara kepalanya berada di bibir sofa. Membuat rambut


    bergelombangnya terburai, bahkan hampir menyentuh lantai. Dia mendongak melihat kedatangan Saga.


    “ Sayang.” Meringis malu, sudah mau


    berubah posisi.


    “ Jangan bergerak. Diam di


    posisimu.”


    “ Apa!” walaupun malu campur kesal


    dia tidak berani bergerak. Lebih sialan lagi saat sekertaris Han masuk dan


    tergelak tanpa suara.


    “ Han, berikan hpku.”


    “ Baik tuan muda.”


    Hei, hei, kalian mau apa!


    Cekrik, cekrik, cekrik. Ntah berapa


    puluh kali dia memfoto dengan berbagai posisi. Daniah mengeram kesal.


    “ Sudah, kau bisa duduk sekarang.”


    Apa dia sudah gila!


    “ Lihat rambutmu.” Membantu Daniah


    merapikan rambut yang terburai. “Sedang bosan ya sampai jungkir balik begitu.” Mengulung


    rambut, mengulung rambut malah membuat semakin berantakan.


    “ Sayang apa yang kamu laakukan si,


    biar aku saja.”


    Tidak akan selesai sampai kapan


    kalau dia sudah main-main dengan rambutku. Kau tergila-gila dengan rambutku ya.


    Han tersenyum tipis lalu melangkah


    membawa setelan baju yang terbungkus plastik. Menuju ruang ganti baju. Daniah


    bisa melihat punggungnya yang bergoyang.


    Apa dia masih menertawakanku!


    “ Maaf aku tidak turun menyambutmu.


    Biasanya paak Mun datang dan memberitahuku kalau kau kembali.” Beralih pada


    Saga yang masih duduk di sampingnya. Mengulung-gulung rambut tidak ada


    habisnya.


    “ Berikan aku ciuman selamat datang


    sebagai ganti kau tidak menyambutku.” Melepaskan tangannya dari rambut, berganti


    menjentikan telunjuknya di dagu Daniah.


    Apa sekarang! Ada pak Mun di dekat


    pintu dan sekertaris Han yang muncul dari ruang ganti.


    “ Tidak mau!” kesal.


    “ Siapa yang tidak mau, tentu saja


    aku mau. Selamat datang sayang.” Ciuman hangat menyambut Saga. Sekertaris Han


    melewati mereka tanpa bergeming, berjalan menuju pintu. Lalu berdiri disana.


    Sudahkan, puaskan! Senang sekali


    menjahili orang.


    Saga melepaskan tangannya setelah


    mendapatkan apa yang diinginkannya.


    “ Apa mau kusiapkan air untuk


    mandi.” Daniah menyentuh dasi Saga dan mau membantu melepaskannya. Saga malah


    meraih jemari Daniah lalu menciumnya dua kali.


    “ Tidak usah, pak Mun yaang akan


    membantuku. Turunlah, Jen dan Sofi ada di bawah. Sudah lama kalian tidak


    berbincang karena Jen sibukkan?” mengulung rambut lagi.


    Orang ini benar-benar sudah


    tergila-gila pada rambutku ya. Makanya jangan pernah menghina sesuatu, kena


    hukumannyakan kamu sekarang.


    “ Ahh mereka sudah pulang juga.


    Baiklah.” Melepaskan tangan Saga dari rambut. Kecupan lembut Daniah di pipi


    Saga sepertinya bisa jadi hadiah yang membuatnya senang. Saga terlihat terkejut,


    meraba bibinya. Wajahnya terlihat sangat senang. Dia mencium pipi Daniah juga


    beberapa kali. “ Ia, ia sudah. Hentikan.” Mendorong tubuh Saga agar bangun.


    Daniah menunggu Saga masuk ke dalam


    ruang ganti baju yang di ikuti pak Mun. Akhir-akhir ini sifatnya memang agak


    melunak. Sekarang jarang menyuruh Daniah menyambut atau melepaskan sepatunya.


    Diapun sudah bisa mandi tanpa di siapkan air. Pokoknya standar pembantu yang


    dulu melekat dalam tubuh Daniah berangsur berkurang, walaupun belum sepenuhnya


    hilang.


    “ Sekertaris Han!” memanggil Han


    yang sudah duluan menuruni tangga, laki-laki itu berhenti. “ Besok peresmian


    danau hijaunya?” mereka berhenti di tengah tangga.


    “ Ia nona.” Mengalihkan pandangan


    setelah beberapa detik.


    “ Apa Helen juga akan datang?”


    “ Kenapa? Apa anda juga mau datang.


    Saya akan siapkan semuanya kalau anda mau menemani tuan Saga.”


    Daniah mengibaskan tangannya panik.


    Siapa juga yang mau datang, akukan


    hanya tanya.


    “ Tidak! Aku hanya tanya apa Helen


    juga akan datang?”


    “ Apa nona cemburu?”


    Memukul bahu Han kesal. “ Berhenti


    menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan.”


    “ Maafkan saya nona, kalau anda


    cemburu itu akan mempermudah semuanya.”


    Apa! maksud dia ini apa si?


    “ Kalau begitu saya permisi nona.” Sudah


    mau berbalik. “ Masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan.” Seperti


    bilang, berhenti mengganguku.


    “ Tunggu!”


    Lihat, lihat matanya sudah mulai


    kesal. Mau apa lagi kamu? Begitukan yang ada dipikiran mu. Biarin, memang kamu


    aja yang bisa buat orang kesal dengan jawaban-jawabanmu.


    “ Ternyata Leela itu adik sepupumu


    ya.” Tersenyum, seakan sudah menemukan kelemahan sekertrais Han. Padahal


    laki-laki itu tetap tenang, bahkan air mukanya saja tidak berubah. “ Aku banyak


    bicara dengannya tadi.”


    “ Benarkah, saya senang kalau anda


    bisa akrab dengannya. Kalau anda punya keluhan tentangnya katakan saja.”


    Keluhanku adalah dia tidak mau


    membuka mulutnya saat aku bertanya tentangmu.


    “ Tidak, aku tidak punya keluhan


    apa-apa kok. Dia bekerja dengan baik. Dia juga banyak bercerita tentangmu.”


    Ayo terpancinglah, terpancinglah.


    “ Bernahkah?” Han tersenyum tipis


    “ Kenapa? Tidak percaya.”


    Menantang, padahal Daniah hanya sok-sokan. Dia sama sekali tidak punya modal


    apa-apa untuk bisa dipakai mengertak sekertaris Han dari sudut manapun.


    “ Tidak.” Tergelak kecil, lalu


    membungkukan kepala. “Usaha yang bagus nona, lain kali berusahalah lebih keras


    lagi.”


    Apa! dia sedang mengoda dan


    mempermainkanku juga!


    Daniah menendang udara di depannya


    tepat di tempat tadi sekertaris Han berdiri. Dia mengerutu kesal sambil


    menuruni tangga. Melihat sekertaris Han masuk ke dalam ruang kerja Saga.


    Dia bahkan bisa masuk ke sana


    seenaknya.


    “ Kakak ipar!” menyambut Daniah


    yang turun dari tangga. Jenika muncul dari dapur membawa sekotak stroberi.


    Menarik Daniah duduk di kursi, lalu dia memeluk Daniah dan menyandarkaan


    kepalanya di dada gadis itu.


    Apa-apaan anak ini.


    “ Hei, kenapa, ada apa denganmu


    jen?” sedikit kuatir karena kelakuan manja Jen yang tidak biasanya.


    Huuuu. Huuu. Malahan tersedu.


    Walaupun tangisannya palsu.


    “ Kakak ipar, kak Jen sedang galau,


    gara-gara cowok.” Sofia tertawa sama sekali tidak bersimpati, dia rebahan di


    sofa sambil menaikan kaki dan bermain hpnya.


    Puk, puk, di tepuknya bahu Jenika yang


    memeluknya.


    “ Kenapa? Bukannya kamu juga sudah


    punya pacar?”


    “ Ia, karena itulah aku galau kakak


    ipar.” Merengek tidak jelas. “ di kantor ada teman magangku, dia baik sekali.


    Aku sepertinya jatuh cinta padanya.”


    Lepaskan aku dulu!


    Daniah berusahaa melepaskan diri,


    tapi sia-sia. Dia kalah tenaga, akhirnya menyerah melepaskan diri dia


    membiarkan Jen memeluknya.


    “ Jen, kamu tahu apa yang paling


    penting dalam sebuah hubungan selain cinta?”


    “ Apa?”


    Tepukan lembut di bahu Jen lagi.


    “ Banyak sekali selain cinta Jen.


    Menjaga kehormatan, menjaga kepercayaan, kejujuran adalah rantai pengikat dalam


    sebuah hubungan. Tidak akan berjalan baik kalau kesemuanya itu rapuh. Kalau kau


    memang menyukainya sudahi dulu hubunganmu yang satunya. Jangan bersandar di dua


    tubuh, karena bukan hanya kamu yang akan terluka nanti tapi kau juga akan


    melukai dua orang yang lainnya.”


    “ Tapi bagaimana?” merengek lagi.


    “ Apanya?” mengusap-usap bahu Jen


    lembut.


    “ Laki-laki di tempat magangku itu


    memang baik, tapi masalahnya dia baik sama semua orang. Hiks, hiks. Dia bukan


    hanya baik padaku dalam artian menyukaiku. Itu masalahnya. Huaaaa, aku jengkel


    sekali. Saat di kantin semua orang membahasnya, bahkan senior-senior pekerja


    perusahaan juga.” Jen menjejakan kaki.


    Saga muncul, berdiri di dekat


    kursi.


    “ Apa yang kau lakukan Jen? Kenapa


    memeluk kakak iparmu?” duduk, dia memberi isyarat agar pak Mun


    meninggaalkaannyaa. Laki-laki itu menganguk dan pergi. Sementara Jen melepaskan


    pelukannya pada Daniah. Cemberut pada Saga.


    Apa! akukan hanya memeluk kakak


    ipar sebentar.


    Sofi langsung menurunkan kakinya


    saat mendengar suara Saga.


    “ Kemarilah!” Saga menjentikan


    jarinya. Daniah mendekat, tangannya ditarik dipaksa melingkar di tubuh Saga. Seperti


    yang jen barusan lakukan padanya.


    Apa-apaan dia, jadi dia mau aku


    memeluknya.


    Jenika tergelak, lalu mengambil


    kotak stroberi yang belum di sentuhnya di atas meja. Jen melirik kakaknya yang


    sedang memberi ciuman di wajah Daniah.


    Cih, segitu tergila-gilanya pada


    kakak ipar, sampai pamer pada kami.


    Sofia langsung kembali pada hpnya


    saat dia ikutan melirik, bergumam hal sama dengan jen. Pamer. Begitu katanya.


    “ Besok peresmian danau hijau ya?”


    Daniah menyenderkan kepalanya di dada Saga, agar laki-laki itu menghentikan


    bibirnya.


    “ hemm.” Sambil mengusap-usap


    rambut Daniah dengan dagunya.


    “ Iklannya sudah banyak di sosial


    media kak, mau live di tv ya.” Jen nimbrung, Sofi juga sudah membalikan badan.


    “ Besok kalian jangan kemana-mana,


    temani kakak ipar kalian di rumah. Nonton saja di tv”


    Aaaaaa, gagal deh. Bersamaan


    dipikiran jen dan Sofi.


    Gagal sudah semua rencana mereka,


    tadinya dua beradik itu mau live sosial media di depan danau hijau.


    “ Jen, mungkin sudah ada acara?”


    Saga menarik lagi kepala Daniah yang terangkat, membenamkan lagi di dadanya. Tidak


    mau Daniah bergeser satu sentipun dari sampingnya.


    Apa-apaan si dia ini.


    “ Gak ada kakak ipar, besok kami


    akan nonton tv lihat kak Saga di peresmian danau hijau bersama kakak ipar di


    rumah.” Jen mencari aman dalam hidupnya. Ini jauh lebih baikan, dari pada live


    sosial media tapi di amuk di rumah.


    Saga bangun dan menarik Daniah. “


    Ayo tidur, aku sudah mengantuk.”


    Baiklah, baiklah pergilah kalian


    pasangan yang dimabuk cinta.


    Craus-craus, Jen mengunyah


    stroberinya. Menatap Saga dan Daniah menaiki tangga.


    Aaaaa, bagaimana ini teman magangku


    itu wajahnya terngiang-ngiang di kepalaku terus.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Super Gene Shadow Slave Cultivation Online Mecha Breaks the World Nine Star Hegemon Body Arts I Can Copy Talents